KARYA TULIS ILMIAH GAMBARAN ASUHAN KEPERAWATAN 2020. 9. 2.¢  karya tulis ilmiah gambaran asuhan keperawatan

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of KARYA TULIS ILMIAH GAMBARAN ASUHAN KEPERAWATAN 2020. 9. 2.¢  karya tulis ilmiah gambaran...

  • KARYA TULIS ILMIAH

    GAMBARAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA BALITA

    GIZI KURANG DENGAN DEFISIT NUTRISI

    DI UPT KESMAS TEGALLALANG I

    TAHUN 2018

    Oleh:

    GUSTI AYU KETUT DESI WIDIANTARI

    NIM. P07120015086

    KEMENTERIAN KESEHATAN R.I.

    POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES DENPASAR

    JURUSAN KEPRAWATAN PRODI D-III

    DENPASAR

    2018

  • ii

    KARYA TULIS ILMIAH

    GAMBARAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA BALITA

    GIZI KURANG DENGAN DEFISIT NUTRISI

    DI UPT KESMAS TEGALLALANG I

    TAHUN 2018

    Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

    Menyelesaikan Pendidikan Diploma III

    Politeknik Kesehatan Denpasar

    Jurusan Keperawatan

    Oleh :

    GUSTI AYU KETUT DESI WIDIANTARI

    NIM. P07120015086

    KEMENTERIAN KESEHATAN R.I.

    POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES DENPASAR

    JURUSAN KEPERAWATAN

    DENPASAR

    2018

  • iii

    KARYA TULIS ILMIAH DENGAN JUDUL:

  • iv

  • v

    DESCRIPTION OF NURSING CARE FOR UNDERNUTRITION

  • vi

    IN CHILD UNDER FIVE WITH NUTRITION DEFICIENCY

    IN PUBLIC HEALTH CENTRE OF

    TEGALLALANG I

    2018

    ABSTRACT

    Undernutrition is a condition in which the body’s nutritional needs are not met

    within a certain time, it caused our body system split food reserves that are under

    fat layer and organ layers. The main nursing problem of undernutrition child

    under five is nutritional deficiency, characterized by a weight loss at least 10%

    under the ideal range. This study aims to determine the description of nursing care

    in undernutrition children with nutritional deficiency at Public Health Centre of

    Tegallalang I on 12-20 April 2018. This is a descriptive type of research with case

    study design on two undernutrition child under five. The results showed that on

    nursing assement. The results showed on nursing assement were done

    anthropometric measurements include BB, TB and LK, health history assessment,

    immunization status and eating habits, no nursing diagnosis format and no

    nutritional deficiency diagnosis, no nursing planning format, some action on

    implementation were not implemented and evaluation is done every month, the

    criteria of the results evaluated the same as the theory and the status is still

    undernutrition. Nursing care documentation is influenced by the orientation of the

    service, the place of health service and the reference used as a reference.

    Documentation is expected based on data that obtained during the assessment

    Keywords: undernutrition, weight loss >10%, nutritional deficiency.

  • vii

    GAMBARAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA BALITA

    GIZI KURANG DENGAN DEFISIT NUTRISI

    DI UPT KESMAS TEGALLALANG I

    TAHUN 2018

    ABSTRAK

    Gizi kurang merupakan suatu keadaan dimana kebutuhan nutrisi pada tubuh tidak

    terpenuhi dalam jangka waktu tertentu sehingga tubuh akan memecah cadangan

    makanan yang berada di bawah lapisan lemak dan lapisan organ tubuh. Masalah

    keperawatan utama pada balita gizi kurang adalah defisit nutrisi yang ditandai

    dengan adanya penurunan berat badan minimal 10% dari rentang ideal. Penelitian

    bertujuan untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada balita gizi

    kurang dengan defisit nutrisi di UPT Kesmas Tegallalang I tanggal 12-20 April

    2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus

    pada dua balita gizi kurang yang diteliti dengan studi dokumentasi. Hasil studi

    kasus menunjukkan pada pengkajian dilakukan pengukuran antropometri meliputi

    BB, TB dan LK, pengkajian riwayat kesehatan, status imunisasi dan kebiasaan

    makan, tidak terdapat format diagnosa keperawatan dan diagnosa defisit nutrisi

    tidak ditegakkan, tidak terdapat format perencanaan keperawatan, pada

    implementasi terdapat tindakan yang tidak dilaksanakan dan evaluasi dilakukan

    setiap bulan, kriteria hasil yang dievaluasi sama dengan teori dan status balita

    masih gizi kurang. Pendokumentasian asuhan keperawatan dipengaruhi oleh

    orientasi pelayanan, tempat pelayanan kesehatan dan acuan yang dijadikan

    referensi. Pendokumentasian diharapkan berdasarkan data yang diperoleh saat

    pengkajian.

    Kata kunci: gizi kurang, penurunan berat badan >10%, defisit nutrisi

  • viii

    RINGKASAN MATERI

    Gambaran Asuhan Keperawatan Pada Balita Gizi Kurang Dengan Defisit Nutrisi

    Di UPT Kesmas Tegallalang I Tahun 2018

    Oleh: Gusti Ayu Ketut Desi Widiantari (P07120015086)

    Keadaan gizi yang buruk berkembang menjadi masalah serius sebagai

    salah satu penyumbang angka kematian balita sebesar enam juta kematian balita

    secara global setiap tahunnya (Levinson, 2007). Anak yang mengalami infeksi

    penyakit tertentu cenderung mengalami kurang gizi karena metabolisme anak

    terganggu, di lain sisi keadaan gizi yang buruk akan mengakibatkan anak

    mengalami penurunan daya tahan sehingga anak menjadi lebih rentan terhadap

    infeksi. Persentase balita gizi kurang usia 0-59 bulan menurut indeks BB/U pada

    tahun 2015 di Indonesia yaitu sebesar 14,9% (Kemenkes RI, 2015) dan pada

    tahun 2016 terjadi penurunan sebesar 0,5% menjadi 14,4% (Kemenkes RI, 2016).

    Provinsi Bali mengalami peningkatan persentase balita gizi kurang sebesar 1,7%

    dari 7,4% pada tahun 2015 menjadi 9,1% pada tahun 2016. Persentase tertinggi

    sebesar 10,7% berada di Kabupaten Buleleng pada tahun 2015 dan 14,4% berada

    di Kabupaten Karangasem pada tahun 2016. Kabupaten Gianyar mengalami

    peningkatan dari 6,0% pada tahun 2015 menjadi 7,1% pada tahun 2016.

    Salah satu masalah keperawatan yang muncul pada balita gizi kurang

    adalah defisit nutrisi. Defisit nutrisi didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana

    asupan nutrisi tidak dapat memenuhi atau mencukupi kebutuhan metabolik tubuh.

    Balita dikatakan mengalami defisit nutrisi apabila mengalami penurunan berat

    badan minimal 10% atau lebih dari berat badan ideal (Nurarif, 2015).

    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran asuhan keperawatan

    berupa data hasil pengkajian pada balita gizi kurang dengan defisit nutrisi,

    memperoleh diagnosa keperawatan yang dirumuskan pada balita gizi kurang

    dengan defisit nutrisi, memperoleh intervensi yang direncanakan pada balita gizi

    kurang dengan defisit nutrisi, memperoleh implementasi yang dilakukan pada

    balita gizi kurang dengan defisit nutrisi dan memperoleh hasil evaluasi pada balita

    gizi kurang dengan defisit nutrisi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif

  • ix

    yang menggunakan pedoman observasi dokumentasi sebagai instrumen

    pengumpulan data.

    Setelah dilakukan perbandingan antara hasil penelitian dengan kajian teori

    dan hasil penelitian sebelumnya diperoleh hasil pada tahap pengkajian tidak

    semua data yang ada pada tinjauan teori ditemukan pada dokumen balita gizi

    kurang 1 dan 2, pada tinjauan teori dipaparkan bahwa pengkajian nutrisi

    mencakup informasi masukan diet, pengkajian klinis terhadap status nutrisi dan

    pengkajian biokimia, sedangkan di lapangan hanya dilakukan dan

    didokumentasikan pengkajian klinis status nutrisi yang mencakup pengkajian

    berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala. Hasil observasi dokumen balita 1

    dan 2, pada bagian diagnosa keperawatan tidak ditemukan bagian khusus dari

    dokumen yang mencantumkan diagnosa keperawatan. Puskesmas tidak

    menggunakan lembar perencanaan keperawatan khusus, namun dalam

    pelaksanaannya pihak puskesmas memiliki buku pedoman yang berisi tindakan-

    tindakan yang harus dilaksanakan apabila ditemukan balita dengan status gizi

    kurang dan juga masalah kesehatan lainnya. Implementasi keperawatan yang

    dilaksanakan dan didokumentasikan pada balita gizi kurang hampir sama dengan

    acuan teori yang peneliti gunakan, hanya saja terdapat perbedaan pada tindakan

    keperawatan yang tidak diimplementasikan karena memang tidak direncanakan

    sebelumnya. Hal-hal yang dievaluasi pada hasil studi kasus sama dengan acuan

    teori yang digunakan oleh peneliti. Hal tersebut diantaranya balita menunjukkan

    adanya peningkatan berat badan sesuai dengan tujuan, tidak terjadi penurunan

    berat badan, berat badan sesuai dengan tinggi badan, tanda-tanda malnutrisi

    diharapkan berkurang, kemampuan orang tua dalam mengidentifikasi kebutuhan

    nutrisi balita.

  • x

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas

    berkat dan rahmat-Nya Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Gambaran Asuhan

    Keperawatan pada Balita Gizi Kurang dengan Defisit Nutrisi di UPT Kesmas

    Tegallalang I Tahun 2018” dapat diselesaikan tepat pada waktunya dan sesuai

    dengan harapan meskipun begitu banyak halangan dan kejadian yang tidak

    terduga terjadi selama penyusunan.

    Karya tulis ilmiah ini disusun sebagai salah satu syarat untuk

    menyelesaikan pendidikan D-III di