of 32 /32
PROBLEM IDENTIFICATION Mr. Volley 25 tahun Chief complaint: - Nyeri dan tidak bisa menggerakkan bahu kanan Past history : - Ketika sedang bermain volly, dia terjatuh dengan bahu bagian kanan yang mengenai lantai duluan Physical xamination : - Adanya bengkak dan deformitas pada region bahu kanan - Kehilangan kontur dari deltoid - Tangan aduksi dan internal rotasi Anterior bahu : Terdapat benjolan Ketika dipalpasi area : (+) Tenderness (+) Spasme otot Examine the move : - Active and passive rangers the move (ROM) : secara keseluruhan terbatas karena ada rasa nyeri dan deformitas X-Ray : - Plain X-Ray (shoulder anterior posterior, scapular Y view, Axillary view) diketahui Jaringan lunak bengkak Anterior dislocation of the humeral head dari glenoid fossae Fraktur dari greater tuberocity dengan angulasi 10˚, 3mm displacement Analisis 1. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik bahwa hasil dari regio bahu kanan ditemukan adanya embengkakkan dan deformitas, kehilangan kontur dari deltoid, lengan mengalami adduksi dan internal rotasi, terdapat benjolan yang terletak anterior aspek dari shoulder yang ketika dipalpasi tenderness (+),muscle spasm(+).

Case Revew Shoulder Dislocation

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ggggggu89y89y

Text of Case Revew Shoulder Dislocation

PROBLEM IDENTIFICATION

Mr. Volley 25 tahun Chief complaint: Nyeri dan tidak bisa menggerakkan bahu kanan Past history : Ketika sedang bermain volly, dia terjatuh dengan bahu bagian kanan yang mengenai lantai duluan Physical xamination : Adanya bengkak dan deformitas pada region bahu kanan Kehilangan kontur dari deltoid Tangan aduksi dan internal rotasi Anterior bahu : Terdapat benjolan Ketika dipalpasi area :(+) Tenderness (+) Spasme otot Examine the move : Active and passive rangers the move (ROM) : secara keseluruhan terbatas karena ada rasa nyeri dan deformitas X-Ray : Plain X-Ray (shoulder anterior posterior, scapular Y view, Axillary view) diketahui Jaringan lunak bengkak Anterior dislocation of the humeral head dari glenoid fossae Fraktur dari greater tuberocity dengan angulasi 10, 3mm displacementAnalisis1. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik bahwa hasil dari regio bahu kanan ditemukan adanya embengkakkan dan deformitas, kehilangan kontur dari deltoid, lengan mengalami adduksi dan internal rotasi, terdapat benjolan yang terletak anterior aspek dari shoulder yang ketika dipalpasi tenderness (+),muscle spasm(+).

2. Kemudian dari hasil aktive and passive motion pasien mengalami pergerakan yang terbatas dikarenakan nyeri dan deformitas

3. Selain itu dari hasil plain X-Ray (shoulder AP, scapular Y view, Axillary view) ditemukan adanya anterior dislokasi humeral head dari glenoid fossae, dan juga terdapat fraktur dari greater tuberocity dengan angulasi 10 dan 3 mm displacement.

Dari hasil pemeriksaan fisik dan penunjang X-Ray maka kita dapat mendiagnosis bahwa pasien ini mengalami Diagnosis : Dislocation right shoulder ke arah anterior & Fraktur of greater tuberocity Glenoidhumeral jointMerupakan type ball and socket tipe synovial joint Artikulasi : humeral head(besar & bulat) berartikulasi dengan glenoid cavity yang dangkal. Yang hanya melingkupi satu pertiga humeral head, di bantu menopang oleh rotator cuff muscle yg terdiri dari :1. Supraspinatus2. Infraspinatus3. Teres minor4. Subscapular Tulang : tulang yg berperan pada gleno humeral joint adalah 1. Humeral head dari humerus2. Glenoid Cavity dari scapula Joint : glenohumeral joint memiliki joint capsule loose fibrous layer. Joint inimemiliki 2 aperture yaitu : 1. Tuberclehumerus2. Inferior coracoids process Bagian inferior joint capsule merupakan satu-satunya bagian yang tidak disokong oleh rotator cuff muscle Ligament :Fungsi ligament yaitu menguatkan dan membantu menopang joint. Diantaranya:1. Glenohumeral ligament : merupakan 3 fibrous band, menguatkanaspek anterior joint capsule 2. Coracohumeral ligament : suatu band yang kuatdanlebar, memanjangdari anterior pada greater tubercle humerus3. Transverse humeral ligament : fibrous band yang lebarsecaraobliqdari greater ke lesser tubercle4. coracoacromial ligament Movement : bebas ; fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi, rotasidarihumerus, circumduction Muscle : 1. axioappendicular muscle2. scapulohumeral joint (bekerjalangsungpada joint) Blood supply : anterior dan posterior circumflex humeral artery Bursa : Terletakmengelilingiglenohumeral joint. Terletak diantara tendon yang bergesekan dengan tulang ligament, atau tendon dengan tendon lain. Bursa berisi capillary film dari synovial fluid. Bursa terbagimenjadi 2:1. Subscapular bursa : beradadiantara tendon dari subscapular dan neck dari scapula2. Subacromial bursa : beradadiantara acromion, coracoacromial ligament dan deltoid secara superior sertasupraspinatous tendon

Sternoclavicular jointMerupakan tipe saddle pada synovial joint tetapi memiliki fungsi ball and socket. Di bagi menjadi dua kompartemen oleh articular disc,yaitu :1. anterior dan posterior sternoclavicular ligament yang menebalpadalapisan fibrous joint capsule2. interclavicular ligament.. Artikulasi : sterna end pada clavicle berartikulasi dengan manubrium dan 1st costal cartilage. Joint Capsule : Joint capsule mengelilingisternoclavicular joint, melekatkepermukaan articular, meliputiperifer articular. Synovial membrane membatasipermukaan internal pada fibrous layer capsul. Ligament :1. Anterior & posterior sternoclavicular ligament :memperkuat joint capsule secara anterior dan posterior2. Interclavicular ligament :menguatkancapsulsecara superior, memanjangdari sterna end padasalahsatu clavicle ke sterna end pada clavicle lain3. Corticoclavicular ligament :menghubungkanpermukaan inferior sterna end clavicle ke 1st rib dan costal cartilage Movement : protraksi-retraksi, elevasi-depresi Blood supply : disuplaioleh internal thoracic dansuprascapular artery

Acromioclaviular jointMerupakan type plane pada synovial joint. Terletak 2-3cm dari point of shoulder. Artikulasi : acromial end clavicle berartikulasi dengan acromion pada scapulaJoint capsule: biasanyalemah. Ligament :1. Acromioclavicular ligament : fibrous band memanjangdari acromion ke clavicle untukmemperkuatacromioclavicular joint secara superior2. Coracoclavicular ligament :sepasang band yang kuatdisatukanoleh coracoids process pada scapula. Terdiridari 2 ligament yaitu : Conoid ligament (berbentuk cone, apex di bagian inferior) trapezoid ligament (melekatkepermukaan superior coracoids process) Movement : protraksi-retraksi, elevasi-depresi , dibantujugaolehaxioappendicular muscle Blood supply : suprascapulardanthoracoacromial artery

Anatomy Shoulder GirdleMerupakan tulang-tulang yang berperan dalam membentuk hubungan antara batang tubuh dan ekstrimitas atas.Tulang-tulang ini adalah clavicle, scapulae, dan bagian proximal humerus. 1. Clavicle Merupakan tulang yang menghubungkan antara batang tubuh dan ekstrimitas atas. Memiliki 2 cekungan pada bidang horizontal. Setengah dari bagian medialnya (kearah sternum) cembung kearah anterior. Ujung yang berhubungan dengan sternal (sternal end) membesar dan triangular dimana berhubungan langsung dengan bagian manubrium dari tulang sternum. Membentuk sternoclavicular joint. Bagian clavicle yang berhubungan dengan bagian acromion tulang scapula (acromial end) memipih dan cekung secara anterior (2/3 dari bagian lateral). Membentuk acromioclavicular joint (AC Joint). Walaupun digolongkan sebagai long bone, clavicle tidak memiliki medullary cavity. Superior surface merupakan tempat berlabuhnya platysma muscle Inferior surface merupakan bagian yang kasar karena merupakan tempat perlekatan ligament kuatke rib pertama. Coronoid tubercle dekat dengan sternal end merupakan tempat melekatnya coronoid ligament. Trapezoid line merupakantempat melekatnya trapezoid ligament. Subclavian groove (lekukan) di sepertiga bagian medial merupakan tempat melekatnya subclavius muscle. Dan lebih medial lagi terdapat impresi kasar yang berbentuk oval berfungsi untuk perlekatan costoclavicular ligament.

2. Scapula Berbentuk flat triangular yang terletak di aspek posterolateral dari thorax. Terletak pada level T2-T7. Bagian posterior surface dari scapula memiliki bentuk yang convex (cembung) dimana terdapat garis tulang yang terprojeksi (spine of scapula) yang memisahkan 2 area fossa yaitu supraspinous fossa (area yang lebihkecil) dan infras pinous fossa (area yang lebih luas). Bagian anterior / costal suface (yang berhadapan dengan costae) membentuk suatu fossa yang luas yang dinamakan subscapular fossa. Ridge of spine akan memanjang secara lateral membentuk suatu facet (acromion) dimana menjadi tempat bertemunya scapula dengan bagian acromial end dari tulang clavicle. Deltoid tubercle pada spine of scapula menunjukkan tempat medial point terhadap perlekatan otot deltoid. Spine dan acromion menjadi tempat perlekatan terutama otot trapezius. Di bagian lateral scapula terdapat glenoid cavity dimana akan membentuk area lekukan untuk artikulasi dengan bagian head of humerus dari tulang humerus. Sehingga terbentuk glenohumeral joint. Glenoid cavity membentuk fossa yang cekung, oval, sempit, dan menghadap ke anterolateral sedikit superior. Coracoid process berada pada superior glenoid cavity dan terprojeksi secara anterolateral. Process ini berfungsi sebagai tempat perlekatan inferior untuk ligament coracoclavicular. Scapula memiliki batas-batas yaitu superior border, medial border, dan inferior border. Superior border ditandai dengan adanya suprascapular notch. Medial border berbatasan langsung dengan spine (+ 5m lateral dengan bagian lateral spinosusdarivertebre). Batas ini biasa juga disebut vertebral border. Lateral border berbatasan langsung dengan apex dari axilla oleh karena itu biasa juga disebut axillary border. Scapula juga memilik itiga sudut yaitu superior angle, lateral angle, dan inferior angle.

3. Proximal Humerus Bagian humerus yang terlibat dalam shoulder girdle adalah proximal end dari humerus. Ujung proximal dari humerus terdiri dari Head of humerus, anatomical neck, greater tubercle, lesser tubercle, dan surgical neck. Ujung proximal dari humerus yang berhubungan dengan scapula adalah head of humerus membentuk glenohumeral joint. Anatomical neck dibentuk dari cekungan yang mengelilingi head of humerus yang memisahkan antara head of humerus dengan greater dan lesser tubercle. Surgical neck merupakan bagian sempit dan kecil dimana merupakan area yang sering mengalami fracture. Greater tubercle merupakan cembungan yang mengarahke lateral. Lesser tubercle merupakan cembungan yang lebih keci ldan lebih inferior dari greater tubercle yang menghadapke anterior.JOINT Adalah penyatuan atau penghubung antara 2 tulang/lebih atau antara bagian yang keras pada skeleton Memiliki banyak bentuk dan fungsi Terdapat joint yang tanpa pergerakan, sedikit pergerakan , dan bergerak bebas

Klasifikasi Joint1. berdasarkan manner dan tipe material pembentuknya Synovial joint Secara umum joint yang terdapat pada skeleton articular surface tulangnya di cover oleh hyaline cartilage tipis lubrikasi oleh viscous synovial fluid terdapat joint cavity yang dibatasi oleh synovial membrane joint dikelilingi oleh capsule, dimana capsule tersebut diperkuat oleh external atau internal fibrous ligament biasanya terdapat pada tulang panjang memberikan kebebasan dalam bergerak antara tulang yang 1 dengan lainnyaterdapat 2 klasifikasi pada synovial joint : berdasarkan pergerakkannyaa) monoaxial : terjadi pada 1 direction/planeb) biaxial : terjadi pada 2 direction/planec) multiaxial : terjadi pada banyak direction plane berdasarkan bentuk articular surface tulangnyaa) plane joint - dibentukoleh 2 plate surface- sliding movement (menggeser/meluncur) monoaxial- terdapat pada sternoclavicular joint, acromioclaviscular jointb) hinge joint (sendi engsel)- berbentuk concave/convex shape surface- kapsuljointnya tipis- flexi dan extensi movement monoaxial- terdapatpadatlang yang bersatukuat- terdapat lutut, elbow, dan anklec) saddle joint (sendi pelana)- berbentuk concave/convex shape surface seperti saddle shape- articula surface yang berlawanantajamsepertipelana- flexi, extensi, abduksi, dan rotasi movement biaxial- bergerakpada 2 sisi, sagitaldan frontal- terdapat pada carpometacarpal joint pada jempold) condyloid joint- dibentukoleh 2 concave/convex shape surface pada right anglenya- flexi, extensi, abduksi, adduksi dan sedikit rotasi movement biaxial- terdapat pada metacarpophalanx, metatarsophalanxe) ball&socket joint- bentuknyaseperti bola yang berada di dalamcekungan- pada joint yang seringdigunakan, spheroidal surface tulangbergerakdengan socket tulang lain- flexi, extensi, abduksi, adduksi dan medial&lateral rotasi movement multiaxial- terdapat pada shoulder, head of femur yang berotasi dengansocketnya yang dibentukoleh acetabulum pada hip bone dan hip jointf) pivot joint- terdiridarisylindrical projection inside a ring- rotasi movement monoaxial- terdapat pada atlantoaxial dan superior radioulnar jointg) elypsoid joint- memilkielypsoid concave dan convex surface- flexi, extensi, abduksi, adduksi movement biaxial- gerakannyaberputarmengelilingi central axis- terdapat pada wrist

Fibrous joint Tidak bercavity Pergerakannya bergantung kepada panjang fiber yang ada di dalamnya Biasanya terdapat pada tulang pendek atau pipihterdapatpada 3 tempat :a) Suture cranium- berdekatansangatrapat, membentukgaris yang berombaksertatidak rata- menyatukantulangdengan dense fibrous connective tissueb) Syndesmosis type- 2 tulang yang dipisahkanolehruang yang besar (lebihbesardari suture)- dihubungkanolehlembaran-lembaran fibrous tissue- terdapat di radioulnarintraosseus membrane- sedikitpergerakan yang terjadi- pergerakannyabergantungpadajarakantaratulangdengan fibrous ligamentnyac) Gomphoses- joint yang beradadiantaragigidengansocketnyadan alveolar process maxilladanmandibula- dihubungkandengan fibrous tissue pada periodontal ligament Cartilaginous joint Terdapat pada epiphyseal growth plate dan costosternal joint Muncul saat pertumbuhan tulang panjangterdapat 2 tipe :a) primary cartilaginous joint atausynchondroses- menghubungkan 2 tulangdengan plate hyaline cartilage- tidakterdapatpergerakan- bersifat temporary, ex : pada proses pertumbuhantulangpanjang, dimanabonyepiphisisdanshaftnyadisatukanolehepiphisial plate. Setelahpertumbuhanmencapaisempurna, epiphisial plate berubahmenjaditulangdanepiphisisberfusidengandiaphisisb) secondary cartilaginous joint atausymphisis- menghubungkan 2 tulangdengan plate fibro cartilage - dicoveroleh hyaline cartilage tipis pada articular surface- kuat- sedikitpergerakan yang terjadi- terdapatpadamanubriosternal joint, symphisis pubic, intravertebral (fibro cartilaginous yang beradadiantara vertebrae terdiridarijaringanikat yang mengikat, menyatukannyadengan vertebrae. Makadariitu, joint inimemberikankekuatandan shock absorption berimbangdenganspinenya), mandibularsymphisispada newborn

Healing process of DislocationYang terjadi pada saat tulang mengalami dislokasi biasanya adalah rusaknya jaringan sekitar tulang (soft tissue) berupa skin, neurovascular, ligamen, dan tendon. Dibawah ini akan dijelaskan mengenai soft tissue healing.Soft tissue mengandung collagen, elastin, hydrophilic ground subtance, mucopolysaccarida, proteoglycans, GAGs, dan air. Kandungan yg paling terpenting dari soft tissue adalah collagen.

Pembentukan vascularized granulation tissue pada collagen fibersProses

Healing berlanjut (dipengaruhi oleh early mobilization & suplai darah yang banyak)

Perbaikan arah collagen, kembali menjadi tersusun seperti normal

Fiber collagen di sepanjang garis yg menegang akan meningkatkan kekuatan tegangan dan pembentukan struktur yang lebih normal

Remodelling dan adaptasi jaringan ikatTapi sebenarnya apabila dislokasi itu tidak menimbulkan keruksakan jaringan (soft tissue) disekitarnya, maka healing dislokasi lebih ke arah prinsip-prinsip penanganan (management) dislokasi itu sendiri. Prinsip penanganannya :Dengan metode 4R1. RecognitionTentukan terlebih dahulu fraktur atau dislokasi yang terjadi.2. Reduction Usaha dan tindakan manipulasi tulang yang patah atau dislokasi dengan sedapat mungkin mengembalikan posisi tulang seperti letak awal (normal).3. RetentionMetode untuk mempertahankan tulang yg patah atau dislokasi selama penyembuhan setelah proses reduksi.4. Rehabilitation Proses untuk mengembalikan fungsi-fungsi sesuai dengan semula (normalnya). Dapat segera dimulai dan dilaksanakan bersamaan dengan proses healing.

Biomekanika otot

Biomekanisme itu sendiri berarti suatu studi mengenai hokum mekanika yang berhubungan dengan pergerakan atau struktur dari organisme yang hidup Unit structural dari otot adalah fiber Myofibril tersusun dari actin dan myosin Proses kontraksi otot dimulai dari adanya impuls sampai proses teori sliding filament & cross-bridge Motor unit merupakan keseluruhan otot yang diinervasi oleh satu sel saraf Tenaga yang dihasilkan tergantung pada panjang, kecepatan, komposisi dan morfologi otot

Shoulder dislocation Definisi Dislokasi adalah terlepasnya kompresi jaringan tulang dari kesatuan sendi. Dislokasi ini dapat hanya komponen tulangnya saja yang bergeser atau terlepasnya seluruh komponen tulang dari tempat yang seharusnya (dari mangkuk sendi).Epidimologi -Dislokasi bahu anterior95%-Dislokasi posterior 5%-Dislokasi inferior jarangEtiologi-Cedera akibat olahraga-Non olahraga(jatuh,pukulan,trauma)Factor resiko Semua umur dapat terkena dislokasi Paling rentan orang tua dan anak anak

Patgen dan Patfis dislokasi secara umum

klasifikasiPada mayor joint, bahu adalah salah satu mayor joint yang sering dislokasi. Dislokasi pada bahu bisa terjadi karena dangkalnya glenoid cavity, bisa karena ligamen yang longgar.

1. Anterior Dislocation

Merupakan jenis dislokasi yang paling sering terjadi pada dislokasi bahu. Sekitar 90% kejadian dari seluruh dislokasi bahu.

Mekanisme InjuryBiasanya dikarenakan jatuh dengan tumpuan tangan. Head of Humerus menjadi ke depan, merobek kapsul dan memproduksi avulsi pada glenoid labrum (the Brankart lesion).

Clinical Feature Sakit parah Terdapat benjolan dibawah clavicle

Pemeriksaan x-ray Anteroposterior view menunjukan overlapping dari shadow humeral head dan glenoid fossa Lateral view menunjukan head humerus keluar dari socket

TreatmentPasien yang pernah mengalami dislokasi bisa ditreatment dengan traksi yang sederhana. Diberikan sedasi atau obat anasthesi umuma. Reduksi Dilakukan traksi biasa pada orang yang sudah mengalami dislokasi sebelumnya Stimsons technique (Reposisi oleh berat tangan dan gravitasi dan telungkup di pinggir meja 15 20 mnit) Hippocratic method.Ditraksi dengan bahu sedikit abduksi. Harus ada 2 operator. Kochery Method.Bahu miring 90o lalu rotasikan 75o lateral.Reposisi menyesuaikan arah trauma. Humerus diputar keluar dan siku ke dada. Tangan diistirahatkan pada sling.b. Imobilisasi dengan sling selama 3 minggu pada pasien 30 th. Pergerakan di siku dan jari dilakukan setiap hari.c. Rehabilitasi.Pergerakan bahu dengan menghindari abduksi dan lateral rotasi selama 3 minggu.

Komplikasia. Early Rotator cuff tear (robeknya rotator cuff)Biasanya terjadi pada orang tua, cirinya sulit abduksi setelah reduksi kontraksi,kontraksi otot deltoid yang tidak ada menandakan adanya axilary nerve palsy. Nerve injury.axilary nerve paling sering sehingga menyebabkan tidak dapat mengkontraksikan otot deltoid, nerve lain yang bisa terkena injury adalah radial nerve, musculocutaneous nerve, median nerve, dan ulnar nerve. Vascular injury.axillary artery bisa rusak, terutama pada pasien orang tua dengan pembuluh darah yang rapuh. Fracture-dislocation.Jika ada fraktur di proximal humerus, maka perlu dilakukan open reduction dan internal fiksasi.b. Late Shoulder stiffness.Immobilisasi yang terlalu lama bisa membuat kekakuan pada bahu, terutama pada pasien yang berumur >40 tahun, tidak bisa rotasi lateral dan abduksi. Unreduced dislocation. Sendi tidak dapat direduksi/direposisi kembali. Recurrent dislocation. Karena ligamen dari shoulder menjadi longgar setelah dislokasi.

2. Posterior Dislocation

Terjadi hanya sekitar 3 % pada dislokasi bahu.

Mekanisme Injury Terjadi karena indirect force yang menjadikan bahu berada pada posisi internal rotasi dan adduksi. Dapat pula terjadi karena kejang, electric shock, ketika jatuh pada posisi fleksi, adduksi atau terkena pukulan langsung di depan bahu.

Clinical Feature Arm tetap dalam posisi internal rotasi dan terkunci pada posisi tersebut, Bahu depan terlihat flat dengan coracoids prominent.

Pemeriksaan x-rayx-ray anteroposterior menunjukan medial rotasi : bentuknya terlihat abnormalx-ray lateral menunjukan posterior subluxation/dislocation

TreatmentUntuk dislokasi posterior akut bisa dilakukan reduksi/reposisi. Reduksi : menarik lengan pada posisi bahu adduksi, lalu di rotasi lateralkan. Imobilisasi dengan menggunakan sling pada bahu dalam posisi adduksi dan lateral rotasi.

Komplikasi Unreduced dislocation. Dislokasi tidak dapat direposisi kembali. Untreated dislocation Recurrent subluxation/dislocation

3. Inferior Dislocation of the Shoulder (Luxatio Erecta)

Humeral head keluar dari socketnya dan mendorong ke axilla. Posisi lengan tetap pada posisi abduksi.

Mekanisme InjuryDisebabkan oleh tekanan sangat kuat ke arah lengan, yang membuat lengan menjadi hyperabduction

Clinical Feature Lengan terkunci pada posisi full abduksi

Pemeriksaan x-rayPada x-ray terlihat humerus pada posisi abduksi dengan head dibawah glenoid fossa.

Treatment Reduksi : pulling upward pada lengan yang abduksi Imobilisasi : lengan diimobilisasi dengan mengunakan sling sampai nyeri hilang Rehabilitasi : Menghindari abduksi kurang lebih 3 minggu untuk penyembuhan softtissuenya.

PrognosisApabila ditangani secara dini maka pasien akan mengalami kondisi baik

Fraktur pada bagian proximal humerusEpidemiologi Pada yang berusia tua akibat osteoporosis dan wanita yang post-menopause Pada yang berusia muda aibat jatuh dengan lengan out stretched ( biasanya disertai dislokasi bahu ) 20 % dari kasus ini terjadi perpindahan 1 atau lebih fragmen dan memiliki risiko yang significant dari komplikasi karena tulangnya rapuh Klasifikasifrakturhumerus proximalAda 4 segment utama yang menjadi perhatian yang sering terliba dalam injuri ini. 1. The head of the humerus2. The lesser tuberosity3. The greater tuberosity4. The shaft

Kemudian neer membedakan fraktur ini berdasarkan jumlah fragmen yang terpisah (displacement fragment).Dengan kriteria displacement fragmentnya adalah angulasinya lebih dari 45 derajat atau jarak terpisahnya 1 cm.

Klasifikasinya adalah sebagai berikut :1. One-part fracture :adalah jika fragmen tulangnya undisplace, hanya berbentuk garis saja.2. Two-part fracture : adalah jika satu fragmen yang terpisah dari yang lainnya3. Three-part fracture: adalah jika dua fragmen yang terdisplace4. Fourth-part fracture :adalah jika keseluruhan bagian fragment terdisplasi.

Mechanism of injury

HB Bruise di upper armpainParalisis deltoid muscleAnesthesia dalam distribusi sensorySoft tissueKontraksi otot yang berlebih (muscle spasm)Instability permanentperdarahanSupporting structureligamentBlood vesselRusaknya axillary nervenerverobeknyaTulang terpisah dengan jointFraktur pada greater tuberosityTulang tidak normal pada posisinyaStress ke tulangImpact dari benturanDislokasi dan subluxation

Treatment1.MINIMALLY DISPLACED FRACTURE -pada umumnya tidak membutuhkan perawatan khusus, hanya istirahat 1-2 minggu dengan lengan di sling sampai sakit menghilang -lalu secara perlahan mulai passive ROM bahu, setelah itu lakukan active ROM setelah fracture sembuh (sekitar 6 minggu)2.TWO PARTS FRACTURE -surgical neck fractures :fragmen-fragmen fraktur di tempatkan segaris dan lengan di immobilisasi dengan arm sling sampai kira 24 minggu.tidak dilakukan latihan bergerak bahu selama 4 minggu -greater tuberosity fractures : fragmen2 fraktur dapat disatukan kembali dengan insisi kecil dengan interosseous suture -anatomical neck fractures :pada pasien anak dapat di fiksasi dengan baut, dan pada pasien lebih tua dapat dilakukan hemiarthroplasty3.THREE PARTS FRACTURE -pada individu yang aktif, paling bagus di lakukan open reduction dan internal fixation4.FOUR PART FRACTURE -surgical neck dan kedua tuberosity telah displaced -pada pasien muda, lebih baik dilakukan rekonstruksi dan menghindari komplikasi -Pada pasien yang lebih tua, closed treatment dan upaya open reduksi danfiksasi dapat mengakibatkan nyeri berlanjut dan kekakuan dan tindakan bedah tambahan dapat membahayakan vaskularisasi -Jika pola fraktur seperti akan membahayakan jalur suplai darah, maka tindakan yang paling baik adalah prosthetic displacement dari proximal humerus

COMPLICATIONS1.VASCULAR INJURIES AND NERVE INJURIES2.AVASCULAR NECROSIS3.STIFFNESS OF THE SHOULDER4.MALUNION

PATOMEKANISME

Mr.Volley 25 tahun

Terjatuh, bahu kanan terlebih dahulu

Adanya rotasi external

Posisi lengan abduksi

Anterior dislocation

Gangguan pada ototHead of humerusStress ke Tension & Effusion supraspinatus, infraspinatus,kedepan tulang ligament dari teres minor, deltoid glenohumeral inflamatoryLump anteriorTulang injury exudateAspect daritidak ke jointShoulder normal Painposisinya Swelling Tenderness(+)Fraktur darigreater Muscle contractionLosstuberositysangat kuat of deltoidcontourLimitationLengan Adanya of motionadduksi rotasi internal

BHP Informed concent Beritahukan bagaimana penyakitnya, dan bagaimana kedepannya Kontrol rutin ke dokter Istirahat yang cukup Tidak boeh ikut olahraga dahulu Istirahatkan tangan yang cideranya Tidak melakukan aktivitas yang berat pada tangannya Tidak boleh mengangkat beban berat terlebih dahulu

IIMC

Al-Maidah ayat 6 Wahai orang-orang yang beriman/apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimusampai kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandila. Dan jika kam sakit/dalam perjalanan/kembali dari tempat buang air (kakus)/menyentuh perempuan. Maka jia kamu tidak memperoleh air , maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci). Usaplah wajahmu dan tanganmudengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu dan menyempurnakan nikmat-nya bagimu agar kamu bersyukur

SumberApleys system of orthopaedics and fractures