of 160/160
BAB I PROGRAM RUANG - BANGUNAN MELALUI PENDEKATAN TIPOLOGI 1.1 PROGRAM FUNGSI, PELAKU DAN AKTIFITAS 1.1.1 Fungsi Kegiatan Fungsi utama sebuah Rumah Susun Mahasiswa ialah untuk mengakomodasi mahasiswa dalam permasalahan tempat tinggal / hunian dimana ia menempuh pendidikan. Selain itu, Rusunawa Mahasiswa juga harus mampu memperhatikan hubungan (social) antar mahasiswa dengan menyediakan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya. Fungsi-fungsi apa saja yang mampu diwadahi dalam bangunan rusunawa bergantung pada jenis kegiatan yang akan berjalan pada rumah susun tersebut. Karena rumah susun ini mengambil sasaran berupa mahasiswa (mahasiswa setingkat S1 dan S2) sehingga aktifitas utama i alah belajar serta sosialisasi antar penghuni rusun dan masyarakat luar rusun yang bisa diwujudkan dalam wadah berupa publik space. 1 DA 3 RUMAH SUSUN MAHASISWA LANDUNGSARI

laporan pendahuluan desain arsitektur

  • View
    236

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laporan pendahuluan sebelum mendesain rumah susun di kawasan malang

Text of laporan pendahuluan desain arsitektur

RUMAH SUSUN MAHASISWA LANDUNGSARIBAB I

DA 3

PROGRAM RUANG - BANGUNAN MELALUI PENDEKATAN TIPOLOGI1.1 PROGRAM FUNGSI, PELAKU DAN AKTIFITAS 1.1.1 Fungsi KegiatanFungsi utama sebuah Rumah Susun Mahasiswa ialah untuk mengakomodasi mahasiswa dalam permasalahan tempat tinggal / hunian dimana ia menempuh pendidikan. Selain itu, Rusunawa Mahasiswa juga harus mampu memperhatikan hubungan (social) antar mahasiswa dengan menyediakan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya.

Fungsi-fungsi apa saja yang mampu diwadahi dalam bangunan rusunawa bergantung pada jenis kegiatan yang akan berjalan pada rumah susun tersebut. Karena rumah susun ini mengambil sasaran berupa mahasiswa (mahasiswa setingkat S1 dan S2) sehingga aktifitas utama i alah belajar serta sosialisasi antar penghuni rusun dan masyarakat luar rusun yang bisa diwujudkan dalam wadah berupa publik space. Aktifitas ini dibagi menjadi tiga macam, yaitu : Aktifitas dalam ruang ini lebih didominasi kegiatan yang dilakukan manusia sedangkan yang berada diluar lebih banyak dilakukan oleh kendaraan.

Berlangsung di dalam, di dekat dan di sekitar bangunan berdasar pelaku Manusia, Mesin, Pejalan kaki dan Kendaraan Langsung, bertalian

Aktifitas

1

DESAINARSITEKTUR

III

Pada tinjauan objek komparasi, bangunan yang dijadikan tinjauan memiliki beberapa fungsi yang mampu mewadahi aktifitas mahasiswa dan bisa dijadikan acuan dalam membangun rumah susun mahasiswa. Aktifitas yang diwadahi oleh Rusun Universitas Indonesia adalah : aktifitas sekitar bangunan yang berupa aktifitas pedestrian dan kendaraan sehingga dimunculkan fungsi-fungsi yang mampu mewadahinya berupa jalur-jalur sirkulasi berupa , jalur sepeda, pedestrian, lalu lintas mobil, dan rencana light train rail (tram). Aktifitas dalam ruangan berupa aktifitas manusia seharihari serta aktifitas belajar bagi para mahasiswanya. fungsi utama/pokok, yaitu mengakomodasi serta mewadahi segala aktifitas mahasiswa yang sedang dalam masa studi fungsi penunjang dari fungsi utama rusun sehingga fungsi utama nantinya mampu berjalan dengan baik fungsi pelengkap yang tidak wajib ada pada desain namun akan lebih baik jika diaplikasikan sehingga fungsi utama akan berjalan lancar

Fungsi primer

RUSUNAWA

Fungsi sekunder

Fungsi tersier

2

DESAINARSITEKTURFungsi PrimerTempat tinggal sementara mahasiswa Tempat sosialisasi antar mahasiswa Tempat belajar (selain kampus) Tempat berorganisasi

III

Fungsi SekunderTempat refreshing Tempat beribadah Tempat penyimpanan barang milik pribadi Tempat menjaga keamanan Tempat sosialisasi dengan masyarakat Tempat menerima tamu/pengunjung Perpustakaan dan Laboratorium mahasiswa Tempat cuci/jemur Tempat parkirTabel.1.1 Fungsi Kegiatan

Fungsi TersierTempat menjaga kebugaran Tempat membeli makanan (kafe, kantin) Tempat nongkrong mahasiswa Tempat sarana penunjang perkuliahan (fotocopy, atk, koperasi)

Analisis Pelaku dan Kegiatan Pelaku yang terlibat dalam rumah susun mahasiswa antara lain: 1. Penyewa/mahasiswa, mahasiswa sebagai sasaran rumah susun menjadi objek utama yang menyewa dan meninggali rumah susun. 2. Pengelola, pengelola rumah susun mahasiswa. Pengelola terdiri dari pemilik rusunawa serta pengelola dari pihak mahasiswa. 3. Pengunjung/masyarakat, merupakan tamu serta bagian dari lingkungan sekitar rusunawa.

3

DESAINARSITEKTUR1.1.2 Struktur Pengelola Rusun pengelola

III

Staf

mahasiswaSasaran/Pengguna

pengunjung

Urbanisasi, beserta dampak pertambahan penduduk dan perkembangan aktivitas kota yang menyertainya, menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan ruang-wadah aktivitas tersebut sendiri. Hal ini menyebabkan semakin meluasnya wilayah terbangun menyempitnya ruang terbuka-publik dan semakin tingginya kepadatan penduduk di berbagai pelosok dan daerah pinggiran kota. Kota Malang, sebagai kota pelajar / pendidikan, sedang mengalami masa-masa tersebut. Seiring perjalanan waktu dan pertambahan penduduk / pemukiman dari luar kota, baik yang menetap sebagai penduduk tetap maupun sementara ( termasuk yang sedang studi ), berkembanglah permukiman yang menempati bantaran sungai ( daerah aliran sungai / DAS ) Brantas, termasuk di kawasan dekat kampus beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malng dan Universitas Islam Malang, yang merupakan daerah berpotensi terjadi banjir dan tanah longsong. Mahasiswa yang datang dari luar malang khususnya pasti akan mencari tempat bernaung dan tempat tinggal yang nyaman dan dekat dengan kampus mereka.untuk itu perlu dibangun fasilitas rusunawa ini. Batasan segmen pasar adalah: Mahasiswa setingkat S1tetapi bukan mahasiswa baru dan S2.

4

DESAINARSITEKTUR1.1.3 Program Desain

III

PelakuKepala pengelola

Jenis kegiatan1. memimpin rapat dan pertemuan 2. makan dan minum 3. melaksanakan tanggung jawab kerja, mengecek administrasi dan keuangan mahasiswa 4. ibadah 5. istirahat 6. melaksanakan kegiatan metabolism 7. melakukan kegiatan kebugaran 1. istirahat 2. melaksanakan kegiatan luar kampus (organisasi) 3. melaksanakan kerja kelompok dan diskusi/belajar 4. makan dan minum 5. melaksanakan kegiatan metabolisme 6. melakukan kegiatan kebugaran 7. melakukan sosialisasi 8. memarkir kendaraan 9. ibadah 1. Memarkir kendaraan 2. Menunggu 3. Mencari informasi 4. Melaksanaakan kegiatan metabolism 5. Makan dan minum 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Fungsi yang Mewadahiruang rapat/kantor kantin/kafe kantor pengelola musholla kamar/tempat rehat KM/WC pengelola Sarana olahraga murah serta public space

Mahasiswa

1. 2. 3. 4. 5. 6.

kamar hall/aula bersama perpustakaan dan laboratorium kafe/kantin KM/WC Sarana olahraga murah serta public space 7. Public space (taman) 8. Tempat parkir 9. Musholla 1. 2. 3. 4. 5. Tempat parker Ruang tunggu/lobby Receptionist KM/WC Kafe/kantin

Tamu/pengunjung

5

DESAINARSITEKTUR6. Ibadah 6. Musholla

III

Keamanan

Kebersihan

1. Memarkirkan kendaraan 2. Melakukan kegiatan pengawasan lingkungan 3. Nongkrong 4. Istirahat 5. Makan dan minum 6. Ibadah 1. menyimpan alat-alat kebersihan 2. istirahat 3. makan dan minum 4. ibadahTabel.1.2 jenis kegiatan pelaku dan ruangnya

1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4.

tempat parker gardu satpam tempat ngopi/kafe kamar/tempat rehat kafe/kantin musholla Gudang/janitor room Kamar/ruang rehat Kafe/kantin musholla

1.1.4 Analisa Pelaku, Aktifitas dan Kebutuhan Ruang 1.1.4.1 Analisa Fungsi Komparasi Dalam membantu mempermudah menganalisa ruang - ruang apa saja yang nantinya akan di program dan digunakan dalam proses rancangan maka dilakukan analisa terhadap fungsi fungsi ruang yang terdapat pada data komparasi Rumah Susun Mahasiswa yang kami gunakan sebelumnya. Komparasi yang kami gunakan yakni Rumah Susun Mahasiswa UI, Rumah Susun Mahasiswa UNDIP, Rumah Susun Mahasiswa UNISMA dan Rumah Susun Maahasiswa UMM.

6

DESAINARSITEKTURNO 1 FUNGSI Unit Hunian dan Fasilitas AKTIFITAS Istirahat, Man di, Makan, Masak, BAB, BAK, Kamar Tidur Rusun UNDIP Rusun UI Rusun UNISMA

III

Rusun UMMBangunan dibuat 2 blok (yaitu Blok A dan Blok B) yang masing-masing berukuran 38 x 22 M. Blok A berkapasitas 240 orang dan Blok B dengan kapasitas 192 orang. Masing- masing blok terdiri dari 2 bangunan berlantai 4. Tempat hunian mahasiswa ditempatkan pada lantai 2 sampai dengan 4. Untuk lantai 1 dimanfaatkan sebagai tempat fasilitas umum.

.Lantai tipikal 1 kamar : 4 orang Student Housing luas kamar :4 x 5 m terdiri dari 80% tipe Studio, fasilitas 1 lantainya gross area 18 m terdapat 8 kamar mandi : dan 20% tipe 1 Bed 4 kamar mandi untuk room, gross area mahasiswa perempuan, 24m. Lantai tipikal 4 kamar mandi untuk Serviced Apartment mahasiswa laki-laki terdiri dari 10% tipe Studio, 30% tipe 1 Bed room, 30% tipe 2Bed room, dan30%tipe 3 Bed room.

7

DESAINARSITEKTUR

IIIKamar hunian berukuran 5,2 x 4,2 M dengan kamar mandi dalam. Kapasitas tiap kamar di Blok A adalah 4 orang, sedangkan tiap kamar di Blok B mampu menampung 3 rang.

2

Front of House

Menerima Tamu

3 4.

Indoor Facilities

Bersantai, Makan, Minum, Bersosialisasi Outdoor Facilities Olahraga,Rekreasi, Gazebo Bersosialisasi. Administration Area Service Area Mechanical, Pengelolaan Rumah susun Memarkir kendaraan Pemeriksa plumbing

Lobby, Recepcionist Area Kantin, Aula

Lobby, Lobby, Recepcionist Area, Recepcionist Area Lift Kantin,Aula Kantin, aula Gazebo, Track Jogging Lap Tennis dan Lap Basket Ruang Pengelola Area parkir

Lobby, Recepcionist Area Aula -

5 6. 7.

Ruang Pengelola Area parkir Plumbing,

Ruang Pengelola Area parkir

Ruang Pengelola Area parkir Plumbing,

Plumbing, elektrical Plumbing, elektrical

8

DESAINARSITEKTUREngimeerimg Dan elektrical, elektrical Mengontrol camera Area, Control CCTV room,roof tank room,generat or room Area,Control Area,Control room,roof tank room,rooftank room,generator room,operator room,generator lift room room

III

elektrical Area, Control room,rooftank room,generator room

Tabel.1.3 Komparasi Fungsi dan aktivitas pelaku

Analisa Pelaku, Aktifitas dan Kebutuhan RuangUntuk mendapatkan kebutuhan ruang yang nantinya digunakan dalam desain dibutuhkan analisa pelaku serta aktifitas yang sekiranya terjadi nantinya dalam proses Pengelolaan Rumah Susun Mahasiswa. Pelaku dalam hal ini terbagi menjadi empat kategori yakni PENGHUNI, PENGUNJUNG, PENGELOLA SERTA PEGAWAI. Pengunjung dapat diartikan sebagai tamu yang mengunjungi penghuni yaitu mahasiswa.

9

DESAINARSITEKTURTabel. 1.4 Pelaku, Aktifitas dan Kebutuhan Ruang

III

PELAKU

AKTIFITAS UMUM Memarkir Kendaraan Masak Makan Berkumpul Mandi

AKTIFITAS KHUSUS

KEBUTUHAN RUANG Area Parkir

Meletakkan Belanjaan

Dapur Umum Kantin Gazebo

BAB / BAK

Kamar Mandi Balkon, Teras Lobby

Penghuni

Bersantai Menerima Tamu Membeli Kebutuhan Berolahraga

Area Usaha Jogging Track, Lapangan

basket,sepakbola Mencuci Pakaian Mengambil Uang Ruang Servis ATM Center

10

DESAINARSITEKTURRelaksasi Berobat Memarkir Kendaraan Memasuki Rusun Gazebo Klinik Parkir Pengunjung

III

pengunjung Meninta InformasiMenunggu Makan, Minum BAB / BAK

Reseptionst Lobby Kantin Kamar Mandi

11

DESAINARSITEKTURPELAKU AKTIFITAS UMUM Memarkir Kendaraan Bekerja Rapat AKTIFITAS KHUSUS Parkir Pengelola Ruang Peralatan Ruang Meeting

III

KEBUTUHAN RUANG

12

DESAINARSITEKTURBAB / BAK Membuat minum Toilet Pantry Kantin Musholla Istirahat Memarkir Kendaraan Menjaga Keamanan Taman Parkir Pegawai Pos Satpam Area Menjawab pertanyaan Menyimpn peralatan Pemeliharaan Rusun Transisi Gudang Peralatan R. Utilitas, R

III

Pengelola

Makan, minum beribadah

pegawai

Memberi Informasi

R.

MEE,

R

Plumbing,

Monitoring,

R.Control Area Menata Vegetasi Membersihkan Rusun Taman Seluruh Bagian Rusun

13

DESAINARSITEKTURBerganti Pakaian Makan, Minum Membuat minum Beribadah BAB/BAK R. Ganti Pantry, Kantin Musholla Toilet karyawan

III

1.1.4.2 Alur Aktifitas Pelaku Alur Aktiftas Penghuni Beristiahat

Memarkir Kendaraan

Menuju HunianMandi

Tidur

Mandi, Makan

Pulang

Beraktifitas

Mengeluarkan Kendaraan

Meninggalkan hunian

Diagram 3.3 Alur Aktifitas Penghuni14

DESAINARSITEKTUR Alur Aktiftas Pengunjung Bertemu Penghuni Menuju Receptionist Meninggalkan Rusun

III

Memarkir Kendaraan

Makan, minum

Mengeluarkan Kendaraan

Menunggu

Mengeluarkan Kendaraan

Diagram 3.3 Alur Aktifitas Pengunjung

Alur Aktiftas Pengelola

BekerjaMenuju Ruangan

Memarkir Kendaraan

Mengelola Rapat

Makan , Minum Berangkat Kerja Pulang Kerja

Diagram 3.3 Alur Aktifitas Pengelola15

DESAINARSITEKTUR Alur Aktiftas Pegawai

III

Memarkir Kendaraan

Bekerja

Istirahat

Bekerja

Berangkat

Berganti Pakaian

Makan Minum

Mengambil Kendaraan

Selesai Bekerja

Diagram 3.3 Alur Aktifitas Pegawai

16

DESAINARSITEKTUR1.2 PROGRAM RUANG - BANGUNAN

III

Menurut UU No.16 tahun 1985 tentang rumah susun, Rumah Susun adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing- masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, yang berfungsi untuk tempat hunian, yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama dan tanah bersama. Dengan adanya ketentuan diatas, program desain yang dibuat harus disesuaikan dengan peraturan yang telah ada. Kebutuhan ruang bersama dapat diartikan sebagai tempat bersosialisasi dan tempat berkumpul antar sesa ma penghuni rumah susun serta warga sekitar rumah susun mahasiswa. Ruang bersama disini dibagi menjadi dua yakni ruang bersama indoor dan ruang bersama outdoor. Ruang dalam terdiri dari hall, kantin, aula, kamar Mandi .Sedangkan untuk Ruang luar terdiri dari arena olahraga, parkiran, gazebo, taman, dan lln.

Didalam peraturan diatas disebutkan juga harus bisa memaksimalkan fungsi dalam arah horizontal maupun vertikal, dalam pengert ian tu dapat dijabarkan dalam memenuhi akan kebutuhan Ruang harus memikirkan akan kebutuhan disetiap lantai untuk vertikalnya dan disetiap ruangan pada setiap lantai unntuk horizontalnya.

Menyangkut dengan tugas yaitu mendesain Rumah Susun Mahasiswa yang mana , Rumah Susun Mahasiswa berarti pengguna harus menyewa dari pengembangnya dan diperuntukkan bagi mahasiswa atau mahasiswi.Mendukung dan memiliki fasilitas yang lengkap baik untuk pribadi mahasiswanya maupun bagi sosial ( bersama ) antar mahasiswa dalam melakukan aktivitas sehari hari.

17

DESAINARSITEKTUR( Sumber : Wikipedia.org)( sumber :www. Perbedaan Rusun, Rusunami, dan Rusunawa_files.com)

III

Melihat definisi itu, kebutuhan ruang menjadi terbatasi dengan menjadikan kebutuhan ruang yang akan didesain harus mendukung dan memiliki fasilitas yang baik, nyaman untuk pribadi mahasiswa dan sosial para penghuni Rumah Susu Mahasiswa itu. Melihat target hunian yaitu Para Mahasiswa Sarjan-1 (bukan mahasiswa baru) dan S2 disini akan didesain dan dirancang kebutuhan akan ruang darinya yang bisa mendukung aktivitasnya sehari hari.Kebutuhan akan ruang apa saja harus disesuaikan dan direncanakan melihat situasi yang akan terjadi kedepannya, dimana nantinya mahasiswa bekerja kelompok dengan para temannya, orang tua yang akan datang dan ruang priva t (ketenangan yang ia butuhkan). Dalam mendesain Rumah Susun disini harus memperhitungkat jumlah penghuni yang nantinya akan menempati Rusun Mahasiswa ini apakah mencukupi dan dapat menampung mahasiswa yang akan datang ataukah tidak. Ini yang harus dipikirkan agar nantinya permas alahan ini dapat terselesaikan.

.

18

DESAINARSITEKTUR1.2.1 Analisa Kualitatif Kebutuhan RuangTabel.1.5 Kualitas Kebutuhan Ruang

III

SIFAT JENIS RUANGR. Pengelola R. Mechanical R. Electrical Gudang Kamar Tidur Kamar Mandi Dalam Kamar Mandi Luar R. Cuci Jemur

Pencahayaan Alami

Buatan

PERSYARATAN RUANG Penghawaan View Luar Dalam Alami Buatan Dalam Luar

Akustik

TUNTUTAN RUANGBersih, Nyaman, Tenang Bersih, Aman Bersih, Aman Bersih, Aman Bersih, Nyaman, Tenang Bersih, Nyaman Bersih, Nyaman Bersih, Aman

PRIVATE

SEMI PUBLIK

Dapur Musholla Pos Satpam

-

Bersih, Nyaman, Tenang Besih, Aman, Tenang Bersih, Nyaman,

19

DESAINARSITEKTURR. Receptionist Kantin

IIIAman Bersih, Nyaman, Tenang Bersih, Nyaman

Lobby Parkir

-

PUBLIK

Gazebo Taman ATM Center Area Olahraga Area Usaha

Bersih, Nyaman Bersih, Aman Bersih, Nyaman, Aman Bersih, Nyaman Bersih, Nyaman, Aman Bersih, Nyaman Bersih, Nyaman, Aman

20

DESAINARSITEKTUR1.2.2 Analisa Kapasitas Ruang

III

Tabel 1.6 Tabel Kapasitas Ruang

SIFAT

NAMA RUANGR. Pengelola R. Mechanical R. Electrical Gudang Kamar Tidur Kamar Mandi Dalam Kamar Mandi Luar R. Cuci Jemur

KEBUTUHAN RUANG5 3 3 1 4 1 6 50

KETERANGANBerdasarkan pertimbangan Berdasrkan komparasi Berdasrkan komparasi Berdasarkan pertimbangan Berdasrkan komparasi

PRIVATE

Berdasrkan komparasi

Dapur Musholla Pos Satpam R. Receptionist Perpustakaan Kantin

10 30 2 3 100 50

SEMI

Berdasarkan pertimbangan Berdasarkan pertimbangan Berdasarkan pertimbangan

21

DESAINARSITEKTUR

III

Lobby Parkir Gazebo Taman ATM Center Area Olahraga Area Usaha

20 250 4 100 7 50 50

PUBLIK

Berdasarkan pertimbangan Berdasarkan pertimbangan

22

DESAINARSITEKTUR1.2.3 Analisa Kuantitatif Kebutuhan Ruang

III

Tabel. 1.7 Kuantitas Kebutuhan Ruang DIMENSI MANUSIA DAN PERABOT (m2)

NO

AREA

JENIS RUANG

JUMLAH RUANG

BESARAN PERABOT (m2)

DIMENSI MANUSIA (m2)

SIRKULASI (m2)

BESARAN RUANG (m2)

1

Lobby

1

R. Receptionist

1

Musholla

1

Sofa + Dudukan = (2,80 x0,70) 5 = 9,8 Kursi = (0,70 x 0,7) 20 = 9,8 Meja = (1,20 x 0,50) 5 = 3 Total Prabot = 22,6 Meja Panjang = 4,0 x 0,5 = 2,0 Kursi = (0,50 x 0,50) 2 = 0,50 Total Perabot = 2,50 Lemari = 1,00 x

1,3 x 0,00 = 130

152,6

40% x 252 ,5 = 61,14

213,64

Lantai 1

1,3 x 4 = 5,20

7,70

20% x 7,70 = 1,54

5,24

-

60,50

20% x

72,51

23

DESAINARSITEKTUR0,50 = 0,50 Shaf ( 10 Sejadah) = (2,00 x 10,00)3 = 60,00 Tempat Wudhu = (1 x 1,50)2 = 3,0 50,50 = 12,00

III

Tempat Wudhu Pria Tempat Wudhu Wanita Toilet Pria

1

1,3 x 5 = 6,50

9,5

20% x9,55 = 1,9

11,4

1

Tempat Wudhu = (1 x 1,50)2 = 3,0 Kamar = (1,00 x 1,75)3 = 5,25 Double Wastafel = (0,50 x 1,20) = 0,60 Urinoir = (1,0 x 0,5)4 = 2,0 Total Prabot = 7,85 Kamar = (1,00 x1,75)4 = 7,00 Double Wastafel = (0,50 x 1,20)2 = 1,2 Total Perabot = 8,2 Bak Cuci = (1,20 x

1,3 x 5 = 6,50 1,3 x 6 =7,8

9,5

20% x9,55 = 1,9 20% x 15,65 = 3,13

11,4

1

15,65

18,78

Toilet Wanita

1

1,3 x 6 = 7,8

16,0

20% x 16,0 = 3,2

19,2

Dapur

1

1,3 x 2 =

3,08

20% x 3,08

3,70

24

DESAINARSITEKTUR0,5)2 = 1,44 Kompor = (1,20 x 0,5)2 = 1,44 Lemari Penyimpanan = (0,8 x 0,5) = 0,48 Meja Kerja = (2,0 x 0,5) = 1 Total = 4,36 Rak = (0,50 x 1,20)4 = 2,4 Lemari = (2 x 0,5)2 =2 Total = 4,4 2,60 = 0,62

III

Gudang

1

1,3 x 4 = 5,20

9,6

40% x 9,6 = 3,84

13,44

R. Electrical R.Mechanic al R.Pengurus

1

-

-

-

-

1

-

-

-

-

-

1

Meja = 1,20 x 0,60 = 0,72 Kursi = (0,50 x 0,50) 3 = 0,75

1,3 x 3 = 3,90

6,57

40% x 6,57 = 2,63

9,20

25

DESAINARSITEKTURRak = 0,50 x 1,20 = 0,60 Meja Komputer = 0,50 x 1,20 = 0,60 Total Perabot = 2,67 Meja Kecil = (0,50 1,5 x 250 = x 0,50)30 = 10,8 375 Meja Besar = (0,80 x 0,80) 40 = 25,6 Kursi = (0,40 x 0,50)25 = 35,2 Watafel = (0,40 x 0,50) 15 = 3,5 Total Perabot = 75,2 Meja Besar = (0,80 x 0,80) 40 = 25,6 Kursi = (0,40 x 0,50)25 = 3,5 Total Perabot = 75,2 Lemari Penyimpanan =

III

Area Usaha

1

450,2

50% x 450,2 = 225,1

675,3

Aula

1

26

DESAINARSITEKTUR(0,8 x 0,5) = 0,48

III

2

R. Tidur

15

Lantai 2,3,4,5

Kamar = (6,00 x 5,00 ) = 30,0 Tempat Tidur (2,00 x 0,90)4 = 1.80 Lemari (1,50 x 0,50) = 0,75 Meja = 1,20 x 0,60 = 0,72 Kamar = (1,00 x 1,75) = 175 Urinoir = (1,0 x 0,5)4 = 2,0 Lemari = 1,00 x 0,50 = 0,50 Shaf ( 10 Sejadah) = (2,00 x 10,00)3 = 60,00 1,3 x 6 =7,8 15,65 20% x 15,65 = 3,13 18,78

Kamar Mandi Dalam

15

Musholla

1

-

60,50

20% x 50,50 = 12,00

72,51

27

DESAINARSITEKTURTempat Wudhu Pria Tempat Wudhu Wanita Toilet Pria 1 Tempat Wudhu = (1 x 1,50)2 = 3,0 Tempat Wudhu = (1 x 1,50)2 = 3,0 1,3 x 5 = 6,50 1,3 x 5 = 6,50 9,5 20% x9,55 = 1,9 20% x9,55 = 1,9

III11,4 11,4

1

9,5

1

Toilet Wanita

1

R. Cuci Jemur Gudang

1 1

Kamar = (1,00 x 1,75)3 = 5,25 Double Wastafel = (0,50 x 1,20) = 0,60 Urinoir = (1,0 x 0,5)4 = 2,0 Total Prabot = 7,85 Kamar = (1,00 x1,75)4 = 7,00 Double Wastafel = (0,50 x 1,20)2 = 1,2 Total Perabot = 8,2 Rak = (0,50 x 1,20)4 = 2,4 Lemari = (2 x 0,5)2

1,3 x 6 =7,8

15,65

20% x 15,65 = 3,13

18,78

1,3 x 6 = 7,8

16,0

20% x 16,0 = 3,2

19,2

1,3 x 4 = 5,20

9,6

40% x 9,6 = 3,84

13,44

28

DESAINARSITEKTUR=2 Total = 4,4

III

3

Pos Satpam

4

Ruang Luar

Meja = 1,00 x 150 = 150 Kursi = (0,50 x 1,50)2 = 1,50 Televisi = 0,50 x 1,50 = 1,25 Total Perabot = 1,25

1,3 x 2 = 2.50

3,05

20% x 3,05 = 0,70

9,04

Parkir ATM Center Area Olahraga Taman Gazebo

29

DESAINARSITEKTUR

III

1.2.4 REKAPITULASI BESARAN RUANGTabel.1.8 rekapiualsi besaran ruang

FUNGSI

ZONIFIKASI Publik Semi Publik

RUANG Lobby Toilet Luar Receptionist Tempat Wudhu R. Elecrical R. Mechanical Gudang R. Pengurus Dapur Cuci Jemur Ruang Depan Toilet R. Pengurus

LUASAN (m2)

LANTAI 1

Private

Service

29,88

Publik Area Usaha Private

30

DESAINARSITEKTURPublik Semi Publik Kantin Servis Area Makan R. Kasir Kamar Mandi Pengunjung Pria Kamar Mandi Pengunjung Wanita Kamar Mandi Karyawan Dapur Ruang Saji Ruang Cuci

III

256,58 10,29 13,16 13,36 3,54 29,65 25,02 9,72

Semi Publik Private Musholla

Tempat Sholat Tempat Wudhu Pria Tempat Wudhu Wanita Kamar Mandi Pria Kamar Mandi Wanita Lorong Musholla Tempat Wudhu Toilet Luar R. Tidur Toilet Dalam Gudang

34,45 16,90 16,90 3.54 3,54

Publik Semi Publik LANTAI 2,3,4,5 Private

31

DESAINARSITEKTURService Cuci Jemur Dapur

III

Ruang Luar

Publik Semi Publik

RTH Pos Satpam Tempat Parkir Pengunjung Tempat Parkir Tamu, Karyawan

1.2.5 TATA RUANG DALAM Rumah susun yang akan di rancang mempunyai 5 lantai kemudian untuk penataan ruangnya dibagi menjadi beberapa zona yaitu : 1. Zona Publik Tergolong di zona ini adalah Resepsionis, garasi, beserta terasnya.Tentunya ruang-ruang yang tergolong di zona ini, kendati bangunan mempunyai lebih dari 1 lantai, namun tetap ditempatkan di lantai bawah.Zona ini tentunya sangat bising, namun dapat diatasi dengan rimbunnya dedaunan dari sebuah perdu ataupun Sehingga kegiatan berbincang-bincang dengan tamu tidak terlalu mengalami kendala berarti. pohon.

32

DESAINARSITEKTUR2 Zona Semi Publik / Semi Privat

III

Biasanya yang senantiasa tergolong dalam zona ini adalah Ruang Bersama, Kantin dan dapur.Untuk perletakan ruang bersama dan kantin diutamakan menempati lantai bawah sedangkan Dapur ada disetiap lantainya. 3 Zona Privat Yaitu ruang-ruang yang membutuhkan ketenangan seperti Kamar tidur. diletakkan, di setiap lantai yang berdekatan dengan kamar madi langsung sehingga akan lebih memudahkan penghuninya untuk beraktifitas seharihari. 4 Service Yaitu zona yang terdiri dari ruang cuci, ruang jemur, dan ruang gudang. untuk ruang cuci diletakkan bersama dengan kamar mandi, sedangkan ruang jemur diletakkan sebelah kamar mandi, kecuali lantai 1 dan untuk Gudang sendiri biasanya diletakkan di lantai bawah.

33

DESAINARSITEKTURKELOMPOK RUANG R. PENGELOLA NAMA RUANG PENCAHAYAAN ALAMI OO OO OOO OOO OOO OOO OO OO OO OO OO OOO RECEPTIONIS PARKIRAN LOBBY AREA OLAHRAGA TAMAN KANTIN R. TIDUR OO OO OOO OO OOO OO O OOO OOO OO OO OO OOO OOO OO OO OOO OO OO OO O OOO OOO O O OO O O OOO OO OO O O O O BUATAN OOO OO O OO OO PENGHAWAAN ALAMI OOO OOO OOO OOO OOO BUATAN OO OO O OO OO O OO OOO OO OO OO O OO O O AKUSTIK VIEW

IIIRUANG OOO OO OOO OO OOO OO OOO OOO O OO OO O

TAMPILAN

LANTAI 2,3,4,5.

LANTAI 1

GUDANG R, ELEKTRIKAL DAPUR CUCI JEMURAN

Tabel.1.9 tata ruang dalam

34

DESAINARSITEKTURPERSYARATAN RUANG Keterangan : 1. O O O : Sangat penting 2. O O : Penting 3. O : Tidak penting

III

PENGELOMPOKAN RUANG 1. ZONA PUBLIK NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. LOBBY PARKIRAN GAZEBO TAMAN ATM CENTER AREA OLAHRAGA AREA USAHA JENIS RUANG ZONIFIKASI PUBLIK PUBLIK PUBLIK PUBLIK PUBLIK PUBLIK PUBLIK

35

DESAINARSITEKTUR2. ZONA PRIVAT NO. 1. 2 3. 4. 5. 6. 7. R. TIDUR R. ELEKTRIKAL R. MEKANIKAL GUDANG KMD CUCI JEMUR R. PENGURUS RUSUNAWA JENIS RUANG ZONIFIKASI PRIVAT PRIVAT PRIVAT SEMI PRIVAT PRIVAT SEMI PRIVAT PRIVAT

III

3. SEMI PUBLIK NO. 1. 2 3. 4. 5. DAPUR

. JENIS RUANG ZONIFIKASI SEMI PUBLIK SEMI PUBLIK SEMI PUBLIK SEMI PUBLIK SEMI PUBLIK

MUSHALLA POS SATPAM RECEPTIONIS KANTIN

36

DESAINARSITEKTUR1.2.6PRIMER

III

KLASIFIKASI RUANGKANTOR PENGELOLA

RECEPTIONIS

TERSIER SEKUNDER LOBBY

PARKIRAN

R.TIDUR

TAMAN

MUSHOLLA CUCI/JEMUR

GAZEBO

AREA OLAHRAGA

37

DESAINARSITEKTUR1.2.7 HUBUNGAN RUANG MIKROR. Mecanical Gudang

IIIR. Pengurus

R. Electrical

Receptionis Lorong utama KM Pria

Main Entrance

Lobby

=Akses langsung = Akses Tak Langsung = PublikWudhu wanita

Mushola

KM Wanita Wudhu pria

= Semi Publik

= Privat

38

DESAINARSITEKTUR1.2.8 HUBUNGAN RUANG MAKRO

III

Gedung A

R. Luar

Aula

Main Entranc e Parking Area

Gedung B

Gedung C Perpustaka an = Akses Langsung = Akses tak langsung = Akses Jarang = Publik = Semi Publik = Privat

39

DESAINARSITEKTUR1.3 PROGRAM BENTUK DAN SISTEM BANGUNAN BERTINGKAT1.3.1 Tipologi Bangunan

III

Tinjauan Tipologi didasari pada komparasi objek yang telah terbanguna sebelumnya, yaitu Rusunawa UNISMA dan Rusunawa UI:

40

DESAINARSITEKTURTabel.1.10 komprasi tipologi

III

Rusunawa Unisma Rusunawa Unisma memiliki bentukan kubus dengan permainan subtraktif dan atap menggunakan atap perisai.

Rusunawa UI

Pada tampilan muka Rusunawa ini memiliki balkon pada setiap jendela Rusunawa UI dibangun dengan konsep yang simple dengan ruangan yang menjorok penggunaan geometris kubus yang sederhana. Rusunawa ini kedepan. mengutamakan faktor keselamatan terhadap gempa dan kebakaran. Kesehatan bangunan terjaga dengan konversi cahaya alami dan penghawaan alami. Tampilan bangunan menggunakan jendela-jendela yang mampu mengantisipasi suara bising dari luar dengan adanya buffer pada jendela

41

DESAINARSITEKTURNo. 1. UMM Aspek yang dilihat Bentuk Bangunan-bangunan kampus Modern UMM rata-rata bertingkat 58 lantai dengan bentuk kubus disertai subtraktif dan additive. Menggunakan atap perisai Langgam

III

2.

Supermarket Revolusi

3.

Jajaran Pertokoan

Bangunan dua lantai dengan bentukan kubus additive dan subtraktif. Bentuk rumah-rumah toko didominasi oleh bentuk rumah sederhana dengan atap pelana. Ruko ini memiliki variasi tingkat ketinggian.

Modern

Modern

42

DESAINARSITEKTUR

III

4.

Kompleks Perkampungan

Kompleks perkampungan merupakan bangunan yang memiliki tinggi bangunan satu lantai. Untuk yang koskosan memiliki tiga lantai.

Modern

43

DESAINARSITEKTUR

III

Kesimpulan Tipologi Bangunan KomparasiRumah Susun Mahasiswa UI dijadikan tinjauan tipologi bangunan dari segi pemikiran sang arsitek dalam membentuk fasad bangunan yaitu melihat guna dan manfaat dari penerapan selubung di fasad bangunan. Bentuk dasar yang ada adalah bentuk geometris dengan pemakaian unsur garis lurus dan lengkung simetris pada tiap masanya. Pemilihan bentuk massa yang mrupakan adaptasi dari bentukan geometri dipilih agar wujud bangunan menampilkan kesan yang dinamis dan me njadi icon selain itu juga tetap seimbang pada lingkungan sekitarnya. Bentukan ini juga berdasarkan analisa arah angin, view dan sinar matahari yang memalui tapak. Pemilihan bentuk ini nantinya dapat dharapkan memecah dan mengarahkan angin yang melalui tapak.

44

DESAINARSITEKTUR

III

Berdasarkan Tijnauan Tipologi diatas didapatkan beberapa keputusan yang akan digunakan dalam proses desain Rumah Susun Mahasiswa, Antara lain: Tema Sifat Pangsa Pasar Massa Bangunan Nama Rusun : Modern : Sederhana fungsional : Mahasiswa Strata -1 Non Maba dan S2 : 6 Massa Utama, 4 Massa bangunan Publik : Rumah Susun Mahasiswa Landungsari , sebagaimana diperuntukkan untuk mahasiswa S1 dan S2yang sedang menempuh studi di malang khususnya di kawasan landungsari, target mahasiswa yang menetap di Ruumah Susun Mahasiswa Landungsari ini dari Universitas yang berkawasan di daerah sekitarLandungsari.

45

DESAINARSITEKTUR1.3.2 Bentuk - Tampilan BangunanBentuk Bangunan

III

Bentuk bangunan, baik massa utama maupun massa penunjang yang akan digunakan dalam perancangan Rumah Susun Mahasiswa di Kota Malang ini adalah geometri. Geometri yang digunakan adalah dominan segi empat dengan melakukan beberapa permainan aditif dan substraktif pada bagian-bagian tertentu. Bentuk permainan aditif maupun substraktif tersebut dapat berbentuk segi empat atau unsur lengkung. Pemilihan bentuk segi empat disesuaikan dengan bentuk bangunan di sekitarnya dan berguna untuk mewadahi fungsi sebagai rumah susun yang berprinsip rumah di susun secara tipikal ke atas. Mengingat bahwa bentuk geometri segi empat dapat mewadahi ruang fungsional yang lebih luas dibandingkan dengan bentuk geometri seperti segitiga maupun lingkaran. Selain itu, dengan bentuk yang demikian pula dapat menjanjikan susunan struktur bangunan yang lebih mudah dan juga efisien dalam organisasi ruang dan sirkulasi ruangnya. Namun, tidak menutup kemungkinan bangunan rusunawa akan di bangun dengan komposisi bentuk yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari bentuk dasar. Bangunan diusahakan tidak terlalu panjang dan tidak terlalu tinggi. Sehingga unsur kesatuan, proporsi, dan keseimbangan tetap terjaga karena kesinambungan ukuran, tampilan, dan geometris bangunan (Collage Paris, Prancis).

Warna Warna bangunan, baik massa utama maupun massa penunjang yang akan digunakan dalam perancangan Rumah Susun Mahasiswa di Kota Malang ini adalah warna-warna yang cenderung didominasi warna netral. Penggunaan warna netral ini sebagai salah satu cara untuk menyesuaikan dengan bangunan sekitar. Bangunan sekitar tapak merupakan pemukiman dengan warna-warna lembut dan tidak terkesan mencolok satu sama lain. Maka dari itu, untuk menyesuaikan dengan lingkungan sekitar maka dipilih warna yang netral. Namun, untuk menanggapi fungsinya sebagai hunian mahasiswa yang pada umumnya merupakan anak muda dan juga untuk menghindari kesan monoton muncul pada bangunan ini, maka dapat

46

DESAINARSITEKTUR

III

digunakan pemakaian-pemakaian warna cerah sebagai ornament/hiasan tambahan. Warna cerah sebagai ornamen dirasa cocok dengan karakter mahasiswa dan sebagai anak muda yang cenderung menginginkan sesuatu yang lebih terasa hidup dan ceria. Contoh karakter warna yang dapat dipakai adalah :

MERAH :Warna yang terkuat dan menarik perhatian, bersifat agresif dan lambang primitif. Warna ini mencerminkan darah, marah, berani, bahaya, kekuatan, dan kebahagiaan. UNGU :Berkarakter sejuk, hampir sama dengan biru tetapi lebih tenggelam. Warna ini mencerminkan dukacita, kontemplatis dan agamis. BIRU :Berkarakter sejuk, pasif, tenang dan damai. Biru warna yang mempesona, spiritual, monotheis. Lambang kesucian, harapan dan kedamaian. HIJAU :Bersifat netral dan pengaruh terhadap emosi hampir mendekati pasif, bersifat istirahat. Ungkapan kesegaran, muda, kesuburan dan harapan kelahiran kembali. KUNING :Dilambangkan seperti matahari sebagai sumber kehidupan dan emas sebagai kekayaan alam mulia. Ungkapan keceriaan, kelincahan dan intelektual, memaknakan kemuliaan cinta serta pengertian yang mendalam antar manusia. PUTIH HITAM :Berkarakter positif, cemerlang, ringan, dan sederhana. melambangkan kesucian, polos, jujur dan murni. : Lambang kegelapan, misteri, warna mati. Sifat tegas, kukuh, formal, dan berkesan berstruktur kuat.

47

DESAINARSITEKTURSedangkan warna dan pengaruhnya terhadap psikologis manusia adalah sebagai berikut:a. Merah dan Jingga, berkesan membangkitkan dan menggembirakan. b. Jingga muda dan Kuning,Berkesan keriangan, aktif dan semarak. c. Biru, berkesan sejuk, segar, santai dan konsentrasi. d. Hijau, merupakan warna yang disukai karena mengesankan kedekatan dengan alam serta dapat menciptakan ketenangan. e. Coklat, memberikan kesan istirahat, hangat, gersang, alamiah, dan tenang. f. Putih, memberikan kesan luas dan bosan. g. Krem, memberikan kesan lembut dan akrab. h. Hitam, berkesan gelap dan dukacita.

III

i.

Abu-abu, kesan tenang dan damai.

48

DESAINARSITEKTURBentuk dan Tampilan Ruang Bentuk Ruang Bentukan ruang

IIIbentuk

mengikuti

bangunan utamanya, disini bentukan ruang memakai bentuk dasar persegi dengan berbagai perubahan bentuk dengan estimasi bentuk yang sesuai dengan penghuni Rusun khususnya bagi para mahasiswa. Perubahan bentuk dasar

bangunan dapat menggunakan berbagai macam cara, sebagai contoh dapat menggunakan

transformasi, adiktif dan subtraktif. Bentuk ruang juga disesuaikan dengan aktifitas para mahasiswa jaman sekarang ini. Sehingga para mahasiswa nyaman untuk menempati rusun tersebut. Sebuah ruangan yang didesain untuk suatu fungsi tertentu, baik yang mempertimbangkan aspek akustik maupun yang tidak, seringkali dihadapkan pada problem-problem berikut: Pemusatan Suara, pantulan berulang dan kuat, Resonansi, Bising dan Waktu dengung ganda Kesemuanya dapat diminimumkan apabila sudah dipertimbangkan dengan seksama pada saat ruangan tersebut didesain. Apabila ruangan sudah telanjur jadi, maka solusi yang biasanya diambil adalah mengubah karakteristik permukaan dalam ruangan, misalnya dari yang semula reflektif menjadi absorptif ataupun difusif.

49

DESAINARSITEKTUR

III

Bentuk ruang juga dapat dibedakan dari jenis aktifitas pelaku dan penghuninya, misalnya untuk ruang public maka bentuknya haruslah tegas dan formal. Sedangkan untuk ruang privat bentuknya dapat dipakai yang fleksibel atau santai sehingga pengguna dapat merasa tenang dan nyaman

Warna Ruang Pengalaman kita tentang warna selalu melibatkan tiga unsur, yaitu: cahaya, objek dan pengamat. Hal yang menarik adalah bahwa ketiga unsur dari warna tersebut melibatkan tiga buah bidang ilmu yang berbeda, apabila kita berbicara tentang bagaimana cahaya mempengaruhi warna maka kita akan membahas aspek fisika dari warna, bila kita membicarakan bagaimana sebuah benda dapat mempengaruhi cahaya maka kita membicarakan aspek kimia dari molekul dan atom benda dalam menyerap cahaya sedangkan bila kita membicarakan bagaimana pengamat melihat warna, kita menemukan diri kita membicarakan biologi karena hal tersebut maka warna adalah hal yang cukup kompleks. Penglihatan kita terhadap warna dapat dimanipulasi dengan merubah ketiga unsur warna ini. Sebagai bagian dari elemen tata rupa, warna memegang peran sebagai sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau tujuan dari sebuah karya desain. Dalam perencanaan corporate identity, warna mempunyai fungsi untuk memperkuat aspek identitas. Lebih lanjut dikatakan oleh Henry Dreyfuss , bahwa warna digunakan dalam simbol-simbol grafis untuk mempertegas maksud dari simbol-simbol tersebut . Sebagai contoh adalah penggunaan warna merah pada segitiga pengaman, warna-warna yang digunakan untuk traffic light merah untuk berhenti, kuning untuk bersiap-siap dan hijau untuk jalan. Dari contoh tersebut ternyata pengaruh warna mampu memberikan impresi yang cepat dan kuat. Kemampuan warna menciptakan impresi, mampu menimbulkan efek-efek tertentu. Secara psikologis diuraikan oleh J. Linschoten dan Drs. Mansyur tentang warna sbb: Warna-warna itu bukanlah suatu gejala yang hanya dapat diamati saja, warna itu mempengaruhi kelakuan, memegang peranan penting dalam penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya kita akan bermacammacam benda.

50

DESAINARSITEKTUR

III

Dari pemahaman diatas dapat dijelaskan bahwa warna, selain hanya dapat dilihat dengan mata ternyata mampu mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda. Berikut kami sajikan potensi karakter warna yang mampu memberikan kesan pada seseorang sbb : 1. Hitam, sebagai warna yang tertua (gelap) dengan sendirinya menjadi lambang untuk sifat gulita dan kegelapan (juga dalam hal emosi). 2. Putih, sebagai warna yang paling terang, melambangkan cahaya, kesucian. 3. Abu-abu, merupakan warna yang paling netral dengan tidak adanya sifat atau kehidupan spesifik. 4. Merah, bersifat menaklukkan, ekspansif (meluas), dominan (berkuasa), aktif dan vital (hidup). 5. Kuning, dengan sinarnya yang bersifat kurang dalam, merupakan wakil dari hal-hal atau benda yang bersifat cahaya, momentum dan mengesankan sesuatu. 6. Biru, sebagai warna yang menimbulkan kesan dalamnya sesuatu (dediepte), sifat yang tak terhingga dan transenden, disamping itu memiliki sifat tantangan. 7. Hijau, mempunyai sifat keseimbangan dan selaras, membangkitkan ketenangan dan tempat mengumpulkan daya-daya baru. Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan dengan sistem warna Prang System yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 meliputi : 1. Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, hijau dsb. 2. Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna. Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam. 3. Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah atau suramnya warna.

51

DESAINARSITEKTURTeori Warna FengShui no Warna Keterangan Merah adalah warna yang menstimulasi suasana dominant. Warna merah akan memberi kesan memperbesar tampilan suatu object, tetapi sebaliknya 1 Merah memperkecil ukuran ruang Merah adalah warna yang baik untuk memberi aksen. Warna ini sebaiknya digunakan di ruang makan, ruang tidur anak, dapur atau tempat kerja. hangat dan kaya Pro

III

Pink diasosiasikan dengan inosens, kemurnian dan susana Kegembiraan, romantis

2

Pink

romantis. Pink cocok untuk ruang tidur, kurang cocok untuk kamar mandi atau dapur.

52

DESAINARSITEKTUR

III

Ungu adalah warna yang impresif dan spiritual. Gairah, energik dan memotivasi.

3

Ungu

Ungu dapat dipakai di ruang tidur atau ruang meditasi. Sebaiknya, warna ini tidak digunakan di dapur atau kamar mandi

Biru dikaitkan dengan spiritualitas, kedamaian, misteri, kesabaran dan kontemplasi.

4 Biru

Warna biru cocok untuk ruang tidur, ruang terapi dan ruang meditasi. Sebaiknya tidak digunakan untuk ruang makan atau ruang kerja.

Kepercayaan, stabilitas

5

Hijau

Hijau adalah simbol

optimisme, kebebasan dan

53

DESAINARSITEKTURpertumbuhan, kesuburan dan harmoni. Warna hijau itu menyegarkan dan meneduhkan. Hijau cocok untuk kamar mandi, ruang terapi dan conservatory. Hijau seharusnya tidak dipakai di ruang keluarga, ruang bermain atau ruang belajar. keseimbangan

III

Kuning diasosiasikan dengan pencerahan.Kuning membantu pencernaan dan menstimulasi pikiran. optimisme, akal dan ketegasan

6

Kuning

Kuning cocok untuk gang/koridor dan dapur. Kuning sebaiknya tidak dipakai untuk kamar mandi atau ruang meditasi

7

Oranye

Oranye adalah warna kegemberiaan, dan kuat dalam

konsentrasi, intelek

54

DESAINARSITEKTURmendorong komunikasi. Oranye dapat dipakai di ruang tidur, ruang makan dan gang/koridor. Oranye sebaiknya tidak dipakai di ruang tidur dan ruangan-ruangan kecil

III

Coklat adalah warna yang berhubungan dengan stabilitas dan elegant.

8 Coklat

Coklat dapat dipakai di ruang belajar. Sebaiknya tidak dipakai di ruang tidur.

keamanan, elegant

9 Putih

Putih menyimbolkan permulaan baru, innosens dan kemurnian. Putih dapat dipakai di ruang tidur dan dapur. bersih, segar

55

DESAINARSITEKTUR Putih seharusnya tidak digunakan di ruang makan dan ruang tidur anak.

III

Hitam adalah warna yang independent dan misterius. Warna

10

Hitam

hitam sering dipakai di ruang anak remaja. Warna hitam seharusnya tidak dipakai di ruang tidur anak.

intrik, kekuatan menarik

Pengaplikasian Teori Warna Pada ruangNo 1 Jenis Ruang Hunian ( Ruang tidur ) Area Privat Warna Warna-warna netral (putih, beige, dan keemasan) serta warna-warna dingin / sejuk ( hijau , biru) dengan monokromatik Area Publik 1 Kantin Warna warna panas/hangat Menggairahkan , Efek warna Elegan, sejuk, tenang, dan berkesan privat

56

DESAINARSITEKTUR(oranye ,merah dan kuning ) Warna warna netral (Hitam, putih, coklat , krem) atau warnawarna modern (silver, metalik) 3 Mini Market Warna warna panas/hangat (merah ,kuning , oranye) 4 Stationery Area Servis 1 Pos Satpam Warna-warna netral (hitam,putih ,krem) Aman dan tenang Warna warna cerah (merah, pink) Menggairahkan bersemangat,membangkitkan selera makan 2 Warnet dan Wartel Tenang, mempunyai privasi, bergaya, canggih

III

57

DESAINARSITEKTURContoh penggunaan warna pada bangunan :

III

Gambar 1.1. Contoh penggunaan warna pada bangunan Sumber : Untuk mempermudah desain dan meminimalisir kesalahan warna maka lebih baik menggunakan teknik monokromatik dan analogus

58

DESAINARSITEKTURPosisi Bangunan Dalam penentuan posisi bangunan dalam tapak tetap mempertimbangkan jarak dari batas tapak paling tepi. Pemberian jarak ini untuk menjaga agar pembayangan bangunan baik pada sore maupun siang hari tidak menggaanggu bangunan rumah tinggal di sekitarnya. Massa rusun diletakan pada bagian tapak yang tidak mengakibatkan pembayangan dari penyinaran matahari sehingga tidak menghalangi pemukiman penduduk sekitar. Selain itu peletakan posisi rusun juga mempertimbangkan jatuhnya sinar matahari sehinga keduanya tidak saling membayangi satu sama lain. Jarak antara rusun juga diusahakan tidak terlalu dekat karena dapat mengakibatkan terjadinya lorong angin. Pada area jembatan disediakan hall agar tidak terjadi penumpukan jumlah manusia yang akan melintasi jembatan. Untuk posisi bangunan dalam tapak diputuskan membuat beberapa alternatif karena memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

III

Alternatif-alternatif ini dibuat supaya dalam satu kelompok terdapat variasivariasi desain.

Gambar 1.2 Studi massa bangunan 59

DESAINARSITEKTUROrientasi Bangunan

III

Orientasi bangunan mempertimbangkan bangunan sekitar kawasan yang rendah dan juga menyesuaikan dengan sirkulasi sekitar tapak serta kontur tanah pada tapak. Dilihat dari masalah-masalah diatas, orientasi fasad bangunan terbaik dihadapkan ke arah Sungai Brantas dengan bangunan utama membujur Utara-Selatan. Penentuan arah hadap ini lebih menitik beratkan pada kemampuan bangunan menanggapi jenis kontur di DAS Brantas agar memiliki pondasi yang kuat. Disamping itu letak yang strategis memudahkan dalam penzoningan bangunan-bangunan yang bersifat publik hingga privat. Orientasi juga mempertimbangkan penyinaran matahari, diusahakan sesedikit sisi bangunan yang terkena terpaan sinar matahari langsung serta tidak mengganggu bangunan eksisting tapak.

Bentuk Sirkulasi pada Tapak Akses menuju tapak dibuat menjadi dua entrance. Entrance utama diakses dari Jalan Raya Tlogomas, sedangkan Side Entrance diakses dari Jalan Raya Tlogomas melalui gang . Sirkulasi utama menampung dua buah alur sirkulasi yang berbeda, yaitu sirkulasi menuju dalam tapak dan sirkulasi keluar tapak. Sedangkan entrance yang melalui gang digunakan sebagai jalur alternative bagi pejalan kaki. Untuk sirkulasi di dalam tapak sendiri diolah menyesuaikan dengan bentuk tata massa bangunan dengan olahan ruang luarnya. Alur sirkulasi dimulai dari luar tapak, kemudian ketika masuk dalam tapak langsung mengakses area parking. Dari parking area tersebut langsung dapat mengakses ruang luar, tepatnya taman. Dari taman inilah segala akses dimulai, baik menuju massa utama, massa penunjang maupun area olahan ruang luar lainnya.

60

DESAINARSITEKTUR1.3.3 SISTEM BANGUNAN BERTINGKAT RENDAH SEDANGGambar 1-3. AspekBangunanyangLain

III

Pengertian Sistem BangunanSistem sistem BangunanPersyaratan ruang yang harus dipenuhi dalam bangunan harus diwujudkan ke dalam sistem - sistem bangunan atau utilitas. Sistem-sistem meliputi antara lain 1. Pengudaraan 2. Pencahayaan 3. Distribusi air bersih dan sanitasinya

Semua itu menuntut bentukan bentukan dan fasilitas struktur dan konstruksi tertentu untuk dapa tterjaminnya proses kerja sistem tersebut. Oleh karena itu bentukan struktur dan konstruksi beserta ruang yang terbentuk didalamnya akan sangat ditentukan oleh pencapaian sistem tertentu dalam bangunan .Strategi pencapaian ini tentu saja tidak akan sama untuk setiap bangunan karena pada bangunan yang berbeda banyak aspek berbeda pula yang saling mempengaruhi sehingga disain sistem dan kaitannya dengan struktur dan konstruksi ini dalam perancangan bangunan memang harus dilihat secara spesifik.

61

DESAINARSITEKTURBangunan bertingkat adalah bangunan yang mempunyai lebih dari satu lantai secara vertikal. Bangunan bertingkat pada umumnya dibagi menjadi dua, bangunan bertingkat rendah dan bangunan bertingkat tinggi.

III

Pembagian ini dibedakan berdasarkan persyaratan teknis struktur bangunan. Bangunan dengan ketinggian diatas 40 meter digolongkan kedalam bangunan tinggi karena perhitungan strukturnya lebih kompleks. Berdasarkan jumlah lantai, bangunan bertingkat digolongkan menjadi bangunan bertingkat rendah ( 2 4 lantai ) dan bangunan berlantai banyak ( 5 10 lantai ) dan

bangunan pencakar langit. Pembagian ini disamping didasarkan pada sistem struktur juga persyaratan sistem lain yang harus dipenuhi dalam bangunan.

Gambar 1-4. Jenis Bangunan berdasarkan Ketinggian dan Jumlah Lantai

62

DESAINARSITEKTURJenis Sistem Bangunan1.1Sistem Bangunan Bertingkat Rendah - SedangPerancangan Bangunan Bertingkat 2 - 4 Lantai

III

Rumah Sususn Mahasiswa Landungsari disini termasuk bangunan bertingkat, bangunan berlantai yang dirancang disini berlantai 5 relatif dapat dilakukan dengan cara yang tidak terlalu rumit. Persyaratan Ijin Mendirikan Bangunan ( IMB ) untuk jenis bangunan ini bisa mudah dimana jelas akan fungsi dan peruntukannya bagi lingkungan dan malang nantinya.. Namun demikian , karena bangunan ini sudah tidak sesederhana bangunan tunggal satu lantai, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam merencana ,yaitu; kesesuaian ruang dan fungsi, kekuatan struktur , keamanan dan keselamatan bangunan, kenyamanan bangunan dan sebagainya. Sehingga ketika proses kepengurusan IMB, dokumen tatagambar harus menunjukkan aspek - aspek tersebut diatas secara benar, yang macam dan jenisnya relatif tergantung dari kebijakan peraturan masing-masing daerah dimana bangunan akan didirikan. Dengan demikian, perancangan Rumah Susun Mahasiswa ini bagi seorang arsitek tidak hanya berkaitan dengan masalah keindahan dan bentuk bangunan semata, tetapi juga bagaimana bangunan selain bentuknya indah juga berfungsi dengan optimal dapat memberikan keamanan dan kenyamanan pada penggunanya dan lingkungan di sekitarnya.

1.2

Merancangan Struktur dan Konstruksi dalam Rumah Susun MahasiswaPerancangan struktur dan konstruksi dalam Rumah Susun harus diperhitungkan dengan matang karena nantinya akan

berdampak pada kuat atau kokohnya bangunan kita. Bertahan Lamanya bangunan ini yaitu Rumah susun dalam kondisi baik

63

DESAINARSITEKTUR

III

berpengaruh pada konstruksi dan struktur yang dipergunakan. Penerapan struktur dan konstruksi disini harus sesuaidenganfungsi, keamanan dankenyamananbangunandanlingkungannya serta bentuk kontur dan dimana bangunan khususnya Rumah Susun ini diletakkan dan dibangun. Dalam rancangan ini tapak dan daerah yang dibangun Rumah Susun khususnya mahasiswa berada pada Pinggiran DAS Brantas tepatnya pinggiran DAS Brantas di landungsari UMM.Me rancangan strukturditujukan kepadadisainsistem strukturdanaspekyangterkait,sedangkanperancangankonstruksi ditujukanpadabagaimanamemenuhioptimalisasi sistem itudengan bagian-bagianserta hubungan elemen-elemen bangunan. Sehingga perancangan strukturdan konstruksi disini pastinya sesuai dengan de

Gambar 1-5. LingkupPerancanganStrukturdalam Arsitektur

64

DESAINARSITEKTUR1.3 Aspek - aspek Perencanaan dan Perancangan Struktur dan Konstruksi

III

Untuk mendapatkan hasil perancangan yang ideal, perencana struktur dan konstruksi harus dapat mengidentifikasi aspek aspek yang terkait dalam perancangan. Aspek - aspek tersebut meliputi:

1.3.1 StrukturGambar 1-6. AspekSistemStruktur

Aspek struktur adalah aspek yang membahas kekuatan dan stabilitas bangunan. Struktur meliputi pemilihan jenis sistem struktur dan konfigurasinya, serta bagaimana sistem ini dapat membentuk ruang , karena didalam bangunan gedung struktur bertugas mewadahi fungsi ruang. Sistem struktur dalam pembahasan ini dibagi menjadi bagianbagian lebih keci l yang disebut dengan elemen struktur misal ;elemen rangka atap,rangka utama, dan pondasi. Seluruh bagian atau elemen dari berbagai sistem struktur akan mempunyai tanggung jawab utama sebagai pemikul beban bangunan. Karena fungsinya tersebut , sistem struktur tidak dapat dihilangkan namun dapat digantikan satu jenis struktur dengan struktur yang lain. Ketersediaan ragam struktur dan elemennya serta kemungkinan pemilihannya adalah bahasan pokok dalam perancangan struktur. Apapun pilihan yang diajukan akan selalu benar jika sesuai dengan maksud-maksud atau aspek-aspek lain dalam bangunan.

65

DESAINARSITEKTUR1.3.2 KonstruksiKonstruksi adalah bentuk rangkaian atau kedudukan baik dari antar atau inter elemen struktur. Konstruksi ini memperjelas perancangan bangunan. Wujud perancangan konstruksi dalam bangunan gedung adalah gambar-gambar detail yang menunjukkan secara teknis bagian-bagian keterangannya. dan kedudukannya serta keterangan-

III

Karena bersifat menjelaskan dari solusi disain, maka rancangan

konstruksi sebuah bangunan akan terikat dengan bangunan secara khusus dan tidak dapat disamakan dengan bangunan lain. Satu konstruksi struktur akan menjelaskan bagaimana dalam perancangan pertimbangan

pertimbangan-

terhadap aspek lain juga diperhatikan, misalnya penggunaan bahan, ukuran, kedudukan, cara pengerjaan, finishing dan sebagainya. Tanpa gambar konstruksi yang jelas bangunan tidak dapat didirikan dengan benar dari berbagai aspek.

Gambar 1-7. Aspek Konstruksi danBahan Bangunan

66

DESAINARSITEKTURKESIMPULAN YANG DIDAPAT Sistem Bangunan Rumah Susun Mahasiswa1. Sistem Struktur

III

Struktur dan kosntruksi bangunan Rumah Susun yang merupakan bangunan baru yang terletak di sekitar kawasan rumah penduduk dan pinggiran DAS Brantas Malang harus mempertimbangkan struktur dan konstruksi bangunan bangunan di sekitarnya. Namun struktur dan konstruksi bangunan Rumah Susun ini selain melihat dari konteks sekitarnya, juga harus mempertimbangkan fungsi dari bangunan itu sendiri. Pada umumnya, konstruksinya menggunakan konstruksi beton bertulang dengan batu bata sebagai pengisi dinding luar. Dinding luarnya menggunakan konstruksi bata. Untuk mempermudah penataan ruang, digunakan modul modul yang disesuaikan dengan fungsi dan aktifitas ruang. Tidak menutup kemungkinan juga digunakannya struktur dan konstruksi lain, selama tidak keluar dari prinsip pertimbangan fungsi bangunan. Pemilihan struktur yang digunakan dalam Rumah Susuun Mahasiswa Landungsari mempertimbangkan beberapa hal yaitu : a. Fungsi bangunan yang menampung berbagai kegiatan menuntut adanya fleksibilitas dalam penataan ruang dan daya integrasi ruang b. Pengaruh keadaan fisik setempat seperti jenis dan daya dukung tanah, perbedaan suhu, kecepatan angin dan sebagainya. c. Faktor biaya yang meliputi biaya pelaksanaan dan pemeliharaan. d. Faktor teknis bangunan meliputi kekokohan, kestabilan,dan keamanan terhadap kebakaran.

67

DESAINARSITEKTURsertafaktor keamanan. Struktur Bangunan yang digunakan untuk Rumah Susun Mahasiswa antara lain : Rangka Kaku ( Rigid Frame )

III

Fungsi bangunan sebagai hunian yang digunakan secara terus menerus dengan aktifitas yang padat menuntut ketahanan

Struktur rangka kaku adalah struktur yang terdiri atas elemen-elemen horizontal(lateral) dari pelat, balok dan kolom yang disusun saling tegak lurus dengan memberikan hubungan yang menggunakan titik hubung (joints) yang dapat mencegah terjadinya perputaran pada titik hubung tersebut. Struktur rangka kaku terbuat dari kolom kolom dan balok balok yang di sambung secara kaku satu sama lain. Kekakuan bangunan oleh batang batang menerus diperlukan untuk menahan gaya gaya lateral dan aksi gaya vertical asimetris. Karena tingkat ketaktentuan yang tinggi dari bangunan rangka kaku maka akan sangat berguna untuk metode taksiran analisis yang akan sangat membantu untuk perkiraan ukuran ukuran batang pada tahap rancangan awal. Penaksiran lainnya akan dikembangkan untuk aksi beban vertical dan horizontal karena respons rangka kaku akan berbeda terhadap masing masing beban. Rangka kaku ini memiliki beberapa karakteristik yaitu : Apabila diberi beban vertical yang didistribusikan secara merata maka rangka kaku ini akan mengalami deformasi. Rangka kaku ini sangat tak tentu Untuk mendapatkan derajat tak tentu maka harus harus menggunakan statis tentu.

68

DESAINARSITEKTUR

III

Sistem rangka kaku pada umumnya berupa grid persegi teratur, terdiri dari balok horizontal dan kolom vertikal yang dihubungkan di suatu bidang dengan menggunakan sambungan kaku ( rigid ). Rangka ini bisa satu bidang dengan dinding interior bangunan atau sebidang dengan fasade bangunan.

2. Bahan Sturktur A. Untuk spesifikasi bahan bangunan yang digunakan yaitu : Beton Dalam penerapannya beton memiliki keuntungan spesial pada stuktur seperti struktur parkir yang material strukturnya dapat juga memperlihatkan sama seperti hasil akhirnya. Ketika, digunakan pada bangunan komersial, kebutuhan biaya konstruksi beton menyediakan tambahan keuntungan pelaksanaan tanpa menambah kebutuhan perawatan. Dengan menggunakan pembuatan beton di tempat maka pekerjaan segera dimulai setelah pekerjaan pondasi, meskipun waktu pemasangan untuk lantai struktur lantai banyak akan lebih lama dibandingkan dengan baja atau beton precast.

B. Untuk spesifikasi atap yang akan digunakan : Untuk rangka atap menggunakan bahan Baja atau kayu karena untuk Rumah Susun khususnya Rumah Susun Mahasiswa menggunakan atap kuda kuda / joglo. Dan hal ini disebabkan karena di lingkungan sekitar tapak rata rata penduduk menggunakan atap yang sederhana yaitu atap kuda kuda. Rumah Susun berusaha menyesuiakan dengan keadaan masyarakat sekitar agar tidak terjadi masalah di dalam kehidupan sehari hari.

69

DESAINARSITEKTURBaja struktural dapat juga digunakan sebagai rangka atap miring dengan karakteristik sebagai berikut : a. Balok atap miring menopang gording interval balok = bentang gording b. Balok induk menopang balok atap pada bubungan tepi sisi miring. Rangka baja dapat dibiarkan terekspos dalam konstruksi tahan api.

III

3.

Utilitas A. Pengadaan air bersih Air yang digunakan pada bangunan bertingkat dapat berasal dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sumur dalam, sumber, dan lln Pengadaan air bersih untuk bangunan bertingkat dapat dilakukan dengan:

1. Sistem Tangki Atap Untuk bangunan berlantai 2-6 dapat dibuat sistem tangki atap, yaitu tangki air diletakkan di atas atap. Apabila atap tidak dibuat dari beton bertulang misalnya dari atap, genteng, seng, asbes, sirap, maka tangki dapat diletakkan di atas langit-langit yang dasarnya cukup kuat. Sistem ini adalah bahwa air dari PDAM ditampung lebih dahulu pada bak atau tangki atau reservoir bawah tanah, basement atau di atas permukaan tanah. Dari sini air dipompa ke atas atap yang bekerja secara

70

DESAINARSITEKTURotomatis. Untuk mengetahui muka air dalam tangki penuh dapat dipasang pelampung.

III

Dari

tangki

yang

terletak di atas atap, air dapat langsung dialirkan

(didistribusikan) ke tiap lantai bangunan yang membutuhkan, dari lantai paling atas ke lantai paling bawah. Apabila air

hanya digunakan untuk mandi, cuci, dan lain-lain air dingin, maka letak muka air rendah tangki atas minimum 3,50 m di atas kran ruangan lantai paling atas. Tetapi apabila airGambar 1.8 . Sistem tangki atap Sumber : Widomoko, 2004`

digunakan untuk pengglontoran

WC yang memerlukan tekanan keras membersihkan kloset atau pemanas air gas, maka letak muka air dapat dipertinggi menjadi 10 m. Tekanan air pengglontoran pada WC dan pemanas air bahan bakar gas di lantai bawahnya otomatis lebih keras daripada lantai paling atas.

71

DESAINARSITEKTUR

III

Untuk menghitung kebutuhan air pads bangunan bertingkat, terlebih dahulu harus diketahui pemakaian air per orang per hari sesuai dengan jenis penggunaan bangunan yang besarnya dapat dilihat pada tabel berikut. (Widomoko, 2004)

Tabel 1.11 Pemakaian Air Per Orang Per Hari (jangka waktu pemakaian air rata-rata diperhitungkan 8 jam sehari)Penggunaan Bangunan Pemakaian air rata-rata (dalam Persentase perbandingan luas lantai bangunan efektif/total rataliter) rata (dalam %)

Kantor Sekolah (bergantung jenjangnya) Hotel Apartemen Rumah susun Asrama Rumah sakit (bergantung kemewahannya)

80 50 250 200 100100 300 -

100 100 300 250 200 400 1000

60 60 50 50 50 50 48

72

DESAINARSITEKTUR1.3.4 Sistem selubung Bangunan

III

Selubung bangunan adalah bagia dari struktur bangunan yang menentukan bentuk atau rupa dari wajah bangunan. Terdapat banyak variasi selubung bangunan tergantung dengan jenis dan tema bangunan tersebut. Bangunan gedung sebagai bagian dari lingkungan yang bertujuan menciptakan ruang-ruang nyaman untuk taraf kehidupan yang lebih baik juga menyebabkan

permasalahan yang sama. Meskipun bukan merupakan satu-satunya pemakai energi, tetapi bangunan gedung dengan seluruh peralatan penun-jangnya mengkonsumsi energi dalam jumlah cukup besar, sehingga teknologi hemat energi perlu diupayakan untuk membatasi penggunaan energi dalam gedung. Selubung bangunan tersebut adalah : Dinding Menggunakan sirip penangkap angin untuk mendinginkan bangunan dari panas matahari dan juga mencegah penyinaran matahari secara langsung dalam ruang pada waktu radiasi matahari tinggi. Menggunakan vegetasi sebagai penyerap panas matahari, menyaring debu, pereduksi bising dan secara estetika member kesan sejuk pada bangunan. Atap Atap didesain agar dapat dipasang sel surya untuk Hemat energi Memberikan sedikit sentuhan hijau pada atap yang berfungsi untuk mereduksi panas, menyaring debu dan polusi udara, pereduksibising dan sebagai elemen estesis pada bangunan.

73

DESAINARSITEKTURselubung bangunan, bagian atap juga didesain memiliki estetika agar menyatu dengan selubungnya.

III

Bagian atap menggunakan Genteng pada umumnya yang dapat mereduksi panas, hujan, dan sebagainya, tidak hanya dibagian

1.3.5 Bahan Bangunan Bahan Bangunan Struktural Dalam segala hal, perancangan bangunan (desain dan analisis) harus memperhatikan pedoman dan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah antara lain : 1. Peraturan Bangunan Nasional 2. Peraturan pembebanan Indonesia untuk rumah dan gedung 3. Perencanaan bangunan tahan gempa dan peraturan-peraturan yang lain yang menyangkut pemakaian bahan bangunan (beton,baja,kayu). Untuk dapat merancang bangunan secara fisik dengan baik dan benar, makaharus memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Pengetahuan bahan, diperlukan untuk mengetahui sifat dan kekuatan bahan bangunan yang akan dipakai. 2. Faktor beban, diperlukan untuk mengadaptasi beban kerja sehingga dapat diketahui besar gaya dan pengaruhnya pada bangunan. 3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan dalam merancang bangunan, sehingga dapat diperoleh suatu system kerja yang efisien, tepat dan ekonomis.

74

DESAINARSITEKTURuraikan dari struktur pondasi, kolom, balok, lantai dan atap, 1. Pondasi o Pondasi dangkal : Foot Plate (beton bertulang) o Pondasi sedang : Sumuran (beton bertulang dengan material lain) o Pondasi dalam 2. Kolom Struktur Bahan : Beton bertulang, baja, komposit, kombinasi dan lain-lain. : Pancang (beton betulang,kayu dll) dan boorpile

III

Adapun bahan struktur bangunan bertingkat, paling banyak digunakan adalah kayu, beton, baja dan komposit. Hal ini dapat kita

Komposit adalah gabungan dari dua macam bahan yang dapat memikul gaya secara bersama-sama. Contoh : Baja profil dengan beton 3. Balok Bahan : beton bertulang, kayu dan baja. 4. Lantai Bahan : Keramik, Kayu/papan, multiplek dan lain-lain 5. Atap Bahan : kayu, beton bertulang, baja ringan dan lain-lain

75

DESAINARSITEKTURBahan Bangunan Finishing Material finishing merupakan material terakhir untuk menghasilkan produk yang diharapkan.

III

Bahan bangunan merupakan unsur fisik pembentuk dan pelapis bangunan. Sedangkan finishing diartikan sebagai pengolahan bahan bangunan yang bertujuan untuk meningkatkan keindahan, kekuatan dan keawetan rancngan fasilitasnya,

meliputi; Bahan bangunan sebagai pembentuk struktur ( baja , beton , kayu , batu kali , dsb ) .- Bahan bangunan sebagai pelapis ( keramik, klinker, kaca, marmer, granit, dsb).Finishing bahan bangunan untuk keindahan dan keawetan bisa berupa : penggunaan cat (kayu, tembok, besi), politur, cat meni, lapisan water proofing,dsb. Material Finishing lebih sering bersentuhan langsung dengan segala kegiatan penghuni dan perubahan lingkungan. Material finishing juga memberi tampilan pada sebuah bangunan. Selain itu, juga melindungi elemen-elemen vital bangunan

seperti dinding dan kolom. Penyelesaian mulai dari lantai, dinding, pintu, jendela, lubang angin, skylight, plafon, hingga atap, dengan kombinasi pemakaian bahan secara konsisten. Rangka (beton, baja), dinding (kaca, kayu, beton polos/ekspos, baja, batu kali, batu bata, hebel, batako), pintu dan jendela (kayu, metal), tangga (beton, baja, kayu, fiberglass), skylight (fiberglass), lantai (semen, teraso, keramik, marmer, parquet), plafon (tripleks, gipsum) atau tanpa plafon (beton ekspos, ekspos rangka atap baja, kayu) dan atap (genteng, sirap, baja).

76

DESAINARSITEKTUR

III

Pada Saat ini banyak dikembangkan bahan-bahan finishing berbahan air, yang lebih ramah lingkungan karena kandungan bahan kimia organic yang mudah menguap lebih rendah. Bahan material ini biasanya langsung berasal dari alam dan tidak melalui industri yang melibatkan bahan kimia berbahaya.

77

RUMAH SUSUN MAHASISWA LANDUNGSARIBAB II

DA 3

PROGRAM TAPAK MELALUI PENDEKATAN TAUTAN LINGKUNGAN - KAWASAN2.1 Aspek Lingkungan dan Tapaka. Lokasi Kawasan dan Tapak Lokasi Kawasan : Malang, Kecamatan Lowokwaru, Tlogomas, DAS Brantas Tapak : jalan Tlogomas RT 05/ RW 07 ( sebelah selatan GKB II UMM )

Gambar 2.1 Lokasi Tapak Kajian yang berada pada pinggiran DAS Brantas

Tinjauan Kawasan Tapak Kawasan dipinggir DAS Brantas ini jugalah menjadi salah satu alasan memilik lokasi ini. Lokasi tapak yang cukup strategis dimana terletak hanya diseberang sungai dari Kampus II UMM, menjadikan dekatnya akses menuju kekampus.Tapak disini

78

DESAINARSITEKTURdengan berjalan kaki.

III

dekat dengan segala kebutuhan mahasiswa yang nantinya akan tinggal disini.Akses dalam mencapainya cukup cepat hanya

Garis Sepadan Bangunan Dalam peraturan yang telah ditetapkan pemerintah, garis sempadan DAS Brantas yaitu 20 meter dari bibir sungai.Tetapi melihat kenyataan yang ada, bangunan disekitar tapak ada yang melanggar akan peraturan batas sepadan sungai itu. Oleh sebab itu, nantinya diajukan untuk garis sepadan sungai diolah dengan penyelesian bukan bangunan permanen yang dibangun melaikan bangunan ataupun space terbuka untuk menjaga agar pinggir sungai tidak erosi dan juga untuk menjadikan DAS Brantas sebagai daerah resapan air hujan serta memungkinkan menghasilkan O2 berupa hutan kota bagi malang.

Kerapatan dan Ketinggian Bangunan Sekitar Tapak Kerapatan dan jarak jarak dari bangunan sekitar hampir tidak ada dimana pemisah antar bangunan hanya tembok rumah dan adanya gang gang beserta anak gang yang memberi space / jarak untuk kendaraan bermotor serta pejalan kaki yang ingin lewat.

Gambar 2.2 Salah satu gang utama menuju tapak

79

DESAINARSITEKTUR2.1.1 Pertimbangan Pemilihan Tapak A. Analisa Lokasi Tapak Lokasi yang dipilih berada di Daerah Aliran Sungai Brantas

III

Lokasi dapat dicapai dari berbagai arah dan dengan beberapa alternatif(kendaraan umum ( motor), pribadi, pejalan kaki) Lokasi memiliki area pelayanan 1 km dari berbagai fasilitas seperti bank, tempat ibadah, pasar, kantor,sekolah, rumah sakit yang dapat memudahkan penghuni dalam memenuhi kebutuhan sehari- hari. Lokasi memiliki tingkat keamanan yang cukup memadahi kenyamanan para penggunanya dan dapat digunakan sebagai hunian Rusun Mahasiswa. Lokasi merupakan tanah yang masih kosong sesuai dengan acuan tugas yang diberikan. Perlunya merevitalisasi Kawasan DAS Brantas Memiliki Potensi lebih untuk bisa dikembangkan dan diolah Karena DAS BRANTAS merupakan salah satu tempat yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Di DAS BRANTAS dapat diolah menjadi hutan kota disamping banyaknya bangunan yang berdiri di sekitar daerah aliran sungai, sehingga dapat menjadi pasokan udara bersih yang akan 02 bagi kota, adanya hutan kota juga dapat berfungsi sebagai resapan air yang didapat oleh akar-akar tumbuhan.

80

DESAINARSITEKTUR

III

B. Sintesa Lokasi Tapak Lokasi yang setrategis berada di sekitar lingkungan kampus daerah Landungsari, di wilayah pendidikan, di kawasan yang jauh da ri polusi industri yaitu di jalan Tlogo Mas RT.V RW VII, Landungsari, Malang. Lokasi dekat dengan fasilitas kota, dapat ditempuh dengan kendaraan umum maupun pribadi. Adanya terminal Landungsari di dekat tapak mempermudah akses bagi para pengguna angkutan umum untuk menuju tapak. Lokasi tapak yang terletak di Jl. Tlogo Mas yang merupakan jalan arteri. Lokasi dapat dicapai dengan waktu 20 menit dari pusat kota malang yakni daerah Tugu, Malang.

81

DESAINARSITEKTUR2.1.2 Analisa dan Sintesa Pengaruh Lingkungan di Sekitar Tapak A. Analisa Kondisi Pengaruh Lingkungan Sekitar Tapak Terhadap Perancangan Tapak Lingkungan Sekitar Tapak Lokasi tapak terletak di kawasan kampus UNMUH, berikut batasan batasan tapak yang kami pilih : U tara = Lingkungan kampus UMM Timur = Rumah warga dengan kepadatan rendah Selatan = Rumah warga dengan kepadatan tinggi Barat = Lingkungan kampus UMM

III

Batas Timur dan selatan tapak merupakan warga / penduduk yang asli malang dan ada juga yang bersal dari luar malang.Kebanyakan warga asli malang yang mempunyai profesi dan usaha di depan / dijalan utama Tlogomas. Ada juga keluarga serta mahasiswa UMM yang kos atau mengontrak di lingkungan tersebut.Bisa dikatakan lingkungan sekitar tapak masih bersih dari kotoran rumah tangga dan lahan disekitarnya masih alami.Ditumbuhi oleh vegetasi menggarap / mengolah lahan menjadi ladang sayur sayuran. Disebelah Timur diolahnya sebagian lahan menjadi lahan observasi oleh kampus sebagai pelestarian dan pemberdayaan macam macam bunga.Sudah tersedianya jembatan gantung di sungai Brantas tersebut yang memudahkan mahasiswa pejalan kaki yang tinggal disekitar tapak untuk dapat mengakses kampus UMM lebih cepat dan singkat ( tidak memutar ) pohon perdu. Adanya masyarakat yang

82

DESAINARSITEKTUR> Karakteristik Tapak 1. Lokasi Strategis sebagai peruntukkanya untuk Rumah Susun Mahasiswa 2. Berkontur ( tidak terjal < 350) 3. Lahannya Subur 4. Banyaknya Vegetasi ( Tanaman Perdu ) 5. Terkena Sinar Matahari Langsung 6. Lahannya Menarik Untuk Diolah 7. Lahannya masih kosong ( belum Terbangun ) 8. Sudah tersedianya akses atau jalan untuk para mahasiswa menuju daerah tersebut.Gambar 2.3 sudah adanya akses jalan berupa ram untuk mempersingkat perjalanan menuju area kampus UMM

III

83

DESAINARSITEKTUR

III

Gambar 2.4 masih banyaknya vegetasi yang tumbuh alami pada tapak

84

DESAINARSITEKTUR Batas Batas TapakGambar 2.5 Tapak dibatasi oleh sungai Brantas yang arusnya tidak terlalu deras, dan tepi lahannya sedikit curam dengan bibir sungai

III

Gambar 2.6 Batas tapak sebelah timur dibatasi oleh plengsengan yang yang memagari tebing sungai, aliran sungainya tidak deras

Gambar 2.7 Bagian tapak sebelah barat di batasi oleh vegetasi seperti bambu dan beberapa tanaman perdu yang tumbuh di tebing sungai yang curam, aliran sungai cukup deras Gambar 2.8 Daerah pemukiman menyebar pada tengah tapak, umumnya bangunan >2 lantai dan sebagai kos-kosan 85

DESAINARSITEKTUR View Tapak Dari Dalam ke LuarGambar 2.9 Bagian utara dan timur laut tapak dapat dilihat kampus UMM yang tertutupi beberapa existing vegetasi di tapak bagian utara

III

Gambar 2.10 bagian barat laut, view-nya berupa kampus UMM dengan backgroun gunung Arjuna

Gambar 2.11 Pemandangan tapak bagian barat daya lebih didominasi tumbuhan karena berbatasan dengan tebing sungai yang curam dan rimbun

86

Gambar 2.12 Pemandangan tapak sebelah selatan dan tenggara di dominasi oleh bangunan penduduk sekitar

DESAINARSITEKTUR Dari Luar ke DalamGambar 2.13 Pemandangan ke dalam tapak bagian utara terlihat tebing sungai yang longsor dan terlihat rerimbunan pohon yang menghalangi pandangan langsung ke tapak

III

Gambar 2.14 Pemandangan tapak sebelah barat sangat didominasi vegetasi bambu dan beberapa pohon, sehingga tapak tidak terlalu jelas terlihat

Gambar 2.15 Pada tapak sebelah barat daya terlihat tebing yang terkena abrasi air sungai dan area konservasi tanaman 87

DESAINARSITEKTUR

III

Sirkulasi disekitar Tapak

Gambar 2.16 Dari bagian selatan tapak terlihat konturnya menurun dan lebih terlihat jelas, untuk bagian tapak yang lain terhalang oleh bangunan penduduk Gambar 2.18 Bagian utara tapak terdapat jembatan gantung yang menghubungkan tapak dengan kampus.

Gambar 2.17 terdapat jalan setapak berupa Trap yang digunakan mahasiswa untuk ke kampus

88

DESAINARSITEKTUR AksesbilitasGambar 2.20 Gang menuju tapak dapat dilalui dari depan Terminal Landung sari.Disini juga digunakan untuk warga untuk berjualan pada malam hari

III

Gambar 2.19 Adanya jalan pintas yang bisa menghubungkan langsung ke area tapak.

Gambar 2.21 Tapak juga bisa dilewati melalui gang kecil rumah warga sebelah timur gapura.

89

DESAINARSITEKTUR Iklim.

III

Angin Angin pada tapak mengalir ke segala arah dan dimana cukup kencang pada pagi hari dan kencang pada siang hari. Untuk malam hari angin cukupkencang juga dimana suhu meningkat menjadi dingin. Secara umum angin berhembus dari utara timur laut menuju selatan barat daya dan sebaliknya

Matahari Penyinaran akan sinar matahari pada tapak langsung mengenai tapak.Dimana tapak terhalang dengan adanya rumah warga di timur dan selatan tapak pada jam tertentu karena rumah warga disebelah timur dan selatan berlantai 3. Secara umum sinar matahari menyinari tapak secara penuh

90

DESAINARSITEKTUR Kebisingan

III

Gambar 2.22 Sumber suara disekitar tapak berasal dari Gemuruh sungai yang mengalir setiap hari.

91

DESAINARSITEKTUR Drainase

III

Aliran air ditanah langsung menyerap ke tanah dan menuju sungai Brantas.namun pada beberapa titik di tapak terdapat aliran air alami berupa tanah yang dikeruk sehingga tanah berlumpur.

92

DESAINARSITEKTUR VegetasiGambar 2.23 vegetasi bagian utara di dominasi pohon bambu dan semak, dan sebagian pohon kapas yang tumbuh di tebing

III

Gambar 2.24 vegetasi dalam site, di tumbuhi pohon waru dan beberapa tanaman seperti ketela pohon dan konservasi bunga

Gambar 2.26 permukaan tanah di tumbuhi rumput yang subur, dan existing pohon kapuk

Gambar 2.25 masih banyaknya vegetasi yang tumbuh alami pada tapak

Gambar 2.27 pada tapak bagian selatan terdapat pohon mangga dan semak belukar serta pohon kopi, pohon pepaya dan beberapa tumbuhan perdu

93

DESAINARSITEKTUR Fasilitas.

III

Gambar 2.28 pada sirkulasi sudah di lengkapi dengan perkerasan dan naungan

Gambar 2.30 Ruang terbuka hijau yang digunakan sebagai lahan konservasi sebagai objek penelitian oleh mahasiswa Gambar 2.31 Warung makan semipermanen yang berada pada tapak dan pedagang tahu berjualan untuk para mahasiswa yang lewat

Gambar 2.29 adanya sirkulasi jalan yang melintang ditengah tapak yang menghubungkannya dengan kampus UMM Gambar 2.32 jembatan gantung yang menghubungkan area pemukiman dan tapak dengan area kampus UMM 94

DESAINARSITEKTURGambar 2.33 lokasi tapak dekat dengan terminal landungsari, di sekitar terminal merupakan pusat pertokoan dan bangunan konvesional, selain itu fasilitas untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa juga banyak tersebar pada sekitar area ini,

III

Gambar 2.34 fasilitas untuk memenuhi kebutuhan jasadiyah juga banyak tersebar di sekitar permukiman warga, seperti warung nasi, warnet dan fasilitas kemahasiswaan lainnya di daerah tersebut 95

DESAINARSITEKTURB. Sintesa Kondisi Pengaruh Lingkungan Sekitar Tapak Terhadap Perancangan Tapak

III

Batas-batas tapak merupakan view keluar tapak, baik pada bangunan sebelum terbangun ataupun sudah terbangun, sehingga view ini cukup mempengaruhi bukaan bangunan agar mendapatkan view yang bagus. Batas u tara adalah lingkungan kampus UMM . View ini dianggap cukup menarik karena kampus UMM mempunyai tata masa yang baik. Sebelah Timur adalah rumah warga dengan kepadatan rendah. View ini dianggap kurang menarik karena perumahan tersebut tidak terlalu baik dari segi penataan dan perawatannya. Batas selatan = Rumah warga dengan kepadatan tinggi. Barat = Lingkungan kampus UMM, yang memiliki penataan masa yang bagus. Selain tempat-tempat tersebut terdapat pemandangan yang bagus dari pegunungan yang mengelilingi kota malang.

Sintesa pengaruh Klimatolog

KLIMATOLOGI

ANGIN

MATAHARIMEMPENGARUHI: 1. Tata letak yang sesuai dengan persyaratan bangunan 2. Jenis penahan dan peletakannya 3. Penyelesaian sistem drainase 4. Penyelesaian fisik bangunan

HUJAN

96

DESAINARSITEKTURBagi bangunan bertingkat sedang sampai tinggi angin merupakan pengaruh yang besar. Orientasi dari bangunan juga harus disesuaikan dengan arah datangnya angin, sehingga arah hadap bangunan dapat dihindarkan dari pengaruh angin yang paling kencang . Tatanan massa dan bentuk dasar massa juga mempengaruhi kecepatan dan arah angin, sehingga tata massa dan bentuk massa dapat diatur sedimikian sehingga, agar angin yang menuju ke bangunan tidak terlalu kencang.Bentuk massa yang digunakan adalah bentukan dinamis agar angin mudah melewati. Bentukan bangunan yang dapat memecah angin dapat dipergunakan untuk mengoptimalkan penghawaan alami sehingga memperlancar sirkulasi udara yang masuk ke bangunan. Untuk meredam angin dapat juga digunakan vegetasi yang berfungsi sebagai filter udara. Seperti yang telah diketahui, sinar matahari yang paling dihindari adalah yang berasal dari arah barat, sehingga bangunan diusahakan tidak mengahadap arah barat, namun dapat juga dengan cara memberi shading devise dan tirai pada bukaaan dan memberi vegetasi sebagai filter. Selain itu, sebisa mungkin bukaan- bukaan tidak dihadapkan langsung ke arah terbit dan terbenamnya matahari sehingga yang masuk ke dalam bangunan hanya terang matahari saja. Shading device yang digunakan bisa berupa kanopi maupun balkon ataupun bentukan lain yang berfungsi sebagai penghalang sinar langsung matahari terhadap bukaan nantinya. Bahan bukaan juga mempengaruhi intensitas cahaya yang masuk ke dalam bangunan sehingga dipilih bahan bukaan yang dapat menyaringsinar matahari. Kaca yang diberi pelapis film dapat menjadi alternatif utama.

III

Tanggapan untuk masalah hujan nantinya akan dibuatnya saluran air di sekeliling tapak yang diberi perlakuan seperti resapan sebelum dialirkan ke sungai Brantas agar tidak langsung membebani debit air ketika terjadi hujan deras, selain itu bentuk fasad bangunan juga diberi tritisan yang penjang mengingat curah hujan yang cukup tinggi pada tapak. Untuk penampunngan air hujan, sebagian ada juga yang dapat dimanfaatkan sebagai kolam penampungan air yang nantinya bisa digunakan untuk menyiram tanaman dan sumber air jika terjadi musibah kebakaran. Bentuk lahan yang berkontur juga memberi kelebihan untuk arah aliran air hujan yang tidak mengalir pada saluran air resapan tapi langsung mengenai lahan hijau dapat diantisipasi agar tidak longsor dengan memberi vegetasi konservasi maupun filter sebagai penahan erosi dari air hujan.

DESAIN

ARSITEKTUR

III

97

DESAINARSITEKTUR2.1.3 Analisa dan Sintesa Pengaruh Faktor Faktor Alam 1. Geologi Keadaan tanah di wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Mlng :Bagian selatan termasuk dataran tinggi yang cukup luas,cocok untuk industri Bagian utara termasuk dataran tinggi yang subur, cocok untuk pertanian Bagian timur merupakan dataran tinggi dengan keadaan kurang kurang subur Bagian barat merupakan dataran tinggi yangf amat luas menjadi daerah pendidikan

III

JENIS TANAH Jenis tanah di wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Malang ada 4 macam, antara lain :

-

Alluvial kelabu kehitaman dengan luas 6,930,267 Ha. Mediteran coklat dengan luas 1.225.160 Ha. Asosiasi latosol coklat kemerahan grey coklat dengan luas 1.942.160 Ha. Asosiasi andosol coklat dan grey humus dengan luas 1.765,160 Ha Struktur tanah m a l a n g pada umumnya relatif baik, akan tetapi yang perlu mendapatkan perhatian adalah penggunaan jenis tanah andosol yang memiliki sifat peka erosi. Jenis tanah andosol ini terdapat di Kecamatan lowokwaru dengan relatif

kemiringan sekitar 15 %.Menjadikan dalam pemilihan struktur perlu diperhatikan dengan baik.98

DESAINARSITEKTUR

III

2. TopografiTapak terpilih yaitu di pinggiran DAS Brantas landungsari UMM memiliki topografi yang berkontur dengan kemiringan 15-20 derajat. Dengan topografi seperti ini dapat menjadi pertimbangan pemilihan struktur pondasi yang digunakan. Seperti struktur pondasi p lat dengan tiang pancang agar bangunan Rumah Susun dapat berdiri tegak dan kokoh.

3. HidrologiPola pengaliran air hujan dalam curah hujan kota malang, pada kondisi eksisting tapak ini air mengalir langsung ke sungai DAS Brantas melalui jalur yang ada yang tercipta secara alami. Namun nantinya masih memerlukan penanganan khusus serta pengelolaan yang t eratur dan baik ketika Rumah Ssusun Mahasiswa Landungsari nantinya jika terealisasikan.

99

DESAINARSITEKTUR

III

Keterangan : : Arah liran AirGamabr 2. 35 Analisa Saluran Tapak

4. Tanah Keadaan tanah yang ada pada tapak merupakan tanah aluvial karena terletak di pinggiran DAS Brantas yang mana merupakan tanah yang cukup gembur dan membutuhkan pondasi yang kuat apabila ada bangunan yang dibangun diatasnya.

100

DESAINARSITEKTUR5. Tanaman / Vegetasi

III

Vegetasi yang ada pada tapak dapat dikatakan sangat banyak .Pada tapak ada berbagai macam vegetasi baik yang tumbuh secara alami atau ditanam oleh pengelola, masyarakat sekitar tapak. Vegetasi Tertata pada bagian barat tapak imana meruapakan Konservasi unga Jawa yang dikelola oleh UMM sendiri.Vegetasi didalam tapak berbagai macam seperti : bambu, tanaman perdu besar dan Pohon waru. Bentuk dan ukuran vegetasi besar dan bisa digunakan sebagai peneduh dan penghalang akan angin yang kencang di dalam tapak. Vegetasi tapak disarankan dapatdipertahankan karena berguna dan bermanfaat bagi tapak dan kedepannya pada pinggiran DAS Brantas sebagai area resapan dan penghijauan ( Hutan kota ).

Pohon Bambu jika ditatarapi akan menjadi suatu vegetasi yang dapat mencegah erosi

Gambar 2.36 Vegetasi 101

Poho Waru yang memang sudah ada pada tapak mejadi pohon peneduh pada tapak

DESAINARSITEKTURB. Sintesa Pengaruh Faktor Faktor Alam Terhadap Perancangan TapakPengaruh faktor faktor alam terhadap perancangan tapak

III

Geologi

Topografi

Hidrologi

Tanah

Tanaman Vegetasi

Geologi ini akan mempengaruhi tata letak bangunan sehubungan dengan kebutuhan bangunan terhadap penyelesaian sub strukturalnya

Topografi ini akan mempengaruhi tata letak bangunan dan sirkulasi sehubungan dengan kebutuhan bangunan terhadap area terbangunan dan view

Tata Letak bangunan dan sirkulasi sehubungan dengan area- area drainase ( SPAB dan SPAK )serta penentuan system pengolahan drainasenya.

Pengaruh terhadap pertimbangan untuk membuat detail. Seperti pemilihan tanaman, pembuatan saluran saluran , bak kontrol dan area terbuka

Mempengaruhi penempatan jenis tanaman yang potensial, baik yang dipertahankan keberadaanya maupun untuk penanaman vegetasi baru.

102

DESAINARSITEKTUR2.1.4 Analisa dan Sintesa Kebisingan A. Analisa Kebisingan

III

Kebisingan pada tapak sebelum bangunan direalisasikan berasal dari beberapa aktivitas yang berada pada sekitar tapak, yang berupa perkampungan dan sebagian besar difungsikan sebagai tempat tinggal sementara mahasisa atau umum disebut kos-kosan dan sebagian berfungsi sebagai wadah kemahasiswaan. Sedangkan kebisingan yang didapat ketika bangunan sudah direalisasikan berasal dari dalam gedung sendiri pada saat-saat aktivitas yang melibatkan sebagian besar penghuni bangunan. Kebisingan lain berasal dari jalan raya yang dekat dengan terminal Landungsari namun kebisingannya masih dalam taraf rendah karena letaknya cukup jauh dari tapak. Kebisingan lain berasal dari lapangan yang berada pada sebelah timur tapak, yang fungsinya memang menampung beberapa aktivitas dari mahasiswa dan bukan mahasiswa, tapi kebisingan dari lapangan ini bersifat temporal, hanya pada waktu difungsikan untuk beraktivitas yang melibatkan banyak manusia.

Gambar 2.37 ebisingan pada tapak

103

DESAINARSITEKTURB Sintesa Kebisingan

III

Untuk mengatasi kebisaingan yang nantinya berpengaruh dari luar bangunan yang akan direalisasikan yakni kebisingan yang bersumber dari pemukiman bisa digunakan material yang bisa menyerap bunyi dengan baik dan bisa diaplikasikan secara fungsional dan efektif pada bangunan namun jika orientasi bukaan mengarah pada permukiman dapat digunakan material penghalang berupa gorden dan tirai, juga bisa menggunakan shading berupa tanaman rambat atau sulur. Untuk mengatasi kebisingan saat bangunan sudah direalisasikan bisa memanfaatkan semaksimal mungkin fungsi material pada hunian. Sedangkan untuk mengatasi kebisingan taraf rendah yang berasal dari lalu lintas dapat menggunakan eksisting dari permukiman dan vegetasi pada tapak yang cukup baik untuk menyaring kebisingan dari jalan raya

104

DESAINARSITEKTUR2.1.5 Analisaa dan Sintesa Pencapaian A. Analisa Pencapaian

III

Dari segi pengenalan dan pencapaian terhadap lokasi memang cukup sulit dikenali karena aksesibilitas pada tapak dicapai melalui jalan perkampungan yang cukup sempit dan bisa pula dicapai melalui pedestrian dari arah jalan raya dan dari arah kampus melalui jembatan. Dari jalan raya( melalui gang-gang perkampungan) Jalan raya Pedestrian Jalan menuju tapak melalui akses ini merupakan jalan menuju kampus yang dihubungkan oleh jembatan, fungsinya digunakan oleh pedestrian baik mahasiswa maupun warga sekitar Sirkulasi dari gang-gang perkampunagn Sirkulasi ini bisa dilalui oleh kendaraan berupa motor dan kendaraan beroda empat karena lebar jalan sekitar 4m

Gambar 2.38 Pencapaian pada tapak

105

DESAINARSITEKTURB. Sintesis Pencapaian

III

Karena akses menuju tapak tidak mudah dicapai karena aksesibilitas pada tapak masih terbatas dari pedestrian dan jalan permukiman, sehingga dibutuhkan tanda dan aksesibilitas yang mudah ke dalam tapak yakni dengan membuka jalan baru yang tidak merubah eksisting dari vegetasi namun dilakukan relokasi pada eksisting pertokoan yang berada dekat jalan, dan sebagai gantinya toko-toko tersebut dipindahkan pada lingkungan bangunan dan tetap menjalankan fungsi pada awalnya sekaligus menambah fasilitas penghuni bangunan nantinya. Pembukaan jalan baru ini juga sebagai langkah menjaga keamanan bangunan dari musibah kebakaran, karna nantinya bisa digunakan sebagai akses mobil yang cukup besar seperti mobil pemadam. Pada penanda gerbang masuk bangunan juga diberi instalasi supaya mudah dikenali karena nantinya terdapat fasilitas berupa perpustakaan yang bisa diakses oleh setiap orang. Eksisting jalan pada permukiman warga dapat dimaksimalkan sebagai akses menuju tapak pada wahana publik yang nantinya disdiakan bagi publik, seperti jogging trak, lapangan olah raga ataupun balai warga.

106

DESAINARSITEKTUR2.2 Zonasi Fungsi TapakAlternatif penzoningan 1

III

Penzoningan di dominasi oleh ruang publik. Dengan urutan yang secara umum kita ketahui. Yaitu, publik semi-publikprivat.

=

Publik

=

Semi-publik

keuntungan = kenyamanan penghuni terjamin, karena jarak antara publik dan privat cukup renggang kekurangan = karena antara ruang publik dan privat jauh, akan ada indikasi kurangnya sosialisasi antara penghuni dan masyarakat sekitar

=

Privat

107

DESAINARSITEKTURAlternatif penzoningan 2

III

Penzoningan di dominasi oleh ruang publik. Untuk menuju ruang privat tetap melewati ruang semi-publik. Hanya saja di sini ruang semi-publik mengelilingi ruang privat.

= = =

Publik Semi-publik Privat

Keuntungan = ruang semi-publik yang mengelilingi ruang privat menjadi area transisi antar ruang publik dan privat Kekurangan = kurangnya pengawasan jika seandainya ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang memasuki area rusun.

108

DESAINARSITEKTURAlternatif penzoningan 3

III

Pada penzoningan ini masih di dominasi oleh ruang publik. Perbedaannya sekarang adalah ruang semi-publik yang di kelilingi oleh ruang privat. Di sini maksudnya adalah bahwa ruang semipublik berada dalam satu bangunan dalam ruang privat tapi berbeda ketinggian

= = =

Publik Semi-publik Privat

Keuntungan = ruang semi-publik yang dekat dengan penghuni akan memudahkan akses penghuni untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kekurangan = sosialisasi antara masyarakat sekitar bekurang.

109

DESAINARSITEKTUR2.3 Tata Masa dan Ruang Luar pada Tapak Berkontur2.3.1 Tata Masa Bangunan

III

Bangunan Rumah Susun Mahasiswa Landungsari terdiri dari 10 Massa ,dimana adanya 6 Massa Utama sebagai Rumah Susun dan 4 Massa pendukung sebagai bangunan pablik. Tata ruang luar bangunan menggunakan konsep radial, ruang luar didesain sebagai ruang bersama sehingga banyaknya yang akan digunakan vegetasi sebagai peneduh, pengarah, bunga bunga dan unsur air serta sesuia dengan ilmu fengsui dimana tanah yang baik adalah tanah yang memiliki ketinggian berf ariasi sehingga terdapat permainan ketinggian bidang tertentu.

Keenam massa utama Rumah Susun Mahasiswa Landungsari memliki perbedaan ketinggian bangunan. Namun dengan adanya kesatuan baik dari bentuk maupun warna serta penataan massa yang integratif , perbedaan antar bangunan tidak akan merusak kesinambungan visual didalam tapak.

110

DESAINARSITEKTUR

III

Dari beberapa gambar diatas, dapat digunakan sebagai acuan desain pengolahan fasad yang dapat mnjadikan daya tarik Rumah Susun Mahasiswa Landungsari . Hal ini juga akan mempengaruhi tatanan ruang luar dan landscape pada Lingkungan Rumah Susun Mahasiswa Landungsari.

a. Posisi Peletakan Massa disesuikan dengan zona yang telah ditetapkan. Area parkir diletakkan pada ruang luar di zona publik. Sedangka n fasilitas penghuni terletak di zona semipublik. Dan Bangunan yang berfungsi sebagai hunian terletak di zona private.

b. Orientasi View Keluar tapak baik kesegala arah, karena banyak menunjukkan view keindahan alam sekitar yang ada berupa swah, jajaran pegunungan dan lln. Bangunan nantinya diarahkan untuk memiliki bukaan bukaan pada arah yang mempunyai view bagus sehingga penghuni nantinya dapat menikmati view tersebut.

111

DESAINARSITEKTUR2.3.2 Pola Sirkulasi

III

Pola sirkulasi yang digunakan adalah Linier . Organisasi ini memadukan unsur unsur baik organisasi terpusat maupun linier. Disini organisasi linier diterapkan pada sirkulasi tapak maupun sirkulasi dalam Bangunan itu sendiri khususnya Rumah Susun Mahasiswa yang akan dir