of 45 /45
I. TUJUAN 1. Mempelajari rumus-rumus lensa. 2. Mempelajari cacat-cacat lensa. II. DASAR TEORI Sinar adalah sebuah abstraksi atau “instrumen” yang digunakan untuk menentukan arah perambatan cahaya. Sinar sebuah cahaya akan tegak lurus dengan muka gelombang cahaya tersebut, dan ko-linear terhadap vektor gelombang. Optik merupakan cabang ilmu fisika yang mempelajari tentang konsep cahaya. Optika terbagi ke dalam 2 bagian yaitu Optik Geometris dan Optik Fisis. Optik Geometris membahas tentang pemantulan dan pembiasan. Sedangkan Optik Fisis membahas tentang sifat- sifat cahaya, interferensi cahaya, hakikat cahaya dan pemanfaatan sifat-sifat cahaya. Optik geometris atau optik sinar menjabarkan perambatan cahaya sebagai vektor yang disebut sinar 2.1 Lensa Lensa biasanya terbuat dari kaca, plastik, atau fiber yang mampu membelokkan (membiaskan) berkas-berkas cahaya yang melewatinya sehingga jika didepan lensa itu ada suatu benda maka akan terbentuk bayangan dari benda itu. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali alat atau benda optik yang dalam melakukan tugasnya

Percobaan Lensa

Embed Size (px)

Text of Percobaan Lensa

I. TUJUAN

1. Mempelajari rumus-rumus lensa.

2. Mempelajari cacat-cacat lensa.

II. DASAR TEORISinar adalah sebuah abstraksi atau instrumen yang digunakan untuk menentukan arah perambatan cahaya. Sinar sebuah cahaya akan tegak lurus dengan muka gelombang cahaya tersebut, dan ko-linear terhadap vektor gelombang. Optik merupakan cabang ilmu fisika yang mempelajari tentang konsep cahaya. Optika terbagi ke dalam 2 bagian yaitu Optik Geometris dan Optik Fisis. Optik Geometris membahas tentang pemantulan dan pembiasan. Sedangkan Optik Fisis membahas tentang sifat-sifat cahaya, interferensi cahaya, hakikat cahaya dan pemanfaatan sifat-sifat cahaya. Optik geometris atau optik sinar menjabarkan perambatan cahaya sebagai vektor yang disebut sinar 2.1 LensaLensa biasanya terbuat dari kaca, plastik, atau fiber yang mampu membelokkan (membiaskan) berkas-berkas cahaya yang melewatinya sehingga jika didepan lensa itu ada suatu benda maka akan terbentuk bayangan dari benda itu. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali alat atau benda optik yang dalam melakukan tugasnya menggunakan fungsi dan cara kerja lensa ini. Secara umum lensa dibagi menjadi dua, yaitu lensa positif (lensa cembung) dan lensa negatif (lensa cekung).A. Lensa Positif (Lensa Cembung)

Lensa cembung memiliki bagian tengah yang lebih tebal daripada bagian tepinya. Sifat dari lensa ini adalah mengumpulkan sinar sehingga disebut juga lensa konvergen. Sifat bayangan yang terbentuk adalah nyata, terbalik, diperbesar. Tiga sinar istimewa pada lensa cembung:

Gambar 2.1. (1) Sinar datang sejajar sumbu utama lensa dibiaskan melalui titik fokus aktif F1, (2) Sinar datang melalui titik fokus pasif F2 dibiaskan sejajar sumbu utama, (3) Sinar datang melalui titik pusat optik O diteruskan tanpa pembiasan

B. Lensa Negatif (Lensa Cekung)

Lensa cekung memiliki permukaan pemantul yang bentuknya melengkung atau membentuk cekungan. Garis normal pada cermin cekung adalah garis yang melalui pusat kelengkungan, yaitu di titik M atau 2F. Sinar yang melalui titik ini akan dipantulkan ke titik itu juga. Cermin cekung bersifat mengumpulkan sinar pantul atau konvergen. Ketika sinar-sinar sejajar dikenakan pada cermin cekung, sinar pantulnya akan berpotongan pada satu titik. Titik perpotongan tersebut dinamakan titik api atau titik fokus (F). Ketika sinar-sinar datang yang melalui titik fokus mengenai permukaan cermin cekung, ternyata semua sinar tersebut akan dipantulkan sejajar dengan sumbu utama. Akan tetapi, jika sinar datang dilewatkan melalui titik M (2F), sinar pantulnya akan dipantulkan ke titik itu juga.

Gambar 2.1. (1) Sinar datang sejajar sumbu utama lensa akan dibiaskan seakan-akan berasal dari titik fokus aktif F1, (2) Sinar datang seakan-akan menuju titik fokus pasif F2 akan dibiaskan sejajar sumbu utama, (3) Sinar datang melalui titik pusat optik O diteruskan tanpa pembiasan.Untuk penyederhanaan, lensa cembung di tulis (+) dan lensa cekung ().

Gambar 2.1. Gambar sederhana lensa (a) lensa positif (b) lensa negatif.

Tabel 2.1. Jarak Benda Jarak Bayangan dan Sifat Bayangan pada LensaJenis lensaJarak Benda (s)Sifat Bayangan

PositifPositifPositifPositifPositifPositifNegatifAntara pusat optik dan fokus utama (F)Tepat di fokus utamaAntara F dan 2FTepat di 2FAntara 2F dan jauh tak terhinggaDi jauh tak terhinggaAntara pusat optik dan jauh tak terhinggaMaya, tegak, diperbesarBayangan di jauh tak terhingga Nyata, terbalik, diperbesarNyata, terbalik, sama besarNyata, terbalik, diperkecil Nyata, terbalik, diperkecilMaya, tegak, diperkecil

2.2 Dalil Esbach Seperti pada pemantulan cahaya, pada pembiasan cahaya juga digunakan dalil Esbach untuk membantu menentukan posisi dan sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa positif. Nomor ruang untuk lensa, untuk benda dan nomor ruang untuk bayangan dibedakan. Nomor ruang untuk benda menggunakan angka Romawi (I, II, III, dan IV), sedangkan untuk ruang bayangan menggunakan angka Arab (1, 2, 3 dan 4) seperti pada gambar berikut ini:

Gambar 2.2. Penomoran Ruang menurut Dalil Esbach.

Posisi bayangan ditentukan dengan menjumlahkan nomor ruang benda dan nomor ruang bayangan, yakni harus sama dengan lima. Misalnya benda berada di ruang II, maka bayangan ada di ruang 3. Lengkapnya dalil Esbach untuk lensa dapat disimpulkan sebagai berikut.Dalil Esbach1.2.

Jumlah nomor ruang benda dan nomor ruang bayangan sama dengan lima.Untuk setiap benda nyata dan tegak:

a. Semua bayangan yang terletak di belakang lensa bersifat nyata dan terbalik.

b. Semua bayangan yang terletak di depan lensa bersifat maya dan tegak.

3.

Bila nomor ruang bayangan lebih besar dari nomor ruang benda, maka ukuran bayangan lebih besar dari bendanya dan sebaliknya.

2.3 Lensa Gabungan

Lensa gabungan merupakan gabungan dari dua atau lebih lensa dengan sumbu utamanya berhimpit dan disusun berdekatan satu sama lain sehingga tidak jarak antara lensa yang satu dengan lensa yang lain (d=0). Untuk mendapatkan persamaan gabungan perhatikan Gambar 5 berikut ini:

Gambar 2.3. Pembentukan bayangan pada dua lensa yang disusun sangat berdekatan d = 0.Dengan menggunakan persamaan pembuat lensa didapatkan:

Rumus lensa tipis untuk masing-masing lensa adalah:

Karena , maka:

Dimana

f= fokus lensa

s= jarak benda

s= jarak bayangan benda

2.4 Fokus LensaFokus lensa (F) didefinisikan sebagai letak bayangan jika bendanya berada di titik tak hingga. Jarak fokus lensa (f) adalah jarak dari pusat optik ke titik fokus (F). Hubungan antara fokus lensa f, jarak benda g, dan jarak bayangan b untuk sebuah lensa dapat diperoleh dari optika geometri.

Gambar 2.4. Arah jalannya tiga berkas cahaya pada lensa positif Dari gambar ini didapatkan persamaan:

2.5 Kuat Lensa

Kuat lensa berkaitan dengan sifat konvergen (mengumpulkan berkas sinar) dan divergen (menyebarkan sinar) suatu lensa. Untuk Lensa positif, semakin kecil jarak fokus, semakin kuat kemampuan lensa itu untuk mengumpulkan berkas sinar. Untuk Lensa negatif, semakin kecil jarak fokus semakin kuat kemampuan lensa itu untuk menyebarkan berkas sinar. Oleh karenanya kuat lensa didefinisikan sebagai kebalikan dari jarak fokus.

2.6 Hukum SnelliusHukum Snellius juga disebut Hukum pembiasan atau Hukum sinus dikemukakan oleh Willebrord Snellius pada tahun 1621 sebagai rasio yang terjadi akibat prinsip Fermat. Pada tahun 1637, Ren Descartes secara terpisah menggunakan heuristic momentum conservation in terms of sines dalam tulisannya Discourse on Method untuk menjelaskan hukum ini. Cahaya dikatakan mempunyai kecepatan yang lebih tinggi pada medium yang lebih padat karena cahaya adalah gelombang yang timbul akibat terusiknya plenum, substansi kontinu yang membentuk alam semesta.2.7 Cacat LensaCacat Lensa (aberasi lensa) terdiri dari 6 macam, yaitu:a. Aberasi sferis ( disebabkan oleh kecembungan lensa)Sinar-sinar paraksial / sinar-sinar dari pinggir lensa membentuk bayangan di pusat optik. Aberasi ini dapat dihilangkan dengan mempergunakan diafragma yang diletakkan di depan lensa atau dengan lensa gabungan aplanatis yang terdiri dari dua lensa yang jenis kacanya berlainan.b. Koma Terjadi akibat tidak sanggupnya lensa membentuk bayangan dari sinar di tengah-tengah dan sinar tepi. Pada aberasi koma, sebuah titik benda akan terbentuk bayangan seperti bintang berekor, gejala koma ini tidak dapat diperbaiki dengan diafragma.c. AstigmatismaDisebakan titik benda membentuk sudut besar dengan sumbu sehingga bayangan yang terbentuk ada dua yaitu primer dan sekunder. Apabila sudut antara sumbu dengan titik benda relatif kecil maka kemungkinan besar akan berbentuk koma.1. Kelengkungan medanBayangan yang dibentuk oleh lensa pada layar letaknya tidak dalam satu bidang datar, melainkan pada bidang lengkung. Peristiwa ini disebut lengkungan medan atau lengkungan bidang bayangan.2. DistorsiDistorsi atau gejala terbentuknya bayangan palsu. Terjadinya bayangan palsu ini karena di depan atau di belakang lensa diletakkan diafragma atau celah. Benda berbentuk kisi akan tampak bayangan berbentuk tong atau berbentuk bantal. Gejala distorsi ini dapat dihilangkan dengan memasang sebuah cela di antara dua buah lensa.3. Aberasi kromatisTerjadi karena fokus lensa berbeda-beda untuk setiap warna. Akibatnya bayangan yang terbentuk akan tampak dengan berbagai jarak dari lensa.

III. ALAT DAN BAHAN

1. Lampu dan gambar kisi sebagai benda2. Lensa positif 1 dan standar

3. Lensa positif 2 dan standar

4. Lensa negatif dan standar

5. Layar

6. Penggaris sebagai rel

7. Celah kecil sebagai standar

8. Celah besar sebagai standar

9. Celah pinggir sebagai standar

IV. PROSEDUR PERCOBAAN

A.Menentukan Jarak Fokus Lensa Positif dengan Metode Lensa Tipis

a. Alat disusun seperti gambar 4.

b. Jarak sumber cahaya diatur terhadap layar dan ukur s jika bayangan diperbesar dan diperkecil.

c. Diulangi 5 kali untuk mendapatkan variasi data.

d. Percobaan dilakukan 2 untuk jarak sebesar: 100, 95, 90, 85, 80, dan 75 cm.B. Menentukan Fokus Lensa Negatif

1. Bentuk bayangan real dengan digunakan lensa positif.

2. Dicatat posisi objek lensa dan layar.

3. Diganti layar dengan cermin pada posisi I.

4. Diletakkan lensa negatif antara lensa positif dan cermin.

5. Digerakkan maju dan mundur lensa negatif untuk mendapatkan bayangan real di dekat benda.

6. Diukur jarak lensa negatif ke cermin. Jarak ini merupakan fokus lensa negatif.

7. Diulangi percobaan di atas sebanyak 5 kali untuk mendapatkan variasi data.C. Menentukan Fokus Lensa Gabungan

1. Digabungkan lensa positif dan negatif.

2. Diatur posisi benda, lensa gabungan dan layar sehingga diperoleh bayangan di layar.

3. Diukur jarak dari lensa ke layar dan lensa ke benda (pergunakanlah perjanjian tanda untuk posisi benda dan bayangan).

4. Dilakukan percobaan diatas sebanyak 5 kali.

V. DATA PENGAMATAN

A. Menentukan Jarak Fokus Lensa PositifA. Untuk jarak (s + s) = 100 cm

No.S (cm)S(cm)

17525

27426

37327

47228

57129

B. Untuk jarak (s + s) = 95 cm

No.S (cm)S(cm)

16530

26332

36134

46035

56233

C. Untuk jarak (s + s) = 90 cmNo.S (cm)S(cm)

16030

25733

35535

45337

55139

D. Untuk jarak (s + s) = 85 cm

No.S (cm)S(cm)

15431

25233

35134

45035

55134

E. Untuk jarak (s + s) = 80 cm

No.S (cm)S(cm)

14832

24634

34733

44535

54431

F. Untuk jarak (s + s) = 75 cm

No.S (cm)S(cm)

14233

24134

33837

44035

54134

B. Menentukan Jarak Fokus Lensa Negatif No.s (cm)s(cm)e(cm)d(cm)

18287490

28297391

3828,573,590,5

48297391

5829,572,591,5

C. Pengukuran Fokus Lensa Gabungan

Jarak Lensa ke Layar (s2)

Nos2(cm)s (cm)

137,851,2

237,951,1

33851

43851

53851

VI. ANALISA/PENGOLAHAN DATA6.1 PerhitunganA. Menentukan Jarak Fokus Lensa Positif Untuk jarak (s+s) = 100 cm

s (cm)s (cm)

7525

7426

7327

7228

7129

s = 365 s = 135

= cm

= cmJarak Fokus : f = cm Kekuatan Lensa : P = dioptri Untuk jarak (s+s) = 95 cm

s (cm)s (cm)

6530

6332

6134

6035

6233

s = 317 s = 164

= cm

= cm

Jarak Fokus :

f = cmKekuatan Lensa :

P = dioptri

Untuk jarak (s+s) = 90 cm

s (cm)s (cm)

6030

5733

5535

5337

5139

s = 276 s = 174

= cm

= cm

Jarak Fokus :

f = cmKekuatan Lensa :

P = dioptri Untuk jarak (s+s) = 85 cm

s (cm)s (cm)

5431

5233

5134

5035

5134

s = 258 s = 167

= cm

= cm

Jarak Fokus :

f = cmKekuatan Lensa :

P = dioptri Untuk jarak (s+s) = 80 cm

s (cm)s (cm)

4832

4634

4733

4535

4431

s = 230 s =165

= cm

= cm

Jarak Fokus :

f = cmKekuatan Lensa :

P = dioptri

Untuk jarak (s+s) = 75 cm

s (cm)s (cm)

4233

4134

3837

4035

4134

s =202 s = 173

= cm

= cm

Jarak Fokus :

f = cmKekuatan Lensa :

P = dioptriB. Menentukan Jarak Fokus Lensa Negatif

No.s (cm)s(cm)e(cm)d(cm)

18287490

28297391

3828,573,590,5

48297391

5829,572,591,5

Jarak fokus untuk percobaan I :d = s + s

d = 82 + 8

d = 90 cm

e = s - s

e = 82 8 =74 cm

jarak fokus lensa (f)

Kekuatan lensa (P)

Dengan cara yang sama maka diperoleh :No.s (cm)s(cm)f(m)P (dioptri)

18280,070214,23

28290,081112,21

3828,50,070513,31

48290,081112,21

5829,50,085111,75

C. Menentukan Fokus Lensa Gabungan

Penentuan Jarak Fokus Lensa Gabungan

d = Jarak antara lensa positif dan lensa negatif.Karena lensa positif dan lensa negatif diletakkan berimpitan satu sama lain, maka d = 0.

= d

= 0

Rumus lensa tipis untuk masing-masing lensa adalah

dan

Oleh karena , maka

Jadi,

cm

Dengan cara yang sama, diperoleh data sebagai berikut:

Nos (cm)s (cm)f (cm)

151,237,821,75

251,137,921,76

3513821,77

4513821,77

5513821,77

Penentuan Daya Kuat Lensa Gabungan

P =

P =

P = 4,60 dioptri

Dengan cara yang sama, diperoleh data sebagai berikut:

Nof (cm)P (dioptri)

121,754,60

221,764,60

321,774,59

421,774,59

521,774,59

6.2 Ralat Keraguan

A. Menentukan Jarak Fokus Lensa Positif Untuk Jarak (s+s) = 100 cm,

Ralat untuk jarak benda (s)

s (cm)

757324

747311

737300

7273-11

7173-24

10

cm

cmRalat Nisbi :

Kebenaran Praktikum : 100% - 0,96 %

= 99,04 %Ralat untuk jarak bayangan (s)

s (cm)

2527-24

2627-11

272700

282711

292724

10

cm

cmRalat Nisbi :

Kebenaran Praktikum : 100% - 2,59 %

= 97,41% Untuk Jarak (s+s) = 95 cm

Ralat untuk jarak benda (s)

s (cm)

6562,22,87,84

6362,20,80,64

6162,2-1,21,44

6062,2-2,24,84

6262,2-0,20,04

14,8

cm

cmRalat Nisbi :

Kebenaran Praktikum : 100% - 1,38 %

= 97,62 %Ralat untuk jarak bayangan (s)

s (cm)

3032,8-2,87,84

3232,8-0,80,64

3432,81,21,44

3532,82,24,84

3332,80,20,04

14,8

cm

cmRalat Nisbi :

Kebenaran Praktikum : 100% - 2,62 %

= 97,38% Untuk Jarak (s+s) = 90 cm

Ralat untuk jarak benda (s)

s (cm)

6055,24,823,04

5755,21,83,24

5555,2-0,20,04

5355,2-2,24,84

5155,2-4,217,64

48,8

cm

cmRalat Nisbi :

Kebenaran Praktikum : 100% - 2,83 %

= 97,17 %Ralat untuk jarak bayangan (s)

s (cm)

3034,8-4,823,04

3334,8-1,83,24

3534,80,20,04

3734,82,24,84

3934,84,217,64

48,8

cm

cmRalat Nisbi :

Kebenaran Praktikum : 100% - 4,48 %

= 95,52 % Untuk Jarak (s+s) = 85 cm

Ralat untuk jarak benda (s)

s (cm)

5451,62,45,76

5251,60,40,16

5151,6-0,60,36

5051,6-1,62,56

5151,6-0,60,36

9,2

cm

cmRalat Nisbi :

Kebenaran Praktikum : 100% - 1,3 % = 98,7%

Ralat untuk jarak bayangan (s)

s (cm)

3133,4-2,45,76

3333,4-0,40,16

3433,40,60,36

3533,41,62,56

3433,40,60,36

9,2

cm

cmRalat Nisbi :

Kebenaran Praktikum : 100% - 2,01%

= 97,99% Untuk Jarak (s+s) = 80 cmRalat untuk jarak benda (s)

s (cm)

484624

464600

474611

4546-11

4446-24

10

cm

cmRalat Nisbi :

Kebenaran Praktikum : 100% - 1,52 %

= 98,48 %Ralat untuk jarak bayangan (s)

s (cm)

3233-11

343311

333300

353324

3133-24

10

cm

cmRalat Nisbi :

Kebenaran Praktikum : 100% - 2,12%

= 97,88 %

Untuk Jarak (s+s) = 75 cmRalat untuk jarak benda (s)

s (cm)

4240,41,62,56

4140,40,60,36

3840,4-2,45,76

4040,4-0,40,16

4140,40,60,36

9,2

cm

cmRalat Nisbi :

Kebenaran Praktikum : 100% - 1,66 %

= 98,34 %Ralat untuk jarak bayangan (s)

s (cm)

3334,6-1,62,56

3434,6-0,60,36

3734,62,45,76

3534,60,40,16

3434,6-0,60,36

9,2

cm

cmRalat Nisbi :

Kebenaran Praktikum : 100% - 1,94 %

= 98,06 %B. Menentukan Jarak Fokus Lensa Negatif

Ralat untuk jarak benda (s)

s (cm)

828200

828200

828200

828200

828200

0

cm

cmRalat Nisbi :

Kebenaran Praktikum : 100% - 0%

= 100%

Ralat untuk jarak bayangan (s)

s (cm)

88,8-0,80,64

98,80,20,04

8,58,8-0,30,09

98,80,20,04

9,58,80,70,49

1,3

cm

cmRalat Nisbi :

Kebenaran Praktikum : 100% - 0,02 %

= 99,98% Ralat untuk e

e (cm)

7473,20,80,64

7373,2-0,20,04

73,573,20,30,09

7373,2-0,20,04

72,573,2-0,70,49

1,3

cm

cmRalat Nisbi :

Kebenaran Praktikum : 100% - 0,01 %

= 99,99% Ralat untuk d

d (cm)

9090,5-0,50,25

9190,50,50,25

90,590,500

9190,50,50,25

91,590,511

1,75

cm

cmRalat Nisbi :

Kebenaran Praktikum : 100% - 0,03 %

= 99,97%C. Lensa Gabungan Fokus Lensa Gabunganf (cm) (cm)f - (cm)(f - )(cm)

21,7521,764-0,01419,6x10

21,7621,764-0,0041,6x10

21,7721,7640,06360x10

21,7721,7640,06360x10

21,7721,7640,06360x10

0,00745

f =

=

=

= 0,019 cm

Ralat nisbi = x 100 %

= x 100 %

= 8,73 %

Kebenaran praktikum = 100% - 8,73%

= 91,27% Daya Kuat Lensa Gabungan

P (dioptri) (dioptri)P - (dioptri)(P - )(dioptri)

4,604,5940,0063,6x10

4,604,5940,0063,6x10

4,594,594-0,0041,6x10

4,594,594-0,0041,6x10

4,594,594-0,0041,6x10

1,2x10

P =

=

=

= 2,45x10 dioptri

Ralat nisbi = x 100 %

= x 100 %

= 0,0053 %

Kebenaran praktikum = 100% - 0,0053%

= 99,99 %VII. PEMBAHASANPercobaan dengan judul Percobaan Lensa ini bertujuan untuk mempelajari rumus-rumus lensa dan mempelajari cacat-cacat lensa. Adapun percobaan ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu percobaan pertama tentang menentukan jarak fokus lensa positif dengan metode lensa tipis, kemudian yang kedua yaitu tentang menentukan fokus lensa negatif, dan yang ketiga yaitu menentukan fokus lensa gabungan.Pada percobaan pertama benda diletakkan didepan cahaya, sedangkan lensa positif berada diantara benda dengan layar. Sehingga muncul bayangan pada layar, dimana bayangan tersebut lebih besar dari benda aslinya, posisinya terbalik dan nyata. Hal ini menunjukkan bahwa bayangan yang ditimbulkan oleh lensa positif yaitu terbalik, nyata, diperbesar. Pada percobaan pertama yaitu ditentukannya jarak fokus lensa positif dimana percobaan ini didapatkan hasil pengukuran jarak fokus lensa pengambilan enam kali jarak yang berbeda yaitu untuk jarak 100 cm, 95 cm, 90 cm, 85 cm, 80 cm dan 75 cm. Pengambilan data ini dilakukan sebanyak 5 kali untuk masing-masing jarak. Untuk (s + s) sama dengan 100 cm didapatkan data jarak benda sebesar 75 cm, 74 cm, 73 cm, 72 cm dan 71 cm. Sedangkan untuk jarak bayangannya didapatkan data sebesar 25 cm, 26 cm, 27 cm, 28 cm dan 29 cm. Untuk (s + s) sama dengan 95 cm didapatkan data jarak benda sebesar 65 cm, 63 cm, 61 cm, 60 cm dan 62 cm. Sedangkan untuk jarak bayangan bendanya yaitu sebesar 30 cm, 32 cm, 34 cm, 35 cm dan 33 cm. Untuk (s + s) sama dengan 90 cm didapatkan data jarak benda sebesar 60 cm, 57 cm, 55 cm, 53 cm dan 51 cm. Sedangkan untuk jarak bayangan bendanya sebesar 30 cm, 33 cm, 35 cm, 37 cm dan 39 cm. Untuk (s + s) sama dengan 85 cm didapatkan data jarak benda sebesar 54 cm, 52 cm, 51 cm, 50 cm dan 51 cm. Sedangkan untuk jarak bayangan bendanya yaitu sebesar 31 cm, 33 cm, 34 cm, 35 cm dan 34 cm. Untuk (s + s) sama dengan 80 cm didapatkan data jarak benda sebesar 48 cm, 46 cm, 47 cm, 45 cm dan 49 cm. Sedangkan untuk jarak bayangan bendanya yaitu sebesar 32 cm, 34 cm, 33 cm, 35 cm dan 31 cm. Untuk (s + s) = 75 cm didapatkan data jarak benda sebesar 42 cm, 41 cm, 38 cm, 40 cm dan 41 cm. Sedangkan untuk jarak bayangan bendanya yaitu sebesar 33 cm, 34 cm, 37 cm, 35 cm dan 35 cm.Pada percobaan pertama pada perhitungan fokus lensa positif perhitungan jarak benda dengan jarak bayangan benda 100 cm diperoleh jarak benda rata-rata sebesar 73 cm dan jarak bayangan benda rata-rata sebesar 27 cm sehingga didapatkan fokus lensa 54 cm dengan kekuatan lensa 1,85 dioptri. Pada perhitungan dengan jarak benda dengan jarak bayangan benda 95 cm diperoleh jarak benda rata-rata sebesar 62,2 cm dan jarak bayangan benda rata-rata sebesar 32,8 cm sehingga didapatkan fokus lensa 65,6 cm dengan kekuatan lensa 1,52 dioptri. Pada perhitungan dengan jarak benda dengan jarak bayangan benda 90 cm diperoleh jarak benda rata-rata sebesar 55,2 cm dan jarak bayangan benda rata-rata sebesar 34,8 cm sehingga didapatkan fokus lensa 69,6 cm dengan kekuatan lensa 1,43 dioptri. Pada perhitungan dengan jarak benda dengan jarak bayangan benda 85 cm diperoleh jarak benda rata-rata sebesar 51,6 cm dan jarak bayangan benda rata-rata sebesar 33,4 cm sehingga didapatkan fokus lensa 66,8 cm dengan kekuatan lensa 1,49 dioptri. Pada perhitungan dengan jarak benda dengan jarak bayangan benda 80 cm diperoleh jarak benda rata-rata sebesar 46 cm dan jarak bayangan benda rata-rata sebesar 33 cm sehingga didapatkan fokus lensa 66 cm dengan kekuatan lensa 1,51 dioptri. Pada perhitungan dengan jarak benda dengan jarak bayangan benda 75 cm diperoleh jarak benda rata-rata sebesar 40,4 cm dan jarak bayangan benda rata-rata sebesar 34,6 cm sehingga didapatkan fokus lensa 69,2 cm dengan kekuatan lensa 1,44 dioptri.

Didapatkan pula ralat untuk perhitungan daya kuat lensa positif dengan kebenaran praktikum 99,04% pada benda dan 97,41% pada jarak bayangan pada percobaan 100 cm. Kebenaran praktikum 97,62% pada benda dan 97,38% pada jarak bayangan pada percobaan 95 cm. Kebenaran praktikum 97,17% pada benda dan 95,52% pada jarak bayangan pada percobaan 90 cm. Kebenaran praktikum 98,70% pada benda dan 97,99% pada jarak bayangan pada percobaan 85 cm. kebenaran praktikum 98,48% pada benda dan 97,88% pada jarak bayangan pada percobaan 80 cm. Kebenaran praktikum 98,34% pada benda dan 98,06% pada jarak bayangan pada percobaan 75 cm. Percobaan kedua yakni menentukan jarak fokus lensa negatif. Pada percobaan ini pengambilan data dilakukan sebanyak 5 kali. Pengukuran untuk jarak lensa ke layar didapatkan data sebesar 8 cm, 9 cm, 8,5 cm, 9 cm dan 9,5 cm. Pengukuran untuk jarak lensa negatif ke cermin didapatkan data sebesar 82 cm. Pada percobaan kedua juga didapatkan hasil perhitungan fokus lensa sebesar 7,02 cm, 8,11 cm, 7,05 cm, 8,11 cm dan 8,51 cm karena jarak lensa negatif ke cermin sama dengan fokus lensa negatif. Ralat untuk fokus lensa negatif adalah sebesar 99,98%. Serta diperoleh jarak benda dikurangi jarak bayangan yaitu 99,99% dan untuk ralat jarak benda ditambah jarak bayangan benda sebesar 99,97%. Selain perhitungan fokus lensa, didapatkan juga perhitungan daya kuat lensa negatif sebesar 14,3 dioptri, 12,21 dioptri, 13,31 dioptri, 12,21 dioptri, 11,75 dioptri. Percobaan kedua ini benda diletakkan didepan cahaya, dimana lensa negatif diletakkan diantara benda dengan layar. Sehingga muncul bayangan pada layar yang lebih kecil, namun tegak. Hal ini membuktikan bahwa bayangan yang dapat ditimbulkan oleh lensa negatif yaitu tegak, diperkecil dan maya.Pada percobaan ketiga benda diletakkan didepan cahaya, sedangkan lensa gabungan berada diantara benda dan layar. Sehingga muncul bayangan pada layar yang terlihat lebih besar dari benda, dan memiliki posisi yang tegak dan nyata. Percobaan yang ketiga yaitu menentukan jarak fokus lensa gabungan. Pada percobaan ini dilakukan pengukuran sebanyak 5 kali dan didapatkan hasil pengukuran lensa ke layar sebesar 37,8 cm, 37,9 cm, 38 cm, 38 cm dan 38 cm. Pengukuran untuk jarak lensa ke benda didapatkan data sebesar 51,2 cm, 51,1 cm, 51 cm, 51 cm dan 51 cm. Hasil perhitungan fokus lensa ini sebesar 21,75 cm, 21,76 cm, 21,77 cm, 21,77 cm dan 21,77 cm. Sehingga didapatkan kekuatan lensanya sebesar 4,6 dioptri, 4,6 dioptri, 4,59 dioptri, 4,59 dioptri, 4,59 dioptri. Untuk melihat keakuratan data, maka dibuat sebuah ralat. Ralat untuk fokus lensa gabungan adalah sebesar 91,27% dan didapatkan pula ralat untuk perhitungan daya kuat lensa gabungan sebesar 99,99%.

Kurang akuratnya hasil yang diperoleh pada percobaan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain ketidaktelitian saat membaca skala di milimeter block, adanya cacat pada lensa dan pencahayaan yang kurang sehingga bayangan yang diperoleh kurang tampak jelas serta penempatan lensa maupun layar yang kurang pas.VIII. KESIMPULAN1. Bayangan yang ditimbulkan oleh lensa positif yaitu terbalik, nyata, diperbesar; pada lensa negatif yaitu tegak, diperkecil dan maya; lensa gabungan yaitu tegak dan diperbesar. Jarak lensa negatif ke cermin sama dengan fokus lensa negatif.

2. Percobaan pertama pada perhitungan fokus lensa positif perhitungan jarak benda dengan jarak bayangan benda 100 cm, 95 cm, 90 cm, 85 cm, 80 cm, dan 75 cm berturut-turut didapatkan fokus lensa 54 cm dengan kekuatan lensa 1,85 dioptri, fokus lensa 65,6 cm dengan kekuatan lensa 1,52 dioptri, fokus lensa 69,6 cm dengan kekuatan lensa 1,43 dioptri, fokus lensa 66,8 cm dengan kekuatan lensa 1,49 dioptri, fokus lensa 66 cm dengan kekuatan lensa 1,51 dioptri, fokus lensa 69,2 cm dengan kekuatan lensa 1,44 dioptri.

3. Percobaan kedua yakni menentukan jarak fokus lensa negatif. Pada percobaan kedua juga didapatkan hasil perhitungan fokus lensa sebesar 7,02 cm, 8,11 cm, 7,05 cm, 8,11 cm dan 8,51 cm. Dengan perhitungan daya kuat lensa negatif sebesar 14,3 dioptri, 12,21 dioptri, 13,31 dioptri, 12,21 dioptri, 11,75 dioptri.

4. Hasil perhitungan fokus lensa gabungan sebesar 21,75 cm, 21,76 cm, 21,77 cm, 21,77 cm dan 21,77 cm. Sehingga didapatkan kekuatan lensanya sebesar 4,6 dioptri, 4,6 dioptri, 4,59 dioptri, 4,59 dioptri, 4,59 dioptri.5. Kurang akuratnya hasil yang diperoleh pada percobaan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain ketidaktelitian saat membaca skala di milimeter block, adanya cacat pada lensa dan pencahayaan yang kurang sehingga bayangan yang diperoleh kurang tampak jelas.DAFTAR PUSTAKAGiancoli, Douglas C. 2001. Fisika Jilid I Edisi Kelima. Jakarta:Erlangga.Halliday, D., Resnick, R., Walker, J. 2005. Dasar-dasar Fisika Versi Diperluas Jilid Satu. Tangerang: Binarupa Aksara.Kanginan, Marthen. 1988. Ilmu Fisik. Jakarta : Erlangga.

Paramarta, Ida Bagus Alit., Winasri, Putu Erika. 2012. Penuntun Pratikum Fisika Dasar II. Jimbaran: Laboratorium Fisika Dasar.Universitas Udayana.Sulistyo, dkk. 1992. Intisari Fisika. Bandung: Pustaka Setia.

Zemansky, Sears. 1983. Fisika untuk Universitas 1. Bandung: Binacipta.

_1396782615.unknown

_1396782680.unknown

_1396782712.unknown

_1396782728.unknown

_1396782745.unknown

_1396782753.unknown

_1396782761.unknown

_1396782765.unknown

_1396782769.unknown

_1396794939.unknown

_1396794968.unknown

_1396782771.unknown

_1396782772.unknown

_1396782770.unknown

_1396782767.unknown

_1396782768.unknown

_1396782766.unknown

_1396782763.unknown

_1396782764.unknown

_1396782762.unknown

_1396782757.unknown

_1396782759.unknown

_1396782760.unknown

_1396782758.unknown

_1396782755.unknown

_1396782756.unknown

_1396782754.unknown

_1396782749.unknown

_1396782751.unknown

_1396782752.unknown

_1396782750.unknown

_1396782747.unknown

_1396782748.unknown

_1396782746.unknown

_1396782737.unknown

_1396782741.unknown

_1396782743.unknown

_1396782744.unknown

_1396782742.unknown

_1396782739.unknown

_1396782740.unknown

_1396782738.unknown

_1396782733.unknown

_1396782735.unknown

_1396782736.unknown

_1396782734.unknown

_1396782731.unknown

_1396782732.unknown

_1396782730.unknown

_1396782720.unknown

_1396782724.unknown

_1396782726.unknown

_1396782727.unknown

_1396782725.unknown

_1396782722.unknown

_1396782723.unknown

_1396782721.unknown

_1396782716.unknown

_1396782718.unknown

_1396782719.unknown

_1396782717.unknown

_1396782714.unknown

_1396782715.unknown

_1396782713.unknown

_1396782696.unknown

_1396782704.unknown

_1396782708.unknown

_1396782710.unknown

_1396782711.unknown

_1396782709.unknown

_1396782706.unknown

_1396782707.unknown

_1396782705.unknown

_1396782700.unknown

_1396782702.unknown

_1396782703.unknown

_1396782701.unknown

_1396782698.unknown

_1396782699.unknown

_1396782697.unknown

_1396782688.unknown

_1396782692.unknown

_1396782694.unknown

_1396782695.unknown

_1396782693.unknown

_1396782690.unknown

_1396782691.unknown

_1396782689.unknown

_1396782684.unknown

_1396782686.unknown

_1396782687.unknown

_1396782685.unknown

_1396782682.unknown

_1396782683.unknown

_1396782681.unknown

_1396782648.unknown

_1396782664.unknown

_1396782672.unknown

_1396782676.unknown

_1396782678.unknown

_1396782679.unknown

_1396782677.unknown

_1396782674.unknown

_1396782675.unknown

_1396782673.unknown

_1396782668.unknown

_1396782670.unknown

_1396782671.unknown

_1396782669.unknown

_1396782666.unknown

_1396782667.unknown

_1396782665.unknown

_1396782656.unknown

_1396782660.unknown

_1396782662.unknown

_1396782663.unknown

_1396782661.unknown

_1396782658.unknown

_1396782659.unknown

_1396782657.unknown

_1396782652.unknown

_1396782654.unknown

_1396782655.unknown

_1396782653.unknown

_1396782650.unknown

_1396782651.unknown

_1396782649.unknown

_1396782632.unknown

_1396782640.unknown

_1396782644.unknown

_1396782646.unknown

_1396782647.unknown

_1396782645.unknown

_1396782642.unknown

_1396782643.unknown

_1396782641.unknown

_1396782636.unknown

_1396782638.unknown

_1396782639.unknown

_1396782637.unknown

_1396782634.unknown

_1396782635.unknown

_1396782633.unknown

_1396782624.unknown

_1396782628.unknown

_1396782630.unknown

_1396782631.unknown

_1396782629.unknown

_1396782626.unknown

_1396782627.unknown

_1396782625.unknown

_1396782619.unknown

_1396782622.unknown

_1396782623.unknown

_1396782621.unknown

_1396782617.unknown

_1396782618.unknown

_1396782616.unknown

_1396782581.unknown

_1396782599.unknown

_1396782607.unknown

_1396782611.unknown

_1396782613.unknown

_1396782614.unknown

_1396782612.unknown

_1396782609.unknown

_1396782610.unknown

_1396782608.unknown

_1396782603.unknown

_1396782605.unknown

_1396782606.unknown

_1396782604.unknown

_1396782601.unknown

_1396782602.unknown

_1396782600.unknown

_1396782591.unknown

_1396782595.unknown

_1396782597.unknown

_1396782598.unknown

_1396782596.unknown

_1396782593.unknown

_1396782594.unknown

_1396782592.unknown

_1396782585.unknown

_1396782589.unknown

_1396782590.unknown

_1396782586.unknown

_1396782583.unknown

_1396782584.unknown

_1396782582.unknown

_1396782565.unknown

_1396782573.unknown

_1396782577.unknown

_1396782579.unknown

_1396782580.unknown

_1396782578.unknown

_1396782575.unknown

_1396782576.unknown

_1396782574.unknown

_1396782569.unknown

_1396782571.unknown

_1396782572.unknown

_1396782570.unknown

_1396782567.unknown

_1396782568.unknown

_1396782566.unknown

_1396782557.unknown

_1396782561.unknown

_1396782563.unknown

_1396782564.unknown

_1396782562.unknown

_1396782559.unknown

_1396782560.unknown

_1396782558.unknown

_1396782553.unknown

_1396782555.unknown

_1396782556.unknown

_1396782554.unknown

_1396782551.unknown

_1396782552.unknown

_1396782550.unknown