Hampir Fix

  • View
    226

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

materi ini mengenai

Text of Hampir Fix

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam Instrumen Penilaian Kemampuan Guru (IPKG) disebutkan 5 kemampuan pokok guru yaitu kemampuan untuk: (1) merumuskan indikator keberhasilan belajar, (2) memilih dan mengorganisasikan materi, (3) memilih sumber belajar, (4) memilih mengajar dan (5) melakukan penilaian. Masih banyak lagi model yang menggambarkan kemampuan dasar mengajar ini, namun demikian nampak dengan jelas bahwa pada semua profil kemampuan tersebut selalu mencantumkan dan mempersyaratkan kemampuan tenaga pengajar untuk mengevaluasi hasil belajar, sebab kemampuan mengevaluasi hasil belajar memang merupakan kemampuan dasar yang mutlak dimiliki oleh tenaga pengajar.

Setiap pembelajaran di kelas diawali dengan merancang kegiatan pembelajaran. Salah satu aspek yang harus ada dalam perencanaan tersebut adalah tujuan pengajaran sebagai target yang diharapkan dari proses belajar mengajar dan cara bagaimana tujuan dan proses belajar mengajar tersebut dapat dicapai dengan efektif. Selanjutnya, berdasarkan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan dilaksanakan kegiatan pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran selalu muncul pertanyaan, apakah kegiatan pengajaran telah sesuai dengan tujuan, apakah siswa telah dapat menguasai materi yang disampaikan, dan apakah proses pembelajaran telah mampu membelajarkan siswa secara efektif dan efisien. Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu dilakukan asesmen pembelajaran(Balitbang, 2006) .

Asesmen pembelajaran merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran, sehingga kegiatan asesmen harus dilakukan pengajar sepanjang rentang waktu berlangsungnya proses pembelajaran. Itulah sebabnya, kemampuan untuk melakukan asesmen merupakan kemampuan yang dipersyaratkan bagi setiap tenaga pengajar. Hal ini terbukti bahwa dalam semua referensi yang berkaitan dengan tugas pembelajaran, selalu ditekankan pentingnya kemampuan melakukan asesmen bagi guru dan kemampuan ini selalu menjadi salah satu indikator kualitas kompetensi guru. Untuk menghindari kesalahan persepsi dan agar guru dapat mempersipakan dan melakukan asesmen dengan benar perlu dijelaskan tentang apa sebenarnya pengertian dari asesmen pembelajaran dan bagaimana kesalahan pengertian tersebut biasa terjadi di sekolah.

Penilaian hasil belajar sangat terkait dengan tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran. Pada umumnya tujuan pembelajaran mengikuti pengklasifikasian hasil belajar yang dilakukan oleh Bloom pada tahun 1956, yaitu cognitive, affective dan psychomotor. Kognitif (cognitive) adalah ranah yang menekankan pada pengembangan kemampuan dan ketrampilan intelektual. Afektif (affective) adalah ranah yang berkaitan dengan pengembangan pengembangan perasaan, sikap nilai dan emosi, sedangkan psikomotor (psychomotor) adalah ranah yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan atau keterampilan motorik.

Sayangnya, pengetahuan akan asesmen pembelajaran yang baik dan benar belum diketahui apalagi diterapkan oleh semua pengajar di Indonesia. Buktinya, masih saja terdapat pengaar yang memegang prinsip subjektifitas tanpa memandang aspek-aspek asesmen pembelajaran yang semestinya. Tentu saja hal ini akan berdampak sangat buruk terhadap keberlanjutan pendidikan di Indonesia. Untuk itu, materi mengenai asesmen pembelajaran sangat penting untuk diketahui lebih lanjut oleh calon-calon guru di Indonesia.

Berdasarkan pemaparan di atas, penulis memandang perlu untuk mengkaji lebih jauh mengenai, Penilaian dalam Proses Pembelajaran. Dalam makalah ini, hal-hal yang akan dibahas, antara lain pengertian asesmen pembelajaran, tujuan asesmen, macam-macam, ruang lingkup, langkah-langkah asesmen, ranah asesmen, dan prinsip-prinsip asesmen.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan hal-hal sebagai berikut:

1.2.1 Apa pengertian dari penilaian dalam proses pembelajaran?1.2.2 Apa saja tujuan dari penilaian dalam proses pembelajaran?1.2.3 Apa saja macam-macam penilaian dalam proses pembelajaran?1.2.4 Apa saja ruang lingkup penilaian dalam proses pembelajaran?1.2.5 Bagaimana langkah-langkah penerapan penilaian dalam proses pembelajaran?1.2.6 Bagaimana prinsip-prinsip penilaian dalam proses pembelajaran?1.3 Tujuan PenulisanBerdasarkan rumusan masalah sebelumnya, penulisan makalah ini memiliki beberapa tujuan, antara lain:1.3.1 Untuk mengetahui pengertian dari penilaian dalam pembelajaran.1.3.2 Untuk memahami tujuan dari penilaian dalam pembelajaran.1.3.3 Untuk memahami macam-macam penilaian dalam pembelajaran.1.3.4 Untuk memahami ruang penilaian dalam pembelajaran.1.3.5 Untuk mengkaji langkah-langkah penerapan penilaian dalam proses pembelajaran.1.3.6 Untuk mengkaji prinsip-prinsip penilaian dalam pembelajaran.1.4 Manfaat Penulisan

Penulisan makalah ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut.

1.4.1 Bagi PenulisPembuatan makalah ini, diharapkan mampu memberikan pengalaman bagi penulis dalam penyusunan makalah, serta pemahaman lebih kepada penulis tentang penilaian dalam pembelajaran.

1.4.2 Bagi PembacaPembuatan makalah ini, diharapkan mampu memberikan informasi serta menjadi referensi mengenai penialaian dalam pembelajaran kepada pembaca. Selain itu, pembaca juga diharapkan mengetahui aplikasi konsep tersebut.

BAB IIPEMBAHASAN

2.1 Pengertian Penilaian/AssesmentPenilaian/assesment berdasarkan kompetensi merupakan suatu proses pengumpulan bukti secara sistematis serta pembuatan keputusan tentang perilaku seseorang terhadap sekitar kompetensi yang telah ditetapkan(Asmawi, 1994). Penilaian sebaiknya saling berhubungan antara keterampilan, pengetahuan dan sikap dan penerapan yang berguna, candidate/peuji harus menunjukkan bahwa mereka kompeten dalam semua tugas,tidak hanya sebagian saja . Penilaian berdasar kompetensi bukan hanya tentang unjuk kerja, pengetahuan dan pemahaman adalah fundamental untuk unjuk kerja dan keperluan untuk dinilai.Secara umum, asesmen dapat diartikan sebagai proses untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun yang dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan tentang siswa baik yang menyangkut kurikulumnya, program pembelajarannya, iklim sekolah maupun kebijakan-kebijakan sekolah (Poerwati, 2008). Keputusan tentang siswa ini termasuk bagaimana guru mengelola pembelajaran di kelas, bagaimana guru menempatkan siswa pada program- program pembelajaran yang berbeda, tingkatan tugas-tugas untuk siswa yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing, bimbingan dan penyuluhan, dan saran untuk studi lanjut.

Keputusan tentang kurikulum dan program sekolah termasuk pengambilan keputusan tentang efektifitas program dan langkah-langkah untuk meningkatkan kemampuan siswa dengan pengajaran remidi (remidial teaching). Keputusan untuk kebijakan pendidikan meliputi; kebijakan di tingkat sekolah, kabupaten maupun nasional. Pembahasan tentang kompetensi untuk melakukan asesmen tentang siswa akan meliputi bagaimana guru mengkoleksi semua informasi untuk membantu siswa dalam mencapai target pembelajaran dengan berbagai teknik asesmen, baik teknik yang bersifat formal maupun nonformal, seperti teknik paper and pencil test, unjuk kerja siswa dalam menyelesaikan pekerjaan rumah, tugas-tugas di laboratorium maupun keaktifan diskusi selama proses pembelajaran. Semua informasi tersebut dianalisis untuk kepentingan laporan kemajuan siswa.

Asesmen secara sederhana dapat diartikan sebagai proses pengukuran dan non pengukuran untuk memperoleh data karakteristik peserta didik dengan aturan tertentu. Dalam pelaksanaan asesmen pembelajaran, guru akan dihadapkan pada 3 (tiga) istilah yang sering dikacaukan pengertiannya, atau bahkan sering pula digunakan secara bersama yaitu istilah pengukuran, penilaian dan test (Poerwati, 2008). Untuk lebih jauh bisa memahami pelaksanaan asesmen pembelajaran secara keseluruhan, perlu dipahami dahulu perbedaan pengertian dan hubungan di antara ketiga istilah tersebut, dan bagaimana penggunaannya dalam asesmen pembelajaran.

Jadi dapat diartikan bahwa assesment dalam pembelajaran adalah suatu proses atau upaya formal pengumpulan informasi yang berkaitan dengan variabel-variabel penting pembelajaran sebagai bahan dalam pengambilan keputusan oleh guru untuk memperbaiki proses dan hasil belajar siswa. Variabel-variabel penting yang dimaksud sekurang-kurangya meliputi pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap siswa dalam pembelajaran yang diperoleh guru dengan berbagai metode dan prosedur baik formal maupun informal. Penilaian/assesment juga dapat diartikan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk memberikan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil belajar yang telah dicapai.2.2 . Tujuan Asesmen

Taylor (2000) dalam menyatakan bahwa tujuan dari asesmen itu ada beberapa macam, yaitu:1. Identifikasi Awal (Screening)

Screening ditujukan untuk mengidentifikasi atau menemukenali anak yang memiliki masalah akademik dan memerlukan layanan pendidikan khusus. Seorang anak yang harus diasesmen harus diidentifikasi terlebih dahulu. Dimana asesmen dapat digunakan untuk menghadapi individu yang dipertimbangkan mengalami masalah yang beresiko tinggi. 2. Menentukan serta menilai strategi dan program pembelajaran

Asesmen dilakukan untu menentukan strategi dan program pembelajaran yang sesuai, dimana informasi asesmen dapat digunakan dengan 4 cara, yaitu:a. Sebelum anak menerima layanan pendidikan khusus, guru umum membantunya dalam menentukan program pembelajaran yang tepat.b. Prosedur asesmen dapat menentukan keefektifan strategi dan program pembelajaran.c. Asesmen dapat memberikan informasi prereferal untuk mendokumentasikan kebutuhan rujukan formal.d. Informasi ini dapat dimanifestasikan dalam program pendidikan yang diindividualkan pada anak-anak yang membutuhkan layanan pendidikan khusus.3. Menentukan tingkat prestasi dan kebutuhan pendidikanAnak-anak yang mene