Etika Profesi Hakim di Indonesia

  • View
    216

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Etika Profesi Hakim di Indonesia

  • 8/16/2019 Etika Profesi Hakim di Indonesia

    1/26

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk 

    menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan

    Pancasila, demi terselenggaranya Negara Hukum Republik Indonesia. Pernyataan

    tersebut merupakan pengertian kekuasaan kehakiman yang tercantum pula dalam

    Pasal 1 Undang-Undang Nomor  !ahun "## tentang Kekuasaan Kehakiman.

    $ebagai konsekuensi dari sistem pembagian kekuasaan yang diterapkan di negara

    ini, %ungsi kekuasaan kehakiman atau yudikati% dipegang oleh lembaga- lembaga

    yang telah ditentukan oleh Undang-Undang &asar Negara Republik Indonesia

    !ahun 1'( )UU& 1'(*. +ab I UU& 1'( menyebutkan tiga lembaga negara

    yang termasuk dalam lingkup kekuasaan kehakiman, yaitu ahkamah gung

    )*, ahkamah Konstitusi )K*, dan Komisi /udisial )K/*. Namun, menurut

    Pasal " ayat )"*, hanya  )dan badan peradilan di ba0ahnya* dan K yang

    merupakan penyelenggara kekuasaan kehakiman, sedangkan K/ tidak memiliki

    ke0enangan tersebut sehingga badan ini sering disebut sebagai lembaga ekstra-

    yudisial. Pengadilan, sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman, adalah salah satu

    unsur penting dalam sebuah negara yang berdasarkan hukum )rechtsstaat*. Hanya

     pengadilan yang memenuhi kriteria mandiri )independen*, netral )tidak berpihak*,

    dan kompeten yang dapat menamin pemenuhan hak asasi manusia. 2leh karena

    itu, posisi hakim sebagai aktor utama lembaga peradilan menadi amat 3ital,

    terlebih lagi mengingat segala ke0enangan yang dimilikinya. elalui putusannya,

    hakim dapat mengubah, mengalihkan, atau bahkan mencabut hak dan kebebasan

    0arga negara, dan semua itu dilakukan dalam rangka menegakkan hukum dan

    keadilan. +esarnya ke0enangan dan tingginya tanggung a0ab hakim ditunukkan

    melalui putusan pengadilan yang selalu diucapkan dengan irah-irah 4&emi

    Keadilan +erdasarkan Ketuhanan /ang aha 5sa4. Hal ini menegaskan bah0a

    ke0aiban menegakkan keadilan tidak hanya dipertanggunga0abkan kepada

    sesama manusia, tetapi uga kepada !uhan /ang aha 5sa.

    1

  • 8/16/2019 Etika Profesi Hakim di Indonesia

    2/26

    Kode 5tik Pro%esi Hakim Indonesia pertama kali disusun oleh Ikatan Hakim

    Indonesia )IKHI* pada Kongres III IKHI tanggal (-6 pril 1'7( .8"9  $eiring

     beralannya 0aktu, perkembangan berbagai hal seputar IKHI sebagai 0adah

     pro%esi hakim dan Kode 5tik Pro%esi Hakim Indonesia terus berlangsung. &an

    yang paling terkini adalah ketika  menerbitkan Pedoman Perilaku Hakim

     bersamaan dengan disosialisasikannya Pedoman 5tika Perilaku Hakim yang

    disusun K/, sehingga peristi0a ini menadi bagian dari ketidaksepahaman antara

     dan K/.

    Penegakan supremasi hukum yang menadi salah satu amanat re%ormasi hingga

    saat ini sedang dalam proses sebagaimana yang diharapkan oleh semua pihak. Hal

    ini teradi mengingat dalam kurun 0aktu tiga puluh tahun terakhir akibat sistem

    kekuasaan yang represi% telah mengakibatkan 0aah hukum dan praktek peradilan

    kita menadi tidak sehat. !entu ini menadi tugas berat bagi aaran kekuasaan

    kehakiman untuk membangun kembali citra peradilan menadi ber0iba0a dan

    dihormati masyarakat. !erlepas dari kekurangan yang ada, teradinya kekurang-

     percayaan publik terhadap lembaga peradilan tercermin dari banyaknya kritik dan

     berbagai bentuk ketidakpuasan masyarakat. !entu yang menadi sorotan terkait

    dengan masalah penegakan hukum ini salah satunya adalah aparat peradilan

    terutama hakim. Kompetensi hakim sebagai 0akil !uhan di bumi mulai diragukan

    kredibilitasnya. Kualitas seorang hakim dalam memutus suatu perkara memiliki

     pengaruh yang dominan dalam tegaknya supremasi hukum dan untuk 

    me0uudkan 0iba0a pengadilan di Indonesia disamping dukungan dari aparat

     penegak hukum yang lain. Hakim sebagai %igure sentral dalam proses peradilan

    senantiasa dituntut untuk mengasah kepekaan nurani, memelihara kecerdasan

    moral dan meningkatkan pro%esionalisme dalam menegakkan hukum dan

    keadilan bagi masyarakat banyak. Pedoman mengenai perilaku hakim telah

    tertuang dalam Kode 5tik Pro%esi Hakim. Pedoman !ingkah :aku )Code of 

    Conduct * Hakim ialah penabaran dari kode etik pro%esi hakim yang menadi

     pedoman bagi hakim Indonesia, baik dalam menalankan tugas pro%esinya untuk 

    me0uudkan keadilan dan kebenaran maupun dalam pergaulan sebagai anggota

    masyarakat yang harus dapat memberikan contoh dan suri tauladan dalam

    2

  • 8/16/2019 Etika Profesi Hakim di Indonesia

    3/26

    kepatuhan dan ketaatan kepada hukum. &engan berpegang teguh terhadap Kode

    5tik Pro%esi Hakim tersebut, diharapkan nantinya hakim dapat mengangkat citra

    dan 0iba0anya dan perilaku dalam memberikan keadilan dan kepastian serta

     perlindungan hukum yang dibutuhkan, sehingga masyarakat dapat menyandarkan

    harapan yang sangat besar kepada hakim yang benar-benar memiliki integritas

    dan pro%esionalisme karena tindakan dan tingkah lakunya menunukkan

    ketidakberpihakan, memiliki integritas moral, serta pada kemampuannya

    memberikan putusan yang baik. Putusan Pengadilan yang adil menadi puncak 

    keari%an bagi penyelesaian pemasalahan hukum yang teradi dalam kehidupan

     bernegara. $ehingga dengan adanya putusan pengadilan yang adil, maka akan

    mengangkat 0iba0a suatu pengadilan. &ibuatnya suatu peraturan tentang adanya

     penghargaan (reward * kepada hakim yang berkelakuan baik dan hukuman

    ) penalty* khusus kepada hakim yang ;nakal< atau kurang berkompeten dirasa perlu

    untuk mendorong dipatuhinya kode etik hakim mengingat selama ini hanya ada

    suatu pengaturan bagi hakim yang terbukti menerima suap itu pun dengan

    Undang-Undang !indak Pidana Korupsi, sehingga sepertinya tidak ada dorongan

     bagi para hakim untuk berlomba-lomba untuk berperilaku baik atau menegakkan

    keadilan dengan mematuhi kode etik pro%esinya. =ara perekrutan hakim pun

    seharusnya dirombak karena selama ini cara perekrutan tersebut dirasa kurang

    e%ekti% dan kurang berhasil untuk menaring hakim-hakim yang berkualitas.

    +ahkan ustru banyak hakim-hakim yang ternyata merupakan ;titipan< dari

    keluarga atau kerabatnya yang uga merupakan hakim.

    +. Rumusan asalah

    1. pakah kode etik hakim sudah diterapkan oleh sebagian besar hakim di

    Indonesia de0asa ini>

    ". +agaimana analisis penegakkan kode etik hakim dalam membangun 0iba0a

     pengadilan saat ini>

    ?. +agaimanakah karakteristik, tanggung a0ab pro%esi dan tanggung a0ab moral

    hakim itu sendiri>

    3

  • 8/16/2019 Etika Profesi Hakim di Indonesia

    4/26

    BAB II

    ISI

    A. Definisi Profesi Hakim dan Kode Etik Hakim

    +ertens )1''(* menyatakan, kode etik pro%esi merupakan norma yang ditetapkan

    dan diterima oleh kelompok pro%esi, yang [email protected] petunuk kepada

    anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menamin mutu moral

     pro%esi itu di masyarakat. $ebagai sebuah pro%esi yang berkaitan dengan proses di

     pengadilan, de%inisi hakim tercantum dalam Undang-Undang Nomor A !ahun

    1'A1 tentang Hukum cara Pidana atau yang biasa disebut Kitab Undang-Undang

    Hukum cara Pidana )KUHP*. Pasal 1 angka A KUHP menyebutkan, hakim

    adalah peabat peradilan negara yang diberi 0e0enang oleh undang-undang untuk 

    mengadili. $edangkan mengadili diartikan sebagai serangkaian tindakan hakim

    untuk menerima, memeriksa, dan memutus perkara berdasarkan asas bebas, uur,

    dan tidak memihak di sidang pengadilan dalam hal dan menurut tata cara yang

    diatur dalam undang-undang.

    Hakim memiliki kedudukan dan peranan yang penting demi tegaknya negara

    hukum. 2leh karena itu, terdapat beberapa nilai yang dianut dan 0aib dihormati

    oleh penyandang pro%esi hakim dalam menalankan tugasnya. Nilai di sini

    diartikan sebagai si%at atau kualitas dari sesuatu yang berman%aat bagi kehidupan

    manusia, baik lahir maupun batin. +agi manusia, nilai diadikan landasan, alasan,

    atau moti3asi dalam bersikap dan bertingkah laku, baik disadari maupun tidak.

     Nilai-nilai itu adalah sebagai berikutB

    1. Pro%esi hakim adalah pro%esi yang merdeka guna menegakkan hukum dan

    keadilan berdasarkan Pancasila demi terselenggaranya negara hukum Republik 

    Indonesia. &i sini terkandung nilai kemerdekaan dan keadilan.

    ". $elanutnya, nilai keadilan uga tercermin dari ke0aiban hakim untuk 

    menyelenggarakan peradilan secara sederhana, cepat, dan biaya ringan, agar 

    keadilan tersebut dapat diangkau semua orang. &alam mengadili, hakim uga

    4

  • 8/16/2019 Etika Profesi Hakim di Indonesia

    5/26

    tidak boleh membeda-bedakan orang dan 0aib menghormati asas praduga tak 

     bersalah.

    Ke0aiban menegakkan keadilan ini tidak hanya dipertanggunga0abkan secara

    horiContal kepada sesama manusia, tetapi uga secara 3ertikal kepada !uhan /ang

    aha 5sa.

    ?. H