Modul 1 Interpersonal Soft Skill (Pemahaman soft skill).doc

  • Published on
    30-Dec-2015

  • View
    86

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pemahaman mengenai Soft Skill

Transcript

3

MODUL

INTERPERSONAL SKILLDra. Yoyoh Hereyah M.Si

POKOK BAHASAN :

PEMAHAMAN SOFT SKILLDESKRIPSI :

Modul ini membahas tentang pemahaman soft skill dan pemgembangannya diperguruan tinggi TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM :

Setelah mempelajari modul ini mahasiswa dapat memahami pentingya pengembangan soft skills di perguruan tinggi dan memahami pentingnya mempelajari soft skill dan hard skill bagi mahasiswa

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS :

Setelah mempelajari pokok bahasan dalam pertemuan ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan perbedaan soft skill dan hard skills dan berbagai penggunaan keduanya dalam kehidupan dunia kampus dan dunia kerja serta kehidupan sehari-hari.

DAFTAR BACAAN

Ubaedy An, Interpersonal Skill : bagaimana anda membangun, mempertahankan, dan mengatasi konflik hubungan, 2008

Winarti Euis, Pengembangan kepribadian, Graha Ilmu, 200Pengembangan Soft Skill di Perguruan TinggiKetatnya persaingan dibursa kerja menuntut seorang calon pekerja memiliki kompetensi-kopetensi khusus agar sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa adalah calon pekerja yang akan bersaing dalam dunia kerja, dituntut untuk memiliki kompetensi khusus yang diinginkan oleh dunia kerja. Kompetensi khusus tersebut di antaranya adalah kemampuan bekerja dalam tekanan, mampu bekerjasama dalam tim, bertanggung jawab serta kemampuan lainnya yang sifatnya lebih kearah kemampuan soft skill.

Mengantisipasi hal yang seperti itu perguruan tinggi pun dituntut untuk mempersiapkan lulusannya memiliki kemampuan sebagaimana yang diinginkan oleh dunia kerja, agar alumni dari suatu perguruan tinggi dapat bersaing dengan alumni perguruan tinggi lainnya.Mengapa pemahaman soft skill perlu diberikan kepada para mahasiswa saat ini, berdasarkan beberapa survey yang dilakukan, ada kesenjangan yang terjadi antara yang dibutuhkan di bursa kerja dan kenyataan hasil lulusan perguruan tinggi. Banyak para fresh graduate perguruan tinggi yang tidak tahan banting saat memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.

Kenyataan di Lapangan

Salah satu permasalahan klasik yang sering terdengar adalah keluhan bahwa lulusan perguruan tinggi ternyata tidak memenuhi kualifikasi yang diharapkan oleh dunia pekerjaan. Keluhannya adalah bahwa lulusan perguruan tinggi umumya memiliki karakteristik sebagai berikut :kurang tangguh, tidak jujur, cepat bosan, tidak bisa bekerja teamwork, minim kemampuan berkomunikasi lisan dan menulis laporan dengan baik. Selain itu keluhan yang juga sering muncul dari para pelaku dunia kerja adalah ungkapan-ungkapan sebagai berikut : pintar sih pintar tapi kok gak bisa bekerja sama dengan orang lain atau jago sih bikin konsep, namun sayangnya tidak bisa meyakinkan ide hebat itu pada orang lain, atau baru teken kontrak 1 tahun tapi sudah mundur, kurang tahan banting,

Lulusan kurang tahan banting

Kurang cakap bernegosiasi

Muntaber

Diare

Kurang percaya diri

Tidak bisa menjual diri

Kenyataan di Perguruan Tinggi

Dalam hal ini ada kecenderungan bahwa apa yang diberikan di bangku kuliah tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan di lapangan kerja. Dan gap itu adalah softskill. Kemampuan nonteknis yang tidak terlihat wujudnya (intangible) namun sangat diperlukan itulah prinsipnya yang disebut dengan softskill. Menurut penelitian di Eropa, kesuksesan seseorang di dunia kerja 80% ditentukan oleh kemampuan softskill dan 20% kemampuan hardskill.

PERGURUAN TINGGI vs DUNIA KERJA

PT: lulusan yang high competence adalah lulusan dengan IPK tinggi dan lulus dalam waktu yang cepat

Dunia usaha: high competence yaitu mereka yang memiliki kemampuan dalam aspek teknis dan non teknis

Upaya peningkatan softskill adalah sesuatu yang sangat penting. Hanya saja bagaimana strategi agar softskill ini menjadi bagian dari aktivitas kampus atau perkuliahan. Dalam hal ini menurut Patrick S. OBrien dalam bukunya Making College Count, soft skill dalam masa perkuliahan dapat dikategorikan ke dalam 7 area yang disebut Winning Characteristics, yaitu: communication skills, organizational skills, leadership, logic, effort, group skills, dan ethics, Kesertaan dalam organisasi, pelatihan dan seminar, Pkl, KKN, Program DIKTI, Hidden curriculum. Metode pembelajaran : tercapainya kompetensi, penugasan, berpikir analitis, unjuk kerja, presentasi.

Pemahaman mengenai Kompetensi Kecakapan Dasar Manusia adalah kombinasi dari pengetahuan dan ketrampilan, atau keahlian yang diperlukan untuk mengerjakan suatu tugas. Kompetensi( Derrick Casey dalam Method and Procedure for Developing Competency Standard). Kecakapan dasar manusia merupakan kombinasi dari pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill) dan sikap( attitude) yang diperlukan untuk dapat melaksanakan suatu tugas. Tiga Kecakapan Dasar Kurt Singer : Kecakapan negosiasi Kecakapan mengelola konflik Kecakapan menyantuni pluralisme Manusia juga memerlukan Kepribadian Yang dapat dicapai melalui 3 C yaitu: Conscience (nurani), Compassion (kepedulian sosial), Competence (kecakapan )Kecakapan Dasar Manusia di Indonesia menurut Standard Kompetensi Kerja Nasional, merujuk dari pengertian Casey; kompetensi sebagai kemampuan kerja setiap individu, mencakup pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill) dan sikap (attitude) kerja minimal yang harus dimiliki untuk dapat melaksanakan pekerjaan atau jabatan tertentu.Kompetensi dari Ki Hajar Dewantara , agar manusia dapat hidup perlu mempunyai kecakapan dasar, memiliki pengetahuan (knowledge ), ketrampilan (skill) yang dapat dipelajari dengan otak, sikap (attitude ) yang arif, rendah hati dan manusiawi.Menurut Visi pendidikan UNESCO ( United Nations forEducation,Science and Culture Organization ), kecakapan dasar tersebut meliputi : Belajar mengetahui atau memahami (learning to know ), Belajar untuk mengerjakan sesuatu, ( learning to do ), Belajar untuk menjadi diri sendiri, ( learning to be ), Belajar hidup bersama atau bermasyarakat, ( learning to live together ). 7 Kebiasaan untuk mengembangkan PotensiDiri ( Stephen R. Covey ) 1. Jadi proaktif 2. Merujuk pada tujuan akhir 3. Dahulukan yang utama 4. Paradigma saling ketergantungan 5. Berusaha mengerti terlebih dahulu 6. Wujudkan sinergi/kerjasama 7. Asah kemampuan terus - menerus Kompetensi yang disebutkan di atas yang teraktualisasi dalam soft skill diharapkan dapat dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi saat kelak mereka memasuki bursa kerja dilapangan. Selayaknya perguruan tinggi mempersiapkan kompetensi dan kemampuan yang menunjang kemampuan dan daya saing mereka di dunia kerja.Pengertian Soft SkillSecara garis besar soft skill bisa digolongkan ke dalam dua kategori : intrapersonal dan interpersonal skill. Intrapersonal skill mencakup : self awareness (self confident, self assessment, trait & preference, emotional awareness) dan self skill ( improvement, self control, trust, worthiness, time/source management, proactivity, conscience). Sedangkan interpersonal skill mencakup social awareness (political awareness, developing others, leveraging diversity, service orientation, empathy dan social skill (leadership,influence, communication, conflict management, cooperation, team work, synergy)

Wikipedia memaparkan bahwa soft skills merupakan istilah sosiologis yang merujuk pada sekumpulan karakteristik kepribadian, daya tarik sosial, kemampuan berbahasa, kebiasaan pribadi, kepekaan/kepedulian, serta optimisme. Soft skills ini melengkapi hard skills- yang bisa dikatakan juga sebagai persyaratan teknis dari suatu pekerjaan. Soft skills tersebut mencakup (a) kualitas pribadi - misalnya tanggung jawab, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, manajemen (pengendalian) diri, dan integritas atau kejujuran; dan (b) ketrampilan interpersonal, misalnya berpartisipasi sebagai anggota kelompok, mengajar (berbagi pengetahuan) ke orang lain, melayani pelanggan, kepemimpinan, kemampuan negosiasi, dan bisa bekerja dalam keragaman coba mengulas sedikit tentang pengertian soft skills itu sendiri. Soft skills pada dasarnya merupakan ketrampilan personal- yaitu ketrampilan khusus yang bersifat non-teknis, tidak berwujud, dan kepribadian yang menentukan kekuatan seseorang sebagai pemimpin, pendengar (yang baik), negosiator, dan mediator konflik. Sedangkan Hard skill bersifat teknis dan biasanya sekedar tertulis pada bio data atau CV seseorang yang mencakup pendidikan, pengalaman, dan tingkat keahlian (teknis). Soft Skills bisa juga dikatakan sebagai ketrampilan interpersonal seperti kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dalam sebuah kelompok Soft Skill adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri yang mampu mengembangkan unjuk kerja secara maksimal.Pengembangan soft skill di perguruan tinggi . berdasarkan hasil jajak pendapat, kompetensi yang diperlukan dunia kerja ada 2 aspek yaitu : aspek teknis dan non teknis. Aspek teknis berhub dengan ltr blk keahlian atau kebutuhan yg diperlukan di dunia kerja. Aspek non teknis mencakup motivasi, adaptasi, komunikasi,kerjasama,problem solving,manajemen stress dan kepemimpinan. Aspek non teknis dilapangan

Dapat bekerjasama

Mampu menghadapi pekerjaan yang mendesak

Mampu berkomunikasi secara lisan dan tulisan

Mampu bekerja di bawah tekanan

Memiliki urgent sense of services

Mampu beradaptasi

Memiliki inisiatif dengan sikap dan integritas pada pekerjaan

Jujur inovatif dan kreatif

Mampu bekerja mandiri, sediki bimbingan

Memiliki jiwa kepemimpinan yang baik

Bertanggung jawab dan memiliki komitmen thd pekerjaan

Memiliki motivasi dan antusiasme dalam bekerja ( illah sailah)

Data survey aspek non teknis

Mau bekerja keras

Kepercayaan diri tinggi

Mempunyai visi ke depan

Bisa bekerjasama dalam tim

Memiliki kepercayaan yang matang

Mampu berpikir analitis

Mampu beradaptasi

Mampu bekerja dalam tekanan

Cakap berbahasa ingris

Mampu mengorganisir pekerjaan( tempo,2007 )

Hard skill dan soft skillHard skill yaitu penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. Seorang insinyur mesin seharusnya menguasai ilmu dan teknik permesinan. Seorang dokter harus mumpuni bidang ilmu kedokteran, seorang pemain bola harus mempunyai keterampilan teknik menggiring bola. Hard skill adalah kompetensi teknis dan akademis sesuai dengan latar belakang keilmuan yang dipelajari. Setiap profesi dituntut mempunyai hard skill yang khusus, tetapi soft skills bisa merupakan yang harus dimiliki di setiap profesi.Soft skill sendiri diartikan sebagai kemampuan diluar kemampuan teknis dan akademis, yang lebih mengutamakan kemampuan intra dan interpersonal.Contoh kemampuan soft skill dan hard skill yang harus dimiliki dalam diri seseorang. Pemain bola harus memiliki kemampuan teknis ( hard skill) dengan memiliki kemampuan berlari, menendang, berebut bola dan memiliki kemampuan soft skills seperti kemampuan bekerja sam, kemampuan mengambil keputusan dan kemampuan melakukan inisiatif dan gigih dalam melakukan sesuatu.

Pentingnya Soft Skill Bagi Mahasiswapengembangan softskills di perguruan tinggi memang harus dilakukan secara integratif dan menyeluruh. Pengembangan softskills tidak hanya sekedar memberikan pelatihan atau kursus softskills, misalnya kursus kepribadian atau teknik komunikasi saja. Sebuah perguruan tinggi idealnya mengembangkan softskill mahasiswa. Pentingnya soft skill, karena jika seseorang mempunyai karakteristik atau sifat seperti itu maka pastilah orang tersebut mempunyai daya saing yang tinggi di bursa kerja.permasalahan klasik yang sering terdengar adalah keluhan bahwa lulusan perguruan tinggi ternyata tidak memenuhi kualifikasi yang diharapkan oleh dunia pekerjaan. Keluhannya adalah bahwa lulusan perguruan tinggi umumya memiliki karakteristik sebagai berikut :kurang tangguh, tidak jujur, cepat bosan, tidak bisa bekerja teamwork, minim kemampuan berkomunikasi lisan dan menulis laporan dengan baik. Umumnya dalam setiap pekerjaan, seseorang harus memiliki empat hal yaitu : 1 pengetahuan atau keterampilan khusus atau kompetensi teknis (hard skill), termasuk di dalamnya juga pengetahuan mengenai industri atau organisasi;

2 pengalaman di suatu bidang atau sering dikenal sebagai jam terbang;

3 kompetensi perilaku atau sering juga disebut soft skill/managerial skill dan

4 kepribadian

Menurut survei dari National Association of College and Employee (NACE), USA (2002), kepada 457 pemimpin, tentang 20 kualitas penting seorang juara. Hasilnya berturut-turut adalah : kemampuan komunikasi,, kejujuran/integritas, kemampuan bekerja sama, kemampuan interpersonal, beretika, motivasi/inisiatif, kemampuan beradaptasi, daya analitik, kemampuan komputer, kemampuan berorganisasi, berorientasi pada detail, kepemimpinan, kepercayaan diri, ramah, sopan, bijaksana, indeks prestasi (IP >= 3,00), kreatif, humoris, dan,kemampuan berwirausaha.

softskill adalah sesuatu yang sangat penting. Hanya saja bagaimana strategi agar softskill ini menjadi bagian dari aktivitas kampus atau perkuliahan. Menyiapkan lulusan yang memiliki mind, heart, hand yang terintegrasi dalam memasuki dunia kerja. Atribut soft skillSoft skill adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain(termasuk dengan dirinya sendiri). Atribut soft skill dengan demikian meliputi : nilai yang dianut, motivasi, perilaku, kebiasaan, karakter dan sikap . Atribut soft skill dimiliki oleh setiap orang dengan kadar yang berbeda. Kadar tersebut dipengaruhi oleh : kebiasaan berpikir, berkata, bertindak dan bersikap.Atribut dapat berubah jika seseorang berniat untuk mengubahnya dengan cara berlatih membiasakan diri dengan hal-hal yang baru dilakukan selama 90 hari ( ariwibowo,2005 ).Ada 23 stribut soft skill yang dominant yaitu : inisiatif, etika, berpikir kritis, kemauan belajar, komitmen, motivasi, bersemangat, dapat diandalkan, komunikasi lisan, kreatif, kemampuan analitis, dapat mengatasi stress, manajemen diri, menyelesaikan persoalan, berkoorporasi, fleksibel,kerja dalam tim, mandiri, mendengarkan, tangguh, berargumentasi logis, manajemen waktu (penelitian di berbagai negara AS, Kanada, Ingris, Illah Sailah)23 Atribut soft skills yang dominan dibutuhkan di lapangan kerja 1. Inisiatif 2. Etika3. Berfikir kritis 4. Kemauan belajar 5. Komitmen 6. Motivasi 7. Bersemangat 8. Dapat diandalkan 9. integritas10. Komunikasi lisan 11. Kreatif.11. Kemampuan analitis 12. Dapat mengatasi stress13. Menejemen diri 14. Menyelesaikan persoalan 15. Dapat meringkas 16. Berkooperasi 17. Fleksibel 18. Kerja dalam tim 19. Mandiri 20. Mendengarkan 21. Tangguh 22. Berargumen logis 23. Menejemen waktu. Sumber : (center for enterpreuneurship education and development, Halifax, nova scotia, 2004).

Pertemuan

1

Pusat Pengembangan Bahan Ajar UMB Dra Yoyoh Hereyah M.Si

Interpersonal Skill