Kesaksian Pdt Mohammad Ali Makrus

  • View
    2.850

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of Kesaksian Pdt Mohammad Ali Makrus

Kesaksian Pdt. Mohammad Ali Makrus At-Tamimi Dalam VCD KKR GKJW 2007

Satu perkara yang mungkin menjadikan satu pertanda tanya besar dalam kehidupan kita, mengapa kita memilih Kristen menjadi agama kita. Mengapa kita memilih Kristen menjadi agama kita? Ada banyak alasan yang sering dibuat oleh manusia, namun yang menjadi catatan yang perlu kita garis bawahi, bahwa agama Kristen sangat identik dengan pengikut Kristus, dan semua manusia tahu, bukan saja orang Kristen, khususnya saudara-saudara kita di bani Kedar, mereka tahu bahwa Yesus memiliki jalan yang lurus. Yesus memiliki jalan yang lurus. Sehingga kekristenan kita ketika kita keluar dari rumah kita sudah di pantau oleh mereka ucapan kita tutur bahasa kita dan langkah kita, pola pemikiran kita, semua apa yang kita kerjakan selalu dipantau oleh keberadaan kita, apalagi di depan orang-orang Islam. Lantas bagaimana peran kita sendiri di tengah-tengah masyarakat? Setelah saya lihat saat ini adalah kebalikannya gereja sudah menjadi diskotik itu sudah banyak. Sehingga sesuatu yang sangat memprihatinkan, ketika saat ibadah sekalipun gereja sudah menjadi diskotik. Ini sangat membahayakan sekali kalau gereja sudah menjadi diskotik. Namun saat ini, ada pertanda tanyaan dalam hati kita bersama. Kalau gereja sudah dijadikan diskotik, lantas apa yang bisa kita perbuat? Sebagai laskar-laskar kristus, sudahkah kita memiliki kekristenan yang benar? Kalau boleh saya tanya pada pagi hari ini, siapa dihari bapak, ibu, sodara sekalian yang boleh duduk di ruangan tempat ini, yang pagi ini dibekarti tuhan? Acung tangan! Jangan diturunkan dulu! Karena saya tahu bahwa malaikat disurga akan mencatat, jangan diturunkan dulu! Dan saya mau tanya! Siapa yang pagi hari ini siap mati untuk tuhan? Jangan diturunkan dulu! Semua akan butuh tuhan, bahwa semua akan siap mati untuk tuhan, puji tuhan! Turunkan! Setiap orang yang ingin diberkati oleh tuhan berarti dia siap mati untuk tuhan. Banyak sekali orang yang menyatakan kekristenan di akhir zaman, siapa yang ingin diberkati oleh tuhan? Mereka semua acung tangan! Tapi siapa yang ingin mati untuk tuhan? Semua turun tangan. Saya belum siap mati pak untuk tuhan, utangku sik okeh pak (utang saya masih banyak, pak!), saya masih ini dan itu pak, sehingga satu masalah yang paling terpenting saat ini adalah bagaimana kita bisa menyikapi kekristenan kita di tengahtengah masyarakat. Bapak ibu saudara sekalian agama ini merupakan suatu propaganda besar bertabrakan di muka bumi. Khususnya Islam dan Kristen, ini khususnya,mengapa harus ada Islam dan Kristen? Mengapa tidak ada budha hindu dan lainnya? Karena konteks alkitab antara Islam dan Kristen akan terus mengadakan persaingan! Tapi satu masalah terpenting bahwa yesus datang ke muka bumi ini bukan membawa agama. Kalau sodara kita di Islam menganggap bahwa dengan keIslamannya itu akan bisa penyelamatkan manusia masuk ke surga. Dengan kata-kata "innadiina 'inda Allahi al

Islam", bahwa tidak satupun agama yang diridloi Allah kecuali agama Islam. Apakah benar tidak satupun agama yang diridloi Allah kecuali Islam? Benar! Jadi saya katakan benar, memang tidak ada satupun agama yang diridloi oleh Alllah kecuali Islam. Namun dalam tanda kutip Allah siapakah yang meridloi Islam itu sendiri. Allah yang kita sembah dengan Allah yang disembah sodara kita di Bani Kedar, ini jelas beda! Jadi kalau ada kata "innadiina 'inda Allahi al Islam" itu benar! Memang Allah yang ada di bumi Arab meridloi Islam sebagai agama baru. Perlu saya memberi tahu bahwa Islam dengan muslim itu berbeda tapi kerena sudah menjadi budaya, orang-orang Islam ini di sebut orang-orang muslim. Sebab Islam ini identik dengan sebuah agama, tapi muslim ini bukan agama. Muslim ini adalah pribadi sifat ketarekatan hati manusia, ketasawufan hati manusia. Sebab di Al-Qur'an di katakan disana "Yaa Ayyuhal-ladzina amanu ittaqullaha haqqa tuqaatih wa laa tamuu tuna illa wa antum muslimuun." Kata-kata "innadiina 'inda Allahi al Islam" dengan "wa laa tamuu tuna illa wa antum muslimuun" itu sudah berbeda, kalau Islam ini agama kalau muslim ini bukan agama. Mulai dari zaman Adam sampai turunnya Isa, ini semua muslim, orang-orang yang selalu tunduk taat pada perintah tuhan ini semua muslim siapapun bisa menjadi muslim. Muslim itu bukan agama, Cuma karena sudah menjadi budaya bahasa, akhirnya muslim di sabotase masuk didalam agama Islam. Padahal bahasa Muslim ini jelas, Al-Qur`an memberikan satu pemaparan dengan katakata "wala tamutunna illa waantum muslimun," berbeda dengan kata-kata "innaddinna indallohil islam." Ini perbedaannya. Ada satu hal lagi. Kalau kita sering kali membuat satu tatanan bahasa mengapa saudarasaudara kita menyebut nama Isa? Kalau Isa jadi Yesus, ini sangat-sangat bertentangan. Kalau Abraham jadi Ibrahim, mungkin tidak menjadi masalah. Tapi kalau Isa jadi Yesus, ini sangat bermasalah. Tapi ketika kita memahami, masuk di dalam pembelajaran toreqot ke dalamnya, di sini kita akan memahami apa yang disebut Isa. Isa ini bukan nama. Isa ini adalah gelar. Sehingga Isa itu disebut dengan At-Tauhid, satu-satunya. Sehingga nama yang terus dihadapkan dan ditulis oleh Al-Qur`an disebut Almasih Isa Allahisalam. Almasih tidak boleh ditaruh di belakangnya Isa, pasti ditaruh di depannya Isa. Almasih ini adalah orang yang diurapi Tuhan. Isa ini adalah At-Tauhid satu-satunya. Allahisalam artinya satu-satunya penjamin keselamatan, sehingga Isa itu dijuluki Nabi Pembawa Syafaat. Jadi kalau diringkes jadi satu, dia orang yang diurapi Tuhan dan satusatunya penjamin keselamatan. Bukan salah satu, satu-satunya penjamin keselamatan. Di Indonesia ini dipercaya oleh saudara-saudara kita di bani Kedar. Itu ada 25 para nabi dan rasul. Dan hanya ada dua gelar nabi yaitu Isa dengan Muhammad. Isa punya gelar AS, Muhammad punya gelar SAW. Tapi sayang di Indonesia, dari mulai jamannya Adam sampai turunnya Isa itu semua di belakangnya diberi gelar AS. Saya nggak ngerti bagaimana pola pemikiran di Indonesia. Saya nggak ngerti dia memakai paham yang

bagaimana. Yang jelas gelar ini, pengakuan seluruh umat Islam di dunia, dua gelar ini hanya dimiliki oleh dua orang nabi. AS ini artinya allahisalam, pemberi penjamin keselamatan, sehingga Yesus diberi gelar asy-syukruf, perhiasan syafaat pemberi jaminan keselamatan itu sendiri. Muhammad itu diberikan gelar SAW, sollallohu allaihi wasallam, artinya adalah peminta jaminan keselamatan. Ini perbedaannya. Sehingga Muhammad diberi gelar Nabi Pembawa Solawat. Yang satu Nabi Pembawa Syafaat, yang satu Nabi Pembawa Solawat. Syafaat ini bergerak untuk memberikan doa kepada seluruh umat manusia. Solawat ini meminta doa bagi seluruh umat manusia. Setiap habis orang sholat, wajib hukumnya baca solawat. Setiap orang habis ngaji, wajib hukumnya baca solawat. Allohumma solli ala sayyidina muhammadin wa ala sayyidina muhammad ku anfusakum wa ahlikum naron. Ya Alloh, selamatkanlah junjunganku Muhammad wa ala alihi dan selamatkanlah juga sanak kadang keluarganya. Wa sohbihi, selamatkan juga keluarganya. Ku anfusakum wa ahlikum naron, dari ancaman Alloh yang berupa neraka. Jadi kita tinggal memilih, mau memilih nabi yang membawa syafaat, atau memilih nabi yang membawa solawat. Tinggal kita memilih. Dan kita menawarkan kepada umat manusia. Bukan menawarkan agama. Agama tidak bisa menyelamatkan manusia. Tapi kita tawarkan, mau meneruskan, mau mengikuti teladan junjungan yang akan memberikan jaminan keselamatan itu sendiri, atau meminta jaminan keselamatan itu sendiri. Kita sendiri belum tentu selamat. Bagaimana kita bisa mendoakan bagi pemimpin? Jadi hadirnya solawat itu ada riwayatnya sendiri. Ketika Muhammad pada usia 61 tahun, Muhammad tidak bisa mendeteksi racun yang masuk ke dalam tubuhnya. Karena Muhammad diracun oleh istrinya sendiri. Jadi yang meracuni Muhammad waktu itu adalah istrinya sendiri, istri yang ketujuh belas. Jadi istrinya Muhammad itu total dua puluh dua. Istri yang ketujuh belas ini meracuni dia. Dua tahun. Kata orang Jawa, iki digawe kembang amben, mati gak mati urip gak urip. Mudune surat Yasin. Ya, mudune surat Yasin. (ini dibikin hiasan tempat tidur, mati tidak, hidup pun tidak. Turunnya surat Yasin, ya turunnya surat Yasin) Kita lihat sekarang, saudarasaurada kita ketika melihat orang sakit, orang lagi nazak, orang yang lagi sekarat, pasti diturunkan surat Yasin. Jadi surat Yasin dibaca, membuat satu pernyataan, lek mati ndang matio, lek urip ndang uripo (kalau mau mati cepatlah mati, kalau mau hidup cepatlah hidup). Waktu itu juga begitu. Karena waktu dibacakan surat Yasin tidak tidak sembuh malah nazak tidak karu-karuan, akhirnya Muhammad mengumpulkan seluruh keluarga dan para sahabatnya untuk memberikan doa keselamatan supaya segera hari itu juga nyawanya dicabut.

Nah, setelah diturunkan bahasa solawat ini, dengan kata-kata "allohuma solli ala sayyidina muhammadin wa ala ali sayyidina muhammad, " baru Muhammad meninggal. Ini satu hal yang terpenting yang perlu kita garis bawahi, supaya kita bisa memahami kekristenan yang kita bawa, agama yang kita bawa. Sebab kalau kita mempropagandakan bahwa agama kita itu paling benar, kita harus mempertanggungjawab kan kekristenan kita di tengah-tengah umat Islam. Kalau kita melihat di dalam Galatia 4, di sana jelas dikatakan ada dua perempuan, yang satu Hagar, yang satu Sarai. Harusnya ada tiga kan? Harusnya ada tiga, ada Hagar, ada Sarai, ada Ketura. Harusnya ada tiga, tapi di situ hanya ditulis dua. Dan Tuhan katakan, dua perempuan ini adalah perempuan ketentuan Allah. Dua perempuan ini adalah perempuan yang ditentukan, yang satu dari perempuan merdeka, yang satu dari perempuan hamba. Kita ini adalah lahir dari perempuan-perempuan yang merdeka, bukan perempuan-perempuan hamba. Kita ini adalah anak-anak raja. Tapi sanggupkah derajat anak raja itu kita pegang? Kita mengatakan bahwa kekristenan ini lebih baik daripada agama orang lain. Kita akan uji. Kita akan uji dari mulai bangun pagi. Ketika azan subuh dikumandangkan oleh mereka, yang menjadi pe