Click here to load reader

Bahaya Fokal Infeksi Gigi,Gangguan Hormonal (Rev-12.09)

  • View
    13

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Bahaya Fokal Infeksi Gigi,Gangguan Hormonal (Rev-12.09)

Text of Bahaya Fokal Infeksi Gigi,Gangguan Hormonal (Rev-12.09)

Bahaya Fokal Infeksi Gigi

drg Shirley YuliantiFokal Infeksi Rongga Mulut SAP:Menyebutkan berbagai keadaan di rongga mulut yang dapat menjadi fokus infeksiMenyebutkan terapi keadaan di rongga mulut yang menjadi fokus infeksiMenyebutkan berbagai kelainan penyakit yang ada hubungannya dengan fokus infeksi di rongga mulutMenetapkan rujukanPENDAHULUANDulu teori tentang fokal infeksi diragukan1996: Journal of Periodontology ada hubungan penyakit periodontal dgn berbagai penyakit sistemikTindakan pencabutan/scaling dapat mengakibatkan bakteriemiaInfeksi gigi kronik dapat memperburuk kondisi pasienDEFINISIINFEKSI FOKALPenyebaran kuman atau toksin dari suatu fokus infeksi yang menimbulkan kelainan /penyakit di sekitarnya maupun yang jauh letaknyaFOKUS INFEKSISuatu jaringan yang terinfeksi oleh mikroorganisme patogenFokus infeksi dapat disertai gejala klinik/tidakFOKAL INFEKSI DI RONGGA MULUTInfeksi periodontal (gingivitis, periodontitis)Gigi gangrenInfeksi pericoronalGigi gangren/inf.periodontal mengandung mikroorganisme, bakteri, virus, jamur dan endotoksin yg dihasilkan oleh mikroorganisme anaerobHasil penelitian: tidak hanya toksin, ttp juga hydrogen sulfida; methyl merkaptan yg sangat beracun bagi tubuhMEKANISME PENYEBARAN:Metastasis mikroorganisme dari suatu fokus infeksiPenyebaran toksin dan produk toksin dari suatu fokus infeksi:Penyebaran melalui sirkulai darah ke seluruh tubuhKe kelenjar limfe setempat aliran darahTransport sepanjang saraf ke otakMikroorganisme dalam darah akan berkembang-biak septikemia akut dan kronikMikroorganisme menginfeksi jaringan sekitarPenyebaran melalui aspirasi: Pus/eksudat yang keluar dari fistula atau periodontal pocket masuk ke dalam pharynx / paru-paru waktu bernapas normal Tonsilitis / PharyngitisPenyebaran melalui tenggorok: Pus / eksudat tertelan dan masuk ke dalam lambung dan duodenum gangguan gastrointestinalis gastritis ulkus peptikum/ ulkus duodenum.Penyebaran langsung ke jaringan sekitar: Penyakit periapikal dan periodontal yang lanjut dari gangguan rahang atas belakang sinus maxillaris sinusitis maxillaris dasar sinus tipis.Bisa ke berbagai facial spaces abcess submandibular/ abcess sublingual Ludwigs AnginaPenyebaran secara hematogen: Bakterimia dapat terjadi akibat trauma dalam mulut, antara lain:Pencabutan gigi;Gerakan mengunyah trauma pada gingiva;Menyikat gigi.Ini semua merupakan gerakan memompa / mendesak kuman masuk ke dalam peredaran darah / limfe tempat yang jauh dan tinggal di Locus minorus resistentiae dan terjadi penyakit sekunder yaitu: Endokarditis bakterialis subakuta.

Reaksi sensitisasi atau autoimmune:Toksin / produk kuman dari suatu fokus infeksi peredaran darah melalui pembuluh darah limfe sebagai antigen jaringan sensitif o.k. terbentuk antibodi.Bila ada kuman / protein kuman kontak dengan antibodi penjamu Reaksi alergi.Penyakit sekunder yang terjadi a.l. demam rematik, rheumatoid artritis, glomerulonephritis, uveitis.

CONTOH PENYAKIT YG BERHUBUNGAN DENGAN FOKUS INFEKSI:UrtikariaSinusitis maxillarisTrombosis sinus kavernosusSelulitisAbses paruMeningitisSeptikemiaBerat badan lahir rendahArthritisRheumaticPenyakit jantung waspadai terjadinya Bacterial EndocarditisPENANGGULANGANMenghilangkan sumber infeksi:Merawat/mencabut gigi non vital, sisa akar, gigi dengan kelainan periodontal;Mencabut gigi impaksi;Mencari fokus infeksi di bagian lain tubuh.Konsul ke bagian terkait

KELAINAN HORMONAL PADA DIABETES MELLITUSDept Ilmu Penyakit Gigi-MulutTAHUN 2010 Diabetes mellitusGangguan metabolisme karbohidrat kronikInsulin berkurang :Absolut jumlah insulin Relatif jumlah mencukupi tetapi tidak berfungsi optimalFaktor penyebab perubahan dalam rongga mulut :Mikroangiopati sistem vaskular jar periodontal

Sclerosis sbg akibat terjadinya kekurangan glukosa scr intraseluler shg mengganggu regenerasi & pertahanan jar periodontal

Gangguan metabolisme KH aktivitas vit C (-) & kebutuhan vit B kompleks mengakibatkan kerusakan jar periodontium

Serostomia dgn segala akibatnyaManifestasi dalam mulut : A. Jaringan periodontal :Gingivitis marginalisAbses periodontal yang multiplePeriodontal poket, gigi goyang & tanggal resorbsi dari procesus alveolaris yg cepat & banyakB. Selaput lendir mulutUlserasiCandidiasisC. Perubahan pd kelenjar salivaSerostomiaPembentukan kalkulus yg sangat cepat & banyak terutama kalkulus sublingual, disebabkan :Peningkatan kalsium salivapH saliva menjadi lebih alkalisKadang terjadi pembesaran kelenjar parotis yg bilateral & tidak sakitSering ditemukan sialodenitisD. Kelainan gigiPeningkatan kariesPulpitis pada gigi yg tidak berlubang akibat adanya arteritis diabetika gigi nekrosisGigi goyang karena resorbsi tulang alveoli, timbul nyeri saat perkusi

E. LidahRasa kering & rasa panasAtrofi papila lidah: papila filiformis & p fungiformis berwarna merah unguOtot lidah flabby indentasi pd lateral lidahKeadaan umum penderita harus baikKadar gula darah mendekati normalZat anestesi lokal tidak mengandung vasokonstriksi (mis : adrenalin)Proses pencabutan / operasi :Trauma sekecil mungkinPencabutan gigi satu persatuPenjahitan luka ekstraksiHAL YG HARUS DIPERHATIKAN APABILA AKAN MELAKUKAN TINDAKAN DENTAL INVASIF PADA PASIEN DMPemberian antibiotik sebelum & sesudah ekstraksi gigi (mengingat pasien mudah mengalami infeksi) Pemberian vit C & vit B kompleks mempercepat penyembuhanPemberian obat hemostatika gangguan hemostatisHAL YG HARUS DIPERHATIKAN APABILA AKAN MELAKUKAN TINDAKAN DENTAL INVASIF PADA PASIEN DM (lanjt)Berat ringannya manifestasi oral pd pasien DM tergantung pada :Kondisi DM (terkontrol / tidak)Berat serta lamanya perjalanan penyakitBanyaknya iritasi lokalKebiasaan membersihkan rongga mulut Dokter yg mengkonsulkan pasien DM ke dokter gigi diharapkan DMnya sudah terkontrolMANIFESTASI ORAL PADA KEHAMILAN Dept Ilmu Penyakit Gigi MulutTahun 2010A. Peningkatan karies gigi, akibat : Adanya perubahan mikroflora mulut slm masa kehamilanPerubahan selera makan terutama makanan yg asamOral hygiene yg kurang Manifestasi rongga mulut pada kehamilan Manifestasi rongga mulut pada kehamilan (lanjt) Pendapat dahulu bahwa kehamilan menyebabkan karies salah dgn alasan :Pengambilan kalsium untuk kebutuhan bayi bukan dari gigi ibu hamil.Kalsium dari gigi tidak dapat dimobilisir o.k struktur email & dentin bersifat avaskuler & aselularB. Gingivitis gravidarum (pregnancy gingivitis) Gingivitis berkembang pd trimester ke-2 puncaknya pd bulan ke 7 atau 8 hilang scr spontan sesudah partus. Penyebabnya :a. Peningkatan respon thd dental plakb. Peningkatan metabolisme estrogen dalam gingiva menurunkan resistensi thd rx peradanganc. Peningkatan produksi prostaglandin meningkatkan rx peradanganManifestasi rongga mulut pada kehamilan (lanjt) C. EPULIS GRAVIDARUM(Pregnancy epulis, pregnancy tumor)adl. pembesaran gingival yg terlokalisir di daerah interdental papil dari 1 atau 2 gigi dgn diameter 5 cmTimbul pada bulan ke 3 kehamilanGambaran histologik menyerupai granuloma pyogenicumTumor ini bisa mengecil / menetap sesudah partusEksisi selama kehamilan rekurenManifestasi rongga mulut pada kehamilan (lanjt) Terapi : Bila tidak menganggu pengunyahan selama kehamilan dibiarkan, sesudah melahirkan akan mengecil sendiriBila menganggu eksisi dgn electro couterManifestasi rongga mulut pada kehamilan (lanjt) PERAWATAN GIGI :Pemeliharaan kesehatan gigiMenghilangkan semua faktor iritasi lokal di rongga mulut terima kasih