of 30 /30
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini remaja dengan alat reproduksinya kurang mendapat perhatian karena umur relatif muda, masih dalam status pendidikan sehingga seolah- olah bebas dari kemungkinan menghadapi masalah penyulit dan penyakit yang berkaitan dengan alat reproduksinya (Manuaba, 1998). Salah satu penyebab infertilitas wanita antara lain dilihat dari riwayat menstruasinya, apakah siklus menstruasinya teratur. Kelainan fase luteal siklus menstruasi merupakan penyebab infertilitas yang penting (Sylvia Verralis, 2003). Disfungsi ovulasi berjumlah 10-25% dari kasus infertilitas wanita. Gangguan nutrisi yang berat (misalnya kelaparan, anoreksia nervosa), penurunan BB (misalnya : penyakit medis atau psikologis) dan aktivitas yang berat (misalnya : pelari maraton, penari balet) adalah berhubungan dengan gangguan ovulasi. Obesitas juga disertai dengan siklus anovulatorik karena peningkatan tonik kadar estrogen. Stress berat menyebabkan anovulasi dan amenore (Decherney, dkk, 1998). Ovulasi yang jarang, endometriosis dapat menyebabkan infertilitas. Nyeri haid seringkali dianggap sebagai gejala khas dari endometriosis. Ternyata scott dan felinde hanya mendapatkan 19% dengan dismenorea yang progresif (Sarwono, 2002). Sebanyak dua pertiga dari wanita-wanita yang dirawat dirumah sakit untuk perdarahan disfungsional berumur diatas 40 tahun dan 3% dibawah 20 tahun. Sebetulnya dalam praktek banyak dijumpai perdarahan disfungsional dalam masa pubertas, akan tetapi karena keadaan ini biasanya dapat sembuh sendiri, jarang diperlukan perawatan di Rumah Sakit. Perdarahan ovulator merupakan kurang lebih 10% dari perdarahan disfungsional dengan siklus pendek atau panjang (Sarwono, 2002). Wanita dalam kehidupannya tidak luput dari adanya siklus haid normal yang terjadi secara siklik. Ia akan merasa terganggu bila hidupnya mengalami perubahan, terutama bila haid menjadi lebih lama dan atau banyak, tidak teratur, lebih sering atau tidak haid sama sekali. Penyebab gangguan haid

Coba coba nulis proposal

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Coba coba nulis proposal

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dewasa ini remaja dengan alat reproduksinya kurang mendapat perhatian

karena umur relatif muda, masih dalam status pendidikan sehingga seolah-

olah bebas dari kemungkinan menghadapi masalah penyulit dan penyakit

yang berkaitan dengan alat reproduksinya (Manuaba, 1998).

Salah satu penyebab infertilitas wanita antara lain dilihat dari riwayat

menstruasinya, apakah siklus menstruasinya teratur. Kelainan fase luteal

siklus menstruasi merupakan penyebab infertilitas yang penting (Sylvia

Verralis, 2003). Disfungsi ovulasi berjumlah 10-25% dari kasus infertilitas

wanita. Gangguan nutrisi yang berat (misalnya kelaparan, anoreksia nervosa),

penurunan BB (misalnya : penyakit medis atau psikologis) dan aktivitas yang

berat (misalnya : pelari maraton, penari balet) adalah berhubungan dengan

gangguan ovulasi. Obesitas juga disertai dengan siklus anovulatorik karena

peningkatan tonik kadar estrogen. Stress berat menyebabkan anovulasi dan

amenore (Decherney, dkk, 1998). Ovulasi yang jarang, endometriosis dapat

menyebabkan infertilitas. Nyeri haid seringkali dianggap sebagai gejala khas

dari endometriosis. Ternyata scott dan felinde hanya mendapatkan 19%

dengan dismenorea yang progresif (Sarwono, 2002).

Sebanyak dua pertiga dari wanita-wanita yang dirawat dirumah sakit untuk

perdarahan disfungsional berumur diatas 40 tahun dan 3% dibawah 20 tahun.

Sebetulnya dalam praktek banyak dijumpai perdarahan disfungsional dalam

masa pubertas, akan tetapi karena keadaan ini biasanya dapat sembuh sendiri,

jarang diperlukan perawatan di Rumah Sakit. Perdarahan ovulator merupakan

kurang lebih 10% dari perdarahan disfungsional dengan siklus pendek atau

panjang (Sarwono, 2002).

Wanita dalam kehidupannya tidak luput dari adanya siklus haid normal

yang terjadi secara siklik. Ia akan merasa terganggu bila hidupnya mengalami

perubahan, terutama bila haid menjadi lebih lama dan atau banyak, tidak

teratur, lebih sering atau tidak haid sama sekali. Penyebab gangguan haid

Page 2: Coba coba nulis proposal

2

dapat karena kelainan biologik (organik atau disfungsional) atau dapat pula

karena psikologik seperti keadaan-keadaan stres dan gangguan emosi atau

gabungan biologik dan psikologik (Biran Affandi, 1992).

Peristiwa haid yang ditentukan oleh proses somato psikis sifatnya

kompleks meliputi unsur-unsur hormonal, biokimiawi dan piskososial sering

disertai gangguan fisik dan mental. Menurut Jeffcoate hanya kira-kira 20%

diantara para wanita sama sekali tidak mengalami gangguan apapun. Banyak

dan sifat gangguan haid sangat individual, tergantung pada pandangan wanita

terhadap proses fisiologik dan pada keyakinan wanita untuk tidak

membiarkan haidnya menganggu pekerjaan sehari-hari (Biran Affandi, 1992).

Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai

Gangguan menstruasi, khususnya Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi

Ketidakteraturan Siklus Menstruasi. Apabila remaja putri mengetahui

ketidakteraturan siklus menstruasi diharapkan ia dapat segera menindaklanjuti

masalah menstruasi yang ia hadapi sehingga memperkecil kemungkinan

terjadinya masalah penyulit dan penyakit yang berkaitan dengan alat

reproduksinya serta dapat mempersiapkan kesehatan reproduksi yang sehat

bila kelak ia menikah.

http://dc423.4shared2012.com/doc/05DWoeK_/preview.html

B. Rumusan Masalah

Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakteraturan siklus

menstruasi pada Mahasiswi tingkat I Akademi kebidanan paramata Kabupaten

Muna tahun 2012?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakteraturan

siklus menstruasi pada Mahasiswi tingkat I Akademi kebidanan paramata

Kabupaten Muna tahun 2012.

Page 3: Coba coba nulis proposal

3

2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui hubungan stres dengan ketidakteraturan siklus

menstruasi Mahasiswi Tingkat I Akademi Kebidanan Paramata

Kabupaten Muna Tahun 2012.

b. Untuk mengetahui hubungan Status gizi dengan ketidakteraturan siklus

menstruasi Mahasiswi Tingkat I Akademi Kebidanan Paramata

Kabupaten Muna Tahun 2012.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaaat Teoritis

Penelitian ini bermanfaat untuk mengetahui secara spesifik mengenai

faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakteraturan waktu menstruasi.

2. Manfaat Praktis

a. Manfaat bagi pemerintah

Sebagai bahan masukan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi

remaja yang sedang mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi

b. Manfaat bagi Dinas kesehatan

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk

meningkatkan kualitas program bagi Dinas keehatan khususnya

Kesehatan Reproduksi Remaja yang diberikan kepada Mahasiswi

tingkat I Akbid Paramata selaku remaja putri

c. Manfaat bagi Pendidikan

Sebagai sumbangan ilmiah bagi pendidikan serta dapat dijadikan bahan

acuan untuk peneliti selanjutnya.

d. Manfaat bagi Profesi

Diharapkan dapat memberikan masukan bagi bidan dalam memberikan

asuhan kebidanan kepada mahasiswi tingkat I akbid paramata selaku

remaja putri yang mengalami masalah ketidakteraturan siklus

menstruasi

e. Manfaat bagi Peneliti

Sebagai salah satu pengalaman yang berharga bagi peneliti dalam

mengaplikasikan ilmu selama menempuh pendidikan sehingga

Page 4: Coba coba nulis proposal

4

menambah wawasan terhadap masalah yang dihadapi mahasiswi tingkat

I akbid paramata selaku remaja putri yang mengalami masalah

ketidakteraturan siklus menstruasi

Page 5: Coba coba nulis proposal

5

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. TELAAH PUSTAKA

1. Tinjauan Umum Tentang Menstruasi

a. Konsep Menstruasi

Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang

disertai dengan perdarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan

kecuali pada saat kehamilan (Rahmawati, 2012).

Menstruasi (haid) adalah perdarahan secara periodik dan siklik

dari uterus yang disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium

(Prawirohardjo. S,2009).

b. Fisiologi Proses Menstruasi

Proses menstruasi dimulai saat panca indera menerima rangsangan,

maka rangsangan akan diteruskan kepusat syara (otak) dan diolah oleh

hipotalamus dilanjutkan oleh hipofisis melalui sistem fortal dan

dikeluarkan hormon gonadotropin perangsang folikel dan luteinizing

hormon untuk merangsang indung telur.

Pada permulaan hanya estrogen saja yang dominan dan perdarahan

(menstruasi) yang terjadi pertama kali yang disebut menarche pada

umur 12-13 tahun. Dominannya estrogen pada permulaan menstruasi

sangat penting karena menyebabkan terjadinya pertumbuhan dan

perkembangan tanda seks sekunder. Itu sebabnya pada permulaan

perdarahan sering tidak teratur karena bentuk ovulasinya anovulatoir

(tanpa pelepasan telur).

Pada proses menstruasi dengan ovulasi (terjadi pelepasan telur),

hormon estrogen yang dikeluarkan makin lama makin meningkat yang

menyebakan lapisan dalam rahim mengalami pertumbuhan dan

perkembangan (fase proliferasi). Peningkatan estrogen ini menekan

pegeluaran hormon perangsang folikel (FSH), tetapi merangsang

hormon luteinizing (LH) sehingga dapat merangsang folikel Graff

Page 6: Coba coba nulis proposal

6

yang telah dewasa untuk melepaskan telur (ovulasi). Telur ini akan

ditangkap oleh fimbria pada tuba falopii, dan dibungkus oleh korona

radiata yang akan memberikan nutisi selama 48 jam. Folikel Graff

yang mengalami ovulasi menjadi korpus rubrum dan segera menjadi

korpus luteum dan mengeluarkan dua macam hormon indung telur

yaitu estrogen dan progesteron.

Hormon estrogen yang menyebabkan lapisan dam rahim

(endometrium) berkembang dan tumbuh dalam bentuk proliferasi,

maka setelah dirangsang oleh korpus luteum dengan mengeluarkan

setrogen dan progesteron, lapisan dalam rahim berubah menjadi fase

sekresi, dimana pembuluh darah makin dominan dan mengeluarkan

cairan (fase sekresi). Bila tidak terjadi pertemuan antara spermatozoa

dan ovum maka korpus luteum mengalami kematian. Korpus luteum

berumur 8 hari, sehingga setelah kematiannya tidak mampu lagi

mempertahankan lapisan dalam rahim, oleh karena hormon estrogen

dan progesteron berkurang sampai menghilang. Berkurang dan

menghilangnya estrogen dan progesteron, menyebabkan terjadi fase

vasokontriksi (pengerutan) pembuluh darah, sehingga lapisan dalam

rahim mengalami kekurangan aliran darah (kematian). Selanjutnya

diikuti dengan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dan pelepasan

darah dalam bentuk perdarahan yang disebut “menstruasi”.

(Bagus Ida, 1999).

c. Fase dalam satu siklus menstruasi

Menurut Rahmawati (2012) proses menstruasi pada wanita dalam

setiap siklusnya terdapat empat fase atau kejadian yang harus dilewati.

Adapun urutan-urutannya adalah sebagai berikut :

1) Fase folikel. Fase ini terjadi pada setiap akhir siklus satu

menstruasi. Dari salah satu bagian tubuh akan mengeluarkan

hormon yang dinamakan gonadotropi yaitu hormon yang bisa

memberi rangsangan untuk melepas hormon lain yang mendorong

terjadinya pertumbuhan folikel. Kemudian pada hari ke 1-14 folikel

Page 7: Coba coba nulis proposal

7

terus tumbuh didalam ruang ovarium dan bila sudah matang akan

menghasilkan hormon lain yang akan membuat tumbuh

endometrium pada dinding di rahim.

2) Fase estrus. Peristiwa naiknya estrogen dengan tujuan membuat

pertahanan terhadap pertumbuhan sekaligus memberi rangsangan

agar terjadi pembelahan terhadap endometrium di uterus. Peran lain

dari kejadian ini adalah memperlambat terjadinya pembentukan zat

yang menghasilkan suatu hormon lain yang berfungsi untuk

memberi rangsangan folike yang sudah matang dan melaksanakan

ovulasi dirahim. Hal ini biasanya berlangsung dihari ke 14 dari dan

dalam satu ovulasi bisa menghasilkan satu oosit.

3) Fase luteal. Setelah folikel mendapat rangsangan dan membuat

korpus atau badan kuning, maka akan dihasilkan progesteron yang

dapat membuat endometrium bisa menjadi tebal namun lembut.

Dalam jangka waktu 10 hari, uterus sudah siap untuk dibuahi. Dan

bila memang ada pembuahan, maka terjadilah kehamilan. Maka

menstruasi tidak akan terjadi. Selanjutnya progesteron akan

mengalmi masa penurunan produksi pada hari ke-26. Kejadian

selanjutnya adalah badan kuning tidak akan melakukan produksi

lagi dan lapisan di uterus dengan dinding yang berada di rahm

menjadi lepas dihari ke-28. Saat itulah terjadi perdarahan dari

dalam rahim yang dikenal dengan nama menstruasi atau haid.

Sedangkan darah yang keluar ini dinamakan darah menstruasi atau

disingkat darah mens.

4) Fase menstruasi atau perdarahan. Bila tidak terjadi pembuahan

Menurut Diane M. Frase dan Margaret A. Cooper (2009) terdapat

tiga fase utama yang mempengaruhi struktur jaringan endometrium

dan dikendalikan oleh hormon ovarium.

1) Fase menstruasi

Fase ini ditandai dengan perdarahan vagina, selama 3-5 hari.

Secara fisiologis, fase ini adalah fase akhir siklus menstruasi, yaitu

Page 8: Coba coba nulis proposal

8

saat endometrium luruh kelapisan basal bersama darah dari kapiler

dan ovum yang tidak mengalamifertilisasi

2) Fase proliferasi

Fase ini terjadi setelah menstruasi dan berlangsung sampai ovulasi.

Terkadang beberapa hari pertama saat endomtrium dibentuk

kembali disebut sebagai fase regeneratif. Fase ini dikendalikan

oleh estrogen dan terdiri atas pertumbuhan kembalindan penebalan

endometrium. Pada fase ini endometrium terdiri atas tiga lapisan :

a) Lapisan basal

Terletak tepat diatas miometrium, memiliki ketebalan sekitar 1

mm. Lapisan ini tidak pernah mengalami perubahan selama

siklus menstruasi. Lapisan basal ini terdiri atas struktur

rudimenter yang penting bagi pembentukkan endometrium baru.

b) Lapisan fungsional

Terdiri atas keleenjar tubular dan memiliki ketebalan 2,5mm.

Lapisan ini terus mengalami perubahan sesuai pengaruh

hormonal ovarium.

c) Lapisan epitelium kuboid bersilia

Menutupi lapisan fungsional. Lapisan ini masuk kedalam untuk

melapisi kelenjar tubular

3) Fase sekretori

Fase ini terjadi setelah ovulasi dan berada dibawah pengaruh

progesteron dan estrogen dari korpus luteum. Lapisan fungsional

menebal sampai 3,5 mm dan menjadi tampak berongga karena

kelenjar ini berliku-liku.

Menurut Handono Budi (2010), pada proses haid yang umum,

yaitu 28 hari dalam satu daur, yerjadi perubahan-perubahan interaksi

berbagai hormon, yaitu sebagai berikut :

1) Fase folikuler awal

Sebelum terjadi perdarahan haid, kadar estrogen, progesteron, dan

inhibin sangat rendah. Kadar yang rendah ini akan merangsang

Page 9: Coba coba nulis proposal

9

pusat impuls GnRH di hipotalamus, yang berdampak pada

peningkatan hormon FSH. Peningkatan FSH akan berpengaruh

pada pertumbuhan folikel dengan cara dihasilkannya estrogen.

Perkembangan folikel jugaakan menyebabkan dihasilkannya

hormon oleh sel granulosa, yaitu LH, prolaktin, prostaglandin,

serta inhibin. Hormon inhibin juga dapat menekan FSH sehingga

terjadi perubahan ratio LH/FSH dimana hormon FSH menurun

sedangkan LH naik pada 5 hari pertama daur haid.

2) Fase folikuler tengah

Fase ini ditandai oleh sekresi folikuler dominan dan peranan folikel

dominan yang penuh dengan reseptor FSH dan mampu

memproduksi estrogen. Pada hari ke-9, vaskularisasi folikel sangat

bertambah sehingga produksi FSH, LH dan LDL, prolaktin, serta

reseptor prostaglandin juga semakin bertambah. Peningkatan

estrogen dan inhibin memiliki dampak umpan balik negatif

terhadap FSH, sehingga FSH menurun.

3) Fase folikuler akhir

Pada fase ini terjadi lonjakan gonadotropin dan ovulasi. Fase ini

ditandai dengan adanya umpan balik estrogen terhadap

gonadotropin, terjadinya lonjakan LH dan FSH, pematangan oosit,

serta pembentukan korpus luteum.

4) Fase luteal awal

Pasca ovulasi, terjadi fase luteal yang ditandai oleh peninggian

kadar LH. Dalam 3 hari pasca ovulasi, mulai terbentuk korpus

luteum yag dapat menghasilkan relaksin, oksitosin, da progesteron.

Kadar progesteron sejak 24 jam sebelum ovulasi dipertahankan

untuk 11-14 hari kemudian. Kadar progesteron maksimal dicapai

pada hari 3-4 pasca ovulasi. Fase luteal umumnya berlangsung

sekitar 14 hari, dengan variasi antara 11-17 hari.

Page 10: Coba coba nulis proposal

10

5) Fase luteal akhir

Prahaid, setelah hari ke 4-5 dari pertumbuhan korpus lutem, terjadi

penurunan kadar progesteron, estradiol, dan inhibin. Penurunan ini

akan merubah kadar LH melalui mekanisme umpan balik negatif,

dan meningkatan kembali FSH, untuk mengawali pembentukan

folikel baru.

d. Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi adalah aktivitas yang terjadi didalam tubuh

sebelum, selama dan diantara menstruasi. Panjang siklus menstruasi

adalah jumlah hari dari hari pertama menstruasi sampai hari

berikutnya. Umumnya siklus menstruasi berlangsung mulai dari 21

sampai 35 hari dan rata-rata adalah 28 hari. Siklus menstruasi

mungkin belum teratur selama satu atau dua tahun pertama sejak

menarche. (kustriani selvy, 2012).

Menstruasi yang berulang setiap bulan membentuk suatu siklus

menstruasi. Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama haid sampai

tepat satu hari pertama berikutnya. Untuk menghitung siklus

mesntruasi bisa dilakukan dengan membuat catatan pada kalender.

Silang setiap hari pertama haid, hitung jumlah hari dari hari yang

disilang sampai sampai hari yang disilang bulan berikutnya.

http://kankerserviks1.com/siklus-menstruasi-normal/.

Umumnya siklus menstruasi terjadi secara periodik setiap 28 hari

(ada pula setiap 21 hari dan 30 hari) yaitu sebagai berikut : Pada hari 1

sampai hari ke-14 terjadi pertumbuhan dan perkembangan folikel

primer yang dirangsang oleh hormon FSH. Pada saat tersebut sel oosit

primer akan membelah dan menghasilkan ovum yang haploid. Saat

folikel berkembang menjadi folikel de Graaf yang masak, folikel ini

juga menghasilkan hormon estrogen yang merangsang keluarnya LH

dari hipofisis. Estrogen yang keluar berfungsi merangsang perbaikan

dinding uterus yaitu endometrium yang habis terkelupas waktu

menstruasi, selain itu estrogen menghambat pembentukan FSH dan

Page 11: Coba coba nulis proposal

11

memerintahkan hipofisis menghasilkan LH yang berfungsi

merangsang folikel de Graaf yang masak untuk mengadakan ovulasi

yang terjadi pada hari ke-14, waktu di sekitar terjadinya ovulasi

disebut fase estrus.

Selain itu, LH merangsang folikel yang telah kosong untuk

berubah menjadi badan kuning (Corpus Luteum). Badan kuning

menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi mempertebal

lapisan endometrium yang kaya dengan pembuluh darah untuk

mempersiapkan datangnya embrio. Periode ini disebut fase luteal,

selain itu progesteron juga berfungsi menghambat pembentukan FSH

dan LH, akibatnya korpus luteum mengecil dan menghilang,

pembentukan progesteron berhenti sehingga pemberian nutrisi kepada

endometriam terhenti, endometrium menjadi mengering dan

selanjutnya akan terkelupas dan terjadilah perdarahan (menstruasi)

pada hari ke-28. Fase ini disebut fase perdarahan atau fase menstruasi.

Oleh karena tidak ada progesteron, maka FSH mulai terbentuk lagi

dan terjadilan proses oogenesis kembali.

http://intanriani.wordpress.com/siklus-menstruasi-pada-wanita/.

Pada awalnya siklus mungkin tidak teratur, jarak antara 2 siklus

bisa berlangsung selama 2 bulan atau dalam satu bulan mungkin

menjadi dua siklus. Hal ini adalah normal, setelah beberapa lama

siklus akan kembali teratur. ( Rahmawati, 30 ).

Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama perdarahan haid, Hari

1, hingga selesai . dengan perdarahan berikutnya menstruasi .

Meskipun 28 hari adalah panjang siklus rata-rata, itu adalah normal

untuk memiliki siklus yang lebih pendek atau lebih lama. Siklus

Seorang remaja masih belum teratur bisa menjadi panjang (hingga 45

hari), bisa lebih pendek selama beberapa tahun pertama. Antara usia

25 dan 35, siklus kebanyakan wanita adalah mulai normal dan teratur.

biasa, berlangsung 21 sampai 35 hari. Sekitar usia 40 sampai 42,

siklus cenderung terpendek dan paling teratur. Hal ini diikuti oleh 8

Page 12: Coba coba nulis proposal

12

sampai 10 tahun lagi, siklus kurang dapat diprediksi sampai

menopause. http://kankerserviks1.com/siklus-menstruasi-normal/.

e. Remaja

Masa remaja sebagi masa peralihan dari masa anak-anak menuju

masa deawasa, pada masa ini banyak terjadi perubahan dalam hal fisik

dan psikis. Perubaha-perubahan tersebut dapat menyebabkan

kekacauan-kekacauan batin pada remaja, sehingga masa remaja juga

sering disebut masa pancaroba. Kondisi ini menyebabkan remaja

sangat rawan menjalani masa pertumbuhan dan perkembangannya.

Menurut Depkes (2010), masa remaja awal adalah usia 10-13

tahun, usia remaja tengah adalah usia 14-16 tahun dan usia remaja

akhir adalah 17-19 tahun. Maka remaja menjadi masa yang begitu

khusus dalam hidup manusia, karena pada masa tersebut terjadi proses

awal kematangan organ reproduksi manusia yang disebut pubertas.

Tahap-tahap masa remaja digolongkan menjadi 3 tahap, yaitu :

a) Masa pra remaja : 13-14 tahun

Yaitu periode sekitar kurang lebih 2 tahun sebelum terjadinya

pemasakan seksual yang sesunggunya tetapi sudah terjadi

perkembangan fisiologi yang berhubungan dengan pemasakan

beberapa kelenjar endokrin.

b) Masa remaja awal : 14-16 tahun

Yaitu periode dalam rentang perkembangan dimana terjadi

pematangan alat-alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi.

c) Masa remaja akhir : 17-20 tahun

Berarti tumbuh menjadi dewasa yang mencakup kematangan

mental, emosional, sosial dan fisik. (Kustriani selvi, 2012)

2. Tinjauan Umum Tentang Ketidakteraturan siklus Menstruasi

Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari,

walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki

siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari

hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang-

Page 13: Coba coba nulis proposal

13

kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari.

Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL hingga

80mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35mL per harinya.

http://id.wikipedia.org/wiki/Menstruasi.

Perdarahan haid terjadi secara ritmis mengikuti pola siklusyang

normalnya dalam satu siklus berkisar 25-31 hari. Perdarahan haid adalah

darah yang keluar dari uterus perempuan sehat, lamanya 3-6 hari, warna

kecoklatan, ganti embalut 2-5 pembalut per hari, dan terjadi akibat

penurunan kadar progesteron, yaitu pada suatu siklus haid yang

berovulasi (Hestiantoro, 2008).

Siklus haid menjadi bagian dari siklus indung telur (ovarium), kondisi

tersebut melibatkan keseimbangan pengeluaran hormone yang diproduksi

indung telur serta kelenjar yang ada di otak. Siklus haid dapat mengalami

gangguan jika hormon yang dihasilkan di hipotalamus, indung telur dan

hipofisis mengalami gangguan.

Pada permulaan hanya estrogen saja yang dominan dan perdarahan

(menstruasi) yang terjadi untuk pertama kali yang disebut menarch pada

umur 12-13 tahun. Dominannya estrogen pada permulaan menstruasi

sangat penting karena menyebabkan terjadinya pertumbuhan dan

perkembangan tanda seks sekunder. Itu sebabnya pada permulaan

perdarahan sering tidak teratur karena bentuk menstruasinya anovulatoir

(tanpa pelepasan telur). Baru setelah umur wanita mencapai remaja

sekitar 17-18 tahun, menstruasi remaja teratur dengan interval 26-32 hari.

(Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, SpOG).

Menurut Hestiantoro masalah gangguan haid (haid abnormal), dan

perdarahan yang menyerupai haid pada interval siklus haid normal (21-35

hari) dikelompokkan menjadi :

a. Gangguan ritme (irama). Haid terlalu sering dengan interval < 21 hari,

yang disebut polimenorea.

b. Haid terlalu jarang dengan interval > 35 hari, yang disebut

oligomenorea

Page 14: Coba coba nulis proposal

14

c. Tidak terjadi haid, yang disebut sebagai amenorea

d. Perdarahan tidak teratur, dimana interval datangnya haid tidak tentu.

3. Tinjauan Umum Tentang Variabel Penelitian

a. Konsep Stres

1) Pengertian

Stres adalah suatu kondisi yang dinamis saat seorang individu

dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait

dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya

dipandang tidak pasti dan penting. Stress adalah beban rohani

yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga

perbuatan kurang terkontrol secara sehat.

http://www.mentari.biz/cara-menurunkan-berat-badan-dengan-cepat-dan-

alami.html

Stres merupakan suatu respons fisiologis, psikologis dan

perilaku dari manusia yang mencoba untuk mengadaptasi dan

mengatur baik tekanan internal dan eksternal. Stres diketahui

merupakan faktor etiologi dari banyak gangguan . Misalnya

mengacaukan siklus menstruasi. Stres atau kecemasan dapat

mengacaukan siklus menstruasi karena pusat stres di otak sangat

dekat dengan pusat pengaturan siklus menstruasi di otak.

http://www.4skripsi.com/skripsi-kesehatan/hubungan-tingkat-stres-

terhadap-siklus-menstruasi-pada-remaja-kelas-xii-di-sman-64-

jakarta.html#ixzz2CHVWdnj6

2) Gejala stres

20 Gejala Utama Stress yang tiba-tiba muncul dan tidak

diketahui sebabnya:

a) Jantung sering berdebar tanpa sebab diketaui

b) Berkeringat-dingi atau merasa menggigil

c) Ke toilet lebih sering dari biasanya

d) Mulut terasa kering

e) Sakit/ nyeri di perut bagian atas

Page 15: Coba coba nulis proposal

15

f) Mudah lelah walaupun mengerjakan pekerjaan yang ringan

g) Merasa sakit seluruh otot badan yang tidak biasa

h) Sakit kepala tanpa sebab

i) Mudah tersinggung,

j) Kurang rasa humor

k) Kurang selera terhadap makanan, kesenangan ataupun seks

l) Makan terlalu banyak atau terlalu sedikit tanpa disadari

m) Kurang punya waktu menjalankan hobi/ kebiasaan

n) Merasa tidak mampu mengatasi permasalahan apapun”

o) Kurang tertarik berkomunikasi dengan orang lain, selalu

menghindar

p) Kurang percaya terhadap penampilan diri

q) Merasa segala sesuatu tidak berguna

r) Selalu merasa kehilangan dan sedih

s) Pelupa

t) Sulit tidur, tidur tidak nyaman dan mudah terbangun, bangun

merasa tidak segar

http://gejalastress.wordpress.com/gejala-stress/

3) Cara mengtatasi stres

10 cara Mengatasi Stress:

a) Berpikir Positif

b) Tidur

c) Tertawa

d) Olahraga

e) Dengarkan Musik

f) Pandai-pandailah bersyukur

g) Libatkan indera

h) Minum teh hijau

i) Pijat

http://arekploso24.blogspot.com/2011/08/10-cara-mengatasi-

stress.html

Page 16: Coba coba nulis proposal

16

Antara stres dengan menstruasi merupakan masalah kesehatan

bagi wanita. Berdasarkan data wawancara dari beberapa studi,

menunjukkan bahwa siklus menstruasi yang abnormal ini

berhubungan dengan stres psikologi dan dari hasil penelitian

beberapa studi juga menjelaskan bahwa sewaktu stres terjadi

aktivasi aksis hipotalamus-pituitariadrenal bersama-sama dengan

sistem saraf autonom yang menyebabkan beberapa perubahan.

http://bimatito.blog.esaunggul.ac.id/2012/06/08/5/

Stres memainkan peran dalam menekan fungsi hipotalamus,

yang mengontrol kelenjar hipofisis - kelenjar master tubuh - yang,

pada gilirannya, mengontrol tiroid dan kelenjar adrenal dan

ovarium, mereka semua bekerja sama untuk mengelola hormon.

Disfungsi ovarium dapat menyebabkan masalah dengan

produksi estrogen, ovulasi, atau proses reproduksi lainnya.

Estrogen adalah hormon penting yang membantu membangun

lapisan rahim dan mempersiapkan tubuh untuk kehamilan. Jika

ovarium tidak bekerja dengan benar, efek samping mungkin

melibatkan siklus menstruasi, termasuk periode terjawab atau

menstruasi yang tidak teratur.

http://www.everydayhealth.com/pms/managing-stress-during-

pms.aspx

b. Konsep Status Gizi

Gizi berasal dari bahasa arab “Al Gizzai” yang artinya makanan.

Jadi kata gizi artinya makanan.

Ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari hubungan makanan

dengan kesehatan.

Dikatakan gizi seorang baik jika kesehatan seseorang baik

sehubungan dengan makanan sehari-hari yang dimakannya baik.

Secara rinci makanan yang qt makan memilki 3 kelompok besar

didasarkan kegunaan pokok, yakni :

1) Membangun, memelihara dan memperbaiki jaringan yang rusak

Page 17: Coba coba nulis proposal

17

2) Membuat tenaga untuk menggerakan semua bagian tubuh yang

bergerak dan bekerja, seperti jantung, paru-paru dan lain-lain.

3) Mengatur pekerjaan fisiologi atau kelakuan tubuh yang disebut

faali tubuh, seperti halnya darah yang keluar karena luka, harus

berhenti dan membeku.

(Agria, Intan.2011)

Jika terdapat ketidakseimbangan dalam pola asupan dan kualitas

gizi, maka akan berpengaruh pada kelancaran siklus haid pula karena

status kualitas dari asupan nutrisi dan gizi mempengaruhi kinerja

kalenjar hipotalamus yang memiliki peran mengendalikan kelancaran

siklus haid yang ada.

http://www.4skripsi.com/skripsi-kesehatan/hubungan-tingkat-stres-

terhadap-siklus-menstruasi-pada-remaja-kelas-xii-di-sman-64-

jakarta.html#ixzz2CHVWdnj6

Yang dimaksud dengan kebutuhan zat gizi bagi tubuh adalah

jumlah zat gizi yang harus diperoleh tubuh manusia setiap hari untuk

memelihara kesehatannya. Sebagaimana halnya kebutuhan terhadap

tenaga, maka kebutuhan akan zat gizi juga dipengaruhi oleh banyak

faktor, antara lain : umur, jenis kelamin, tinggi dan berat badan, kerja

otot dan temperatur.

1) Umur

Sampai pada batas umur tertentu, kebutuhan zat gizi makin

besar, apabila umur bertamabah. Hal ini disebabkan tubuh manusia

berkembang pada umur tertentu. Kemudian semakin tua, mulai dari

umur tertentu itu tubuh tidak berkembang lagi, tapi sebaliknya

makin mengecil.

Umumnya yang bertambah ialah jumlah kebutuhan dalam

keseluruhannya, akan tetapi perkesatuan berat badan, ternyata

kebutuhan makin berkurang.

2) Jenis kelamin

Page 18: Coba coba nulis proposal

18

Pada umumnya kebutuhan zat gizi bagi laki-laki lebih besar

daripada wanita, apabila keduanya berumur dan dalam keadaan

yang sama. Hal ini disebabkan kebanyakan laki-laki bergerak dan

bekerja lebih banyak mempergunakan tenaga. Akan tetapi

beberapa zat gizi seperti mineral dan beberapa vitamin, ternyata

wanita membutuhkannya lebih besar. Ini mudah dimengertisebab

wanita dalam periode tertentu mengalami masa haid dengan

mengeluarkan banyak darah. Untuk menghasilkan kembali darah

tersebut diperlukan beberapa vitamin dan mineral yang lebih

banyak.

3) Tinggi dan berat badan

Makin tinggi atau makin besar berat badan seseorang makin

banyak terdapat jaringan aktif dalam tubuhnya. Untuk memelihara

jaringan-jaringan dan memelihara gerakan otot-otot dibutuhkan

lebih banyak zat gizi. Sebaliknya orang pendek dan kurus

membutuhkan lebih sedikit zat gizi dibanding orang tinggi dan

gemuk.

4) Kerja otot

Makin banyak dipergunakan otot, makin banyak dibutuhkan

tenaga. Karena itu orang yang bekerja berat membutuhkan zat gizi

lebih banyak daripada yang bekerja ringan.

5) Temperatur

Orang yang berdiam didaerah dingin memerlukan lebih banyak

zat gizi daripada orang yang berdiam didaerah panas. Untuk

mengatasi temperatur yang rendah penyesuaian dengan suhu tubuh

diperlukan panas tubuh yang lebih besar. Hal ini berarti perlu

dibakar lebih banyak zat gizi, karena itu dibutuhkan zat gizi lebih

banyak pula.

6) Keadaan tertentu

Pada waktu hamil, menyusui atau baru sembuh dari sakit

dibutuhkan lebih banyak zat gizi dibanding dalam keadaan biasa.

Page 19: Coba coba nulis proposal

19

7) Faktor lain

Banyak lagi faktor lain yang mempengaruhi kebutuhan zat

gizi, misalnya jenis bahan makanan ada bahan makanan yang

bermutu tinggi/rendah (protein), keaktifan kelenjar-kelenjar

(tiroid), banyak tidur, dan sebagainya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi pada anak dan remaja

adalah :

1) Bawaan sejak lahir (genetik)

2) Penyalahgunaan obat-obatan, kecanduan alkohol, dan rokok,

hubungan seksual terlalu dini

3) Konsumsi makanan seperti tablet Fe atau makanan mengandung

zat besi (defisiensi fe)

4) Ketidakseimbangan antara asupan dan keluarga

5) Kemampuan daya beli keluarga

6) Pengetahuan tentang gizi

7) Anggapan yang salah, kepala keluarga lebih diutamakan

dibandingkan anak dalam pemberian makanan.

B. LANDASAN TEORI

Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai

dengan perdarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saat

kehamilan. (Rahmawati, 2012).

Siklus menstruasi adalah aktivitas yang terjadi didalam tubuh sebelum,

selama dan diantara menstruasi. Panjang siklus menstruasi adalah jumlah hari

dari hari pertama menstruasi sampai hari berikutnya. Umumnya siklus

menstruasi berlangsung mulai dari 21 sampai 35 hari dan rata-rata adalah 28

hari. Siklus menstruasi mungkin belum teratur selama satu atau dua tahun

pertama sejak menarche. (kustriani selvy, 2012).

Ketidakteraturan siklus menstruasi dipengaruhi oleh faktor stres. Stres

adalah keadaan di mana kita merasa sangat penat, terbebani, dan perasaan

yang tidak karuhan. Antara stres dengan menstruasi merupakan masalah

Page 20: Coba coba nulis proposal

20

kesehatan bagi wanita. Berdasarkan data wawancara dari beberapa studi,

menunjukkan bahwa siklus menstruasi yang abnormal ini berhubungan

dengan stres psikologi dan dari hasil penelitian beberapa studi juga

menjelaskan bahwa sewaktu stres terjadi aktivasi aksis hipotalamus-

pituitariadrenal bersama-sama dengan sistem saraf autonom yang

menyebabkan beberapa perubahan.

http://bimatito.blog.esaunggul.ac.id/2012/06/08/5/

Stres memainkan peran dalam menekan fungsi hipotalamus, yang

mengontrol kelenjar hipofisis - kelenjar master tubuh yang pada gilirannya,

mengontrol tiroid dan kelenjar adrenal dan ovarium, mereka semua bekerja

sama untuk mengelola hormon.

Disfungsi ovarium dapat menyebabkan masalah dengan produksi

estrogen, ovulasi, atau proses reproduksi lainnya. Estrogen adalah hormon

penting yang membantu membangun lapisan rahim dan mempersiapkan tubuh

untuk kehamilan. Jika ovarium tidak bekerja dengan benar, efek samping

mungkin melibatkan siklus menstruasi, termasuk periode terjawab atau

menstruasi yang tidak teratur.

http://www.everydayhealth.com/pms/managing-stress-during-pms.aspx

Gizi kurang selain akan mempengaruhi pertumbuhan, fungsi organ tubuh,

juga akan menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi. Hal ini akan

berdampak pada pada ganggan haid, tapi akan membaik bila asupan

nutrisinya baik.

Pada remaja wanita perlu mempertahankan status gizi yang baik, dengan

cara mengkonsumsi makanan seimbang karena sangat dibutuhkan pada saat

haid, karena pada saat haid akan terjadi peningkatan kebutuhan nutrisi.

Apabila ini diabaikan maka akan terjadi keluhan-keluhan yang menimbulkan

rasa ketidaknyamanan selama siklus haid.

Komposisi diet, baik secara kuantitatif maupun kualitatif dianggap

mempengaruhi siklus menstruasi serta penampilan reproduksi. Siklus

menstruasi dipenguruhi bukan saja oleh diet vegetarian, tapi juga diet yang

bervariasi dalam hal lemak, serat da nutrien lainnya.

Page 21: Coba coba nulis proposal

21

Macam-macam diet yang mempengaruhi menstruasi :

a. Diet vegetarian

1) Orang vegetarian diberi diet yang mengandung daging, ternyata

isklus haidnya memanjang.

2) Sebaliknya orang diet biasa beralih ke diet yang kurang daging

mengalami pemendekan siklus menstruasi.

3) Pada wanita yang mengkonsumsi diet vegetarian terjadi

peningkatan frekuensi gangguan siklus menstruasi.

b. Diet rendah lemak

1) Pada diet rendah lemak akan menyebabkan 3 efek : panjang siklus

menstruasi yang meningkat,lamanya waktu menstruasi yang

meningkat, fase folikuler meningkat.

2) Bagi wanita yang bukan vegetarian bila berubah ke diet rendah

lemak akan memperpanjang siklus menstruasi sebagai akibat

memanjangnya fase menstruasi dan fase folikuler.

(Agria, Intan.2011).

Meskipun berat badan rendah adalah penyebab umum menstruasi tidak

teratur, obesitas juga dapat menyebabkan masalah menstruasi. Dalam situasi

ini, otak tidak dapat memicu hormon-hormon yang tepat untuk perkembangan

folikel, yang diperlukan untuk membuat estrogen.

http://majalahkesehatan.com/menstruasi-tidak-teratur-penyebab-dan-

penanganannya/ 14 Jan 2012.

C. KERANGKA KONSEP

Status Gizi

Stress

Ketidakteraturan siklus

menstruasi

Kelelahan

Page 22: Coba coba nulis proposal

22

Keterangan :

: Variabel bebas

: Variabel terikat

: Variabel yang tidak diteliti

D. HIPOTESIS PENELITIAN

H0 : Tidak ada risiko antara stres dengan ketidakteraturan siklus

Menstruasi pada Mahasiswi tingkat I Akademi Kebidanan

Paramata Kabupaten Muna Tahun 2012.

Ha : Ada risiko antara stres dengan ketidakteraturan siklus

Menstruasi pada Mahasiswi tingkat I Akademi Kebidanan

Paramata Kabupaten Muna Tahun 2012.

H0 : Tidak ada risiko antara status gizi dengan ketidakteraturan

siklus menstruasi pada Mahasiswi tingkat I Akademi Kebidanan

Paramata Kabupaten Muna Tahun 2012.

Ha : Ada risiko antara status gizi dengan ketidakteraturan

siklus menstruasi pada Mahasiswi tingkat I Akademi Kebidanan

Paramata Kabupaten Muna Tahun 2012.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. JENIS RANCANGAN PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik

dengan pendekatan case control, yaitu dimana variabel independen dan variabel

dependen diobservasi atau diukur pada waktu yang berbeda. (Notoatmodjo, 2010).

Page 23: Coba coba nulis proposal

23

Populasi

Matching (sampel)

B. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN

1. Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April 2013

2. Tempat Penelitian

Tempat penelitian akan dilaksanakan di Akademi Kebidanan

Paramata Raha kabupaten Muna.

C. SUBYEK PENELITIAN

1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswi tingkat I

yang mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi di Akademi

Kebidanan Paramata Raha Kabuaten Muna yang berjumlah 11 orang.

2. Sampel

Pengambilan sampel dalam penelitian ini akan dilakukan dengan

teknik total sampling, yang berjumlah 11 orang mahasiswi tingkat I

Akademi Kebidanan Paramata Raha Kabupaten Muna tahun 2012.

Dimana 11 orang mahasiswi tingkat I yang mengalami ketidakteraturan

siklus menstruasi.

D. IDENTIFIKASI VARIABEL PENELITIAN

1. Variabel independent : Stres, dan Status gizi

Page 24: Coba coba nulis proposal

24

2. Variabel dependent : Ketidakteraturan Siklus Menstruasi.

E. VARIABEL DAN DEFINISI OPERASIONAL

1. Stres

Stres yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keadaan

responden yang sangat terbebani dan perasaan yang tidak karuan

dengan kriteria objektif yaitu:

a. Ya : bila responden merasa terbebani dalam melakukan suatu

aktivitas

b. Tidak : bila responden tidak merasa terbebani dalam

melaksanakan segala aktivitasnya.

2. Status Gizi

Status Gizi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keadaan

dimana status IMT dan LILA responden normal.

a. Ya : IMT , LILA > 23,5 cm

b. Tidak : IMT , LILA < 23,5 cm

F. INSTRUMEN PENELITIAN

Pada penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah kuisioner, LILA,

timbangan badan, dan alat ukur tinggi bada..

G. CARA ANALISIS DATA

1. Analisis Univariat

Data yang diperoleh dari hasil pengumpulan data dapat disajikan

dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Dalam penelitian ini

dilakukan analisis univariat secara deskriptif sederhana berupa

presentase. Rumus yang digunakan adalah :

Keterangan :

F = Frekuensi

P = Persentase

n = Jumlah Populasi

2. Analisis Bifariat

Page 25: Coba coba nulis proposal

25

Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel bebas

dan variabel terikat dengan menggunakan Uji statistik Chi Square.

Perhitungan nilai rasio prevalens untuk mengetahui faktor risiko.

Hasil yang diperoleh adalah nilai X2, p-value, nilai rasio prevalens.

Rumus Chi kuadrat hitung :

X2 = ∑(FO-FE)

FE

Keterangan :

X2 = Chi kuadrat

FO = Nilai observasi / nilai pengumpulan data

FE = Frekwensi harapan

FE = Total baris x total kolom

Grand Total

Taraf signifikan yang diharapkan adalah 0,05 sedangkan derajat

keabsahan untuk nilai x2 tabel : dk = (k-1) (b-1) dimana b = baris dan

k = kolom.

Kesimpulan hasil pengujian hipotesis adalah sebagai berikut :

1) Jika X2

hitung ≥ X2

tabel maka Ho ditolak dan ha diterima, yang

berarti ada hubungan dengan ketidakteraturan siklus menstruasi.

2) Jika X2 hitung ≤ X

2 tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak yang

berarti tidak ada hubungan dengan ketidakteraturan siklus

menstruasi. (Arikunto, 2007).

H. RENCANA PENELITIAN

1. Waktu persiapan

Waktu persiapan proposal dimulai pada pengajuan topik penelitian

hingga ujian proposal

2. Waktu pelaksanaan

Waktu pelaksanaan penelitian direncanakan setelah proposal disetujui

3. Penyusuan laporan

Penyusunan dilaksanakan setelah penelitian selesai dilaksanakan.

Page 26: Coba coba nulis proposal

26

DAFTAR PUSTAKA

Fraser, Diane. 2009. Myles Buku ajar Bidan Edisi 14. Jakarta : EGC.

Handono, Budi. 2009. Obstetri Fisiologi Ilmu Kesehatan Reproduksi edisi 2.

Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran.

Hestiantoro, Andon. 2008. Masalah gangguan haid dan infertilitas. Jakarta : Balai

Penerbit fakultas kedokteran UniversitasIndonesia.

Kustriani, Sevy. 2012. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Siswi SDN 8 Kabangka

dengan Kesiapan Menghadapi Menarche. Raha.

Penulis, Tim. 2005. Obgyn Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan.

Prawirahardjo, Sarwono. 2009. Ilmu Kandungan. Jakarta : PT. Bina Pustaka

Sarwono Prawirahardjo.

Prawirahardjo, Sarwono. 2008. Ilmu Kebidanan Edisi 4. Jakarta : PT. Bina

Pustaka Sarwono Prawirahardjo.

Page 27: Coba coba nulis proposal

27

Rahmawati, Titik. 2012. Dasar-Dasar Kebidanan. Jakarta : PT Prestasi

Pustakarya.

Sinclair, Christoper. 2011. Ilmu Kebidanan dan Kandungan. Pamulang : Bina

Putra Aksara Publisher.

http://id.wikipedia.org/wiki/Menstruasi. diposting tanggal 8 November 2012.

http://health.kompas.com/read/2012/05/26/07402841/SerbaSerbi.

Pertanyaan.Seputar.Menstruasi. dipostkan tanggal 8 November 2012.

http://www.4skripsi.com/skripsi-kesehatan/hubungan-tingkat-stres-terhadap

siklus-menstruasi-pada-remaja-kelas-xii-di-sman-64- diposting tanggal 8

November 2012. diposting tanggal 8 November 2012.

http://grosirherbalbabelan.blogspot.com/2011/02/penyebab-haid-tidak-

teratur.html diposting tanggal 8 November 2012.

http://www.4skripsi.com/skripsi-kesehatan/hubungan-tingkat-stres-terhadap-

siklus-menstruasi-pada-remaja-kelas-xii-di-sman-64-jakarta.html diposting

tanggal 8 November 2012.

http://ana-tardiana.blogspot.com/2012/03/faktor-penyebab-terlambatnya-

datang.html diposting 12 maret 2012-

http://www.terapimenstruasi.com/faktor-faktor-berikut-dapat-mempengaruhi-

perdarahan-menstruasi.html diposting tanggal 8 November 2012.

http://www.mentari.biz/cara-menurunkan-berat-badan-dengan-cepat-dan-

alami.html September 5, 2012

http://arekploso24.blogspot.com/2011/08/10-cara-mengatasi-stress.html diposting

tanggal 15 november 2012.

http://www.refleksiteraphy.com/?m=artikel&page=detail&no=22 diposting 15

november 2012.

http://www.klikdokter.com/tanyadokter/read/2012/10/05/18986/siklus-haid

diposting 15 november 2012.

Page 28: Coba coba nulis proposal

28

DAFTAR PERTANYAAN/PERNYATAAN

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKTERATURAN

SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISIWI TINGKAT I AKADEMI

KEBIDANAN PARAMATA RAHA KABUPATEN MUNA TAHUN 2012

Kuisioner ini di buat agar dapat diisi oleh mahasisiwi tingkat I Akademi

Kebidanan Paramata Raha Kabupaten Muna untuk melihat faktor-faktor yang

mempengaruhi ketidakteraturan siklus menstruasi dalam rangka penelitian sebagai

syarat penyelesaian pendidikan Diploma III Akademi kebidanan Paramata

Kabupaten Muna Tahun 2013.

PETUNJUK PENGISIAN KUISIONER

(ANGKET)

1. Isilah biodata sebelum menjawab pertanyaan

Page 29: Coba coba nulis proposal

29

2. Dalam menjawab pertanyaan, hendaknya tidak terpengaruh pada orang lain

3. Setelah selesai mengisi, lembaran ini serahkan kembali kepada kami

4. Atas partisipasi bantuannya, kami ucapkan terima kasih.

Kode responden

A. Karakteristik Responden (Mahasiswi ) / Biodata

1. Nama ...................................................................

2. Umur ...................................................................

3. Kelas ....................................................................

4. Agama :

1. Islam

2. Protestan

3. Katolik

4. Hindu

5. Budha

Tugas : Proposal Penelitian

Dosen : Hasary S.KM, MMKES

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKTERATURAN

SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI TINGKAT I AKADEMI

KEBIDANAN PARAMATA KABUPATEN MUNA TAHUN 2012

Page 30: Coba coba nulis proposal

30

Oleh

DEWI AYU FATMASARI

NIM 2010. IB. 0059

YAYASAN PENDIDIKAN SOWITWE RAHA

AKADEMI KEBIDANAN PARAMATA KABUPATEN MUNA

TAHUN 2012/2013