Back Ground Study Penyusunan Buku III RPJMN 2015-2019 Pembangunan Berdimensi Kewilayahan

  • View
    450

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

disampaikan oleh Direktur Pengembangan Wilayah dalam Lokakarya Regional Penyusunan Back Ground Study Buku III RPJMN 2015-2019: Pembangunan Berdimensi Kewilayahan: Nusa Tenggara - Maluku - Papua di Kuta, Bali 23 September 2013

Transcript

  • oleh: Direktur Pengembangan Wilayah

    Workshop RegionalWilayah Papua, Maluku dan Nusa TenggaraDenpasar, 23 September 2013

  • Proses Perencanaan1. Proses Politik : Pemilihan langsung dipandang sebagai proses perencanaan karena menghasilkan rencana pembangunan dalam bentuk Visi, Misi, dan Program yang ditawarkan Presiden / Kepala Daerah terpilih selama kampanye. 2.Proses Teknokratik : Perencanaan yang dilakukan oleh perencana profesional, atau oleh lembaga / unit organisasi yang secara fungsional melakukan perencanaan3.Proses Partisipatif : Perencanaan yang melibatkan para pemangku kepentingan pembangunan (stake holders) Antara lain melalui pelaksanaan Musrenbang4.Proses Bottom-Up dan Top-Down : Perencanaan yang aliran prosesnya dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas dalam hirarki pemerintahan

  • PENYUSUNAN RPJMN DALAM KERANGKA KESINAMBUNGAN PERENCANAAN PEMBANGUNANSlide - *

  • AGENDA BESAR PENYUSUNAN RPJMNSlide - *

  • BAGAN ALUR PENYUSUNAN RPJMNSlide - *

  • RPJMN 2010-2014Perpres 5 Tahun 2010BUKU I : PENCAPAIAN SASARAN PRIORITAS NASIONALTema : Mewujudkan Indonesia Sejahtera, Demokratis dan BerkeadilanVisi, Misi, Agenda, Prioritas Nasional, dan Kerangka Makro BUKU II : STRATEGI PEMBANGUNAN BIDANGSinergi pembangunan antarbidangStrategi lintas bidang dan mainstreaming: 9 bidang (sosbud, ekonomi, iptek, politik, hukum dan aparatur, hankam, infrastruktur, wilayah dan tataruang, lingkungan hidup) BUKU III : STRATEGI PENGEMBANGAN WILAYAHSinergi pembangunan pusat daerah dan antardaerahStrategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Wilayah (Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua)*BUKU IBUKU IIBUKU IIISinergi rencana pembangunan dan rencana tata ruang dilakukan melalui penyusunan Buku III RPJMN 2010-2014

  • *PERENCANAAN MAKROPERENCANAANSEKTORAL(Keterkaitan antarwilayah)Efektivitas kebijakanSpasial, lokasi dan tanah* Regulasi * PendanaanPrioritasKementerian/LembagaPERENCANAANREGIONAL(Keterkaitan antarsektor)PrioritasWilayahMobilisasiSumberdayaLokalKESEJAHTERAAN, KEMANDIRIANKEADILAN DAN KEMAKMURANRAKYATEfisiensi sumberdayaKapasitas KelembagaanKOORDINASI PERENCANAAN

  • *PERENCANAAN MAKRO

  • Visi Pembangunan 2005-2025 INDONESIA YANG MANDIRI, MAJU, ADIL DAN MAKMURRPJMN 2015-2019 DALAM KERANGKA RPJPN 2005-2025 (UU 17 TAHUN 2007)Slide - *

  • Arahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025Dalam Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah

    Misi 2

    Mewujudkan Bangsa Yang Berdaya Saing Penataan persebaran dan mobilitas penduduk diarahkan menuju persebaran penduduk yang lebih seimbang sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan melalui pemerataan pembangunan ekonomi dan wilayah dengan memperhatikan keragaman etnis & budaya serta pembangunan bekelanjutan.Perekonomian dikembangkan dengan memperkuat perekonomian domestik serta berorientasi dan berdaya saing global melalui perekonomian yang berkeunggulankompetitif. Interaksi antar daerah didorong dengan membangun keterkaitan sistem produksi, distribusi, dan pelayanan antar daerah yang kokoh.

    Pembangunan industri diarahkan untuk mewujudkan industri yang berdaya saingserta mendorong perkembangan ekonomi di luar Pulau Jawa.

    Pembangunan aparatur negara dilakukan melalui reformasi birokrasi untuk meningkatkan profesionalisme aparatur negara dan untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik, di pusat maupun di daerah agar mampu mendukung keberhasilan pembangunan di bidang-bidang lainnyaPembangunan transportasi diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi,sosial, dan budaya serta lingkungan dan dikembangkan melalui pendekatan pengembangan wilayah agar tercapai keseimbangan dan pemerataan pembangunan antardaerah...*

  • Arahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025Dalam Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah

    Misi 5

    Mewujudkan Pembangunan Yang Lebih Merata dan Berkeadilan

    Pengembangan Wilayah diselenggarakan dengan memperhatikan potensi dan peluang keunggulan sumber daya darat/laut di setiap wilayah.....dan terintegrasi dengan semua sektor dan bidang dan dijabarkan dan disinkronkan dengan rencana tata ruang yang konsisten. Percepatan pembangunan dan pertumbuhan wilayah-wilayah strategis dan cepat tumbuh sehingga dapat mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal di sekitarnyaPeningkatan keberpihakan pemerintah terhadap wilayah tertinggal dan terpencil dengan berbagai pendekatan pembangunan melalui...., penguatan keterkaitan kegiatan ekonomi dengan wilayah cepat tumbuh dan strategis dalam satu sistem wilayah pengembangan ekonomiWilayah-wilayah perbatasan dikembangkan dengan mengubah arah kebijakan pembangunan yang selama ini cenderung berorientasi inward looking menjadi outward lookingKapasitas pemerintah daerah terus dikembangkan melalui peningkatan Kapasitas aparat pemerintah daerah, kapasitas kelembagaan pemerintah daerah, kapasitas keuangan pemerintah daerah, serta kapasitas lembaga legislatif daerahPeningkatan kerja sama antardaerah akan terus ditingkatkan dalam rangka memanfaatkan keunggulan komparatif maupun kompetitif setiap daerah; menghilangkan ego pemerintah daerah yang berlebihan; serta menghindari timbulnya inefisiensi dalam pelayanan publikRTR sebagai acuan kebijakan spasial pembangunan di setiap sektor, lintas sektor maupun wilayah. Penyempurnaan penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah. Pelaksanaan land reform serta penciptaan insentif/ disinsentif perpajakan *

  • PENGUATAN DAYA SAING DAERAH

    **Sumber Daya Alam: Pertanian, Kelautan dan Perikanan, PertambanganPariwisata: Wisata Alam, Wisata Seni dan Budaya, Wisata KulinerSDM terampil dan terdidikInfrastruktur dasar: jalan, air bersih, listrik, telekomunikasi dan informasiInfrastruktur ekonomi: pasar, bank, pusat perdaganganJaringan transportasi darat, laut dan udaraEkonomi kreatifPusat Inovasi, Riset dan Pengembangan DaerahTenaga profesionalKerjasama: Pemda-Universitas dan SwastaKeunggulan KomparatifKeunggulan KompetitifKeunggulan Kompetitif20252013

  • *Pengembangan Pusat-pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru (New Growth Center)Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Berbasis Pengetahuan (knowledge based economy)Konektivitas AtarwilayahPembangunan InfrastrukturSistem transportasi nasional: darat, laut dan udaraSistem Logistik NasionalSistem Informasi nasionalPengembangan Keunggulan Berbasis Seni dan Budaya, dan Sumber daya LokalMICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition)Percepatan Pembangunan Wilayah Timur IndonesiaPenerapan Manajemen Modern, dan IPTEK terkiniPembangunan kawasan perbatasan dan daerah tertinggalEfisiensiProduktivitasKesempatan kerjaNilai TambahPendapatanKesejahteraanKeadilan

    AKSELERASI PEMBANGUNAN WILAYAH(DOMESTIC CONNECTIVITY)

  • KERANGKA PIKIR PENYUSUNAN BUKU III RPJMN 2015-2019

    *RTRWNStep 3:Prakiraan 2015-2019Tujuan NasionalRPJMN2010-2014Wawasan Nusantara: Kesatuan Politik, Hankam, Sosial, Budaya, Ekonomi UUD 1945RPJPN2005-2025RPJMN 2015-2019:Memantapkan pem-bangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keung-gulan kompetitif perekonomian yang berbasis SDA yang tersedia, SDM yang berkualitas, serta kemampuan iptekStep 1:KondisiSaat IniKinerjaEkonomiSosialPolitik, Hukum & HankamdllVisi dan Misi PresidenStep 2:ProyeksiStep 6:Sasaran2015-2018Step 5:Skenario Mempercepat Pembangunan Wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan PapuaMempertahankan Momentum Pembangunan Wilayah Jawa-Bali dan SumateraStep 7:Strategi Pengembangan Wilayah PapuaWilayah MalukuWilayah Nusa TenggaraWilayah SulawesiWilayah KalimantanWilayah Jawa-BaliWilayah SumateraStep 4:Isu StrategisKesenjangan antarwilayah: sosial, ekonomi, prasarana, SDH& LH, Hankam, dllLemahnya keterkaitan antarwilayahSasaran yang belum tercapaiStep 8:Investasi dan RegulasiMandiri, Maju, Adil dan Makmur

  • FOKUS DAN PRIORITAS LOKASI DALAM RPJMN 2015-2019

    STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN PENGEM-BANGAN WILAYAH KECAMATANSTRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN PENGEM-BANGAN SEKTOR (SKPD)STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN PENGEM-BANGAN SEKTOR (K/L)STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN PENGEM-BANGAN WILAYAH PROVINSISTRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN PENGEM-BANGAN SEKTOR (SKPD)STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN PENGEM-BANGAN WILAYAH KAB/KOTARPJMD DAN RKPDPROVINSIRPJMN DAN RKPRPJMD DAN RKPDKABUPATEN/KOTA

  • *Pembangunan Wilayah SUMATERAPembangunan Wilayah JAWA-BALIPembangunan Wilayah NUSA TENGGARAPembangunan WilayahMALUKUPembangunan WilayahPAPUAPemerintah PusatPemdaPemdaPemdaPemdaPemda(+)Dana Dekonsentrasi/TP + Dana Perimbangan + Dana Otsus + Pinjaman/Hibah+ Swasta(-)(+)(+)(+)(+)(-)(-)(-)(-)Dampak alokasi sumberdaya terhadap perkonomian daerah(+)(+)(+)(+)(+)Pengeluaran Pemerintah Daerah = Penguatan Perekonomian daerah Seluruh alokasi sumber daya didorong untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan daya saing daerah*Pembangunan Wilayah KALIMANTANPembangunan WilayahSULAWESIPemdaPemda(+)(+)Alokasi sumber daya K/L, swasta dan perbankan harus memperhatikan prioritas wilayahSTRATEGI PENDANAAN

  • POLA ALOKASI ANGGARAN MENURUT SEKTOR DAN WILAYAH*Wilayah 7: SumateraWilayah 1: PapuaWilayah 2: MalukuWWayah 3: Nusa TenggaraWilayah 4: SulawesiWilayah 2: KaimantanMalukuWWayah 3: Jaawa-BaliFormat RKP dan RAPBN selain pagu menurut K/L juga pagu menurut wilayahPola Alokasi pagu yang diharapkanSaat Ini

    Kementerian/LembagaPusatK/LWil. 1Wil. 2Wil. 3Wil. 4Wil. 5Wil. 6Wil. 7SubtotalKesehatanAP%A1%A2%A3%A4%A5%A6%A7%TA%PendidikanBP%B1%B2%B3%B4%B5%B6%B7%TB%PertanianCP%C1%C2%C3%C4%C5%C6%C7%TC%Perindustrian dan PerdaganganDP%D1%D2%D3%D4%D5%D6%D7%TD%PUEP%E1%E2%E3%E4%E5%E6%E7%TE%ZP%Z1%Z2%Z3%Z4%Z5%Z6%Z7%TZ%SubtotalTPP%TW1%TW2%TW3%TW4%TW5%TW6%TW7%TT%

  • POLA ALOKASI ANGGARAN MENURUT SEKTOR DAN WILAYAH*Format RKP dan RAPBN selain pagu menurut K/L juga pagu menurut