of 13/13
Arsitektur dan Desain Riset Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan Elektronik Jurnal Arsitektur milik Prodi Arsitektur-Fakultas Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali dalam setahun. www.ojs.unud.ac.id Oka Saraswati, AAA; Widya Paramadhyaksa, IN; Primayatna, IBG; Syamsul, AP; Mudra, IK; Yuda Manik, IW; Swanendri, NM; Sueca, NP; Suryada, IGAB; Kastawan, IW; Suryada, IGAB; Karel Muktiwibowo, A. Volume (6) Nomor (2) Edisi Juli 2018 ISSN: 9 772338 505107 PRODI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA

8 Arsitektur dan Desain Riset 201 Studi Perkotaan dan ... · arsitektur, metoda desain dan teori, arsitektur perilaku, desain dan pemrograman arsitektur, pedagogi arsitektur, evaluasi

  • View
    260

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of 8 Arsitektur dan Desain Riset 201 Studi Perkotaan dan ... · arsitektur, metoda desain dan teori,...

Arsitektur dan Desain Riset

Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan

Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan Elektronik Jurnal Arsitektur milik Prodi Arsitektur-Fakultas

Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali dalam setahun.

www.ojs.unud.ac.id

Oka Saraswati, AAA; Widya Paramadhyaksa, IN;

Primayatna, IBG; Syamsul, AP; Mudra, IK; Yuda Manik, IW;

Swanendri, NM; Sueca, NP; Suryada, IGAB; Kastawan, IW;

Suryada, IGAB; Karel Muktiwibowo, A.

Vo

lum

e (

6)

No

mo

r (2

) E

dis

i Ju

li 2

01

8

ISSN: 9 772338 505107

PRODI ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS UDAYANA

eJurnal Arsitektur Universitas Udayana Volume (6) Nomor (2) Edisi Juli 2018 i

e-Jurnal Arsitektur (JA) Universitas Udayana

e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD adalah kumpulan artikel terbitan berkala yang merupakan hasil studi

menyeluruh dan inter disiplin di bidang arsitektur, perencanaan, dan lingkungan terbangun. Tujuan JA

UNUD adalah untuk menghubungkan teori dan praktik nyata dunia kerja dalam bidang arsitektur dan

desain riset, serta perencanaan kota dan studi lingkungan binaan.

Kontributor artikel JA UNUD utamanya berasal dari para civitas akademika arsitektur, namun tetap terbuka

peluang bagi pelaku dan pemerhati bidang arsitektur, seperti: arsitek bangunan, desainer interior,

perencana kota, dan arsitek lansekap yang bekerja di institusi akademik, lembaga riset, institusi

pemerintahan, universitas, maupun praktik swasta untuk turut berkontribusi.

JA UNUD mempublikasikan studi riset, kritik dan evaluasi objek arsitektur berskala mikro maupun makro,

dll. Sub bidang yang dapat menjadi topik artikel di JA UNUD terbagi atas 3 (tiga) bagian:

1. Arsitektural dan Desain Riset:

Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: teknologi dan desain berkelanjutan, komputer

arsitektur, metoda desain dan teori, arsitektur perilaku, desain dan pemrograman arsitektur,

pedagogi arsitektur, evaluasi pasca huni, aspek budaya dan sosial dalam desain, dll. Artikel biasanya

merupakan hasil studi/skripsi/tugas akhir mahasiswa arsitektur.

2. Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan:

Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: konservasi perkotaan berkelanjutan, implikasi

faktor administratif dan politik terhadap suatu komunitas dan ruang, kota dan daerah perkotaan,

perencanaan lingkungan, kebijakan dan desain perumahan, kota baru, aplikasi GIS dalam arsitektur,

dll.

3. Kritik Perencanaan Arsitektur dan Arsitektur Binaan:

Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: hasil diskusi mengenai proyek arsitektur yang

sedang direncanakan, dalam tahap konstruksi, dan setelah dihuni. Artikel biasanya merupakan hasil

pengamatan terhadap studi kasus.

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS UDAYANA

Kampus Bukit Jimbaran-Bali, Indonesia

+62 361 703384

[email protected]

@ www.ojs.unud.ac.id; www.ar.unud.ac.id

ii eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ISSN No. 9 772338 505107

Pengurus e-Jurnal Arsitektur (JA) Universitas Udayana

Arsitektur dan Desain Riset

Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan

Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan ejurnal nasional arsitektur milik Program Studi Arsitektur-

Fakultas Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali dalam

setahun.

Volume (6) Nomor (2) Edisi Juli 2018

ISSN No. 9 772338 505107

Hak Cipta 2018 Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik

Universitas Udayana

Seluruh kontributor artikel telah mengijinkan Jurnal Arsitektur

UNUD untuk mereproduksi, mendistribusikan, dan

mempublikasikan substansi jurnal dalam format elektronik pada

website OJS Universitas Udayana www.ojs.unud.ac.id

Pandangan, pendapat, dan hasil penelitian merupakan tanggung

jawab kontributor. Gambar dan diagram disediakan oleh

kontributor.

Penanggung Jawab

Anak Agung Ayu Oka Saraswati

Pengarah

I Nyoman Widya Paramadhyaksa

Ida Bagus Gde Primayatna

Ketua

Syamsul Alam Paturusi

Sekretaris

I Wayan Yuda Manik

Bendahara

Ni Made Swanendri

Penyunting dan Reviewer

I Putu Rumawan Salain

Ngakan Putu Sueca

Gusti Ayu Made Suartika

I Nyoman Susanta

I Gusti Agung Bagus Suryada

Tim Validasi

I Ketut Mudra

Ngakan Putu Sueca

Syamsul Alam Paturusi

I Wayan Kastawan

I Gusti Agung Bagus Suryada

Tim Penerbit

I Putu Sutrisna

I Gusti Ngurah A. Putera Sentana

I Made Pangkur

Desainer Cover

Antonius Karel Muktiwibowo

eJurnal Arsitektur Universitas Udayana Volume (6) Nomor (2) Edisi Juli 2018 iii

Penuntun Penulisan dan Pengiriman Naskah e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD

Tata tulis naskah:

1. Kategori naskah ilmiah merupakan hasil penelitian (laboratorium, lapangan, kepustakaan), ilmiah

populer (aplikasi, ulasan, opini), diskusi, skripsi, dan stugas akhir.

2. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (abstrak) diketik pada kertas ukuran A-4,

spasi tunggal, dengan batas atas 1,55 cm; bagian dalam 2,5 cm; bagian luar 1,5 cm; dan bawah 2,45

cm. Font yang digunakan adalah Arial 11pt.

3. Batas panjang naskah/artikel adalah 4 atau 6 halaman.

4. Judul harus singkat, jelas tidak lebih dari 10 kata, cetak tebal, huruf kapital, di tengah-tengah kertas.

Untuk diskusi, judul mengacu pada naskah yang dibahas (nama penulis naskah yang dibahas ditulis

sebagai referensi).

5. Nama penulis/pembahas ditulis lengkap tanpa gelar, di bawah judul, disertai institusi asal penulis dan

alamat email di bawah institusi.

6. Harus ada kata kunci (keyword) dari naskah yang bersangkutan minimal 2 kata kunci. Daftar kata kunci

(keyword) diletakkan setelah abstrak

7. Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris maksimum 200 kata, dicetak miring, font Arial 10pt,

spasi tunggal. Judul bab ditulis di tengah-tengah ketikan, cetak tebal huruf kapital

8. Gambar, grafik, tabel dan foto harus disajikan dengan jelas.

9. Definisi notasi dan satuan yang dipakai dalam rumus disatukan dalam daftar notasi. Daftar notasi

diletakkan sebelum daftar pustaka

10. Kepustakaan diketik 1 spasi. Jarak antar judul 2 spasi dan diurutkan menurut abjad. Penulisannya

harus jelas dan lengkap sesuai dengan: nama pengarang, tahun, judul, kota: penerbit. Judul dicetak

miring.

Keterangan umum:

1. Naskah yang dikirim sebanyak satu eksemplar dan menyerahkan soft copy dalam program pengolahan

kata MS Word atau format teks/ASCII.

2. Naskah belum pernah dipublikasikan oleh media cetak lain.

3. Redaksi berhak menolak atau mengedit naskah yang diterima. Naskah yang tidak memenuhi kriteria

yang ditetapkan akan dikembalikan. Naskah diskusi yang ditolak akan diteruskan kepada penulis

naskah untuk ditanggapi.

iv eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ISSN No. 9 772338 505107

Editorial

Ketika Dirjen Diki melansir suratnya No. 152/E/T/2012 yang berisikan Wajib Publikasi Ilmiah Bagi S1/S2/S3,

ide dasarnya dasarnya adalah untuk mendongkrak jumlah karya ilmiah perguruan tinggi yang dipublikasikan

secara luas dianggap sangat rendah. Kebijakan ini langsung mengguncang jagad perguruan tinggi di

Indonesia. Media yang digunakan untuk mewujudkan kebijakan tersebut adalah jurnal cetak dan e-jurnal.

Sosialisasi e-jurnal di Universitas Udayana telah dilakukan, namun dalam implementasinya bukan hal yang

mudah. Untuk mewujudkannya melibatkan banyak pihak, organisasi mulai dari jurusan hingga Universitas,

menempatkan orang-orang yang berkompeten (reviewer dan validator) dan badan pelaksanaannya. Selain

itu, dukungan kebijakan, sumber daya dan pengalokasiannya. Belum lagi mekanisme pemantauan,

evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya. Ditengah kompleksitas permasalahan ini, lahirlah jurnal

volume 6 nomor 2 dengan segala keterbatasannya. Sisi kualitas sebagai karya ilmiah, berkejaran dengan

batas waktu yang sangat terbatas mewarnai volume kelima ini. Ini menjadi masalah tersendiri,

menransformasi Tugas Akhir arsitektur yang didominasi gambar perancangan menjadi laporan dalam

format jurnal ilmiah, bukan hal mudah. Namun ini adalah pilihan satu-satunya dalam keadaan

keterbatasan waktu.

Diharapkan pada edisi mendatang, penyumbang artikel bukan hanya dari mahasiswa yang sedang tugas

akhir, tetapi seluruh mahasiswa arsitektur tanpa memandang semester. Sehingga diharapkan diperoleh

keberagaman naskah yang masuk sekaligus terdistribusinya jumlah artikel di setiap penerbitan. Dalam

kesempatan yang baik ini, dari dapur pelaksana e-jurnal Asitektur, mengucapkan terima kasih kepada

berbagai pihak yang telah membantu terwujudnya jurnal volume 6 nomor 2 ini.

Redaktur

eJurnal Arsitektur Universitas Udayana Volume (6) Nomor (2) Edisi Juli 2018 v

Daftar Isi

Halaman

eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ........................................................................................................ ii

Pengurus eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ...................................................................................... ii

Penuntun Penulisan dan Pengiriman Naskah e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD ......................................... iii

Editorial ............................................................................................................................................................ iv

Daftar Isi ............................................................................................................................................................ v

1. Rancangan Mountain Resort di Kabupaten Probolinggo. Pengaturan Massa Bangunan untuk Efisiensi Sirkulasi. (Ismaina Amalia Dwi Rina, Gusti Ayu Made Suartika, I Ketut Mudra) ...................................................................... 1-4

2. Fantasy Park di Kota Denpasar. Penerapan Panel Surya sebagai Sumber Daya Listrik Alternatif Taman Bermain. (Grahadintha Pramaeswara Nanta, Gusti Ayu Made Suartika, Anak Agung Gde Djaja Bharuna S) ........................ 5-8

3. Stadion Sepakbola Internasional di Denpasar. Penerapan Gaya Arsitektur Tradisional Bali pada Tampilan Bangunan Stadion. (Wayan Adi Nugraha, I Wayan Gomudha, Ida Bagus Gde Primayatna) ................................................................ 9-12

4. Perencanaan Business Cafe di Kuta Utara,Bali. Penerapan Elemen Arsitektur Tropis pada Tampilan Kafe. (Ida Bagus Gde Yoga Swara, I Gusti Ngurah Anom Rajendra, Ni Made Yudantini) ............................................ 13-16

5. Pusat Belajar Alquran di Denpasar. Penerapan Tema Harmony in Mecca-Madina Atmosphere pada Tampilan Bangunan. (Rafiqa Marsa Putri Djafarnantyo, Ngakan Putu Sueca, Widiastuti) .................................................................... 17-20

6. Taman Agrowisata dan Agroteknologi di Kintamani, Bangli. Keselarasan pada Fasad Bangunan. (I Wayan Adi Prayoga, I Made Adhika, Ciptadi Trimarianto) ................................................................................ 21-24

7. Pengembangan Daya Tarik Wisata Permandian Air Panas Belulang di Tabanan. Penerapan Konsep Arsitektur Tropis pada Penataan Bangunan. (I Gusti Kade Arum Guna Wibawa, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, I Ketut Mudra) ........................................... 25-28

8. Tempat Pengadopsian dan dan Penampungan Anjing Liar di Gianyar, Bali. Penerapan Tema traktifpada Perancangan. (Pande Made Brahmaputra, I Dewa Gede Agung Diasana Putra, I Wayan Yuda Manik) ................................... 29-32

9. Pusat Pelatihan Pertunjukan Seni Budaya di Singapadu, Gianyar-Bali. Pola Tata Massa Rancangan Edurekreatif. (Dewa Gde Putra Praditya, I Made Adhika, Anak Agung Gde Djaja Bharuna S) ................................................ 33-38

10. Fasilitas Olahraga Futsal di Kabupaten Gianyar. Penerapan Tema Sportif. (I Kadek Rudy Hendrawan, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, I Gusti Bagus Budjana) ......................................... 39-42

11. Penerapan Bangunan Pasraman di Kabupaten Buleleng, Bali. (I Gede Prayoga Adhi Tama, Widiastuti, Ni Made Swanendri) ............................................................................. 43-46

12. Penerapan Tema Neo Vernacular pada Tampilan Bangunan Tempat Pelatihan dan Produksi Kerajinan Furnitur Bambu di Bangli, Bali. (I Nengah Pastika, Anak Agung Ayu Oka Saraswati, I Gusti Ngurah Anom Rajendra) ........................................ 47-50

13. Aplikasi Tema Tropical Modern pada Perancangan Pusat Billiard di Denpasar, Bali. (Wayan Gede Wiswajaya, Syamsul Alam Paturusi, Ida Bagus Gde Primayatna) ................................................ 51-54

14. Pendidikan Vokasi Animasi di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Regionalisme pada Perancangan Bangunan. (Putu Deni Arie Khrisnantara, Putu Rumawan Salain, I Wayan Yuda Manik) ...................................................... 55-60

vi eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ISSN No. 9 772338 505107

15. Penerapan Langgam Post Modern pada Desain Rumah Musik di Kabupaten Badung, Bali. (Bramantya Winanda Putra, I Nyoman Widya Paramadhyaksa, I Wayan Wiryawan) .........................................61-64

16. Kaba-Kaba Green Resort di Tabanan, Bali. Penerapan Konsep Green pada Perancangan Tapak dan Bangunan. (I Gusti Putu Bagus Putrautama, Ciptadi Trimarianto, Anak Agung Gde Djaja Bharuna S) .................................65-68

17. Museum Keris di Kabupaten Gianyar, Bali. Penempatan Keris Menggunakan Jagrak dalam Vitrin. (Kadek Raka Saputra Agung Dewantara, I Wayan Kastawan, I Ketut Mudra) .....................................................69-72

18. Penerapan Tema Strength and Energic pada Tampilan Bangunan. Pusat Pelatihan Binaraga di Badung, Bali. (I Komang Agus Kerta Raharja, Ni Ketut Ayu Siwalatri, I Gusti Agung Bagus Suryada) ......................................73-76

19. Penerapan Konsep Keamanan Passive Infra Red dan Glass Break Vibration Sensor pada Rancangan Bangunan Museum Purba di Gianyar, Bali. (I Made Adhi Paramartha, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, I Ketut Mudra) ....................................................77-80

20. Sanggar Pelatihan dan Pertunjukan Tari Barong di Gianyar, Bali. Penerapan Tema Neo Vernacular pada Tampilan Bangunan. (I Wayan Hendi Aprianatha, Anak Agung Ayu Oka Saraswati, I Nyoman Surata) ...............................................81-84

21. Penerapan Konsep Scandinavian pada Interior Bangunan Cottage, Bali. (Made Rama Candra, Widiastuti, Ida Bagus Gde Primayatna) ............................................................................85-88

22. Baking Course Center di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Higienis pada Ruang Luar. (I Gusti Ayu Mita Andiyani, I Dewa Gede Agung Diasana Putra, I Wayan Wiryawan) ........................................89-92

23. Rancangan Fasilitas Therapeutic Pool pada Klinik Hydroptherapy di Denpasar, Bali. (I Made Cahya Devandra, I Gusti Ngurah Anom Rajendra, I Ketut Mudra) ..........................................................93-96

24. Industri Kerajinan Gambelan Bali di Gianyar. Langgam Hybrid Expresion pada Desain. (I Wayan Oka Winata, Tjok Oka Artha Ardana Sukawati, Antonius Karel Mukti Wibowo) .................................97-100

25. Pusat Pelatihan Tenis Lapangan di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Neo Vernacular pada Tampilan Bangunan. (Komang Pande Agastya Putra, Tri Anggraini Prajnawrdhi, I Gusti Bagus Budjana) ...................................... 101-104

26. Pasar Produk Industri Kreatif di Singapadu Tengah, Bali. Penerapan Tema Inovatif dan Kreatif pada Rancangan Bangunan. (Gede Mas Bhayu Artha Wijaya, I Nyoman Widya Paramadhyaksa, I Nyoman Susanta) ............................... 105-108

27. Implementasi Tema Regionalisme pada Rancangan Pusat Cendera Mata dan Kuliner Lokal di Teluk Dalam, Nias Selatan. (Doni Setiawan Zebua, I Nyoman Widya Paramadhyaksa, I Ketut Muliawan Salain) ..................................... 109-112

28. Sekolah Musik Modern di Badung, Bali. Elaborasi Genre Blues pada Tampilan Bangunan. (I Gusti Ngurah Agung Gita Aristanaya, Ni Ketut Agusintadewi, I Wayan Wiryawan) ..................................... 113-116

29. Standar Kenyamanan Tempat Duduk Bangunan Tribun pada Pusat Pelatihan Pembinaan Bola Voli di Badung, Bali. (I Made Radhia Pratista Putra, Ni Ketut Ayu Siwalatri, I Gusti Bagus Budjana) .............................................. 117-120

30. Penerapan Konsep Perancangan Ruang Dalam pada Fitness Centre di Badung, Bali. (I Gede Kristian Pradnyadinata, I Dewa Gede Agung Diasana Putra, I Gusti Agung Bagus Suryada) ........... 121-124

31. Studio Animasi di Kabupaten Badung, Bali. Penerapan Konsep Arsitektur Pop Art pada Ruang Dalam. (I Wayan Igung Asta Yudistihira, Anak Agung Ayu Oka Saraswati, I Wayan Yuda Manik) ............................. 125-128

32. Performing Arts Studio di Denpasar, Bali. Jenis-Jenis Performing Arts yang Diwadahi dan Studi Program Fungsional. (Yulia Reysa Esmeralda Karamoy, I Made Adhika, Ida Bagus Gde Primayatna) ............................................ 129-132

33. Co-Working and Meeting Space di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Neo-Vernakular pada Fasad Bangunan. (Panji Jawara Satriawan, I Made Suarya, I Wayan Wiryawan) ....................................................................... 133-136

34. Planetarium di Badung, Bali. Penerapan Tema Souls in The Universe pada Ruang Dalam dan Ruang Luar. (Friska Ayu Karina Dinata, Widiastuti, Ni Made Swanendri) ............................................................................ 137-140

eJurnal Arsitektur Universitas Udayana Volume (6) Nomor (2) Edisi Juli 2018 vii

35. Perancangan Museum Dokumen Audio dan Visual Bali Abad ke-20. Penerapan Tema Eklektisisme dalam Arsitektur. (Arya Triandana Putra, Ida Bagus Gde Wirawibawa, I Ketut Mudra) .............................................................. 141-144

36. Pusat Pelatihan Karate di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Neo Vernacular pada Rancangan Bangunan. (Made Gede Ivan Asdiana, Anak Agung Ayu Oka Saraswati, I Gusti Agung Bagus Suryada) ....................... 145-148

37. Creative Industries Exhibition Center di Badung, Bali. Dekonstruksi Arsitektur sebagai Tema Rancangan Bangunan. (Arfiel Zaqta Surya, I Made Suarya, Ida Bagus Ngurah Bupala) ..................................................................... 149-152

38. Studio Profesional Fotografi dan Videografi di Ubud, Bali. Penerapan Tema Art of Light pada Ruang Dalam. (Ida Bagus Dharma Tanaya, Ciptadi Trimarianto, I Wayan Yuda Manik) ........................................................ 153-156

39. Penerapan Tema Neo-Vernacular dalam Perancangan Cafe Custom Bike di Badung, Bali. (I Ketut Agung Arimbawa, Syamsul Alam Paturusi, Ida Bagus Ngurah Bupala) ............................................. 157-160

40. Penerapan Tema Switch-In dalam Perancangan Sentra Wisata Oleh-Oleh Khas Bali di Gianyar, Bali. (Putu Surya Kinara Karang, I Wayan Gomudha, I Ketut Muliawan Salain) ..................................................... 161-164

41. Penerapan Tema Neo-Vernacular pada Fasad dan Interior Perancangan Pusat Pameran Kain Tenun Cag-Cag di Jembrana, Bali. (Silva Alma Ananda, Putu Rumawan Salain, I Made Suarya) ......................................................................... 165-168

42. Pusat Wisata Kuliner di Badung, Bali. Aplikasi Material Alami dalam Konteks Arsitektur Hijau. (Ni Made Mas Gina Larasati Dewi, Ni Ketut Agusintadewi, I Gusti Bagus Budjana) ....................................... 169-172

43. Redesain Kantor Balai Taman Nasional Bali Barat, Bali. Penanganan Bangunan Kantor Utama dan Information Centre. (Kadek Indra Satria Ariada, I Wayan Kastawan, I Nyoman Surata) ................................................................ 173-178

44. Mini Soccer Arena di Denpasar, Bali. Penerapan Konsep Tri Angga terhadap Letak dan Bentuk Bangunan. (Angga Setiawan, Tri Anggraini Prajnawrdhi, Ni Made Swanendri) ................................................................ 179-184

45. Penerapan Tema Living Creative Life pada Ruang Dalam dan Ruang Luar. Pusat Industri Kreatif Anak Muda di Denpasar, Bali. (Luh Shinta Manik Mas, Gusti Ayu Made Suartika, I Nyoman Surata) ............................................................ 185-188

46. Gedung Pertunjukan Seni Kontemporer di Lovina-Singaraja, Bali. Penerapan Jenis Panggung Arena pada Gedung Pertunjukan. (I Made Sikha Dwi Partama, Syamsul Alam Paturusi, I Nyoman Surata) ........................................................ 189-192

47. Taman Lalu Lintas di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Belajar Sambil Bermain pada Ruang Dalam dan Ruang Luar. (Christe Pratama Putra, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, Anak Agung Gde Djaja Bharuna S) ....................... 193-196

viii eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ISSN No. 9 772338 505107

I Gede Prayoga Adhi Tama (1304205108)1), Widiastuti

2), dan Ni Made Swanendri

3)Pasraman di Kabupaten Buleleng,

Bali 43

PERANCANGAN BANGUNAN PASRAMAN DI KABUPATEN BULELENG, BALI

I Gede Prayoga Adhi Tama1), Widiastuti

2), dan Ni Made Swanendri

3)

1)Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

[email protected] 2)Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

[email protected] 3)Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

[email protected]

ABSTRACT

Design of Pasraman facilities is an initiative to accommodate non-formal education for children who have dropped out

from the age of 13-19 years in Buleleng and surrounding areas. It is expected that pasraman can still develop in modern

times without abandoning the traditional elements in it which specially educate the younger generation, both formally and

nonformally, also introducing the culture that will be obtained in Pasraman education. This Pasraman will be established

in Buleleng Regency, precisely on Jalan Raya Sangket, Sukasada district. Therefore, on the application of building de-

sign will apply the concepts and values of Tradiosional Balinese Architecture which combined by post-modern fasades

and materials without leaving the tradisional elements. The facilities in this Pasraman consist of classrooms, training

rooms, dormitories, yoga venues, and other facilities. The theme of this Pasraman is Neo Vernacular, which aims to

create a tradisional atmosphere and still have a modern atmosphere that adapts to technology nowadays. Besides, this

Pasraman is also expected to support educational activities by growing awareness of the importance of preserving the

tradisional culture so it still exists.

Keywords: Design, Building, Pasraman, Neo Vernacular, Buleleng

ABSTRAK

Rancangan fasilitas pasraman merupakan sebuah inisiatif untuk mewadahi pendidikan nonformal untuk

anak-anak yang putus sekolah dari umur 13-19 tahun di daerah Buleleng dan sekitarnya. Hal ini diharapkan

agar pasraman bisa tetap berkembang dijaman modern tanpa meninggalkan unsur-unsur tradisional di

dalamnya yang khusus mendidik generasi muda, baik secara formal maupun secara nonformal, serta

mengajarkan dan memperkenalkan budaya yang nantinya didapatkan melalui pendidikan pasraman.

Pasraman ini akan didirikan di Kabupaten Buleleng, tepatnya di Jalan Raya Sangket, Kecamatan Sukasada.

Keberadaan pasraman ini diharapkan dapat menunjang kegiatan pendidikan yang dapat menumbuhkan

pkesadaran akan pentingnya menjaga budaya tradisional agar tetap lestari. Untuk itu, dalam bangunan

pasraman diharapkan dapat tercipta suasana tradisional dan tetap memiliki nuansa modern yang

menyesuaikan dengan teknologi masa kini. Mengacu pada aktivitas yang diwadahi, fasilitas yang terdapat di

pasraman ini terdiri dari ruang kelas, ruang pelatihan, asrama, tempat yoga serta fasilitas terkait lainnya.

Pada rancangan bangunannya dipilih tema Neo Vernakular serta diterapkan konsep-konsep dan nilai

arsitektur tradisional Bali yang dipadukan dengan material atau fasad yang dibuat modern tanpa

meninggalkan unsur tradisional.

Kata Kunci: Prancangan, Bangunan, Pasraman, Neo Vernakular, Buleleng

PENDAHULUAN

Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan nonformal merupakan jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan ber-jenjang.

Keberadaan pasraman sebagai lembaga pendidikan Hindu memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan agama Hindu. Pasraman merupakan sarana pendidikan formal dan nonformal. Pasraman bisa dikembangkan menjadi sekolah alternatif dalam bidang pendidikan yang mendukung pendidikan selain pendidikan formal. Selain untuk melestarikan pasraman yang sudah mulai berkurang, dalam pendidikan pasraman yang banyak mengajarkan tentang budaya dan agama yang secara

44 e-Jurnal Arsitektur Universitas Udayana-Volume (6) Nomor (2) Edisi Juli 2018-ISSN No. 9 772338 505107

tidak langsung dapat dilestarikan karena pembelajaran pasraman yang lebih mengkhusus pada budaya dan agama. Pasraman ini diharapkan dapat bermanfaat dalam pendidikan nonformal yang berbasis Hindu. Dari uraian diatas, penulis ingin merancang sebuah fasilitas pasraman untuk sarana pendidikan nonformal khu-sus anak putus sekolah dan dapat melestarikan pasraman sebagai sekolah Hindu.

PENERAPAN TEMA

Penentuan tema perancangan pasraman bedasrkan pada fungsi dari pasraman tersebut. Fungsi dari rancangan yang dibuat adalah sebagai sarana pendidikan nonformal yang memberikan pembelajaran dan pelatihan yang lebih cenderung kepada budaya dan agama Hindu. Dari fungsi rancangan pasraman tersebut yaitu sebagai tempat pendidikan yang memberikan pembelajaran dan pelatihan mengenai pendidikan karak-ter, budaya dan agama Hindu. Tema yang digunakan atau dianggkat adalah Neo Vernakular. Menurut Leon Krier (1971) menyebutkan bahwa arsitektur Neo Vernakular, tidak hanya menerapkan elemen-elemen fisik yang diterapkan dalam bentuk tapi juga elemen non fisik seperti budaya, pola pikir, kepercayaan, tata letak, religi dan lain-lain. Dengan demikian, pada bangunan Pasraman di Kabupaten Buleleng ini akan menggunakan tema arsitektur Neo Vernakular yang menerapkan penggabungan arsitektur yang baru dengan penerapan potensi arsitektur lokal yang menerapkan elemen dan unsur budaya lokal yang dimana penggabungan antara elemen dan unsur budaya lokal pada wujud fisik.

Prinsip-prinsip dari tema Neo Vernakular seperti: dapat mencerminkan lingkungkan seperti fisik termasuk topografi dan iklim, bentuk-bentuk menerapkan unsur budaya, menerapkan selain bentuk yaitu elemen non fisik seperti budaya, pola pikir, tata letak, dan religi.

SPESIFIKASI RANCANGAN

Fungsi

Fungsi dari tempat Pasraman di Kabupaten Buleleng adalah sebagai wadah atau tempat pendidikan non-formal yang memberikan pembelajara, pelatihan, dan membentuk karakter untuk anak usia (1319 tahun) khususnya untuk anak putus sekolah.

Lokasi Tapak

Lokasi tapak berada di Jalan Raya Sangket, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Luasan tapak yaitu 4.480m. Situasi tapak cenderung dikelilingi oleh area persawahan dan pemukiman. Akses untuk menuju tapak terdapat satu jalan utama yang memiliki dimensi 6m.

Gambar 1. Peta Lokasi Pasraman di Buleleng Sumber: Prayoga Adhi Tama, 2018:100

Fasilitas

Terdapat pendekatan fasilitas yang dipergunakan oleh Pasraman di Kabupaten Buleleng yang dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu (1) Fasilitas Utama, yaitu penyediaan fasilitas untuk para peserta didik atau siswa dan siswi berupa area ruang kelas dan asrama. (2) Fasilitas Penunjang, meliputi penyediaan ruang yoga, aula dan taman untuk berkebun. (3) Fungsi pelengkap, meliputi penyediaan ruang yang berfungsi sebagai fungsi servis.

Sawah

Pemukiman

Pemukiman

I Gede Prayoga Adhi Tama (1304205108)1), Widiastuti

2), dan Ni Made Swanendri

3)Pasraman di Kabupaten Buleleng,

Bali 45

PENERAPAN PRINSIP TEMA PADA RANCANGAN BANGUNAN

Penerepan prinsip tema dan langgam Neo Vernakular pada rancangan bangunan akan menimbulkan kesan yang menarik dikarenakan tema Neo Vernakular merupakan tema yang menggabungkan dua unsur antara modern dan budaya setempat (lokal genius).

Penerapan Tata Letak dengan Budaya Lokal (Lokal Genius)

Secara penataan dari Pasraman di Kabupaten Buleleng yaitu memadukan konsep budaya lokal dengan fungsi dari bangunan pasraman itu sendiri. Pembagian pada pasraman dibagi penataannya dengan menggunakan konsep Tri Mandala, yaitu Utama Mandala digunakan sebagai area penerimaan tamu dan ar-ea lobby, Madya Mandala digunakan sebagai area pengelola, area pelatihan dan asrama, dan Nista Manda-la digunakan untuk area penunjang. Pada pasraman di Kabupaten Buleleng ini orientasinya menggunakan konsep Arsitektur Bali yaitu pola natah yang dimana natah sebagai titik pusatnya. Khusus di kabupaten Buleleng karena letak geografisnya yang berada di daerah Utara Bali sehingga arah utaranya (berorientasi menghadap ke gunung) sehingga berbeda dari kabupaten-kabupaten yang lainnya. Pada dasarnya untuk memudahkan aktifitas yang terdapat pada pasraman di Kabupaten Buleleng ini pola massa yang sesuai dengaan fungsi bangunan adalah pola massa menyebar.

Gambar 2.Penerapan Konsep Tri Mandala pada Layout Plan Pasraman di Kabupaten Buleleng Sumber: Prayoga Adhi Tama, 2018: Lampiran

Penerapan Bentuk-Bentuk Dengan Unsur Budaya pada Bangunan

Secara penerapan tema atau langgam Neo Vernakular pada bangunan pasraman di Kabupaten Buleleng menggunakan konsep Tri Angga.Tri Angga merupakan penerapan tiga bagian bentuk yang dianalogikan kepada bangunan. Utama Angga sebagai kepala dari bangunan yang dalam hal ini menggunakan bentuk li-masan yang menimbulkan kesan bangunan tropis dan tradisional yang disimbolkan sebagai bagian kepala (Utama Angga) dengan penutup atapnya menggunakan genteng sebagai bahannya. Madya Angga sebagai badan bangunan menggunakan bata sebagai dinding dasar yang disimbolkan sebagai badan (Madya Ang-ga) dan Nista Angga atau bebataran sebagai bagian bawah dari bangunan menggunakan batu dari alam yang disimbolkan sebagai kaki (Nista Angga). Semua unsur dari Tri Angga terdapat atau digunakan di ma sing-masing bangunan yang ada di pasraman di Kabupaten Buleleng. Selain itu bangunan juga men cerminkan lingkungan sekitarnya seperti penggunaan atap limasan dan overstek yang lebar yang menc-erminkan bangunan tropis.

Nista Mandala

Madya Mandala

Utama Mandala

46 e-Jurnal Arsitektur Universitas Udayana-Volume (6) Nomor (2) Edisi Juli 2018-ISSN No. 9 772338 505107

Gambar 3. Penerapan Tampak Depan Pasraman di Kabupaten Buleleng Sumber: Prayoga Adhi Tama, 2018: Lampiran

Secara konsep tampilan Pasraman di Kabupaten Buleleng menggabungkan antara unsur-unsur khas Bali yang dikombinasikan dan ditransformasikan dengan bentuk yang lebih baru, sederhana dan modern. Bentuk yang digunakan dapat mencerminkan unsur budaya lokal yaitu Arsitektur Tradisional Bali. Penggunaan ba-han-bahan alami seperti kayu, anyaman, dan semen poles. Perpaduan antara bentuk dan bahan akan dapat mencerminkan antara dua elemen unsur antara tradisional dan modern, yang dapat dilihat dari bentuk yang masih menggunakan khas budaya lokal dengan bahan material yang modern.

Gambar 4. Penerapan Bentuk Dan Bahan Pada Tampilan Eksterior Pasraman Di Kabupaten Buleleng

Sumber: Prayoga Adhi Tama, 2018: Lampiran

SIMPULAN DAN SARAN

Dari hasil pemaran diatas, dapat disimpulkan bahwa Pasraman di Kabupaten Buleleng merupakan tempat pendidikan nonformal yang memiliki fasilitas-fasilitas untuk memberikan pendidikan, pembelajaran dan pelatihan khususnya bagi anak yang putus sekolah. Nantinya diharapkan dengan perancangan Pasraman di Kabupaten Buleleng dapat melestarikan unsur-unsur budaya lokal khususnya Arsitektur Bali dari penerapan perancangan dengan tema Neo Vernakular yang dimana penerapan tema ini dapat tetap menjaga nilai lokal (lokal genius) dan tetap bisa memadukan antara unsur lokal dan modern. Sehingga kedepannya nilai lokal akan tetap berkembangkan seiring dengan perkembangan jaman khususnya dalam bidang arsitektur.

DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Pendidikan. 2003. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Krier, Leon.1992. Architecture and Urban Design 1967-1992. London: Academy Edition. Prayoga Adhi Tama, I Gede. 2017. Pasraman di Kabupaten Buleleng. Tugas Akhir Prodi Arsitektur Universi-tas Udayana. Denpasar.

UTAMA ANGGA

MADYA ANGGA

NISTA ANGGA

Detail Oranamen

Perbapaduan bentuk yang masih sederhana dengan bahan semen poles yang modern.

Penggunaan ornament dan bata merah mempertegas nilai tradisional

Bangunan aula

00a-Cover e-Jurnal Arsitektur UNUD Volume 6 Nomor 2 Edisi Juli 2018.pdf (p.1)00b-Pengurus dan Halaman Pendahuluan e-Jurnal Arsitektur UNUD.pdf (p.2-9)11 1304205108-I Gede Prayoga Adhi Tama.pdf (p.10-13)