Click here to load reader

Isi Makalah Pkn

  • View
    3.621

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of Isi Makalah Pkn

Bab I PENDAHULUANA. Latar Belakang

Dalam suatu negara pasti memiliki norma-norma atau aturan-aturan yang berlaku untuk setiap warga negara. Setiap warga negara berhak tunduk pada aturan-aturan yang berlaku di suatu negara. Dengan adanya hubungan sosial yang merupakan produk dari proses sejarah panjang yang membentuk nilai-nilai yang sebagian hendak kita tinggalkan dan sebagian lagi perlu kita pahami, tafsirkan kembali, dan implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sebagian nilai-nilai hendak kita tinggalkan karena terasa tidak sesuai lagi atau harus disesuaikan melalui reinterpretasi dan implementasi dalam kehidupan bersama. Sebagian lagi memerlukan pemahaman kembali untuk diwujudkan dalam pergaulan sosial, karena nilai-nilai tersebut memang masih sangat dibutuhkan untuk kehidupan bersama di masa kini dan masa yang akan datang.

Oleh karena itu, sebagai warga negara yang baik, kita harus menerapkan atau melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila dan UUD 1945. Kita harus tunduk pada peraturan-peraturan yang ada dalam suatu negara. Karena jika tidak ada norma atau aturan dalam negara, maka negara itu akan hancur dengan sendirinya.

B. Rumusan Masalah

1. Menjelaskan bagaimana menghayati nilai-nilai ajaran agama dan kepercayaan dalam kehidupan bermasyarakat.2. Menjelaskan bagaimana menghayati isi dan makna pasal 28 E dan pasal 29 ayat 2.3. Menjelaskan bagaimana menghayati nilai-nilai pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.4. Menjelaskan cara pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam pembukaan UUD Negara RI 1945 dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.5. Menjelaskan bagaimana menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam pasal-pasal UUD Negara RI 1945 dalam berbagai aspek kehidupan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan (IPOLEKSOSBUD HANKAM).6. Menjelaskan bagaimana mengamalkan sikap toleransi antar umat beragama dan kepercayaan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.7. Menjelaskan bagaimana mengamalkan perilaku toleransi dan harmoni keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.8. Menjelaskan bagaimana mengamalkan nilai dan budaya demokrasi dengan mengutamakan prinsip musyawarah mufakat dalam kehidupan sehari-hari dalam konteks NKRI.

C. Tujuan PenulisBerdasarkan rumusan masalah di atas, adapun tujuan penulisan makalah ini, antara lain:1. Untuk mengetahui cara menghayati nilai-nilai ajaran agama dan kepercayaan dalam kehidupan bermasyarakat.2. Untuk mengetahui cara menghayati isi dan makna pasal 28 E dan pasal 29 ayat 2.3. Untuk mengetahui cara menghayati nilai-nilai pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.4. Untuk mengetahui cara mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam pembukaan UUD Negara RI 1945 dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.5. Untuk mengetahui cara menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam pasal-pasal UUD Negara RI 1945 dalam berbagai aspek kehidupan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan (IPOLEKSOSBUD HANKAM).6. Untuk mengetahui cara mengamalkan sikap toleransi antar umat beragama dan kepercayaan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.7. Untuk mengetahui cara mengamalkan perilaku toleransi dan harmoni keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.8. Untuk mengetahui cara mengamalkan nilai dan budaya demokrasi dengan mengutamakan prinsip musyawarah mufakat dalam kehidupan sehari-hari dalam konteks NKRI.

Bab IIPEMBAHASANA. Menghayati Nilai-Nilai Ajaran Agama dan Kepercayaan Dalam Kehidupan BermasyarakatDalam menghayati nilai-nilai ajaran agama dan kepercayaan dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu dengan cara: Memperjuangkan ideologi suatu agama agar tidak membebani antar pemeluk agama lain, tetapi saat usaha tersebut menjadi beban hidup pemeluk agama lainnya, maka hal itu patut untuk dipertanyakan. Karena perasaan terbebani itulah yang kadang kalah menjadi bibit tumbuhnya pertikaian antar umat beragama.

Perlu adanya pemahaman yang konkrit dan inklusif terhadap upaya memperjuangkan ideologi sebuah agama.

Serta memelihara solidaritas sosial baik intern maupun ekstern. Solidaritas intern, yaitu persatuan di antara sesama umat beragama, sedangkan solidaritas ekstern, yaitu persatuan antar umat beragama yang berbeda.

B. Menghayati Isi dan Makna Pasal 28E dan Pasal 29 ayat 2 UUD Negara Republik Indonesia 1945Dalam menghayati isi dan makna pasal 28 E dan pasal 29 ayat 2 UUD Negara Republik Indonesia 1945, yaitu dengan cara : Dengan adanya kebebasan atau hak memeluk agama (kepercayaan) bagi warga negara Indonesia, kewajiban dalam memiliki agama yang dianut dan juga beribadah sesuai agama yang mereka percayai.

Serta pemerintah juga harus berperan penting supaya tidak ada agama yang menyimpang dari agama-agama yang ada di Indonesia.

Adapun isi pasal 28 E, yaitu :a) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya,serta berhak kembali.

b) Setiap orang bebas atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan fikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.

c) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Makna pasal 28 E, yaitu :a) Setiap manusia yang hidup, bebas menentukan dan memilih agama dan kepercayaan yang ia angggap paling baik dan berhak mendaptakan pendidikan yang layak dan yang efektif,serta setiap warga Negara berhak memilih pekerjaan yang dia suka dan sesuai dengan kemampuan diri masing-masing individu. Serta setiap warga Negara berhak mendapatkan tempat tinggal yang layak dan nyaman untuk tempat bermukim dan berhak menentukan kewarganegaraan sendiri dan tentu ada batasanya.

b) Pemerintah memberikan kebebasan atas keyakinan yang diyakini oleh warga Negara tesebut dan berhak atas pemikiran dan sikap yang mereka ambil dikehidupan sehari hari sesuai dengan hati nurani yang mereka anggap benar selama semua itu tidak merugikan orang lain

c) Setiap Negara menjamin atas kebebasan berorganisasi berserikat dan berkumpul dengan tidak merugikan pihak lain atau Negara itu sendiri.

Adapun isi pasal 29 ayat 2, yaitu:Setiap warga negara memiliki hak untuk memeluk agama masing-masing tanpa adanya paksaan dan beribadah menurut kepercayaannya masing-masing.Makna pasal 29 ayat 2, yaitu :Setiap warga negara memiliki agama dan kepercayaannya itu sendiri tanpa adanya paksaan dari seseorang. Misalnya saja, seorang muslim yang kerena keadaan perekonomiannya melemah, datang seseorang menawarkan sembako untuk dibagikan ke mereka lalu mengajak dengan paksa untuk berpindah agama. Ini membuktikan bahwa keimanan dan kepercayaan tersebut dapat di pengaruhi oleh materi, sehingga banyak konflik-konflik muncul yang terjadi di Indonesia.

C. Menghayati Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara1. Nilai atau makna yang terkandung dalam sila pertama, yaitu : Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan yang Maha Esa. Contoh penerapannya, yaitu Seseorang bebas memilih agama yang dianutnya karena menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan yang Maha Esa, apakah agama itu Islam, Katholik, Kristen, Hindu, atau Buddha.

2. Nilai atau makna yang terkandung dalam sila kedua, yaitu : Bangsa Indonesia mempunyai nilai untuk selalu gemar melakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan (kegiatan sosial dan saling membantu antar sesama). Contoh penerapannya, yaitu Melalukan suatu kegiatan, atau acara bakti sosial, dengan memberikan bantuan kepada panti asuhan sebagai bentuk kemanusiaan peduli akan sesama.

3. Nilai atau makna yang terkandung dalam sila ketiga, yaitu : Nilai rasa cinta tanah air dan bangsa. Contoh penerapannya, yaitu Jangan selalu menggunakan produk asing atau gaya dari luar, kita harus lebih bangga dengan apa yang dimiliki negara Indonesia, seperti menggunakan batik dan belajar tari-tarian daerah.

4. Nilai atau makna yang terkandung dalam sila keempat, yaitu : Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah. Contoh penerapannya, yaitu Menerima keputusan atau hasil akhir yang diambil dari musyawarah walaupun mungkin berbeda dengan pendapat kita.

5. Nilai atau makna yang terkandung dalam sila kelima, yaitu : Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Contoh penerapannya, yaitu Saat kita berkendara, kita berhak mendapatkan kenyamanan di jalan, tetapi kita juga wajib menaati peraturan yang berlaku di jalan.

Adapun nilai-nilai pancasila dalam UUD Negara RI 1945, yaitu:1. Ketuhanan Yang Maha EsaMakna sila ini adalah:* Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.* Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.* Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.* Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain.

2. Kemanusiaan Yang Adil Dan BeradabMakna sila ini adalah:* Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.* Saling mencintai sesama manusia.*Mengembangkan sikap tenggang rasa.* idak semena-mena terhadap orang lain.* Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.* Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.* Berani membela kebenaran dan keadilan.* Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat Dunia Internasional dan dengan itu harus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

3. Persatuan IndonesiaMakna sila i