of 13/13

pengaruh penyuluhan pemberian ASI Eksklusif terhadap pengetahuan buteki.pdf

  • View
    133

  • Download
    8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

publikasi jurnal proceeding seminar nasional FSIM FK UNLAM

Text of pengaruh penyuluhan pemberian ASI Eksklusif terhadap pengetahuan buteki.pdf

  • Pengaruh Penyuluhan Pemberian Asi Eksklusif terhadap Pengetahuan Buteki di Desa Dalam Pagar Kabupaten

    Banjar 2013

    Husda Oktaviannoor2, Renny Ismaya2, Lourensia Ester2, Lenie Marlinae1

    1Bagian Kesehatan Lingkungan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unlam

    2Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unlam

    Disampaikan pada Seminar Oral Seminar Nasional Forum Studi Ilmiah Mahasiswa 2013

  • Latar BelakangTahun 1990-an

    Perkembangan tetap penu angka

    kematian balita

    Angka kematian bayi dan angka kematian bayi

    baru lahir

    Beberapa tahun terakhir

    Mungkin tidak dapat mencapai target MDGs ke

    empat pada tahun 2015

    (penurunan angka kematian anak)

    Penurunan terhenti

    Kal-Sel:75/1000 kelahiran hidup dengan kematian bayi

    (disebabkan multifaktor)

    Bertolak belakang dengan UU No. 36

    tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 128

  • Metode Penelitian

    Quasi Experimental

    A X B

    Ket:A=Pre TestX=PenyuluhanB=Post Test

    27 Orang

    Analisis

    Paired Sample T test

  • Hasil dan Pembahasan

    0

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    9

    10

    24-27 28-31 32-35 > 36

    Umur Buteki

    Jumlah

    Karakteristik responden:

    NoUmur

    (tahun) Jumlah %

    1 24-27 725,9

    2 28-31 933,3

    3 32-35 622,2

    4 > 36 518,6

    Total 27 100

  • Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan rata-rataumur responden termuda 24 tahun dan yang tertua >36 tahun. Menurut Syamsianah et al (2010)berpendapat bahwa umur memiliki pengaruhterhadap pengetahuan. Sebab dengan umur yang lebihmuda memungkinkan seseorang lebih aktif danproaktif untuk mengetahui dan memahami sesuatu.7

    7Syamsianah A, et al. Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu tentang ASI dengan LamaPemberian ASI Eksklusif pada Balita Usia 6-24 Bulan di Desa Kebonagung Kec. Kebonagung Kab. Pacitan Prov.Jawa Timur. Jurnal Kesmas Indonesia. Unimus. Vol. 6 no 2. 2010.

  • Contd.

    0

    2

    4

    6

    8

    10

    12

    14

    16

    SD SMP SMA

    Pendidikan Buteki

    Jumlah

    No Pendidikan Jumlah %

    1 SD 15 53,52 SMP 9 32,13 SMA 3 14,4

    Total 27 100

  • Berdasarkan persentase pendidikan terakhir yang terbanyak adalah SD.Pendidikan merupakan salah satu faktor pengetahuan dan pemahamandalam memperoleh informasi khususnya pada buteki terhadappemberian ASI Eksklusif. Hasil penelitian Syamsianah et al (2010)menyatakan bahwa pendidikan berperan dalam aspek sosial masyarakatsehingga apabila pendidikan seseorang relatif rendah, makapengetahuannya akan kurang sedangkan orang yang pendidikannya lebihtinggi pengetahuannya akan lebih baik. Begitu juga menurutSingarimbun (1998), menyatakan bahwa pada umumnya salah satu faktorberperan dalam pengetahuan seseorang adalah tingkat pendidikan.Sehingga dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan semakin baikpengetahuannya, karena dengan pendidikan yang lebih tinggi seseorangakan lebih mudah dalam menerima hal-hal baru yang berpengaruh padasikap positif. Penyampaian informasi kepada responden sangat pentingdalam menambah pengetahuannya bahwa pentingnya dalam pemberianASI Eksklusif. Kepmenkes No. 450/2004 tentang Pemberian ASI SecaraEksklusif pada Bayi di Indonesia terdiri atas lima ketetapan temasukpenetapan mengenai pemberian ASI Eksklusif juga ditetapkan bahwatenaga kesehatan agar menginformasikan kepada ibu mengenai anjuranASI Eksklusif. Pemberian informasi ini untuk mengacu pada 10 LangkahMenuju Keberhasilan Menyusui (LMKM).7,8,9

    7Syamsianah A, et al. Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu tentang ASI dengan Lama Pemberian ASI Eksklusif padaBalita Usia 6-24 Bulan di Desa Kebonagung Kec. Kebonagung Kab. Pacitan Prov. Jawa Timur. Jurnal Kesmas Indonesia. Unimus.Vol. 6 no 2. 2010.8Handarsari E, et al. Hubungan Pendidikan dan Pengetahuan Gizi Ibu dengan Tingkat Konsumsi Energi dan Protein Anak TKNurul Bahri Desa Wukur Sari Kec. Batang Kab. Batang. Jurnal Kesmas Indonesia. Unimus. Vol. 6 no 2. 2010.9Fikawati S, Syafiq A. Kajian Implementasi dan Kebijakan Air Susu Ibu Eksklusif dan Inisiasi Menyusu Dini di Indonesia.Makara, Kesehatan, Vol. 14, No. 1, Juni 2010: 17-24.

  • Contd

    0

    5

    10

    15

    20

    25

    30

    Pre Test Post Tes

    Baik

    Kurang

  • Berdasarkan hasil penelitian, tingkat pengetahuan responden sebelum dilakukanpenyuluhan berkategori baik sebesar 85,2 %. Kemudian setelah dilakukan penyuluhansebesar 100%. Hal ini berarti sebagian besar pengetahuan responden terhdap pemberianASI Eksklusif sudah dalam rata-rata kategori baik namun beberapa ada yang masihbelum tahu pentingnya pemberian ASI Eksklusif. Dan setelah diberikan penyuluhanpengetahuan responden meningkat. Pengetahuan ini akan mempunyai manfaat untukmeningkatkan sikap dan perilaku buteki kearah yang lebih baik dalam hal ini pemberianASI Eksklusif (Ancok, 1989).10

    Menurut Lawrence Green dalam Notoadmodjo (2007) bahwa sikap dan perilakumerupakan faktor pemudah atau predisposisi (predisposing factors) dan faktorpendorong (renforcing factors) yang terwujud dalam tindakan. Sikap dan perilakumempunyai 3 komponen utama yaitu:

    1. Kepercayaan atau keyakinan, ide dan konsep terhadap suatu obyek.2. Kehidupan emosional atau evaluasi emosional terhadap suatu obyek.3. Kecenderungan untuk bertindak (trend to behave).

    Ketiga komponen tersebut secara bersama-sama membentuk sikap dan perilaku yangutuh (total attitude) (Mubarak, dkk, 2007). Sikap tentang pemberian ASI eksklusifmerupakan faktoryang menentukan seseorang berperilaku untuk bersedia atau kesiapanuntuk memberikan ASI secara eksklusif.11

    10 Indrawati T. Pengaruh Umur, Tingkat Pengetahuan, dan Sikap Bidan Praktik Swasta (BPS) pada Penggunaan Partograf Acuan Maternal Neonatal dalam Pertolongan Persalinan Normaal di wilayah Dinas Kesehatan Kota Semarang. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 2, 2009.11Wenas W., et al. Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap Ibu Menyusui dengan Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tompaso Kec. Tompaso. 2012

  • ContdVariabel Mean t P

    PengetahuanPre Test 76,1

    -11,000 0,000Post Test 88,3

    Berdasarkan hasil analisis dengan paired sample t test pada tabel 5 diperolehrata-rata pengetahuan responden sebelum diberikan penyuluhan sebesar 76,1dan sesudah penyuluhan sebesar 88,3. Selain itu t hitung adalah -11,000dengan nilai probabilitas (p=0,000), oleh karena (p

  • Kesimpulan dan SaranDari hasil penelitian ini ditarik kesimpulan bahwa penyuluhansebagai upaya promosi kesehatan memberikan pengaruh dalampeningkatan pengetahuan buteki terhadap pemberian ASIEksklusif. Hasil penelitian menunjukkan sebelum melakukanpenyuluhan, sampel yang mengetahui tentang ASI Eksklusifsebanyak 23 orang (85,2%) dan masih belum mengetahuitentang ASI Eksklusif sebanyak 4 orang (14,8%). Sedangkansetelah penyuluhan, sampel yang mengetahui tentang ASIEksklusif sebanyak 27 orang (100%). Hasil penelitianmenggunakan Paired sample T test didapatkan nilai p=0,00p(
  • Terimakasih