EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA Publikasi Restiana Widya Rukmana...  evaluasi rasionalitas

  • View
    234

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA Publikasi Restiana Widya Rukmana...  evaluasi...

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN

SEPSIS DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD DR. MOEWARDI

SURAKARTA TAHUN 2016-2017

PUBLIKASI ILMIAH

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada

Jurusan Farmasi Fakultas Farmasi

Oleh:

RESTIANA WIDYA RUKMANA

K 100 140 030

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2018

i

ii

HALAMAN PENGESAHAN

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN

SEPSIS DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD DR. MOEWARDI

SURAKARTA TAHUN 2016-2017

OLEH

RESTIANA WIDYA RUKMANA

K 100 140 030

Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji

Fakultas Farmasi

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Pada hari Sabtu, 21 Juli 2018

dan dinyatakan telah memenuhi syarat

Dewan Penguji:

1.Tri Yulianti, M.Si., Apt. (....)

(Ketua Dewan Penguji)

2. Hidayah K., M.Sc., Apt ()

(Anggota I Dewan Penguji)

3. Ambar Yunita N., M.Sc., Apt. (.)

(Anggota II Dewan Penguji)

Dekan,

Aziz Saifudin, PhD.,Apt

NIK. 956

iii

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam publikasi ilmiah ini tidak terdapat karya yang

pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang

pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan orang

lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Apabila kelak terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya di atas, maka akan saya

pertanggungjawabkan sepenuhnya.

.

Surakarta, 26 Juni 2018

Penulis

RESTIANA WIDYA RUKMANA

K 100140030

1

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN SEPSIS

DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD DR. MOEWARDI

SURAKARTA TAHUN 2016-2017

Abstrak

Sepsis merupakan salah satu penyebab utama pasien masuk Intensive Care Unit (ICU) dan

merupakan penyebab mortalitas terbanyak di ruang ICU. Terapi dengan menggunakan

antibiotik adalah salah satu faktor penunjang keberhasilan pada pengobatan sepsis.

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas antibiotik pada pasien sepsis

sesuai dengan parameter tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, dan tepat dosis di ruang

ICU RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2016-2017. Jenis penelitian ini adalah

penelitian observasional (non-experimental) dengan pengambilan data secara retrospektif

dan analisis deskriptif dengan metode purposive sampling. Kriteria inklusi yaitu pasien

rawat inap di ruang ICU yang terdiagnosa sepsis dan mendapat terapi antibiotik dengan

atau tanpa penyakit penyerta, tidak terindikasi infeksi lain, serta data rekam medik yang

lengkap. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan pedoman Panduan Praktik Klinis

SMF Ilmu Penyakit dalam RSUD Dr. Moewardi Surakarta (PPK), 2013, IDSA

(Infectious Diseases Society Of America) Septic and Septic Shock, 2013, dan DIH (Drug

Informatio Handbook), 2009. Kategori pasien sepsis yang dimaksudkan meliputi sepsis,

sepsis berat dan syok sepsis. Hasil analisis ketepatan penggunaan antibiotik sebanyak 46

pasien, yaitu 46 kasus (100%) tepat indikasi, 46 kasus (100 %) tepat pasien, 13 kasus (

28,3 %) tepat obat, 13 kasus (28,3 %) tepat dosis dan 13 kasus (28,3 %) sudah rasional

sesuai dengan parameter.

Kata Kunci: Sepsis, Antibiotik, ICU, Evaluasi Rasionalitas

Abstract

Sepsis is one of the main causes of patients entering Intensive Care Unit (ICU) and is the

cause of mortality in ICU space. Therapy with antibiotics is one of the supporting factors

for success in the treatment of sepsis. This study was aimed to evaluate the rationality of

antibiotics in septic patients in accordance with the parameters of precise indication,

precise drug, appropriate patient, and appropiate dose in the ICU of Dr. RSUD RSUD.

Moewardi Surakarta in 2016-2017. This type of this research is observational (non-

experimental) research with retrospective data collection and descriptive analysis with

purposive sampling method. Inclusion criteria were inpatients in the ICU who were

diagnosed with sepsis and received antibiotic therapy with or without comorbidities, not

indicated by other infections, as well as complete medical record data. Data were

analyzed descriptively based on guidance of Clinical Practice Guidance of SMF Disease

Science in RSUD Dr. Moewardi Surakarta (PPK), 2013, IDSA (Infectious Diseases

Society of America) Septic and Septic Shock, 2013, and DIH (Drug Informatio

Handbook), 2009. The intended categories of septic patients include sepsis, severe sepsis

and septic shock. The results showed the analysis of the accuracy of antibiotic use were

46 patients, namely 46 cases (100%) appropriate indications, 46 cases (100%)

appropriate patients, 13 cases (28.3%) appropriate drugs, 13 cases (28,3 %) appropriate

doses and 13 cases (28.3%) have been rational accordance to the parameters.

Keywords: Septic, Antibiotics, ICU, Evaluation of rationality

2

1. PENDAHULUAN

Sepsis adalah suatu keadaan inflamasi sistemik pada tubuh karena respon hiperinflamasi yang

merupakan bentuk respon terhadap invasi patogen (Yao et al., 2014). Kejadian sepsis banyak

ditemukan pada pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) dengan variabilitas outcome yang

tinggi (Angus et al., 2013). Progesi penyakit sepsis menjadi sepsis berat dan berlanjut menjadi syok

sepsis yang disertai menurunnya imunitas dapat mengakibatkan terjadinya kematian (Yao et al.,

2014). Sebanyak 10% pasien yang dirawat di ICU merupakan pasien sepsis dan terdapat 750.000

pasien sepsis yang dirawat di rumah sakit per tahun dengan angka kematian >200.000 pasien per

tahun. Tingkat mortalitas sepsis berat berkisar antara 15%-40% dan tingkat mortalitas karena syok

septik berkisar antara 20%-72% (Angus et al., 2013).

Tingginya angka mortalitas baik karena sepsis, sepsis berat, maupun syok sepsis menyebabkan

diperlukannya identifikasi awal serta terapi yang tepat dan segera untuk mencegah semakin

buruknya keadaan pasien (Keegan and Wira, 2014). Surviving Sepsis Campaign (SSC)

merekomendasikan pemberian antibiotik segera saat satu jam pertama setelah terdiagnosa sepsis

berat dan syok septik (Dellinger et al., 2013). Hal ini dikarenakan keterlambatan dalam pemberian

antibiotik berkorelasi dengan kematian, setiap jam penundaan dikaitkan dengan kenaikan mortalitas

sebesar 6 % (Soong and Soni, 2012).

Antibiotik merupakan salah satu terapi yang terbukti dapat menurunkan angka kematian pada

syok septik dan harus diberikan segera setelah sepsis terdiagnosa (Ferrer et al., 2014). Evaluasi

rasionalitas penggunaan antibiotika pada pasien sepsis di ICU Rumah Sakit Daerah Serang Banten

menemukan bahwa hanya 6,9 % menggunakan antibiotik secara tepat, sedangkan sebanyak 93,1 %

penggunaan antibiotika tidak tepat. Ketidaktepatan tersebut meliputi penggunaan antibiotika terlalu

lama (3,4%), penggunaan antibiotika terlalu singkat (10,4%), dan penggunaan antibiotika sesuai

tetapi tidak tepat jenisnya karena ada pilihan antibiotika lain yang efektif (65,5%) (Gushka, 2015).

Melihat dari data angka prevalensi kematian akibat sepsis yang terus meningkat dan adanya

ketidaktepatan penggunaan antibiotik di ICU maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut di

berbagai rumah sakit baik itu rumah sakit negeri maupun swasta di Indonesia. Pengambilan sampel

dilakukan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dengan melakukan evaluasi rasionalitas antibiotik pada

pasien sepsis untuk menganalisis apakah pemberian antibiotik pada pasien sepsis sudah sesuai

dengan parameter tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, dan tepat dosis.

3

2. METODE

2.1 Jenis dan Rancangan Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional (non-experimental) dengan pengambilan data

secara retrospektif dan analisis deskriptif dengan pengambilan data dengan teknik purposive

sampling untuk pasien yang didiagnosa sepsis di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 20162017

berdasarkan parameter tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis.

2.2 Definisi Operasional Penelitian

Batasan dari definisi operasional penelitian diantaranya:

a. Kategori sepsis pada penelitian ini meliputi sepsis, sepsis berat dan syok sepsis yang di rawat di

ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2016-2017.

b. Evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien sepsis yaitu evaluasi yang meliputi tepat

indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis menggunakan beberapa pedoman diantaranya

Panduan Praktik Klinis SMF Ilmu Penyakit dalam RSUD Dr. Moewardi Surakarta (PPK), 2013,

IDSA (Infectious Diseases Society Of America) Septic and Septic Shock, 2013 dan DIH (Drug

Inf