of 22 /22
TOPIK : GEOPOLITIK INDONESIA KELOMPOK : 4 D3 Analis Medis-Univ.Airlangga ABSTRAK Terdapat bermacam-macam masalah integrasi bangsa yang dihadapi oleh bangsa/ Negara yang sedang berkembang.Untuk itu perlu dikembangkan suatu konsep-konsep Geopolitik yang mendukung upaya mempertahankan Integrasi Bangsa. Perubahan sosial dan ekonomi yang kian cepat menciptakan tuntutan-tuntutan dan tugas-tugas yang bisa merusak integrasi. Keingingnan kaum elite yang memerintah(pusat/daerah) kadang merupakan penyebab timbulnya masalah yang komplek dan apabila tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan hancurnya masyarakat(Negara). Masalah integrasi didaerah-daerah baik yang betul-betul sesuatu yang baru ataupun merupakan masalah lama yang berkembang dan memacu munculnya masalah baru baik dalam kerangka KNRI dan juga bersinggungan dengan Negara lain dalam percaturan politik internasional. Negara dalam hal ini berkewajiban(bertanggung jawab) memobilitasi dan mengelola secara aktif berdasarkan

Geopolitik Indonesia (Benar1)

Embed Size (px)

Text of Geopolitik Indonesia (Benar1)

TOPIK KELOMPOK

: GEOPOLITIK INDONESIA :4

D3 Analis Medis-Univ.Airlangga ABSTRAK Terdapat bermacam-macam masalah integrasi bangsa yang dihadapi oleh bangsa/ Negara yang sedang berkembang.Untuk itu perlu dikembangkan suatu konsep-konsep Geopolitik yang mendukung upaya mempertahankan Integrasi Bangsa. Perubahan sosial dan ekonomi yang kian cepat menciptakan tuntutan-tuntutan dan tugas-tugas yang bisa merusak integrasi. Keingingnan kaum elite yang

memerintah(pusat/daerah) kadang merupakan penyebab timbulnya masalah yang komplek dan apabila tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan hancurnya masyarakat(Negara). Masalah integrasi didaerah-daerah baik yang betul-betul sesuatu yang baru ataupun merupakan masalah lama yang berkembang dan memacu munculnya masalah baru baik dalam kerangka KNRI dan juga bersinggungan dengan Negara lain dalam percaturan politik internasional. Negara dalam hal ini berkewajiban(bertanggung jawab) memobilitasi dan mengelola secara aktif berdasarkan teori-teori geopolitik terhadap sumber daya dan potensi yang ada,berjuang semaksimal mungkin demi terjaganya integrasi bangsa. KATA KUNCI : GEOPOLITIK

BAB I LATAR BELAKANG

Falsafah Pancasila

Nilai-nilai pancasila mendasari pengembangan wawasan nasional. Nilai-nilai tersebut adalah: 1. Penerapan Hak Asasi Manusia (HAM), seperti memberi kesempatan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing- masing. 2. Mengutamakan kepentingan masyarakat daripada individu dan golongan. 3. Pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat.

Aspek Kewilayahan Nusantara

Pengaruh geografi merupakan suatu fenomena yang perlu diperhitungkan, karena Indonesia kaya akan aneka Sumber Daya Alam (SDA) dan suku bangsa.

Aspek Sosial Budaya

Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing - masing memiliki adat istiadat, bahasa, agama, dan kepercayaan yang berbeda - beda, sehingga tata kehidupan nasional yang berhubungan dengan interaksi antargolongan mengandung potensi konflik yang besar.

Aspek Kesejarahan

Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan wawasan nasional Indonesia yang diwarnai oleh pengalaman sejarah yang tidak menghendaki terulangnya perpecahan dalam lingkungan bangsa dan negara Indonesia.Hal ini dikarenakan kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia merupakan hasil dari semangat persatuan dan

kesatuan yang sangat tinggi bangsa Indonesia sendiri.Jadi, semangat ini harus tetap dipertahankan untuk persatuan bangsa dan menjaga wilayah kesatuan Indonesia.

RUMUSAN MASALAH Adapun hal hal yang ingin kami bahas dalam makalah ini antara lain: A. Apa pengertian Geopolitik? B. Geopolitik Indonesia C. Ciri khas Indonesia D. Teori-teori Geopolitik E. Apa paham geopolitik di Indonesia? F. Wawasan Nusantara sebagai Geopolitik Indonesia G. Apa pengertian wawasan nusantara? H. Hakekat dan kedudukan wawasan nusantara I. Latar belakang konsepsi wawasan nusantara J. Unsur dasar wawasan nusantara K. Tujuan dan manfaat wawasan nusantara L. Peranan wawasan nusantara

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Geopolitik Istilah geopolitik semula sebagai ilmu bumi politik kemudian berkembang menjadi pengetahuan tentang sesuatu yang berhubungan geomorfologi (ciri khas negara yang berupa bentuk, luas, letak, iklim dan sumber daya alam) suatu negara untuk membangun dan membina negara.Para penyelenggara pemerintah nasional kini menyusun pembinaan politik nasional berdasarkan kondisi dan situasi geomorfologi dan unsur-unsur lain (penduduk, falsafat dan sejarah bangsa) secara ilmiah berdasarkan cita-cita bangsa.Sedangkan geostrategi diartikan sebagai pelaksanaan geopolitik dalam Negara (Poernomo, 1972), yang pada awalnya diartikan sebagai geopolitik untuk kepentingan militer.Hal ini tentunya berkaitan dengan arti strategi itu sendiri, yaitu ilmu atau seni tentang jenderal (the art of generalship).Strategi itu sendiri semula banyak dikembangkan oleh kaum militer, yakni bagaimana memenangkan perang. Namun kini istilah strategi lebih popular pula di kalangan ekonom, industialis, bahkan para ahli pendidikan. Jadi pemikiran strategi kini diartikan bagaimana kita akan memenangkan pasar untuk keperluan produk kita dan sekaligus untuk meyakinkan kita bahwa bahan baku lebih terjamin lebih lama (sampai lebih dari 20 tahun) dari awal perhitungan kita, serta bagaimana kita menggunakannya seefektif mungkin (Pearson, 1990: 2). Lebih lanjut geostrategi didefinisikan sebagai: Kebijakan untuk menentukan sarana-sarana, untuk mencapai tujuan politik dengan memanfaatkan konstelasi geografi. Sebagai akibatnya geostrategi menjadi upaya menguasai sumber daya untuk tujuan kelangsungan hidup bangsa.Selain itu, studi geopolitik meliputi studi hubungan bersama antara kepentingan aktor politik internasional, kepentingan yang terfokus pada wilayah, ruang, elemen geografis, hubungan yang menciptakan sistem geopolitik.

B. Geopolitik Indonesia Pandangan geopolitik Indonesia berlandaskan pada pemikiran kewilayahan dan kehidupan bangsa Indonesia.Wawasan nusantara mempunyai latar belakang, kedudukan, fungsi, dan tujuan filosofis sebagai dasar pengembangan wawasan nasional Indonesia. C. Ciri khas Indonesia Indonesia sebagai salah satu Negara besar dan memiliki letak strategis di wilayah asia pasifik memiliki andil menjaga stabilitas kawasan. Sebagai Negara kepulauan yang memiliki garis pantai terpanjang ke empat di dunia dan memiliki lebih dari 17.480 maka Indonesia sebgai Negara kepulauan harus siap menjaga wilayahnya dari segala bentuk ancaman keamanan baik yang berasal dari luar maupun dalam. Wilayah Indonesia sendiri terbentang dari 6 derajat garis lintang utara sampai 11 derajat garis lintang selatan, dan dari 97 derajat sampai 141 derajat garis bujur timur, serta terletak di antara benua Asia dan Australia, dan terletak di antara dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Pasifik. Jika melihat posisi Indonesia scara geopolitik kita dapat melihat betapa strategisnya wilayah Indonesia saat ini baik dari segi jalur perdagangan Internasional dan Sumber Daya Alam, dimana salah satu jalur perdagangan internasional tersibuk di dunia ada di selat malaka yang merupakan wilayah dari NKRI dan masih ada beberapa selat lainnya yang juga menjadi jalur pelayaran internasional. Indonesia yang terletak di benua Asia bagian Tenggara (Asia Tenggara) pada koordinat 6LU - 1108'LS dan dari 95'BB - 14145'BT, melintang di antara benua Asia dan Australia/Oseania serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia (terbentang sepanjang 3.977 mil). Karena letaknya yang berada di antara dua benua, dan dua samudra, ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, dengan jumlah pulau sebanyak 18.110 buah pulau besar dan kecil, 6000 pulau di antaranya tidak berpenghuni, menyebar di sekitar khatulistiwa, yang memberikan cuaca tropis. Luas daratan

Indonesia adalah 1.922.570 km dan luas perairannya 3.257.483 km.Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, di mana setengah populasi Indonesia hidup. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km, Sumatra dengan luas 473.606 km, Kalimantan dengan luas 539.460 km, Sulawesi dengan luas 189.216 km, dan Papua dengan luas 421.981 km. Batas wilayah Indonesia searah penjuru mata angin, yaitu: Utara: Negara Malaysia, Singapura, Filipina, dan Laut China Selatan Selatan: Negara Australia, Timor Leste, dan Samudera Hindia Barat: Samudera Hindia Timur: Negara Papua Nugini, Timor Leste, dan Samudera Pasifik. Lokasi Indonesia juga terletak di lempeng tektonik, yang berarti Indonesia rawan terkena gempa bumi dan dapat menimbulkan tsunami.Indonesia juga banyak memiliki gunung berapi, salah satu yang sangat terkenal adalah gunung Krakatau, terletak di selat Sunda antara pulau Sumatra dan Jawa.

D. TeoriTeori Geopolitik (ilmu bumi politik) Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala politik dari aspek geografi. Teori ini banyak dikemukakan oleh para sarjana seperti : a. Federich Ratzel 1. Pertumbuhan negara dapat dianalogikan (disamakan) dengan pertumbuhan organisme (mahluk hidup) yang memerlukan ruang hidup, melalui proses lahir, tumbuh, berkembang, mempertahankan hidup tetapi dapat juga menyusut dan mati. 2. Negara identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti kekuatan. Makin luas potensi ruang makin memungkinkan kelompok politik itu tumbuh (teori ruang). 3. Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam. Hanya bangsa yang unggul yang dapat bertahan hidup terus dan langgeng. 4. Semakin tinggi budaya bangsa semakin besar kebutuhan atau dukungan sumber daya alam. Apabila tidak terpenuhi maka bangsa tsb akan mencari pemenuhan kebutuhan kekayaan alam diluar wilayahnya (ekspansi).

Apabila ruang hidup negara (wilayah) sudah tidak mencukupi, maka dapat diperluas dengan mengubah batas negara baik secara damai maupun dengan kekerasan/perang. Ajaran Ratzel menimbulkan dua aliran : -menitik beratkan kekuatan darat -menitik beratkan kekuatan laut b. Rudolf Kjellen 1. Negara sebagai satuan biologi, suatu organisme hidup. Untuk mencapai tujuan negara, hanya dimungkinkan dengan jalan memperoleh ruang (wilayah) yang cukup luas agar memungkinkan pengembangan secara bebas kemampuan dan kekuatan rakyatnya. 2. Negara merupakan suatu sistem politik/pemerintahan yang meliputi bidang-bidang: geopolitik, ekonomipolitik, demopolitik, sosialpolitik dan kratopolitik. 3. Negara tidak harus bergantung pada sumber pembekalan luar, tetapi harus mampu swasembada serta memanfaatkan kemajuan kebudayaan dan teknologi untuk meningkatkan kekuatan nasional. c. Karl Haushofer Pandangan Karl Haushofer ini berkembang di Jerman di bawah kekuasan Adolf Hitler, juga dikembangkan ke Jepang dalam ajaran Hako Ichiu yang dilandasi oleh semangat militerisme dan fasisme. Pokok pokok teori Haushofer ini pada dasarnya menganut teori Kjelen, yaitu sebagai berikut : 1. Kekuasan imperium daratan yang kompak akan dapat mengejar kekuasan imperium maritim untuk menguasai pengawasan dilaut 2. Negara besar didunia akan timbul dan akan menguasai Eropa, Afrika, dan Asia barat (Jerman dan Italia) serta Jepang di Asia timur raya. 3. Geopulitik adalah doktrin negara yang menitik beratkan pada soal strategi perbatasan. Geopolitik adalah landasan bagi tindakan politik dalam perjuangan kelangsungan hidup untuk mendapatkan ruang hidup (wilayah). d. Sir Halford Mackinder (konsep wawasan benua) Teori ahli Geopolitik ini menganut konsep kekuatan. Ia mencetuskan wawasan benua yaitu konsep kekuatan di darat. Ajarannya menyatakan ; barang siapa

dapat mengusai daerah jantung, yaitu Eropa dan Asia, akan dapat menguasai pulau dunia yaitu Eropa, Asia, Afrika dan akhirnya dapat mengusai dunia. e. Sir Walter Raleigh dan Alferd Thyer Mahan (konsep wawasan bahari) Barang siapa menguasai lautan akan menguasai perdagangan. Menguasai perdagangan berarti menguasai kekayaan dunia sehinga pada akhirnya menguasai dunia. f. W.Mitchel, A.Seversky, Giulio Douhet, J.F.C.Fuller (konsep wawasan dirgantara) Kekuatan di udara justru yang paling menentukan. Kekuatan di udara mempunyai daya tangkis terhadap ancaman dan dapat melumpuhkan kekuatan lawan dengan penghancuran dikandang lawan itu sendiri agar tidak mampu lagi bergerak menyerang. g.Nicholas J. Spykman Teori daerah batas (RIMLAND) yaitu teori wawasan kombinasi, yang menggabungkan kekuatan darat, laut, udara dan dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan keperluan dan kondisi suatu negara. E. Paham Geopolitik Di Indonesia Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi Pancasila menganut paham tentang perang dan damai berdasarkan : Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan. Dengan demikian wawasan nasional bangsa Indonesia tidak mengembangkan ajaran kekuasaan dan adu kekuatan karena hal tersebut mengandung persengketaan dan ekspansionisme. F. Wawasan Nusantara Sebagai Geopolitik Indonesia

Wawasan nusantara sebagai landasan konsepsi ketahanan nasional

Wawasan nusantara sebagai konsepsi ketahanan nasional berarti bahwa wawasan nusantara dijadikan konsep dalam pembangunan nasional, pertahanan keamanan, dan kewilayahan

Wawasan nusantara sebagai wawasan pembangunan

Wawasan nusantara sebagai wawasan pembangunan mempunyai arti cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri serta lingkungannya selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara mencakup: 1. Perwujudan kepuluan nusantara sebagai satu kesatuan politik. 2. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi. 3. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial dan ekonomi. 4. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial dan politik. 5. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan dan keamanan

Wawasan nusantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan negara

Wawasan nusantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan negara mempunyai arti pandangan geopolitik Indonesia dalam lingkup tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang meliputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara.

Wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan

Wilayah nasional perlu ditentukan batasannya, agar tidak terjadi sengketa dengan Negara tetangga. Batasan dan tantangan Negara Republik Indonesia adalah:

Risalah siding BPUPKI tanggal 29 Mei-1 Juni 1945 tentang negara Republik Indonesia dari beberapa pendapat para pejuang nasional. Dr.Soepomo menyatakan Indonesia meliputi batas Hindia Belanda, Muh. Yamin menyatakan Indonesia meliputi Sumatera,Jawa, Semenanjung Sunda Kecil, Melayu,

Borneo,Selebas,Maluku-Ambon,

Timor,Papua,Ir.Soekarno menyatakan bahwa kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Ordonantie (UU Belanda) 1939, yaitu penentuan lebar laut sepanjang 3 mil laut dengan cara menarik garis pangkal berdasarkan garis air pasang surut atau countour pulau / darat. Ketentuan ini membuat Indonesia bukan sebagai

negara kesatuan, karena pada setiap wilayah laut terdapat laut bebas yang berada di luar wilayah yurisdiksi nasional.

Deklarasi Juanda,13 Desember 1957 merupakan pengumuman pemerintahan RI tentang wilayah perairan negara RI, yang isinya:

1. Cara penarikan batas laut wilayah tidak lagi berdasarkan garis pasang surut (low water line), tetapi pada sistem penarikan garis lurus (straight base line) yang diukur dari garis yang menghubungkan titik - titik ujung yang terluar dari pulau-pulau yang termasuk dalam wilayah RI. 2. Penentuan wilayah lebar laut dari 3 mil laut menjadi 12mil laut. 3. Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE)sebagai rezimHukum Internasional, di mana batasan nusantara 200 mil yang diukur dari garis pangkal wilayah laut Indonesia.Dengan adanya Deklarasi Juanda, secara yuridis formal, Indonesia menjadi utuh dan tidak terpecah lagi. G. Pengertian Wawasan Nusantara Wawasan Nusantara berasal dari kata Wawasan dan Nusantara. Wawasan berasal dari kata wawas (bahasa Jawa) yang berarti pandangan, tinjauan, pengelihatan. Nusantara berasal dari kata nusa dan antara. Nusa artinya pulau atau kesatuan kepulauan. Antara artinya menunjukkan letak antara dua unsur. Nusantara artinya kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua yaitu benua Asia dan Australia dan dua samudra yaitu Samudra Hindia dan Pasifik. Wawasan Nusantara berarti cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dn lingkungannya. Diri yang dimaksud adalah diri bangsa Indonesia sendiri serta nusantara sebagai lingkungan tempat tinggalnya. H. Hakekat dan Kedudukan Wawasan Nusantara Hakikat wawasan nusantara adalah keutuhan bangsa dan kesatuan wilayah nasional. Kedudukan Wawasan Nusantara sebagai visi bangsa. Visi merupakan keadaan atau rumusan umum mengenai keadaan yang di inginkan.Wawasan nasional merupakan visi bangsa yang bersangkutan dalam menuju masa depan.Visi

bangsa Indonesia sesuai dengan konsep wawasan nusantara adalah menjadi bangsa yang satu dengan wilayah yang satu dan utuh pula. Kedudukan wawasan nusantara sebagai salah satu konsepsi ketatanegaraan Republik Indonesia : Pancasila/Pembukaan UUD 1945 UUD 1945 Wawasan Nusantara Ketahanan Nasional Dokumen Rencana Pembangunan Landasan Idiil Landasan konstitusional Landasan Visional Landasan Konsepsional Landasan Operasional

I.

Latar belakang Konsepsi Wawasan Nusantara Aspek Historis Aspek Geografis dan Sosial Budaya Aspek geopolitis dan kepentingan nasional

J. Unsur Dasar Wawasan Nusantara Wadah (contour) :wadah kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara meliputi : wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya yaitu bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia Isi (Content) : aspirasi bangsa yang berkembang dimasyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalm pembukaan UUD 1945. Isi menyangkut dua hal esensial yaitu realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatn bersama dan perwujudannya, pencapaian cita-cita dan tujuan nasional; persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional. Tata laku (conduct) :hasil interaksi wadah dan isi yang meliputi tata laku batiniah dan lahiriah. Tata laku batiniah merupakan sikap,semangat, jiwa untuk mendukung wawasan nunsantara, sedangkan tata laku lahiriah merupakan perilaku atau tindakan dalam mengimplementasikn wawasan nusantara.

K. Tujuan dan Manfaat Wawasan Nusantara Tujuan wawasan nusantara terdiri dari dua, yaitu Tujuan Nasional dapat dilihat dalam Pembukaan UUD 1945,dijelaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk mewujudkan kesejahteraan umum,mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Tujuan kedalam adalah mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan baik alamiah maupun sosial,maka dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia diseluruh dunia. Dapat disimpulkan sebagai berikut: Tujuan ke dalam : menjamin perwujudan persatuan da kesatuan segenap sapek kehidupan nasional Tujuan keluar : terjaminnya kepentingan nasional dalam dunia yang berubah, melaksanakan ketertiban dunia, perdamaian abadi, kerja sama, dan saling menghormati. Adapun beberapa manfaat dari wawasan nusantara antara lain: Diterima dan diakuinya konsepsi Nusantara di forum internasional. Dibuktian dengan penerimaan asas negara kepulauan berdasarkan konvensi hukum laut 1982. Sehingga Indonesia sebagai negara kepulauan diakui oleh dunia internasional Pertambahan luas wilayah teritorial Indonesia. Berdsasarkan ordonansi 1939 luas teritorial RI yaitu 2 juta km persegi berubah menjadi 5 juta km persegi Pertambahan luas wilayah sebagai ruang hidup ang memebrika potensi sumber daya yang besar bagi peningkatan kesejahtetraan rakyat

-

mawasan nusantara Menghasilkan cara pandang tentang keutuhan wilayah yang perlu dipertahankan

-

Wawasan nusantara menjadi salah satu sarana integarasi nasional, tercermin dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika

L. Peranan Wawasan Nusantara Mewujudkan persatuan & kesatuan yang serasi & selaras segenap aspek kehidupan nasional Menumbuhkan rasa tanggung jawab atas pemanfaatan lingkungan Menegakkan kekuasaan guna melindungi kepentingan nasional Merentang hubungan internasional dalam upaya ikut menegakkan perdamaian dunia

BAB III KESIMPULAN Konsep wawasan nasioanl setiap bangsa berbeda. Hal ini berkaitan dengan profil diri bangsa sejarah, pandangan hidup, ideology, budaya dan sudah barang tentu ruang hidupnya, yaitu geografi. Kedua unsur pokok profil bangsa dan geografi inilah yang harus dipertahankan dalam mebuat konsep geopolitik bangsa dan Negara. Geopolitik Indonesia dinamakan wawasan nusantara, yang secara umum

didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang dirinya yang bhineka, serta lingkungan geografinya yang berwujud Negara kepulauan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Adapun tujuannya adalah untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional, dan turut serta menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia. Kesemua itu dalam rangka mencapai tujuan nasional. Oleh karena itu, hakikat tujuan wawsan nusantara adalah kesatuan dan persatuan dalam kebhinekaan, yang mengandung arti sebagai berikut : 1. Penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi, posisi, dan potensi geografi, serta kebhinekaan budaya. 2. Pedoman dan pola tindak serta pola piker kebjaksanaan nasional 3. Hakikaki wawasan nusantara dasar persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan. SARAN Sebagai wakil Tuhan ( Khalifatullah) di bumi manusia wajib mengelola, menjaga dan memanfaatkan sebaik mungkin apa yang ada di dalamnya. Parbedaan yang terjadi di antara kita janganlah menjadi penghalan untuk kita saling bersatu.

DAFTAR PUSTAKA http://my.opera.com/Putra%20Pratama/blog/ltm file:///F:/Geopolitik_di_Indonesia.htm http://jaifmanda.blogspot.com/2012/03/paham-kekuasaan-dan-teorigeopolitik_1149.html

Naskah ini telah diterbitkan tugas PKN semester gasal 2012-2013 Program Studi Analis Medis Fakultas Kedokteran