Click here to load reader

kc.umn.ac.idkc.umn.ac.id/1357/5/BAB IV.pdfPDF

  • View
    217

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of kc.umn.ac.idkc.umn.ac.id/1357/5/BAB IV.pdfPDF

  • Team project ©2017  Dony Pratidana S. Hum | Bima Agus Setyawan S. IIP 

     

     

     

     

     

    Hak cipta dan penggunaan kembali: Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama penulis dan melisensikan ciptaan turunan dengan syarat yang serupa dengan ciptaan asli.

    Copyright and reuse: This license lets you remix, tweak, and build upon work non-commercially, as long as you credit the origin creator and license it on your new creations under the identical terms.

  • 68

    BAB IV

    HASIL TUGAS AKHIR

    A. Proses Pembuatan Texture

    1. Pencarian Referensi Texture

    Salah satu hal terpenting dalam menggabungkan 3D CGI dengan live

    action footage adalah mengumpulkan referensi texture yang akan

    diaplikasikan pada obyek 3D CGI, hal ini dikarenakan untuk

    menghasilkan 3D CGI yang tampak menyatu alami diperlukan tampilan

    texture yang nampak nyata seperti benda asli, dan oleh karenanya

    diperlukan pengumpulan referensi yang menjadi dasar daripada pemilihan

    texture yang digunakan.

    Secara garis besar 3D CGI yang akan diproduksi terbagi menjadi

    dua, yang satu berupa hard surface model 3D CGI yang merupakan

    kendaraan militer dan yang satunya lagi adalah makhluk organik dengan

    texture badan menyerupai batu meteor

    Untuk kendaraan militer, yang menjadi referensi utama adalah

    kendaraan-kendaraan militer yang diproduksi Indonesia pada saat ini.

    Salah satu referensi utama adalah kendaraan ANOA APC buatan

    PT.PINDAD dan juga COMBAT VEHICLE yang juga dibuat oleh

    perusahaan yang sama.

    Penggunaan 3D ..., Annas Armanto, FSD UMN, 2012

  • 69

    Gambar 4.1 APC ANOA buatan PT.PINDAD

    (sumber:wikipedia.org)

    Gambar 4.2 COMBAT VEHICLE buatan PT.PINDAD

    (forcesmilitary.blogspot.com)

    Berdasarkan referensi yang dikumpulkan ciri-ciri utama dari

    kendaraan militer adalah matte, tidak memantulkan cahaya secara

    berlebihan, berbeda dengan glossy finish, hal ini dikarenakan kendaraan

    Penggunaan 3D ..., Annas Armanto, FSD UMN, 2012

  • 70

    militer diusahakan tidak memancing perhatian yang bisa disebebkan oleh

    pantulan bayangan atau pantulan cahaya yang berlebih, oleh karenanya

    hampir semua kendaraan militer dibuat matte.

    Sedangkan warna yang akan digunakan adalah warna hijau,

    dikarenakan militer Indonesia yaitu Tentara Nasional Indonesia identik

    dengan warna hijau, baik itu pada seragam maupun kendaraan yang

    digunakan.

    Untuk makhluk luar angkasa, material referensinya adalah batu

    meteor, hal ini dikarenakan karena konsep dari makhluk ini merupakan

    makhluk yang tersusun dari kehidupan yang terletak di meteor dan

    terlempar jatuh ke bumi

    Meteor memiliki texture yang berbeda-beda, tergantung jenis

    meteor tersebut, berdasarkan konsep cerita, batu meteor yang menyusun

    makhluk luar angkasa yang dibuat 3D CGI nya tampak kasar seperti batu

    karang, namun terdapat beberapa bagian yang berkilau seperti besi

    Penggunaan 3D ..., Annas Armanto, FSD UMN, 2012

  • 71

    Gambar 4.3 Meteor yang jatuh ke bumi

    (sumber:wikipedia.org)

    Selain dua garis besar material utama penyusun, juga terdapat

    pendukung lainnya yaitu detail-detail kecil seperti baret dan kotoran yang

    menempel baik pada makhluk luar angkasa ataupun kendaraan militer

    2. Pemilihan Shader

    Shader atau material pada software yang digunakan untuk membuat 3D

    CGI dibuat berdasarkan referensi material yang dikumpulkan, penulis

    melakukan perbandingan antara dua material, standart material standar

    pada Adobe 3ds Max dan arch&design(a&d) material yang cocok

    digunakan bersamaan dengan menggunakan render engine Mental Ray

    Penggunaan 3D ..., Annas Armanto, FSD UMN, 2012

  • 72

    Gambar 4.4 perbandingan material dari kiri ke kanan, standart, a&d glossy, a&d matte finish,

    blend material a&d

    Karena material tersebut akan digunakan pada 3D CGI yang akan

    digabungkan dengan live action footage maka shader juga dites dengan

    kondisi latar live action footage dan pencahayaan yang disesuaikan dengan

    live action footage.

    Gambar 4.5 penggabungan 3D material dengan live action footage

    Setelah mengetes penulis memilih shader ke-4 blend material a&d,

    dikarenakan, meskipun material dicat matte, mattefinish, namun tetap

    Penggunaan 3D ..., Annas Armanto, FSD UMN, 2012

  • 73

    tampak terlihat bagian yang terkena cahaya terik dan tidak flat murni sama

    sekali tidak tampak perbedaan bagian yang terkena cahaya ataupun tidak.

    Setting material yang digunakan adalah sebagai berikut,

    Gambar 4.6Setting material pada 3ds Max

    Material utama yang digunakan adalah BLEND, dimana blend

    merupakan jenis material yang mencampurkan dua material menjadi satu

    material yang dapat diatur tingkat pencampurannya dengan mask yang

    digunakan. Material pertamanya adalah arch & design, dan yang kedua

    juga arch & design dengan warna yang lebih terang, untuk mask

    digunakan falloff.

    Salah satu alasan lain mengapa penulis memilih material

    arch&design karena material ini secara default telah mendukung ambient

    occlusion, ambient occlusion berfungsi untuk menambahkan realism

    Penggunaan 3D ..., Annas Armanto, FSD UMN, 2012

  • 74

    dalam hasil renderan dengan menambahkan detail bayangan sesuai

    pencahayaan dunia nyata.

    Gambar 4.7 Obyek tanpa Ambient occlusion dan obyek dengan ambient occlusion

    Terdapat tiga shader utama yaitu shader untuk cat warna hijau, cat

    warna hitam, karet, serta kaca, ketiganya sama-sama menggunakan shader

    arch&design hanya menggunakan setting berbeda sesuai dengan

    karakteristik masing-masing.

    Untuk shader yang digunakan pada makhluk luar angkasa tidak

    jauh berbeda dengan shader yang digunakan pada kendaraan militer,

    Penggunaan 3D ..., Annas Armanto, FSD UMN, 2012

  • 75

    hanya saja meteor tampak sedikit lebih glossy dikarenakan lapisan besi

    dan tampak lebih kasar

    Gambar 4.8Shader meteor

    3. UVW Mapping dan Unwrap UV

    UVW mapping, dan Unwrap UV, merupakan teknik coordinate mapping,

    menentukan letak dan posisi texture yang digunakan pada suatu obyek 3D,

    setiap obyek yang akan ditambahkan detail dan bukan hanya sekedar

    shader saja sebaiknya dimapping dengan menggunakan UVW mapping

    ataupun unwrap UV sesuai dengan kebutuhan.

    Penggunaan 3D ..., Annas Armanto, FSD UMN, 2012

  • 76

    Gambar 4.9Perbedaan hasil akhir, kiri tanpa mapping dan kanan dengan menggunakan mapping.

    a. Drone

    Untuk mapping pada obyek 3D drone, penulis memilih menggunakan

    UVW Mapping untuk mempersingkat waktu, dikarenakan tidak terlalu

    banyak detail yang ditambahkan pada drone, ada tiga jenis mapping yang

    digunakan pada obyek drone ini, yaitu planar, box serta cylindrical, yang

    disesuaikan dengan bagian yang akan dimapping, untuk bidang yang datar

    digunakan planar, sedang untuk yang lebih memiliki volume

    menggunakan box serta untuk yang berbentuk tabung menggunakan

    cylindrical

    Penggunaan 3D ..., Annas Armanto, FSD UMN, 2012

  • 77

    Gambar 4.10 Plannar mapping

    Gambar 4.11 Box Mapping

    Penggunaan 3D ..., Annas Armanto, FSD UMN, 2012

  • 78

    Gambar 4.12 Cylindrical Mapping

    b. Robot

    Kendaraan militer lainnya selain drone adalah Robot, sekali lagi penulis

    menggunakan UVW Mapping dikarenakan untuk mempersingkat waktu

    pengerjaan dan bahwa menurut sutradara film untuk robot tidak diperlukan

    detail yang berarti tidak dibutuhkan mapping secara rumit dikarenakan

    robot hanya akan dishoot dari jarak jauh, namun sedikit berbeda dengan

    drone, pada beberapa bagian penulis menggunakan teknik unwrap UV

    untuk menambahkan detail di bagian tertentu.

    Penggunaan 3D ..., Annas Armanto, FSD UMN, 2012

  • 79

    Gambar 4.13 Box Mapping

    Gambar 4.14 Unwrap UV

    Penggunaan 3D ..., Annas Armanto, FSD UMN, 2012

  • 80

    c. Makhluk Luar Angkasa

    Untuk makhluk luar angkasa, penulis tidak melakukan proses mapping

    dikarenakan proses mapping telah terlebih dahulu dilakukan oleh rekan

    penulis untuk melakukan proses sculpting yang dilakukan rekan penulis.

    Gambar 4.15 model 3D makhluk luar angkasa

    4. Penambahan Detail

    Untuk detail texture penulis menggunakan 3D TOTAL TEXTURE PACK,

    untuk mendapatkan stock image penambahan detail, seperti detail dirt,

    debu dan tambahan lainnya, sisanya lagi merupakan perpaduan antara

    procedural map dan masking.

    a. Drone

    Untuk mempermudah pengaplikasian detail texture pada drone dan seluruh

    obyek 3D lainnya, penulis menggunakan map composite, map ini

    Penggunaan 3D ..., Annas Armanto, FSD UMN, 2012

Search related