BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENGAMATAN A. Sistem ... - .pembahasan hasil pengamatan Pada pembahasan berikut

  • View
    217

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENGAMATAN A. Sistem ... - .pembahasan hasil pengamatan Pada pembahasan...

44

BAB IV

PEMBAHASAN HASIL PENGAMATAN

Pada pembahasan berikut ini penulis akan mendeskripsikan mengenai

Sistem Pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) menggunakan e-billing systemdi

Kantor Pelayanan Pajak ( KPP ) Pratama Surakarta. Data yang diperoleh

penulis merupakan hasil dari wawancara dan observasi secara langsung yang

sumbernya diperoleh dari pegawai bagian Umum, kepala seksi PDI, pegawai

seksi WASKON I, dan Helpdesk di KPP Pratama Surakarta.

A. Sistem Informasi Manajemen

Teori yang digunakan yaitu teori dari Robert G. Murdick dan Joel E.

Rossdalam. Sistem Informasi Manajemen adalah proses komunikasi dimana

informasi dimasukan (input) direkam, disimpan,dan diproses untuk

menghasilkan output yang berupa keputusan tentang perencanaan,

pengoperasian, dan pengawasan. Sistem Pembayaran Pajak Penghasilan (PPh)

menggunakan e-billing system yang ada di Kantor Pelayanan Pajak Pratama

Surakarta terdapat tahapan yang dimana tiap tahapan tersebut saling

berhubungan. Terdapat tahapan registrasi yang semula harus memasukan data

agar dapat direkam oleh sistem itu sendiri, kemudian dilanjutkan dengan

pembuatan kode billing yang nantinya digunakan untuk identitas pembayaran

pajak.Dalam tahapan tersebut teori SIM itu memiliki peran yang sangat

penting, karena sistem itu bekerja dengan menggunakan program untuk

menjalankan tahapan tersebut serta juga menggunakan input, proses, dan

output. Berikut e-billing system yang ada di Kantor Pelayanan Pajak (KPP)

Pratama Surakarta :

1. Tahapan Registrasi :

Bagi Wajib Pajak yang akan melakukan pembayaran menggunakan

ebilling maka sebelumnya harus melakukan registrasi dahulu sebelum

pembuatan kode billing. Registrasi dapat dilakukan melalui

https://sse.pajak.go.idatau https://sse2.pajak.go.id.

a. Melalui https://sse.pajak.go.id

https://sse.pajak.go.id/https://sse2.pajak.go.id/https://sse.pajak.go.id/

45

1) Input Registrasi

Wajib pajak memasukan NPWP dan email ke kolom yang sudah

ada, data yang dimasukan tersebut untuk sebagai data account

wajib pajak yang didaftarkan ke web Direktorat Jendral Pajak

2) Proses Registrasi

Data yang sudah Wajib Pajak nantinya akan diproses oleh sistem

yang digunakan dalam pembuatan kode Billing yaitu sistem

billingmpm. Apabila Wajib Pajak yang sudah memasukan data

yang dibutuhkan maka sistem billingmpm secara otomatis akan

memproses data tersebut dengan mengirimkan sistem aktivasi ke

e-mail Wajib Pajak yang sudah dimasukan ke dalam kolom yang

disediakan. E-mail yang dikirim nantinya diklik aktivasi, agar

sistem menanggapi dan memproses untuk pengaktifan account

tersebut.

3) Output Registrasi

Data yang sudah diproses tadinya akan menghasilkan sesuatu.

Sistem billingmpm yang mengirimkan e-mail ke Wajib Pajak

memberikan Personal Identification Number (PIN) sebagai hasil

dari proses sistem.

b. Melalui https://sse2.pajak.go.id

1) Input Registrasi

Tahapan ini sedikit berbeda dengan tahapan menggunakan

https://sse2.pajak.go.id, karena Wajib Pajak memasukan data

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), EFIN, Nomor HP, e-mail,

serta password yang diinginkan.

2) Proses Registrasi

Data data yang sudah dimasukkan akan diproses oleh sistem

Direktorat Jendral Pajak dan akan mengirimkan e-mail konfirmasi.

3) Output Registrasi

Setelah diproses dan diaktivasi maka Wajib Pajak akan

mendapatkan account untuk pembuatan Kode Billing.

https://sse2.pajak.go.id/https://sse2.pajak.go.id/

46

2. Tahapan Pembuatan Kode Billing

a. Input Pembuatan Kode Billing

Ketika Wajib Pajak sudah memiliki account resmi yang sudah

didaftarkan dan diaktivasi, maka log in dengan menggunakan account

yang sudah dibuat tersebut. Ketika sudah masuk, Wajib Pajak

memasukan data setoran pajak. Data data tersebut berupa jenis pajak,

jenis setoran, masa pajak, tahun pajak, subjek pajak, NPWP, nama,

alamat, kota dan jumlah setoran.

b. Proses Pembuatan Kode Billing

Data setoran yang sudah dimasukan kemudian akan diproses dan akan

disimpan ke dalam server pusat Direktorat Jendral Pajak.

c. Output Pembuatan Kode Billing

Setelah diproses dan disimpan kemudian akan muncul Kode Billing

yang digunakan dalam pembayaran. Kode Billing ini sebagai identitas

Setoran Pajak yang akan dibayar nantinya,

3. Tahapan Pembayaran

a. Input Pembayaran

Pembayaran dapat dilakukan dengan melalui Teller atau ATM. Jika

melalui Teller maka Kode Billing yang sudah didapatkan diserahkan

kepada petugas bank dan kode Billing akan dimasukan ke komputer

yang terhubung dengan server pusat bank. Jika melalui ATM, Kode

Billing diinput. Pastikan digit yang dimasukan sesuai dengan Kode

Billing yang tertera.

b. Proses Pembayaran

Kode Billing kemudian akan diproses oleh komputer Bank serta ATM

secara langsung akan memotong nominal yang tertera di kode Billing

secara otomatis dari kartu ATM Wajib Pajak

c. Output Pembayaran

Setelah Diproses oleh pihak bank atau ATM maka Wajib Pajak akan

mendapatkan hasil dari Proses berupa Bukti Penerimaan Negara (BPN)

yang sudah disetarakan dengan Surat Setoran Pajak (SSP)

47

B. KomponenE-Billing System

Suatu Sistem Informasi Manajemen itu sendiri memiliki komponen

komponen yang saling berhubungan dan membangun suatu sistem itu sendiri.

Berikut komponen Fisik SIM :

.Tabel 4.1 Komponen Fisik e-billing system

Komponen

Sistem

Catatan

Perangkat Keras Perangkat keras dalam sistem pembayaran ini adalah

Komputer dan mesin ATM

Perangkat lunak Perangkat Lunak dapat dibagi dalam 3 jenis utama :

1. Sistem Perangkat lunak umum, seperti

Windows

2. Aplikasi perangkat lunak umum, seperti search

engine dan internet.

3. Aplikasi perangkat lunak e-billing

Database Sebuah kumpulan data tentang Wajib Pajak yang

melakukan pembayaran menggunakan e-billing dan

mampu diketahui jumlahnya dalam kurun waktu

tertentu. Database ini dapat diakses di Kantor Pajak

tingkat bawah tanpa perlu ke pusat.

Prosedur Prosedur Registrasi, pembuatan Kode billing,

pembayaran, dan pelaporan.

Personil Wajib Pajak, Pegawai bank, dan pegawai Pajak.

Komponen itu akan saling berhubungan untuk membentuk suatu Sistem

pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi menggunakan e-billing

system.

48

C. Prosedur E-Billing System

Billing System itu sendiriyang menerbitkan kode Billing untuk

pembayaran atau penyetoran penerimaan negara secara elektronik, tanpa perlu

membuat Surat Setoran (SSP, SSBP, SSPB) manual, yang digunakan e-billing

Direktorat Jendral Pajak. Kode Billing sendiri adalah kode identifikasi yang

diterbitkan melalui sistem Billing atas suatu jenis pembayaran atau setoran

pajak yang akan dilakukan Wajib Pajak.MPN-G2 merupakan Modul

Penerimaan Negara yang digunakan layanan e-billing. Modul Penerimaan

Negara (MPN-G2) adalah sistem penerimaan negara yang menggunakan surat

setoran elektronik. Surat setoran elektronik adalah surat setoran yang

berdasarkan pada Sistem Billing.Sistem MPN-G2 ini disusun untuk

memperbaiki sistem MPN sebelumnya. Arah penyempurnaan MPN G2

meliputi dari sistem manual ke billing system, dari layanan over the counter

(Teller) ke layanan online, dari single currency menjadi dapat melayani valuta

asing, dari terbatas pada beberapa jenis penerimaan menjadi mencakup

keseluruhan penerimaan.

1. Pembayaran Pajak Elektronik

Saat ini Wajib Pajak dapat lebih mudah dalam pemenuhan

kewajiban perpajakan dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas elektronik

yang telah disediakan Direktorat Jenderal Pajak. Salah satu fasilitas

tersebut adalah sistem pembayaran elektronik (billing system) yang

memudahkan Wajib Pajak untuk membayarkan pajaknya dengan lebih

mudah, lebih cepat, dan lebih akurat. Proses pembayaran pajak secara

elektronik terdiri dari dua proses utama, yaitu Pembuatan kode Billing, dan

pembayaran pajak menggunakan Kode Billing (Payment).

Sesuai dengan hasil wawancara dengan Bapak Erwien Prasetyo

Pegawai Waskon I pada tanggal 21 Mei 2016 :

Sebelumnya pembayaran pajak menggunakan Surat Setoran Pajak

sekarang menggunakan Kode Billing. Kode Billing itu sendiri

pembuatannya ada beberapa cara yang pertama melalui web

https://djponline.pajak.go.id (biasa disebut sse2) untuk registrasi di

web ini harus memiliki EFIN (Electronic Filling Identification

Number). Kedua yaitu https://sse.pajak.go.id. Ketika registrasi

https://djponline.pajak.go.id/https://sse.pajak.go.id/

49

tidak perlu EFIN hanya membutuhkan NPWP dan e-mail nantinya

akan mendapatkan PIN. Pembayaran dapat dilakukan di bank

bank persepsi yang ditunjuk oleh KPP.

Selain itu bagi wajib pajak yang sudah melakukan pembayaran

pajak secara elektronik selanjutnya melakukan proses pelaporan di Kantor

Pelayanan Pajak Pratama sebagai m