Contoh makalah PTK

  • View
    30

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Metodologi Pendidikan

Text of Contoh makalah PTK

1

BAB I

PENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANGSMP Negeri 1 Wajak sebagai UPTD yang berada di lingkungan Kecamatan Wajak mempuyai peran besar bagi berkkembangnya pendidikan di Kecamatan Wajak sendiri. Dari tahun ke tahun sekolah ini semakin dipercaya masyarakat sebagai salah satu penyelenggara pendidikan menengah ditandai dengan semakin meningkatnya jumlah peminat yang mendaftar di sekolah ini. Sebagai rasa tanggung jawab terhadap jaminan mutu sekolah ini, upaya-upaya perbaikan dan peningkatan pembelajaran terus dilakukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi, namun dari tahun ke tahun masih saja dijumpai masalah pembelajaran. Pemecahan masalah pembelajaran ini merupakan tanggung jawab bersama antara tenaga kependidikan dan guru sehingga akan tercapai keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan tersebut. Kerjasama yang erat dan sinergi antara keduanya mutlak diperlukan untuk segera mewujudkan tercapainya peningkatan mutu pendidikan dalam arti luas.Berdasarkan hasil analisis data terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wajak semester 2 pada pelajaran Biologi materi sistem organisasi kehidupan diperoleh gambaran secara umum bahwa hasil belajar siswa kelas VII F baik dalam hasil belajar formatif maupun sumatif adalah yang paling rendah diantara delapan kelas paralel lainnya. Data menunjukkan bahwa rata-rata nilai formatif dan nilai sumatif kelas ini masing-masing adalah 74,93 dan 62,04. Data dari nilai formatif dan nilai sumatif masing-masing kelas secara lengkap dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini. Tabel 1. Rata-rata hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wajak semester 2 tahun 2014/2015KELASNILAI FORMATIFNILAI SUMATIF

VII A76.7285.86

VII B79.4681.07

VII C78.7573.33

VII D83.1066.83

VII E87.9379.31

VII F74.9362.04

VII G83.3378.33

VII H79.0769.96

VII I83.7067.56

(Yuliati, 2014: komunikasi pribadi, tidak dipublikasikan)Observasi kelas telah dilakukan pada saat berlangsungnya pembelajaran Biologi materi sistem organisasi kehidupan kelas VII serta wawancara kepada guru Biologi (Ibu Yuliati) di SMP Negeri 1 Wajak yang dilaksanakan pada tanggal 22 November 2014. Dari hasil yang diperoleh, kelas VII F merupakan kelas yang cukup aktif dalam proses pembelajaran yang didalamnya mencangkup kegiatan bertanya, menjawab pertanyaan dan diskusi. Lebih dari setengah siswa yang ada di kelas VII F memberi tanggapan dengan mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan yang telah diberikan oleh guru, di sisi lain juga tidak sedikit siswa yang bertanya kepada guru ketika belum memahami materi. Untuk kegiatan diskusi, memang masih ada siswa di kelas VII F ini yang kurang memperhatikan dan sibuk dengan kegiatannya sendiri, tetapi jumlahnya ridak mendominasi hanya sebagian kecil saja. Masing-masing siswa yang ada, telah membawa buku materi karena pada kurikulum 2013 yang diterapkan saat ini siswa diwajibkan memiliki buku pegangan, dan juga dari pihak sekolahan telah menyediakan buku pelajaran yang jumlahnya memadai bagi siswa melalui perpustakaan. Tetapi berdasarkan pada hasil analisis data di atas bahwa kelas VII F merupakan kelas dengan nilai formatif dan nilai sumatif terendah dari kedelapan kelas lainnya. Beberapa model pembelajaran sudah dicoba diterapkan oleh guru seperti pemberian tugas, pengerjaan LKS (lembar kerja siswa), penayangan Power Point dan kelompok diskusi belum juga menunjukkan hasil belajar yang setara dengan kelas paralel lain. Kenyataan di atas barangkali berkaitan dengan sulitnya materi mata pelajaran organisasi kehudupan sehingga mempengaruhi pemahaman yang dimiliki siswa, mengingat kondisi siswa kelas VII F yang sangat beragam di antaranya jenis kelamin, agama, kemampuan akademik dan karakter siswa dalam kelas. Hal ini menjadi tantangan bagi guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan mendukung sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan siswa dapat memahami materi yang diberikan. Masalah ini merupakan masalah yang penting dan mendesak untuk segera disistem organisasi kehidupanesaikan dengan pertimbangan ketersediaan waktu dan daya dukung yang ada dikarenakan kondisi tersebut akan membawa dampak penurunan pada hasil belajar siswa jika tidak segera dipecahkan. Pemahaman sendiri merupakan kemampuan untuk menangkap makna dan arti dari bahan yang dipelajari (Winkel, 1996). Sulitnya materi yang ada dikarenakan siswa yang masih awam dengan berbagai istilah yang ada di dalam mata pelajaran sistem organisasi kehidupan. Siswa sendiri dituntut untuk mengetahui gambar bagian-bagian penyusun sistem organisasi kehidupan beserta fungsinya dimana siswa belum pernah melihat secara nyata tentang gambar bagian-bagian yang ada, sehingga mata pelajaran tersebut di anggap abstrak oleh siswa. Pemahaman siswa dalam mata pelajaran sistem organisasi kehidupan ini diperlukan agar siswa dapat menguasai materi dengan baik sehingga siswa dapat menguasai kompetensi yang diharapkan. Hal ini akan tampak pada hasil belajarnya.Shocking Picture Quiz adalah suatu model pembelajaran quantum learning yang diterapkan melalui media visual dimana menekankan pada aktifitas dan partisipasi aktif siswa dalam segi intelektual dan emosional secara optimal untuk memperoleh pemahaman materi secara lebih bermakna. Salah satu cara penerapan shocking picture quiz ini adalah melalui kuis yang didesain sebagai permainan dimana ditampilkan dalam media visual (bentuk gambar) yang akan ditebak siswa tentang bagian-bagian penyusun serta fungsinya. Tidak hanya siswa yang ingin menjawab saja, tetapi disini guru akan menunjuk siswa secara acak ataupun sesuai keinginan guru untuk menjawab sehingga menimbulkan kesan terkejut pada siswa. Sistem organisasi kehidupananjutnya untuk siswa yang ditunjuk harus berdiri menjelaskan jawaban dari kuis kepada semua teman sekelasnya sehingga siswa tersebut mengajarkan apa yang dia tahu kepada temannya. Tidak hanya itu, ketika siswa bersangkutan yang ditunjuk belum bisa memberikan jawaban yang benar, maka guru akan meberi kesempatan kepada siswa lain untuk menjawab secara benar sehingga munculah suasana kompetisi si dalam kelas.Kegiatan kuis bergambar ini akan meningkatkan daya kreatif guru dalam menyiapkan proses belajar mengajar sehingga siswa aktif untuk berpartisipasi, lingkungan belajar lebih efektif. Untuk siswa dapat menjadi pemicu aktivitas belajar dikarenakan siswa harus bersiap menghadapi kemungkinan untuk menjawab kuis dari guru dan siswa menjadi paham akan materi karena siswa melihat dan merekam dalam otak apa yang ditayangkan dan dibicarakan dalam kuis. Kuis bergambar dilakukan untuk membuktikan fakta dan konsep, proses belajar bukanlah semata kegiatan menghafal tetapi juga merekam apa yang telah dilihat, didengar dan diucapkan yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh sebab itu dalam pembelajaran juga harus ditayangkan gambar yang mendukung materi serta diadakan kuis berupa pertanyaan agar siswa dapat aktif berfikir dan dapat memahami materi.Berdasarkan dari beberapa pemikiran di atas maka untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan di kelas VII F SMP Negeri 1 Wajak ini maka dilakukan penelitian dengan judul Penerapan Metode Shocking Picture Quiz Melalui Media Visual dalam Pembelajaran Biologi Pokok Bahasan Sistem organisasi kehidupan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP Negeri 1 Wajak Kelas VII Semester 2 Tahun Ajaran 2014/2015. 1.2 PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH

1.2.1 Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan yang perlu dikaji dalam penelitian ini adalah: 1.2.1.1 Bagaimanakah penerapan metode shocking picture quiz melalui media visual dalam pembelajaran Biologi pokok bahasan sistem organisasi kehidupan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri 1 Wajak kelas VII semester 2 tahun ajaran 2014/2015?

1.2.2 Pemecahan Masalah

Untuk pemecahan masalah di atas dapat dirumuskan melalui tindakan-tindakan berikut. Penayangan gambar dimana merupakan media visual yang mendukung materi disertai pengajuan pertanyaan dengan menunnjuk siswa secara acak akan meningkatkan aktivitas siswa untuk belajar menghadapi kuis gambar serta membuat siswa merekam dan mengingat gambar serta jawaban yang dilotarkan sehingga muncul pemahaman secara otomatis pada siswa. Hal ini berkaitan dengan akar masalah yang ingin dipecahkan di kelas VII F yaitu meningkatkan pemahaman siswa akan materi sistem organisasi kehidupan sehingga hasil belajar siswa juga meningkat. Melalui kegiatan shocking picture quiz ini siswa menjadi aktif belajar untuk menghadapi kuis dan mencerna gambar sehingga dapat menyebutkan fungsi serta bagian dan letaknya. Kuis bergambar yang diatur mengejutkan siswa ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi siswa dalam menghadapinya sehingga siswa akan mempersiapkan diri dengan belajar sebelumnya sebelum menghadapi kuis, dan ketika kuis berjalan siswa akan berusaha untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan melalui gambar dan berusaha mengingat gambar. Tidak hanya itu, siswa dituntut untuk bisa menjelaskan dan menerangkan apa yang dipahami dan apa yang telah dipelajarinya dari pertanyaan kuis yang didapatkan sehingga siswa akan terlatih mengajarkan ilmunya kepada teman sekelas. Dan ketika penjelasan siswa dirasa kurang oleh guru, maka guru akan meberikan kesempatan kepada siswa lain yang ingin memperbaiki jawaban dari temannya sehingga uncul suatu kompetisi di dalamnya. Hal-hal yang demikian ini akan berdampak terhadap peningkatan hasil belajar yang dapat dicapai siswa sistem organisasi kehidupanama proses pembelajaran.1.3 TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:1.5.1 Untuk menjelaskan penerapan metode shocking picture quiz melalui media visual dalam pembelajaran Biologi pokok bahasan sistem organisasi kehidupan dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri 1 Wajak kelas VII semester 2 tahun ajaran 2014/2015.1.4 KONTRIBUSI PENELITIANPenelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran