Budaya Siri' Dalam Perspektif Islam

Embed Size (px)

Text of Budaya Siri' Dalam Perspektif Islam

1 Budaya Siri Bugis Makassar dalam Perspektif Islam. Studi Al-Quran: Teori dan Methodologi 1220410135 Oemar (achmad darwiz) Konsentrasi Pendidikan Agama Islam (Program Studi Pendidikan Islam) Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2012 BAB I PENDAHULUAN A.LATAR BELAKANG Indonesiamerupakansuatunegarayangdikenaldandiakuimemilikiberagampotensi, baik pada wilayah geografis, pluralis dan keragaman masyarakatnya.NegaraIndonesia yang dikenalnegarakepulauanterdiridariberbagaisukubangsamemilikibentukdancorak kebudayaanyangberbedaantarasatudenganyanglainnya.Sebagainegarakepulauanyang memilikikarakteristikyangterdiridaribermacam-macamsuku,adat,bahasa,kepercayaan sertaagama1denganlatarbelakangsejarahdanbudayayangberbeda-bedapula,tentunya Indonesia dikenal sangat unik.Keragaman yang dimaksud dapat disaksikan dengan melihat banyaknya karakteristik dan nilaiyangberlakudalammasyarakatsertalahirnyaperilakuyangbervariatifdalamsuatu komunitassocial.2komunitassocialtersebutdapatdipandangsebagaisymbol keanekaragamandalambingkaiBhinnekaTunggalIka.Dalammasyarakattersebutterdapat seperangkattatanilaisebagaisalahsatuunsuryangdiyakinidanmenjadiframeofreference tentang bagaimana seharusnya seseorang berbuat, bersikap dalam kehidupan sosial. Nilai-nilai itulahyangmempengaruhidankadang-kadangdapatdikatakanmembentukkeseluruhan sikapmasyarakatterhadapsuatuorientasi,danitulahyangmunculatauterpolakankeatas permukaan dalam kehidupan social masyarakat.3

Dalam aktivitas budaya, manusia tidak bebas nilai, karena kebebasan berprilaku manusia dibatasiolehkebebasanoranglain.Denganmelakukanperbuatanatauaktivitaskehidupan, manusia membentuk kebudayan, dalam hal ini dengan berlandaskan doktrin al-Quran.4 Untuk menghargaiperbedaanini,adasatucarayangdiajarkansendiriolehAllah,yaituterimalah perbedaan itu sebagai suatu nikmat ataurahmat.5 Sebagai sumber paling utama ajaranIslam,

1Pengertian dalam konteks iniadalah pengertianyang biasa digunakanuntukmenyebut semuaagamayang diakuisecararesmiolehnegeraIndonesiayakni:Islam,Protestan,Katolik,Hindu-Dharma,Buddha-Dharma. Koentjaraningrat,BungaRampaiKebudayaan,MentalitasdanPembangunan,(Jakarta:GramediaPustakaUtama, 2000), hlm.149. 2Muhammad Huzain, Etika Budaya Sipakatau masyarakat Bone. (Yogyakarta: Tesis UIN Sunan Kalijaga, 2006), hlm 2. 3TimPUSPARUGM,PerpustakaanNasional:KatalogDalamTerbitan,WawasanBudayauntuk Pembangunan: Menoleh Kearifan Lokal,(Yogyakarta: Pilar Politika, 2004), hlm.326. 4UmarFaruq,KebudayaandanAgamadalamKonteksIndonesiaMenurutMusaAsyarie,(Yogyakarta: Skripsi, Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga, 2007), hlm. 99. 5Hal ini dapat berarti perbedaan itu dipandang sebagai berkah. Karena dengan perbedaan itu, kita bisa saling dialog,kenalmengenal,mengujiargument,mempertajampemikirandanmengembangkankehidupan.Tanpa keragamanitu,kehidupanakanberjalanditempat,akanstatis.Rahmat,M.Imdadun,IslamPribumiMendialogkan Agama Membaca Realitas, (edt), Sayed Mahdi, Singih Agung, (Jakarta: Erlangga,2003), hlm.118. 2 Budaya Siri Bugis Makassar dalam Perspektif Islam. Studi Al-Quran: Teori dan Methodologi 1220410135 Oemar (achmad darwiz) Konsentrasi Pendidikan Agama Islam (Program Studi Pendidikan Islam) Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2012 Al-Quranberfungsimemberipetunjukjalanyangpalinglurus(Q.S.Al-Isra[17]:9)6bagi segenap umat manusia demi tercapainya kebahagiaan dalam hidup. Hal ini berarti bahwa misi utama(danterpenting)dariAl-Quranadalahmemberituntunanbagiumatmanusia, mengenaiapa-apayangharusdiperbuatdantidakdiperbuatdalamhidupkeseharian.7 IndonesiasebagaipenganutIslamterbesardenganbudayayangberagamdisisilainterjadi konfigurasi nilai-nilaiIslam dan nilai-nilai tradisi budaya masyarakatyang tampak pada pola tingkahlakudalamrelasi-relasisocial.Nilai-nilaimoralyangmenjadilandasankebudayaan, bukandataranaplikatifnyayangbersifatplural,yang standardprocedure moralantarasatu daerahdengandaerahlainnyaberbeda-beda,yangdalamwujudkebudayaanadapadaapa yang disebut dengan adat istiadat.8 Dalam suatu tradisi budaya local, perangkat nilai tersebut danpadaumumnyatradisi-tradisiituterciptadenganlandasanagamaIslam,maka implementasidanwujuddalamkehidupansocialitutakdapatterpisahkandarilegitimasi dalil-dalil Al-Quran dan hadis Nabi. Maka jelas dalam implementasinya merupakan petunjuk dalamAl-Qurandanhadistersebut.Nilai-nilaidalamtradisibudayalocalitu,khusunya dalampembahasaninierathubungannyadalamkonteksnilaietikabudayayangterstruktur dalamadatdanistiadatmasyarakat.Islamsenantiasamemberikanwarnayangsempurna dalamsetiaptradisiitusehinggatafsirannyasenantiasatertujupadalandasanAl-Qurandan Al-Hadis.PadamakalahsingkatinibertemakanBudayaSiriBugisMakassardalamPerspektif Islam.Sirisebagaisalahsatubudayalokalyangmempunyaihubungansangatkuatdalam pandanganIslamsebagaikerangkaspiritualitasmasyarakatyangkokoh.Dalammakalahini padaawalpembahasanjelaskansekilassejarahdanmaknabudayasiriBugisMakassar, BudayasiridalamperspektifIslam,Nilai-NilaipendidikanIslamdalamkonteksSiriBugis Makassar.BudayaSiriinitidakhanyadikenaldalamBugisMakassarnamundikenalpula dikalangan Toraja danMandaryang mendiamidaratan Sulawesi Selatan.9 Kendati demikian, dalam pembahasan ini, dengan tidak mengurangi eksistensi dua suku bangsa lainnya di daerah ini,hanyamengetengahkansukuBugisMakassar.Hanyakosakatadanpenyebutannyasaja

6DepartemenAgamaRI.Al-QurandanTerjemah-Nya,(Bandung:PTSygmaExamediaArkalema,2009), hlm.283. 7 Miftahul Huda, Al-Quran dalam PerspektifEtika dan Hukum, (Yogyakarta: Teras, 2009), hlm.105. 8AbdulKarim,KonsepKesadaranHarkatSiri,dalamwebsite,http://abdulkarim8284.blogspot.com /2012/04/.html, diakses, 20 Oktober 2012. 9PortalBugis,ManusiaBugisRantau,BudayanyaSiriBugisMakassar,dalamwebsite, https://portalbugis.wordpress.com, diakses, 20 Oktober 2012. 3 Budaya Siri Bugis Makassar dalam Perspektif Islam. Studi Al-Quran: Teori dan Methodologi 1220410135 Oemar (achmad darwiz) Konsentrasi Pendidikan Agama Islam (Program Studi Pendidikan Islam) Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2012 yangberbeda,tetapifalsafahideologinyamemilikikesamaandalamberinteraksidengan sesama. BAB II PEMBAHASAN B.SEKILAS SEJARAH DAN MAKNA BUDAYA SIRI BUGIS MAKASSAR 1.Ikhtisar umum sejarah kebudayaan Bugis MakassarKebudayaan Bugis Makassar adalah kebudayaan dari suku bangsa Bugis-Makassar yang mendiamibagianterbesardarijazirahselatandaripulauSulawesi.10OrangBugisdan Makassarmerupakanrumpunyangsatu.Orangbugisadalahsalahsatudariberbagaisuku bangsadiAsiaTenggaradenganpopulasilebihdariempatjutaorang.Merekatermasukke dalamrumpunkeluargabesarAustronesia.11SukuBugisadalahsukuterbesaryangadadi SulawesiSelatan.MerekayangberadadiluarSulawesiSelatanlebihbanyaklagi.Mereka mendiami 15 dari 21 kabupaten di Sulawesi Selatan.12 Dari bahasa, tulisan dan kesusasteraan, orangBugis mengucapkan bahasa Ugi dan orang Makassar bahasa Mangkasara. Kedua bahasatersebutdipelajaridanditelitisecaramendalamolehseorangahlibahasaBelanda B.F.Matthes,denganmengambilberbagaisumberkesusasteraantertulisyangsudahdimiliki olehorangBugisMakasarberabad-abadlamanya.13Kesusasteraantertulistersebutyang disebut dengan Lontara.14 Asal-usulorangBugishinggakinimasihtidakjelasdantidakpasti.Berbedadengan wilayahIndonesiabagianbarat,SulawesiSelatansamasekalitidakmemilikimonument Hindu atau prasasti, baik dari batu atau pun dari logamyang memungkinkan dibuatnya suatu kerangkaacuanyangcukupmemadaiuntukmenelusurisejarahorangBugissejakabad

10PendudukpropinsiSulawesiSelatanterdiridariempatsukubangsaialah:Bugis,Makassar,Toraja,dan Mandar. Koentjaraningrat, Manusia dan Kebudayaan di Indonesia, (Jakarta: Djambatan, 2010), hlm.266. 11Evolusiinternalsertainteraksimerekadenganberbagaiperadabanluar(Cina,India,Islam,danEropa). ChristianPelras,ManusiaBugis,OxfordInggris:BlackwellPublisherLimited,terj.AbdulRahmanAbu,Hasriadi, Nurhady Sirimorok.(Jakarta: Penerbit Nalar,2006), hlm.1. 12yaituBone,Soppeng,Wajo,Luwu,LuwuTimur,LuwuUtara,SidenrengRappang,Bulukumba,Sinjai, Pinrang,Barru,Enrekang,Pare-Pare,PangkajenneKepulauan,danMaros.Duakabupatenterakhirmerupakan daerah-daerahperalihanyangpenduduknyaberbahasaBugismaupunMakassar.SupriadiMappangara,Bugis MakassardiLintasanSejarah,dalamWebsite,http://ila-galigo.blogspot.com/2009/05/.html,diakses,30Oktober 2012. 13 Koentjaraningrat, Manusia., hlm.268. 14DalamkaitaniniLontaradapatberartitulisanataubuku.Lontarayangdimaksuddisiniialahbukuyang memuat catatan hasil-hasil intelektual leluhur Bugis Makassar yang sudah dalam bentuk tulisan tangan atau cetak di ataskertas.Mattulada,Latoa:SuatuTulisanAnalisisTerhadapAntropologi-PolitikOrangBugis.(Jakarta: Universitas Indonesia, 1975), hlm. 37. 4 Budaya Siri Bugis Makassar dalam Perspektif Islam. Studi Al-Quran: Teori dan Methodologi 1220410135 Oemar (achmad darwiz) Konsentrasi Pendidikan Agama Islam (Program Studi Pendidikan Islam) Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2012 pertamaMasehihinggakemasaketikasumber-sumbertertulisBaratcukuptersedia.15Masa laluorangBugisdapatdibagimenjaditigaperiodeyaitu:16Pertama,PeriodeSejarahyang bersumberdarikronikBugis,ditambahdengansumber-sumberluar.Kedua,periodeBugis awaldapatdiketahuimelaluisatu-satunyasumbertertulissetempat,yaknisiklusLaGaligo yang harus dimanfaatkan dengan sangat hati-hati. Ketiga, Periode Prasejarah yang sama sekali tidak memiliki sumber tertulis; hanya mengandalkan bukti-bukti arkeologis. Jika kita merujuk padasumbertertulisyaknisiklusLaGaligo17tersebutdenganjumlahkuranglebih9000 halamanfolio18makahanyadapatdikemukakanpandanganbahwaBugistelahadajauh sebelumabadke-17Masehi.HalinidikarenakanpendatangMinangkabaudanMelayuyang melakukan perantauan ke Sulawesi sejak abad ke-15 sebagai tenaga adminstrasi dan pedagang di Kerajaan Gowa dan telah terakulturasi yang juga dikategorikan sebagai orang bugis. Sejak awal abad ke-17 Masehi, setelah menganut agama Islam, orang Bugisbersama dengan orang AcehdanMinangkabaudiSumatera,KalimantandanMalaysia;orangMoro19diMindanao; orang Banjar di Kalimantan; orang Su