Naskah Drama 6 Orang tema Persahabatan ARTI SAHABAT Bintang yang setia pada malam, begitu pula kesetiaan embun menemani pagi. Matahari yang tak pernah lelah terangi dunia ini. Seperti itulah persahabatan, selalu setia tanpa diminta. Saling mengerti tanpa harus memohon. Tak ada satupun orang di dunia ini yang hidup tanpa persahabatan, persahabatan adalah kisah terindah yang tak terlupakan bagi setiap insan yang pernah merasakannya. Luna, Satrya, Olive, Bondan dan Meta sedang duduk bergerombol bersama. Mereka mengobrol, bernyanyi sambil sesekali tertawa lantang, saling menjahili satu sama lain. Sungguh seperti sebuah keluarga yang harmonis. Karena merasa iri hati, Alexa yang tak mempunyai banyak teman datang untuk mengacaukan suasana. Alexa : “Idih…!! suara pas-pasan aja sok mau nyanyi! Diem aja deh mendingan,” (dengan wajah menghina) Bondan : “Eh.. suka-suka dong! Kayak suara kamu aja yang paling enak, KD kalah cempreng tuu!” Semua anak di tempat itu tertawa keras, kecuali Alexa yang rautnya berubah menjadi tak karuan. Bondan dan kawan-kawannya pun melanjutkan obrolan mereka lagi tanpa menghiraukan Alexa Alexa: (pergi meninggalkn tempat dengan wajah berlipat) Bondan : “Hmm.. sorry fren, aku balik duluan ya? Ada janji buat latihan, maklum mau ada konser amal kecil-kecilan gitu..” Meta : “Duh, sibuknya! Ya udah buruan berangkat, ati-ati!” (sambil melambai-lambaikan tangan) Olive : “Aku ke toilet dulu yah..? (buru-buru meninggalkan anak-anak yang lain) Luna : “Eh, haus nih.. minum air enak kali ya??” Satrya:“Iya juga ya. Oke kalo gitu aku beli air minum dulu ya, tunggu di sini aja sama Meta,” (berlalu pergi meninggalkan Luna dan Meta) Meta : “Na.. sebenernya beberapa bulan ini ada yang beda dari aku, aku udah nggak bisa nyembunyiin ini semua. Dan menurutku cuma kamu yang bisa jaga rahasia ini.” Luna : “Rahasia? Cerita aja, Ta.. kita kan temenan udah lama. Lagian aku udah siap kok buat jadi pendengar yang baik,” (berusaha meyakinkan Meta) Tanpa mereka sadari, Satrya berdiri di kejauhan dengan beberapa bungkus es di tangannya. Satrya melihat Luna dan Meta sedang asyik bercerita, dan mengurungkan niatnya untuk menghampiri mereka. Ia melamun. Dan saat tersadar dari lamunannya, ia menuju Meta dan Luna, dan tersentak ia terkejut mendengar ucapan Meta. Meta : “Aku.. su—ka Bondan!!” (dengan terbata-bata) Satrya : “Hah..?! Meta suka Bondan??” (berkata lirih) Kebetulan Olive juga sudah datang.Di saat itu pula pertengkaran terjadi. Luna : “Eh, kalian udah pada balik!” (sambil tersenyum dengan sapaan halus) Olive : “Ta.. serius kamu suka Bondan??” Meta : “Hmm.. ngomong apa sih, kamu..? (pura-pura tidak tahu) Olive : “Halah..!! gak usah bo’ong deh.. aku denger kok!” (dengan nada agak tinggi) Luna : “Kamu salah denger, kali?” (berusaha menengahi) Olive : “Ta, kayaknya kamu juga harus tahu! Aku suka ama Bondan udah lama banget, kamu nggak boleh gitu dong!! Kayak nggak ada yang lain aja?!” (marah-marah) Satrya : “Heh udah diem semua!!” (berusaha menandingi nada tinggi Olive dan Meta) Meta : “Oh gitu ya?! Berarti kamu tuh yang ngerebut gebetan temen sendiri, kamu aja yang naksir ama cowok laen, ngapain pake nyuruh aku??” (balik marah) Keadaan semakin parah karena tidak ada yang mau mengalah. Luna : “Udah, udah… jangan bertengkar” (berusaha melerai) Satrya : “Kita udah temenan lama, jangan sampai semua rusak cuma karena masalah sepele kayak gini!” Olive : (meninggalkan teman-temannya dan pergi menyendiri) Sialnya, orang yang sangat membenci Bondan mengetahui perkara ini. Alexa memanfaatkan keadaan ini untuk menghancurkan persahabatan mereka berlima. Olive : ( termenung, sendiri, dan terdiam) Alexa : “Ehm.. kok cemberut sih?? Ada masalah ya?” (berusaha menarik simpati Olive) Olive : “Katanya sahabat, masak harus naksir cowok yang sama?! Bete banget, kan??” (berkata dengan nada ketus) Alexa : “Sabar aja deh. Mending sementara nggak usah temenan deh sama mereka. Nanti kan jadi saingan yang nggak sehat!” (merayu) Olive : “Gitu, ya..?” Alexa : “Gini aja, mending mulai sekarang kamu gabung sama aku. Nanti aku akan bantu kamu ngalahin si Meta itu!” Olive : “Emang boleh..??” Alexa : “Ya boleh, lah!!” Olive hanya tersenyum, entah benar atau tidak keputusannya ini, dia tidak begitu peduli saat itu. Keesokan harinya.. Satrya menceritakan semua yang terjadi kemarin antara Meta dan Olive. Sekejap terkejutlah Bondan mendengar semua itu. Satrya : “Menurutku kamu hrus cepet bikin keputusan. Kasih kepastian buat mereka berdua. Aku nggak mau mereka bertengkar terlalu lama.” Bondan : “Oke, oke..! aku bakal berusaha jelasin semuanya biar mereka nggak bertengkar sia-sia,” Bondan pun berusaha menemui Meta dan Olive hari itu juga. Namun sayang, hanya Meta yang mau menerima keputusan Bondan, sedangkan Olive lebih memilih menghindarinya. Bondan : “Ta, Satrya udah nyeritain semua ke aku tentang yang kemarin. Bener kamu suka aku..?” (berusaha memastikan) Meta : “Satrya nggak bohong kok soal yang kemarin itu!” Bondan : “Gini, Ta. Sebelumnya aku minta maaf. Soalnya gara-gara aku kamu jadi tengkar ama Olive. Bukannya apa-apa, tapi buat waktu dekat ini aku lagi nggak pengen mikirin cewek. Aku masih mau serius di dunia musikku,” (menerangkan dengan bijaksana) Meta : “Oke. Aku ngerti kok” Olive, Alexa: (berjalan melewati Bondan dan Meta, namun bersikap tak acuh dan sama sekali tak peduli) Bondan : “Olive?” Olive : (berjalan terus tanpa henti) Hari ini pun Satrya akan mengunjungi rumah Luna. Dan di perjalanannya menuju rumah Luna, ia melihat bondan tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Sepertinya ia menjadi korban tabrak lari. Cepat-cepat Satrya membawa bondanke Rumah Sakit. Sesampainya di Rumah Sakit… Satrya : “Halo, Luna? Bondan ada di RS. Dia habis ketabrak kendaraan, cepetan kamu ke Rumah Sakit—mm, Cempaka Husada,” (langsung berbicara begitu suara di seberang telepon menjawab) Luna : “Hah, sekarang keadaannya gimana?!” (panik) Satrya : “Udah tenang aja, yang penting kamu sekarang cepetan ke sini! Jangan lupa bilanginsma yang lain!” Dan tak lama kemudian Luna datang, sambil berlari tergesa-gesa. Luna : “Ya ampun…. bondan!!” (begitu melihat bondan) Satrya : “Dokter udah periksa dia, katanya luka di kepalanya itu nggak terlalu parah, kok,” (berusaha menenangkn Luna) Luna : “Syukur deh kalo gitu..” (mendesah lega) Satrya hendak berjalan ke ruang rawat. Saat ia berjalan, tiba-tiba bahunya tertabrak dengan bahu seseorang. Betapa kagetnya Satrya saat melihat ternyata bahu yang ia tabrak adalah bahu Olive. Olive : “Aduuh…!” (sambil memegangi bahunya) Satrya : “Oh, maaf, maaf.. Nggak sengaja, lagi buru-buru,” Olive : “Iya, iya. Nggak apa-apa kok,” Satrya : “.. lho? Olive?? Ngapain kamu di sini..?” Olive : “Eh, Satrya.. Iya, aku habis nganterin Mama check up, tapi aku ada perlu, jadi Mamaku pulang duluan. Terus.. kamu sendiri nagapain di sini?” Satrya : “Ini, bondan tertabrak, sekarang lagi dirawat di kamar 555. Ini aku lagi nungguin  Meta dateng,” Olive : “Oh…” Satrya : “Kamu masih marah sama Meta? Sama kita juga?” Olive : “Ngg… nggak sih. Agak sebel aja. Emang kenapa?” Satrya : “Liv, aku cuma mau beritau, Alexa itu bukan orang yang baik. Dia manfaatin keadaan kita yang lagi  retak ini dengan menghasut kamu. Inget Liv, kita udah lama sahabatan.” Olive : “Tapi si Meta itu lho..” (memasang wajah kecut) Satrya : “Bondan udah jelasin ke Meta dan Meta ngerti, kok. Masa kamu nggak bisa ngerti??” Olive : “Mmmh.. gimana ya?? Iya sih, aku liat Alexa itu nggak baik. Mm..” Olive :”.. mungkin aku pikir aku minta maaf aja ya ama Meta…?” Satrya : “Naah, gitu dong! Ya udah, kamu ikut aku aja ke kamarnya bondan. Nanti kita tunggu Meta dateng” Kemudian, Satrya telah kembali darikantin, bersamaan dengan yang baru datang. Tak lama kemudian, Olive mengetuk pintu.. Olive : “Ehm.. aku boleh masuk, kan?” (sedikit ragu) Bondan : “Boleh kok Olive” Olive : “Sebenernya.. selain mau jenguk Bondan, aku dateng juga untuk minta maaf atas semua kesalahanku sama kalian selama ini. Kalian mau, kan, maafin aku..?” Meta : Aku juga minta maaf, soalnya udah ngomong kasar ke kamu. Maafin aku juga, ya?” Bondan : “Nah, kalau gini kan lebih enak, ya kan, Fren??” Satrya : “Aku juga seneng kalo kita semua akur lagi kayak dulu,” (sambil tersenyum) Luna : “Makanya, laen kali kalo mau naksir cowok nggak usah pake acara kompakan..!” Semua : (tertawa bersama-sama) Sesaat kemudian, handphone Olive berdering nyaring, mengejutkan semua orang… Terkejutlah semua orang dalam ruangan itu saat mendengar berita bahwa Alexa mengalami kecelakaan! Meta : “Lho kok..?!” Bondan : “Terus keadaannya gimana sekarang..?” Satrya : “di rumah sakit mana?” Luna : “Parah apa nggak?” Olive : (hanya diam mendengarkan semua pertanyaan itu) Satrya : “Gini aja. Sekarang biar Olive ceritain semua yang dia tahu tentang keadaan Alexa sekarang,” Olive hanya diam. Dia masih shock dengan banjir pertanyaan barusan. Olive : “Hmm.. jadi gini, sekitar satu jam yang lalu Lexa ceritanya mau ke sini. Dan tadi berita dari rumah sakit bilang kalo Lexa ditemuin jatuh di perempatan deket sini. Katanya keadaannya cukup kritis sih,” Meta : “Rumah Sakit mana?” Olive : “Emm, Cempaka apaa gitu, lupa aku—” Bondan : “Cempaka Husada,liv?” Olive  : “Nah itu! Bener!” Bondan : “Ya ampun liv, itu kan Rumah Sakit ini! Ayo ayo kita tanya ruangan mana!” Olive : “Ya udah, sekarang kita bareng-bareng buruan cari. “ Dan tak lama kemudian mereka semua tiba di ruangan tempat Alexa dirawat. Olive : “Lexa… kamu nggak apa-apa kan?” Alexa : “Aku udah agak mendingan kok.. makasih ya kalian semua udah mau jenguk aku..” Meta : “Ya.. walaupun kita masih agak kesel ama kamu,” (sedikit ketus) Bondan : “Udahlah.. yang kemaren nggak usah diungkit-ungkit lagi!” Alexa : “Hhm, aku minta maaf yah, selama ini aku banyak banget salah ama kalian. Mau kan, maafin aku??” Meta : “Iya, kita mau kok maafin kamu! Tapi ada syaratnya, lho!” Alexa : “Apa syaratnya?” Meta : “Kalo kamu udah sembuh nanti, traktir kita semua makan!!” (sambil tersenyum-senyum) Semua : (tertawa bersama-sama) Tak ada satupun manusia di dunia ini yang sempurna. Mereka semua tak pernah luput dari kesalahan. Oleh karna itu meminta maaflah jika merasa bersalah. Dan maafkanlah bila ada yang bersalah. Semua akan indah jika kita saling memaafkan satu sama lain. Selesai CERITA LEGENDA RAKYAT : “SANGKURIANG” Pada jaman dahulu, tersebutlah kisah seorang puteri raja di Jawa Barat bernama Dayang Sumbi.Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu. Ia berburu dengan ditemani oleh Tumang, anjing kesayangan istana. Sangkuriang tidak tahu, bahwa anjing itu adalah titisan dewa dan juga bapaknya. Pada suatu hari Tumang tidak mau mengikuti perintahnya untuk mengejar hewan buruan. Maka anjing tersebut diusirnya ke dalam hutan. Ketika kembali ke istana, Sangkuriang menceritakan kejadian itu pada ibunya. Bukan main marahnya Dayang Sumbi begitu mendengar cerita itu. Tanpa sengaja ia memukul kepala Sangkuriang dengan sendok nasi yang dipegangnya. Sangkuriang terluka. Ia sangat kecewa dan pergi mengembaraSetelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali dirinya. Ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa. Pada suatu ketika, para dewa memberinya sebuah hadiah. Ia akan selamanya muda dan memiliki kecantikan abadi. Setelah bertahun-tahun mengembara, Sangkuriang akhirnya berniat untuk kembali ke tanah airnya. Sesampainya disana, kerajaan itu sudah berubah total. Disana dijumpainya seorang gadis jelita, yang tak lain adalah Dayang Sumbi. Terpesona oleh kecantikan wanita tersebut maka, Sangkuriang melamarnya. Oleh karena pemuda itu sangat tampan, Dayang Sumbi pun sangat terpesona padanya. Pada suatu hari Sangkuriang minta pamit untuk berburu. Ia minta tolong Dayang Sumbi untuk merapikan ikat kepalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi demi melihat bekas luka di kepala calon suaminya. Luka itu persis seperti luka anaknya yang telah pergi merantau. Setelah lama diperhatikannya, ternyata wajah pemuda itu sangat mirip dengan wajah anaknya. Ia menjadi sangat ketakutan. Maka kemudian ia mencari daya upaya untuk menggagalkan proses peminangan itu. Ia mengajukan dua buah syarat. Pertama, ia meminta pemuda itu untuk membendung sungai Citarum. Dan kedua, ia minta Sangkuriang untuk membuat sebuah sampan besar untuk menyeberang sungai itu. Kedua syarat itu harus sudah dipenuhi sebelum fajar menyingsing. Malam itu Sangkuriang melakukan tapa. Dengan kesaktiannya ia mengerahkan mahluk-mahluk gaib untuk membantu menyelesaikan pekerjaan itu. Dayang Sumbi pun diam-diam mengintip pekerjaan tersebut. Begitu pekerjaan itu hampir selesai, Dayang Sumbi memerintahkan pasukannya untuk menggelar kain sutra merah di sebelah timur kota. Ketika menyaksikan warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira hari sudah menjelang pagi. Ia pun menghentikan pekerjaannya. Ia sangat marah oleh karena itu berarti ia tidak dapat memenuhi syarat yang diminta Dayang Sumbi. Dengan kekuatannya, ia menjebol bendungan yang dibuatnya. Terjadilah banjir besar melanda seluruh kota. Ia pun kemudian menendang sampan besar yang dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh menjadi sebuah gunung yang bernama “Tangkuban Perahu.”
Please download to view
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
...

Naskah Drama 6 Orang Tema Persahabatan

by ellakarolina

on

Report

Category:

Documents

Download: 0

Comment: 0

81

views

Comments

Description

Download Naskah Drama 6 Orang Tema Persahabatan

Transcript

Naskah Drama 6 Orang tema Persahabatan ARTI SAHABAT Bintang yang setia pada malam, begitu pula kesetiaan embun menemani pagi. Matahari yang tak pernah lelah terangi dunia ini. Seperti itulah persahabatan, selalu setia tanpa diminta. Saling mengerti tanpa harus memohon. Tak ada satupun orang di dunia ini yang hidup tanpa persahabatan, persahabatan adalah kisah terindah yang tak terlupakan bagi setiap insan yang pernah merasakannya. Luna, Satrya, Olive, Bondan dan Meta sedang duduk bergerombol bersama. Mereka mengobrol, bernyanyi sambil sesekali tertawa lantang, saling menjahili satu sama lain. Sungguh seperti sebuah keluarga yang harmonis. Karena merasa iri hati, Alexa yang tak mempunyai banyak teman datang untuk mengacaukan suasana. Alexa : “Idih…!! suara pas-pasan aja sok mau nyanyi! Diem aja deh mendingan,” (dengan wajah menghina) Bondan : “Eh.. suka-suka dong! Kayak suara kamu aja yang paling enak, KD kalah cempreng tuu!” Semua anak di tempat itu tertawa keras, kecuali Alexa yang rautnya berubah menjadi tak karuan. Bondan dan kawan-kawannya pun melanjutkan obrolan mereka lagi tanpa menghiraukan Alexa Alexa: (pergi meninggalkn tempat dengan wajah berlipat) Bondan : “Hmm.. sorry fren, aku balik duluan ya? Ada janji buat latihan, maklum mau ada konser amal kecil-kecilan gitu..” Meta : “Duh, sibuknya! Ya udah buruan berangkat, ati-ati!” (sambil melambai-lambaikan tangan) Olive : “Aku ke toilet dulu yah..? (buru-buru meninggalkan anak-anak yang lain) Luna : “Eh, haus nih.. minum air enak kali ya??” Satrya:“Iya juga ya. Oke kalo gitu aku beli air minum dulu ya, tunggu di sini aja sama Meta,” (berlalu pergi meninggalkan Luna dan Meta) Meta : “Na.. sebenernya beberapa bulan ini ada yang beda dari aku, aku udah nggak bisa nyembunyiin ini semua. Dan menurutku cuma kamu yang bisa jaga rahasia ini.” Luna : “Rahasia? Cerita aja, Ta.. kita kan temenan udah lama. Lagian aku udah siap kok buat jadi pendengar yang baik,” (berusaha meyakinkan Meta) Tanpa mereka sadari, Satrya berdiri di kejauhan dengan beberapa bungkus es di tangannya. Satrya melihat Luna dan Meta sedang asyik bercerita, dan mengurungkan niatnya untuk menghampiri mereka. Ia melamun. Dan saat tersadar dari lamunannya, ia menuju Meta dan Luna, dan tersentak ia terkejut mendengar ucapan Meta. Meta : “Aku.. su—ka Bondan!!” (dengan terbata-bata) Satrya : “Hah..?! Meta suka Bondan??” (berkata lirih) Kebetulan Olive juga sudah datang.Di saat itu pula pertengkaran terjadi. Luna : “Eh, kalian udah pada balik!” (sambil tersenyum dengan sapaan halus) Olive : “Ta.. serius kamu suka Bondan??” Meta : “Hmm.. ngomong apa sih, kamu..? (pura-pura tidak tahu) Olive : “Halah..!! gak usah bo’ong deh.. aku denger kok!” (dengan nada agak tinggi) Luna : “Kamu salah denger, kali?” (berusaha menengahi) Olive : “Ta, kayaknya kamu juga harus tahu! Aku suka ama Bondan udah lama banget, kamu nggak boleh gitu dong!! Kayak nggak ada yang lain aja?!” (marah-marah) Satrya : “Heh udah diem semua!!” (berusaha menandingi nada tinggi Olive dan Meta) Meta : “Oh gitu ya?! Berarti kamu tuh yang ngerebut gebetan temen sendiri, kamu aja yang naksir ama cowok laen, ngapain pake nyuruh aku??” (balik marah) Keadaan semakin parah karena tidak ada yang mau mengalah. Luna : “Udah, udah… jangan bertengkar” (berusaha melerai) Satrya : “Kita udah temenan lama, jangan sampai semua rusak cuma karena masalah sepele kayak gini!” Olive : (meninggalkan teman-temannya dan pergi menyendiri) Sialnya, orang yang sangat membenci Bondan mengetahui perkara ini. Alexa memanfaatkan keadaan ini untuk menghancurkan persahabatan mereka berlima. Olive : ( termenung, sendiri, dan terdiam) Alexa : “Ehm.. kok cemberut sih?? Ada masalah ya?” (berusaha menarik simpati Olive) Olive : “Katanya sahabat, masak harus naksir cowok yang sama?! Bete banget, kan??” (berkata dengan nada ketus) Alexa : “Sabar aja deh. Mending sementara nggak usah temenan deh sama mereka. Nanti kan jadi saingan yang nggak sehat!” (merayu) Olive : “Gitu, ya..?” Alexa : “Gini aja, mending mulai sekarang kamu gabung sama aku. Nanti aku akan bantu kamu ngalahin si Meta itu!” Olive : “Emang boleh..??” Alexa : “Ya boleh, lah!!” Olive hanya tersenyum, entah benar atau tidak keputusannya ini, dia tidak begitu peduli saat itu. Keesokan harinya.. Satrya menceritakan semua yang terjadi kemarin antara Meta dan Olive. Sekejap terkejutlah Bondan mendengar semua itu. Satrya : “Menurutku kamu hrus cepet bikin keputusan. Kasih kepastian buat mereka berdua. Aku nggak mau mereka bertengkar terlalu lama.” Bondan : “Oke, oke..! aku bakal berusaha jelasin semuanya biar mereka nggak bertengkar sia-sia,” Bondan pun berusaha menemui Meta dan Olive hari itu juga. Namun sayang, hanya Meta yang mau menerima keputusan Bondan, sedangkan Olive lebih memilih menghindarinya. Bondan : “Ta, Satrya udah nyeritain semua ke aku tentang yang kemarin. Bener kamu suka aku..?” (berusaha memastikan) Meta : “Satrya nggak bohong kok soal yang kemarin itu!” Bondan : “Gini, Ta. Sebelumnya aku minta maaf. Soalnya gara-gara aku kamu jadi tengkar ama Olive. Bukannya apa-apa, tapi buat waktu dekat ini aku lagi nggak pengen mikirin cewek. Aku masih mau serius di dunia musikku,” (menerangkan dengan bijaksana) Meta : “Oke. Aku ngerti kok” Olive, Alexa: (berjalan melewati Bondan dan Meta, namun bersikap tak acuh dan sama sekali tak peduli) Bondan : “Olive?” Olive : (berjalan terus tanpa henti) Hari ini pun Satrya akan mengunjungi rumah Luna. Dan di perjalanannya menuju rumah Luna, ia melihat bondan tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Sepertinya ia menjadi korban tabrak lari. Cepat-cepat Satrya membawa bondanke Rumah Sakit. Sesampainya di Rumah Sakit… Satrya : “Halo, Luna? Bondan ada di RS. Dia habis ketabrak kendaraan, cepetan kamu ke Rumah Sakit—mm, Cempaka Husada,” (langsung berbicara begitu suara di seberang telepon menjawab) Luna : “Hah, sekarang keadaannya gimana?!” (panik) Satrya : “Udah tenang aja, yang penting kamu sekarang cepetan ke sini! Jangan lupa bilanginsma yang lain!” Dan tak lama kemudian Luna datang, sambil berlari tergesa-gesa. Luna : “Ya ampun…. bondan!!” (begitu melihat bondan) Satrya : “Dokter udah periksa dia, katanya luka di kepalanya itu nggak terlalu parah, kok,” (berusaha menenangkn Luna) Luna : “Syukur deh kalo gitu..” (mendesah lega) Satrya hendak berjalan ke ruang rawat. Saat ia berjalan, tiba-tiba bahunya tertabrak dengan bahu seseorang. Betapa kagetnya Satrya saat melihat ternyata bahu yang ia tabrak adalah bahu Olive. Olive : “Aduuh…!” (sambil memegangi bahunya) Satrya : “Oh, maaf, maaf.. Nggak sengaja, lagi buru-buru,” Olive : “Iya, iya. Nggak apa-apa kok,” Satrya : “.. lho? Olive?? Ngapain kamu di sini..?” Olive : “Eh, Satrya.. Iya, aku habis nganterin Mama check up, tapi aku ada perlu, jadi Mamaku pulang duluan. Terus.. kamu sendiri nagapain di sini?” Satrya : “Ini, bondan tertabrak, sekarang lagi dirawat di kamar 555. Ini aku lagi nungguin  Meta dateng,” Olive : “Oh…” Satrya : “Kamu masih marah sama Meta? Sama kita juga?” Olive : “Ngg… nggak sih. Agak sebel aja. Emang kenapa?” Satrya : “Liv, aku cuma mau beritau, Alexa itu bukan orang yang baik. Dia manfaatin keadaan kita yang lagi  retak ini dengan menghasut kamu. Inget Liv, kita udah lama sahabatan.” Olive : “Tapi si Meta itu lho..” (memasang wajah kecut) Satrya : “Bondan udah jelasin ke Meta dan Meta ngerti, kok. Masa kamu nggak bisa ngerti??” Olive : “Mmmh.. gimana ya?? Iya sih, aku liat Alexa itu nggak baik. Mm..” Olive :”.. mungkin aku pikir aku minta maaf aja ya ama Meta…?” Satrya : “Naah, gitu dong! Ya udah, kamu ikut aku aja ke kamarnya bondan. Nanti kita tunggu Meta dateng” Kemudian, Satrya telah kembali darikantin, bersamaan dengan yang baru datang. Tak lama kemudian, Olive mengetuk pintu.. Olive : “Ehm.. aku boleh masuk, kan?” (sedikit ragu) Bondan : “Boleh kok Olive” Olive : “Sebenernya.. selain mau jenguk Bondan, aku dateng juga untuk minta maaf atas semua kesalahanku sama kalian selama ini. Kalian mau, kan, maafin aku..?” Meta : Aku juga minta maaf, soalnya udah ngomong kasar ke kamu. Maafin aku juga, ya?” Bondan : “Nah, kalau gini kan lebih enak, ya kan, Fren??” Satrya : “Aku juga seneng kalo kita semua akur lagi kayak dulu,” (sambil tersenyum) Luna : “Makanya, laen kali kalo mau naksir cowok nggak usah pake acara kompakan..!” Semua : (tertawa bersama-sama) Sesaat kemudian, handphone Olive berdering nyaring, mengejutkan semua orang… Terkejutlah semua orang dalam ruangan itu saat mendengar berita bahwa Alexa mengalami kecelakaan! Meta : “Lho kok..?!” Bondan : “Terus keadaannya gimana sekarang..?” Satrya : “di rumah sakit mana?” Luna : “Parah apa nggak?” Olive : (hanya diam mendengarkan semua pertanyaan itu) Satrya : “Gini aja. Sekarang biar Olive ceritain semua yang dia tahu tentang keadaan Alexa sekarang,” Olive hanya diam. Dia masih shock dengan banjir pertanyaan barusan. Olive : “Hmm.. jadi gini, sekitar satu jam yang lalu Lexa ceritanya mau ke sini. Dan tadi berita dari rumah sakit bilang kalo Lexa ditemuin jatuh di perempatan deket sini. Katanya keadaannya cukup kritis sih,” Meta : “Rumah Sakit mana?” Olive : “Emm, Cempaka apaa gitu, lupa aku—” Bondan : “Cempaka Husada,liv?” Olive  : “Nah itu! Bener!” Bondan : “Ya ampun liv, itu kan Rumah Sakit ini! Ayo ayo kita tanya ruangan mana!” Olive : “Ya udah, sekarang kita bareng-bareng buruan cari. “ Dan tak lama kemudian mereka semua tiba di ruangan tempat Alexa dirawat. Olive : “Lexa… kamu nggak apa-apa kan?” Alexa : “Aku udah agak mendingan kok.. makasih ya kalian semua udah mau jenguk aku..” Meta : “Ya.. walaupun kita masih agak kesel ama kamu,” (sedikit ketus) Bondan : “Udahlah.. yang kemaren nggak usah diungkit-ungkit lagi!” Alexa : “Hhm, aku minta maaf yah, selama ini aku banyak banget salah ama kalian. Mau kan, maafin aku??” Meta : “Iya, kita mau kok maafin kamu! Tapi ada syaratnya, lho!” Alexa : “Apa syaratnya?” Meta : “Kalo kamu udah sembuh nanti, traktir kita semua makan!!” (sambil tersenyum-senyum) Semua : (tertawa bersama-sama) Tak ada satupun manusia di dunia ini yang sempurna. Mereka semua tak pernah luput dari kesalahan. Oleh karna itu meminta maaflah jika merasa bersalah. Dan maafkanlah bila ada yang bersalah. Semua akan indah jika kita saling memaafkan satu sama lain. Selesai CERITA LEGENDA RAKYAT : “SANGKURIANG” Pada jaman dahulu, tersebutlah kisah seorang puteri raja di Jawa Barat bernama Dayang Sumbi.Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu. Ia berburu dengan ditemani oleh Tumang, anjing kesayangan istana. Sangkuriang tidak tahu, bahwa anjing itu adalah titisan dewa dan juga bapaknya. Pada suatu hari Tumang tidak mau mengikuti perintahnya untuk mengejar hewan buruan. Maka anjing tersebut diusirnya ke dalam hutan. Ketika kembali ke istana, Sangkuriang menceritakan kejadian itu pada ibunya. Bukan main marahnya Dayang Sumbi begitu mendengar cerita itu. Tanpa sengaja ia memukul kepala Sangkuriang dengan sendok nasi yang dipegangnya. Sangkuriang terluka. Ia sangat kecewa dan pergi mengembaraSetelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali dirinya. Ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa. Pada suatu ketika, para dewa memberinya sebuah hadiah. Ia akan selamanya muda dan memiliki kecantikan abadi. Setelah bertahun-tahun mengembara, Sangkuriang akhirnya berniat untuk kembali ke tanah airnya. Sesampainya disana, kerajaan itu sudah berubah total. Disana dijumpainya seorang gadis jelita, yang tak lain adalah Dayang Sumbi. Terpesona oleh kecantikan wanita tersebut maka, Sangkuriang melamarnya. Oleh karena pemuda itu sangat tampan, Dayang Sumbi pun sangat terpesona padanya. Pada suatu hari Sangkuriang minta pamit untuk berburu. Ia minta tolong Dayang Sumbi untuk merapikan ikat kepalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi demi melihat bekas luka di kepala calon suaminya. Luka itu persis seperti luka anaknya yang telah pergi merantau. Setelah lama diperhatikannya, ternyata wajah pemuda itu sangat mirip dengan wajah anaknya. Ia menjadi sangat ketakutan. Maka kemudian ia mencari daya upaya untuk menggagalkan proses peminangan itu. Ia mengajukan dua buah syarat. Pertama, ia meminta pemuda itu untuk membendung sungai Citarum. Dan kedua, ia minta Sangkuriang untuk membuat sebuah sampan besar untuk menyeberang sungai itu. Kedua syarat itu harus sudah dipenuhi sebelum fajar menyingsing. Malam itu Sangkuriang melakukan tapa. Dengan kesaktiannya ia mengerahkan mahluk-mahluk gaib untuk membantu menyelesaikan pekerjaan itu. Dayang Sumbi pun diam-diam mengintip pekerjaan tersebut. Begitu pekerjaan itu hampir selesai, Dayang Sumbi memerintahkan pasukannya untuk menggelar kain sutra merah di sebelah timur kota. Ketika menyaksikan warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira hari sudah menjelang pagi. Ia pun menghentikan pekerjaannya. Ia sangat marah oleh karena itu berarti ia tidak dapat memenuhi syarat yang diminta Dayang Sumbi. Dengan kekuatannya, ia menjebol bendungan yang dibuatnya. Terjadilah banjir besar melanda seluruh kota. Ia pun kemudian menendang sampan besar yang dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh menjadi sebuah gunung yang bernama “Tangkuban Perahu.”
Fly UP