Konsep dan Tema Arsitektur

  • View
    3.656

  • Download
    519

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Arsitektur

Text of Konsep dan Tema Arsitektur

BAB IPENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANGArsitektur merupakan seni dalam merancang. Banyak karya-karya arsitektur yang telah dihasilkan. Sebagai mahasiswa arsitektur, tentunya mengetahui bahwa dalam menghasilkan sebuah karya arsitektur tidaklah mudah. Pertimbangan yang banyak dan rumit perlu dilakukan. Hal pertama yang akan jadi pertimbangan bagi seorang arsitek dalam merancang adalah menentukan konsep dari rancangan itu sendiri. Konsep dari seorang arsitek biasanya menjadi identitas dari arsitek yang dicerminkan dalam karya-karyanya.Sebagai mahasiswa arsitektur, sangat penting untuk mengetahui konsep dan juga tema dalam perancangan, apabila sebuah rancangan tidak memiliki konsep dan juga tema, maka rancangan tersebut akan tidak memiliki karakter yang kuat dan akan terlihat seperti rancangan yang tidak dibuat oleh arsitek. Oleh karena itu, tugas ini dibuat untuk memahami konsep dan tema agar selalu digunakan pada saat perancangan.Konsep dan tema tidak bisa dipisahkan dalam ilmu arsitektur. Dua aspek tersebut terkesan memiliki pengertian yang sama, namun sesungguhnya kedua aspek ini sesungguhnya berbeda dalam pengembangannya. Suatu tema tidak akan bisa ditentukan jika tidak ada sebuah konsep yang mendasari dalam ide dan gagasan suatu rancangan, namun jika suatu konsep sudah ditentukan namun tidak menentukan sebuah tema maka sebuah rancanga tersebut tidak akan memiliki judul. Rancangan yang tidak memiliki judul tentunya tidak akan bisa disebut sebuah karya seni yang indah. Jadi, tujuan dari tugas ini adalah agar mahasiswa mampu mengetahui tema dan konsep agar bisa mengaplikasikannya dalam sebuah rancangan.

1.2. RUMUSAN MASALAH1. Apa yang dimaksud dengan konsep dan tema dalam arsitektur?2. Bagaimana penerapan konsep dan tema dalam arsitektur?

1.3. TUJUAN PENULISAN1. Mengetahui dan memahami konsep dan tema dalam arsitektur.2. Mengetahui penerapan konsep dan tema dalam arsitektur.

1.4. MANFAAT PENULISANBerdasarkan tujuan tersebut dapat ditentukan manfaat dari penulisan ini adalah sebagai berikut:1. Bagi Penulis.1.1. Penulis mampu mengetahui dan menambah wawasan terhadap hal-hal yang terdengar sepele seperti konsep dan tema.2. Bagi kampus.2.1. Kampus dapat menjalankan tugasnya dalam mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pembelajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat).2.2. Kampus dapat menambah sarana pembelajaran bagi mahasiswa atau sebagai pembanding dalam pelaksanaan mata kuliah lain.3. Bagi mahasiswa/pembaca.3.1. Mahasiswa/pembaca dapat mengetahui perbedaan antara konsep dan tema.3.2. Mahasiswa/ pembaca mengetahui kendala-kendala yang bisa terjadi dalam penentuan konsep dan tema juga solusinya.3.3. Mahasiswa mampu mengaplikasikan tema dan konsep dalam perancangan.

1.5. METODE PENULISAN1. JENIS TULISANJenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif, yaitu menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji dan membandingkan sumber-sumber yang relevan sesuai dengan judul penelitian dan objek yang telah diobservasi.

2. PENGUMPULAN DATATeknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah sebagai berikut :2.1. Studi Pustaka (Literatur)Mencari literatur atau pustaka dan artikel yang berhubungan dengan konsep dan tema dalam arsitektur.2.2. ObservasiMelakukan observasi langsung ke Ice Mall Denpasar yang terletak pada Jalan Teuku Umar guna menganalisis konsep dan tema yang digunakan pada bangunan tersebut.2.3. WawancaraPengumpulan data dengan wawancara terhadap narasumber yang bertugas di Ice Mall Denpasar tersebut guna mendapatkan informasi yang lebih detail terhadap konsep dan tema dalam rancangan tersebut.

BAB IIPEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN KONSEPSecara umum,konsep dapat diartikansebagai suatu representasi abstrak dan umum tentang sesuatu. Karena sifatnya yang abstrak dan umum, maka konsep merupakan suatu hal yang bersifat mental. Representasi sesuatu itu terjadi dalam pikiran. Sebuah konsep mempunyai rujukan pada kenyataan. Ada juga yang mengartikan bahwa,pengertian konsepadalah suatu medium yang menguhubungkan subjek penahu dan objek yang diketahui, pikiran, dan kenyataan. Konsep termasuk dalam jenis medium in quo. Dalam sebuah konsep, kita mengenal, memahami, dan menyebut objek yang kita ketahui. Kekhususan dari medium in quo adalah walaupun dalam pengenalan akan objek tertentu, yang langsung kita sadari bukan konsepnya tetapi objek fisik itu sendiru, tetapi dalam suatu refleksi, konsep sendiri dapat menjadi objek perhatian dan kesadaran kita. (Sudarminta, 2002).Konsep adalah gagasan-gagasan yang memadukan berbagai unsur ke dalam suatu keseluruhan. Konsep adalah antitesis dari wawasan-wawasan yang sama sekali belum dianggap tepat. Suatu konsep harus mengandung kelayakan; yang mungkin menunjang maksud-maksud daru cita-cita pokok suatu proyek dengan memperhatikan karakteristik-karakterisitik dan keterbatasan-keterbatasan yang khas dari tiap proyek. (Anitasari, 2013).Dalam arsitektur terdapat 5 jenis konsep yang digunakan menurut Catanese (1991), yaitu :1. AnalogiDesain dnegan mengambil sifat, pola, atau unsur dari sebuah benda, didesain menjadi bentuk yang berbeda. Kesatuan konsep menggabungkan elemen-elemen menandai satu baik ambisius dan elusive. Arsitek menawarkan essay atau skenario yang menggabungkan faktor-faktor penting dan ide-ide yang mempengaruhi solusi. Bangunan merupakan penggabungan konsep-konsep. Arsitektur merupakan pemecahan isu-isu individual. Pemecahan masalah untuk seorang arsitek meminimalisasikan permintaan-permintaan. The Conceptual skenario memperluas pernyataan. konsep diubah menjadi kesimpulan. The conceptual scenario dapat digunakan untuk mengidentifikasikan ide-ide penting dan masalah-masalah yang disimpulkan menjadi suatu pernyataan. Konseptual skenario merupakan produk proses evolusi.2. MetaforaMengambil bentuk nyata dan mendesain dengan menyerupai bentuk tersebut. Metafora mengidentifikasi hubungan diantara benda-benda dimana hubungan-hubungan yang terjadi lebih bersifat abstrak. Dalam hal ini metafora menggunakan kata-kata "seperti" atau "bagaikan" untuk melukiskan hubungan tersebut.3. EsensiMengambil hakekat dari permasalahan atau hal yang mendasar dan yang paling penting untuk desain tersebut. Konsep tidak hanya memperhatikan fungsi dari seluruh aktivitas dalam bangunan, tetapi konsep dapat dikembangkan menjadi suatu melalui pendekatan secara pragmatis.4. ProgramatikMembuat bentuk sesuai fungsi dan kebutuhan, susunan ruang, tenpa memperhatikan bentuk atau tampak. Konsep yang dikembangkan seputar persoalan-persoalan yang diidentifikasi dari program suatu bangunan. Tidak semua proyek menangkap hakikatnya, ataupun konsep melambangkan fungsi semua kegiatan dalam bangunan. Konsep dapat dikembangkan sekitar persoalan-persoalan yang lebih pragmatis yang sering dengan gamblang diidentifikasikan dalam program bangunan.5. Uthopiakonsep berdasarkan cita-cita, khayalan/imajinasi, tidak biasa dipakai. Konsep ini juga konsep yang ideal untuk mengemukakan aspirasi dan cita-cita tertinggi sang arsitek.

2.2. PENGERTIAN TEMATema sering dikaitkan dengan karya yang berupa tulisan, namun hakikatnya tema banyak digunakan dalam berbagai karya yang tidak sebatas hanya tulisan saja. Dalam arsitektur pun tema sangat dibutuhkan dalam perancangan, karena tema akan menghasilkan judul pada sebuah rancangan. Selain itu, tema juga membuat arsitek lebih mudah dalam merancang karena tema telah membuat konsep lebih spesifik.MenurutGunawan Tjahyono, Tema dalam arti purbanya lebih merupakan pijakan bagi sebuah tajuk. Dari situlah kita yang terlibat dalam kehadirannya berangkat untuk melakukan bahasan, ulasan, dan tindakan (intelektual). Dengan demikian, tema melandaskan seluruh olahan berkarya dan tindakan intelektual atau seni. Dari contoh yang sama, dalam bidang arsitektur, tema dapat melandasi tindakan berarsitektur.( Kilas Jurnal FTUI, Januari 2000, volume 2 nomor 1, halaman 79 )Arsitektur adalah dunia yang tidak bisa dilepaskan dari tema, karena dengan tema itulah kehadirannya dapat lebih bermakna. Lebih daripada itu arsitektur adalah dunia yang di dalamnya terdapat semangat untuk teru mencari sesuatu yang baru dan semangat untuk mencari jawaban.( AMI Arsitek Muda Indonesia, Penjelajahan 1990 1995, Subur, Jakarta, 1995 ).Dalam arsitektur, banyak sekali tema yang digunakan dalam perancangan, berikut merupakan tema-tema yang digunakan arsitek dalam perancangan:1. Klasik

Gambar 1 : interior klasikTema klasik cenderung menggunakan profil-profil rumit sebagai elemen dekorasi dengan lengkungan-lengkungan kurva yang estetik. Arsitektur klasik ini sendiri berkembang pada abad pertengahan sekitar abad ke 14 yang dimulai dari arsitektur yunani kuno dan berkembang di negara-negara eropa lainnya.Tema klasik ini walaupun berkembang dari abad ke 14 masih tetap eksis untuk desain-desain arsitektural masa kini dikarenakan penggunaan ornamen dan bentuk-bentuk lengkung yang variatif membuat tema klasik ini tidak akan pernah membosankan untuk dilihat. Bahkan dewasa ini banyak sekali kedai-kedai tempat nongkrong yang menggunakan tema klasik ini agar memberikan kesan hangat dan kesan masa lalu sehingga cocok untuk bernostalgia.Saat orang berpikir tentangarsitekturklasik, umumnya mereka berpikir sebuah bangunan yang terbuat dari kayu, batu, dll. Dalam beberapa kasus hal tersebut benar, namunarsitektur rumahklasik juga banyak memiliki nafas modern dan desain gedung yang rumit. Misalnya, atap, tiang, bahkan struktur batu atau marmer dibuat dengan detail sempurna. Kemegahan batu alam mulai di hadirkan dalam desain arsitektur klasik yang menambah kesan mewah bangunan.Penggabungan sentuhan klasik dengan modern tidak hanya untuk memberikan nuansa yang lebih fresh dan baru, namun bila sebuah desain seluruhnya digunakan akan mengeluarkan biaya yang lebih banyak karena profil-profil rumit dan ornamen-ornamen klasik akan membebani pembiayaan.2. Futuristik

Gambar 2: desain futuristikDesain yang modern merupakan dasar