refrat histologi saraf

  • View
    61

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of refrat histologi saraf

Dewida Maulidatu 11117002216BAB IPENDAHULUANI.1 Latar BelakangSistem saraf pada mamalia terbagi menjadi dua bagian besar yaitu susunan saraf pusat (SSP) yang terdiri atas otak dan medulla spinalis yang berlokasi di cranium dan kanalis vetebralis dan susunan saraf tepi (SST) terdiri atas saraf kranialis dan spinalis.Pada susunan saraf manusia merupakan sistem yang paling kompleks didalam tubuh manusia dan dibentuk oleh jaring-jaring yang tersusun lebih dari 100 juta sel saraf (neuron) yang memiliki badan sel,dendrit dan akson. Setiap neuron rata-rata memiliki sekurangnya seribu hubungan dengan neuron lain, dan membentuk sistem yang sangat kompleks untuk berkomunikasi. Selain itu terdapat sel penunjang yaitu sel glia dengan jumlah yang lebih besar. Pada sel ini terdapat oligodendrosit, microglia dan ependim. Sel-sel glia memegang peranan sangat penting dalam menunjang aktivitas neuron. Sel ini sangat penting bagi integritas struktur sistem saraf dan bagi fungsi normal neuron. Dengan demikian, neuron dan sel glia merupakan sel penyusun sistem saraf yang paling kompleks dalam tubuh manusia karena dengan adanya sel penyusun tersebut merupakan satu unit yang terpenting dalam system saraf sehingga dengan adanya sel tersebut terjalinlah komunikasi di antara berbagai sistem tubuh sehingga tubuh berfungsi sebagai unit yang harmonis.I.2 Tujuan dan ManfaatTujuan pembuatan referat ini :1. Untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang histologi sel penyusun system saraf2. Untuk mengetahui gambaran tentang neuron atau sel saraf3. Untuk mengetahui gambaran tentang sel penunjang atau neuroglia

Manfaat refrat bagi pembaca :1. Pembaca diharapkan dapat mengetahui dan memahami tentang sel penyusun sitem saraf.Manfaat refrat bagi penulis :1. Penulis diharapkan dapat menerapkan dan memahami secara lebih tentang ilmu yang telah didapatkannya.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

II.1 Anatomi dan Fisiologi Sistem SarafSystem saraf adalah mekanisme yang memungkinkan tubuh bereaksi terhadap perubahan pada berbagai lingkungan eksternal dan internal yang senantiasa terjadi. Mekanisme ini juga mengawasi dan menyelaraskan berbagai kegiatan tubuh. secara struktural system saraf dibagi menjadi dua yang terdiri atas susunan saraf pusat yang terdapat pada otak dan medulla spinalis yang dilindungi tulang kranial dan kanal vertebral.pada otak terbagi menjadi otak besar (cerebrum) dan otak kecil (cerebellum). Otakpun mempunya lapisan pelindung yaitu dura meter, araknoid dan pia meter. Pada medulla spinalis mempunyai fungsi yaitu mengendalikan berbagai aktivitas refleks dalam tubuh. dan susunan saraf tepi (perifer) meliputi seluruh jaringan dalam tubuh. system ini terdiri dari saraf kranial dan saraf spinal yang menghubungkan otak dan medulla spinalis dengan reseptor dan efektor. Secara fungsional, system saraf perifer terbagi menjadi sistem eferen dan sistem aferen.Pada system saraf terdapat sel penyusun utama yaitu neuron (sel saraf) dan neuralglia (sel penunjang). Neuron merupakan satuan structural dan fungsional system saraf yang khusus berguna untuk komunikasi cepat. Sebuah neuron terdiri dari badan sel, dendrite, dan akson yang masing-masing membawa impuls ke badan sel . terdapat lapisan pada akson yang disebut mielin, yang dapat meningkatkan kecepatan konduksi impuls. Neuralglia adalah sel yang tidak peka terhadap rangsang dan merupakan komponen pokok jaringan saraf. Neuralglia berguna sebagai penunjang dan pemasok zat gizi pada neuron.

II.2 Histologi Sel Penyusun Sistem SarafII.2.1 NeuronNeuron umumnya memiliki aneka macam bentuk,namun masing masing mempunyai badan sel atau soma,terdiri atas inti dan sitoplasma sekitarnya yaitu perikarion. Badan biasanya memancarkan beberapa cabang disebut dendrit dan sebuah cabang panjang dan langsing yaitu akson. Sebuah akson dapat sangat panjang,memancarkan cabang-cabang atau kolateral akson,sepanjang jalannya,dan dekat ujungnya bercabang-cabang halus menjadi yang disebut cabang preterminal atau terminal akson.Suatu neuron dengan satu cabang keluar dari badan sel disebut unipolar. Pada vertebrata dewasa jarang terdapa neuron unipolar sejati, neuron polar, juga tak umum, ditemukan dalam retina,ganglion koklear dan vestibular, dan epitel olfaktoria. Neuron bipolar mempunyai satu akson dan satu dendrite,biasanya terdapat pada kutub yang berlawanan dari badan sel berbentuk kumparan. Neuron dari ganglion kraniospinal yang berkembang adalah jenis bipolar, tetapi dalam perkembangannya, kedua cabang bermigrasi kearah masing- masing dan berfusi membentuk satu cabang. Cabang ini kemudian berpisah , satu cabang berjalan ke perifer dan berfungsi sebagai dendrit, yang lain berjalan kepusat sebagai akson menuju SSP. Cabang perifer itu sendiri yaitu dendrit, walaupun menyerupai akson yang diameternya teratur serta tak bercabang dan menghantar rangsang, biasanya dari organ reseptor. Neuron-neuron ini disebut pseudounipolar. Semua neuron lainya adalah multipolar dengan banyak dendrite dan biasanya satu akson. Jenis neuron berdasarkan ukuran dan jumlah akson yaitu Golgi tipe I yang memiliki akson yang panjang yang meninggalkan substansi grisea menuju ke substansi alba yang berjalan pada susunan saraf pusat dan berakhir pada saraf perifer atau jaringan lain seperti otot dan kulit. Contoh-contoh neuron motor sel purkinje dan sel piramid. Sebaliknya neuron Golgi tipe II mempunyai akson yang pendek yang tidak meninggalkan daerah perikarionnya, sering melewati lapangan dendritnya hanya untuk jarak pendek.terdapat di dalam korteks serebrum dan serebelum. Neuron berdasakan bentuk pola percabangannya yaitu sel stelata,bentuk bintang dan dendritnya menuju ke segala arah, mencakup neuron motoris spinal dan batang otak. Sel piramid,mempunyai suatu dendrite apikal dan empat atau lebih dendrit yang bercabang berjalan keluar dari dasar piramid dan akson juga keluar dari dasar piramid bagian tengah. Sel fusiform, bentuknya gelondong atau pipih.Secara fungsional, neuron juga dapat diklasifikasikan sebagai neuron motorik,mengawasi organ-organ efektor seperti otot dan kelenjar , atau neuron sensorik ,yang menerima rangsang sensoris baik eksteroseptif maupun interoseptif.

Gambar II.2-1 neuron motorik.

Gambar II.2-2.Jenis neurona. PerikarionPerikarion dibentuk oleh inti dan sitoplasma sekeilingnya mempunyai fungsi reseptif. Pada kebanyakan neuron, ia menerima rangsang yang dibangkitkan dalam saraf-saraf lain, tetapi peran utamanya adalah sebagai pusat trofik atau pemberi makan sel-sel, mensuplai organel dan makromolekul sampai ke cabang-cabangnya. Diameter badan sel biasanya besar sampai 135 mikrometer (m) walaupun beberapa perikarion diameternya hanya 4 mikrometer. Bentuknya tergantung pada jumlah dan orientasi dari cabang-percabang sitoplasmanya. Pada psudounipolar bentuknya globular, pada sel-sel bipolar bentuknya memanjang dan seperti kumparan dan pada sel-sel multipolar bervariasi dari bentuk bintang sampai piramida dan globular.b. NukleusInti umumnya besar dan bulat atau lonjong,dengan nukleolus mencolok dan relatif sedikit heterokromatin. Dalam neuron sangat besar yang aktif mensintesis,kromatin itu sebagian besar tersebar berupa eukromatin,menyediakan banyak genom untuk transkripsi. Karenanya disebabkan kurangnya materi yang dapat dipulas, inti tampak pucat bila dipulas dengan pewarna basa dan sering disebut sebagai vesikuler. Tetapi hal ini tidak berlaku pada neuron kecil yang jauh lebih banyak itu,yang memiliki kromatin lebih padat. Pada neuron kecil, seperti sel granul serebeli,terdapat banyak gumpalan heterokromatin kasar, seperti yang terlihat di limfosit atau sel plasma. Pada mikrogrograf elektron, struktur halus karioplasma dan selaput inti mirip dengan yang ada pada sel tempat lain ditubuh. Pada beberapa neuron bentuk intinya mungkin tidak teratur dengan lipatan dalam dari selaput intinya.c. Organel Sitoplasma Tebal plasmalesma antara 7 sampai 8 nm dan menunjukan spesialisasi pada bagian-bagian adhesi interseluller (lengketan) pada sinaps-sinaps yang disitu terdapat bahan-bahan padat didalam sitoplasma yang berdekatan. Mitokondria biasanya kecil lonjong,atau berbentuk seperti bola, dengan krista jenis tubular atau lamellar. Aparat Golgi biasanya besar, letaknya paranuklir, dan sering terdapat sebagai beberapa diktiosom tersebar diseluruh perikarion. Sentriol tidak jelas dalam sel saraf dan mungkin berhubungan dengan silium menonjol dari permukaan sel. (sel saraf tidak mempunyai kemampuan membelah diri). Lisosom-lisosom primer umumnya terdapat,dan letaknya biasanya dekat aparat golgi, dan berhubungan dengan hidrolisis produk akhir metabolism sel serta mungkin dengan degradasi lemak. Lisosom sekunder bertambah jumlahnya sesuai dengan pertambahan umur, beberapa diantaranya menjadi granula lipofuksin. Suatu hal yang menarik perhatian secara khas dari perikarion neuron besar adalah substansi Nissl atau badan-badan Nissl. Badan-badan Nissl berwujud sebagai unsure basofili dari sitoplasma. Dan dapat diwarnai dengan zat warna aniline basa. Badan-badan Nissl dibentuk oleh banyak tumpukan reticulum endoplasma granular dengan ribosom dan polisomnya, yang bebas dan yang terikat. Badan Nissl, ribosom dan polisomnya ini juga terdapat pada dendrit-dendrit tetapi tidak terdapat pada akson dan akson hilok, yang merupakan daerah berbentuk kerucut yang jernih pada bagian permulaan akson dari perikarion. Pada perikarion yang kecil-kecil hanya terlihat basofilia dan difusi. Reaksi dari badan-badan Nissl terhadap kerusakan atau kelelahan terhadap rangsang yang berkepanjangan adalah karakteristik, badan Nissl sebenernya pecah dan menyebar ke sitoplasma. Peristiwa tersebut disebut kromatolisis. Adanya sejumlah besar reticulum granular, nukleoli yang menyolok dan banyaknya mitokondria, berhubungan dengan pembentukan protein baru, yang menyebar keseluruh daerah neuron termasuk akson dan dendrit-dendritnya. Sedikit I retikelemen tubular ramping dari reikulum endoplasma yang agranular mungkin ditemukan pad