EVOLUSI ARSITEKTUR - HAMAH SAGRIM- ANALISIS PERKEMBANGAN ARSITEKTUR JAWA

  • Published on
    01-Jul-2015

  • View
    983

  • Download
    7

Embed Size (px)

Transcript

  • Arsitektur Tradisional Jawa Dalam Perkembangan Sosial Budaya Moderen n

    1J.F.Hamah Sagrim & Mei Edi Mujito

    EVOLUSI ARSITEKTUR(J.F. Hamah Sagrim)

    Dalam analisis ini kami menggunakan metode evolusi sehingga dilakukan analisis dalam evolusiarsitektur Tradisional ke Moderen. Evolusi arsitektur lahir dari sebuah kesadaran berwacanasebagai bagian dari proses berarsitektur. Tujuan mengemukakan evolusi arsitektur ini untuk sebagaisuatu konsep dalam menganalisis, pengamati, peneliti, mencari, menemukan dan mendata,perkembangan arsitektur. Selain itu, Evolusi arsitektur ini tidak lain merangkum tulisan-tulisan yangmengetengahkan beragam isu arsitektur dari berbagai sudut pandang perkembangannya. Semuanyabertujuan untuk memperkaya wacana dalam berarsitektur, baik terkait dengan mengalami arsitektur,membuat arsitektur dan mempertanyakan arsitektur. Eksplorasi teori dan metoda desain menjadi intiwacana dalam usulan analisis kami ini, yang mendukung praktek desain arsitektur berbasis riset danteori melalui eksplorasi tanpa batas untuk mengetahui perkembangan dari awal hingga bentuk yanglain. Evolusi arsitektur berupaya menjembatani perkembangan dan perubahan arsitektur denganberlandaskan teori dan praktek dalam berarsitektur, serta mengungkap secara jelas proses perubahanarsitektur dari batas antara arsitektur dan bukan arsitektur. Selamat berwacana!A. Evolusi Arsitektur Jawa dari vernakular ke Tradisional

    Setiap lokasi di muka bumi pastimemiliki spesifikasi tertentu, penyelesaianmasalah desain arsitektur juga spesifik untuksetiap lokasi. Contoh di pulau madura adalahsalah satu penyelesaian masalah desainarsitektur di daerah pesisir. Tentunyapenyelesaian ini akan berbeda jika terjadi didaerah hutan datar, daerah pegunungankering, daerah pegunungan subur, daerah dikaki gunung, daerah di lereng gunung, dansebagainya. Sketsa berikut memperlihatkanevolusi serupa yang terjadi untuk arsitekturJawa.

    Tentunya evolusi arsitektur yang terjadidi pulau Sumatra akan memiliki perbedaan.Begitu pula dengan kota medan, wilayah minang, wilayah sunda, pulau Kalimantan, Sulawesi,Maluku, Nusa Tenggara, Papua, dan lain-lain. Semuanya memiliki ciri tersendiri yang perlu digalioleh putra-putra terbaik dari daerahnya. Arsitek-arsitek nusantara yang adiluhung membawa jiwaleluhur kita.

    Sudah barang tentu pada saat ini ilmu teknik bangunan dan arsitektur demikian majunya.Berbagai filosofi, langgam, bahan, struktur dan konstruksi baru sudah demikian memusingkan arsitek

    Gambar : 3. Evolusi Arsitektur Jawa.SumberPutu Mahendra. Dikomposisikan oleh

    Peneliti 2010

  • Arsitektur Tradisional Jawa Dalam Perkembangan Sosial Budaya Moderen n

    2J.F.Hamah Sagrim & Mei Edi Mujito

    nusantara masa kini. Tatanan dan aturan tradisional dengan berbagai keunikan cara dan penamaanelemen konstruksi merupakan tambahan permasalahan baru bagi arsitek masa kini yang inginbereksplorasi dengan ke-nusantara-an. Justru kerumitan inilah yang membuat arsitektur nusantarasemakin dijauhi karena memang sulit didekati.

    Perlu formula baru yang dapat membuang segala kesulitan ilmu arsitektur import yangmemusingkan. Perlu pemahaman baru agar order nusantara tetap dapat diterapkan dengan lebihsederhana dalam berarsitektur. Perlu semangat baru agar arsitektur nusantara dapat menjadi produkeksport yang membanggakan. Akhirnya memang perlu niat bersih dari arsitek nusantara untukdapat bekerjasama dengan meminggirkan setiap keaslian.1) Arsitektural dalam Perkembangan Evolusinya

    Evolusi arsitektur adalah proses perubahan pada seluruh bentuk aliran arsitektur dari bentuksemula menjadi bentuk yang baru, dan evolusi arsitektur mempelajari bagaimana evolusi initerjadi pada perkembangan arsitektur. Dalam setiap bentuk perkembangan arsitektur, mewarisialiran khas arsitektural yang dimiliki oleh suku bangsa tertentu melalui proses membangun danmendesain bentuk. Perubahan bentuk ini dapat kita katakana sebagai suatu proses mutasi atauproses perpindahan bentuk arsitektural. Proses mutasi atau perpindahan bentuk arsitektural inidimaksud bahwa bentuk arsitektural itu tetap dipertahankan atau mengalami perubahan total.Pada bentukkan ini, jika tidak dipertahankan maka akan muncul bentuk-bentuk aliran arsitekturbaru pada pengembangan suatu bentuk gaya arsitektural. Pada populasi suatu arsitekturtradisional, beberapa nilai dan filosofis serta alirannya akan menjadi lebih dikenal secara umum,bila tetap dipertahankan, akan tetapi yang lainnya akan hilang jika tidak dipertahankan. Unsur-unsur arsitektur yang menjadi akibat daripada keberlangsungan perubahan bentuk arsitektur akanlebih berkemungkinan berakumulasi pada bentuk suatu aliran arsitektural yang tidak fasihdikembangkan (hilang). Proses ini disebut sebagai seleksi arsitektural, yang mana didorong olehbentuk dan keindahan estetika. Proses assimilasi bentuk arsitektural itu terjadi akibat keinginanmanusia yang bersemangat untuk memiliki suatu bentuk bangunan rumah yang berbeda, indahdan estetis, mengikuti aliran bentuk lain yang baginya sesuai namun sebenarnya tidak bernilaibagi budayanya. Keinginan semacam inilah akhirnya menghasilkan banyak jumlah populasibentukkan gaya arsitektur asing semakin berkembang di suatu kawasan tanpa memperdulikanketerwarisan khasanah khas setempat. ini merupakan fakta tambahan mengenai perkembanganarsitektur yang mendukung dasar-dasar ilmiah seleksi arsitektural itu. Gaya dorong seleksiarsitetktur dapat terlihat dengan jelas pada populasi yang terisolasi, seperti Arsitektur Joglo diJogja dan Solo, Arsitektur Halit-Mblo Chalit di Maybrat, Imian, Sawiat, Papua, Arsitektur Honaidi Wamena Papua, Arsitektur Tongkonan, Arsitektur Meru, dan arsitektur nusantara lainnya diIndonesia yang kini terdesak oleh proses ilmiah seleksi arsitektur. Selain itu, terjadinya prosesilmiah seleksi arsitektural ini juga dipengaruhi oleh alam atau juga disebut sebagai seleksi alam.Bentuk perkembangan arsitektur yang dibentuk oleh seleksi alam dapat dilihat pada skematikaperkembangan bentuk rumah mulai-mula. Para ahli antropologi bersepakat bahwa, perkembanganhidup manusia mula-mula mempunyai tempat hunian pertama pada Bandar pohon, selanjutnyamenggunakan lubang batu atau Goa, kemudian mulai membentuk sebuah shelter, kemudianmembentuk suatu rumah tanpa dinding, dan kemudian melengkapinya dengan dinding,selanjutnya hingga bentuk moderen. Moderen di sini tidak membicarakan bentuk lokalitas, akantetapi berkaitan dengan industrialisasi, yang mana memaksa manusia untuk berkecimpung dalam

  • Arsitektur Tradisional Jawa Dalam Perkembangan Sosial Budaya Moderen n

    3J.F.Hamah Sagrim & Mei Edi Mujito

    paham materialistik. Kaitan materialistik dengan arsitektural ini adalah pengembangan danpembangunan arsitektural dari bentuk sederhana yang berubah menjadi bentuk moderen yangdipengaruhi oleh material bangunan. Yaitu bentuk sederhana yang tadinya menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh dari lingkungan sekitar menjadi terputuskan dengan polapengembangan bangunan rumah dengan menggunakan bahan industrial, seperti senk, semen,paku, dan yang lain sebagainya. Inilah yang kami sebut sebagai tahapan evolusi bahan arsitektur.Untuk memperkuat ide tentang evolusi arsitektur, maka kita akan uraikan secara tahap demisetahap perubahan arsitektural ditinjau dari evolusi bentuk bangunannya:

    Gambar 4. Siklus Evolusi Hunian dan Evolusi Arsitektur. Sumber Analisis Peneliti-2011

    Gambar. 5Skematika pemikiran Evolusi Perubahan pada bangunan arsitektur

    Manusia pasrah dan taklukerhadap alam dan Alam

    menyediakan hunian bagimanusia. Bandar pohon dan goa

    sebagai hunian Sumber AnalisisPeneliti- 2011

    Manusia mencipta. Manusiamulai sadar dan menaklukkan

    alam. Manusia mengenal bahanbangunan dan menciptakan

    hunian. Sumber Analisis Peneliti2011

    Manusia mulai berionvasi. Manusiamulai dewasa dalam berpikir.

    Manusia mulai mengembangkanbentuk arsitektur dari tradisional

    menjadi moderen Sumber AnalisisPeneliti-2011

    ALAM SEBAGAISEBAB MANUSIAMENCIPTAKAN

    TEMPAT TINGGAL(ARSITEKTUR) DANMANUSIA SEBAGAI

    SEBAB TERJADINYAEVOLUSI

    ARSITEKTUR

    Arsitektur Tradisional Jawa Dalam Perkembangan Sosial Budaya Moderen n

    3J.F.Hamah Sagrim & Mei Edi Mujito

    paham materialistik. Kaitan materialistik dengan arsitektural ini adalah pengembangan danpembangunan arsitektural dari bentuk sederhana yang berubah menjadi bentuk moderen yangdipengaruhi oleh material bangunan. Yaitu bentuk sederhana yang tadinya menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh dari lingkungan sekitar menjadi terputuskan dengan polapengembangan bangunan rumah dengan menggunakan bahan industrial, seperti senk, semen,paku, dan yang lain sebagainya. Inilah yang kami sebut sebagai tahapan evolusi bahan arsitektur.Untuk memperkuat ide tentang evolusi arsitektur, maka kita akan uraikan secara tahap demisetahap perubahan arsitektural ditinjau dari evolusi bentuk bangunannya:

    Gambar 4. Siklus Evolusi Hunian dan Evolusi Arsitektur. Sumber Analisis Peneliti-2011

    Gambar. 5Skematika pemikiran Evolusi Perubahan pada bangunan arsitektur

    Manusia pasrah dan taklukerhadap alam dan Alam

    menyediakan hunian bagimanusia. Bandar pohon dan goa

    sebagai hunian Sumber AnalisisPeneliti- 2011

    Manusia mencipta. Manusiamulai sadar dan menaklukkan

    alam. Manusia mengenal bahanbangunan dan menciptakan

    hunian. Sumber Analisis Peneliti2011

    Manusia mulai berionvasi. Manusiamulai dewasa dalam berpikir.

    Manusia mulai mengembangkanbentuk arsitektur dari tradisional

    menjadi moderen Sumber AnalisisPeneliti-2011

    ALAM SEBAGAISEBAB MANUSIAMENCIPTAKAN

    TEMPAT TINGGAL(ARSITEKTUR) DANMANUSIA SEBAGAI

    SEBAB TERJADINYAEVOLUSI

    ARSITEKTUR

    Arsitektur Tradisional Jawa Dalam Perkembangan Sosial Budaya Moderen n

    3J.F.Hamah Sagrim & Mei Edi Muj

Recommended

View more >