Click here to load reader

PPOK Interna Bebi

  • View
    227

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PPOK Interna Bebi

  • 7/23/2019 PPOK Interna Bebi

    1/37

    BAB 1

    PENDAHULUAN

    PPOK merupakan penyakit terbesar keempat yang banyak menimbulkan

    kematian di seluruh dunia, yang menimbulkan berbagai macam tantangan dan

    usaha agar penyakit ini nantinya dapat dicegah dan diataasi dengan baik. Secara

    global, PPOK akan semakin meningkat dalam 10 tahun kedepan karena tingginya

    faktor risiko terhadap PPOK dan manula yang semakin meningkat (GO!, "01#$.

    PPOK atau penyakit paru obstrukif kronis merupakan penyakit yang dapat

    dicegah dan dira%at dengan beberapa ge&ala ekstrapulmonal yang signnifikan,

    yang dapat mengakibatkan tingkat keparahan yang berbeda pada setiap indi'idual

    (osenifar, "01)$.

    enurut data *asional pre'alensi PPOK yang ada menun&ukkan bah%a

    kurang dari + dari populasi orang de%asa telah diberitahu bah%a mereka

    memiliki PPOK. Penelitiansystematic review dan meta-analysispada "- negara

    antara tahun 10 dan "00/, serta penelitian tambahan dari epang, menun&ukkan

    bukti bah%a pre'alensi PPOK lebih tinggi pada perokok dan mantan perokok dari

    pada bukan perokok, pada usia lebih dari /0 tahun dari pada usia diba%ah /0

    tahun, dan pada pria dari pada %anita. The Latin American Project For The

    Investigation Of Obstructive Lung Disease (P23*O$ memeriksa pre'alensi

    post-bronchoilator airflow limitation pada beberapa orang usia lebih dari /0

    tahun di # kota besar merika atin, setiap negara yang berbeda yaitu 4ra5il,

    6hile, eksiko, 7ruguay, dan 8ene5uela. Pada setiap negara, pre'alensi PPOK

    meningkat secara bertahap mengikuti usia, dimulai pada popuasi total dari 9.-

    di kota eksiko sampai 1.9 di ote'ideo, 7ruguay. Program The !uren of

    Obstructive Lung Diseases (4O!$ telah melakukansurveypada beberapa bagian

    di dunia, dan telah mendokumentasikan penyeakit yang lebih berat daripada

    penemuan sebelumnya dan pre'alensi substansial ():11$ dari PPOK diantara

    yang bukan perokok (GO!, "01#$.

    PPOK dengan cepat men&adi salah satu penyakit yang menimbulkan

    masalah serius terhadap &utaan orang di dunia. !idapatkan rasio 1;/ terhadap

    1

  • 7/23/2019 PPOK Interna Bebi

    2/37

    de%asa muda usia sekitar )# tahun mengidap PPOK. Secara umum bahkan

    diperkirakan bah%a penderita PPOK di seluruh dunia mencapai "10 &uta orang.

    !idapatkan data lainnya bah%a seitar "+ dari masyarakat yang berusia diantara

    /#:+9 tahun berhenti beker&a karena menderita PPOK. Selain itu terdapat

    peningkatan rasio penderita %anita yang mengalami PPOK dibandingkan pria

    (

  • 7/23/2019 PPOK Interna Bebi

    3/37

    BAB II

    STATUS PENDERITA

    2.1 IDENTITAS PASIEN

    *ama ; *y. S

    7mur ; /# tahun

    enis Kelamin ; Perempuan

    Peker&aan ; 3bu >umah 2angga

    gama ; 3slam

    lamat ; Sungaigening >2 1 >? / Sekaran amongan

    2anggal asuk ;

    2anggal Periksa ;

    2.2 ANAMNESIS

    A. Keluhan Utama

    Sesak nafas

    B. Riwayat Penyakit Sekaan!

    Penderita datang dengan keluhan sesak nafas yang telah

    diderita se&ak ) hari sebelum masuk rumah sakit. Sesak nafas tidak

    diikuti suara ngik ngik, dirasa memberat terutama setelah berakti'itas

    terutama ber&alan, dan akan sedikit berkurang bila pasien beristirahat.

    Pasien saat ini terengah:engah ketika berbicara, &ika dibuat berbicara

    akan makin sesak nafas. Pasien sering terbangun pada malam hari

    karena sesak. Pasien tidur lebih nyaman dengan ) bantal. Sesak nafas

    diikuti dengan keluhan batuk dengan dahak yang sulit dikeluarkan,

    dan &ika keluar dahak ber%arna bening, demam sumer:sumer,

    nggreges, penurunan berat badan drastis, nafsu makan menurun,

    keringat malam (@$, nyeri dada (:$, 4K dan 44 tidak ada kelainan.

    )

  • 7/23/2019 PPOK Interna Bebi

    4/37

    ". Riwayat Penyakit Dahulu

    Keluhan serupa ; disangkal

    >i%ayat sma ; disangkal

    >i%ayat ! ; disangkal

    >i%ayat hipertensi ; disangkal

    >i%ayat sakit &antung ; disangkal

    >i%ayat minum O2 ; @

    D. Riwayat Penyakit Kelua!a

    >i%ayat penyakit serupa ; disangkal

    >i%ayat Aipertensi ; disangkal

    >i%ayat ! ; disangkal

    >i%ayat antung ; disangkal

    E. Kea#aan S$%ial Ek$n$mi

    Penderita adalah istri dari 1 suami dan ibu dari " anak, beker&a sebagai

    ibu rumah tangga. >umah pasien terletak di pinggir &alan raya dimana

    banyak debu dan polusi di sekitar rumahnya. Pasien memasak denganelpi&i. Suami merokok, sehari menghabiskan ":) batang rokok, namun

    suami mengaku sering merokok di luar rumah.

    2.& PEMERIKSAAN 'ISIK

    A. Kea#aan Umum ; sakit sedang, compos mentis, kesan gi5i kurang

    B. Tan#a (ital

    2ekanan darah ; 1+0=" mmAg

    *adi ; 11- B=menit

    Pernapasan ; "- B=menit

    Suhu ; )+.- 6

    ". Statu% L$kali%

    Ke)ala *

    : Kon&ungti'a ; anemis (:=:$

    : Sclera ; ikterik (:$

    /

  • 7/23/2019 PPOK Interna Bebi

    5/37

    : Pupil ; bulat, isokor )mm=)mm

    : 4ibir ; mukosa basah (@$, pursed lips breathing (@$

    : Aidung ; nafas cuping hidung (:$, darah (:$, secret (:$

    : eher ; 8P normal, KG4 membesar (:$

    Th$a+

    : Pulm$ *

    3nspeksi ;

    : 4entuk barrel chest(@$

    : Pergerakan dinding dada simetris

    : 3ga dan sela antar iga simetris, pelebaran 36S(@$, sela

    iga terlihat lebih hori5ontal

    : Penggunaan otot bantu napas; sternocleidomastoideus

    hipertrofi (@$

    : 2ipe pernapasan torakoabdominal, frekuensi napas

    "-B=menit

    Palpasi ;

    : Pergerakan dinding dada simetris

    : 8ocal

  • 7/23/2019 PPOK Interna Bebi

    6/37

    : Suara tambahan rhonki basah (@[email protected]$ di basal paru.

    : Suara tambahan %hee5ing (:=:$.

    : Suara gesek pleura (:=:$.

    : Ckspirasi meman&ang

    "$ *

    uskultasi ; S1S"tunggal, regular, murmur (:$, gallop (:$.

    A,#$men

    3nspeksi ;

    : 4entuk ; flat

    uskultasi*

    : 4ising usus (@$ normal.

    : etallic sound (:$

    : 4ising aorta (:$

    Palpasi*

    : Soepel

    : *yeri tekan (:$ diseluruh kuadran abdomen

    : Aepar=lien=renal tidak teraba.

    Perkusi*

    : 2impani (@$ pada seluruh lapang abdomen

    : 7ndulasi (:$

    E+temita% *

    : kral hangat, kering, merah, 6>2 D " detik, edema

    tungkai (:=:$

    "$lumna (ete,a *

    2idak die'aluasi

    -enit$uinaia *

    2idak die'aluasi

    +

  • 7/23/2019 PPOK Interna Bebi

    7/37

    2. PEMERIKSAAN PENUN/AN-

    A. Pemeik%aan R$nt!en Th$a+ 0 A)il 2134

    Ha%il Pemeik%aan *

    6or ; besar dan bentuk normal

    Pulmo ; tampak hiper airete, fibroinfiltrat suprahiler bilateral,

    kedua sinus phrenicocostalis tumpul, soft tissue dan tulang tak

    tampak kelainan

    Kesimpulan ; TB 5 Em)i%ematu% Lun!

    B. La,$at$ium #aah

    Hemat$l$!i*

    eukosit ; "0." =ul

    *eutrophil ; 1.9

    imposit ; ".+

    onosit ; 1.9

    Cosinophil ; ".+

    4asofil ; 1./

    Critrosit ; /.// B 10 +=u

    Aemoglobin ; 1".- g=d

    Aematocrit ; )9.1

    68 ; --.10 fl

    9

  • 7/23/2019 PPOK Interna Bebi

    8/37

    6A ; "-.- pg

    6A6 ; )".9 g=d

    >!? ; 1)

    2rombosit ; )/) 10 )=u

    P8 ; / fl

    a&u Cndap !arah 1; /0

    a&u Cndap !arah "; 9#

    'aal Hati*

    SGO2 ; "+ 7=

    SGP2 ; "9 7=

    Elekt$l$lit Seum*

    Kalium serum ; ).- mmol=

    *atrium serum ; 1)9 mmol=

    6lorida serum ; 10) mmol=

    Ka#a -ula Daah*

    G! ; "++ mg=dl

    Aba1c ; +.0

    Pewanaan BTA 0A4; negati'e

    Anali%i% -a% Daah;

    6lorida ; mmol=

    Kalium ; ).)0 mmol=

    *atrium ; 1)9 mmol=

    4e ; 1.+

    4eecf ; 1.+

    A6O) ; "#.-

    Act ; /

    pA ; 9./)"

    P6O" ; ).9

    PO" ; 9#.)

    SO" ; #.#

    -

  • 7/23/2019 PPOK Interna Bebi

    9/37

    2.3 ASSESSMENT

    24 Paru, 6OP!=SOP2

    2.6 PENATALAKSANAAN

    . 2erapi Paru

    1. O" )=mnt

    ". *ebu 'entolin E 10 tetes=- &am

    ). 3n&. > 1 amp aminophilin 1+ tpm

    /. in& e'ofloBacin 1B90 mg i'

    #. in& Gentamicyn 1B1+0 mg i'

    +. ranitidine "B1 p.o

    4. 2erapi >ehabilitasi edik

    1.

  • 7/23/2019 PPOK Interna Bebi

    10/37

    1. 2irah baring.

    ". !iet; 2K2P, rendah karbohidrat

    ). Pasien dan keluarga diberi edukasi mengenai penyakit yang diderita pasien

    dan penatalaksanaannya serta pencegahannya.

    U%ulan )emeik%aan *1. Sputum; 42 SPS, pengecatan gram, pemeriksaan &amur, kultur

    ". Spirometri

    ). CKG

    Ren7ana M$nit$in! *

    C'aluasi tanda 'ital dan keluhan

    2. PR8-N8SA

    !ubia ad bonam

    10

  • 7/23/2019 PPOK Interna Bebi

    11/37

    BAB &

    TIN/AUAN PUSTAKA

    A. DE'INISI

    Penyakit paru obstuktif kronis (PPOK$ adalah penyakit paru kronik yang ditandai

    oleh hambatan aliran udara di saluran napas yang bersifat progressif nonre'ersibel atau

    re'ersibel parsial. PPOK ditandai dengan adanya emfisema dan bronkitis kronis.

    Sedangkan menurut "lobal Initiative for #hronic Obstructive Lung Disease (GO!,

    "01#$, PPOK adalah penyakit paru yang dapat dicegah dan diobati, ditandai dengan

    limitasi aliran udara yang persisten dan progresif, akibat respons inflamasi kronik pada

    &alan napas dan parenkim paru yang disebabkan gas atau partikel beracun. Cksaserbasi

    dan komorbid berkontribusi pada beratnya penyakit ini.

    B. ETI8L8-I

    Esta