Click here to load reader

Handaru B. Cahyono Aneke Rintiasti Hadid T.B Rieke

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Handaru B. Cahyono Aneke Rintiasti Hadid T.B Rieke

Slide 1Tgl : 22 Juli 2020
dan air Demineral yang saat ini mensyaratkan kadar O2
terlarut pada produk minimal 40 mg/L,
(SNI.01-3553-2006 tidak mensyaratkan kadar O2 dalam
produk akhir jikalau industri menginjeksikan O2
dalam produknya)
terhadap kandungan O2 terlarut pada akhir proses
produksinya dengan peralatan
1. PENDAHULUAN : Latar belakang.
https://grafis.tempo.co/read/1215/aqua-mendominasi-pangsa-pasar-air-kemasan
Super O2 ; Garuda food –
PT. Sariguna Prima Tirta –
beredar dipasaran.
Penelitian “Aplikasi Kontrol Proportional Plus Integral Pada
Pengaturan Kadar Oksigen (Dissolved Oxygen) dalam
Akuarium” dimana dilakukan pengendalian jumlah oksigen
terlarut pada Aquarium ikan dengan Mengintegrasikan sensor
dan control. Dari hasil pengujian sistem pengaturan kadar
oksigen yang dirancang mampu merespon system dengan
amplitudo osilasi kurang lebih 0,5 ppm. Besarnya kadar
oksigen dipengaruhi oleh kondisi suhu dan kadar garam dalam
larutan.
proses produksi AMDK secara otomatis dengan tujuan
menghasilkan AMDK beroksigen dengan kualitas yang baik /
syarat SNI.
Keluaran (Output).
2. Laporan teknis hasil penelitian & publikasi.
Maksud & Tujuan.
FITUR BENEFIT BISBY DO meter Portable
DO meter
Proses input data Real time Ya Tidak
(insidentil saja)
1. PENDAHULUAN : Keunggulan teknologi hasil rancang bangun.
Deep well
dengan oksigen.
Tujuan penambahan oksigen ke dalam air dimaksudkan untuk mempermudah
penguraian atau penghilangan kadar logam berat serta zat kimiawi lainnya yang
terkandung dalam air. Pada kondisi normal, oksigen diserap oleh paru-paru melalui
sistem pernafasan. Selain itu, tubuh manusia dapat menangkap oksigen dari
pencernaan melalui difusi. (Oxygen Enriched Water & Oral Oxygen Therapy, Prof. Dr.
A. Pakdaman M.D
Temp. (C) DO (ppm)
Pengujian pH, kadar TDS, DO (insitu) dan dilaboratorium
Pengumpulan data primer & sekunder
Pompa air, tangki air, jaringan pipa,
dll.
LCD, ADC, PCB
O2 murni / tabung
dll.
Sensor DO
3. METODOLOGI PENELITIAN : Susunan peralatan penelitian
MC
Spesifikasi teknis :
4. Bobot (box + aktuator) < 450 gram
5. Kemampuan sensor DO 0 – 100 mg/L
6. Suhu operasi sensor 0 s/d 40 mg/L
7. Setting point dapat diatur.
8. Asesoris : sensor temperatur, kabel
data, kabel power & adaptor
maupun laptop
Gambar 4.1 Hasil rancang bangun unit kendali kadar O2 terlarut AMDK
4. HASIL : Perbandingan AMDK dengan injeksi O2 (A) dan
AMDK tidak diinjeksi O2 (B).
8
AMDK tanpa injeksi O2
injeksi O2
minum dalam kemasan
Gambar 4.6 Preparasi bahan uji untuk pengujian
kadar oksigen terlarut pada AMDK Gambar 4.7 Pengikatan oksigen terlarut dalam larutan AMDK
beroksigen
Obyek DO LCD
Air bersih – 1 6.5
Rerata 39.23 37.89 -3.54%
Tabel 4.2 Komparasi akurasi pengukuran DO antara peralatan hasil rancang bangun
dengan hasil uji lab metoda titrasi / winkler
4. HASIL
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
D O
4. HASIL : Sistem kontrol
terlarut (DO) untuk proses produksi AMDK beroksigen dengan hasil
verifikasi akurasi pembacaan DO terdapat error untuk peralatan
dalam kisaran 0,25% s/d 3,79%.
a. type air demineral :
• Peak time dicapai dengan DO 86,34 mg/L pada detik ke 49.
• Rise time dengan Setpoint 45 dicapai pada setelah 15 detik.
• Setling time dicapai pada sekitar 249 detik.
• Delay time diperoleh pada detik ke 8.
• Overshoot maksimum diperoleh sekitar 185%.
b. type air mineral :
• Peak time dicapai dengan DO 39,84 mg/L pada 16 detik.
• Rise time, (waktu naik untuk mencapai set point) tidak
tercapai.
• Delay time , tidak tercapai. diperoleh pada detik ke 7 (namun
setpoint tidak tercapai)