All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
...

Macam

by khayrunnisa-bm

on

Report

Category:

Documents

Download: 0

Comment: 0

105

views

Comments

Description

OOO
Download Macam

Transcript

Macam-macam Dioda (BY MUHAMMAD TAUFIQ ISMAIL) Macam-macam Dioda | Ada banyak sekali macam dan jenis dioda yang anda harus pahami jika ingin mengenal lebih jauh tentang komponen-koponen Elektronika. Macam-macam Dioda tersebut diantaranya yaitu :         LED (lightemitting diode) Dioda Pemancar Cahaya atau LED Foto Dioda Zener Diode Dioda Schottky (SCR) DIAC TRIAC Laser Dioda dan Masih banyak macam dioda lainnya Foto Dioda  Simbol LED Foto Dioda adalah jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Berbeda dengan dioda biasa, Dioda Pemancar Cahaya atau LED  komponen elektronika ini akan mengubah cahaya menjadi arus Light Emmiting Dioda atau lebih dikenal dengan sebutan LED (lightemitting diode) adalah suatu listrik. Cahaya yang dapat dideteksi oleh dioda foto ini mulai dari cahaya infra merah, cahaya semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik. tampak, ultra ungu sampai dengan sinar-X. Aplikasi dioda foto mulai dari penghitung kendaraan dijalan umum secara otomatis, pengukur cahaya pada kamera serta beberapa peralatan di bidang medis. 1 Dioda yang biasa tidak akan mengijinkan arus listrik untuk mengalir secara berlawanan jika dicatu-balik (reversebiased) di bawah tegangan rusaknya. Jika Foto Dioda melampaui batas tegangan rusaknya, dioda biasa akan menjadi rusak karena kelebihan arus listrik yang menyebabkan panas. Simbol Foto Dioda Komponen Elektronika yang mirip dengan Foto Dioda adalah Transistor Foto Namun proses ini adalah reversibel jika dilakukan dalam batas kemampuan. Dalam kasus pencatuan-maju (sesuai dengan arah gambar panah), dioda ini akan (Phototransistor). Foto Transistor ini pada dasarnya adalah jenis transistor bipolar yang menggunakan kontak (junction) basecollector untuk menerima cahaya. memberikan tegangan jatuh (drop voltage) sekitar 0.6 Volt yang biasa untuk dioda silikon.Tegangan jatuh ini tergantung dari jenis dioda yang dipakai. Komponen ini mempunyai sensitivitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan Dioda Foto. Hal ini disebabkan karena elektron yang ditimbulkan oleh foton cahaya pada junction ini di-injeksikan di bagian Base dan diperkuat di bagian Kolektornya. Namun demikian, waktu respons dari Transistor-foto secara umum akan lebih lambat dari pada Foto Dioda. Sebuah dioda Zener memiliki sifat yang hampir sama dengan dioda biasa, kecuali bahwa alat ini sengaja dibuat dengan tengangan rusak yang jauh dikurangi, Zener Diode Sebuah dioda biasanya dianggap sebagai komponen yang menyalurkan listrik ke satu arah, namun Zener Dioda dibuat sedemikian rupa sehingga arus dapat mengalir ke arah yang berlawanan, jika tegangan yang diberikan melampaui batas "tegangan rusak"(breakdown voltage) atau "tegangan Zener". disebut tegangan Zener. Sebuah dioda Zener memiliki p-n junction berat, yang yang memiliki doping memungkinkan elektron untuk tembus (tunnel) dari pita valensi material tipe-p ke dalam pita konduksi material tipe-n. Sebuah dioda zener yang dicatu-balik akan menunjukan perilaku rusak yang terkontrol 2 dan akan melewatkan arus listrik untuk menjaga tegangan jatuh supaya tetap pada tegangan zener. Sebagai contoh, sebuah diode zener 3.2 Volt akan menunjukan tegangan jatuh pada 3.2 Volt jika diberi catu-balik. Namun, karena arusnya tidak terbatasi, sehingga dioda zener biasanya digunakan untuk membangkitkan tegangan referensi, atau untuk menstabilisasi Dioda Schottky (SCR) SCR singkatan dari Silicon Control Rectifier. Adalah Dioda yang mempunyai fungsi sebagai pengendali. SCR atau Tyristor masih termasuk keluarga semikonduktor dengan karateristik yang serupa dengan tabung thiratron. Sebagai pengendalinya adalah gate (G). tegangan untuk aplikasi-aplikasi arus kecil. SCR Dioda Laser Dioda laser adalah sejenis laser di mana media aktifnya sebuah semikonduktor persimpangan p-n yang mirip dengan yang terdapat pada dioda pemancar cahaya. Dioda aser kadang juga disingkat LD atau ILD. Dioda laser baru ditemukan pada akhir abad ini oleh ilmuwan Universitas sering disebut Therystor. SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. Isi SCR terdiri dari PNPN (Positif Negatif Positif Negatif) dan biasanya disebut PNPN Trioda. Harvard. Prinsip kerja dioda ini sama seperti dioda lainnya yaitu melalui sirkuit dari rangkaian elektronika, yang terdiri dari jenis p dan n. Pada kedua jenis ini sering dihasilkan 2 tegangan, yaitu : 1. Biased forward, arus dihasilkan SCR Pada gambar diatas terlihat SCR dengan anoda pada kaki yang berulir, Gerbang gate pada kaki yang pendek, sedangkan katoda pada kaki yang panjang. searah dengan nilai 0,707 utk pembagian v puncak, bentuk gelombang di atas ( + ). 2. Backforward biased, ini merupakan Simbol SCR Fungsi Dioda Schottky (SCR) : 3 tegangan berbalik yang dapat merusak suatu komponen elektronika.  Sebagai rangkaian Saklar (switch control)  Sebagai rangkaian pengendali (remote control) Diagram dan skema SCR : Struktur DIAC Pada diagram sruktur DIAC menunjukkan ada lima lapisan dalam DIAC, memiliki dua terminal yaitu terminal 1 (T1) and terminal 2 (T2). Ada tiga jenis Dioda SCR semikonduktor yang berfungsi sama sebagai sebagai Saklar (Switching). Ketiga Dioda SCR semikonduktor tersebut adalah SCR itu sendiri, DIAC dan TRIAC. DIAC Polaritas DIAC TRIAC DIAC merupakan salah satu jenis dioda SCR, namun memiliki saja, dua terminal dengan TRIAC mempunyai kontruksi sama (elektroda) berbeda dengan DIAC, hanya saja pada TRIAC terdapat terminal pengontrol (terminal gate). Sedangkan untuk terminal lainnya dinamakan main terminal 1 dan main terminal 2 (disingkat mt1 dan mt2). Seperti halnya pada DIAC, maka TRIAC pun dapat mengaliri arus bolak-balik, tidak "saudaranya" yang memiliki tiga terminal, yaitu TRIAC. DIAC seperti SCR yang hanya mengalirkan arus searah (dari terminal anoda ke terminal katoda). Simbol DIAC 4 mengontak sampai kuat arus 40 ampere dan mempunyai maksimal 1.000 tegangan volt. hingga Pengujian Dioda Simbol TRIAC Simbol TRIAC di dalam tiga skema dua Untuk dapat menentukan dioda dalam keadaan baik atau tidak, Anda dapat melakukan pengujian pada dioda tersebut dengan menggunakan ohmmeter. elektronika, memiliki kaki, diantaranya terminal MT1 (T1) dan MT2 (T2) dan lainnya terminal Gate (G) Tabel Hasil Pengujian Dioda : Tabel Pengujian Dioda Struktur TRIAC Triac setara dengan dua SCR yang dihubungkan paralel. Artinya TRIAC dapat menjadi saklar keduanya secara langsung. TRIAC digolongkan menurut kemampuan pengontakan. TRIAC tidak mempunyai kemampuan kuasa yang sangat tinggi untuk jenis SCR. Ada dua jenis TRIAC, Low-Current dan MediumCurrent. Low-Current TRIAC dapat mengontak hingga kuat arus 1 ampere dan mempunyai maksimal tegangan sampai beberapa ratus volt. Medium-Current TRIAC dapat 5 FUNGSI TRANSISTOR (BY JELMIYATI) Transistor sebagai saklar Transistor sebagai saklar adalah berfungsi membuka. sebagai saklar yg salah satu fungsinya sebagaimana saya jelaskan pada artikel sebelum ini. Prinsip kerja dari komponen ini yang difungsikan sebagai saklar ialah dengan mendapatkan manfaat dari cut-off dan kondisi jenuh dari Bila dikaji lebih dalam lagi maka tiap jenis dan seri transistor mempunyai spesifikasi yg berlainan terhadap arus yg diperlukan keadaan hingga dan pada jauh tercapainya jenuh. cut-off Walaupun sih berbeda, sangat transistor itu sendiri, yang mana kedua keadaan tersebut bisa didapat dgn mengatur besarnya arus yg dasarnya tidak pebedaannya, kecuali pembuatannya dr bahan semi konduktor yg berbeda pula yaitu germanium atau silikon. Sebagaimana bahwa saya sebut diawal melewati basis dari transistor. Saturasi atau disebut juga kondisi / keadaan jenuh akan didapat bila basis transistor dikasih arus yang cukup besar hingga transistor fungsi transistor sebagai saklar adalah salah satu dari fungsifungsinya, salah duanya adalah menjadi jenuh dan fungsinya menjadi saklar yang menutup. Sedangkan sebagai penguat. Transistor yang digunakan bekerja dikeadaan Bahasa sebagai dititik kerja Q penguat atau akan juga keadaan cut-off didapatkan apabila arus basisnya dilewati dengan arus yg amat kecil bahkan hampir nol amper, yang menjadikan transistor transistornya. diantara sederhananya, kondisi cut-off dan kondisi jenuhlah, 6 titik Q itu berada dan membuat transisor berfungsi sebagai penguat. adanya bouncing sebagaimana biasanya terjadi pada pensaklaran mekanik yang memakai relay. Lebih khusus lagi transistor ini sesuai buat pensaklaran pada rangkaian digital yg membutuhkan supply tegangan yang kecil, karena mekanik keakuratan tidak dan kecepatan; alat-alat saklar memakai pada seperti Apa kelebihan dan kekurangan umumnya. Transistor sebagai penguat Saat ini pemakaian transistor dari Transistor Sebagai Saklar ? Penjelasan kekurangan dari saklar transistor ini adalah berdasar pengalaman pribadi, yaitu arus beban yang dapat bertahan disaklarkan itu jumlahnya kecil. Dengan demikian maka beban yang sesuai haruslah terlebih dahulu dipilih dengan baik. Bila tidak dipilah maka resiko sebagai penguat telah banyak di pakai dalam suatu perangkat yaitu tone elektronik. misalnya control, pre-amp, amplifier ( penguat akhir ) dan rangkaian elektronika lainnya. pemakaian transistor ini terjadinya kerusakan transistor akan besar, akibat dari berlebihnya benar-benar keharusan elektronika. telah menjadi didalamkomponen dispasi daya yang ada. Trus kelebihannya komponen ini jika kita menggunakannya sebagai saklar, yaitu dapat difungsikan menjadi Transistor adalah sebuah komponen monokristal semi konduktor dimana didalam komponen terdapat dua saklar dengan sangat cepat dan tidak pertemuan antara p-n. Hingga kita bisa membuat dua rangkaian yakni p7 n-p dan n-p-n. Transistor adalah suatu komponen elektronik yang bisa memperbesar level sinyal keluaran beberapa kali dari sinyal masukan. Sinyal masukan di sini bisa berupa sinyal ac maupun dc. Prinsip yang di pakai biasa di pakai dalam rangkaian amplifier sedehana. didalam transistor sebagai penguat yaitu arus kecil pada basis dipakai untuk mengontrol arus yang lebih besar yang diberikan ke Sedangkan fungsi transistor sebagai saklar memanfaatkan area kolektor melalui transistor tersebut. Dari sini bisa kita lihat bahwa fungsi dari transistor adalah hanya sebagai penguat ketika arus basis akan penjenuhan ( saturasi ) dan area penyumbatan ( cutt-off ). Pada waktu saturasi penyambungan secara ideal nilai kolektor sama juga resistansi emitter 0 atau berubah. Perubahan arus kecil pada basis inilah yang dinamakan dengan perubahan besar pada arus yang mengalir dari kolektor ke emitter. Kelebihan dari transistor penguat bukan sekedar bisa menguatkan koklektor terhubung langsung. dan pada waktu cut-off nilai resistansi penyambungan kolektor emitter ideal sama dengan tidak terhingga atau terminal terbuka. Sebuah transistor penguat dapat bekerja sebagai dengan kolektor dan emitter sinyal, namun transistor ini juga dapat di pakai sebagai penguat arus, penguat daya dan penguat tegangan. Di bawah ini gambar yang biasa di pakai dalam rangkaian transistor yang optimal jika titik penguat dengan khususnya sebagai penguat 8 transistor mesti di tentukan serta juga mesti sama dengan yang di tentukan oleh garis beban ac/dc. misalnya yaitu mempunyai titik kerja di area cut-off, titik kerja berada di tengah-tengah garis beban dan penguat kelas ab adalah merupakan kombinasi antara kelas a dan b yang bekerja dengan cara bergantian dengan jenis transistor pnp dan npn. 9 OSILOSKOP (BY KHAYRUNNISA B. MUHAMMADIA) Osiloskop adalah alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari. Osiloskop dilengkapi dengan tabung sinar katode.Peranti pemancar elektron memproyeksikan sorotan Semua alat ukur elektronik bekerja berdasarkan sampel data, semakin tinggi sampel data, semakin akurat peralatan elektronik tersebut. Osiloskop, pada umumnya juga mempunyai sampel data yang sangat tinggi, oleh karena itu osiloskop merupakan alat ukur elektronik yang mahal. Jika sebuah osiloskop elektron ke layar tabung sinar katode. Sorotan elektron membekas pada layar. Suatu rangkaian khusus dalam osiloskop menyebabkan sorotan bergerak berulangulang dari kiri ke kanan. Pengulangan ini menyebabkan bentuk sinyal kontinyu sehingga dapat dipelajari. Osiloskop biasanya digunakan untuk mempunyai sampel rate 10 Ks/s (10 kilo sample/second = 10.000 data per detik), maka alat ini akan melakukan pembacaan sebanyak 10.000 kali dalam sedetik. Jika yang diukur adalah sebuah gelombang dengan frekuensi 2500Hz, maka setiap sampel akan memuat data 1/4 dari sebuah gelombang penuh yang kemudian akan ditampilkan dalam layar dengan grafik skala XY. mengamati bentuk gelombang yang tepat dari sinyal listrik. Selain amplitudo sinyal, osiloskop dapat menunjukkan distorsi, waktu antara dua peristiwa (seperti lebar pulsa, periode, atau waktu naik) dan waktu relatif dari dua sinyal terkait. 10 Untuk Pengukuran: Osiloskop adalah alat ukur besaran listrik yang dapat memetakan sinyal listrik. Pada kebanyakan aplikasi, grafik yang Osiloskop ‘Dual Trace’ dapat memperagakan dua buah sinyal sekaligus pada saat yang sama. Cara ini biasanya digunakan untuk melihat bentuk sinyal pada dua tempat yang berbeda dalam suatu rangkaian elektronik. Kadang- ditampilkan memperlihatkan bagaimana sinyal berubah terhadap waktu. Seperti yang bisa anda lihat pada gambar di bawah ini ditunjukkan bahwa pada sumbu vertikal(Y) merepresentasikan tegangan V, pada sumbu horisontal(X) menunjukkan besaran waktu t. Layar osiloskop dibagi atas 8 kotak skala besar dalam arah vertikal dan 10 kotak dalam arah kadang sinyal osiloskop juga dinyatakan dengan 3 dimensi. Sumbu vertikal(Y) merepresentasikan sumbu tegangan V dan horisontal(X) menunjukkan besaran waktu t. Tambahan sumbu Z merepresentasikan intensitas tampilan osiloskop. Tetapi bagian ini biasanya diabaikan karena tidak dibutuhkan dalam pengukuran. horizontal. Tiap kotak dibuat skala yang lebih kecil. Sejumlah tombol pada osiloskop digunakan untuk mengubah nilai skala-skala tersebut. 11 Wujud/bangun dari osiloskop mirip-mirip sebuah pesawat televisi dengan beberapa tombol pengatur. kecuali terdapat garisgaris(grid) pada layarnya. Fungsi dari tiap-tiap bagian: 1. POSITION : Untuk mengatur posisi berkas signal arah vertical untuk channel 1. 2. DC. BAL : Untuk menyeimbangkan DC vertical guna pemakaian channel 1 (atau Y ), Penyetelan dilakukan sampai posisi gambar diam pada saat variabel diputar. 3. INPUT : Terminal masukan pada saat pengukuran pada CH 1 juga digunakan untuk Kalibrasi. 4. AC ? GND ? DC Langkah langkah pengukuran Frekuensi menggunakan osiloskop: KALIBRASI: 1. Nyalakan power pada osiloskop 2. tombol CH1 pada posisi grid 3. atur tombol Y-pos 1 sehingga didapat garis lurus berimpitan dengan sumbu x pada layar 4. pindahkan tombol CH1 pada ac/dc 5. hubungkan probe osiloskop pada cal.0.5v 6. pastikan faktor pengali pada probe pada posisi x1 7. atur selektor range volt/div pada posisi 1volt/div cal sampai didapat tegangan 1/2 divisi 5. VOLT/DIV : Sakelar putar untuk memilih besarnya tegangan per cm (volt/div) pada layar CRT, ada II tingkat besaran tegangan yang tersedia dari 0,01 v/div s.d 20V/div 6 VARIABLE : 12 Posisi AC = Untuk megukur AC, objek ukur DC tidak bisa diukur melalui Posisi ini, karena signal DC akan terblokir oleh kapasitor. Posisi GND = Terminal ini terbuka dan berkas merupakan garis nol/lived nol. Posisi DC = Untuk mengukur tegangan DC dan masukan-masukan yang lain. Untuk mengontrol sensitifitas arah gelombang Dengan polaritas terbaik dari channel 2 akan tampak. 8. LED PILOT LAMP : Lampu indicator untuk power masuk, apabila switch ILLUM diputar ke on. 9. ILLUM : Bila diputar berlawanan jarum jam vertical pada CH 1 (Y). pada putaran maksimal Ke arah jarum jam (CAL) gunanya untuk mengkalibrasi mengecek apakah Tegangan 1 volt tepat 1 cm pada skala layar CRT. 7 MODE (CH 1, CH 2, DUAL, ADD, SUB) CH 1 : Jika signal yang diukur menggunakan CH 1, maka posisi switch pada CH 1 dan berkas yang nampak pada layar hanya ada satu. CH 2 : Jika signal yang diukur maksimum, maka power AC akan mati dan jika Ke kanan, maka power AC akan masuk dengan ditandai LED pilot lampu menyala. 10. INTENSITY : Untuk mengatur gelap atau terangnya berkas sinar supaya ke enak kiri pada untuk menggunakan CH 2, maka posisi switch pada CH 2 dan berkas yang nampak pada layar hanya satu. DUAL : Yaitu suatu posisi switch apabila hendak mengunakan CH 1 dan CH 2 Secara bersamaan, dan pada layar pun akan tampak dua berkas. penglihatan. Diputar memperlemah sinar dan apabila diputar ke kanan akan membuat terang 11. FOCUS : Untuk memperkecil/menebalkan berkas ADD : Bentuk gelombang dari kedua channel masukan yang aljabar dilihat dapat dan dalam sinar atau garis untuk mendapatkan Gambar yang lebih jelas. 12. ASTIG : Pengaturan astigmatisma adalah untuk memperoleh titik cahaya yang lebih baik Ketika menyetel FOCUS 13. EXT-TRIG : dijumlahkan Secara penjumlahannya dapat bentuk satu Gambar. SUB : Masukan dengan polaritas terbaik pada CH 2, ditambah masukan CH 1, Maka perbedaan secara aljabar akan tampak satu gambar pada layar. Apabila CH 1 tidak diberi signal masukan, maka bentuk 13 Terminal dari sinkronisasi eksternal Dengan mencabut pemutar level sweep akan sedikit terganggu.bentuk gelombang - tidak diam selama tidak menggunakan signal trigger,yang nampak hanyalah tegangan eksternal yang lebih dari IV peak To peak harus menggunakan switch SOURCE di set pada posisi EXT. 14. SOURCE : Sakelar dengan tiga posisi untuk memilih tegangan sinkronisasi. CH 1 : Huruf akan sinkron dengan masukan gelombang dari CH 1. Jika menggunakan CH 1 hendaklah switch source ditetapkan pada CH 1. CH 2 : Sweep akan sinkron dengan masukan gelombang dari CH 2. garis lurus dan ini akan terjadi bila signal teriger masuk. 17 POSITION. Untuk menyetel kekiri dan kekanan berkas gambar ( posisi arah horizontal) Switch pelipat sweep dengan menarik knop ,bentuk gelombang dilipatkan 5 Kali lipat kearah kiri dan kearah kanan usahakan cahaya seruncing mungkin. 18. SWEEP TIME /DIV; Yaitu untuk memilih skala besaran waktu dari suatu priode atau pun square trap Cm (div ) sekitar 19 tingkat besaranyang tersedia terdiri dari 0,5 s/d apabila Menggunakan CH 2 hendaknya switch source diletakkan pada CH 2. Sweep CH 1 dan CH 2 akan sikron pula pada saat menggunakan DC/AC. EXT : Sweep akan sikron dengan masukan signal dari luar melalui Terminal EXT + TR 16 (19). 15. SYNC : Sakelar pemisah sinkronisasi. 15. LEVEL; Meengontrol sync level adalah mengatur phase sync untuk menentukan bentuk titik awal gelombang signal. 16. PULL AUTO 0,5 second.pengoperasian X-Y didapatkan dengan memutar penuh kearah jarum jam.perpindahan TVH.secara Chop-ALT-TVVdari otomatis sini.Pembacaan kalibrasi sweep time/div juga dari sini dengan cara variabel diputar penuh searah jarum jam. 19. VARIABEL; Digunakan untuk menyetel sweeptime pada posisi putaran maksimum 14 arah jarum jam. ( CAL ) tiap tingkat dari 19 posisi dalam keadaan terkalibrasi . 20. CAL IV PP Yaitu terminal untuk mengkalibrasi ada beberapa jenis tegangan gelombang yang akan diperlihatkan pada layar monitor osiloskop . 1) Gelombang sinusoida 2) Gelombang blok 3) Gelombang gigi gergaji 4) Gelombang segitiga. voltage frequency chanel 1 dan chanel 2 Dimana untuk frequency 1 Khz tegangan harus 1 volt P-P. 21. AC VOLTAGE SELECTOR ; Untuk menyetel tegangan listrik 110 Volt atau 220 Volt. 22. INT MOD Teminal intensitas Brightness OSILOSKOP Osiloskop berguna untuk: melihat tingkah laku tegangan gelombang secara visual, Untuk dapat menggunakan osiloskop, harus bisa memahaami tombol-tombol yg ada pada pesawat perangkat ini,seperti telah diutarakan diatas. Secara umum osiloskop hanya untuk circuit osilator ( VCO ) disemua perangkat yg menggunakan rangkaian VCO 15 MACAM MACAM KAPASITOR (BY ELYANA ESTIYANDHIKA) Pengertian Kapasitor Kapasitor adalah komponen elektronika yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik, dan secara sederhana terdiri dari dua konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat (bahan dielektrik) tiap konduktor di sebut keping. Kapasitor atau disebut juga kondensator adalah alat (komponen) listrik yang dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menyimpan muatan listrik untuk sementara waktu. Pada prinsipnya sebuah kapasitor terdiri atas dua konduktor (lempeng logam) yang dipisahkan oleh bahan penyekat (isolator). Isolator penyekat ini sering disebut bahan (zat) dielektrik Zat dielektrik yang digunakan untuk menyekat kedua penghantar dapat digunakan untuk membedakan jenis kapasitor. Beberapa kapasitor menggunakan bahan dielektrik berupa kertas, mika, plastik cairan dan lain sebagainya. Beberapa jenis kapasitor menurut bahan dielektiknya antara lain Kegunaan Kapasitor Kegunaan kapasitor dalam berbagai rangkaian listrik adalah: 16 1. mencegah loncatan bunga api listrik pada rangkaian yang arus listrik diputuskan dan mengandung kumparan, bila tiba-tiba dinyalakan 2. menyimpan muatan atau energi listrik dalam rangkaian penyala elektronik 3. 4. memilih panjang gelombang pada radio penerima sebagai filter dalam catu daya (power supply) Bentuk kapasitor 1. 2. 3. kapasitor kertas (besar kapasitas 0,1 F) kapasitor elektrolit (besar kapasitas 105 pF) kapasitor variabel (besar kapasitas bisa di ubah-ubah dengan nilai kapasitas maksimum 500 pF) Macam-Macam Kapasitor Jenis Kapasitor Berdasarkan Polaritasnya Kapasitor Nonpolaritas Kapasitor ini tidak mempunyai kaki positif dan negatif sehingga cara pemasangan pada rangkaian elektronika boleh bolak-balik. Yang termasuk kapasitor ini adalah kapasitor mika, kapasitor keramik,kapasitor kertas, dan kapasitor milar. Kapasitor Polaritas Kapasitor ini mempunyai kaki positif dan negatif, sehingga cara pemasangan pada rangkaian elektronika tidak boleh terbalik. Variabel Condensator ( Varco ) Kondensator ini dapat diatur dengan cara memutar rotor (as) yang ada pada badan komponen. 17 Kondensator Trimer Kondensator ini dapat diatur dengan cara memutar rotor (as) yang ada pada badan komponen, tetapi harus mengunakan obeng. Kapasitor Berdasarkan Bahan Penyekat Konduktor ( Dielektrikum ) Kapasitor Keramik Kapasitor Tantalum Kapasitor Inti udara Kapasiitor Elektrolit Kapasitor Kertas 18 Kapasitor Mika / Milar Kapasitor Polyester Tipe Kapasitor berdasarkan Dielektrikum 1. Variabel Condensator ( varco ) Kondensator ini dipakai untuk tuning atau mencari gelombang radio. Jenis ini mempunyai udara sebagai dielektrikum.Kapasitor variabel mempunyai pelat-pelat yang stasioner (stator) dan pelat-pelat yang digerakkan (rotor ), biasanya terbuat dari alumunium. Dengan memutar tombol, luas plat yang berhadapan dapat diatur sehingga kapasitas kapasitor dapat diubah-obah. Dengan mengubah kapasitor frekuensi dapat distel. 2. Kapasitor Keramik Kapasitor ini menpunyai dielektrikum keramik. Kapasitor ini mempunyai oksida logam dan dielektrikumnya terdiri atas campuran titanium-oksida dan oksida lain. Kekuatan dielektrikumnya tinggi dan mempunyai kapasitas besar sekali dalam ukuran kecil. 3. Kapasitor Kertas Kapasitor ini mempunyai dielektrikum kertas dengan lapisan kertas setebal 0,05-0,02 mm antara dua lembar kertas alumunium.Kertasnya diresapi dengan minyak mineral untuk memperbesar kapasitas dan kekuatan dielektrikumnya. 4. Kapasitor Mika Kapasitor ini mempunyai elektroida logam dan lapisan dielektrikum dari polysteryne mylar dan teflon setebal 0,0064 mm. Digunakan untuk koreksi faktor daya. Seperti uji visi nuklir 5. Electrolit Condensator( Elco ) Kapasitor ini mempunyai dielektrik oksida alumunium dan sebuah elektrolit sebagai 19 elektroda negatif. Elektroda postif terbuat dari logam seperti alumunium dan tantalum tetapi sebuah elektroda negatif terbuat dari elektrolit. Tebal lapisan oksidanya adalah 0,0001. Dalam rangkaian elektronika sebagai perata denyut arus listrik. Tabel Nilai Dielektrikum Bahan Hampa Udara/gas lain Air suling Kertas farafin Mika Porselen Tantalum Olie paranol Olie silikon Teflon Keramik Angka dieklektrikum 1 1 80 2,2 5,5-7 5,5 27 4,5 2,8 20 5-1000 20 RESISTOR (BY WAWAN SETIAWAN) Resistor adalah komponen dasar 1. Menahan sebagian arus listrik agar sesuai dengan kebutuhan suatu rangkaian elektronika. 2. Menurunkan dengan yang tegangan dibutuhkan sesuai oleh elektronika yang selalu digunakan dalam setiap rangkaian elektronika pengatur arus karena atau yang bisa ber-fungsi sebagai untuk membatasi jumlah mengalir dalam suatu rangkaian. Dengan resistor, arus listrik dapat didistribusikan sesuai dengan kebutuhan. Sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Ω(Omega). Resistor adalah suatu komponen 1. rangkaian elektronika. 3. Membagi tegangan. 4. Bekerja sama dengan transistor dan kondensator dalam suatu rangkaian untuk membangkitkan frekuensi tinggi dan frekuensi rendah. Dilihat dari fungsi-nya, resistor dapat dibagi menjadi : Resistor Tetap (Fixed Resistor) elektronika yang dapat menghambat arus listrik. Fungsi resistor dapat digambarkan sebagai sekeping papan yang dipergunakan untuk menahan aliran air yang deras di selokan/parit kecil. Dengan memakai Yaitu resistor yang nilainya tidak dapat berubah, jadi selalu tetap (konstan). Resistor ini biasanya dibuat dari nikelin atau karbon. Berfungsi sebagai pembagi tegangan, mengatur atau membatasi arus pada suatu rangkaian serta memperbesar dan memperkecil tegangan. tahanan papan ini, maka arus air dapat terhambat alirannya. Makin besar papan yang dipergunakan untuk menahan arit parit, makin kecil air yang mengalir. Begitu pula kejadian ini dapat diterapkan dalam pelajaran elektronika. Makin besar resistansi (tahanan), makin kecil arus listrik dan tegangan yang melaluinya. Jadi resistor ber-fungsi sebagai: 21 2. Resistor Tidak Tetap (variable resistor) Yaitu resistor yang nilainya dapat berubahubah dengan jalan menggeser alat atau cahaya gelap nilai tahanannya semakin besar, sedangkan bila terkena cahaya terang nilainya menjadi semakin kecil. memutar toggle pada tersebut, sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai dengan kebutuhan.Berfungsi sebagai pengatur volume (mengatur besar kecilnya arus),tone control pada sound system,pengatur tinggi rendahnya nada (bass/treble) serta berfungsi sebagai pembagi tegangan arus dan tegangan. 3. Resistor NTC dan PTC. NTC (Negative Temperature Coefficient), yaitu resistor yang nilainya akan bertambah kecil bila terkena suhu panas. Sedangkan PTC (Positive Temperature Coefficient), yaitu resistor yang nilainya akan bertambah besar bila temperaturnya menjadi dingin. 4. Resistor LDR LDR (Light Dependent Resistor) yaitu jenis resistor yang berubah hambatannya karena pengaruh cahaya. Bila terkena 22 Macam-Macam Alat Ukur Listrik Dan Fungsinya. (BY MUANZIR) Alat ukur listrik merupakan alat yang digunakan untuk mengukur besaranbesaran listrik seperti hambatan listrik (R), kuat arus listrik (I), beda potensial listrik (V), daya listrik (P), dan lainnya. Terdapat dua jenis alat ukur yaitu alat ukur analog dan alat ukur digital. memotong penghantar agar arus mengalir melewati ampere meter. Berikut adalah macam-macam alat ukur :       DC Ampermeter Amper-meter Voltmeter Ohm-meter Multimeter Analog/Digital Megger dll Bagian terpenting dari Ampermeter adalah galvanometer. Galvanometer bekerja Ampermeter Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik baik untuk DC maupun AC yang ada dalam rangkaian biasanya dengan prinsip gaya antara medan magnet dan kumparan dapat berarus. digunakan tertutup. Amperemeter dipasang berderet dengan elemen listrik. Jika kita akan mengukur arus yang melewati penghantar dengan menggunakan Amperemeter maka harus kita pasang seri dengan cara Galvanometer langsung untuk mengukur kuat arus searah yang kecil. Semakin besar arus yang melewati kumparan 23 semakin besar simpangan pada tembaga yang terpasang pada sebuah bakelite yang dirangkai dalam sebuah tabung kaca atau plastik. Lempengan luar berperan sebagai anode sedangkan yang di tengah sebagai katode. galvanometer. Umumnya tabung tersebut berukuran 15 x 10cm (tinggi x diameter). Galvanometer Ampermeter galvanometer paralel terdiri yang dari dihubungkan yang rendah. Ohm-meter Ohm-meter adalah alat untuk dengan resistor mempunyai hambatan Tujuannya adalah untuk menaikan batas ukur ampermeter. akan dapat ada Hasil terbaca pada pengukuran pada skala mengukur hambatan listrik, yaitu daya untuk listrik menahan dalam mengalirnya suatu arus yang ampermeter. Alat ini sering digunakan oleh konduktor. Besarnya satuan hambatan yang diukur oleh alat ini dinyatakan dalam ohm. Alat ohm-meter ini untuk menggunakan mengukur teknisi elektronik yang biasanya menjadi satu dalam multitester atau Avometer. singkatan Voltmeter Avometer dari dan adalah galvanometer Amperemeter, Ohmmeter. besarnya arus listrik yang lewat pada suatu hambatan listrik (R), yang kemudian Voltmeter Voltmeter adalah alat untuk mengukur besar tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Voltmeter disusun secara paralel terhadap letak komponen yang diukur dalam rangkaian. Alat ini terdiri dari tiga buah lempengan ohm. dikalibrasikan ke satuan Ohm-meter Multitester Analog/Digital 24 e. Dan peralatan listrik lainnya Multimeter adalah alat untuk mngukur listrik tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (amper). Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), analog. dan multimeter Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun DC. Multitester Digital Multitester Analog Megger Megger a. b. c. d. Megger dipergunakan untuk mengukur tahanan isolasi dari alat-alat listrik maupun instalasi-instalasi, output dari alat ukur ini umumnya adalah tegangan tinggi arus searah.Megger ini banyak digunakan petugas dalam mengukur tahanan isolasi antara lain untuk: Kabel instalasi pada rumahrumah/bangunan Kabel tegangan tinggi. Kabel tegangan rendah Transformator 25 Rectifier, Filter & Regulator (BY MUHAMMAD AKMAL) Perangkat elektronik yang DEFINISI POWER SUPPLY memerlukan arus DC mestinya dicatu oleh suplai arus searah DC (direct current ) yang stabil agar dapat bekerja dengan baik. Baterai atau accu adalah sumber catu daya DC yang paling baik. Namun untuk aplikasi catu daya yang lebih Power daya adalah supply sebuah atau catu membutuhkan cukup. Sumber catu daya yang besar adalah sumber bolak-balik current) AC dari (alternating besar, sumber dari baterai tidak peralatan penyedia tegangan atau sumber daya untuk peralatan elektronika dengan prinsip mengubah tegangan listrik yang tersedia dari jaringan distribusi transmisi listrik ke level yang diinginkan sehingga berimplikasi daya listrik. Dalam sistem pengubahan daya, terdapat empat jenis proses yang telah dikenal yaitu sistem pengubahan daya AC ke DC, DC ke DC, DC ke AC, dan AC ke AC. Masing pengubahan masing memiliki sistem keunikan pada pengubahan pembangkit tenaga listrik. Untuk itu diperlukan suatu perangkat catu daya yang dapat mengubah arus AC menjadi DC aplikasi tersendiri, tetapi ada dua 26 yang implementasinya kemudian berkembang pesat dan luas yaitu sistem pengubahan AC ke DC  gelombang keluaran dari riak (ripple ) yang berasal dari proses penyearahan Pengaturan bertujuan mengendalikan stabil variasi tegangan walaupun atau (regulatorion), untuk tegangan terjadi (DC power supply) dan DC ke DC (DC-DC converter) . Tipe – tipe DC power supply : 1. Power Supply tipe linear 2. Power Supply tipe peralihan (switching) Dalam materi ini khusus dibahas mengenai untuk kunjungi: http://www.elektroindonesia.com /elektro/elek24.html 1. Power supply tipe linear Beberapa fungsi yang masuk dalam proses pengubahan daya AC ke DC adalah sebagai berikut:  keluaran sehingga menjadi perubahan dari pada suhu, beban, maupun masukan jaringan transmisi listrik Idealnya, pengubahan daya ke DC memiliki karateristik seperti misalnya (constant dihadapkan efisiensi output) pada 100%, walaupun variasi dari gelombang keluaran yang tetap DC power DC supply, converter materi voltase transmisi (untuk power supply DC), arus pada beban, maupun suhu. Karakteristik ideal lainnya adalah tidak memiliki impedansi pada terminal keluaran (zero impedance output) untuk setiap jenjang frekuensi, dan juga tidak memiliki gangguan (noise) maupun ripple pada gelombang keluaran. Gambar 1 menunjukkan perbedaan dalam hal pengaturan beban dan ripple pada gelombang keluaran antara 27 Pengubahan tegangan tersedia Tegangan listrik , berfungsi untuk mengubah yang jaringan dari distribusi transmisi listrik ke level yang diinginkan  Penyearah, pengubah Filter arah sebagai tegangan penyaring, atau voltase dari AC ke DC  atau bertugas sebagai pembersih pengubah yang ideal dan yang praktis. Gambar 1 . Karakteristik ideal dan praktis pada pengubah ke DC Selanjutnya, rangkaian yang pada Gambar umum dipakai Gambar 2 . Rangkaian dengan konfigurasi Transformer Center-Tapped dan Penyearah 2 dapat dilihat dua buah contoh untuk menghasilkan daya DC dari daya AC, yaitu rangkaian dengan konfigurasi Transformer contoh penyearah Center-Tapped dan Penyearah memakai gelombang ripple Bridge (Bridge Rectifier). 2. Power supply tipe peralihan (switching) Power Supply tipe switching menjadi semakin karena dan populer tipe ini pemakaiannya yang efisiensi Bridge (Bridge Rectifier). Kedua tersebut jenis memberikan penyediaan daya DC densitas tinggi dayanya sangat penuh (full wave rectifier) yang mengakibatkan keluaran. tingkatan yang minimum pada gelombang dibandingkan dengan tipe linear. Untuk lebih jelasnya, beberapa perbandingan antara kedua tipe tersebut dapat dilihat pada Tabel 1. Spesifikasi Tipe Linear Pengaturan Beban 0.02(Load regulatorion) 0.01% Tipe Switching 0.1-1.0% 25-100 mV Variasi Gelombang 0.5-2 mV p-p 28 Keluaran (Output Ripple) Variasi Voltase masukan (Input Voltage Range) Efisiensi Densitas Daya (Power Density) Waktu Peralihan (Transient Recovery) Tabel rms +/- 50% berstatus energi ON semakin disimpan banyak dalam +/- 10% 60-80% 40-55% 0.5 W/in^3 50 usec 2.3 W/in^3 300 usec yang transformer dan semakin besar pula daya yang dikirim ke beban. Selain itu, untuk menghasilkan tegangan keluaran yang stabil, maka tegangan tersebut dapat diumpan balik dan dibandingkan dengan tegangan referensi (reference voltage) dan selisihnya 1. Perbandingan antara kemudian dapat digunakan untuk mengendalikan berstatus gambar Flyback power adalah tegangan penyearah ON 4, lamanya dan OFF. dapat switch Pada dilihat lain tipe Linear dan Switching Salah satu topologi dari power supply tipe switching seperti adalah yang dengan metode flyback (flyback regulator) diilustrasikan 3 berikut ini. pada Gambar konfigurasi lengkap dari metode tersebut. supply tipe DC Sebutan tipe "off-line" yang switching karena menjadi dengan masukan adalah melalui proses langsung penyearah Bridge dari sisi AC atau dari jaringan listrik dengan tanpa menggunakan transformer Gambar 3 . Rangkaian dasar 50 atau 60 Hz. Pada rangkaian yang sama juga terlihat adanya sistem umpan balik yang harus terisolasi kecil dari sisi AC dengan optomenggunakan transformer ukuran ataupun dengan isolator. Flyback Regulator Pengaturan besarnya daya keluaran switch melalui dikendalikan komponen dengan metode modulasi lebar pulsa atau PWM (Pulse Width Modulation) di mana semakin lama switch 29 30
Fly UP