PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

  • View
    252

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    1/38

    PEDOMAN

     MANAJEMEN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN

    RUMAH SAKIT UMUM IMANUEL SUMBA

    1

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    2/38

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1.LATAR BELAKANG

    Mutu pelayanan merupakan faktor yang esensial dalam seluruh operasional sebuah

    rumah sakit. Salah satu indikator mutu yang penting adalah keselamatan pasien,

    disamping indikator-indikator lainnya. Mutu suatu rumah sakit tidak bisa dikatakan

     baik bila belum terlaksana keselamatan pasien di rumah sakit tersebut. Manajemen

    resiko merupakan salah satu alat yang paling penting guna terlaksananya proses

    manajemen mutu yang efektif.

    Untuk itulah maka RSU Imanuel Sumba menyusun pedoman mutu dan

    keselamatan pasien.

    1.2. TUJUAN

    Sebagai dasar dari seluruh program dan sebagai acuan dari berbagai kebijakan dan

     prosedur terkait dengan manajemen mutu, resiko dan keselamatan pasien di RSU

    Imanuel Sumba.

    1.3. PENGERTIAN

    1.3.1. Manajemen mutu  adalah suatu upaya yang dilaksanakan secara

     berkesinambungan, sistematis, objektif dan terpadu dalam identifikasi dan

    menetapkan masalah dan penyebab masalah mutu pelayanan berdasarkan

    standar yang telah ditetapkan, menetapkan dan melaksanakan cara

     penyelesaian masalah sesuai dengan kemampuan yang tersedia, serta menilai

    hasil yang dicapai dan menyusun saran tindak lanjut untuk lebih meningkatkan

    mutu pelayanan 

    1.3.2. Mutu Pelaanan adalah kinerja yang menunjukan pada tingkat kesempurnaan

     pelayanan kesehatan yang dapat menimbulkan kepuasan pada pasien atau

    konsumen

    1.3.3. Manajemen !e"#$% adalah pendekatan proaktif untuk mengidentifikasikan,

    mengevaluasi dan memprioritaskan resiko untuk mengurangi resiko cedera

    dan kerugian pada pasien, karyaan rumah sakit, pengunjung dan organisasi

    sendiri

    1.3.&. Ke"elamatan Pa"#en adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat

    asuhan pasien lebih aman untuk mencegah cedera yang disebabkan oleh

    kesalahan akibat menjalankan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan

    yang seharusnya diambil.

    2

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    3/38

    1.&. PRINSIP PEN'USUNAN DAN PENETAPAN PEDOMAN MUTU(

    MANAJEMEN RESIKO DAN KESELAMATAN PASIEN

    !i dalam penyusunan "edoman Ini telah memperhatikan hal-hal sebagai berikut #

    1.&.1. K%n"en"u"(  berdasarkan kesepakatan bersama berbagai komponen dan

    departemen terkait yang secara rinci terlampir dalam daftar tim penyusun

    1.&.2. Se)e!*ana(  pedoman ini disusun dengan kalimat yang mudah dimengerti

    dan dipahami

    1.&.3. Nata(  pedoman ini disusun dengan memperhatikan dimensi ruang, aktu

    dan persyaratan atau prosedur teknis

    1.&.&. Te!u$u!( seluruh indikator dan standar di dalam pedoman ini dapat diukur 

     baik kualitatif maupun kuantitatif 

    1.&.+. Te!,u$a(  pedoman ini dapat diakses seluruh karyaan rumah sakit dan

    masyarakat umum1.&.-. Te!jan$au( pedoman ini dapat dicapai dengan menggunakan sumber daya

    dan dana yang tersedia

    1.&./. A$unta,el( pedoman ini dapat dipertanggunggugatkan kepada publik 

    1.&.0. Be!ta*a(  pedoman Ini mengikuti perkembangan kebutuhan, kemampuan

    keuangan, kelembagaan dan personil dalam pencapaian standar ini.

    1.+.LANDASAN REERENSI

    1.+.1. Undang Undang !asar $egara Republik Indonesia %ahun &'() "asal *+

    ayat & yang menerangkan baha Setiap /rang 0erhak Memperoleh

    "elayanan 1esehatan, dan pasal 2( ayat 2 yang menerangkan baha

     $egara 0ertanggungjaab atas "enyediaan 3asilitas "elayanan 1esehatan

    dan 3asilitas "elayanan Umum 4ang 5ayak.

    1.+.2. Undang Undang Republik Indonesia $omor *2 %ahun &''* %entang

    kesehatan 5embaran $egara RI %ahun &''* $omor &66,%ambahan

    5embaran $egara RI $omor 2(').

    1.+.3. Undang Undang Republik Indonesia $omor *' %ahun *66( %entang

    "raktik 1edokteran 5embaran $egara RI %ahun *66( $omor &&7,%ambahan

    5embaran $egara RI $omor ((2&

    1.+.&. 1eputusan "residen Republik Indonesia $omor (6 tahun *66& tentang

    "edoman 1elembagaan dan "engelolaan Rumah sakit.

    1.+.+. "eraturan "emerintah Republik Indonesia $omor $omor 7) tahun *66)

    tentang "edoman "enyusunan dan "enerapan Standar "elayanan Minimal

    1.+.-. "eraturan menteri kesehatan Republik Indonesia $omor 

    &)'b8Menkes8S18"er8II8&'++ tentang Rumah sakit.

    3

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    4/38

    1.+./. "eraturan Menteri 1esehatan Republik Indonesia $omor 

    '+78Menkes8"er89I8&''*, tentang "ersyaratan kesehatan 5ingkungan Rumah

    sakit.

    1.+.0. "eraturan Menteri 1esehatan Republik Indonesia $omor 

    &):)8Menkes8per89I8*66) tentang /rganisasi dan %ata kerja !epartemen

    1esehatan.

    1.+.4. 1eputusan Menteri 1esehatan Republik Indonesia $omor 

    &2228Menkes8S189II8&''' tentang Standar "elayanan Rumah Sakit.

    1.+.15. "etunjuk "elaksanaan Indikator Mutu "elayanan Rumah Sakit, !irektorat

    ;enderal "elayanan Medik !epartemen 1esehatan RI tahun &''+.

    1.+.11. Indikator 1inerja Rumah Sakit, !irektorat ;enderal "elayanan Medik 

    !epartemen 1esehatan RI tahun *66)

    1.+.12. Standar "elayanan Minimal Rumah sakit, !irektorat ;enderal 0ina "elayanan

    Medik !epartemen 1esehatan RI tahun *66+

    1.-.KEBIJAKAN

    1.-.1. "elaksanaan Manajemen Mutu, Manajemen Resiko dan 1eselamatan "asien

    di RSU Imanuel Sumba harus disesuaikan dengan peraturan pemerintah

    yang berlaku dan standar yang ditetapkan oleh !epartemen 1esehatan

    1.-.2. !irektur membentuk !epartemen Mutu, Manajemen Resiko dan

    1eselamatan untuk mengelola upaya manajemen mutu, resiko dan

    keselamatan yang koordinasinya langsung di baah !irektur atau yang

    didelegasikan oleh !irektur.

    1.-.3.

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    5/38

    1.0.1. Plann#n

    1.1.1.1. "enyusunan "edoman Manajemen Mutu, Manajemen Resiko dan

    1eselamatan "asien Rumah Sakit 

    1.1.1.2. 1oordinasi dengan#

    !ean !ireksi• 1omite Medik 

    • 1omite 1eperaatan

    • 1omite 1eselamatan "asien Rumah Sakit

    • 1omite "encegahan dan "engendalian Infeksi

    • %im 1esehatan dan 1eselamatan 1erja

    • "ara Senior Manager 

    • "ara Manager dan Supervisor 

    1.1.1.3. "enyusunan berbagai 1ebijakan dan "rosedur 

    1.1.1.&. "enyusunan berbagai program manajemen mutu, manajemen

    resiko dan keselamatan pasien.1.1.1.+. "engorganisasian kegiatan dan aktivitas.

    1.0.2. A6t#%n

    1.1.1.-. "elaksanaan manajemen mutu , resiko dan keselamatan pasien di

    seluruh unit 8 departemen 8 direktorat di RSU Imanuel Sumba

    1.1.1./. "endidikan dan pelatihan di bidang manajemen mutu , resiko dan

    keselamatan pasien untuk seluruh staf rumah sakit

    1.0.3. M%n#t%!#n

    RSU Imanuel Sumba melakukan monitoring indikator mutu pelayanan dan

     proses manajerial yang ditetapkan, pelaksanaan pengelolaan resiko,

     pencatatan 1%!, 1$= dan sentinel event.

    1.0.&. E7alua"#

    "ada prinsipnya merupakan upaya pengolahan data hasil monitoring yang

    dilakukan oleh manajemen Mutu8S"I bersama jajaran manajemen lain yang

    terkait.

    1.0.+. 8%nt#nu%u" Im!%7ement

    Merupakan tindak lanjut rekomendasi dan pelaksanaan rekomendasi dari

    hasil pengolahan data pada tahap evaluasi. @ujudnya dapat berupa suatu

     project, program tahunan, atau revisi dari sistem kebijakan dan prosedur

    dan lain-lain

    1.4. METODA

    1.4.1. Metoda pengumpulan data yang terdiri dari #

    • Su!7e

    !apat dilaksanakan melalui kuesioner atau intervie secara langsung

    maupun melalui telepon, terstruktur atau tidak terstruktur 

    • O,"e!7a"#

    5

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    6/38

    !ilakukan terhadap asuhan pasien, meliputi observasi terhadap status

    fisik dan perilaku pasien, serta proses manajerial.

    • Pela%!an 9 Su!7e#llan6e

    Aoal dari metode pengumpulan data ini adalah te!"e)#ana )ata( baik 

    data mentah maupun data yang telah diolah misalkan indikator.

    1.4.2. Metoda analisa data yang terdiri dari

    • Au)#t 9 In7e"t#a"#

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    7/38

    BAB 2

    PENGORGANISASIAN

    2.1. KEPEMIMPINAN KOMITMEN

    "rasyarat keberhasilan program peningkatan mutu, manajemen resiko dan

    keselamatan pasien rumah sakit adalah komitmen top-down dari Aoverning 0ody

    dan Manajemen Senior. Manajemen RSU Imanuel Sumba memiliki komitmen untuk 

    memastikan baha semua sumber daya yang dibutuhkan tersedia dalam upaya

    menerapkan program peningkatan mutu , manajemen resiko dan keselamatan pasien

    yang efektif.

    2.2. STRUKTUR ORGANISASI

    2.3. PENGORGANISASIAN.

    2.3.1. !ireksi bertanggungjaab dalam menyusun perencanaan manajemen mutu,

    resiko dan keselamatan pasien rumah sakit dan meminta persetujuan dari

     presiden direktur. "erencanaan tersebut meliputi pembuatan pedoman,

     penetapan prioritas atas kegiatan-kegiatan. penetapan prioritas pemantauan

    kegiatan, penetapan proses atau mekanisme pengaasan terhadap program

     peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

    2.3.2. !ireksi bertanggungjaab dalam penyelenggaraan manajemen mutu, resiko

    dan keselamatan pasien rumah sakit sesuai dengan standar yang telah

    ditetapkan.

    2.3.3. "enyelenggaraan mutu pelayanan dan manajemen resiko rumah sakit sesuai

    standar yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam butir *.2.&

    secara operasional dikoordinasikan oleh !epartemen Resiko, Mutu B1eselamatan serta Satuan "engaas Internal RSU Imanuel Sumba.

    2.3.&. !ireksi berpartisipasi dalam pemantauan program manajemen mutu, resiko

    dan keselamatan pasien

    2.3.+. !ireksi bertanggung jaab untuk melaporkan hasil program manajemen

    mutu, resiko dan keselamatan pasien kepada presiden direktur.

    2.3.-. "impinan RSU Imanuel Sumba memahami pentingnya teknologi untuk 

    mengumpulkan dan membandingkan hasil pemantauan serta menyediakan

    teknologi dan fasilitas , sesuai dengan sumber daya rumah sakit.

    2.&. URAIAN TUGAS

    7

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    8/38

    2.&.1. Manaje! Re"#$%( Mutu )an Ke"elamatan

    1.1.1.0. %ugas B @eenang

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    9/38

    (. "ernah mengikuti pelatihan yperkes, Manajemen Mutu, dan

    Manajemen Resiko

    2.&.2. K%%!)#nat%! Satuan Pena:a" Inte!nal

    1.1.1.15.%ugas

    &. Melakukan pengaasan untuk memastikan pelayanan yang

    dilakukan di RSU Imanuel Sumba adalah berdasarkan

     prosedur8kebijakan yang telah disahkan oleh !irektur.

    *. Melakukan pengaasan di !epartment atau Unit terkait untuk 

    memastikan baha semua pelayanan dijalankan secara efektif 

    dan efesien dengan kualitas pelayanan terbaik kepada pasien

    2. Melakukan pemeriksaan samar atau pemeriksaan langsung tiba-

    tiba ke Unit organisasi tertentu

    (. Membuat jadual dengan atau menghubungi langsung pejabat

    unit organisasi yang bersangkutan dalam rangka mencari tahu

    yang lebih rinci atas suatu praduga.

    ). Menyusun laporan dan menyampaikannya kepada !irektur atas

    hasil temuan dari pelaksanaan pengaasannya berdasarkan

    hasil deteksi observasi pemeriksaan langsung dan memberikan

     pandangan, dan saran.

    7. Menjaga hubungan kerja yang harmonis dengan para

     baahannya dan dengan unit-unit organisasi lain yang terkait.

    :. %erus-menerus meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan

    kemampuan diri yang berkaitan dengan peningkatan mutu

    kinerja klinis dan pelayanan.

    +. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh !irektur 

    [email protected]

    &. Meminta informasi dan pengarahan kepada atasan

    *. Melakukan pemeriksaan samar atau pemeriksaan tiba-tiba

    langsung keseluruh atau kesebagian jenjang dan jajaran

    organisasi Rumah sakit dengan pengetahuan !irektur 

    9

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    10/38

    2. Meminta keterangan dari petugas di dalam semua unit

    organisasi Rumah Sakit maupun pihak luar yang terkait ,

    sehubungan dengan pelaksanaan fungsi pengaasan

    (. Melapor, memberi pandangan dan saran yang berkenaan

    dengan ketidaksesuaian atau ketidaktepatan pelaksanaan Misi

    Rumah Sakit, 1ebijakan Rumah Sakit, Strategi Rumah Sakit,

    "rogram 1erja Rumah Sakit dan Standar /perasional

    "rosedur tiap-tiap Unit di RSU Imanuel Sumba kepada

    !irektur, berdasarkan hasil deteksi8observasi8pemeriksaan

    yang obyektif.

    ). Melapor segera mengenai adanya penyimpangan besar yang

    dilakukan oleh petugas kepada !irektur 

    7. Memberitahu langsung kepada Senior  

    Manager8Manager8Supervisor adanya penyimpangan kecil

    yang dilakukan petugas-petugasnya dengan ditembuskan

    kepada !irektur 

    :. Menilai prestasi kerja dan konduite para baahannya serta

    memberikan usul kenaikan gaji dan

     promosi8mutasi8pendidikan dan pelatihan, pemutusan

    hubungan kerja berdasarkan penilaian tersebut

    +. Mendelegasikan tugas-tugas pengendalian intern maupun

    tugas kerja insidentil lainnya kepada baahannya

    '. Memberi peringatan lisan kepada baahannya mengenai

     pelaksanaan kerja maupun perilaku

    &6. Menginformasikan kepada !epartemen R! mengenai

     perlunya dikirim Surat "eringatan %ertulis kepada para baah

    1.1.1.12.1ualifikasi

    &. Sarjana 1esehatan atau !okter 

    *. 5ebih diprioritaskan Master !egree S* di bidang

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    11/38

    (. ;ika belum menggenapi persyaratan minimal, keputusan akhir 

    ditentukan oleh kebijakan khusus !irektur 

    2.&.3. Petua" Mutu )an Ke"elamatan ;PMK<

    1.1.1.13.%ugas B @eenang

    Safety #

    &. 0erpartisipasi dan berkontribusi terhadap pengembangan

     program 1esehatan B 1eselamatan 1erja 12 dan

    1eselamatan "asien di RSU Imanuel Sumba.

    *. Melakukan monitoring terhadap jalannya program program

    1esehatan B 1eselamatan 1erja 12 dan 1eselamatan "asien

    di Unit masing-masing.2. Mencatat dan melaporkan kejadian tidak diharapkan 1%!,

    1ejadian $yaris =idera 1$= dan kejadian sentinel  sentinel 

    event  yang terjadi di Unitnya masing-masing kepada 1omite

    1eselamatan "asien Rumah Sakit 11"RS

    (. Mencatat dan melaporkan kejadian kecelakaan kerja yang

    terjadi di Unitnya masing-masing kepada %im 1esehatan dan

    1eselamatan 1erja Rumah Sakit 12RS

    ). Melakukan pembinaan tentang pelaksanaan kepatuhan terhadap

    standar keselamatan dan kesehatan kerja 12, keselamatan

     pasien pada setiap personil ruangan di unit raatnya masing

    masing.

    ?uality #

    1. Melakukan monitoring aplikasi standar pelayanan dan

    memastikan pelayanan yang dilakukan sesuai dengan

     prosedur8kebijakan yang telah disahkan oleh !irektur.

    2. 0erpartisipasi dan berkontribusi terhadap pengembangan

     program Mutu di RSU Imanuel Sumba.

    3. Melakukan monitoring terhadap jalannya program mutu di unit

    masing-masing.

    4. Menunjang supervisor di unitnya dalam mengkoordinir 

     pelayanan yang efisien dan efektif dalam mencapai kualitas

    standarisasi international.

    11

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    12/38

    5. Memberikan masukan dalam penyusunan perencanaan strategis

    di unitnya masing-masing.

    6. Melakukan pendataan indikator klinis, indikator mutu dan

    indikator kinerja di Unit masing-masing.

    7. Melakukan pembinaan tentang pelaksanaan kepatuhan terhadap

    standar pelayanan pada setiap personil ruangan di unit raatnya

    masing masing.

    8. Melaporkan kegiatan dan temuan yang berkaitan mutu ke

    !epartement ?uality, 1oordinator Satuan "engaas Internal,

    dan supervisor unit terkait

    Infection =ontrol #

    &. Mengisi dan mengumpulkan formulir surveilans setiap pasien

    di unit raat inap masing-masing, kemudian menyerahkannya

    kepada I"=$  Infection Prevention And Control Nurse, ketika

     pasien pulang.

    *. Melakukan pembinaan tentang pelaksanaan kepatuhan

     pencegahan dan pengendalian infeksi pada setiap personil

    ruangan di unit raatnya masing masing.

    2. Memberitahukan kepada I"=$ apabila ada kecurigaan

    terjadinya infeksi nosokomial pada pasien.

    (. 0erkoordinasi dengan I"=$ saat terjadi infeksi 1ejadian 5uar 

    0iasa 150 $osokomial, memberi penyuluhan bagi

     pengunjung di ruang raatnya masing-masing, konsultasi

     prosedur yang harus dijalankan bila belum dipahami.

    ). Memonitor kepatuhan petugas kesehatan yang lain dalam

    menjalankan prosedur 

    1.1.1.1&. 1ualifikasi

    &. "endidikan minimal !2

    *. Sudah bekerja di RS Sehat Sejahtera minimal & tahun

    2. Mempunyai komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan

    dan kualitas keselamatan pasien dan karyaan secara

     berkesinambungan.

    12

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    13/38

    (. Mempunyai kemampuan mengumpulkan, mengolah dan

    menyajikan data

    13

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    14/38

    BAB 3

    MANAJEMEN MUTU

    3.1. PENGERTIAN

    Mutu adalah tingkat kesempurnaan penampilan dari sesuatu yang diamati atau

    derajat kepatuhan terhadap standar yang ditentukan terlebih dahulu.

    Manajemen mutu adalah suatu upaya yang dilaksanakan secara berkesinambungan,

    sistematis, objektif dan terpadu dalam identifikasi dan menetapkan masalah dan

     penyebab masalah mutu pelayanan berdasarkan standar yang telah ditetapkan,

    menetapkan dan melaksanakan cara penyelesaian masalah sesuai dengan

    kemampuan yang tersedia, serta menilai hasil yang dicapai dan menyusun saran

    tindak lanjut untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan 

    3.2. TUJUAN

    %ujuan progran manajemen mutu mencakup dua hal yang bersifat pokok, yaitu

    sebagai berikut #

    3.2.1. Tujuan Anta!a

    %ujuan antara yang hendak dicapai oleh manajemen mutu ialah

    diketahuinya mutu pelayanan melalui aktivitas kendali mutu quality

    control  dan manajemen mutu quality asurance.

    3.2.2. Tujuan A$*#!

    %ujuan akhir yang hendak dicapai oleh manajemen mutu ialah semakin

    meningkatnya mutu pelayanan Duality improvement

    3.3. MANAAT

    3.3.1. !apat lebih meningkatkan efektifitas pelayanan kesehatan

    "eningkatan efektifitas yang dimaksud erat hubungannya dengan dapat

    diselesaikannya masalah yang tepat dengan cara penyelesaian masalah yang

     benar. 1arena dengan diselenggarakannya manajemenmutu Duality

    assurance dapat diharapkan pemilihan masalah telah dilakukan secara tepatserta pemilihan dan pelaksanaan cara penyelesaian masalah telah dilakukan

    secara benar 

    3.3.2. !apat lebih meningkatkan efesiensi pelayanan kesehatan

    "eningkatan efesiensi yang dimaksud erat hubungannya dengan dapat

    dicegahnya penyelenggaraan pelayanan yang berlebihan atau yang di baah

    standar. 0iaya tambahan karena pelayanan yang berlebihan atau karena

    harus mengatasi berbagai efek samping karena pelayanan yang di baah

    standar akan dapat dicegah.

    14

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    15/38

    3.3.3. !apat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pelayanan

    kesehatan

    "eningkatan penerimaan masyarakat ini erat hubungannya dengan telah

    sesuainya pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dengan kebutuhan dan

    tuntutan masyarakat sebagai pemakai jasa pelayanan.

    3.3.&. !apat melindungi pelaksanaan pelayanan kesehatan dari kemungkinan

    munculnya gugatan hukum

    !engan terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu, yang akan

     berdampak pada peningkatan kepuasan para pemakai jasa pelayanan

    kesehatan dan tentunya akan melindungi kemungkinan munculnya gugatan

    hukum dari masyarakat yang tidak puas terhadap pelayanan kesehatan.

    3.&. S'ARAT3.&.1. 0ersifat 1has

    !alam artian jelas sasaran, tujuan dan tata cara pelaksanaannya serta

    diarahkan untuk hal-hal yang bersifat pokok saja, oleh karena itu perlu

    disusun dahulu rencana kerja manajemen mutu

    3.&.2. Mampu Melaporkan Setiap "enyimpangan

    1emampuan untuk melaporkan setiap penyimpangan secara tepat, cepat dan

     benar, oleh karena itu suatu manajemen mutu harus mempunyai mekanisme

    umpan balik yang baik 

    3.&.3. 3leksibel dan 0erorientasi "ada Masa !epanManajemen mutu yang terlalu kaku dalam arti tidak tanggap terhadap setiap

     perubahan, bukanlah manajemen mutu yang baik.

    3.&.&. Mencerminkan dan Sesuai 1eadaan /rganisasi

    Manajemen mutu yang berlebihan dan terlalu dipaksakan sehingga tidak 

    sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, tidak akan ekonomis dan karena

    itu bukanlah suatu program yang baik.

    3.&.+. Menghasilkan peningkatan mutu

    Manajemen mutu harus menghasilkan peningkatan mutu secara terusmenerus.

    3.&.-. Mudah !ilaksanakan

    Itulah sebabnya sering dikembangkan manajemen mutu mandiri (self 

    assesment). !an sebaiknya program tersebut dilakukan secara langsung,

    dalam arti dilaksanakan oleh pihak-pihak yang melaksanakan pelayanan

    kesehatan

    3.&./. Mudah !imengerti

    Manajemen mutu yang berbelit-belit atau yang hasilnya sulit dimengerti,

     bukanlah program yang baik.

    15

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    16/38

    3.+. PRINSIP=PRINSIP MANAJEMEN MUTU

    Manajemen mutu harus melibatkan setiap orang yang berada dalam organisasi

    untuk meningkatkan pelayanan yang terus menerus dimana mereka akan memenuhi

    kebutuhan standar dan harapan dari pada pelanggan baik pelanggan intern ataupun

     pelanggan ekstern.

    Manajemen mutu didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut #

    a. Setiap orang di dalam organisasi harus dilibatkan dalam penentuan, pengertian

    dan peningkatan proses yang berkelanjutan dengan masing-masing kontrol dan

    tanggung jaab dalam setiap mutu yang dihasilkan oleh masing-masing orang

     b. Setiap orang harus sepakat untuk memuaskan masing-masing pelanggan, baik 

     pelanggan eksternal maupun pelanggan internal

    c. "eningkatan mutu dilaksanakan dengan menggunakan metode ilmiah yaitu

    dengan menggunakan data untuk pengambilan keputusan, penggunaan alat-alat statistik, dan keterlibatan setiap orang yang terkait

    d. M

      8%n6u!ent >M

      Ret!%"e6t#7e >M

    16

    INPUT

    ENVIRONTMENT / LINGKUNGAN

    PROSES OUTPUT

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    17/38

    Manajemen mutu P!%"e$t#? ; Prospective Quality Manajemen<

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    18/38

     b. Menetapkan prioritas cara penyelasaian masalah

    3./.3. Mela$"ana$an 6a!a enele"a#an ma"ala* mutu.

    Metode penyelesaian masalah mutu Duality improvement yang diterapkan di

    RSU Imanuel Sumba adalah#

    a. "erencanaan  Planning 

     b. "elaksanaan  Action

    c. "emantauan  Monitoring 

    d. >valuasi (Evaluation)

    e. "erbaikan 0erkelanjutan Continuous Improvement 

    Metode di atas merupakan modifikasi dari langkah manajemen mutu yang

    sudah dikenal yaitu#

    a. "erencanaan  Plan)

     b. "elaksanaan  o)

    c. "emeriksaan berkala C!ec" d. "erbaikan B tindakan  Action

    Salah satu pertimbangannya adalah untuk mencegah kebingungan antara

    langkah  Do  dan  Action, sehingga dalam metode yang dipakai di RSU

    IM5 SUM0< kedua langkah tersebut dibedakan penamaannya menjadi

     Action  untuk "elaksanaan dan Contiuous Improvement   untuk %indakan

    "erbaikan 0erkelanjutan.

    3./.&. Mela$u$an en#la#an t#n)a$ lanjut

    4ang dimaksud dengan penilaian tindak lanjut adalah penilaian terhadap

     pelaksanaan cara penyelasaian masalah dan penyusunan rekomendasi untuk

    tindak lanjut.

    Salah satu tools  yang diterapkan di RSU Imanuel Sumba dalam menyelesaikan

    masalah adalah analisa akar masalah ( #oot Cause Analysis )$ analisa akar masalah

    ( #oot Cause Analysis )  adalah suatu metoda evaluasi terstruktur untuk 

    mengidentifikasi penyebab dasar masalah dan tindakan-tindakan untuk mencegah

    terulangnya kembali masalah tersebut . "roses ini merupakan langkah penting dalam

    menjaab berbagai permasalahan dalam manajemen mutu, resiko dan keselamatan.

    BAB &

    INDIKATOR MUTU

    &.1. PENGERTIAN

    18

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    19/38

    Indikator mutu adalah parameter yang dapat diukur, yang meakili input, proses

    maupun hasil akhir dari suatu pelayanan dan proses manajerial yang digunakan

    untuk mengukur mutu dari pelayanan dan proses manajerial tersebut.

    &.2. TUJUANUntuk mengukur mutu dari pelayanan kesehatan dan proses manajerial di RSU

    Imanuel Sumba.

    &.3. TAHAPAN PENETAPAN INDIKATOR 

    Untuk menetapkan indikator, para supervisor, manajer dan senior manajer 

    melakukan analisa alur-alur pelayanan serta proses manajerial yang ada di masing-

    masing unit.

    Setelah itu, para supervisor, manajer dan senior manajer menetapkan skala prioritasdari pelayanan-pelayanan klinis maupun proses-proses manajerial mana yang akan

    dijadikan indikator dengan menggunakan diagram berikut#

    19

    ALGORITMA PEMILIHAN 

    Apakahada buktiadanyagap dalampelakana

    an!

    Atau

    Apakah haltbpenting!"#nt#hnya$%e&k#nt&ibui kepadam#&biditydanm#&tality!

    %e&hubungan denganutiliaiyangtinggi!Membutuhkan biayatinggi!

    Apakahindikat#& biadikendalikan#lehpetuga&umahakit!

    Apakahindikat#&akanbiadiuku&denganupayayang'ukup!

    D

    I

    P

    I

    LI

    H

    T I D A K D I P I L I H

    Apakah indikat#&e(alan dengan)ii dan mii&umah akit!

    Apakah indikat#&telah di)alidaiatau dipakai diInd#neia !

    Apakah indikat#&ini aplikai da&ip&inip*p&inipmutu!

    Tidak 

    Tidak 

    Tidak 

    Tidak 

    Tida

     +a

    Tid

    ak 

     +a +a

     +a

     +a

     +a

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    20/38

    !alam menentukan prioritas atas kegiatan monitoring didasarkan pada beberapa

     proses, diantaranya #

    &. !uduk bersama diantara para pimpinan

    *. Rekomendasi dari tim konsultan ;=I

    2. 1eputusan dari !irektur 

    1emudian indikator-indikator tersebut diajukan ke departemen mutu untuk secara

     bersama-sama membuat rumusan cara pengukuran, frekuensi pengukuran B periode

    analisa, rentang nilai yang diharapkan serta mengintegrasikan proses pengumpulan

    data indikator tersebut ke dalam aktivitas kerja harian petugas unit 8 departemen 8

    direktorat terkait.

    Rentang nilai yang diharapkan diperoleh dari #

    1. !ata dari RSU Imanuel Sumba seiring berjalannya aktu.

    2. !ata dari rumah sakit yang serupa 8 selevel jika memungkinkan.

    3. !ata dari standar baik nasional maupun internasional yang sesuai.

    4. !ata dari praktek-praktek yang disepakati bersama.

    &.&. RUANG LINGKUP

    RSU Imanuel Sumba memiliki lebih dari )6 unit, &: departemen, serta berbagai

    center pelayanan yang jumlahnya terus berubah sesuai kebutuhan pasien. Untuk 

    melakukan pengaasan mutu, maka pimpinan RSU Imanuel Sumba menetapkan unit

    8 departemen dan pelayanan maupun proses klinis dan manajerial yang harus

    memiliki indikator mutu. "emilihan dan penetapan indikator mutu disesuaikan

    dengan ketentuan akreditasi nasional 1

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    21/38

    BAB +

    MANAJEMEN RESIKO

    +.1. PENGERTIAN

    Resiko adalah potensi terjadinya kerugian yang dapat timbul dari proses kegiatan

    saat sekarang atau kejadian di masa datang.

    Manajemen resiko adalah pendekatan proaktif untuk mengidentifikasikan,

    mengevaluasi dan memprioritaskan resiko untuk mengurangi resiko cedera dan

    kerugian pada pasien, karyaan rumah sakit, pengunjung dan organisasi sendiri

    +.2. TUJUAN

    +.2.1. Meminimalkan kemungkinan terjadinya cedera pada pasien, pengunjung dan

    karyaan RSU Imanuel Sumba.

    +.2.2. Menciptakan lingkungan yang aman bagi karyaan dan pengunjung RSU

    Imanuel Sumba.

    +.2.3. Memberikan pelayanan yang efektif dan efisien.

    +.2.&. Mempertahankan reputasi RSU Imanuel Sumba.

    +.3. MANAAT

    +.3.1. !apat lebih meningkatkan efektifitas pelayanan kesehatan

    "eningkatan efektifitas yang dimaksud adalah pelayanan dapat

    diselenggarakan dengan cara yang baik dan benar.

    21

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    22/38

    +.3.2. !apat lebih meningkatkan efesiensi pelayanan kesehatan

    "eningkatan efesiensi yang dimaksud erat hubungannya dengan dapat

    dicegahnya penyelenggaraan pelayanan yang membahayakan pasien, sehingga

    tidak ada biaya tambahan akibat tindakan yang merugikan pasien

    +.3.3. !apat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan"eningkatan penerimaan masyarakat ini erat hubungannya dengan timbulnya

    rasa aman dari masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh RSU

    Imanuel Sumba.

    +.3.&. !apat melindungi pelaksanaan pelayanan kesehatan dari kemungkinan

    munculnya gugatan hukum

    !engan terselenggaranya pelayanan kesehatan yang aman, yang akan

     berdampak pada peningkatan kepuasan para pemakai jasa pelayanan kesehatan

    dan tentunya akan melindungi kemungkinan munculnya gugatan hukum darimasyarakat yang tidak puas terhadap pelayanan kesehatan.

    +.&. RUANG LINGKUP

    Manajemen resiko diterapkan pada semua proses pelayanan baik klinis maupun non

    klinis, meliputi#

    • Resiko yang berhubungan dengan peraatan pasien

    • Resiko yang berhubungan dengan tenaga medis

    • Resiko yang berhubungan dengan karyaan

    • Resiko yang berhubungan dengan property

    • Resiko keuangan

    • Resiko resiko lainnya

    +.+. PELAKSANAAN SISTEM MANAJEMEN RESIKO

    +.+.1. I)ent#?#$a"# Re"#$%

    vent dll

    Revie rekam medik • "engaduan pelanggan

    • Survey

    • Self

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    23/38

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    24/38

    c. "emantauan  Monitoring 

    d. >valuasi (Evaluation)

    e. "erbaikan 0erkelanjutan Continuous Improvement 

    Metode di atas merupakan modifikasi dari langkah manajemen resiko yang

    sudah dikenal yaitu#

    a. "erencanaan  Plan)

     b. "elaksanaan  o)

    c. "emeriksaan berkala C!ec" 

    d. "erbaikan B tindakan  Action

    Salah satu pertimbangannya adalah untuk mencegah kebingungan antara

    langkah  o  "elaksanaan dan  Action  "erbaikan dan %indakan, sehingga

    dalam metode yang dipakai di RSU Imanuel Sumba kedua langkah tersebut

    dibedakan penamaannya menjadi  Action untuk "elaksanaan dan Contiuous

     Improvement  untuk %indakan "erbaikan 0erkelanjutan.+.+.+. M%n#t%!#n  Re7#e:

    Monitoring B revie meliputi kegiatan pemantauan dampak resiko,

     pengkajian efektifitas kegiatan yang dilakukan dan perubahan prioritas resiko

     bila diperlukan pada setiap tahapan di atas

    +.+.-. K%mun#$a"# Dan K%n"ulta"#

    "ada setiap tahapan kegiatan dilakukan komunikasi dan konsultasi kepada

    semua pihak, baik internal maupun eksternal.

    BAB -

    KESELAMATAN PASIEN 9 PATIENT SAET'

    -.1. PENGERTIAN

    1eselamatan pasien adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien

    lebih aman untuk mencegah cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat

    menjalankan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya

    diambil.

    -.2. TUJUAN

    -.2.1. %erciptanya budaya keselamatan pasien di rumah sakit.

    -.2.2. Meningkatnya akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien dan masyarakat.

    -.2.3. Menurunnya kejadian tidak diharapkan 1%! di rumah sakit.

    24

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    25/38

    -.2.&. %erlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi

     pengulangan kejadian tidak diharapkan

    -.2.+. Menciptakan lingkungan yang aman bagi karyaan dan pengunjung RSU

    Imanuel Sumba

    -.2.-. Mempertahankan reputasi RSU Imanuel Sumba.-.2./. Memberikan pelayanan yang efektif dan efisien

    -.2.0. %ercapainya International "atient Safety Aoals di RSU Imanuel Sumba.

    -.3. MANAAT

    -.3.1. 0udaya safety meningkat B berkembang

    -.3.2. 1omunikasi dengan pasien berkembang

    -.3.3. 1ejadian tidak diharapkan 1%! menurun. "eta 1%! selalu ada B terkini

    -.3.&. Resiko klinis menurun

    -.3.+. 1eluhan berkurang

    -.3.-. Mutu pelayanan rumah sakit meningkat

    -.3./. =itra rumah sakit dan kepercayaan masrakat meningkat, diikuti dengan

    kepercayaan diri yang meningkat

    -.&. RUANG LINGKUP

    1eselamatan pasien diterapkan pada semua proses pelayanan baik klinis maupun

    non klinis.

    -.+. TUJUH LANGKAH MENUJU KESELAMATAN PASIEN

    %ujuh langkah keselamatan pasien rumah sakit merupakan panduan yang

    komprehensif untuk menuju keselamatan pasien, sehingga tujuh langkah tersebut

    secara menyeluruh perlu dilaksanakan oleh RSU Imanuel Sumba.

    -.+.1. Mem,anun $e"a)a!an a$an n#la# $e"elamatan a"#en.

    1.1.2.1. Ba# Ruma* "a$#t

    • Rumah sakit harus memiliki kebijakan yang menjabarkan apa

    yang harus dilakukan staf segera setelah terjadi insiden,

     bagaimana langkah-langkah pengumpulan fakta harus dilakukan

    dan dukungan apa yang harus diberikan kepada staf, pasien B

    keluarga

    • Rumah sakit menumbuhkan budaya pelaporan dan belajar dari

    insiden yang terjadi di rumah sakit

    • Rumah sakit melakukan assesment dengan menggunakan survei

     penilaian keselamatan pasien

    1.1.2.2. Ba# Un#t9T#m @

    • Unit8%im memastikan rekan sekerja merasa mampu berbicara

    mengenai kepedulian mereka dan berani melaporkan bila mana

    ada insiden

    25

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    26/38

    • Unit8%im mendemonstrasikan kepada unit8tim ukuran-ukuran

    yang dpakai untuk memastikan semua laporan dibuat secara

    terbuka dan terjadi proses pembelajaran serta pelaksanaan solusi

    yang tepat.

    &.&.2. Mem#m#n men)u$un "ta? untu$ mem#l#$# $%m#tmen ?%$u" a)a

    $e"elamatan a"#en )# !uma* "a$#t

    1.1.3.1. Ba# Ruma* Sa$#t

    • Rumah sakit memastikan ada anggota !ireksi yang bertanggung

     jaab atas keselamatan pasien.

    • Rumah sakit mengidentifikasikan orang-orang yang dapat

    diandalkan menjadi EpenggerakF dalam gerakan keselamatan

     pasien.• Rumah sakit memprioritaskan keselamatan pasien dalam agenda

    rapat !ireksi.

    • Rumah sakit memasukan tema keselamatan pasien dalam semua

     program latihan staf rumah sakit dan memastikan pelatihan ini

    diikuti dan diukur efektivitasnya

    1.1.3.2. Ba# Un#t9T#m

    • Menominasikan penggerak dalam tim untuk memimpin gerakan

    keselamatan pasien• Menjelaskan kepada tim relevansi dan pentingnya gerakan

    keselamatan pasien

    • Menumbuhkan sikap yang menghargai pelaporan insiden

    &.&.(. MenInte!a"#$an manajemen !e"#$%

    1.1.&.1. Ba# Ruma* Sa$#t

    • Rumah sakit mengkaji kembali struktur dan proses yang ada

    dalam manajemen resiko klini dan non klinis, serta memastikan

    hal tersebut mencakup dan terintegrasi dengan keselamatan

     pasien dan staf.

    • Rumah sakit mengembangkan indikator-indikator kinerja

     pengelolaan resiko yang dapat dimonitor oleh !ireksi8"impinan

    rumah sakit.

    • Rumah sakit menggunakan informasi yang benar dan jelas yang

    diperoleh dari sistem pelaporan insiden dan assesment resiko

    untuk dapat secara proaktif meningkatkan kepedulian kepada

     pasien.

    1.1.&.2. Ba# Un#t9T#m

    26

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    27/38

    • Membentuk forum-forum dalam rumah sakit untuk 

    mendiskusikan issue-issue keselamatan pasien guna memberikan

    umpan balik kepada manajemen yang terkait.

    • Memastikan ada penilaian resiko pada individu pasien dalam

     proses assesment resiko rumah sakit.

    • Melakukan proses assesment resiko secara teratur dan mengambil

    langkah-langkah yang tepat untuk memperkecil resiko tersebut.

    • Memastikan assesment resiko tersebut disampaikan sebagai

    masukan ke proses assesment dan pencatatan resiko rumah sakit.

    &.&.). Menem,an$an "#"tem ela%!an )# !uma* "a$#t

    1.1.+.1. Ba# Ruma* Sa$#t

    • Melengkapi rencana implementasi sistem pelaporan insiden

    kedalam maupun keluar 

    1.1.+.2. Ba# Un#t9T#m

    • Mendorong kepada rekan sekerja untuk secara aktif melaporkan

    setiap insiden yang terjadi.

    &.&.7. Menem,an$an K%mun#$a"# te!,u$a )enan a"#en

    1.1.-.1. Ba# Ruma* Sa$#t

    • Memastikan rumah sakit memiliki kebijakan yang jelas dalam

    menjabarkan cara-cara komunikasi terbuka selama proses asuhan

    tentang insiden dengan pasien dan keluarga.

    • Memastikan pasien dan keluarga mendapatkan informasi yang

     jelas dan benar bila terjadi insiden.

    • 0erikan dukungan dan pelatihan kepada staf agar selalu terbuka

    kepada pasien dan keluarganya.

    1.1.-.2. Ba# Un#t9T#m

    • Memastikan tim menghargai dan mendukung keterlibatan pasien

    dan keluarga bila terjadi insiden.

    • Memprioritaskan pemberitahuan kepada pasien dan keluarga

     jika terjadi insiden dan segera beritahukan kepada mereka

    informasi yang jelas dan benar.

    • Memastikan, segera setelah kejadian tim menunjukan empati

    kepada pasien dan keluarganya

    &.&.:. Memelaja!# mem,a# enalaman tentan $e"elamatan a"#en

    1.1./.1. Ba# Ruma* Sa$#t

    • Memastikan staf yang terkait telah terlatih untuk melakukan

    kajian insiden secara tepat.

    27

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    28/38

    • Mengembangkan kebijakan yang menjabarkan dengan jelas

    kriteria pelaksanaan  Analisis A"ar Masala! (#oot Cause

     Analysis) yang mencakup insiden yang terjadi dan minimum &

    kali pertahun melakukan

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    29/38

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    30/38

    "elaporan secara tertulis setiap kejadian nyaris cedera 1$= atau kejadian tidak 

    diharapkan 1%! yang menimpa pasien selama menjalani proses pengobatan oleh

     petugas kesehatan di rumah sakit.

    &.2.&. P!#n"# Pela%!an In"#)en

    1.3.1.1. 3ungsi utama "elaporan Insiden adalah untuk  

    meningkatkan1eselamatan "asien melalui pembelajaran dari

    kegagalan 8 kesalahan.

    1.3.1.2. "elaporan Insiden harus aman. Staf tidak boleh dihukum karena

    melapor.

    1.3.1.3. "elaporan Insiden hanya akan bermanfaat kalau menghasilkan

    respons yang konstruktif, minimal memberi umpan balik ttg data

    1%! B analisisnya. Idealnya, juga menghasilkan rekomendasi utk 

     perubahan proses dan sistem.

    1.3.1.&.

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    31/38

    SKOR RISIKO Dama$ P!%,a,#l#t

    • BANDS RISIKO

     ands risiko adalah derajat risiko yang digambarkan dalam empat arna

    yaitu # 0iru, ijau, 1uning dan Merah. @arna 'ands* akan menentukanInvestigasi yang akan dilakukan#

     ands 0IRU dan I;R

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    32/38

    e. 11"BMR1 akan memeriksa laporan dan melakukan re- grading resi"o

    terhadap insiden yang dilaporkan.

    f. 11"BMR1 menginformasikan hasil dari re-grading kepada unit yang

    melaporkan.

    • 0ila Arade biru# maka perlu dilakukan investigasi sederhana oleh

    atasan langsung koordinator atau supervisor, aktu maksimal &

    minggu dan hasil dilaporkan ke 11"BMR1.

    • 0ila Arade hijau # maka perlu dilakukan investigasi sederhana oleh

    manajer , aktu maksimal * minggu dan hasil dilaporkan ke

    11"BMR1.

    • 0ila Arade kuning # maka perlu dilakukan investigasi

    komprehensif8analisis akar masalah8R=< oleh 11"BMR1 dengan

    melibatkan senior manajer, aktu maksimal () hari.

    • 0ila Arade merah # maka perlu dilakukan investigasi

    komprehensif8analisis akar masalah8Regrading oleh 11"BMR1 

    dengan melibatkan direksi, aktu maksimal () hari.

    g. 11"BMR1 memonitor pelaksanaan hasil investigasi sederhana

    h. 11"BMR1 melaporkan hasil investigasi komprehensif R=

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    33/38

    BAB /

    ANALISA 8ONTINUOUS IMPROCEMENT

    2.1. ANALISA

    !ata yang diperoleh dari hasil monitoring indikator mutu, serta dari survey,

    observasi, audit dan revie dikumpulkan oleh departemen mutu RSU Imanuel

    Sumba, bersama dengan berbagai laporan lain terkait dengan isu safety dan

     pencegahan B pengendalian infeksi.

    !ata-data tersebut disajikan dalam bentuk rate dan trends serta dianalisa sesuai

     periode analisa. Setiap penyimpangan dari standar yang ditetapkan dilaporkan ke

    manajemen senior rumah sakit. 5aporan tersebut dapat dibuat secara terpisah per 

    anomali maupun secara keseluruhan.

    !epartemen mutu juga memimpin suatu pertemuan dengan manajemen senior 

    maupun unit8departemen8komite terkait dengan indikator mutu atau hasil survey,

    observasi, revie dan audit di mana ditemukan penyimpangan dari suatu standar 

    yang ditetapkan sebelumnya, guna menyusun suatu +trategic Improvement Plan

    2.2. 8ONTINUOUS IMPROCEMENT

    !iaali dengan terbentuknya strategic improvement plan seperti disebut dalam poin

    di atas. Strategic Improvement "lan dapat berupa #

    :.*.& !isusunnya suatu kebijakan dan8atau prosedur baru, lengkap beserta

    sosialisasi yang cukup mengenai kebijakan dan8atau prosedur baru tersebut

    :.*.* !irevisinya suatu kebijakan dan8atau prosedur lengkap beserta sosialisasi

    yang cukup mengenai revisi dari kebijakan dan8atau prosedur tersebut

    :.*.2 !isusunnya suatu program kerja

    kemudian dengan menggunakan tools atau alat ukur yang sama seperti digunakan

    untuk menemukan penyimpangan tadi, kebijakan dan8atau prosedur hasil revisi atau

    yang baru maupun program yang dibuat tadi diukur dan dianalisis kembali.

    Selain daripada hal di atas, continuous improvement   dilakukan pula dengan cara

    melakukan analisa akar masalah (#oot Cause Analysis,#CA)  dari setiap kejadian

    insiden, dan juga

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    34/38

     Analysis,&MEA)$ 1ebijakan mengenai #CA maupun &MEA akan diatur dalam S/"-

    S/" terkait dengan penanganan insiden maupun S/" lain.

    Secara umum, continuous improvement berarti RSU Imanuel Sumba terus berupaya

    mengidentifikasi secara proaktif dengan berbagai upaya dan metode seperti

    tercantum dalam 0ab &, maupun secara reaktif dengan melakukan pendekatan

     penanganan kejadian 8 insiden menggunakan  #CA, dengan berujung pada sebuah

     strategic improvement plan (+IP) yang kemudian dilakukan monitoring secara terus

    menerus dengan interval aktu yang ditetapkan sebelumnya.

    LAMPIRAN=LAMPIRAN

    Gam,a! 1. Ta*aan Manajemen Re"#$%

    34

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    35/38

    Ta,el 1. T#n$at Dama$ 

    1 2 3 & +

    In"#n#?#6ant M#n%! M%)e!ate Maj%! 8ata"t!%#$  

    =idera %idak ada

    cidera

    !apat diatasi

    dengan

     pertolongan

     pertama

    0erkurangnya

    fungsi motorik8

    sensorik,

    memperpanjang

     peraatan

    =edera luas,

    kehilangan

    fungsi utama

     permanen

    1ematian

    "elayanan8 %erhenti + %erhenti + - *( %erhenti J *( %erhenti J %erhenti

    35

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    36/38

    /perasional jam ;am jam - 7+ jam &7+ jam permanen

    0iaya8

    1euangan

    1erugian

    sangat ringan

    Rp.

    &66.666

    1erugian

    ringan

    Rp. &66.666 H &.666.666

    1erugian

    sedang

    J Rp.&.666.666 H 

    &6.666.666

    1urugian

     besar

    JRp.&6.666.666 H 

    &66.666.666

    1erugian

    sangat besar8

    >Gtensive

    J Rp.

    &66.666.666

    Ta,el 2. T#n$at P!%,a,#l#t

    TINGKAT

    RES

    IKO

    DESKRIPTI

    1 Sanat Ja!an ;+t*9$al#<

    2 Ja!an ;2=+ t*9$al#<

    3 Mun$#n ;1=2 t*9$al#<

    & Se!#n ;Be,e!aa $al#9t*<

    + Sanat Se!#n ;t#a m#nu9,ulan<

    Ta,el 3. Pen#la#an Mat!#$" Re"#$%

    P!%,a,#l#ta" T#)a$  

    S#n#?#$an

    1

    M#n%!

    2

    M%)e!at

    3

    Ma%!

    &

    Kata"t!%#$ 

    +

    Sanat Se!#n

    Te!ja)# ; T#a

    M#nu9Bulan

    +

    MODERAT MODERAT TINGGI EKSTRIM EKSTRIM

    Se!#n Te!ja)#

    ;Be,e!aa $al#9t*<

    &

    MODERAT MODERAT TINGGI EKSTRIM EKSTRIM

    Mun$#n Te!ja)#

    ;1=2t*9$al#<

    3

    RENDAH MODERAT TINGGI EKSTRIM EKSTRIM

    36

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    37/38

    Ja!an Te!ja)#

    ;2=+t*9$al#<

    2

    RENDAH RENDAH MODERAT TINGGI EKSTRIM

    Sanat Ja!an

    Te!ja)# ;+t*9$al#

    1

    RENDAH RENDAH MODERAT TINGGI EKSTRIM

    ALUR PELAPORAN KE8ELAKAAN

    Un#t temat

    $eja)#an

    ATASAN LANGSUNG

    ;K%%!)#nat%!9Sue!7#"%!<

    KKPMRK DIREKSI

    37

  • 8/15/2019 PMKP 1. Pedoman Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien

    38/38

     

    Iniden

    Tangani

    G&ading

    In'identRep#&t

    In)etigai

    ede&hana

    ,-upe&)i#&.K##&dinat

    #&/0 minggu

    Rek#mendai

    Ataanlangun

    g

    1eedba'k 

    ke unit

    LAPORAN

    AnaliaLap#&an.-imple

    In)etigati#ndan

    In)etigai

    ede&hana

    ,Mana(e&/

    REKOMEND

    R"A,-eni#&Manag

    e&/

    R"A,Di&ek

    i/

    0234

    0234

    0MINGGU3 MINGGU

    "ide&a keUGD

    Ke&uakanAlat MedikkeMentenan'eMedik 

    Ke&uakanitem

    utilita ,Ai&6 Lit&ik/ keMentenan'e%uilding

    Maalahkeamananke Dept7 GA

    Maalah %8ke -anitai