of 53 /53
FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH PADA TINGKAT SMP DI DESA BUMI REJO KECAMATAN BARADATU KABUPATEN WAY KANAN TAHUN 2014 (Skripsi) Oleh : NOOR RIZQA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2015

FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH PADA TINGKAT SMP DI ...digilib.unila.ac.id/21513/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · menyebabkan anak-anak di Desa Bumi Rejo putus sekolah

Embed Size (px)

Text of FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH PADA TINGKAT SMP DI ...digilib.unila.ac.id/21513/3/SKRIPSI TANPA...

  • FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH PADA TINGKAT SMP

    DI DESA BUMI REJO KECAMATAN BARADATU

    KABUPATEN WAY KANAN TAHUN 2014

    (Skripsi)

    Oleh :

    NOOR RIZQA

    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI

    JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS LAMPUNG

    2015

  • ABSTRACT

    FACTORS CAUSING CHILDREN DROPOUTS AT THE LEVEL OF

    JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN BUMI REJO VILLAGE,

    BARADATU DISTRICT WAY KANAN DISTRICT OF 2014

    By

    Noor Rizqa

    The objective of this research was to analyze factors causing children dropouts at

    the level of junior high school students in Bumi Rejo village, baradatu districts.

    This is income, parents, level parent education, distance of residence to school.

    The method used in research is descriptive method, the subject of his research are

    the parents of school children at rate the level junior high school, totalling 44

    people, and the sample of 22 people. Data collection technique used observation

    techniques, interview techniques and techniques questionnaire. Techniques used

    tabulation and percentage.

    The results showed of the 22 parents of children dropping out of school are 86,4

    % low income, 86,4% had many children, 77,3% the less educated and all

    children droputs to get to school a distance of more than 5 kilometers. The

    conclusion that the factors that causes the children dropouts of school in bumi rejo

    village.

    Key words : parents, children dropouts of school.

  • ABSTRAK

    FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH PADA TINGKAT SMP

    DI DESA BUMI REJO KECAMATAN BARADATU KABUPATEN WAY

    KANAN TAHUN 2014

    Oleh

    Noor Rizqa

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab anak putus sekolah

    yang ada di Desa Bumi Rejo Kecamatan Baradatu yaitu dari segi pendapatan

    orang tua, jumlah anggota keluarga yg menjadi tanggungan orang tua, tingkat

    pendidikan orang tua, dan jarak tempat tinggal kesekolah.

    Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif,

    subjek penelitiannya adalah orang tua anak putus sekolah tingkat SMP yang

    berjumlah 22 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi,

    tekhnik wawancara, dan teknik kuisioner. Setelah mendapatkan data dari

    responden digunakan teknik analisis data yaitu tabulasi dan persentase.

    Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 22 orang tua anak putus sekolah 86,4 %

    orang tua berpenghasilan rendah, 86, 4 % memiliki anak banyak, 77,3% orang

    berpendidikan rendah dan seluruh anak putus sekolah ini berjarak diatas 5 km

    untuk mencapai sekolah, sehingga disimpulkan bahwa faktor-faktor inilah yang

    menyebabkan anak-anak di Desa Bumi Rejo putus sekolah.

    Kata Kunci: Orang tua, Anak Putus Sekolah.

  • FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH PADA TINGKAT SMP

    DI DESA BUMI REJO KECAMATAN BARADATU

    KABUPATEN WAY KANAN TAHUN 2014

    Oleh

    NOOR RIZQA

    (Skripsi)

    Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar

    SARJANA PENDIDIKAN

    Pada

    Program Studi Pendidikan Geografi

    Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS LAMPUNG

    BANDAR LAMPUNG

    2015

  • RIWAYAT HIDUP

    Noor Rizqa dilahirkan di Baradatu pada tanggal 04 Agustus

    1990. Penulis merupakan putra keempat dari lima bersaudara

    pasangan almarhum Bapak Hi. Paksi Nursiwan dan Hj. Solina.

    Penulis telah menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri 3 Setianegara pada

    tahun 2002, pendidikan menengah pertama di SMP Negri 1 Baradatu pada tahun

    2005 dan pendidikan menengah atas di SMA Negri 1 Baradatu pada tahun 2008.

    Pada tahun 2008 penulis diterima sebagai mahasiswa di Universitas lampung, S1

    Pendidikan Geografi melalui jalur Penerimaan Mahasiswa Mandiri.

  • MOTO

    Untuk mendapatkan kesuksesan, keberanianmu harus lebih besar daripada ketakutanmu

    Lebih baik merasakan sulitnya pendidikan sekarang daripada rasa pahitnya kebodohan kelak

  • PERSEMBAHAN

    Sujud syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat,

    Ridho dan karuniaNya padaku

    Dengan mengucap Al-Hamdu Lil Laahi Robbil Aalamiin, kupersmebahkan karya

    kecilku

    Ini dengan kerendahan hati, ketulusan,kesederhanaan dan perjuanganku sebagai

    tanda bukti Cinta kasihku kepada:

    Ayahanda almarhum Hi.Paksi Nursiwan yang telah membesarkanku dan ibunda

    tercinta Hj. Solina, untuk segala doa dan tahajudnya. Begitu banyak cinta yang

    tak dapt terangkai dengan kata sepanjang masa.

    Ke empat saudaraku tersayang, Ratu Mas Anita, S.Pd, Anna Siska, Novawan

    P.N. dan adikku Pandji Nugraha

    Sahabatku Endah Dewi yang senantiasa mendoakan dan menantikan

    Keberhasilanku

    Para Pendidik yang telah memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat

    Almamater tercinta.

  • Kata Pengantar

    Puji syukur dipanjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang senantiasa melimpahkan

    rahmat dan hidayah-Nya, sehingga dapat diselesaikannya skripsi ini dengan judul

    Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Pada Tingkat SMP di Desa Bumi Rejo

    Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan. Sholawat dan salam selalu tercurah

    kepada teladan terbaik Nabi Muhammad SAW berserta keluarga, para sahabat dan

    insyaAllah kita sebagai umatnya.

    Terselesaikannya skripsi ini tidak terlepas dari arahan dan bimbingan dari Bapak

    Drs. I Gede Sugiyanta, M.Si., selaku Pembimbing Utama. Ibu Rahma Kurnia Sri

    Utami, S.Si, M.Pd. selaku Pembimbing Pembantu. Bapak Drs. Zulkarnain, M.Si.

    selaku Dosen Penguji. Untuk itu, tidak lupa mengucapkan terima kasih atas kebaikan

    dalam memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan skripsi ini. Dalam

    kesempatan ini pula, disampaikan ucapan terima kasih kepada:

    1. Bapak Dr. Abdurrahman, M.Si, selaku plt. Dekan FKIP Unila yang telah

    mengizinkan penulis untuk melaksanakan penelitian dan telah memberikan

    kemudahan dalam pelayanan administrasi selama menempuh perkuliahan.

    2. Bapak Wakil Dekan Drs. Hi. Buchori Asyik, M.Si. (Wakil Dekan II), Dr. Hi.

    Muhammad Fuad, M. Hum, (Wakil Dekan III) yang telah memberikan izin

    penelitian.

    http://dosen.fkip.unila.ac.id/data/index.php?prodi=P19&id=1960031502http://dosen.fkip.unila.ac.id/data/index.php?prodi=P08&id=1956010801http://dosen.fkip.unila.ac.id/data/index.php?prodi=P16&id=1959072201http://dosen.fkip.unila.ac.id/data/index.php?prodi=P16&id=1959072201

  • 3. Bapak Drs. Zulkarnain, M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu

    Pengetahuan Sosial FKIP Unila sekaligus pembahas skripsi saya yang telah

    memberikan kemudahan dalam semua hal menyangkut perkuliahan selama

    menjadi mahasiswa di Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial.

    4. Bapak Drs. I Gede Sugiyanta, M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan

    Geografi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP Unila sekaligus

    sebagai pembimbing utama yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran

    selama menempuh perkuliahan dan selama penyusunan skripsi ini.

    5. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan

    Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas

    Lampung yang telah memberikan berbagai ilmu yang bermanfaat.

    6. Bapak Sutaryono, selaku Kepala Desa Bumi Rejo Kecamatan Baradatu

    Kabupaten Way Kanan yang telah mengizinkan untuk melaksanakan penelitian di

    Desa tersebut.

    7. Sahabat-sahabatku Hafidudin, Ebbie Prambesi, Warlan, Aditiya Murdani, Endri

    Saputra, Ujang Solihin, Beni Saputra, Adi Irawan, Azam Sahroni, Widodo

    Prasetyo, Aldrin, Roni Kurniawan, Ade Nofriyan Syah, Ferry Julianda Geo

    Mandiri 2008, Angga Margianto, S.Pd dan seluruh angkatan Program Studi

    Pendidikan Geografi yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

    Segala kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan. Akhirnya

    semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

    Bandar Lampung, 16 Desember 2015

    Noor Rizqa

  • DAFTAR ISI

    Halaman

    KATA PENGANTAR i

    DAFTAR ISI ii

    DAFTAR TABEL iii

    DAFTAR GAMBAR iv

    BAB I PENDAAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah .............................................................................. 1

    B. Identifikasi Masalah .................................................................................... 6

    C. Rumusan Masalah ....................................................................................... 6

    D. Tujuan Penelitian......................................................................................... 7

    E. Kegunaan Penelitian .................................................................................... 8

    F. Ruang Lingkup Penelitian ........................................................................... 9

    II. TINJAUAN PUSTAKA

    A. Tinjauan Pustaka ......................................................................................... 10

    1. Pengertian Geografi ................................................................................ 10

    2. Geografi Sosial ........................................................................................ 11

    3. Pengertian Pendidikan ............................................................................. 11

    4. Putus Sekolah .......................................................................................... 13

    5. Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah..................................................... 14

    6. Tingkat Pendapatan Orang Tua Yang Rendah ........................................ 16

    7. Banyaknya Jumlah Anak Dalam Keluarga ............................................. 18

    8. Tingkat Pendidikan Orang Tua .............................................................. 19

    9. Jarak Dari Rumah Kesekolah ................................................................. 21

    B. Penelitian Yang Relevan ............................................................................. 22

    C. Kerangka Pikir ............................................................................................. 23

    III. METODE PENELITIAN

    A. Metode Penelitian ........................................................................................ 25

    B. Populasi dan Sampel .................................................................................. 25

    1. Populasi .................................................................................................. 25

    2. Sampel .................................................................................................... 26

    C. Dafinisi Operasional Variabel ..................................................................... 28

    D. Teknik Pengumpulan Data. ......................................................................... 29

  • E. Teknik Analisis Data. .................................................................................. 30

    IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

    A. Gambaran Umum lokasi penelitian ............................................................ 33 1. Keadaan Geografis Daerah Penelitian .................................................... 33

    2. Letak Astronomis dan Letak Administrasif ........................................... 34

    B. Keadaan Penduduk di Dessa Bumi Rejo Kecamatan Baradatu................... 37

    1. Jumlah Penduduk ............................................................................... 37

    2. Pertumbuhan Penduduk ...................................................................... 37

    3. Komposisi Penduduk ......................................................................... 38

    a. Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin ............. 39

    b. Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan ...................... 43

    c. Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian ......................... 45

    C. Hasil Penelitian ............................................................................................ 46

    1. Jumlah Respondan Menurut Jenis Kelamin ...................................... 46

    2. Data Usia Responden .......................................................................... 48

    3. Pendapatan Orang Tua ....................................................................... 49

    4. Jumlah Anak Dalam Keluarga ............................................................ 56

    5. Tingkat Pendidikan Orang Tua ........................................................... 61

    6. Jarak Tempat Tinggal ......................................................................... 67

    V. KESIMPULAN DAN SARAN

    A. Kesimpulan ................................................................................................. 71

    B. Saran ........................................................................................................... 71

    DAFTAR PUSTAKA

    LAMPIRAN

  • DAFTAR TABEL

    Tabel Halaman

    1. Jumlah Anak Putus Sekolah Pada Tingkat SMP di Desa Bumi Rejo . 5

    2. Jumlah Sampel Perdusun di Desa Bumi Rejo Kecamatan Baradatu....... 27

    3. Komposisi Penduduk Menurut Kelompok, Umur dan Jenis Kelamin Desa

    Bumi Rejo Kecamatan Baradatu Tahun 2014 ...................................... 39

    4. Komposisi Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin ........................ 41

    5. Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Formal di Kecamatan

    Baradatu................................................................................................ 44

    6. Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Desa Bumi Merapi

    Kecamatan Baradatu............................................................................. 45

    7. Komposisi Responden Menurut Jenis Kelamin ................................... 47

    8. Data usia responden ............................................................................. 47

    9. Ditribusi Frekuensi Pendapatan Responden di Desa Bumi Rejo Kecamatan

    Baradatu................................................................................................ 60

    10. Pendapatan Orang Tua Anak Putus Sekolah di Desa Bumi Rejo

    Kecamatan Baradatu............................................................................. 51

    11. Jumlah anak dalam keluarga responden di Desa Bumi Rejo Kecamatan

    Baradatu Tahun 2015 ........................................................................... 56

    12. Jumlah Anak Responden di Desa Bumi Rejo Kecamatan Baradatu .... 58

    13. Tingkat Pendidikan Orang Tua ............................................................ 62

    14. Tingkat Pendidikan di Desa Bumi Rejo Kecamatan Baradatu ............ 64

    15. Jarak Anak-Anak Menuju Sekolah Tingkat Pada Tingkat SMP di Desa

    Bumi Rejo Kecamatan Baradatu .......................................................... 67

  • DAFTAR GAMBAR

    Gambar Halaman

    1. Bagan Kerangka Pikir .......................................................................... 24

    2. Gambar Peta Administrasi Kecamatan Baradatu ................................. 35

    3. Gambar Peta Desa Bumi Rejo .............................................................. 36

    4. Diagram Jumlah Penduduk Menurut Kelompuk Umur dan Jenis

    Kelamin ................................................................................................ 40

    5. Diagram Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin ............................ 42

    6. Perbandingan Sex Ratio ........................................................................ 43

    7. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan .................................. 44

    8. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian ..................................... 45

    9. Diagram Jumlah Responden Menurut Jenis Kelamin .......................... 47

    10. Komposisi Jumlah Responden Menurut Tingkap Pendapatan ............. 51

    11. Jumlah Anggota Keluarga Responden ................................................. 57

    12. Jumlah Anak Responden ...................................................................... 58

    13. Jumlah Responden Menurut Tingkat Pendidikan ................................ 62

    14. Diagram Tingkat Pendidikan Orang Tua ............................................. 65

  • I. PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Pembangunan nasional sangat membutuhkan sumber daya manusia

    berkualitas. Untuk menciptakan manusia yang berkualitas harus dibekali

    dengan pendidikan, baik pendidikan di sekolah maupun pendidikan luar

    sekolah. Melalui pendidikan, seseorang akan dapat mengembangkan potensi

    yang diperlukan dalam usaha menyesuaikan dan mengikuti perkembangan

    ilmu pengetahuan dan teknologi dari waktu ke waktu yang semakin

    berkembang pesat, serta untuk membebaskan manusia dari keterbelakangan,

    kebodohan, dan kemiskinan.

    Lingkungan dalam pendidikan berperan besar dalam mengubah tingkah laku

    manusia. Lingkungan yang ada di sekitar individu akan berpengaruh terhadap

    aktivitas, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Bahkan

    kebanyakan lingkungan sosial masyarakat dimana individu berada

    berpengaruh terhadap jenis aktivitas yang dilakukannya.

    Pendidikan bagi kehidupan manusia merupakan kebutuhan mutlak yang

    harus dipenuhi sepanjang hayat. Karena proses pendidikan adalah suatu

    kegiatan secara bertahap berdasarkan perencanaan yang matang untuk

    mencapai tujuan atau cita-cita. Tanpa pendidikan mustahil suatu kelompok

  • 2

    manusia dapat hidup berkembang sejalan dengan aspirasi (cita-cita) untuk

    maju, sejahtera menurut konsep pandangan mereka. Namun cita-cita

    demikian tak mungkin dicapai jika manusia itu sendiri tidak berusaha keras

    meningkatkan kemampuannya seoptimal mungkin melalui proses pendidikan.

    Jika suatu bangsa ingin maju, maka kualitas sumber daya manusia harus

    ditingkatkan. Untuk itu, semua anak usia sekolah harus mengenyam

    pendidikan. Namun itu tidak sesuai dengan keadaan di Indonesia saat ini

    dimana masih banyak anak usia sekolah yang tidak dapat melanjutkan

    pendidikannya.

    Sekolah gratis yang banyak diwacanakan dan diinginkan oleh kalangan

    masyarakat dinilai bukan solusi tepat untuk menolong anak putus sekolah,

    karena banyak faktor yang menjadi penyebab anak tidak melanjutkan

    sekolah. Hal ini dapat dilihat dari keadaan penduduknnya yang penuh dengan

    keterbatasan dan keterbelakangan dalam sumber daya manusia dan sosial

    ekonomi. Kualitas sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh pendidikan.

    Bidang pendidikan adalah bidang yang menjadi tulang punggung

    pelaksanaan pembangunan nasional.

    Sistem pendidikan nasional yang menyeluruh dan terpadu dalam rangka

    pembangunan manusia Indonesia seluruhnya merupakan wahana

    kelangsungan hidup bangsa dan Negara, pada hakikatnya menjadi tanggung

    jawab seluruh bangsa Indonesia dan dilaksanakan oleh keluarga, masyarakat,

    dan pemerintah.

  • 3

    Masalah utama pendidikan Indonesia adalah masih rendahnya kualitas

    sumber daya manusia yang mengakibatkan banyak kemiskinan sehingga anak

    tidak mampu melanjutkan sekolah. Hal yang sama dinyatakan oleh Mulyanto

    Sumardi (1985:308) bahwa semakin tinggi jenjang sekolah, maka semakin

    besar pula biaya, sehingga banyak anak yang tidak melanjutkan sekolah ke

    tingkat yang lebih tinggi, terutama anak-anak dari keluarga berpenghasilan

    rendah dan anak-anak tersebut memilih bekerja.

    Anak merupakan bagian keluarga yang penting, dengan memiliki anak

    diharapkan dapat meneruskan pendidikan serta generasi keluarga yang

    akhirnya membantu kehidupan perekonomian keluarga. Anak juga

    merupakan generasi penerus pembangunan bangsa, yang sehat, mendapat

    pendidikan yang tinggi dan kebutuhan hidupnya terpenuhi. Namun tidak

    semua anak dapat menikmati hak dan kebutuhanya dengan baik. Hal tersebut

    kerena kondisi kemiskinan dalam keluarga yang menyebabkan anak-anak

    kurang mendapatkan kehidupan yang layak.

    Pada hakikatnya anak dilarang untuk bekerja karena waktu yang selayaknya

    digunakan untuk belajar agar mendapatkan kesempatan mencapai cita-cita

    masa depannya. Namun suatu kenyataan masih banyak dijumpai adalah anak-

    anak yang bekerja diusia sekolah, yaitu pada jenjang Sekolah Dasar (SD),

    Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) .

    Keadaan ekonomi orang tua yang cenderung rendah membuat anak-anak

    berusaha untuk membantu ekonomi orang tuanya masing-masing. Salah satu

  • 4

    upaya untuk membantu ekonomi orang tuanya adalah dengan memanfaatkan

    kesempatan kerja pada sektor informal. Pekerjaan yang bergerak di sektor

    informal tidak hanya dilakukan oleh penduduk usia kerja yaitu penduduk

    yang di usia 15 tahun ke atas, tetapi juga dilakukan oleh anak-anak dibawah

    usia kerja yaitu anak-anak usia sekolah yang seharusnya waktu untuk bekerja

    digunakan untuk belajar agar prestasinya menjadi meningkat.

    Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dapat mengantarkan

    anak-anak ke pintu gerbang kesuksesan sesuai dengan harapan dan cita-

    citanya. Dalam pengembangan sumber daya manusia, pendidikan merupakan

    prioritas pembangunan nasional. Namun dengan kondisi masyarakat

    Indonesia masih banyak yang miskin, menjadi salah satu penyebab anak

    tersebut putus sekolah dan tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang

    yang lebih tinggi.

    Bumi Rejo merupakan salah satu desa yang ada di Kabupaten Way kanan.

    Berdasarkan prasurvei yang dilakukan di bulan Juli tahun 2014, ternyata

    masih banyak anak usia Sekolah Dasar di berbagai desa yang tidak

    melanjutkan ke pendidikan formal sekolah menengah pertama. Padahal

    berdasarkan Undang Undang Sisdiknas Tahun 2003 dinyatakan bahwa anak

    usia 7-15 diwajibkan untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Setiap desa

    memiliki jumlah anak usia sekolah yang tidak putus sekolah ditingkat SMP

    tidak merata, hal ini dikarenakan faktor-faktor penyebab anak putus sekolah.

  • 5

    Tabel 1. Jumlah Anak Putus Sekolah Tingkat SMP di Desa Bumi Rejo

    No Dusun Jumlah Anak Putus Sekolah

    1 Dusun Satu (I) 7

    2 Dusun Dua (II) 8

    3 Dusun Tiga (II)I 8

    4 Dusun Empat (IV) 6

    5 Dusun Lima (V) 9

    6 Dusun Enam (VI) 6

    Jumlah 44

    Sumber : Data Dinas Pendidikan Kabupaten Way Kanan Tahun 2014

    Terdapat banyak hal yang menyebabkan anak usia sekolah tidak melanjutkan

    pendidikannya ke SMP. Permasalahan putus sekolah sangat berpengaruh

    terhadap pembangunan di pedesaan. Tututan penyediaan sumber daya

    manusia untuk pembangunan tidak hanya berkisar pada sumber daya yang

    melek huruf, tetapi perlu adanya sumber daya yang memilki ilmu

    pengetahuan, keterampilan, dan teknologi yang tinggi.

    Peningkatan sumber daya manusia yang dilakukan lewat pendidikan

    menghadapi beberapa kendala, antara lain faktor lingkungan fisik yaitu jarak

    dan transportasi suatu wilayah yang berbeda dengan wilayah lain. Kondisi

    wilayah Desa Bumi Rejo merupakan daerah yang cukup padat penduduknya

    namun penduduknya masih banyak yang tidak melanjutkan ke SMP karena

    sekolah terdekat masih sedikit dan lokasi geografisnya masih banyak

    melewati perkebunan yang luas.

    Berkenaan dengan hal tersebut, masalah tentang masih banyaknya lulusan SD

    yang tidak melanjutkan ke SMP salah satu permasalahan yang menarik untuk

    diteliti, sehingga dipilih judul Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Pada

  • 6

    Tingkat SMP Di Desa Bumi Rejo Kecamatan Baradatu Kabupaten Way

    Kanan Tahun 2014, dengan alasan sekolah merupakan salah satu kewajiban

    anak bangsa yang berguna untuk dirinya dan bangsa. Pembangunan

    pendidikan yang baik berarti peningkatan sumber daya manusia karena di

    dalamnya dikembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan yang

    merupakan syarat menentukan tenaga terampil.

    B. Identifikasi Masalah

    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka ada

    empat masalah dalam penelitian ini dapat diidentifikasikan sebagai penyebab

    anak putus sekolah, yaitu:

    1. Pendapatan orang tua

    2. Jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan orang tua

    3. Tingkat pendidikan orang

    4. Jarak tempat tinggal ke sekolah jauh

    C. Rumusan Masalah

    Rumusan masalah yang ada dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai

    berikut:

    1. Apakah pendapatan orang tua menjadi faktor penyebab anak putus sekolah

    pada tingkat SMP di Desa Bumi Rejo Kecamatan Baradatu Kabupaten

    Way Kanan Tahun 2014?

  • 7

    2. Apakah jumlah anggota keluarga menjadi faktor penyebab anak putus

    sekolah pada tingkat SMP terjadi di Desa Bumi Rejo Kecamatan Baradatu

    Kabupaten Way Kanan Tahun 2014?

    3. Apakah tingkat pendidikan orang tua menjadi faktor penyebab anak putus

    sekolah pada tingkat SMP terjadi di Desa Bumi Rejo Kecamatan Baradatu

    Kabupaten Way Kanan Tahun 2014?

    4. Apakah jarak tempat tinggal menjadi faktor penyebab anak putus sekolah

    pada tingkat SMP terjadi di Desa Bumi Rejo Kecamatan Baradatu

    Kabupaten Way Kanan Tahun 2014?

    D. Tujuan Penelitian

    Penelitian ini bertujuan:

    1. Untuk mengkaji pendapatan orang tua anak putus sekolah pada tingkat

    SMP di Desa Bumi Rejo Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan

    Tahun 2014

    2. Untuk mengkaji jumlah anggota dalam keluarga yang anak putus sekolah

    pada tingkat SMP terjadi di Desa Bumi Rejo Kecamatan Baradatu

    Kabupaten Way Kanan Tahun 2014

    3. Untuk mengkaji jarak tempat tinggal ke sekolah yang jauh pada tingkat

    SMP terjadi di Desa Bumi Rejo Kecamatan Baradatu Kabupaten Way

    Kanan Tahun 2014

  • 8

    4. Untuk mengkaji rendahnya tingkat pendidikan orang tua anak putus

    sekolah pada tingkat SMP terjadi di Desa Bumi Rejo Kecamatan Baradatu

    Kabupaten Way Kanan Tahun 2014

    E. Kegunaan Penelitian

    Adapun kegunaan penelitian ini adalah:

    1. Sebagai salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas

    Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

    2. Sebagai aplikasi ilmu untuk mengetahui masalah putus sekolah pada

    tingkat SMP.

    3. Sebagai masukan bagi pemerintah atau lembaga swasta yang berwenang

    dalam menyusun atau menentukan kebijaksanaan dalam pemerataan

    kesejahteraan anak.

    4. Sebagai masukan bagi pemerintah untuk memperhatikan sistem

    pendidikan nasional terutama bagi anak-anak dari keluarga yang ekonomi

    keluarganya masih kurang mampu.

    5. Sebagai suplemen bahan ajar pada mata pelajaran IPS kurikulum KTSP

    kelas VIII SMP pokok bahasan Permasalahan Kependudukan Serta

    Penanggulangannya Dan Dampaknya pada sub pokok bahasan Kualitas

    Penduduk Indonesia dan mata pelajaran Geografi kurikulum KTSP kelas

    XI SMA pada pokok bahsan Antroposfer pada sub pokok bahasan Kualitas

    Penduduk Berdasarkan pendidikan, Kesehatan, Mata Pencaharian, Dan

    Pendapatan.

  • 9

    F. Ruang Lingkup Penelitian

    1. Ruang Lingkup Objek

    Ruang lingkup objek penelitian ini adalah faktor penyebab anak putus

    sekolah pada tingkat SMP.

    2. Ruang Lingkup Subjek

    Ruang lingkup subjek penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak

    putus sekolah pada tingkat SMP.

    3. Ruang Lingkup Tempat

    Ruang lingkup tempat penelitian ini adalah Desa Bumi Rejo Kecamatan

    Baradatu Kabupaten Way Kanan.

    4. Ruang Lingkup Waktu

    Ruang lingkup waktu penelitian ini adalah tahun 2014-2015.

    5. Ruang Lingkup Ilmu

    Ruang lingkup ilmu dalam penelitian ini adalah Geografi Sosial. Geografi

    sosial adalah cabang ilmu geografi manusia yang aspek studinya aspek

    keruangan karakteristik dari penduduk, organisasi sosial, unsur

    kebudayaan dan kemasyarakatan (Nursyid Sumaatmadja, 1988:56).

    Digunakannya geografi sosial sebagai ruang ilmu, karena yang menjadi

    kajian penelitian ini adalah tentang pendidikan, dimana pendidikan

    merupakan kebutuhan imateril manusia dan kebutuhan yang lebih tinggi,

    juga pendidikan termasuk dalam salah satu unsur kebudayaan.

  • II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

    A. Tinjauan Pustaka

    1. Pengertian Geografi

    Pengertian ilmu geografi adalah ilmu yang mempelajari hubungan kausal

    gejala muka buma bumi dan peristiwa yang terjadi dimuka bumi baik fisik

    maupun yang menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannya melalui

    pendekatan keruangan, ekologi dan regional untuk kepentingan program,

    proses keberhasilan pembangunan (Daljoeni N ,1992:19)

    Ilmu geografi tidak hanya mengkaji faktor-faktor yang menggambarkan

    keadaan fisis bumi, tetapi juga mengkaji masalah manusia yang berkaitan

    dengan aktivitasnya di bidang politik, sosial, ekonomi, pendidikan, budaya

    yang ditujukan untuk kesejahteraan manusia.

    Bintarto (1977:9) menyatakan bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang

    mencitrakan (to describe), menerangkan sifat-sifat bumi, menganalisa gejala-

    gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak yang khas mengenai

    kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur-unsur bumi dan waktu.

  • 11

    2. Geografi sosial

    Geografi Sosial adalah studi tentang bentang alam muka bumi oleh adanya

    interaksi dan interelasi aktivitas dan tata laku manusia dengan lingkungan

    fisik dan biotis dalam usaha mempertahankan dan mengembangkan

    kehidupannya (Budiyono, 2003:17). Fenomena anak yang putus sekolah

    merupakan salah satu masalah sosial yang banyak terjadi dikehidupan

    masyarakat saat ini. Masalah putus sekolah akan berakibat buruk pada suatu

    bangsa apabila tidak secepatnya ditanggulangi, karena putus sekolah akan

    memutus juga pengetahuan tentang pentingnya pendidikan untuk memajukan

    bangsa dan negara.

    Geografi sosial adalah cabang ilmu geografi manusia yang aspek studinya

    aspek keruangan karakteristik dari penduduk, organisasi sosial, unsur

    kebudayaan dan kemasyarakatan (Nursyid Samaatmadja, 1988:56).

    3. Pengertian Pendidikan

    Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting yang harus dipenuhi,

    karena dengan pendidikan maka seseorang dapat mempertinggi taraf

    kehidupannya. Tingkat pendidikan orang tua akan mempengaruhi pendapatan

    yang diterima, selain itu tingkat pendidikan juga akan berpengaruh pada

    tingkat pendidikan anaknya.

  • 12

    Loekman Soetrisno (1997:25) menyatakan bahwa pendidikan adalah lahan

    yang ampuh untuk mengangkat manusia dari kegagalan, termasuk dalam

    lembah kemiskinan, melalui pendidikan selain memperoleh kepandaian

    berupa keterampilan berolah pikir, manusia juga memperoleh wawasan baru

    yang dapat membantu upaya meningkatkan harkat hidup mereka. Pendidikan

    yang rendah menyebabkan keluarga miskin dan harus mau menerima

    pekerjaan yang rendah baik dari segi upah maupun jenis pekerjaan.

    Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan sangatlah penting

    bagi perkembangan kehidupan manusia dalam mendapatkan pekerjaan dan

    kehidupan dengan penghasilan yang baik.

    Jenjang pendidikan adalah suatu tahap dalam pendidikan berkelanjutan yang

    ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan para peserta didik serta

    keluasan dan kedalaman bahan pengajaran, dan cara penyajian bahan

    pengajaran. Tingkat pendidikan dapat digolongkan menjadi tiga kriteria,

    yaitu:

    a. Pendidikan dasar : Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah

    Pertama

    b. Pendidikan menengah : Sekolah Menengah Umum/Sekolah

    Menengah Kejuruan

    c. Pendidikan Tinggi : Perguruan tinggi

    Dalam era globalisasi, kesejahteraan bangsa selain dari sumber daya alam dan

    modal yang bersifat fisik, juga juga pada modal intelektual, modal sosial dan

  • 13

    modal kepercayaan. Tuntutan untuk memperluas pengetahuan menjadi suatu

    keharusan agar tidak tertinggal dengan manuisa lain. Peran pendidikan formal

    sangat penting sekali di samping pendidikan informal dan non formal. Dalam

    pendidikan formal tingkat pendidikan menengah merupakan tempat anak

    untuk mendapatkan bekal iptek dan imtaq yang akan meningkatkan kualitas

    sumber daya manusia yang akan diaplikasikan di kehidupan masyarakat agar

    meningkatkan kualitas hidup.

    4. Putus Sekolah

    Putus sekolah atau drop out adalah mereka yang terpaksa berhenti sekolah

    sebelum waktunya (Martono HS dan Saidiharjo, 2002: 74). Pendapat lain

    menyatakan bahwa putus sekolah adalah meninggalkan sekolah sebelum

    menyelesaikan keseluruhan masa belajar yang telah ditetapkan oleh sekolah

    yang bersangkutan (Mudyaharjo, 2001: 498).

    Menurut Gunawan (2011: 91) bahwa, putus sekolah merupakan predikat yang

    diberikan kepada mantan peserta didik yang tidak mampu menyelesaikan

    suatu jenjang pendidikan, sehingga tidak dapat melanjutkan studinya ke

    jenjang pendidikan berikutnya. Hal ini berarti, putus sekolah ditujukan

    kepada sesorang yang pernah bersekolah namun berhenti untuk bersekolah.

    Menurut Ahmad (2011: 86) bahwa yang dimaksud dengan putus sekolah

    yaitu berhentinya belajar seorang murid baik ditengah-tengah tahun ajaran

    atau pada akhir tahun ajaran karena berbagai alasan tertentu yang

    mengharuskan atau memaksanya untuk berhenti. sekolah. Hal ini berarti

  • 14

    putus sekolah dimaksudkan untuk semua anak yang tidak menyelesaikan

    pendidikan mereka

    Berdasarkan pendapat-pendapat yang telah dikemukakan di atas dapat

    disimpulkan bahwa, putus sekolah adalah tidak terselesaikannya seluruh masa

    belajar pada suatu jenjang pendidikan.

    5. Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah

    Faktor penyebab anak putus sekolah terdiri dari beberapa unsur seperti

    kondisi sosial ekonomi yang kurang baik, keadaan sarana dan prasarana yang

    kurang mendukung, bahkan motivasi anak untuk bersekolah yang rendah.

    Selain faktor-faktor itu juga, faktor lingkungan tempat tinggal anak dan

    lingkungan bermain sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan

    pendidikan anak.

    Situasi lingkungan mempengaruhi proses dan pemerataan pendidikan. Situasi

    lingkungan itu meliputi: lingkungan fisik, lingkungan teknis, dan lingkungan

    sosio kultural. Sebagai salah satu faktor lingkungan ini secara potensial dapat

    menunjang atau menghambat usaha pendidikan (Hadikusumo, 1996:47).

    Nazili Shaleh Ahmad (2011: 134-135) menyatakan bahwa, ada beberapa

    faktor yang menyebabkan anak mengalami putus sekolah yaitu: (1) adat

    istiadat dan ajaran-ajaran tertentu, (2) karena kecilnya pendapatan orang tua

    murid, (3) jauhnya jarak antara rumah dan sekolah (4) lemahnya kemampuan

    murid untuk meneruskan belajar dari satu kelas ke kelas selanjutnya dan (5)

  • 15

    kurang adanya perhatian dari pihak sekolah. Mencermati apa yang

    diungkapkan oleh Nazili Shaleh Ahmad dapat diketahui bahwa terdapat dua

    faktor yang menyebabkan anak mengalami putus sekolah yaitu faktor

    eksternal anak dan faktor internal anak. Faktor eksternal anak meliputi adat

    istiadat atau budaya, faktor ekonomi, jarak yang ditempuh untuk mengakses

    sekolah serta kurangnya perhatian dari orang tua 26 dan sekolah. Sedangkan

    yang termasuk dalam faktor internal anak adalah kemampuan belajar anak.

    Berbagai macam faktor-faktor yang ada tersebut saling berkaitan antara satu

    dengan yang lainnya. Maksudnya, faktor ekonomi dapat menyebabkan

    rendahnya minat anak, fasilitas belajar dan perhatian orang tua yang kurang.

    Faktor minat anak yang kurang dapat diakibatkan oleh perhatian orang tua

    dan fasilitas belajar yang rendah, budaya kurang mendukung, dan jarak antara

    tempat tinggal anak dengan sekolah yang jauh. Dari berbagai penjelasan

    tentang permasalahan yang menyebabkan anak mengalami putus sekolah

    dapat diketahui bahwa yang menyebabkan anak mengalami putus sekolah

    dipengaruhi oleh berbagai sebab, baik yang berasal dari internal anak maupun

    eksternal anak. Dalam penelitian ini, peneliti akan lebih fokus pada sebab

    eksternal yaitu perhatian orang tua pada pendidikan anak.

    Berkembangnya suatu negara sangat bergantung pada kualitas teknis serta

    sosial rakyatnya. Untuk sampai pada tahap demikian, diperlukan sistem

    pendidikan maju, yang dibimbing dan diawali oleh negara.

  • 16

    Pembangunan bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan

    rakyat ada tiga faktor utama dalam pembangunan ekonomi, ialah sumber-

    sumber daya manusia, sumberdaya alam dan modal. Dari ketiga faktor

    tersebut yang terpenting adalah faktor sumberdaya manusia, karena manusia

    adalah sekaligus tujuan dan alat, subyek sekaligus objek dari pembangunan.

    Disini dapat dikatakan bahwa tingginya sumber daya manusia sangat

    berperan dalam pencapaianpembangunan nasional (Napitupulu, 1985:132).

    6. Tingkat Pendapatan Orang Tua

    Menurut Mulyanto Sumardi (1985:29) pendapatan keluarga adalah jumlah

    keseluruhan dari pendapatan formal, pendapatan informal, dan pendapatan

    sampingan. Pendapatan formal adalah pendapatan yang diperoleh melalui

    pekerjaan pokok. Pendapatan informal adalah pendapatan yang diperoleh

    melalui pekerjaan tambahan sedangkan pendapatan subsitan pendapatan yang

    diperoleh melalui sektor produksi yang dinilai dengan uang.

    Banyak faktor yang menyebabkan anak putus sekolah, salah satunya yaitu

    kondisi ekonomi keluarga yang kurang beruntung. Kondisi ekonomi

    masyarakat tentu saja berbeda, tidak semua keluarga memilki kemampuan

    yang memadai dan mampu memenuhi kebutuhan semua anggota keluarga.

    Faktor ekonomi menjadi penyebab utama putus sekolah. Kenyataan itu

    dibuktikan dengan tingginya kemiskinan di Indonesia yang anaknya tidak

    bersekolah atau putus sekolah sebelum waktunya karena sebagian besar tidak

  • 17

    mampu membiayai, banyaknya tanggungan keluarga, rendahnya minat anak

    untuk sekolah.

    Pendapatan adalah gambaran tentang posisi ekonomi keluarga dalam

    masyarakat yang merupakan jumlah seluruh pendapatan dari kekayaan

    keluarga (termasuk barang-barang dan hewan ternak) dipakai untuk membagi

    ekonomi keluarga ke dalam tiga kelompok yaitu: pendapatan rendah,

    pendapatan sedang, dan pendapatan tinggi (Masri Singarimbun, 1986:24).

    Dari teori diatas dapat digolongkan menjadi dua golongan karena mengacu

    pada standar pendapatan upah minimum daerah tertentu yang sudah

    ditetapkan pemerintah daerah kabupaten. Penggolongan pendapatan yang

    dimaksud dalam penelitian ini adalah penggolongan menurut upah minimim

    yang ada di Kabupaten Way Kanan yang ditetapkan oleh Pemerintah daerah

    Kabupaten Way Kanan pada tahun 2013 yaitu Rp 1.160.000,- yang dihitung

    setiap bulannya. Upah Minimum Kabupaten Way Kanan ditetapkan

    berdasarkan perbedaan tingkat upah di berbagai Kabupaten di Propinsi

    Lampung tergantung pada jumlah penduduk, tingkat inflasi, infrastruktur

    daerah masing-masing dan sebagainya. Sama seperti Upah Minimum Propinsi

    (UMP), UMK pun diperbaharui setiap satu tahun sekali.

    Pada tahun 2013 upah minimum Kabupaten Way Kanan telah ditetapkan

    sebesar Rp 1.160.000.00, berdasarkan upah minimum Kabupaten Way

    Kanan, tingkat pendapatan dibagi menjadi tiga golongan yaitu :

  • 18

    a. Golongan berpendapatan rendah, jika pendapatan orang tua yang

    memiliki anak putus sekolah kurang dari atau sama dengan Rp 1.160.000

    per bulan.

    b. Golongan berpendapatan sedang, jika pendapatan orang tua yang

    memiliki anak putus sekolah sama dengan Rp. 1.160.000 dan kurang dari

    Rp. 1.500.000 per bulan

    c. Golongan berpendapatan tinggi, jika pendapatan yang diterima orang tua

    yang memiliki anak putus sekolah lebih dari Rp 1.500.000 per bulan.

    7. Banyaknya Jumlah Anak Dalam Keluarga

    Jumlah anggota keluarga merupakan faktor yang dapat menyebabkan anak

    menjadi putus sekolah, hal ini sesuai dengan pendapat Bintarto (1977:32)

    yang menyatakan bahwa kelahiran anak kadang-kadang dapat dipandang

    sebagai beban ekonomi, beban pendidikan. Adanya kelahiran bayi berarti

    akan menambah jumlah anak dalam suatu rumah tangga, jumlah anak artinya

    banyaknya anak yang dimiliki oleh suatu keluarga, di mana anak tersebut

    dalam keadaan hidup. Jumlah anak yang dimiliki oleh suatu keluarga

    merupakan salah satu komponen besar kecilnya jumlah anggota keluarga.

    Dengan demikian, banyaknya jumlah anak dalam keluarga akan lebih

    menyulitkan kepala keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup anaknya

    termasuk kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan anak akan pendidikannya.

    Banyak putus sekolah salah satunya karena banyaknya anak yang dimiliki

    kepala keluarga.

  • 19

    Menurut pendapat Bintarto (1977:35) bahwa keluarga besar/banyak, dengan

    jumlah anak 5 mengalami kesulitan memasukkan anaknya di sekolah-sekolah

    yang baik mutunya dan untuk biaya pendidikannya.

    Jumlah anak yang masih menjadi tanggungan orang tua merupakan salah satu

    komponen besar atau kecilnya jumlah anggota keluarga. Untuk itu, banyak

    sedikitnya jumlah anggota keluarga didasarkan Norma Keluarga Kecil

    Bahagia Sejahtera (NKKBS) tahun 2003 yang menjelaskan bahwa keluarga

    kecil adalah suatu keluarga yang terdiri dari 1 ayah 1 ibu, dan 2 orang anak.

    Jadi, suatu keluarga disebut keluarga kecil, keluarga yang memiliki 2 anak,

    dan apabila lebih dari 2 anak maka disebut keluarga besar.

    Pembagian besar kecilnya jumlah anggota keluarga yaitu ukuran yang

    menyatakan suatu keluarga besar adalah anak lebih dari 3 orang, sedangkan

    keluarga kecil adalah kurang dari 3 anak (Muhamad Hasan, 1982: 108).

    Jumlah anak orang tua, dapat digolongkan sebagai berikut:

    a. Jumlah anak banyak, apabila jumlah anak orang tua yang dimiliki lebih

    dari 2 orang.

    b. Jumlah anak sedikit, apabila jumlah anak orang tua yang dimiliki sama

    atau kurang dari 2 orang.

    8. Tingkat Pendidikan Orang Tua

    Pendidikan orang tua akan mempengaruhi pendidikan anak-anaknya. Hal ini

    dinyatakan oleh A. Murni Yusuf (1986:8) bahwa kemiskinan orang tua baik

  • 20

    ilmu maupun kekayaan, akan mempengaruhi pendidikan anak-anaknya. Hal

    tersebut sama dengan yang dikemukakan oleh Thamrin Nasution dan

    Nurhadijah Nasution (1985:4) bahwa untuk membantu proses pendidikan

    sebaiknya orang tua harus belajar mempertinggi pengetahuannya, sebab

    semakin banyak pengetahuan yang dimiliki orang tua semakin banyak pula

    yang dapat diberikan orang tua pada anak-ankanya.

    Pendidikan formal yang pernah ditempuh orang tua akan berpengaruh pada

    kelanjutan pendidikan anak-anak mereka. Orang tua yang memiliki

    pendidikan tinggi akan memberikan pertimbangan yang rasional dalam

    menghadapi suatu masalah, yang berpengaruh terhadap pandangan dan

    wawasannya. Pendidikan anak-anak mereka, orang tua akan memberikan

    dorongan dan motivasi yang besar untuk menyekolahkan anak-anak mereka.

    Pendidikan formal kepala keluarga adalah pendidikan yang ditempuh oleh

    kepala keluarga yang dihitung berdasarkan tahun sukses, dengan ketentuan

    kurang dari atau sama dengan 9 tahun digolongkan rendah, apabila lebih dari

    9 tahun dikatagorikan tinggi (Bambang Sumitro, 2003:19). Sehubungan

    dengan penelitian ini

    a. Orang tua hanya yang tamat Sekolah Menengah Pertama/berpendidikan

    kurang dari 9 tahun, digolongkan berpendidikan rendah

    b. Orang tua yang tamat Sekolah Menengah Atas dikatakan Sedang.

    c. Dan tamat perguruan tinggi dikatakan Tinggi.

  • 21

    9. Jarak dari Rumah ke Sekolah

    Keterjangkauan yang rendah akan menyebabkan sukarnya suatu daerah

    mencapai kemajuan, sebaliknya semakin mudah daerah itu dijangkau maka

    semakin mudahnya daerah itu mengalami kemajuan. Hal ini berkaitan dengan

    jarak, semakin dekat jarak semakin mudah kontak terjadi (Bintarto, 1977:16).

    Jarak merupakan suatu yang harus di tempuh dari suatu lokasi yang lain, jarak

    dapat dinyatakan jarak mutlak dan jarak nisbi. Jarak mutlak diekspresikan

    dalam unit ukuran fisik seperti mil, kilometer, meter, dan sebagainya. Selain

    itu jarak dapat meliputi jarak ongkos dan jarak waktu.

    Mengenai jauh dekatnya jarak sekolah dari tempat tinggal ditentukan oleh

    Departemen pendidikan dan kebudayaan RI, sebagai berikut: jarak capai

    sekolah dengan tempat tinggal anak/siswa adalah; jarak capai lokasi Taman

    Kanak-kanak maksimal dapat di tempuh dalam waktu 15 menit atau berjarak

    1 km, jarak lokasi Sekolah Dasar di tempuh 30 menit atau berjarak 2,4 km,

    dan jarak capai lokasi sekolah lanjutan maksimal dapat di tempuh 60 menit

    atau berjarak 5 km. Dari kutipan tersebut dapat dilihat jarak maksimal lokasi

    sekolah dari tempat tinggal untuk siswa tingkat lanjutan dapat ditempuh 60

    menit atau berjarak 5 km.

    Ketentuan oleh Johanes Hang Kueng (2001:56) bahwa jarak dikatakan dekat

    apabila jarak tempuh penduduk dari berjalan kaki kurang atau sama dengan 1

    km dan jarak dikatakan jauh apabila jarak tempuh lebih dari 1 km. Waktu

    tempuh penduduk dikatakan sebentar bila waktu yang dibutuhkan sama

  • 22

    dengan atau kurang dari 15 menit, dan lama bila waktu lebih dari 15 menit.

    Sedangkan menggunakan kendaraan jarak tempuh penduduk dikatakan jauh

    apabila lebih dari 2 km, dan dikatakan dekat jika krang dari 2 km dan waktu

    tempuh penduduk dikatakan sebentar apabila kurang dari atau sama dengan

    15 menit dan dikatakan lama apabila lebih dari 15 menit.

    Jarak digolongkan sebagai berikut:

    a. Jarak digolongkan dekat apabila waktu tempuh kurang dari 60 menit dan

    jarak tempuh ke sekolah kurang dari 5 km

    b. Jarak digolongkan jauh apabila waktu tempuh lebih dari 60 menit dan

    jarak tempuh lebih dari 5 km.

    B. Penelitian Yang Relevan

    Berikut ini dikemukakan penelitian relevan dengan membahas

    permasalahan yang sesuai dengan penelitian ini, yaitu penelitian Fathul Kamil

    (2006) yang berjudul Faktor-Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Pada

    Tingkat SMP di Kelurahan Kedaung Kecamatan Kemiling Kota Bandar

    Lampung Tahun 2005, penelitian ini membahas tentang faktor yang

    menyebabkan anak putus sekolah seperti pendapatan orang tua, pendidikan

    orang tua, banyaknya tanggungan keluarga dan jarak rumah ke sekolah.

    Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, lokasi penelitian di

    Kelurahan Kedaung Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung Pada Tahun

    2005. Hasil penelitian dari keempat masalah yang dikemukakannya, yang

    menjadi faktor utama penyebab masalah anak putus sekolah adalah banyaknya

  • 23

    tanggungan keluarga, pendidikan orang tua, dan pendapatan orang tua,

    sedangkan jarak dari rumah esekolah bukan menjadi faktor penyebab, karena

    jarak kesekolah tidak tergolong jauh.

    Penelitian ini akan membahas tentang permasalah sosial ekonomi orang tua

    anak putus sekolah yang menyebabkan anak putus sekolah, faktor yang

    dimaksud adalah pendapatan orang tua, tingkat pendidikan orang tua, jumlah

    tanggungan orang tua dan jarak rumah kesekolah yang menjadi daktor

    penyebab anak putus sekolah di desa Bumi Rejo Kecamatan Baradatu

    Kabupaten Way Kanan tahun 2014.

    C. Kerangka Pikir

    Pendidikan adalah modal utama untuk mendapatkan kehidupan atau

    kesejahteraan yang lebih baik. Pendidikan juga merupakan hak anak-anak usia

    sekolah khususnya anak usia sekolah yaitu di usia 6-15 tahun. Semua anak

    Indonesia berhak dan wajib mengikuti pendidikan dasar 9 tahun untuk

    mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Permasalahan putus sekolah

    di usia wajib sekolah saat ini masih banyak padahal saat ini juga menggalakan

    pendidikan wajib belajar 9 tahun namun sepertinya hal tersebut masih dinilai

    kurang berjalan, karena di Desa Bumi Rejo masih banyak anak usia sekolah

    yang tidak melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Anak-anak

    tersebut tersebar diberbagai desa yang ada di Desa Bumi Rejo. Atas dasar hal

    tersebut maka perlu diteliti tentang sebaran dan penyebab masalah anak putus

  • 24

    sekolah pada tingkat SMP di Desa Bumi Rejo Kabupaten Baradatu Tahun

    2014.

    Gambar 1. Bagan Kerangka Pikir

    Anak Putus Sekolah

    Tingkat SMP

    a. Pendapatan orang tua yang rendah

    b. Jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan orang tua

    banyak

    c. Tingkat pendidikan orang tua yang rendah

    d. Jarak tempat tinggal ke sekolah

    jauh

  • III. METODE PENELITIAN

    A. Metode Penelitian

    Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif.

    Menurut Moh. Pabundu Tika (2005: 4) bahwa penelitian deskriptif adalah

    penelitian yang mengarah pada pengungkapan suatu masalah atau keadaan

    sebagaimana mengungkapkan fakta-fakta yang ada, walaupun kadang-kadang

    diberikan interpretasi atau analisis.

    B. Populasi dan Sampel

    1. Populasi

    Menurut Sugiyono (2006:117) populasi adalah wilayah generalisasi yang

    terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu

    yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

    kesimpulannya. Populasi seluruh orang tua anak putus sekolah yang diwakili

    oleh satu orang tua setiap anak di tingkat SMP yang ada di Desa Bumi Rejo

    Kecamatan Baradatu sebanyak 44 orang tua anak atau wali murid yang

    tersebar di 6 Dusun.

  • 26

    2. Sampel

    Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

    populasi atau wakil populasi yang diteliti. Dalam pengambilan sampel

    dilakukan dengan teknik diantaranya sampel bertujuan atau purposive

    sampling.

    Pengertian sampel bertujan atau purposive sampling menurut Suharsimi

    Arikunto (2006 : 139) Sampel bertujuan dilakukan dengan cara mengambil

    subjek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan

    atas adanya tujuan tertentu. Teknik ini dilakukan berdasarkan beberapa

    pertimbangan misalnya alasan keterbatasan waktu, tenaga, dan dana sehingga

    tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh. Walaupun cara seperti ini

    diperbolehkan yaitu peneliti bisa menentukan sampel berdasarkan tujuan

    tertentu, tetapi ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.

    a. Pengambilan sampel harus dilakukan dengan ciri-ciri, sifat-sifat atau

    karakteristik tertentu, yang merupakan ciri pokok populasi.

    b. Subjek yang diambil sebagai sampel merupakan benar-benar merupakan

    subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada

    populasi (key subjec).

    c. Penentuan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat dalam studi

    pendahuluan.

  • 27

    Dari pengertian diatas pengambilan sampel dalam penelitian ini

    mempertimbangkan pengambilan sampel disetiap wilayahnya yang terdiri

    dari 6 dusun yang rata-rata memiliki 7 anak putus sekolah dari total 44 anak

    putus sekolah. Karena keterbatasan waktu dan biaya, sehingga diambil

    sampel setengah disetiap wilayahnya atau setiap dusun yang memiliki ciri

    khusus seperti keluarga yang kurang mampu berada di desa Bumi Rejo

    Kecamatan Baradatu atau berjumlah 22 responden.

    Tabel 2. Jumlah Sampel per Dusun di Desa Bumi Rejo Kecamatan

    Baradatu

    No Nama Dusun Jumlah Anak Putus

    Sekolah Tingkat SMP

    Jumlah

    Sampel/setengah dari

    jumlah populasi

    1 Dusun I 7 4

    2 Dusun II 8 4

    3 Dusun III 8 4

    4 Dusun IV 6 3

    5 Dusun V 9 4

    6 Dusun VI 6 3

    Jumlah 44 22

    Sumber : Data Populasi Anak Putus Sekolah di Desa Bumi Rejo Tahun 2014

    Populasi penelitian ini berjumlah 44 orang tua anak putus sekolah yang

    terdapat di desa Bumi Rejo di Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan.

    Dari 44 populasi tersebut yang akan dijadikan sampel sebanyak 22 responden

    yang diambil menurut area sampling.

    Dalam penelitian ini sampel yang diambil adalah 22 dari populasi yang ada di

    setiap dusun, jika hasil pembagian populasi bukan bilangan bulat maka

    sampel yang diambil dibulatkan misalnya populasi sebanyak 3 dikalikan 50%

    maka hasilnya 1,5 maka dibulatkan menjadi 1.

  • 28

    Kemudian setelah mendapat jumlah sampel dari desa Bumi Rejo, jumlah

    yang didapat sebagai sampel adalah 22.

    C. Definisi Operasional Variabel

    Variabel dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan anak

    putus sekolah di Desa Bumi Rejo Kecamatan Baradatu Kabupaten Way

    Kanan tahun 2014. Variabel ini memiliki 4 indikator, dimana keempat

    Indikator penelitian ini memiliki batasan-batasan terhadap setiap variabel

    penelitian, yaitu:

    a. Pendapatan Orang Tua

    Keriteria golongan pendapatan tinggi dan rendahnya mengacu pada upah

    minimum Kabupaten Way Kanan Tahun 2013:

    1) Rendah apabila Rp 1.160,000,- per bulan.

    2) Sedang apabila antara Rp. 1.160.000,- sampai Rp. 1.500.000,- per

    bulan

    3) Tinggi apabila > 1.500.000,- per bulan

    b. Jumlah Anak Dalam Keluarga

    Berkaitan dengan jumlah anak orang tua, dapat digolongkan sebagai

    berikut:

    1) Banyak apabila > 2 orang.

    2) Sedikit apabila 2 orang.

  • 29

    c. Tingkat Pendidikan Orang Tua

    Kriteria pendidikan orang tua yang memiliki anak putus sekolah yaitu

    sebagai berikut :

    1) Rendah apabila tamat SMP/SD/tidak sekolah

    2) Sedang apabila lulus SMA

    3) Tinggi apabila jenjang akademi atau perguruan tinggi (lebih dari

    SMA)

    d. Jarak dari Rumah ke Sekolah Jauh

    Jarak dikatagorikan sebagai berikut:

    1) Dekat, bila ditempuh < 60 menit dan jarak tempuh ke sekolah < 5 km

    2) Jauh, bila ditempuh > 60 menit dan jarak tempuh ke sekolah > 5 km.

    D. Teknik Pengumpulan Data

    1. Teknik Observasi

    Menurut Moh. Pabundu Tika (2005:44) observasi adalah cara dan teknik

    pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara

    sistematis terhadap gejala atau fenomena yang ada pada objek penelitian.

    Dengan teknik ini dapat diperoleh tentang keadaan lokasi atau wilayah

    penelitian dan keadaan subjek penelitian Observasi yang dilakukan dalam

    penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang jumlah anak usia sekolah

    yang putus sekolah di tingkat SMP di Kecamatan Baradatu Kabupaten

    Waykanan Tahun 2013.

  • 30

    2. Teknik Wawancara

    Menurut Sugiyono (2006:154) wawancara adalah suatu teknik pengumpulan

    data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan

    permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui

    hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya

    sedikit/kecil. Dalam penelitian ini digunakan teknik wawancara tidak

    terstruktur untuk menemukan masalah dan teknik ini digunakan untuk

    memperoleh data primer mengenai anak usia sekolah yang putus sekolah di

    tingkat SMP di Kecamatan Baradatu Kabupaten Waykanan Tahun 2014.

    3. Teknik Kuisioner

    Moh. Pabundu Tika (2005:54) kuisioner adalah usaha mengumpulkan

    informasi dengan menyampaikan sejumlah pertanyaan tertulis untuk dijawab

    oleh responden. Teknik ini digunakan untuk mengetahui dan memperoleh

    data langsung sebagai data dengan menggunakan daftar pertanyaan seperti

    informasi: umur responden, jenis kelamin, tingkat pendidikan formal, dan

    sebagainya.

    E. Teknik Analisis Data

    Data-data yang terkumpul dapat berupa data primer dan data sekunder hasil

    dari observasi, dokumentasi, dan wawancara. Untuk menjawab rumusan

    masalah, maka teknik analisa data yang digunakan ada dua yaitu analisa data

    deskriptif kualitatif yang digunakan pengelola untuk menggambarkan,

  • 31

    menceritakan, menjelaskan kondisi geografis di Kecamatan Baradatu

    Kabupaten Way Kanan secara sistematis dan mendetail sesuai dengan tujuan

    penelitian.

    Sedangkan data yang terkumpul berupa angka-angka disajikan dalam bentuk

    tabel. Teknik analisa data yang digunakan yaitu analisis tabulasi. Dimana

    tabel data dibuat berdasarkan klasifikasi tertentu, kemudian dari variabel-

    variabel tersebut diinterpretasikan selanjutnya dilakukan deskripsi secara

    sistematis yang digunakan sebagai laporan hasil penelitian dan akhirnya

    ditarik kesimpulan sebagai laporan akhir penelitian ini, kemudian

    dipersentasekan.

    Distribusi persentase sederhana menurut Arief Sukadi Sadiman (1990: 96)

    adalah distribusi yang frekuensinya telah diubah dalam persentase. Langkah

    pertama dalam menyusun distribusi presentase adalah membagi jumlah

    observasi kedalam masing-masing katagori variabel (F) dengan jumlah

    frekuensi (N). Setelah pembagian dilakukan hasilnya dikalikan dengan 100

    untuk menghaslkan persentase. Dalam suatu distribusi sederhana total (T)

    dari persentase harus sama dengan 100% namun jika ada pembulatan,

    jumlahnya mungkin sedikit berbeda. Selanjutnya dari hasil tersebut dibuat

    suatu deskripsi yang sistematis sebagai ghasil penelitian dan kemudian

    diambil suatu kesimpulan sebagai hasil akhir laporan penelitian.

  • 32

    P = N

    fx 100%

    Keterangan :

    P : Persentase

    f : Jumlah jawaban

    N : Total pertanyaan

  • V. KESIMPULAN DAN SARAN

    A. Kesimpulan

    Berdasarkan data yang telah diperoleh dalam penelitian dan telah diuraikan

    dalam pembahasan, maka dapat disimpulkan mengenai faktor penyebab anak

    putus sekolah pada tingkat SMP di Kecamatan Baradatu Kabupaten Way

    Kanan tahun 2014, sebagai berikut :

    1. Sebanyak 86,4% orang tua anak putus sekolah pada tingkat SMP

    tergolong dalam kategori berpendapatan rendah.

    2. Sebanyak 86,4% kepala keluarga anak putus sekolah pada tingkat SMP

    memiliki jumlah anak dalam keluarga yang tergolong banyak.

    3. Sebanyak 77,3% kepala keluarga anak putus sekolah tergolong dalam

    kriteria memiliki pendidikan yang rendah.

    4. Jarak antara tempat tinggal anak putus SMP ke sekolah keseluruhan lebih

    dari 5 km.

    B. Saran

    1. Faktor penyebab anak putus sekolah adalah biaya, hendaknya orang tua

    siswa memiliki pekerjaan sampingan untuk mendapatkan penghasilan

  • 72

    tambahan pendapatan untuk membantu menyekolahkan anak ketingkat

    yang lebih tinggi

    2. Banyaknya anak dalam keluarga menjadi penyebab anak putus sekolah,

    untuk menekan angka kelahiran didesa karena akan membebani kebutuhan

    pendidikan anak. Sosialisasi pragram Keluarga Berencana dari pihak-

    pihak terkait jika terus menerus dilakukan akan mnimbulkan kesadaran

    didalam masyarakat, sehinga visi dari Norma Keluarga Kecil Bahagia dan

    Sejahtera yaitu Dua Anak Cukup, dapat tercapai, sehingga anak di

    Kecamatan Baradatu mempunyai masa depan yang lebih baik.

    3. Pendidikan orang tua yang rendah menjadi faktor penyebab anak putus

    sekolah di Desa Bumi Rejo Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan.

    Orang tua siswa di Desa Bumi merapi hendaknya dapat mengambil sikap

    untuk tetap terus melanjutkan pendidikan anaknya agar mereka memiliki

    masa depan yang lebih baik.

    4. Jarak jangkauan anak-anak menuju ke sekolah sangat berpengaruh

    terhadap kelangsungan pendidikannya, tentunya ini menyangkut pada

    sarana dan prasarana yang ada di daerah tersebut, jika sarana transportasi

    dan prasarana yang ada cukup memadai tentunya akan meminimalisir

    angka putus sekolah di pedesaan.

  • DAFTAR PUSTAKA

    A Murni Yusuf. 1986. Kemiskinan dan Kebutuhan Pokok. Jakarta. C.V. Rajawali

    Ahmad. 2011. Pendidikan dasar pada anak. Jakarta. Trans Info Media.

    Arif Sukadi Sadiman. 1990. Metode dan Analisis Penelitian Mencari Hubungan.

    Jakarta : Erlangga.

    Bambang Sumitro. 1989. Diktat. Geografi Regional Indonesia. Bandar Lampung.

    FKIP Unila.

    Bintarto. 1977. Buku Panduan Geografi Sosial. Yogyakarta. U.P> Spring

    Bintarto. 1998. Geografi Penduduk dan Demografi. Yogyakarta. Fakultas Geografi

    UGM

    Budioyono. 2003. Dasar-Dasar Geografi Sosial (Bahan Ajar). Jurusan Ilmu

    Pengetahuan Sosial. FKIP Universitas Lampung. Bandar Lampung.

    Unila

    Daan Dimara. 1985. Pengaruh Pendapatan Terhadap Pendidikan. Yogyakarta. U.P.

    Spring.

    Daldjoeni N. 1992. Geografi Baru Organisasi Keruangan Dalam Teori dan Praktik.

    Bandung. Alumni.

    Dalyono. 1997. Psikologi Pendidikan. Jakarta. . Rineka Cipta

    Fathul Kamil. 2006. Faktor Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Pada Tingkat

    SMP Kelurahan Kedaung Kecamatan Kemiling Kota Bandar

    Lampung Tahun 2005. Skripsi. Bandar Lampung. FKIP Pendidikan

    Geografi Unila.

    Faisyal Kasryno. 1989. Prospek Pembangunan Ekonomi Pedesaan Indonesia.

    Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

    Gunawan. 2011. Remaja dan Permasalahannya. Yogyakarta. Hanggar Kreator

  • Hadikusumo. 1996. Pengantar Pendidikan Semarang. IKIP Semarang Press.

    Semarang

    Ida Bagoes Mantra. 2003. Demografi Umum. Jakarta. . Pustaka Pelajar

    Johanes Hang Kueng. 2001. Konsumsi Kayu Bakar Penduduk di Desa tanah

    Kecamatan Buya. (Tesis). Politik Ekonomi Sosial Kehutanan. Jurusan

    Managemen Hutan. Fakultas Kehutanan. Universitas Mulawarman.

    Loekman Soetrisno. 1997. Kemiskinan, Perempuan, dan Pemberdayaan. Kansis.

    Yogyakarta

    Martono HS dan Saidiharjo, 2002. Geografi dan Kependudukan. Solo. Tiga

    Serangkai.

    Martono HS dan Saidiharjo, 1983. Geografi dan Kependudukan. Solo. Tiga

    Serangkai.

    Masri Singarimbun. 1986. Metode Penelitian Survei. Yogyakarta. LP3ES

    Moh. Pabundu Tika. 2005. Metode Penelitian Geografi. Jakarta. Bumi Aksara

    Mulyanto Sumardi. 1985. Kemiskinan dan Kebutuhan Pokok. Jakarta, Rajawali

    Napitulu. 1985. Pemuda dan Perubahan Sosial. Jakarta: LP3ES

    Nazili Ahmad Shaleh. 2011. Pendidikan Dan Masyarakat. Yogyakarta. Sabda Media

    Nurhayati. 1997. Karakteristik Siswa Putus Sekolah. Skripsi. Bandar Lampung. Unila

    Nursyid Sumaatmadja. 1988. Studi Geografi Suatu Pendekatan dan Analisa

    Keruangan. Bandung, Alumni

    Redja Mudyaharjo. 2001. Pengantar Pendidikan Sebuah Studi awal tentang Dasar-

    Dasar Pendidikan Pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia.

    Jakarta. PT Raja Grafindo Persada

    Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif,Research, dan

    Development. Bandung. Alfabeta

    Suharsimi Arikunto. 2006. Metode Penelitian Suatu Praktek. Jakarta. Rineka Cipta

    Sumadi Suryabrata. 2011. Metodologi Penelitian. Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada

  • Tamrin Nasution dan Nur Halijah Nasution. 1985. Peranan Orang Tua dalam

    Meningkatkan Prestasi Belajar Anak. Yogyakarta. Kanisius

    Sumber lain :

    Desa Bumi Rejo, 2013. Data Monografi penduduk Desa Harapan Mukti. Kabupaten

    Way Kanan. Desa Harapan Mukti

    Dinas tenaga kerja dan transmigrasi, 2014. Upah Minimum Kabupaten (UMK). Way

    Kanan. Lampung.

    COVER LUAR.pdfABSTRACT.pdfABSTRAK.pdfCOVER DALAM.pdfHALAMAN PERSETUJUAN.pdfHALAMAN PENGESAHAN.pdfPERNYATAAN.pdfRIWAYAT HIDUP.pdfMOTO.pdfPERSEMBAHAN.pdfKATA PENGANTAR.pdfDAFTAR ISI.pdfDAFTAR TABEL.pdfDAFTAR GAMBAR.pdfBAB I.pdfBAB II.pdfBAB III.pdfBAB V.pdfDAFTAR PUSTAKA.pdf