Diagnosis Banding Lbm 3

  • View
    223

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Diagnosis Banding Lbm 3

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    1/21

    Diagnosis Banding

    1. Gangguan Berbicara

    Perkembangan bahasa normal

    Pengertian antara berbicara ( speech) dan bahasa (language) sering kali

    membingungkan, tetapi keduanya memiliki perbedaan.

    Berbicara ( speech) adalah ekspresi verbal dari bahasa yang meliputi artikulasi sebagai

    sarananya sehingga terbentuk kata-kata yang dapat kita dengar.

    Bahasa (language) memiliki penertian yang lebih luas, meliputi seluruh sistem

     pengekspresian dan penerimaan informasi yang memiliki makna. Bahasa dapat dimengerti

    secara pasif dan aktif melalui komunikasi – verbal, non verbal, dan tertulis.

    Di baah !" bulan

    Penting pada anak-anak usia ini untuk diobservasi baha mereka menggunakan bahasa

    untuk berkomunikasi dengan lingkungan mereka. #ertaa dan mengoceh adalah fase

    aal dari perkembangan berbicara. $eiring dengan pertambahan usia bayi (sekitar usia %

     bulan), mereka mulai merangkai suara-suara, menggabungkan kata-kata dengan nada yang

     berbeda, dan mengucapka kata-kata seperti &mama' dan &dada' (tanpa mengetahui makna

    dari kata-kata tersebut). $ebelum usia !" bulan, anak-anak seharusnya sudah peka

    terhadap suara. Bayi yang pandangannya fokus sekali tetapi tidak bereaksi terhadap suara

    mungkun memiliki gangguan pada pendengarannya.

    !" sampai ! bulan

    nak pada usia ini pada normalnya harus mengoceh lebih banyak lagi dan sedikitnya

    mengeluarkan satu atau lebih kata yang bermakna (tidak termasuk &mama' dan &dada').

    *ata benda biasanya muncul lebih aal seperti &baby' dan &ball'. nak seharusnya +uga

    mampu untuk memahami dan menuruti satu perintah (contoh, &tolong ambilkanmainanmu.').

    ! sampai " bulan

    nak sudah memiliki sekitar " perbendaharaan kata pada usia ! bulan dan atau lebih

    kata-kata yang belum sempurna saat usia mereka mencapai " tahun. *etika usia " tahun,

    anak-anak sudah bela+ar untuk mengombinasikan dua kata, seperti &adik nangis' atau

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    2/21

    &ayah besar.' $eorang anak yang berusia " tahun harus sudah mampu untuk melaksanakan

    dua buah perintah (seperti /tolong ambilkan mainanmu dan ambil gelasmu' ).

    " sampai 0 tahun

    Pada usia ini anak akan mengalami perkembangan bahasa yang pesat dan perbendaharaan

    kata yang amat meningkat. 1ereka sudah bisa menggabungkan tiga atau lebih kata-kata

    men+adi satu kalimat. *emampuan anak dalam memahami bahasa +uga meningkat pada

    usia 0 tahun. 1ereka mulai memahami apa maksud dari &taruh di me+a itu' atau &taruh itu

    di baah tempat tidur.' nak +uga sudah harus mulai bisa menyebutkan arna dan

    memahami konsep deskriptif (contonya membedakan besar dan kecil).

    Prevalensi

    2angguan bicara merupakan salah satu masalah yang sering terdapat pada anak-anak .

    1enurut 345$, berdasarkan atas laporan orang tua (di luar gangguan pendengaran serta

    celah pada palatum), maka angka ke+adiannya adalah ,% 6 pada anak di baah umur

    tahun dan !,% 6 pada anak yang berumur -! tahun. Dari hasil evaluasi langsung

    terhadap anak usia sekolah, angka ke+adiannya 0, kali lebih tinggi dari yang berdasarkan

    hasil aancara. Berdasarkan hal ini, diperkirakan gangguan bicara dan bahasa pada anak 

    adalah sekitar - 6.

    Di $, rasio prevalensi untuk keterlambatan bicara dan bahasa telah dilaporkan dalam

     batasan yang luas. Penelitian terbaru 4ochrane melaporkan prevalensi untuk 

    keterlambatan bicara, keterlambatan bahasa, dan kombinasi keduanya pada umur pra

    sekolah dan anak umur sekolah. 7ntuk anak umur pra sekolah, " sampai , tahun, studi

    yang mengevaluasi kombinasi keterlambatan bicara dan bahasa melaporkan rasio

     prevalensi antara 6 sampai 6, dan studi tentang keterlambatan bahasa melaporkan

    rasio prevalensi antara ",0 6 sampai !% 6. nak dengan keterlambatan bicara dan bahasa

    usia pra sekolah yang tidak diterapi menun+ukkan rasio variabel yang persisten (dari 6

    sampai ! 6), dengan laporan hasil studi tersering menyatakan 6 sampai 8 6.

    9ata-rata keseluruhan untuk gangguan bicara dan bahasa adalah sekitar 6 pada

    anak usia sekolah. 1eliputi kelainan pada suara (06) dan gagap (!6). :nsiden pada anak-

    anak sekolah dasar dengan gangguan perkembangan adalah " 6 sampai 0 6 , alaupun

     persentasenya menurun seiring dengan pertambahan usia.

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    3/21

    Dari +umlah gangguan pada anak usia sekolah, ! 6 sampai " 6 membutuhkan

     beberapa tipe pendidikan khusus. $ekitar sepertiga murid yang tuli mengukuti sekolah

    khusus. Dua pertiga mengikuti program di sekolah khusus anak-anak tuna rungu atau

    mengikuti kelas di sekolah reguler. $isanya mengikuti sekolah reguler.

    Etiologi

    Penyebab kelainan berbahasa ada bermacam-macam yang melibatkan berbagai faktor 

    yang dapat saling mempengaruhi; antara lain kemampuan lingkungan, pendengaran,

    kognitif, fungsi saraf, emosi psikologis dan lain sebagainya. $eorang anak mungkin

    kehilangan pendengaran sensoneural dari sedang sampai berat. $edangkan yang lain

    mungkin kehilangan pendengaran konduksi berulang, sehingga kemampuan bicara

    keseluruhannya menurun. Demikian pula suatu gangguan bicara (disfasia) dapat ter+adi

    tanpa adanya cedera otak atau keadaan lainnya. Blagger (!%!) membagi penyebab

    gangguan bicara dan bahasa sebagai berikut<

    Penyebab =fek pada perkembangan bicara

    !. >ingkungan

    a. $osial ekonomi kurang #erlambat

     b. #ekanan keluarga 2agap

    c. *eluarga bisu #erlambat pemerolehan Bahasa

    d. Di rumah menggunakan bahasa

     bilingual #erlambat pemerolehan struktur bahasa

    ". =mosi

    a. :bu yang tertekan #erlambat pemerolehan Bahasa

     b. 2angguan serius pada orang tua

    #erlambat atau gangguan perkembangan

    Bahasa

    c. 2angguan serius pada anak 

    #erlambat atau gangguan perkembangan

    Bahasa

    0. 1asalah pendengaran

    a. *ongenital #erlambat?gangguan bicara yang permanen

     b. Didapat #erlambat?gangguan bicara yang permanen

    . Perkembangan terlambat

    a. Perkembangan lambat #erlambat bicara

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    4/21

     b. Perkembangan lambat, tetapi masih #erlambat bicara

      dalam batas rata-rata

    c. 9etardasi mental Pasti terlambat bicara

    . 4acat baaan

    a. [email protected]

    #erlambat dan terganggu kemampuan

     bicaranya

     b. $indrom don *emampuan bicaranya lebih rendah

    8. *erusakan otak

    a. *elainan neuromuscular 

    1empengaruhi kemampuan mengisap,

    menelan,

    mengunyah, dan akhirnya timbul gangguan

     bicara

    dan artikulasi seperti disartria b. *elainan sensorimotor 1empengaruhi kemampuan mengisap

    dan menelan, akhirnya menimbulkan

    gangguan

    artikulasi, seperti dispraksia

    c. Palsi serebral

    Berpengaruh pada pernafasan, makan dan

    timbul

     +uga masalah artikulasi yang dapat

    mengakibatkan disartria dan dispraksia

    d.*elainan persepsi

    *esulitan membedakan suara, mengerti

     bahasa,

    simbolisasi, mengenal konsep, akhirnya

      menimbulkan kesulitan bela+ar di sekolah

    Perkembangan bahasa yang lambat dapat bersifat familial. Aleh karena itu harus

    dicari dalam keluarga apakah ada yang mengalami keterlambatan bicara +uga. Di samping

    itu kelainan bicara +uga lebih banyak pada anak laki-laki daripada perempuan. 5al ini

    karena pada perempuan, maturasi dan perkembangan fungsi verbal hemisfer kiri lebih

     baik. $edangkan pada laki-laki perkembangan hemisfer kanan yang lebih baik, yaitu untuk 

    tugas yang abstrak dan memerlukan keterampilan.

    $edangkan ram D1 (!%), mengatakan baha gangguan bicara pada anak dapat

    disebabkan oleh kelainan di baah ini<

    !. >ingkungan sosial anak 

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    5/21

    :nteraksi antar personal merupakan dasar dari semua komunikasi dan perkembangan

     bahasa. >ingkungan yang tidak mendukung akan menyebabkan gangguan bicara dan

     bahasa pada anak.

    ". $istem masukan?input

    dalah sistem pendengaran, penglihatan dan integritas taktil-kinestetik dari anak.

    Pendengaran merupakan alat yang penting dalam perkembangan bicara. nak dengan

    otitis media kronis dengan penurunan daya pendengaran akan mengalami

    keterlambatan kemampuan menerima ataupun mengungkapkan bahasa. 2angguan

     bicara +uga terdapat pada tuli oleh karena kelainan genetik dan metabolik (tuli primer),

    tuli neurosensorial (infeksi intra uterin< sifilis, rubella, toksoplasmosis,

    sitomegalovirus), tuli konduksi seperti akibat malformasi telinga luar, tuli sentral (sama

    sekali tidak dapat mendengar), tuli persepsi?afasia sensorik (ter+adi kegagalan integrasi

    arti bicara yang didengar men+adi suatu pengertian yang menyeluruh), dan tuli psikis

    seperti pada [email protected], autisme infantile, keadaan cemas dan reaksi psikologis

    lainnya. Pola bahasa +uga akan terpengaruh pada anak dengan gangguan penglihatan

    yang berat, demikian pula dengan anak dengan defisit taktil-kinestetik akan ter+adi

    gangguan artikulasi.

    0. $istem pusat bicara dan bahasa

    *elainan susunan saraf puast akan mempengaruhi pemahaman, interpretasi, formulasi

    dan perencanaan bahasa, +uga pada aktivitas dan kemampuan intelektual dari anak.

    2angguan komunikasi biasanya merupakan bagian dari retardasi mental, misalnya pada

    $indrom Don.

    . $istem produksi

    $istem produksi suara seperti laring, faring, hidung, struktur mulut, dan mekanisme

    neuromuskular yang berpengaruh terhadap pengaturan nafas untuk berbicara, bunyi

    laring, pembentukan bunyi untuk artikulasi bicara melalui aliran udara leat laring,

    faring, dan rongga mulut.

    Manifestasi Klinik 

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    6/21

    #erdapat bermacam-macam klasifikasi disfasia, tergantung dari cara pandang mana.

    *ebanyakan sistem klasifikasi berdasarkan atas model input-output. Beberapa telah

    didefinisikan dengan menggunakan tes yang telah distandarisasi. da yang menggunakan

    model didasari pendengaran dan ada pula yang berdasarkan patofisiologi ter+adinya

    disfasia.

    *lasifikasi kelainan bahasa pada anak menurut 9utter (dikutip dari #oback 4.),

     berdasarkan atas berat ringannya kelainan bahasa sebagai berikut<

    *lasifikasi kelainan bahasa menurut 9utter.

    9ingan

    *eterlambatan akuisisi dari bunyi kata-kata,

     bahasa normal Dislalia

    $edang

    *eterlambatan lebih berat dari akuisisi bunyi kata-

    kata

    Disfasia

    ekspresif 

      dan perkembangan bahasa terlambat

    Berat *eterlambatan lebih berat dari akuisis dan bahasa,

    Disfasia

    reseptif

    gangguan pemahaman bahasa

    dan tuli

     persepsi

    $angat berat 2anggauan pada seluruh kemampuan bahasa

    #uli persepsidan

    tuli sentral

    $edangkan 9apin dan llen (dikutip dari *lein,!%%!) berdasar patofisiologi, membagi

    kelainan bahasa pada anak me+adi 8 subtipe, yaitu<

    !. " primer ekspresif<

    - disfraksia verbal

    - gangguan defisit produksi fonologi

    ". defisit represif dan ekspresif 

    - gangguan campuran ekspresif- represif  

    - disfasia verbal auditori agnosia

    0. " defisit bahasa yang lebih berat

    - gangguan leksikal-sintaksis

    - gangguan semantik-pragmatik  

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    7/21

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    8/21

    Beberapa anak ada yang bicaranya lancar dan dapat menggunakan kata-kata yang

    tepat, tetapi mereka bicara tanpa henti mengenai satu topik. 1ereka tidak mengerti tata

     bahasa. 2e+alanya mirip gangguan bicara pada anak denga hidrosefalus dan oleh 9api dan

    llen disebut gangguan semantik pragmatik. nak ini pada umumnya menderita gangguan

    hubungan sosial dan didiagnosis sebagai gangguan perkembangan pervasif. 1ereka punya

    sedikit teman sebaya dan tidak pernah mau bela+ar aturan permainan dan bicara dari teman

    sebayanya. da baiknya anak ini dia+ar keterampilan berbicara, bahkan diperlukan

     psokolog dan ahli terapi tingkah laku.

    ram D1 (!%) dan #one (!%0), mengatakan baha dicurigai adanya gangguan

     perkembangan kemampuan bahasa pada anak, kalau ditemukan ge+ala-ge+ala seperti

     berikut<

    !. Pada usia 8 bulan anak tidak mampu memalingkan mata serta kepalanya terhadap

    suara yang datang dari belakang atau samping.

    ". Pada usia ! bulan anak tidak memberi reaksi terhadap panggilan namanya sendiri.

    0. Pada umur ! bulan tidak mengerti dan memberi reaksi terhadap kata-kata +angan, da-

    da, dan sebagainya.

    . Pada usia ! bulan tidak dapat menyebut ! kata tunggal.

    . Pada usia "! bulan tidak memberi reaksi terhadap perintah (misalnya duduk, kemari,

     berdiri).

    8. Pada usia " bulan tidak bisa menyebut bagian-bagian tubuh

    . Pada usia " bulan belum mampu mengetengahkan ungkapan yang terdiri dari " buah

    kata.

    . $etelah usia " bulan hanya mempunyai perbendaharaan kata yang sangat

    sedikit?tidak mempunyai kata-kata huruf @ pada frase.

    %. Pada usia 0 bulan ucapannya tidak dapat dimengerti oleh anggota keluarga.

    !. Pada usia 08 bulan belum dapat mempergunakan kalimat-kalimat sederhana.

    !!. Pada usia 08 bulan tidak bisa bertanya dengan kata tanya yang sederhana.

    !". Pada usia 08 bulan ucapannya tidak dimengerti oleh orang di luar keluarganya.

    !0. Pada usia 0, tahun selalu gagal untuk menyebutkan kata akhir (ca untuk cat, ba untuk 

     ban, dan lain-lain).

    !. $etelah berusia tahun tidak lancar berbicara?gagap.

    !. $etelah usia tahun masih ada kesalahan ucapan.

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    9/21

    !8. Pada usia berapa sa+a terdapat hipernasalitas atau hiponasaliatas yang nyata atau

    mempunyai suara yang monoton tanpa berhenti, sangat keras dan tidak dapat didengar 

    serta terus-menerus memperdengarkan suara yang serak.

    2. Gangguan Belajar

    Definisi Gangguan Belajar

    2angguan Bela+ar adalah defisit anak dan rema+a di dalam mencapai keterampilan

    membaca, menulis, berbicara, penggunaan pendengaran, memberikan alasan, atau

    matematika yang diharapkan, dibandingkan dengan anak lain berusia sama dan

    dengan kapasitas intelektual yang sama.

    1enurut National Joint Comitte on Learning Disabilities (3C>D), gangguan?kesulitan

     bela+ar menun+uk pada sekelompok kesulitan yang dimanifestasikan dalam bentuk 

    kesulitan yang nyata dalam memperoleh dan menggunakan kemampuan untuk 

    mendengarkan, berbicara, menulis, mengeluarkan pendapat dan matematika. *elainan

    tersebut intrinsik dari individu dan disebabkan karena disfungsi sistem syaraf pusat.

    *esulitan bela+ar ini dapat menyertai kelainan lain seperti kelainan sensoris, retardasi

    mental, kelainan sosial dan emosional atau pengaruh lingkungan (seperti perbedaan

     budaya,atau intruksi yang salah dan faktor psikolinguistik), tapi bukan akibat

    langsung dari kelainan atau pengaruh tersebut.

    aktor!aktor Pen"ebab Gangguan Belajar

    $ecara umum faktor – faktor yang menyebabkan gangguan bela+ar dapat dibagi

    men+adi dua, yaitu <

    1. aktor #nternal

    aktor internal ini dapat diartikan faktor yang berasal dari dalam atau yang berasal

    dari dalam individu itu sendiri, atau dengan kata lain adalah faktor yang berasal

    dari anak itu sendiri. aktor-faktor yang termasuk dalam bagian ini, yaitu <

    a. :nteligensi (:E) yang kurang baik 

     b. 2angguan ringan pada otak (minimal  brain dysfunction)

    c. Bakat yang kurang atau tidak sesuai dengan bahan pela+aran yang dipela+ari

    atau diberikan oleh guru

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    10/21

    d. aktor emosional yang kurang stabil

    e. ktivitas bela+ar yang kurang. >ebih banyak malas daripada melakukan

    kegiatan bela+ar 

    f. *ebiasaan bela+ar yang kurang baik. Bela+ar dengan penguasaan ilmu hafalan

     pada tingkat hafalan, tidak dengan pengertian (insight ), sehingga sukar 

    ditransfer ke situasi yang lain

    g. Penyesuaian sosial yang sulit

    h. >atar belakang pengalaman yang pahit

    i. 4ita-cita yang tidak relevan (tidak sesuai dengan bahan pela+aran yang

    dipela+ari)

     +. >atar belakang pendidikan yang dimasuki dengan sistem sosial dan kegiatan

     bela+ar menga+ar di kelas yang kurang baik 

    k. *etahanan bela+ar (lama bela+ar) tidak sesuai dengan tuntutan aktu

     bela+arnya

    l. *eadaan fisik yang kurang menun+ang. 1isalnya cacat tubuh yang ringan

    seperti kurang pendengaran, kurang penglihatan, dan gangguan psikomotor.

    4acat tubuh yang tetap (serius) seperti buta, tuli, hilang tangan dan kaki, dan

    sebagainya

    m. #idak ada motivasi dalam bela+ar 

    n. $elain faktor di atas, faktor lain yang berpengaruh adalah faktor kesehatan

    mental dan tipe-tipe bela+ar pada anak, yaitu ada anak yang tipe bela+arnya

    visual, motoris dan campuran.

    2. aktor Eksternal

    aktor eksternal ialah faktor yang berasal dari luar individu itu sendiri, meliputi <

    a. aktor *eluarga, beberapa faktor dalam keluarga yang men+adi penyebabgangguan bela+ar pada anak sebagai berikut <

    !. *urangnya kelengkapan bela+ar bagi anak di rumah, sehingga kebutuhan

     bela+ar yang diperlukan itu, tidak ada, maka kegiatan bela+ar anak pun

    terhenti untuk beberapa aktu

    ". nak tidak mempunyai ruang dan tempat bela+ar yang khusus di rumah

    0. Perhatian keluarga yang tidak memadai

    . *edudukan anak dalam keluarga yang menyedihkan. Arang tua yang pilih

    kasih dalam mengayomi anaknya

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    11/21

     b. aktor sekolah, faktor sekolah yang dianggap dapat menimbulkan gangguan

     bela+ar di antaranya <

    !. 5ubungan guru dengan anak didik kurang harmonis

    ". 2uru-guru menuntut standar pela+aran di atas kemampuan anak 

    0. 2uru tidak memiliki kecakapan dalam usaha mendiagnosis kesulitan bela+ar 

    anak didik

    . $uasana sekolah yang kurang menyenangkan.

    $enis!$enis Gangguan Belajar

    1. Gangguan Membaca %D"sle&ia'

    ( Definisi D"sle&ia

    DysleFia berasal dari bahasa Gunani, Dys artinya tanpa, tidak adekuat, kesulitan

    dan  Lexis/Lexia artinya kata?bahasa. DysleFia adalah seorang anak yang

    mengalami gagal bela+ar membaca yang diakibatkan karena fungsi neurologis

    (susunan dan hubungan saraf) tertentu, atau pusat saraf untuk membaca tidak 

     berfungsi sebagaimana diharapkan. Di dalam D$1-:H-#9, gangguan membaca

    didefinisikan sebagai pencapaian membaca di baah tingkat yang diharapkan

    untuk usia, pendidikan, dan intelegensi anak; hendaya ini secara signifikan

    mengganggu keberhasilan akademik atau aktivitas harian yang melibatkan

    membaca. 2angguan ini ditandai dengan gangguan kemampuan mengenali kata,

    membaca dengan lambat dan tidak akurat, serta pemahaman yang buruk. Di

    samping itu, anak dengan gangguan defisit atensi?hiperaktivitas (D5D)

    memiliki risiko tinggi gangguan membaca.

    B E)idemiologi D"sle&ia

    $uatu perkiraan sebesar persen anak usia sekolah di merika $erikat memiliki

    gangguan membaca; studi prevalensi menemukan angka yang berkisar antara "

    dan persen. nak laki-laki tiga hingga empat kali lebih banyak dibandingkan

    anak perempuan, dilaporkan memiliki ketidakmampuan membaca pada sampel

    yang diru+uk secara klinis. $tudi epidemiologis yang teliti menemukan angka

    yang hampir sama antara anak laki-laki dan perempuan yang memiliki gangguan

    membaca. nak laki-laki dengan gangguan membaca mungkin lebih sering

    diru+uk untuk evaluasi dibandingkan anak perempuan karena masalah perilaku

    yang sering terkait.

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    12/21

    * Etiologi D"sle&ia

    =tiologi?penyebab dysleFia antara lain <

    aktor genetik atau keturunan. Penelitian yang dilakukan oleh 2regorenkomenghasilkan "-86 anak dysleFia +uga memiliki orangtua yang mengalami

    kesulitan membaca8. Banyak studi menyokong hipotesis baha faktor genetik 

    memainkan peran utama pada adanya gangguan membaca. $tudi menun+ukkan

     baha 0 hingga persen kerabat dera+at pertama anak dengan gangguan

    membaca +uga memiliki dera+at tertentu hendaya membaca. Beberapa studi

    terkini mengesankan baha pemahaman fonologis terkait dengan kromosom 8.

    >ebih +auh lagi, kemampuan identifikasi kata tunggal terkait dengan kromosom

    !.

    • 1asalah dalam migrasi neuron?saraf. Penelitian oleh $imos menun+ukkan baha

    anak dysleFia memiliki pola aktivitas yang berbeda dengan anak normal, anak 

    normal menggunakan hemisfer kiri sedangkan anak dysleFia menggunakan

    hemisfer kanan. :nsiden gangguan membaca yang lebih tinggi dari rata-rata

    terdapat pada anak dengan intelegensi normal yang mengalami palsi serebral.

    :nsiden gangguan membaca yang sedikit meningkat terdapat di antara anak-anak 

    yang mengalami epilepsi. *omplikasi selama kehamilan; kesulitan pranatal dan

     perinatal termasuk prematuritas; dan berat lahir rendah [email protected] ada di dalam

    riayat anak dengan gangguan membaca. nak dengan lesi otak pasca lahir di

    lobus oksipital kiri, yang menimbulkan kebutaan lapang pandang, dapat memiliki

    gangguan membaca sekunder, demikian +uga anak dengan lesi di splenium korpus

    kalosum yang menyekat transmisi informasi visual dari hemisfer kanan yang

    intak ke area bahasa di hemisfer kiri.

    D Gambaran Klinis D"sle&ia

    nak yang mengalami gangguan membaca biasanya dapat diidentifikasi pada

    usia tahun (kelas "). *esulitan membaca dapat tampak +elas pada anak di dalam

    kelas saat keterampilan membaca diharapkan diperoleh pada kelas satu. nak 

    kadang-kadang dapat mengompensasi gangguan membaca pada tingkat dasar 

    aal dengan menggunakan memori dan kesimpulan, terutama ketika gangguan

    ini disertai dengan intelegensi yang tinggi. Pada keadaan seperti ini, gangguan

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    13/21

     bisa tidak terlihat nyata sampai usia % tahun (kelas ) atau lebih. 1asalah-

    masalah yang terkait mencakup kesulitan berbahasa, sering ditun+ukkan dengan

    gangguan diskriminasi bunyi dan kesulitan merangkai kata-kata dengan sesuai.

    4iri-ciri anak yang mengalami dysleFia adalah sebagai berikut <

    !. :nakurasi dalam membaca seperti membaca lambat kata demi kata +ika

    dibandingkan dengan anak seusianya, intonasi suara turun naik tidak teratur 

    ". #idak dapat mengucapkan irama kata-kata secara benar dan proporsional

    0. $ering terbalik dalam mengenali huruf dan kata, misalnya antara &kuda'

    dengan &daku'

    . *etidakteraturan terhadap kata yang hanya sedikit perbedaannya misalnya

    &buah' dan &bau'

    . *esulitan dalam memahami apa yang dibaca, dalam arti anak tidak mengerti

    apa isi cerita?teks yang dibacanya

    8. $ulit menyuarakan fonem (satuan bunyi) dan memadukannya men+adi sebuah

    kata

    . 1elakukan penambahan dalam suku kata ( Addition), misalnya &batu' men+adi

    &baltu'

    . 1enghilangkan huruf dalam suku kata (Omission), misalnya &masak' men+adi

    &masa'

    %. 1embalikkan huruf, kata, atau angka dengan arah terbalik kiri kanan

    (inversion/mirroring ), misalnya &dadu' men+adi &babu'

    !. 1embalikkan huruf, kata, atau angka dengan arah terbalik atas baah

    (reversal ), misalnya &papa' men+adi &IaIa'

    !!. 1engganti huruf atau angka ( substitution) misalnya &lupa' men+adi &luga'

    atau &0' men+adi &'.

    DysleFia termasuk salah satu karakteristik yang dimiliki oleh anak kesulitan

     bela+ar dan masuk dalam kategori masalah prestasi akademis. 1asalahnya dibagi

    dalam tiga aspek, aspek yang pertama adalah decoding  atau mengalami kesulitan

    dalam mengubah bahasa tulisan men+adi lisan, misalnya kesulitan dalam

    menyebutkan huruf-huruf yang membentuk kata topi yaitu t, o, p, dan i. spek 

    yang kedua adalah kelancaran ( fluency atau reading fluency), adalah kemampuan

    untuk mengenali kata demi kata dengan cepat, membaca kalimat atau acana

    yang lebih pan+ang, dan dapat dengan mudah menghubungkannya. spek yang

    ketiga adalah mengerti isi bacaan (comprehension).

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    14/21

    2. Gangguan Matematika %D"scalculia'

    ( Definisi D"scalculia

    Dyscalculia berasal dari bahasa Gunani,  Dys artinya tanpa, tidak adekuat,

    kesulitan dan Calculia/Calculare artinya berhitung. Dyscalculia adalah gangguan

     pada kemampuan kalkulasi secara sistematis, yang dibagi men+adi bentuk 

    kesulitan berhitung dan kesulitan kalkulasi. Biasanya anak +uga tidak memahami

     proses matematis, yang ditandai dengan kesulitan menger+akan tugas yang

    melibatkan angka atau simbol matematis. nak dengan gangguan matematika

    memiliki kesulitan mempela+ari dan mengingat angka, tidak dapat mengingat

    fakta dasar mengenai angka, dan lambat serta tidak akurat di dalam menghitung.

    Pencapaian yang buruk di dalam empat kelompok keterampilan telah

    diidentifikasi di dalam gangguan matematika; keterampilan linguistik (yang

    terkait dengan pemahaman istilah matematis dan mengubah soal tertulis men+adi

    simbol matematika), keterampilan persepsi (kemampuan mengenali dan

    memahami simbol dan mengurutkan serangkaian angka), keterampilan matematis

    (penambahan, pengurangan, pengalian, pembagian dasar, dan serangkaian operasi

    matematika dasar), serta keterampilan atensional (menyalin angka dengan tepat

    serta mengamati simbol-simbol operasional dengan benar).

    B E)idemiologi D"scalculia

    Prevalensi gangguan matematika sendiri diperkirakan ter+adi dalam kira-kira !

     persen anak-anak usia sekolah, yaitu kira-kira satu dari lima anak dengan

    gangguan bela+ar. $tudi epidemiologi menun+ukkan baha hingga 8 persen anak-

    anak usia sekolah memiliki kesulitan dalam matematika. 2angguan matematika

    dapat ter+adi dengan frekuensi yang lebih tinggi pada anak perempuan.

    * Etiologi D"scalculia

    #imbulnya gangguan matematika serupa dengan gangguan bela+ar lain,

    cenderung disebabkan setidaknya sebagian oleh faktor genetik. $uatu teori aal

    menga+ukan defisit neurologis di hemisfer serebri kanan, terutama pada area

    lobus oksipitalis. 9egio ini bertanggung +aab untuk memproses stimulus

    visuospasial yang selan+utnya bertanggung +aab untuk keterampilan matematis.

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    15/21

    $aat ini, penyebabnya dianggap multifaktor, sehingga faktor kematangan,

    kognitif, emosional, pendidikan, dan sosioekonomik turut berperan di dalam

     berbagai dera+at dan kombinasi untuk gangguan matematika. da beberapa faktor 

    yang melatar belakangi gangguan ini, di antaranya adalah sebagai berikut <

    • *elemahan pada proses penglihatan atau visual

    nak yang memiliki kelemahan ini kemungkinan besar akan mengalami

    dyscalculia. :a +uga berpotensi mengalami gangguan dalam menge+a dan menulis

    dengan tangan

    • Bermasalah dalam hal mengurutkan informasi

    $eorang anak yang mengalami kesulitan dalam mengurutkan dan

    mengorganisasikan informasi secara detail, umumnya +uga akan sulit mengingatsebuah fakta, konsep ataupun formula untuk menyelesaikan kalkulasi matematis.

    Cika problem ini yang men+adi penyebabnya, maka anak cenderung mengalami

    hambatan pada aspek kemampuan lainnya, seperti membaca kode-kode dan

    menge+a, serta apa pun yang membutuhkan kemampuan mengingat kembali hal-

    hal detail

    • obia matematika

    nak yang pernah mengalami trauma dengan pela+aran matematika bisakehilangan rasa percaya dirinya. trauma tersebut bisa disebabkan oleh beberapa

    hal. 1isalnya, gurunya suka marah-marah, galak atau memiliki a+ah seram

    sehingga membuat anak-anak men+adi takut dan mengakibatkan dirinya sulit

    menerima pela+aran tersebut. $elain itu ketakutan yang sebenarnya dari pela+aran

    matematika adalah anak takut +ika +aaban yang didapatkannya salah, karena

     +aaban yang salah berarti kegagalan sehingga anak dituntut untuk selalu bisa

    memberikan +aaban yang benar. Padahal +aaban yang salah bukanlah suatu

    kegagalan, tapi +ustru bisa membuat anak lebih memahami konsep matematika

    dan menganalisis pikirannya. nak yang pernah mengalami trauma dengan

     pela+aran matematika bisa kehilangan rasa percaya dirinya. Cika hal ini tidak 

    diatasi segera, ia akan mengalami kesulitan dengan semua hal yang mengandung

    unsur hitungan.

    D Gambaran Klinis D"scalculia

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    16/21

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    17/21

    . #erkadang mengalami disorientasi, seperti disorientasi aktu dan arah. $i

    anak biasanya bingung saat ditanya +am berapa sekarang. :a +uga tidak 

    mampu membaca dan memahami peta atau petun+uk arah.

    %. $elain ge+ala tersebut, dyscalculia dapat pula diamati tanda-tanda seperti

     berikut ini <

    !. Proses penglihatan atau visual lemah dan bermasalah dengan spasial

    (kemampuan memahami bangun ruang). Dia +uga kesulitan memasukkan

    angka-angka pada kolom yang tepat,

    !!. *esulitan dalam mengurutkan, misalkan saat diminta menyebutkan urutan

    angka.

    !". *ebingungan menentukan sisi kiri dan kanan

    !0. Beberapa anak +uga ada yang kesulitan menggunakan kalkulator 

    !. 7mumnya memiliki kemampuan bahasa yang normal (baik verbal,

    membaca, menulis atau mengingat kalimat yang tertulis)

    !. 1emberikan +aaban yang berubah-ubah (inkonsisten) saat diberi

     pertanyaan pen+umlahan, pengurangan, perkalian atau pembagian

    !8. *esulitan mengingat skor dalam pertandingan olahraga

    !. Arang dengan dyscalculia tidak bisa merencanakan keuangannya dengan

     baik dan biasanya hanya berpikir tentang keuangan +angka pendek 

    +. Gangguan Eks)resi ,ertulis %D"sgra)hia'

    ( Definisi D"sgra)hia

    Dysgraphia berasal dari bahasa Gunani,  Dys artinya tanpa, tidak adekuat,

    kesulitan dan raphia artinya menulis. Dysgraphia adalah gangguan ekspresi

    tulisan yang ditandai dengan keterampilan menulis yang secara signifikan di

     baah tingkat yang diharapkan untuk usia dan kapasitas intelektual anak.

    *esulitan ini mengganggu kiner+a akademik dan tuntutan untuk menulis dalam

    kehidupan sehari-hari. Banyak komponen gangguan ekspresi tertulis mencakup

    menge+a yang buruk, kesalahan tata bahasa dan tanda baca, serta tulisan tangan

    yang buruk.

    B E)idemiologi D"sgra)hia

    Prevalensi gangguan ekspresi tertulis sa+a belum dipela+ari, tetapi gangguan

    membaca, diperkirakan ter+adi pada kira-kira persen anak usia sekolah.

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    18/21

    Diperkirakan baha rasio gender pada gangguan ekspresi tertulis serupa dengan

    gangguan membaca, ter+adi sekitar tiga kali lebih banyak pada laki-laki.

    2angguan ekspresi tertulis sering ter+adi bersama dengan gangguan membaca,

    tetapi tidak selalu. nak dengan gangguan ekspresi tertulis memiliki risiko lebih

    tinggi untuk mengalami berbagai gangguan bela+ar dan bahasa lainnya termasuk 

    gangguan membaca, gangguan matematika, dan gangguan bahasa ekspresif serta

    repesitif. D5D ter+adi dalam frekuensi yang lebih tinggi pada anak dengan

    gangguan ekspresi tertulis dibandingkan populasi umum. khirnya, anak dengan

    gangguan ekspresi tertulis diyakini memiliki risiko tinggi untuk mengalami

    kesulitan keterampilan sosial, dan beberapa di antaranya terus memiliki

    kepercayaan diri yang buruk serta mengalami ge+ala depresif.

    * Etiologi D"sgra)hia

    $ecara spesifik penyebab dysgraphia tidak diketahui secara pasti, namun apabila

    dysgraphia ter+adi secara tiba-tiba pada anak maupun orang deasa maka diduga

    disgrafia disebabkan oleh trauma kepala yang mungkin disebabkan kecelakaan,

     penyakit, dan yang lainnya. $eperti halnya dysleFia, dysgraphia +uga disebabkan

    faktor neurologis, yakni adanya gangguan pada otak bagian kiri depan yang

     berhubungan dengan kemampuan membaca dan menulis. nak mengalami

    kesulitan dala harmonisasi secara otomatis antara kemampuan mengingat dan

    menguasai gerakan oto emnulis huruf dan angka. *esulitan ini tidak terkait

    dengan masalah kemapuan intelektual, kemalasan, asal-asalan menulis, dan tidak 

    mau bela+ar. $elain itu, tampaknya faktor genetik memainkan peranan di dalam

    timbulnya gangguan ekspresi tertulis. Predisposisi herediter terhadap gangguan

    ini disokong dengan temuan baha sebagian besar anak dengan gangguan

    ekspresi tertulis memiliki kerabat dera+at pertama dengan gangguan ini. nak 

    dengan rentang perhatian yang terbatas dan sangat mudah teralih perhatiannya

    dapat merasakan baha menulis merupakan tugas yang melelahkan.

    D Gambaran Klinis D"sgra)hia

    da beberapa ciri khusus anak dengan gangguan dysgraphia, antara lain sebagai

     berikut <

    !. nak dapat berkomunikasi dengan baik namun bermasalah dalam kemampuan

    menulis

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    19/21

    ". 1enggunakan tanda baca yang tidak benar, e+aan yang salah, mengulang

    kalimat atau perkataan yang sama

    0. $alah dalam mengartikan pertanyaan yang diberikan

    . $ulit menulis nomor dalam urutannya

    . #idak konsisten dalam membuat tulisan yang bervariasi dalam kemiringan

    huruf dan ukuran tulisan

    8. *alimat atau kata ditulis tidak lengkap dan sering terdapat huruf atau kata

    yang terleat

    . 2aris dan batas halaman kertas tidak sama antara satu halaman dengan

    halaman yang lain

    . Carak antar kata tidak konsisten

    %. 1enggenggam alat tulis dengan sangat erat, biasanya anak dengan dysgraphia

    menulis dengan bertumpu pada pangkal lengan dan memegang pensil hingga

    menempel di kertas

    !. $ering berbicara sendiri saat menulis

    !!. $elalu memperhatikan tangan yang sedang menulis

    !". >ambat dalam menulis

    nak dengan gangguan ekspresi tertulis memiliki kesulitan di aal sekolahnya

    dalam menge+a kata-kata dan di dalam mengekspresikan pikirannya sesuai

    dengan norma tata bahasa yang sesuai usia. 2ambaran [email protected] gangguan ekspresi

    tertulis ini mencakup kesalahan penge+aan, kesalahan tata bahasa, kesalahan

    tanda baca, penyusunan paragraf yang buruk, dan tulisan tangan yang buruk.

    2ambaran lain yang terkait pada gangguan ini mencakup penolakan atau

    keengganan untuk pergi ke sekolah dan melakukan peker+aan rumah tertulis yang

    ditugaskan, kiner+a akademik yang buruk di area lain (contoh< matematika),

     penghindaran umum terhadap peker+aan sekolah, bolos, defisit atensi, dan

    gangguan tingkah laku. Banyak anak dengan gangguan ekspresi tertulis men+adi

    frustasi dan marah karena perasaan kekurangan dan kegagalan kiner+a akademik.

    Pada kasus yang berat, gangguan depresif dapat timbul akibat semakin

    tumbuhnya rasa isolasi, asing, dan putus asa.

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    20/21

    D(,(- P/,(K(

    !. $oet+iningsih. angguan !icara dan !ahasa "ada Ana# , dalam :.2.3.2de 9anuh

    (ed)< #umbuh *embang nak. =24, $urabaya, !, "0-".

    ". Behrman *liegmar Censon. Disorders of 5earing, $peech, and >anguage, dalam

     3elson #eFtbook of Pediatrics, !th. $aunders, Philadelphia, ".

  • 8/19/2019 Diagnosis Banding Lbm 3

    21/21

    0. $adock, B.C. J $adock, H.. ".  !u#u A$ar "si#iatri %linis  &disi '. #er+emahan

    Aleh< Profitasari J 3isa, 1.#. Penerbit Buku *edokteran =24, Cakarta, :ndonesia.

    . Aemar, 5amalik. !%0. (etoda !ela$ar dan %esulitan %esulitan !ela$ar . Bandung<

    #arsito.

    . *erig, P. *, J Kenar, 4. "8.  Developmental "sychopathology* +rom infancy

    through adolescence ,th ed . 3e Gork< 1c 2ra 5ill.

    8. 1angunsong, rieda. "%. "si#ologi - "endidi#an Ana# !er#ebutuhan %husus Jilid 

     . . Cakarta< >P$P0 7: