Case Report - Papilloma Inverted

  • View
    32

  • Download
    11

Embed Size (px)

DESCRIPTION

case report

Text of Case Report - Papilloma Inverted

Kata Pengantar

Puji dan syukur kehadirat Ilahi karena dengan izin-Nya lah kami dapat menyelesaikan laporan kasus kami yang berjudul papilloma inverted yang kami susun untuk mempelajari ilmu kesehatan THT secara menyeluruh.Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam penyusunan laporan kasus ini baik secara moril maupun spirituil, terutama kepada pembimbing kami Dr. Dody Widodo Sp.THT yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada kami.Kami menyadari laporan ini banyak kekurangan dan jauh dari sempurna, maka kami menerima kritik dan saran yang membangun agar kami menjadi lebih baik dalam penyusunan laporan selanjutnya.Akhir kata semoga laporan ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami dan umumnya bagi para pembaca.

Jakarta , Agustus 2010

Penyusun

Daftar IsiKata PengantariDaftar IsiiiLAPORAN KASUS1Identitas Pasien1Anamnesis1Pemeriksaan Fisik2Pemeriksan Penunjang4Diagnosis8Terapi8Prognosis8TINJAUAN PUSTAKA9Definisi9Epidemiologi9Etiologi10Patofisiologi11Gejala Klinik12Pemeriksaan Fisik13Pemeriksaan Penunjang13Temuan Radiologis13Prosedur Diagnostik14Temuan Histologis14Tatalaksana16Terapi konservatif16Terapi Bedah16Prognosis18PEMBAHASAN19DAFTAR PUSTAKAiii

ii

LAPORAN KASUS1. Identitas PasienNama: Bona SianturiJenis Kelamin: Laki-lakiUmur: 57 tahunPekerjaan: SupirSuku: BatakTanggal Masuk RS: 6 Agustus 2010Ruang Rawat: Anggrek TengahRM: 123.61.962. Anamnesisa. Keluhan UtamaHidung sebelah kanan tersumbat sejak 3 bulanb. Riwayat Penyakit SekarangPasien datang ke poli THT dengan keluhan pada hidung sebelah kanan tersumbat sejak 3 bulan. Sumbatan pada hidung kanan dirasakan terus menerus. Awalnya sumbatan ringan dan semakin bertambah. Mimisan (+) disertai lendir hanya satu kali ketika pasien memijat-mijat di daerah pangkal hidung, keluar ingus encer (-), bersin-bersin (-), hidung gatal (-). Berkurangnya penciuman (-).Berkurangnya pendengaran (-), merasa suara nya terdengar lebih keras di telinga ketika bicara (-), rasa penuh di telinga (-), telinga berdengung (-).Adanya ingus yang tertelan ketenggorok (-), nyeri menelan (-), batuk-batuk (-).Sakit kepala dan nyeri pada wajah (-). Keluar air mata tidak disadari (-).c. Riwayat Penyakit DahuluHT (-), DM (-), asma (-), alergi pada obat (-), riwayat trauma pada wajah (-).3. Pemeriksaan Fisika. Keadaan Umum: baikb. Status GeneralisTanda vital:Kesadaran: compos mentisTekanan Darah: 120/80 mmHgFrekuensi Nadi: 88 /menitFrekuensi Napas: 13 /menitSuhu: afebrisWajah: Simetrisc. Pemeriksaan THT:TelingaADASDaun telingadbndbnDaerah retroaurikulerdbn, NT (-)dbn, NT (-)Liang telingalapanglapangMembran tymphaniintak, RC (+)intak, RC (+)Rinne(+)(+)Webbertidak ada lateralisasiSchwabach sama dengan pemeriksa

HidungKananKiriVestibulumdbndbnRongga hidungsempit, dinding lapanglateral kavum nasiterdorong ke medialSeptumtidak ada deviasiSekret(+) jernih(+) jernihKonka inferioreutrofieutrofiKonka mediatidak bisa dinilaieutrofi

NasofaringKananKiriKoanamassa (+)lapangSeptum bagian belakangtidak ada deviasiSekret(+)(-)Muara tuba EustachiusterbukaterbukaTorus tubariusmenonjolmenonjolFossa Rossenmullercekungcekung

TenggorokanArkus faringsimetrisUvuladitengahDinding faringgranulTonsilT1-T1KGB Lehertidak ada pembesaran

4. Pemeriksan Penunjanga. LaboratoriumDarah RutinHB15.0 g/dLLeukosit9.100 /mm3Hematokrit43 %Trombosit330.000 /mm3HemostasisBT3 menitCT6 menit 30 detikKimia klinikGDS107 mg/dLGDS 2 jam PP143 mg/dLSGOT30 U/LSGPT35 U/LUreum39 mg/dLKreatinin1.1 mg/dL

b. CT-ScanSinus paranasal Axial dan coronal

c. Patologi AnatomiSediaan dari kavum nasi terdiri dari massa tumor berbentuk polypoid dilapisi epitel torak berlapis dengan pertumbuhan inverted. Stroma fibrotik. KESIMPULAN: Papilloma sel transitional type inverted.5. DiagnosisPapilloma inverted cavum nasi6. TerapiOperatifMaxilectomi medial endoscopy KonservatifAcyclovir cream

7. PrognosisAd vitam: bonamAd functionam: dubia ad bonamAd Sanantionam: dubia ad malam

TINJAUAN PUSTAKA1) DefinisiPapilloma inverted adalah tumor jinak epitelial yang tumbuh pada membran mukosa di hidung dan sinus paranasal yang tumbuh masuk ke dalam lapisan membran (endofitik).Lapisan mukosa hidung dan sinus paranasal disebut membran Schneider. Victor Conrod Schneider orang yang pertama kali menggambarkan mukosa hidung dan sinus paranasal secara histologis. Gambarannya adalah membran bilaminar dengan sel epitel kolumnar bersilia pada sisi bagian dalam kavernosa dan lapisan periosteum pada sisi tulang.Papilloma yang tumbuh di membran Schneider ini unik, karena akan tumbuh masuk ke dalam membran. Dari sifat unik inilah istilah papilloma inverted dipakai. Papilloma inverted memiliki sinonim sebagai berikut: papilloma Schneider, papilloma maligna di hidung, dan silindroma. [endnoteRef:2] [2: . T. Balasubramanian. Inverted Papilloma Of Nose. Otolaryngology Online. 2010.]

2) EpidemiologiLesi jinak pada hidung dan paranasal yang terbanyak adalah papilloma yang diklasifikasikan menjadi tiga kategori: fungiformis (50%), inverted ( 45%), dan silindrikal (5%). Papilloma inverted memiliki karakteristik adanya sel epitel skuamosa atau transitional yang menyelimuti stroma dan pertumbuhan endofitik. Papilloma inverted seringkali ditemukan pada dinding lateral cavum nasi. Selain itu, papilloma inverted juga berhubungan dengan karsinoma sel skuamosa pada 5 15% pasien.[endnoteRef:3] [3: . Bc Decker, Hamilton, James B. Snow. The Manual Of Ballengers Otorhinolaryngology Head And Neck Surgery.16th Edition. London. 2002.]

Papilloma inverted merupakan salah satu tumor hidung yang jarang, merupakan 0,5-4% dari seluruh tumor hidung. Di Amerika Serikat, insiden sebesar 0.74-1.5 kasus per 100,000 orang per tahun. Laki-laki lebih banyak terkena 4 kali lebih banyak dari perempuan. Orang kulit putih lebih beresiko terkena daripada ras lainnya.[endnoteRef:4] [4: . Nader Sadeghi, Khalid Al-Sebeih. Sinonasal Papillomas. George Washington University. Apr 29, 2008. Available At: Www.Emedicine.Com.]

3) EtiologiEtiologi dari papilloma inverted belum bisa dipastikan. Penyebabnya bisa saja alergi, sinusitis kronik, polutan udara, dan infeksi virus.Alergi sebagai etiologi sudah lama ditinggalkan karena pasien papilloma inverted seringkali tidak memiliki riwayat alergi (rinitis alergi). Selain itu, papilloma sinonasal biasanya unilateral. Sedangkan gejala pada rinitis alergi biasanya bilateral.Sinusitis paranasal seringkali ditemukan pada pasien-pasien dengan papilloma inverted dan oleh banyak ahli dianggap sebagai salah satu komplikasi sumbatan tumor di cavum nasi dan paranasal. Sinusitis bukan merupakan penyebab timbulnya tumor.Faktor eksternal yang terdiri dari polutan udara dan karsinogen industri dicurigai menjadi penyebab dari papilloma inverted, namun demikian penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendapat statistik yang bermakna.Virus telah lama dicurigai sebagai penyebab papilloma inverted. Virus dapat menyebabkan lesi neoplasma dan membentuk papilloma pada bagian tubuh lainnya.Human Papilloma Virus(HPV) adalah virus epitelotrofik (tumbuh pada epitel) yang bisa menyebabkan lesi premaligna (benigna) dan lesi maligna pada traktus anogenital. Pada kasus papilloma inverted, ditemukan virus dengan subtipe low-risk (HPV 11, HPV 6) dan subtipe high-risk (HPV 16, HPV 18). Kusiak dan Hudson mendeskripsikan keberadaan dari badan inklusi (inclusion bodies) pada sitoplasma dan intranuklear di sel-sel papilloma inverted. Pada tahun 1987, Respler dkk, menggunakan teknik hibridisasi in situ dan menemukan HPV 11 pada 2 dari 4 pasiennya. Weber dkk menegaskan penemuan ini pada penelitiannya dari 21 pasien menggunakan hibridisasi DNA in situ, dan hasilnya 16 pasien memiliki DNA HPV. Mereka membuat teori bahwa keberadaan HPV bisa mempengaruhi sifat biologis dari papilloma inverted. Di lain pihak, penelitian dengan menggunakan teknik hibridisasi dan PCR menunjukkan bahwa HPV 6 dan HPV 11 berkaitan pada banyak kasus dengan papilloma fungiformis tapi sangat jarang pada kasus papilloma inverted dan papilloma silindrikal.3

4) PatofisiologiPapilloma inverted sinonasal kebanyakan unilateral. Tiga karakteristik klinik utama dari tumor jinak ini adalah (1) kecenderungan untuk kambuh, (2) kemampuan untuk mendestruksi struktur disekelilingnya, dan (3) kecenderungannya untuk dikaitkan dengan keganasan.Angka kekambuhan dari lesi neoplastik ini sangat bervariasi (0-78%), tergantung dari pendekatan teknik pembedahan dan kelengkapan reseksi. Phillips dkk meneliti bahwa angka kekambuhan rendah setelah pembedahan rinotomi lateral dan maxilektomi medial dibandingkan dengan eksisi transnasal dengan operasi Caldwell-Luc (35%) atau dengan eksisi transnasal non-endoskopik sendiri (58%).Angka kekambuhan yang tinggi juga disebabkan faktor lesi papilloma inverted yang multisentrik.Karsinoma sel skuamosa adalah keganasan yang paling sering dikaitkan dengan papilloma inverted. Namun, papilloma inverted juga bisa dikaitkan dengan adenokarsinoma dan karsinoma sel kecil. Dari ketiga tipe papilloma pada hidung dan paranasal. Papilloma fungiform dilaporkan tidak ada kecenderungan menjadi ganas. Papilloma inverted bisa berkembang menjadi karsinoma pada 5-10% kasus. Papilloma silindrikal bisa berkembang menjadi karsinoma pada 14-19 % kasus.

5) Gejala Klinik Sumbatan hidung unilateralSumbatan terjadi ketika massa cukup besar untuk menyumbat jalan napas. RinoreaKeluarnya sekret disebabkan terkumpulnya sekresi mukosa yang berlebihan dari kelenjar mukoid yang berada pada mukosa hidung terutama dari sel goblet. Epistaksis Biasanya unilateral dan terjadi secara spontan dan biasanya hilang sendiri (self limiting). Sakit kepalaSakit kepala disebabkan terbendungnya drainase sinus. Perubahan papilloma inverted menuju keganasan perlu dicurigai apabila sakit kepala meningkat pada malam hari. SinusitisSinusistis biasanya karena massa tumor menghambat drainase sinus. Tandanya adalah pembengkak