Prosedur Pemeriksaan Tes Capillary Refill Time (CRT Cahya

  • View
    3.258

  • Download
    89

Embed Size (px)

Text of Prosedur Pemeriksaan Tes Capillary Refill Time (CRT Cahya

Slide 1

Keperawatan Kardiovaskuler IPemeriksaan Fisik Sistem Kardiovaskuler

Kelompok 4 Tifanny Gita S. (131211132021)Inka Noveliana (131211132022)Wimar Anugrah (131211132051)Nisrina Putri (131211132052)Retno Dewi P. (131211132063)Nafi Yoga W. (131211133001)Lailatul Mafula(131211133009)Ayu Priyanti (131211133010)Cahya Mustika N. (131211133035)

Macam-macam pemeriksaan fisik sistem kardiovaskulerNadi adalah salah satu aliran darah yang menonjol dan dapat di raba di berbagai tempat pada tubuh. Nadi merupakan indikator status sirkulasi. Sirkulasi merupakan sistem transportasi sel untuk menerima nutrien dan membuang sisa hasil metabolisme. (Jonathan Gleadle,2003). Pengertian NadiMekanisme Timbulnya NadiMekanisme Pengaturan Nadi

Nadi diatur oleh sistem saraf otonomik melalui simpul sinoatrial (berkaitan dengan sinus venus dan atrium jantung). Rangsang parasimpatik menurunkan irama jantung, sedangkan rangsang simpatik meningkatkan irama jantung.

Curah jantung adalah jumlah darah yang dikeluarkan oleh jantung per menit. Volume ini digambarkan dengan menggunakan rumusan:Curah jantung = volume sekuncup x frekuensi nadi Dengan volume sekuncup 70 ml dan frekuensi nadi 72 kali per menit, maka curah jantung sekitar 5.000 ml. Penilaian Nadi Normal dan Abnormal

Frekuensi nadi

Frekuensi nadi adalah jumlah denyutan yang melalui arteri perifer dan terdengar di atas apeks dari jantung dalam satu menit. Secara normal frekuensi pada nadi sesuai dengan irama pada jantungTakikardi adalah frekuensi jantung yang cepat. Pada orang dewasa dikatakan takikardia apabila frekuensi nadi sebesar 100-180 kali per menit.Nyeri.

Emosional yang kuatLatihanTerpapar panas yang berkepanjanganobat-obatan seperti adrenalinPenurunan tekanan darahPeningkatan suhu tubuhpenurunan oksigenasi darah42317568Bradikardi adalah frekuensi jantung yang kurang dari 60 kali per menit.Oleh karena itu bila terjadi bradikardi harus segera dilaporkan.Istirahat dan baru bangun tidur.Jenis kelaminUkuran tubuhObat-obatan seperti cardiotonic glycosidesPeningkatan usia42315Penilaian Nadi Normal dan AbnormalIrama nadi

Irama nadi adalah pola berdenyut dan berhenti. Irama nadi secara normal adalah reguler, yaitu denyut dan jeda yang sama terjadi berulang dalam satu periode pengukuran nadi. Pola denyutan nadi yang ireguler disebut disritmiaGambar ElektrokardiografGambar Disritmia

Penilaian Nadi Normal dan AbnormalKekuatan/amplitudo nadiAmplitudo nadi menggambarkan kualitas nadi, yaitu kedalaman/kepenuhannya, serta menggambarkan kekuatan dari kontraksi ventrikel kiri. Hal ini dapat dikaji dengan merasakan adanya aliran darah yang mengalir melalui pembuluh darah

Faktor Yang Mempengaruhi Denyut NadiSumber : Potter,perry 2004

Pengukuran NadiLokasi Pengkajian Nadi Perifer

Denyut arteri adalah gelombang tekanan yang dapat dirasakan di titik manapun yang arterinya terletak dekat permukaan kulit. Frekuensi denyut memberikan informasi mengenai kerja pembuluh darah, dan sirkulasi (Ethel, 2003: 240).Denyut nadi dapat teraba di semua arteri. Daerah-daerah yang digunakan untuk pengukuran nadi karena mudah diraba adalah nadi radial, karotis, fasial, temporal, femoral, dorsalis pedis, tetapi yang umum adalah radial.

Prosedur Pengkajian Denyut Nadi Kaji kondisi klien yang dapat mengakibatkan perubahan pada keadaan nadinya yaitu riwayat penyakit jantung, riwayat aritmia jantung (di antaranya bradikardia, takikardia), nyeri dada.Mengkaji tanda dan gejala gangguan kardiovaskular, seperti dispneu, lemas, nyeri dada, orthopneu, syncope, palpitasi, distensi vena juguler, udema, kulit pucat, atau sianosis.

Mengkaji faktor-faktor yang secara normal memengaruhi karakter nadi, seperti: umur, frekuensi nadi, obat-obatan, antiaritmia, simpatometik, narkotik, analgesik, anastesi umum, stimulus dari susunan saraf pusat, aktivitas, perubahan postur, dan demam.

Alat dan bahanSetelah itu persiapan alat yang harus disiapkan yaituStetoskopPenaKapas alkoholJam tangan yang berdetik

1. Pengukuran nadi radial (perifer)(Hyperlink) 2. Pengukuran nadi apikal(Hyperlink)

Pengukuran Tekanan Darah

Potter,perry,2004.Tekanan darah adalah kekuatan yang memungkinkan darah mengalir dalam pembuluh darah untuk beredar dalam seluruh tubuh. Darah berfungsi sebagai pembawa oksigen serta zat-zat lain yang dibutuhkan oleh seluruh jaringan tubuh supaya dapat hidup dan dapat melaksanakan masing-masing tugasnya.

Prosedur Pemeriksaan Fisik Tekanan Darah(Hyperlink)

Metode pengukuran Td

Pengertian Capillary Refill Time (CRT)Faktor yang Mempengaruhi Capillary Refill Time

Penilaian Tes CRT

Normalnya pada dewasa CVP rendah.

Persiapan untuk pemasangana. Persiapan pasienMemberikan penjelasan pada klien dan keluarga tentang: tujuan pemasangan, daerah pemasangan, dan prosedur yang akan dikerjakan

b. Persiapan alat Kateter CVP Set CVP Spuit 2,5 cc Antiseptik Obat anaestesi lokal Sarung tangan steril Bengkok Cairan NaCl 0,9% (25 ml) Plester

Cara Kerjaa. Daerah yang Dipasang :

1. Vena femoralis2. Vena cephalika3. Vena basalika4. Vena subclavia5. Vena jugularis eksterna6. Vena jugularis internab. Cara Pemasangan :1. Penderita tidur terlentang (trendelenberg)2. Bahu kiri diberi bantal3. Pakai sarung tango4. Desinfeksi daearah CVP5. Pasang doek lobang6. Tentukan tempat tusukan7. Beri anestesi lokal8. Ukur berapa jauh kateter dimasukkan9. Ujung kateter sambungkan dengan spuit 20 cc yang diisi NaCl 0,9% 2-5 cc10. Jarum ditusukkan kira kira 1 jari kedepan medial, ke arah telinga sisi yang berlawanan11. Darah dihisap dengan spuit tadi12.Kateter terus dimasukkan ke dalam jarum, terus didorong sampai dengan vena 13. cava superior atau atrium kanan14. Mandrin dicabut kemudian disambung infus -> manometer dengan three way stopcock15. Kateter fiksasi pada kulit16. Beri betadhin 10%17. Tutup kasa steril dan diplester

Keuntungan Pemasangan di Daerah Vena Subclavia1. Mudah dilaksanakan (diameter 1,5 cm 2,5 cm)2. Fiksasi mudah3. Menyengkan penderita4. Tidak mengganggu perawatan rutin dapat dipertahankan sampai 1 minggu

Cara Menilai CVP dan Pemasangan Manometer1. Cara Menentukan Titik NolCVP Manometer

1. Penderita tidur terlentang mendatar2. Dengan menggunakan slang air tang berisi air setengahnya -> membentuk lingkaran dengan batas air yang terpisah3. Titik nol penderita dihubungkan dengan batas air pada sisi slang yang satu. Sisi yang lain ditempatkan pada manometer.4. Titik nol manometer dapat ditentukan5. Titik nol manometer adalah titik yang sama tingginya dengan titik aliran V.cava superior, atrium kanan dan V.cava inferior bertemu menjadi satu.

Posisi pasien saat pengukuran CVPPenilaian CVPKateter, infus, manometer dihubungkan dengan stopcock -> amati infus lancar atau tidakPenderita terlentangCairan infus kita naikkan ke dalam manometer sampai dengan angka tertinggi -> jaga jangan sampai cairan keluarCairan infus kita tutup, dengan memutar stopcock hubungkan manometer akan masuk ke tubuh penderitaPermukaan cairan di manometer akan turun dan terjadi undulasi sesuai irama nafas, turun (inspirasi), naik (ekspirasi)Undulasi berhenti -> disitu batas terahir -> nilai CVPNilai pada angka 7 -> nilai CVP 7 cmH2OInfus dijalankan lagi setelah diketahui nilai CVPNilai CVPNilai rendah : < 4 cmH2ONilai normal : 4 10 cmH2ONilai sedang : 10 15 cmH2ONilai tinggi : > 15 cmH2O

Penilaian CVP dan Arti Klinisnya

1. Volume darah :Volume darah totalVolume darah yang terdapat di dalam venaKecepatan pemberian tranfusi/ cairan2. Kegagalan jantung dan insufisiensi jantung3. Konstriksi pembuluh darah vena yang disebabkan oleh faktor neurologi4. Penggunaan obat obatan vasopresor5. Peningkatan tekanan intraperitoneal dan tekanan intrathoracal, misal :Post operasi illeusHematothoraksPneumothoraksPenggunaan ventilator mekanikEmphysema mediastinum6. Emboli paru paru7. Hipertensi arteri pulmonal8. Vena cava superior sindrom9. Penyakit paru paru obstruksi menahun10. Pericarditis constrictive11. Artevac ; tersumbatnya kateter, ujung kateter berada di dalam v.jugularis inferiorFaktor -faktor yang Mempengaruhi CVPPengukuran Jugular venous pressure (JVP) Distensibilitas vena-vena di leher dapat memperlihatkan adanya perubahan dan tekanan di dalam atrium kanan. Terdapat 2 buah vena jugularis pada leher yaitu vena jugularis interna dan vena jugularis eksterna. Pemeriksaan JVP menunjukkan keadaan input jantung. Vena jugularis yang bisa digunakan yakni vena jugularis interna karena berhubungan langsung dengan cava superior dan antrium kanan.

Tekan normal pada atrium kanan ekuivalen dengan tekan kolom darah setinggi 10-12 cm. jadi, apabila pasien berdiri atau duduk tegak, vena jugularis interna akan kolaps dan apabila pasien berbaring vena terisi penuh. Bila pasien berbaring sekitar 45, maka pulsasi vena jugularis akan tampak tept di atas klavikula; maka posisi ini digunakan untuk pemeriksaan denyut vena jugularis (JVP). Kepala pasien diletakkan pada bantal, dengan leher fleksi dan pandangan lurus ke depan. Sebaiknya tidak menegangkan muskulus sternomastoid arena vena jugularis interna tepat berada di bawahnya.

Perbedaan antara denyut vena jugularis dengan arteri karotisa. VenousBerdennyut ke dalamDua puncak dalam satu siklus (pada irama sinus)Dipengaruhi oleh kompresi abdomenDapat menggeser earlobes (bila tekanan vena meningkat)b. ArterialBerdenyut keluarSatu puncak dalam satu siklusTidak dipengaruhi oleh kompresi abdomenTidak menggeser earlobesTujuan pengukuran JVP Mengetahui ada tidaknya distensi vena jugular (JVD)Memperkirakan tekanan vena sentral (central venous pressure)3. Denyut vena jugularis

Penyebab dan ciri-ciri peningkatan JVP

Atur klien pada posisi supine dan relaksTempat tidur bagian kepala ditinggikan15-30 30-4545-90 - pada klien yang me