Radang Otak -Dr. Tumpal, SpS

Embed Size (px)

Text of Radang Otak -Dr. Tumpal, SpS

(ENSEFALITIS)

Dosen Pembimbing : Dr. Tumpal Siagian, Sp.S Disusun Oleh : Hasiholan Tigor Adityo Hasibuan 02 124

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAF PERIODE 22 SEPTEMBER - 1 NOVEMBER 2008 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA JAKARTA

2008

ENSEFALITISPENDAHULUAN Ensefalitis merupakan infeksi jaringan otak akibat invasi berbagai macam mikroorganisme yang bermultiplikasi di dalam jaringan tubuh melalui berbagai cara, misalnya kuman yang bersarang di mastoid dapat menjalar ke otak secara perkontinuitatum melalui sutura, invasi hematogenik melalui arteri intraserebral merupakan penyebaran otak secara langsung. Ensefalitis Adalah suatu penyakit yang terjadi kira-kira 0.5 per 100,000 individu, paling umum terdapat pada anak-anak, yang lebih tua, dan orang-orang dengan lemah sistem kekebalan yaitu mereka yang mempunyai HIV/AIDS atau kanker). Infeksi jaringan otak jarang disebabkan hanya oleh bakteremia saja karena jaringan otak yang sehat cukup resisten terhadap infeksi. Infeksi yang terjadi mendapatkan perlawanan dari tubuh sebagai bentuk reaksi pertahanannya. Reaksi tersebut akan menimbulkan gejala-gejala prodromal yang bisa saja mengakhiri penyebaran infeksi lebih lanjut, tetapi dipihak lain, perlawanan tubuh terhadap kuman dapat dikalahkan dari infeksi bisa berlanjut secara sistematik. Apabila sampai pada tahap ini, maka penyebaran ke seluruh organ tubuh dapat terjadi sehingga timbullah peradangan setempat, salah satunya adalah otak. DEFINISI Ensefalitis adalah infeksi jaringan otak oleh berbagai macam mikroorganisme. Proses peradangannya jarang terbatas pada jaringan otak saja tetapi hampir selalu mengenai selaput otak, maka dari itu lebih tepat bila disebut meningoensefalitis. Manifestasi utama meningoensefalitis viral terdiri atas kejang, gangguan kesadaran

(acute organic brain syndrome), hemiparesis, paralisis bulbaris (meningo-encephalomyelitis), gejala-gejala serebelar dan nyeri serta kaku kuduk. KLASIFIKASI Ensefalitis primer Jenis ensefalitis ini disebabkan infeksi virus pada otak dan medula spinalis. Ensefalitis primer dapat muncul pada kasus tertentu (sporadik) atau pada beberapa orang yang berada di area yang sama sekaligus (epidemik). Jenis yang paling sering muncul pada infeksi sporadik adalah ensefalitis herpes simpleks, yang disebabkan oleh virus herpes. Jenis ini sering kali mengakibatkan resiko tinggi kerusakan saraf dan kematian dan dapat muncul pada bayi baru lahir yang tertular dari ibunya saat proses persalinan. Arthropod-borne viruses (menyebar melalui gigitan nyamuk dan serangga) dapat menyebabkan ensefalitis arboviral. Nyamuk merupakan agen transmisi yang paling sering dan kebanyakan kasus muncul saat cuaca panas, dimana serangga menjadi lebih aktif. Ensefalitis arboviral dan ensefalitis rabies (biasanya ditularkan melalui gigitan binatang) bisa sporadik ataupun epidemik. Ensefalitis sekunder Jenis ini biasanya ditimbulkan sebagai komplikasi infeksi virus atau reaktivasi virus laten. Virus dapat reaktivasi bila sistem imun menurun karena kondisi lain (contoh;malnutrisi, penyakit stres). Infeksi yang bisa menyebabkan ensefalitis sekunder termasuk influenza, chickenpox (varicella zoster), measles (rubeola), mumps, and German measles (rubella).

Beberapa jenis ensefalitis disebabkan arbovirus, yang ditularkan bintang ke manusia melalui serangga. Di AS antara lain: Ensefalitis St.Louis, suatu virus yang ditemukan pada burung. Merupakan bentuk ensefalitis yang paling umum, rata-rata sekitar 200 kasus dalam setahun, terutama daerah barat tengah dan timur. Dari kasus berat yang terdiagnosis, sekitar 5 hingga 15% fatal, dimana usia tua memiliki resiko tinggi. Ensefalitis LaCrosse, ditemukan pada tupai dan keong. Rata-rata 75 kasus dilaporkan setiap tahun, terutama di barat tengah pada anak kurang dari 16 tahun. Jarang menjadi fatal. Eastern equine encephalitis, ditemukan pada kuda. Paling buruk, dapat membunuh sepertiga kasus yang terkena, selatan. Western equine encephalitis, juga pada kuda. Sesuai dengan namanya, ditemukan di beberapa tempat di daerah tersebut, meskipun hampir tidak ada kasus yang dilaporkan. Jarang menjadi fatal, tapi kadang-kadang mengakibatkan kerusakan otak yang menetap pada bayi. Di Asia, dengan kontras, Japanese encephalitis virus paling sering, dimana lebih dari 45.000 kasus dilaporkan setiap tahun di bagian ini, biasanya di pedesaan dan daerah pertanian. Kurang dari 10% menjadi fatal, tapi bisa lebih berbahaya pada anak-anak. Suatu vaksin digunakan secara luas di Jepang, Cina, India, Korea dan Thailand. Japanese encephalitis virus berhubungan dengan St.Louis dan lebih sering menginfeksi babi, bebek dan burung penyebrang. Bentuk ensefalitis lain: Venezuelan equine encephalitis. Kadang-kadang menjadi epidemik di Amerika pusat dan selatan. Biasanya ringan. tapi biasnya hanya sedikit kasus yang muncul dalam setahun, di daerah timur

Russian spring-summer encephalitis. Ditularkan oleh kutu, dengan angka kematian sebanyak 25 %. Sudah tersedia vaksin di Rusia dan Eropa. West Nile encephalitis. Sedikit berhubungan dengan Japanese dan St.Louis encephalitis, juga muncul di Afrika, Asia, dan Eropa. Suatu strain yang menyerupai West Nile virus pertama kali ditemukan di belahan barat New York pada musim panas 1999. Murray Valley encephalitis. Ditemukan di daerah Australia dan New Guinea, juga berhubungan dengan St.Louis dan Japanese encephaltis. Jarang menjadi fatal.

ETIOLOGI Berbagai macam mikroorganisme dapat menimbulkan ensefalitis, tetapi yang terutama adalah virus dan bakteri. 1. Virus Herpes virus herpes simplex tipe 1 dan 2 varicella zoster ebstein barr human cytomegalovirus human herpes virus tipe 6 herpes B eastern equine western equine venezuelan equine st. Louis jappanese west nile

Arbovirus

-

powassan california la crosse jamestown canyon colorado tick fever coxsackie ECHO (Entero Cytophatic Human Orphan)

Enterovirus

Adenovirus Human Immunodeficiency Virus (HIV) Virus influenza Measles Rabies Listeria monocytogenes Mycobacterium tuberculosis Mycoplasma sp Bartonella sp Anaplasma sp Brucella sp Whipple sp Rickettsia Syphilis Lyme disease Relapsing fever

2. Bakteri

3. Spirochaeta

4. Endokarditis infektif 5. Fungi (jamur) Cryptococcosis Coccidiodomycosis

-

Histoplasmosis Toxoplasmosis Cysticercosis Malaria

6. Parasit

GAMBARAN KLINIS Gambaran klinis yang paling penting dari ensefalitis adalah sebagai berikut : Anamnesa 1. Penyakit sebelumnya tidak mengenai sistem saraf (terutama sering ditemukan pada ensefalitis virus) dengan tanda dan gejala yang karakteristik (misal : tifus, campak) atau non spesifik (influenza). 2. Nyeri kepala, biasanya fronto orbital dengan berbagai tingkat keparahan. 3. Vomitus, fotofobia, nyeri sendi, nyeri leher dan nyeri pinggang. 4. Gangguan irama tidur. Gejala Klinik 1. Pasien tampak sakit parah. 2. Mengantuk atau gangguan kesadaran yang lebih dalam. 3. Pireksia yang dapat tidak begitu jelas. 4. Kelumpuhan papiledema. 5. Tanda-tanda iritasi serebral (bangkitan epileptik, mioklonus, gangguan gerakan koreiformis). Pemeriksaan Penunjang 1. Pemeriksaan darah rutin saraf kranial, defisit neurologik fokal atau

2. biakan darah, urin, dan feses.. 3. Cairan otak menunjukkan jumlah sel yang meningkat (jarang normal). 4. Biasanya EEG memperlihatkan perubahan parenkimal. 5. CT-Scan memperlihatkan perubahan parenkimal. Komplikasi Kejang Sindrom inappropiate secretion of ADH Peningkatan TIK Koma

Prognosis Prognosis tergantung jenis ensefalitis, usia pasien, keadaan kesehatan, dan satus imunologi. Ensefalitis yang disebabkan rabies, eastern equine encephalitis, Japanese enchepalitis dan ensefalitis virus yang tidak segera ditangani seperti hervesvirus beresiko mengakibatkan kerusakan saraf dan kematian. Prognosis buruk pada pasien yang sangat muda, pasien tua dan pada pasien dengan compromised immune system. Ensefalitis diseminata akut dan ensefalitis yang disebabkan infeksi rabies sering fatal. Rabies disebarkan melalui gigitan binatang terinfeksi dan tidak dapat diobati bila gejala sudah berkembang.

ENSEFALITIS BAKTERIALIS Pendahuluan Ensefalitis bakterialis di kenal pula sebagai ensefalitis supuratif atau abses otak. Faktor penyebab meliputi kuman strafilokokkus, esterisia, pneumokokkus, dan sebagainya. Pada bayi dan anak kecil ensefalitis terjadi akibat komplikasi meningitis bakterialis (jarang terjadi pada dewasa), mastoiditis, infeksi telinga bagian tengah, sinusitis frontalis, etmoidales, sfenoidales, dan maksilaris.abses otak jarang terjadi hanya kurang lebih 2 % dari semua tindakan bedah otak. Dan umumnya mengenai umur di bawah 15 tahun. Patogenesis Organisme piogenik masuk ke dalam otak melalui peredaran darah, Penyebaran langsung, komplikasi luka tembus, dan kelainan kardiopulmonal. Penyebaran melalui peredaran darah berasal dari radang fokal di bagian lain di dekat otak,penyebaran secara langsung dapat melalui tromboflebitis, osteomielitis, infeksi telinga bagian tengah, dan sinus paranasales. Mula-mula akan terjadi peradangan supuratif pada jaringan otak, biasanya terjadi pada subtansia alba. Proses peradangan ini akan membentuk eksudat, trombosis septik pada pembuluh darah, dan agregasi leukosit yang sudah mati. Pada daerah yang mengalami peradangan tersebut akan timbul edema, perlunakan dan kongesti jaringan otak disertai perdarahan kecil. Di sekeliling abses terdapat pembuluh darah dan infiltrasi leukosit. Bagian tengah akan melunak

dan akan membentuk ruang abses dan terbentuk kapsul, Bila kapsul pecah, nanah masuk ke ventrikel dan menimbulkan kematian. Gambaran klinis Tanda-tanda dan gejala-gejala abses otak ialah gejala-gejala infeksi umum, tanda-tanda meningkatnya tekanan intrakranial yaitu nyeri kepala yang kronik, progresif, muntah, penglihatan kabur, kejang, kesadaran menurun. Pada pemeriksaan mungkin terdapat ed