of 30/30
32 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Pengamatan dilakukan terhadap konsumen produk Sepeda Motor Yamaha. Untuk mengkaji masalah dari mencari pemecahan dari persoalan penelitian yang telah disebutkan dalam bab sebelumnya diperlukan kegiatan penelitian. Penelitian adalah penyaluran hasrat ingin tahu manusia dalam taraf keilmuan. Menurut Indiranto dan Supomo (2002 :p3) Metode penelitian adalah merupakan usaha penyelidikan yang sistematis dan terorganisasi menunjukkan untuk mencapai tujuan. Kemajuan umat manusia itu sendiri tergantung pada tekad manusia untuk menghadapi masalah yang sangat kompleks dihadapi, dan penelitian memegang peranan yang sangat penting dalam membantu manusia memperoleh pengetahuan baru atau memperoleh jawaban atas suatu pertanyaan, atau pemecahan atas suatu masalah. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode penelitian deskriptif. Studi deskriptif menurut Subana (2001:p89)adalah: Penelitian deskriptif adalah penelitian yang menuturkan dan menafsirkan data yang berkenan dengan fakta, keadaan, variable dan fenomena yang terjadi saat penelitian berlangsung dan menyajikan apa adanya.

METODE PENELITIAN - thesis.binus.ac.idthesis.binus.ac.id/doc/Bab3/2011-2-00595-MN Bab3001.pdfTabel3. 1 Disain Penelitian TUJUAN ... Yamaha T - 3 DESKRIPTIF-ASOSIATIF ... Kinerja produk

  • View
    216

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of METODE PENELITIAN - thesis.binus.ac.idthesis.binus.ac.id/doc/Bab3/2011-2-00595-MN Bab3001.pdfTabel3....

32

BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Pengamatan dilakukan terhadap konsumen produk Sepeda Motor

Yamaha. Untuk mengkaji masalah dari mencari pemecahan dari persoalan

penelitian yang telah disebutkan dalam bab sebelumnya diperlukan

kegiatan penelitian. Penelitian adalah penyaluran hasrat ingin tahu

manusia dalam taraf keilmuan.

Menurut Indiranto dan Supomo (2002 :p3) Metode penelitian

adalah merupakan usaha penyelidikan yang sistematis dan terorganisasi

menunjukkan untuk mencapai tujuan. Kemajuan umat manusia itu sendiri

tergantung pada tekad manusia untuk menghadapi masalah yang sangat

kompleks dihadapi, dan penelitian memegang peranan yang sangat penting

dalam membantu manusia memperoleh pengetahuan baru atau

memperoleh jawaban atas suatu pertanyaan, atau pemecahan atas suatu

masalah.

Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini

adalah metode penelitian deskriptif. Studi deskriptif menurut Subana

(2001:p89)adalah: Penelitian deskriptif adalah penelitian yang menuturkan

dan menafsirkan data yang berkenan dengan fakta, keadaan, variable dan

fenomena yang terjadi saat penelitian berlangsung dan menyajikan apa

adanya.

33

Jadi studi deskriptif adalah studi penelitian yang menggambarkan

keadaan variable-variabel yang menarik perhatian peneliti.Penelitian

secara deskriptif meliputi pengumpulan data untuk menguji hipotesis atau

untuk menjawab pertanyaan pertanyaan yang berhubungan dengan

persoalan yang sedang di uji saat ini. Menurut Moh. Nasir ( 2003 :

p54),Metode deskriptif yaitu metode dalam meneliti status kelompok

manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu system pemikiran ataupun suatu

peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah

untuk membuat gambaran atau lukisan secara sistematis, factual dan

akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar kenyataan

atau kejadian yang sedang ditelitiSetelah dilakukan riset akan dilakukan

penelitian problem solving dimana setelah ditemukan masalahnya

diharapkan dapat ditemukan pemecahan masalahnya.

Tabel3. 1 Disain Penelitian

TUJUAN PENELITIAN

DISAIN PENELITIAN TIME HORIZON JENIS

PENELITIAN METODE DIGUNAKAN

UNIT ANALISIS

T - 1

DESKRIPTIF-ASOSIATIF

SURVEI INDIVIDU- konsumen produk Sepeda Motor Yamaha

CROSS SECTIONAL

T 2 DESKRIPTIF-ASOSIATIF

SURVEI INDIVIDU- konsumen produk Sepeda Motor

CROSS SECTIONAL

34

Yamaha T - 3

DESKRIPTIF-ASOSIATIF

SURVEI INDIVIDU- konsumen produk Sepeda Motor Yamaha

CROSS SECTIONAL

T - 4

DESKRIPTIF-ASOSIATIF

SURVEI INDIVIDU- konsumen produk Sepeda Motor Yamaha

CROSS SECTIONAL

T - 5

DESKRIPTIF-ASOSIATIF

SURVEI INDIVIDU- konsumen produk Sepeda Motor Yamaha

CROSS SECTIONAL

T - 6

DESKRIPTIF-ASOSIATIF

SURVEI INDIVIDU- konsumen produk Sepeda Motor Yamaha

CROSS SECTIONAL

T - 7

DESKRIPTIF-ASOSIATIF

SURVEI INDIVIDU- konsumen produk Sepeda Motor Yamaha

CROSS SECTIONAL

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2012

Keterangan:

T-1 = Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian

T-2 = Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap keputusan

pembelian

35

T-3 =Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap loyalitas konsumen

T-4 = Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas

konsumen

T-5 = Untuk mengetahui pengaruh keputusan pembelian terhadap loyalitas

konsumen

T-6 = Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan kualitas pelayanan

terhadap keputusan pembelian

T-7 = Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk , kualitas pelayanan dan

keputusan pembelian terhadap loyalitas konsumen

Deskriptif Asosiatif : Apabila dilakukan analisis data dengan menghubungkan

antara satu variabel dengan variabel lain

Cross Sectional : Pengukuran dan pengamatan yang di lakukan secara simultan

pada satu saat atau sekali waktu.

3.2. Operasionalisasi Variabel Penelitian

Menurut Indriantoro (2002, p69), definisi operasionalisasi variabel

adalah penentuan construct sehingga menjadi variabel yang dapat diamati

dan diukur dengan menentukan hal-hal yang diperlukan untuk mencapai

tujuan tertentu.

36

Tabel 3. 2 Operasionalisasi variabel penelitian

Variabel sub-variabel

Konsep Variabel Indikator Skala Pengukuran

Kualitas Produk (X1)

Kinerja produk

Fungsi utama produk serta manfaat yang dirasakan

Fungsi dan Manfaat

Interval

Keterandalan produk

Produk bebas dari kegagalan dalam fungsi

Produk terjamin

Interval

Fitur produk

Ciri tambahan yang melengkapi manfaat dasar

Tambahan manfaat

Interval

Daya tahan Usia produk Kekuatan Interval

Kesesuaian Janji yang harus dipenuhi oleh produk

jaminan Interval

Kemampuan diperbaiki

Produk mudah dan cepat bila diperbaiki serta Produk kompeten dengan pesaing bila diperbaiki

Kemudahan perbaikan

Interval

Keindahan tampilan

Tampilan desain produk atau kemasan yang membuat konsumen suka

Kemasan menarik

Interval

Kualitas yang dirasakan

Penilaian konsumen terhadap citra, merek, atau iklan

Kualitas image produk

Interval

37

Variabel sub-variabel

Konsep Variabel Indikator Skala Pengukuran

Pelayanan (X2)

Fisik

- Peralatan dan perlengkapan yang digunakan - Penampilan karyawan - Sarana komunikasi - Kebersihan, kerapihan dan kenyamanan

Perlengkapan Penampilan Komunikasi Kebersihan kenyamanan

Interval

Empati

- Komunikasi yang baik - Perhatian pribadi yang tulus - Berupaya memahami keinginan konsumen.

Perhatian Memahami

Interval

Keandalan

Pelayanan dengan segera dan akurat

Pelayanan tepat

Interval

Daya Tanggap

- Pelayanan dengan tanggap - Kesigapan karyawan - kecepatan karyawan

Kesigapan Kecepatan

Interval

Jaminan

- Pengetahuan dan kemampuan karyawan - Kesopanan karyawan - Keterampilan dalam memberikan informasi - Keramahan para karyawan perusahaan

Pengetahuan Kesopanan Terampil Keramahan

Interval

38

Variabel sub-variabel

Konsep variabel Indikator Skala Pengukuran

Keputusan Pembelian Konsumen (Y)

Pengenalan Kebutuhan

Aktivasi dari kebutuhan yang diperlukan oleh Konsumen

Waktu, Perubahan situasi, Pengaruh Pemasaran

Interval

Pencarian Informasi

Aktivasi termotivasi dari pengetahuan yang tersimpan di dalam ingatan atau dari lingkungan

Pencarian Internal, Pencarian eksternal

Interval

Keputusan Pembelian

Konsumen memutuskan untuk membeli

Pembelian terencana, Tidak terencana

Interval

Perilaku Pasca Pembelian

Konsumen mengevaluasi alternatif setelah pembelian

Kepuasan, Ketidakpuasan

Interval

Loyalitas Konsumen (Z)

Melakukan pembelian ulang secara teratur

Melakukan pembelian berulang secara konsisten

Kontinuitas Konsisten

Interval

Membeli antar lini produk

Membeli produk yang lain dengan merek atau di perusahaan yang sama

Membeli produk lain

Interval

Mereferensikan kepada orang lain

Mengajak orang lain membeli produk

Mengajak Mempromosikan

Interval

Memberitahukan keunggulan produk

39

Penolakan Terhadap produk pesaing

Tidak mudah beralih kepada produk pesaing

Setia Rasa memiliki

Interval

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2012

3.3 Jenis dan Sumber Data Penelitian

Tabel 3. 3 Jenis dan Sumber Data

Tujuan

Penelitian

Jenis dan Sumber Data

Jenis Data Sumber Data

T 1 Kuantitatif Primer

T 2 Kuantitatif Primer

T 3 Kuantitatif Primer

T 4 Kuantitatif Primer

T 5 Kuantitatif Primer

T 6 Kuantitatif Primer

T 7 Kuantitatif Primer

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2012

Data data yang dikumpulkan terdiri dari :

1) Data Primer

Metode yang digunakan adalah metode survey. Data ini

merupakan data mentah yang selanjutnya diproses untuk tujuan

tujuan tertentu sesuai dengan kebutuhan. Data primer adalah data yang

diperoleh langsung dari pelanggan berupa jawaban terhadap

pertanyaan dalam kuisioner (Supranto, 2001, p239)

40

2) Data Sekunder

Data-data yang telah ada, yang telah diolah lebih lanjut.Data

sekunder dari penelitian ini adalah data yang diperoleh dari

perusahaan, majalah, atau publikasi lainnya. (Umar 2002:p84)

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penyusunan proposal ini, penulis mengadakan penelitian-

penelitian guna memperoleh data yang diperlukan. Data-data tersebut

diperoleh melalui dua cara yaitu :

1) Penelitian Lapangan (Field Research).

Penelitian lapangan merupakan penelitian dengan maksud untuk

mendapat sebenarnya atau langsung dari obyek penelitian, sehingga

data informasi dapat diyakini kebenarannya. Untuk mendapatkan data

atau informasi yang sedemikian ini penulis mengadakan:

a. Wawancara (Interview)

Dalam wawancara ini penulis melakukan tanya jawab kepada

manajer pemasaran, manajer personalia, dan staff perusahaan

untuk memperoleh data yang dibutuhkan.

b. Pengamatan (Observasi)

Penulis melihat secara langsung mengenai kegiatan tersebut.

c. Daftar Pertanyaan (Questionaire)

Penulis memberikan daftar pertanyaan untuk dijawab oleh pihak

perusahaan.

2) Studi Kepustakaan (Library Study)

41

Studi kepustakaan merupakan studi yang dilakukan untuk

memperoleh data sekunder melalui buku-buku wajib (text books)

dan buku-buku pelengkap (references).

Data yang diperoleh dari hasil penelitian dan studi diolah dengan cara

sebagai berikut :

a) Pengumpulan data, yaitu dengan mengumpulkan semua data yang

diperoleh dan dilakukan penelitian apakah data dan keterangan yang

diperoleh sudah benar dan dapat dipercaya sesuai dengan obyek

penelitian.

b) Klasifikasi, yaitu menggolongkan data sesuai dengan bentuk dan

keperluannya.

c) Interpretasi atau penafsiran dan analisis data, yaitu dengan

menetapkan ukuran-ukuran dan metode-metode yang akan

digunakan untuk mengolah data yang telah diperoleh. Hasil

analisis data dihubungkan dengan teori-teori yang akan digunakan

sesuai dengan ketentuannya.

d) Penyimpulan, yaitu dengan membuat kesimpulan dari yang telah

dianalisis.

Menurut Suharsimi .A (2002 : pp108-109), yang dimaksudkan populasi

dan sample adalah : populasi adalah keseluruhan objek, sedangkan

sample adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti.

42

Dalam penelitian ini, penulis hanya menggunakan data primer.Data

primer adalah data yang dapat diperoleh langsung dari subjek penelitian.

Dalam melakukan penelitian ini metode pengumpulan data primer dilakukan

dengan cara kuesioner, yaitu dilakukan dengan menyebarkan daftar

pertanyaan kepada responden disemua kalangan pengguna sepeda motor

Yamaha. Cara untuk pengambilan sample pada kuesioner ini, adalah kepada

setiap pengguna sepeda motor Yamaha pada kebaktian hari minggu yang

berlangsung selama 4 kebaktian khususnya dengan menyebarkan sebanyak

100 kuesioner ke responden.

Metode pengumpulan data primer diperoleh dengan menggunakan metode

close ended questioner. Sedangkan instrumentasi kuesioner adalah pertanyaan-

pertanyaan yang disertai pilihan jawaban yang sudah tersedia, dan dilengkapi

dengan skor penilaian.

Skor penilaian tersebut berada dalam skala likert.Metode tersebut ditujukan

untuk mengukur sikap dengan menyatakan pandangan terhadap subjek, objek atau

keadaan tertentu.

Data yang di kumpulkan dan kemudian dianalisa dengan menggunakan

skala likert.Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi

seorang atau kelompok tentang fenomena sosial, selain itu skala likert digunakan

untuk meneliti suatu pendapat dari responden.

43

3.5 TeknikPengambilan Sampel

Berdasarkan pendapat Sugiono (2006, p72), populasi adalah wilayah

generalisasi yang terdiri atas: Objek atau subjek yang mempunyai kualitas

dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan

kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan sampel adalah bagian dari

jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik

sampling atau teknik pengambilan sampel merupakan teknik penetuan sampel

yang akan digunakan dalam penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan

teknik probability samples untuk pengambilan sampel, yaitu :

Simple Random Sampling, merupakan desain pemilihan sampel yang

paling sederhana dan mudah. Teknik ini digunakan karena unit

pemilihan sampel hanya terdapat satu macam, cukup dengan

gambaran garis besar dari populasi, dan prosedur pemilihan sampel

yang sangat mudah.

Jadi teknik yang kami gunakan dengan menyebarkan kuisoner kepada

seluruh responden PT SAKA MOTOR YAMAHA sebanyak 100 Sampel.

1 = Sangat Tidak setuju (STS) 2 = Tidak Setuju (TS)

3 = Cukup Setuju (CS) 4 = Setuju ( S)

5 = Sangat Setuju (SS)

44

3.6 Teknik Penentuan Jumlah Sampel

Metode pengambilan sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah

metode pengambilan sampel sederhana (sample random sampling )

Populasi dan sampel

Populasi menurut Sugiyono (2002 : p72 ) populasi adalah wilayah

generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas

dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari

dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi yang digunakan dalam

penelitian ini adalah seluruh pengguna motor Yamaha di Jakarta dan

memenuhi karakteristik yang telah ditentukan oleh penulis dalam

kuesioner.

Sampel menurut Sugiyono (2002:p73) adalah bagian dari

jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Menurut

umar (2003:p108) untuk menentukan berapa jumlah minimum sampel

yang dibutuhkan, jika ukuran populasi sudah diketahui, dapat

digunakan rumus slovin yaitu :

2)(1 eN

Nn

+= 100

)010.0(1001

1002

=+

=n

Keterangan : n = Jumlah Sampel

N = Jumlah Populasi

e = tingkat kesalahan error (0.010) ditolerir 10%

Jadi penyebaran kuesioner ini penulis mengambil 100 orang sampel di dalam penelitian ini.

45

3.7 Teknik Pengolahan Sampel

Dalam penelitian ini variabel yang diteliti terbagi menjadi 2 (dua)

macam variabel yang akan digunakan sebagai aspek utama proses penelitian,

antara lain, sebagai berikut

A. Variabel Tidak bebas (Y)

Yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya

pengaruh dari variabel bebas. Dalam penelitian ini adalah perbaikan

sepeda motor Yamaha.

B.Variabel bebas (X)

Yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan

atau timbulnya variable dependen.Dalam penelitian ini adalah tanggapan

konsumen dan jasa pelayanan.

3.8 Metode Analisis Data

Data diuji dan dianalisis dengan statistical package for social sciences

(SPSS) 16for window.Penelitian ini terdiri dari dua variabel independent dan dua

variabel dependent, oleh karena itu digunakan analisis regresi dan korelasi

berganda. Dalam analisis regresi linier ganda ini variabel yang dianalisis adalah :

1. variabel Independen : X1 = Kualitas Produk , X2 = jasa pelayanan

2. variabel dependent : Y = Keputusan Pembelian sepeda motor Yamaha.

Z = Loyalitas Konsumen sepeda motor Yamaha.

46

Analisis merupakan tindakan mengolah data hingga menjadi informasi

yang bermanfaat dalam menjawab masalah statistik. Dalam desain riset atau

penelitian, perlu direncanakan dengan baik alat analisis yang akan diterapkan

untuk menganalisis data. Setelah kuesioner disebarkan dan dikumpulkan kembali,

tahap selanjutnya adalah mengolah data yang diperoleh dari hasil penyebaran

kuesioner. Analisis merupakan tindakan mengolah data hingga menjadi informasi

yang bermanfaat dalam menjawab masalah statistik. Dalam desain riset atau

penelitian, perlu direncanakan dengan baik alat analisis yang akan diterapkan

untuk menganalisis data. Setelah kuesioner disebarkan dan dikumpulkan kembali,

tahap selanjutnya adalah mengolah data yang diperoleh dari hasil penyebaran

kuesioner.

Tabel 3. 4 Metode Analisis Data

Tujuan

Penelitian

Metode Analisis

Jenis Penelitian Teknik Analisis

T 1 Deskriptif -

Asosiatif

Regresi sederhana

T 2 Deskriptif -

Asosiatif

Regresi sederhana

T 3 Deskriptif -

Asosiatif

Regresi sederhana

T 4 Deskriptif -

Asosiatif

Regresi sederhana

T 5 Deskriptif - Regresi sederhana

47

Asosiatif

T 6 Deskriptif -

Asosiatif

Regresi berganda

T 7 Deskriptif -

Asosiatif

Regresi berganda

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2012

Skala pengukuran dan alat analisis yang digunakan adalah :

1) Transformasi Data Ordinal Ke Data Interval

Data yang diperoleh dari hasil kuesioner yang diisi oleh pelanggan selaku

responden dari penelitian ini berupa data ordinal, dimana dalam metode

Path Analysis dianjurkan untuk menggunakan data Interval, hal ini

dilakukan agar diketahui dengan jelas jarak yang sebenarnya dari hasil

jawaban responden akan pernyataan-pernyataan yang terdapat di kuesioner.

Untuk mengubah data ordinal menjadi data interval, penulis menggunakan

program Minitap 15 (Statistical Software), dan data interval itulah yang

digunakan oleh penulis untuk memulai menganalisa data sampai dengan

selesai.

a) Uji Validitas

Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk

mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen

tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.

Pengujian dapat dikatakan valid apabila r hitung lebih besar daripada r

48

tabel. Hasil validitas dari setiap pertanyaan dalam kuesioner dapat

dilihat pada besarnya angka yang terdapat pada kolom Corrected Item

Total Correlation. Nilai validitas yang diperoleh dibandingkan dengan

nilai tabel r (0.17). jika | r hitung | < r tabel (0.17) dapat disimpulkan

bahwa instrumen yang digunakan tidak valid. Sebaliknya jika | r hitung |

> r tabel (0.17) dapat disimpulkan bahwa instrumen yang digunakan

valid.

b) Uji Reliabilitas

Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan

beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan

data yang sama.

Tabel 3.5 Tabel Tingkat Reliabilitas

ALPHA TINGKAT

RELIABILITAS

0,00 0,19 KURANG RELIABEL

0,20 0,39 AGAK RELIABEL

0,40 0,69 CUKUP RELIABEL

0,70 0,89 RELIABEL

0,90 1,00 SANGAT RELIABEL

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2012

c) Uji Normalitas

Uji normalitas adalah uji yang dilakukan untuk mengecek apakah data

penelitian kita berasal dari populasi yang sebarannya normal. Uji ini

49

perlu dilakukan karena semua perhitungan statistik parametrik

memiliki asumsi normalitas sebaran. Uji normalitas dapat hitung

dengan bantuan program SPSS 16.0, yaitu dengan langkah:

1. Pilih menu Analyze - Descriptive Statistics Explore.

2. Masukkan variabel yang akan diuji sebarannya ke dalam kotak

Dependent List. Setelah itu kita klik tombol Plots, akan muncul

dialog boxkedua seperti gambar 2.3 di bawah ini.

Sumber : SPSS 16.0 for Windows

Gambar 3.1 Dialog Box dalamUji Normalitas

3. Dalam dialog ini kita memilih opsi Normality plots with tests,

kemudian klik Continue dan OK.

d) Analisis Deskriptif

50

Menurut Simamon, (2001, p231) analisis deskriptif adalah transformasi data

lengkap yang mudah dipahami/ diintepretasikan.

e) Analisis Kuantitatif

Dalam penelitian ini saya menggunakan analisis kuantitatif yang

dimana mencoba mengolah data yang menjadi informasi dalam

wujud angka. Penggunaan angka memudahkan pengintepretasian

hasil secara objektif ( penggunaan skala likert).

f) Analisis Regresi Berganda

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode regresi

berganda dikarenakan variabel independen ( X ) yang terdapat

dalam laporan ini ada tiga yaitu X1, X2, dan X3 serta terdapat dua

variabel dependennya yaitu ( Y ) dan (Z).

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3

Z = a + b1X1 + b2X2 + b3X3

Tabel 3.6 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,80 1,000 Sangat Kuat 0,60 0,799 Kuat 0,40 0,599 Cukup Kuat 0,20 0,399 Rendah 0,00 0,199 Sangat Rendah

Sumber : Riduwan (2005:136)

9. Analisis Path

Analisis Path adalah suatu model yang digunakan untuk menganalisis pola

hubungan antar variabel dengan tujuan untuk mengetahui kontribusi

51

langsung maupun tidak langsung seperangkat variabel bebas (eksogen)

terhadap variabel terikat (endogen).

Manfaat lain dari analisis jalur sendiri ialah untuk :

Penjelasan (explanation) terhadap fenomena yang dipelajari atau

permasalahan yang diteliti.

Prediksi nilai variabel terikat berdasarkan nilai variabel bebas, dan

prediksi ini bersifat kualitatif.

Pengujian model, menggunakan teori trimming, baik untuk uji

reliabilitas konsep yang sudah ada ataupun uji pengembangan konsep

baru.

Asumsi-asumsi dalam path analysis berdasarkan Riduwan dan Kuncoro

(2007, p2-3):

1. Hubungan antar-variabel adalah bersifat linier, adaptif, dan bersifat

normal

2. Hanya sistem aliran kausal ke satu arah, artinya tidak ada arah

kausalitas yang berbalik

3. Variabel terikat (endogen) minimal dalam skala ukur interval dan

rasio

4. Menggunakan sampel probability sampling, yaitu teknik

pengambilan sampel untuk memberikan peluang yang sama pada

setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel

52

5. Observed variables diukur tanpa kesalahan (instrumen pengukuran

valid dan reliabel), artinya variabel yang diteliti dapat diobservasi

secara langsung

6. Model yang dianalisis dispesifikasikan (diidentifikasi) dengan

benar berdasarkan teori-teori dan konsep-konsep yang relevan,

artinya model teori yang dikaji atau diuji dibangun berdasarkan

kerangka teoritis tertentu yang mampu menjelaskan hubungan

kausalitas antar variabel yang diteliti

Model struktural yaitu bila setiap variabel endogen (Y) secara

unik keadaannya ditentukan oleh seperangkat variabel eksogen

(X).Diagram jalur berikut menunjukkan struktur hubungan kausal

antar variabel.

Kategori seberapa besar pengaruh variabel independen

terhadap variabel dependen dalam Path Analysis dilihat dari nilai

koefisien beta akan diuraikan pada Tabel 3.9 berikut ini:

Tabel 3.7 Kategori Pengaruh Variabel dalam Path Analysis

Nilai Koefisien Beta Kategori Pengaruh 0,05 0,09 Lemah 0,10 0,29 Sedang

>0,30 Kuat Sumber: Riduwan dan Sunarto, 2007

Pada dasarnya koefisien jalur adalah koefisien regresi yang

distandarkan yaitu koefisien regresi yang dihitung dari basis data yang

53

telah di set dalam angka baku atau Z score ( data yang diset dengan nilai

rata-rata=0 dan standar deviasi=1).

Y = yx1 X1 + yx2 X2 + yx3 X3 + 1

Z = zx1 X1 + zx3X3 + zyY + 2

Variabel variabelnya ialah :

X1 = Kualitas Produk

X2 = Pelayanan

Y = Keputusan pembelian

Z = Loyalitas Konsumen

Model hubungan kausal X1, X2 terhadap Y dampaknya terhadap Z:

1 2

Pzx1

Pyx1

Pyx2 Pzy

Gambar 3.2 Model hubungan Kausal Antar Variabel

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2012

(1) Hubungan variabel Kualitas produk, Pelayanan dan promosi

penjualan yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dan (2)

Hubungan variabel Kualitas produk, Pelayanan dan promosi penjualan yang

mempengaruhi loyalitas konsumen. Dari variabel tersebut akan dilihat

variabel yang paling berpengaruh untuk bisa ditingkatkan oleh perusahaan.

X1

Y Z

X2

54

3.9 Analisis Regresi

Regresi linear sederhana, koefisien korelasi, koefisien Determinasi serta

pengujian Hipotesis secara parsial. Untuk mengtahui apakah variabel independent

berpengaruh terhadap variabel dependent atau tidak, jika ada bagaimana sifat

pengaruh tersebut, apakah bersifat positif atau negative, maka kita perlu

mengetahui regresi linier sederhana koefisien korelasi, koefisien determinasi dan

pada akhirnya dilakukan uji hipotesis.

Analisis regresi sederhana dilakukan bila jumlah variabel bebasnya dua.

Prinsip regresi sederhana adalah menguji variabel dependent dalam kelompok Yi

dengan variabel independent yang terdapat dalam kelompok Xi, persamaan

regresi linier sederhana, yaitu :

Y = a+bx

Dimana untuk mencari nilai a dan b menggunakan rumus sebagai berikut :

=

22

2

)(

))(())((

XiXin

XiYiXiiXYia

= 22 )(

))((

XiXin

YiXiXiYinb

Sumber : Nasir (2003:p58 )

Untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan berikut ada tabel hubungan :

Pedoman untuk memberikan interpretasi Terhadap koefisien Korelasi

55

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0% - 20% Sangat Lemah

21% - 40% Lemah

41% - 60% Cukup

61% - 80% Kuat

81% - 100% Sangat Kuat

Sumber : Ridwan (2003)

3.9.1 Koefisien Korelasi

untuk mengetahui keterkaitan antara variabel-variabel bebas yang

dianalisis terhadap variabel terikat perlu diadakan pengujian terhadap hasil

analisis regresi. Pengujian terhadap hasil analisis regresi.Pengujian ini juga

untuk mengetahui signifikasi pengaruh variabel bebas terikat.

Rumus perhitungannya yaitu:

=

})({)(

))((2222 YYnXiXin

YiXiXiYinr

Sumber : Nasir (2003:58)

Uji koefisien korelasi digunakan untuk menguji apakah koefisien korelasi

benar-benar berbeda dari nol secara nyata atau tidak. Hal ini untuk

mengetahui atau tidaknya pengaruh tanggapan konsumen, jasa pelayanan dan

perbaikan pada PT Saka Motor.

Prosedur yang dilakukan adalah sebagai berikut :

56

1) Nyatakan Hipotesis dan alternative

2) Tentukan taraf nyata =5% dan derajat kebebasan. Untuk korelasi product

moment derajat kebebasannya ialah df=n-2.

Khusus untuk korelasi berganda derajat kebebasannya adalah :

Dk pembilang = k

Dk penyebut = (n-k-1)

Dimana Nilai k ialah menunjukan jumlah variabel Independent.

3) Tentukan Uji Statsitik

Untuk korelasi product moment menggunakan t hitung dengan rumus :

21

2

r

nrt

=

3.9.2Koefisien Determinasi

Koefisien Determinasi merupakan kuadrat dari koefisien korelasi

parsial yang sebelumnya telah dicari. Formulasi koefisien determinasi:

%1002 xrkd = sumber : Nasir

Dimana

kd = koefisien determinasi

r = koefisien korelasi

57

3.10 Analisis ANOVA

Analisis Varian (ANOVA) adalah suatu metode untuk menguraikan

keragaman total data menjadi komponen-komponen yang mengukur berbagai

sumber keragaman.

ANOVA di gunakan apabila terdapat lebih dari dua variable, Dalam literature

Indonesia metode ini dikenal dengan berbagai nama lain, seperti analisis

ragam , sidik ragam dan analisis variasi. Ia merupakan pengembangan dari

masalah Behrens-fisher sehingga uji-F juga di pakai dalam pengambilan

keputusan.Analisis varians pertama kali diperkenalkan oleh Sir Ronald Fisher,

bapak statistika modern. Dalam praktek , analisis varians dapat merupakan uji

hipotesis ( lebih sering di pakai ) maupun pendugaan ( estimation, khususnya

di bidang genetika terapan ).Secara umum, analisis varians (atau ragam)

berdasarkan hipotesis nol bahwa kedua varians itu sama varians pertama

adalah varians antar contoh ( among samples) dan varians kedua adalah adalah

varians di dalam masing-masing contoh ( within samples). Dengan ide

semacam ini, analisis varians dengan dua contoh akan memberikan hasil yang

sama dengan uji-t untuk dua rerata ( mean).

Supaya salih (valid) dalam menafsirkan hasilnya, analisis varians

menggantungkan diri pada empat asumsi yang harus dipenuhi dalam

perancangan percobaan.

58

1. Data berdistribusi normal, karena pengujiannya menggunakan uji F-

Snedecor

2. Varians atau ragamnya homogen, dikenal sebagai homoskedastisitas,

karena hanya digunakan satu penduga (estimate) untuk varians dalam

contoh.

3. Masing-masing contoh saling independen, yang harus dapat diatur dengan

perancangan percobaan yang tepat.

4. Komponen-komponen dalam modelnya bersifat aditif (saling menjumlah).

Analisis varians relatif mudah dimodifikasi dan dapat dikembangkan untuk

berbagai bentuk percobaan yang lebih rumit.Selain itu, analisis ini juga masih

memiliki keterkaitan dengan analisis regresi.Akibatnya, penggunaannya

sangat luas di berbagai bidang, mulai dari eksperimen laboratorium hingga

eksperimen periklanan, psikologi, dan kemasyarakatan.

sering kali kita menghadapi banyak rata-rata (lebih dari dua rata-rata). apabila

kita mengambil langkah pengujian perbedaan rata-rata tersebut satu persatu

(dengan t test) akan memakan waktu, tenaga yang banyak. di samping itu, kita

akan menghadapi risiko salah yang besar. untuk itu, telah ditemikan cara

analisis yang mengandung kesalahan lebih kecil da dapat menghemat waktu

serta tenaga yaitu dengan ANOVA (Analisys of variances).

59

pada dasarnya pola sample dapat dikelompokkan menjadi:

1. seluruh sample, baik yang berada pada kelompok pertama sampai dengan

yang ada di kelompok lain, berasal dari populasi yang sama. untuk kondisi ini

hipotesis nol terbatas pada tidak ada efek dari treatment (perlakuan)

2. sample yang ada di kelompok satu berasal dari populasi yang berbeda

dengan populasi sample yang ada di kelompok lainnya. untuk kondisi ini

hipotesis nol dapat berbunyi: tidak ada efek treatment antar kelompok.

3.11 Rancangan Uji Hipotesis

3.11.1 Merumuskan Hipotesis Nol

a. Ho diterima jika tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel

independen dan dependen ( Pvalue> 0.05).

b. Ha diterima jika terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel (

Pvalue < 0.05).

Hipotesis yang diiuji dalam penelitian adalah:

1. Untuk T 1

Ho = Kualitas produk tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian

Ha = Kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian

2. Untuk T 2

Ho = Kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap keputusan

Ha = Pelayanan berpengaruh terhadap keputusan pembelian

60

3. Untuk T 3

Ho = Kualitas produk tidak berpengaruh terhadap loyalitas konsumen

Ha = Kualitas produk berpengaruh terhadap loyalitas konsumen

4. Untuk T 4

Ho = Kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap loyalitas konsumen

Ha = Kualitas pelayanan berpengaruh terhadap loyalitas konsumen

5. Untuk T 5

Ho = Keputusan pembelian tidak berpengaruh terhadap loyalitas

konsumen

Ha = Keputusan pembelian berpengaruh terhadap loyalitas konsumen

6. Untuk T 6

Ho = Kualitas produk dan kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap

keputusan pembelian

Ha = Kualitas produk dan kualitas pelayanan berpengaruh terhadap

keputusan pembelian

7. Untuk T 7

Ho = Kualitas produk, kualitas pelayanan dan Keputusan Pembelian tidak

berpengaruh terhadap loyalitas konsumen

Ha = Kualitas produk, kualitas pelayanan dan Keputusan Pembelian tidak

berpengaruh terhadap loyalitas konsumen.

Dasar Pengambilan Keputusan:

Jika nilai probabilitas 0.05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas

61

sig atau [0.05Sig], maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak

signifikan.

Jika nilai probabilitas 0.05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas

sig atau [0.05Sig], maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.

3.12 Rancangan Implikasi Hasil Penelitian

Rancangan implikasi hasil penelitian ini yaitu setelah semua data

dan hasil analisis selesai dilakukan, maka selanjutnya dari hasil kuesioner

yang dibagikan kepada konsumen Motor Yamaha, akan didapatkan

gambaran mengenai pengaruh antar variabel kualitas produk dan kualitas

pelayananterhadap keputusan pembelian yang berakhir pada timbulnya

loyalitas konsumen.

Setelah itu data yang diperoleh dari hasil kuesioner yang dibagikan

kepada konsumen, maka dilakukan analisis hubungan dan pengaruh antara

variabel independen kualitas produk dan pelayanan, terhadap variabel

dependen keputusan pembelian konsumen dan loyalitas konsumen.

Dari hasil analisis yang akan dilakukan, apabila ditemukan bahwa

terdapat hubungan dan pengaruh yang kuat antara ke 4 variabel diatas

maka, dapat disimpulkan bahwa loyalitas konsumen SepedaMotor Yamaha

dibangun dari variabel variable tersebut dan kiranya SepedaMotor

YamahaPT Saka Motor terus mencari faktor-faktor lainnya yang dapat

memberikan pengaruh yang kuat kepada SepedaMotor Yamaha selain

daripadavariabel variabel datas.