Konsep Perancangan Arsitektur

  • View
    49

  • Download
    8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Sebuah revisi suatu konsep perancangan pada tugas akhir Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

Text of Konsep Perancangan Arsitektur

TEORI ARSITEKTUR & METODE PERANCANGAN ARSITEKTUR 3REVISI KONSEP PERANCANGAN

ANGGOTA KELOMPOK

IDA BAGUS GDE YOGA SWARA1304205022COKORDA BAGUS BAGASKARA1304205023WAYAN ADI PRAYOGA 1304205031I GUSTI KADE ARUM GUNA WIBAWA 1304205033TASYA RAHMADIA GHANIY1304205049

TEKNIK ARSITEKTURFAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS UDAYANA2015A. KONSEP PERANCANGAN TAPAKKonsep perancangan tapak yang akan dibahas antaralain zonning tapak, konsep entrance tapak, kosep sirkulasi tapak, konsep massa bangunan, konsep pola massa bangunan, konsep komposisi massa bangunan, konsep ruang luar dan konsep utilitas tapak.B. KONSEP ZONING TAPAKTUJUANFAKTOR PENENTUDASAR PERTIMBANGAN

- Untuk menentukan pendaerahan (zonning) ruang berdasarkan aktivitas, sifat ruang dan karakteristik ruang- Noise/kebisingan sekitar tapak- Jalur sirkulasi/lalu lintas di sekitar tapak- KDB- Bentuk tapak dan view lingkungan- Kemudahan dalam beraktivitas- Terciptanya suatu kesatuanyang baik- Tiangkat kebisingan sekitar tapak- Hubungan ruang, organisasi ruang dan sirkulasi ruang serta kemudahan pencapaian massa dalam tapak

Analisa:Bentuk tapak memanjang tegak lurus jalan dan sejajar jalan. Jarak-jarak bangunan rumah dengan pagar disediakan secara memadai untuk kepentingan sirkulasi pergerakan, sirkulasi udara dan sirkulasi sinar serta udara. Menyediakan lahan parkir yang cukup untk menampung kendaraan penghuni, telajakan minimal 1 m.

1. ZONING TAPAK TEGAK LURUS JALAN Posisi bangunan berada di tengah tapak untuk memaksimalkan penerimaan sinar matahari. Sisi terpendek bangunan diarahkan pada orientasi Timur - Barat agar bangunan tidak terlalu banyak terpapar sinar matahari dan untuk mencegah terjadinya kerusakan bangunan karena terlalu banyak tepapar matahari dan cuaca yang berubah-ubah. Untuk meminimalisir paparan sinar matahari saat sore hari, di bagian Barat diberi penghalang dari susunan vegetasi agar memberikan keteduhan dan udara yang segar.2. ZONING TAPAK SEJAJAR JALAN Sisi bangunan terpanjang menghadap ke matahari, sehingga kurang baik untuk perawatan bangunan, namun penerimaan sinar matahri sangat baik. Posisi massa bangunan seperti pada gambar dapat memaksimalkan penerimaan sinar matahari untuk solar cell sehingga energi listrik yang dihasilkan akan lebih besar.C. KONSEP BENTUK MASSA BANGUNAN

a. Konsep Bentuk Massa Bangunan TUJUANFAKTOR PENENTUDASAR PERTIMBANGAN

Menentukan Bentuk Dasar Massa Bangunan Pada SiteHubungan RuangHubungan ruang, sirkulasi dan dimensi ruang.

Sirkulasi ruangMengikuti bentuk massa bangunan disekitar tapak

Organisasi ruangMencerminkan kegiatan yang diwadahi

Bentuk site/tapak

15.0

23.015.023.0

23.0

Gb. Bentuk Site Persegi Panjang

Konsep: Bentuk massa persegi panjang lebih sesuai dengan bentuk site dan memudahkan dalam pengaturan pencahayaan dan penghawaan alami kemasing-masing ruangan. Karena bentuk persegi panjang akan didapat ruang-ruang yang berhadapan langsung ke luar pada dua sisinya, akibatnya udara dapat masuk kesetiap ruangan yang ada. Untuk bentuk masa ini juga disesuaikan dengan standar dan batas maksimal bentang massa bangunan yaitu 7 meter.b. Konsep Pola Massa BangunanTUJUANFAKTOR PENENTUDASAR PERTIMBANGAN

Untuk menciptakan suatu pola massa yang estetis, selaras dengan site dan dapat mencerminkan interaksi yang baik antara suatu massa dengan yang lain.Fungsi dan aktivitasTerdapat pusat orientasi

Bentuk dan dimensiMemiliki jarak yang baik antara civitas dan massa

Elemen-elemen disekitar siteSelaras dengan bentuk site

Tema rancanganAda kesatuan

Konsep: Bangunan ini dibuat satu lantai untuk mewujudkan konsep bangunan hemat energi karena dengan bangunan satu lantai maka udara dapat masuk kesegala ruangan. Pola massa yang digunakan yaitu pola massa tunggal (monolit), dengan menerapkan konsep pola monolit ini dapat menghubungkan aktivitas penghuni karena tidak adanya pemisah/jarak antar bangunan dan juga dapat memanfaatkan lahan secara maksimal karena dimensi lahan yang cukup terbatas.D. KONSEP SIRKULASI DALAM TAPAK

TUJUANFAKTOR PENENTUDASAR PERTIMBANGAN

Sirkulasi yang efektif dan optimal dalam menunjang segala aktivitas yang ada didalam tapak Penzonningan pada tapak Tata letak entrance pada tapak, bentuk tapak, dan jalur sirkulasi/lalulintas disekitar tapak Organisasi ruang Sirkulasi yang nyaman memberikan kejelasan sirkulasi dan pola sirkulasi dengan aktivitas serta kemudahan pencapaian bangunan

Konsep: Bagian depan tapak berhadapan dengan jalan dibuatkan telajakan 1 m. Alur sirkulasi dibuat agar dapat menghubungkan ruang dalam dengan ruang luar. Material sirkulasi tapak berupa semen kasar dan dipasang sejajar dengan jarak 15 cm, untuk memberikan ruang terbuka hijau yang lebih banyak dan tidak menyebabkan genangan air yang banyak jika tidak diberikan celah-celah pemisah.

a.Sirkulasi Tapak Tegak Lurus Jalanb. Sirkulasi tapak Sejajar Jalan

E. KONSEP RUANG LUARa. Konsep Kebun SayurPerencanaan kebun sayur yang dapat dikomsumsi oleh penghuni rumah sehingga dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga dan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Konsep kebun sayur pada rumah tinggal sebenarnya tidak tepat, karena letak site sendiri berada didataran rendah dan perkotaan. Cuaca yang tidak mendukung akan menybabkan tanaman sayur mudah mati, namun bisa menanam beberapa jenis tanaman sayur yang dapat beradaptasi di dataran rendah.b. Konsep LandscapeRuang luar dirancang dengan landscape yang seimbang antara softscape berupa tanaman perindang dan tanaman hias. Disekeliling tembok pembatas rumah ditanamibougenvil untuk menyerap kebisingan dan pada bagian depan bangunan akan ditanami oleander untuk menyerap polusi dan puring sebagai pemanis.Pagar pembatas dibuat setinggi 1,5 m guna tidak menghalangi view, pagar dibuat berongga sehingga agin dapat berhembus ke dalam site. Tanaman rambat juga dapat dijadikan alat filtrasi alami sehingga dapat menyaring udara yang kotor.

F. KONSEP UTILITAS BANGUNANA. Konsep PencahayaanOptimalisasi sinar matahari untuk mengurangi penggunaan listrik siang hari.Analisa :jenis ruangjenis pencahayaanletak bukaan disarankan

R. Tidurpencahayaan pagi(sinar pagi)tenggara sampai timur laut

gudang, kamar mandimatahari sore (radiasi tinggi) mengurangi kelembabanbarat atau timur

r. Keluarga, r. Makan, r. Tamuaktivitas tinggi, cahaya hangatbarat lau atau barat daya, utara atau selatan

dapur, r. Kerjacahaya adem, panas tidak menaikan suhu ruangutara dan selatan

Konsep :Bentuk teritisan utara - barat dibuat vertikal, selatan timur dibuat horizontal, intensitas cahaya masuk tidak kurang dari 6m. Pada kamar mandi menggunakan glass block untuk memasukan cahaya,pencahayaan buatan menggunakan lampu PLC yang lebih hemat daya.B. Penghawaananalisa :rintangan yang lebih sedikit pada ventilasi memperbanyak udara yang masuk ke ruangankonsep:optimalisasi pemanfaatan angin membuat bangunan tidak bergantung pada penghawaan buatan. Bukaan dengan sistem pivot dipilih karena dapat mengalirkan udara lebih banyak daripada sistem bukaan atas bawah. Lebih sedikitnya halangan pada ventilasi membuat udara yang masuk lebih banyak. Tinggi plafond 3m, ruangan luas membebaskan udara untuk bergerak sehingga panas dari atap mengalami pendinginan.C. Jaringan ListrikKonsep:Rumah hemat energi menggunakan pembangkit listrik solar cell kapasitas 100 Wp dengan ukuran 170 cm x 110 cm x 5cm, berat 14 Kg. Listrik yang dihasilkan dengan penyinaran 12 jam/hari adalah 760 kwh/bulan. Untuk mengantisipasi kekurangan sumber listrik dari matahari, listrik dari PLN dijadikan solusi sebagai sumber pengganti.D. Air Bersih Konsep:Air bersih dalam tapak berasal dari sumur dalam dan bak penumpangan air hujan.1. Sumber air minum

2. Sumber air untuk kamar mandi

3. Air untuk pemeliharaan tanaman

E. Air Tinja, Drainase Dan SampahAnalisis :Air kotor dan sampah dapatb dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga setelah diolah dengan menggunakan teknologi yang ada.Konsep :1. Saluran air limbah tinjaUntuk saluran limbah tinja dimanfaatkan sebagai bahan biogas. Air tinja lansung dialirkan ke dalam bak penampungan awak, kemuian disaluran ke dalam digester biogas dengan kapasitas 1,3 m3.gas keluaran akan dimanfaatkan untuk meyalakan kompor gas.2. SampahPada tapak disediakan bak sampah organik dan non organik. Sampah organik akan digunakan sebagai pupuk. Sedangkan sampah non organik akan di angkut menuju tpa menggunakan truk sampah.

F. Sistem Keamanan BangunanKonsep :Untuk sistem pemadam kebakaran disediakan sistem PAR (Pemadam api ringan) dalam dapur. PAR yang dipergunakan adalah untuk kebakaran kelas C (listrik dan mesin)

G. KONSEP PERANCANGAN BANGUNANa. Konsep Zonning Bangunan

TUJUANFAKTOR PENENTUDASAR PERTIMBANGAN

Untuk menentukan pendaerahan pada bangunan, sehingga sirkulasi kegiatan dan suasana ruang dapat tercipta sesuai dengan tuntutannya masing-masing Jenis zone ynag akan ditata dan karakter setiap zone Iklim Lingkungan sekitar Organisasi ruang Tema Pendaerahan yang jelas Terciptanya sirkulasi yang lancar di dalam bangunan Terjadi interaksi antara civitas dan aktivitas pada zone satu dengan lainnya Adanya penyesuaian antara zoning di dalam bangunan dan lingkungan

Konsep:

PUSATR. KELUARGA&R. MAKANRTIDURUTAMASERVISDAPUR

R. TIDUR ANAK

R. TIDUR PEMBANTU

H. KONSEP STRUKTUR BANGUNANa. Konsep Struktur BangunanKeadaan tanah sangat mempengaruhi jenis pondasi yang akan digunakan. Jenis tanah sawah merupakan jenis tanah dengan kadar air tanah yang tinggi sehingga cenderung basa, maka pondasi yang cocok adalah pondasi menerus dan telapak serta tahan terhadap air dan tekanan bangunan sehingga tidak mudah keropos dan irit biaya.

b. Konsep Super StrukturUntuk mewujudkan bentuk ruang yang fleksibel, maka diperlukan jenis super struktur yang fleksibel