Click here to load reader

makalah AGD

  • View
    162

  • Download
    15

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tugas kampus

Text of makalah AGD

BAB I

30

BAB IPENDAHULUAN

Latar Belakang

Paru mempunyai fungsi utama untuk melakukan pertukaran gas, yaitu mengambil O2 dari udara luar dan mengeluarkan CO2 dari badan ke udara luar. Bilamana paru berfungsi secara normal, tekanan parsial O2 dan CO2 di dalam darah akan dipertahankan seimbang, sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Analisa Gas Darah (AGD) merupakan pemeriksaan untuk mengukur keasaman (pH), jumlah oksigen, dan karbondioksida dalam darah. Pemeriksaan ini digunakan untuk menilai fungsi kerja paru-paru dalam menghantarkan oksigen kedalam sirkulasi darah dan mengambil karbondioksida dalam darah. Analisa gas darah meliputi PO2, PCO3, pH, HCO3, dan saturasi O2.

Analisa gas darah merupakan salah satu alat diagnosis dan penatalaksanaan penting bagi pasien untuk mengetahui status oksigenasi dan keseimbangan asam basanya. Manfaat dari pemeriksaan analisa gas darah tersebut bergantung pada kemampuan dokter untuk menginterpretasi hasilnya secara tepat. Di Indonesia hampir 50% penyakit dalam dilakukan AGD (Analisa Gas Darah) untuk mendapatkan data penunjang. Pada tahun 2007 banyaknya penderita demam berdarah menambah catatan penderita penyakit dalam yang dilakukan AGD (Analisa Gas Darah).

Pemeriksaan analisis gas darah merupakan pemeriksaan laboratorium yang penting sekali di dalam penatalaksanaan penderita akut maupun kronis, terutama penderita penyakit paru. Pemeriksaan analisis gas darah penting baik untuk menegakkan diagnosis, menentukan terapi, maupun untuk mengikuti perjalanan penyakit setelah mendapat terapi.

Pemeriksaan gas darah dan pH digunakan sebagai pegangan dalam penanganan pasien-pasian penyakit berat dan menahun. Pemeriksaan analisa gas darah dikenal juga pemeriksaan ASTRUP yaitu suatu pemeriksaan gas darah yang dilakukan melalui darah arteri. Gas darah arteri memungkinkan untuk pengukuran pH (dan juga keseimbangan asam basa), oksigenasi, kadar karbondioksida, kadar biokarbonat, saturasi oksigen, dan kelebihan atau kekurangan basa. Pemeriksaan gas darah arteri dan pH sudah secara luas digunakan sebagai pegangan dalam penatalaksanaan pasien-pasien penyakit berat yang akut dan menahun. Pemeriksaan gas darah juga dapat menggambarkan hasil berbagai tindakan penunjang yang dilakukan, tetapi kita tidak dapat menegakkan suatu diagnosa hanya dari penelitian analisa gas darah dan keseimbangan asam-basa saja, kita harus menghubungkan dengan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan data-data laboratorium lainnya. Gas darah memberikan informasi tentang oksigenasi, homeostasis CO2, dan keseimbangan asam basa, dan karena itu merupakan alat terpenting yang digunakan dalam mengevaluasi adekuasi fungsi paru.

Pada pemeriksaan Analisa Gas Darah (AGD), cara pengambilan sampel darah arteri harus diperhatikan, sebab pada pengambilan darah arteri resiko komplikasi lebih berbahaya daripada pengambilan darah vena (venipuncture) maupun skinpuncture. Oleh sebab itu seorang analis (plebotomis) harus mengerti tentang pengertian analisa gas darah, indikasi pemeriksaan gas darah, metode pemeriksaan analisa gas darah, dan interpretasi analisa gas darah.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dalam makalah ini, di bahas beberapa rumusan masalah, sebagai berikut :Apakah pengertian dari analisa gas darah ?Apakah tujuan dilakukan pemeriksaan gad darah ?Bagaimana cara pengambilan sampel guna dilakukannya pemeriksaan gas darah ?Komponen apa saja yang diperiksa dalam analisa gas darah ?Apakah indikasi dilakukannya analisa gas darah ?Apa saja gangguan keseimbangan asam basa ?Bagaimana cara tubuh melakukan kompensasi terhadap gangguan keseimbangan asam-basa ?Bagaimana cara pemeriksaan analisa gas darah ?Bagaimana langkah langkah menilai gas darah ?Apa saja factor yang mempengaruhi pemeriksaan analisa gas darah ?TujuanUntuk mengetahui pengertian dari analisa gas darah.Untuk mengetahui tujuan dari dilakukkanya analisa gas darah.Untuk mengetahui cara pengambilan sampel untuk analisa gas darah.Untuk mengetahui komponen apa saja yang diperiksa dalam analisa gas darah.Untuk mengetahui indikasi dilakukannya analisa gas darah.Untuk mengetahui gangguan keseimbangan asam basa.Untuk mengetahui cara tubuh melakukan kompensasi terhadap gangguan keseimbangan asam-basa.Untuk mengetahui cara pemeriksaan analisa gas darah.Untuk mengetahui langkah langkah dalam menilai gas darah.Untuk mengetahui factor factor yang mempengaruhi pemeriksaan analisa gas darah.BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Analisa Gas Darah

Pemeriksaan AGD (Astrup) adalah pemeriksaan beberapa gas yang terlarut dalam darah arteri, bertujuan untuk mengetahui keseimbangan asam basa, kadar oksigen, kadar karbondioksida dan sebagainya dalam tubuh.

Analisa Gas Darah ( AGD ) atau sering disebut Blood Gas Analisa ( BGA ) merupakan pemeriksaan penting untuk penderita sakit kritis yang bertujuan untuk mengetahui atau mengevaluasi pertukaran Oksigen ( O2),Karbondiosida ( CO2) dan status asam-basa dalam darah arteri.

Komponen Pemeriksaan Gas DarahAnalisa gas darah (AGD) atau BGA (Blood Gas Analysis) biasanya dilakukan untuk mengkaji gangguan keseimbangan asam-basa yang disebabkan oleh gangguan pernafasan dan/atau gangguan metabolik. Komponen dasar AGD mencakup pH, PCO2, PO2, SO2, HCO3 dan BE (base excesses/kelebihan basa).

pH merupakan logaritma negative dari kosentrasi ion hydrogen di dalam darah. pH secara terbalik menunjukkan konsentrasi ion hydrogen. Oleh karena itu, ketika konsentrasi ion hydrogen menurun, pH akan naik, begitu pula sebaliknya. pH normal pada darah arteri orang dewasa adalah 7,35 sampai 7,45. Dan 7,31 hingga 7,41 pada vena.

PCO2 merupakan ukuran tekanan parsial CO2 dalam darah. PCO2 menunjukkan kondisi ventilasi. Semakin cepat dan dalam klien bernapas, semakin banyak CO2 yang dikeluarkan dan PCO2 pun akan turun. PCO2 dalam darah dan CSF merupakan stimulus utama bagi pusat pernapasan di otak. Apabila PCO2 naik, maka pernapasan akan terstimulasi. Jika PCO2 naik terlalu tinggi dan paru-paru tidak dapat mengkompensasinya, maka akan terjadi koma. Nilai normal PCO2 dalam arteri adalah 35-45 mmHg, sedangkan dalam vena adalah 40-50 mmHg.

Kebanyakan CO2 dalam darah berbentuk HCO3- (asam bikarbonat). HCO3- adalah ukuran dari komponen metabolic dari keseimbangan asam-basa dan diatur oleh ginjal. Dalam ketoasidosis diabetic, HCO3- menurun karena digunakan untuk menetralisir asam-asam diabetic dalam plasma. Nilai normal dari HCO3- dalam darah adalah 21-28 mEq/L.

Tekanan parsial oksigen, PO2, secara tidak langsung menunjukkan nilai O2 dalam darah. PO2 menunjukkan tekanan oksigne yang larut dalam plasma. PO2 juga merupakana salah satu indicator untuk mengetahui keefektifan terapi oksigen yang digunakan. Nilai normal dari PO2 adalah 80-100 mmHg pada arteri dan 40-50 mmHg pada vena.

Saturasi oksigen (SaO2), adalah presentasi ikatan hemoglobin (Hb) dengan oksigen. Pada lansia nilai SaO2 ialah 95%. Sedangkan pada orang dewasa 95% sampai 100%. Berikut merupakan nilai normal untuk analisa gas darah arteri dan nilai abnormal dalam gangguan keseimbangan asam-basa yang tidak terkompensasi.

Pada dasarnya pH atau derajat keasaman darah tergantung pada konsentrasi ion H+ dan dapat dipertahankan dalam batas normal melalui 3 faktor, yaitumekanisme penyangga kimia, pernapasan dan ginjal. Mekanisme pernapasan bekerja dengan menahan dalam darah atau melepas ke udara CO2 melalui ekspirasi.

Proses perubahan pH darah ada dua macam, yaitu proses perubahan yang bersifat metabolik (adanya perubahan konsentrasi bikarbonat[HCO3-] yang disebabkan gangguan metabolisme) dan yang bersifat respiratorik (adanya perubahan tekanan parsial CO2 yang disebabkan gangguan respirasi). Perubahan PaCO2 dan/atau HCO3- akan menyebabkan perubahan pH darah. Asidosis (pH turun di bawah normal) akan terjadi jika PaCO2 meningkat dan/atau bikarbonat menurun, sedangkan alkalosis terjadi bila sebaliknya.

Asidosis ada dua macam yaitu asidosis akut dan asidosis kronik, demikian juga halnya dengan alkalosis. Penggolongan asidosis atau alkalosis akut berdasarkan kejadiannya belum lama dan belum ada upaya tubuh untuk mengkompensasi perubahan pH darah, sedangkan kronik jika kejadiannya telah melampaui 48 jam dan telah ada upaya tubuh untuk mengkompensasi perubahan pH.

Pemeriksaan gas darah juga dapat menggambarkan hasil berbagai tindakan penunjang yang dilakukan, tetapi kita tidak dapat menegakkan suatu diagnosa hanya dari penilaian analisa gas darah dan keseimbangan asam basa saja, harus menghubungkan dengan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan data-data laboratorium lainnya. Pada dasarnya pH atau derajat keasaman darah tergantung pada konsentrasi ion H+ dan dapat dipertahankan dalam batas normal melalui 3 faktor, yaitu:

Mekanisme dapar kimia

Mekansime pernafasan.

Mekanisme ginjal

Tabel gas-gas darah normal dari sample arteri dan vena campuran.parameterSampel arteriSampel vena

Ph7,35-7,457,32-7,38

PaCO235-45 mmHg42-50 mmHg

PaO280-100mmHg40 mmHg

Saturasi oksigen 95%-100%75%

Kelebihan /kekurangan basa+ atau -2+ atau -2

HCO322-26 mEq/L23-27 mEq/L

Anatomi daerah yang akan menjadi target tindakan Dalam pemeriksaan analisa gas darah, sampel yang digunakan biasanya darah arteri yang diambil dari beberapa pembuluh darah arteri. Berikut adalah pembuluh darah arteri yang biasa dijadikan tempat pengambilan sampel :

Arteri Radialis, merupakan pilihan pertama yang paling aman dipakai untuk fungsi arteri kecuali terdapat banyak bekas tusukan atau haematoem juga apabila Allen test negatif.

Arteri Dorsalis Pedis, merupakan pilihan kedua.

Arteri Brachialis, merupakan pilihan ketiga karena lebih banyak resikonya bila terjadi obstruksi pembuluh darah.

Arteri Femoralis, merupakan pilihan terakhir apabila pada semua arteri diatas