Click here to load reader

BAB III - Keragaan Agribisnis Belimbing · PDF fileDalam taksonomi tumbuhan, belimbing diklasifikasikan sebagai 1. Kingdom 2. Divisi 3. Sub-divisi 4. Kelas 5. Ordo 6. Famili 7.

  • View
    222

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB III - Keragaan Agribisnis Belimbing · PDF fileDalam taksonomi tumbuhan, belimbing...

17

BAB III

KERAGAAN AGRIBISNIS BELIMBING MANIS

3.1 Keragaan Agribisnis

Agribisnis Menurut Arsyad et al. (1985) dalam Firdaus (2008), adalah

suatu kesatuan kegiatan usaha yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata

rantai produksi, pengolahan hasil dan pemasaran yang ada hubungannya dengan

pertanian dalam arti luas. Pertanian dalam arti luas adalah kegiatan usaha yang

menunjang kegiatan pertanian dan kegiatan usaha yang ditunjang oleh kegiatan

pertanian.

Menurut Subyakto (1996) tujuan dari kegiatan agribisnis adalah untuk

memperoleh keuntungan dimana keseluruhan investasi terkait dengan aktivitas

dari usaha tani dimana tidak hanya semata-mata dalam konteks pemenuhan

kebutuhan masyarakat pedesaan, tetapi juga dalam rangka memperoleh nilai

tambah yang lebih besar, sehingga kegiatan off-farm seperti agroindustri dan

marketing menjadi sangat penting. Penerapan manajemen dalam agribisnis erat

kaitannya dengan kegiatan operasional pertanian. Proses inovasi teknologi sangat

mendukung penerapan teknologi yang menghasilkan produk dan jasa yang

bermutu tinggi. Teknologi adalah sumber daya buatan manusia yang bersifat

dinamis atau kompetitif, karena selalu mengalami perkembangan yang cepat (Said

dkk, 2001).

Berdasarkan pengertian agribisnis di atas, maka agribisnis digambarkan

sebagai sebuah sistem yang terdiri atas subsistem yang saling terintegrasi.

18

Subsistem hulu (Up-Stream) adalah penyediaan bibit, pupuk, pestisida, alat dan

mesin pertanian, subsistem usahatani (On-farm) adalah penyiapan lahan,

penanaman, pemeliharaan hingga panen, subsistem hilir (Down-Stream) adalah

proses pasca panen yang meliputi pengolahan, penyimpanan, distribusi, tataniaga,

serta subsistem penunjang (Support-Services) adalah lembaga pembiayaan,

lembaga penelitian, transportasi, peraturan pemerintah. Semua sub-sistem tersebut

saling terkait seperti pada Gambar 2.

Gambar 2. Sistem Agribisnis, Firdaus (2008)

3.2 Belimbing Manis (Averrhoa carambola)

Tanaman belimbing manis tergolong tanaman buah tahunan, yaitu hidup

menahun (parenial) yang berumur sampai puluhan tahun. Belimbing manis

tergolong buah tropis dengan ciri-ciri antara lain besar tajuk pohon, bentuk tajuk,

tinggi tanaman, dan percabangan mudah diatur sesuai dengan yang diinginkan.

Buah belimbing manis sudah dikonsumsi dan dinikmati oleh masyarakat sejak

zaman prasejarah. Tanaman belimbing manis berbuah sepanjang tahun. Dalam

satu tahun tanaman belimbing manis dapat berbuah 3-4 kali. Secara morfologis,

organ-organ tanaman belimbing manis terdiri atas

buah, dan biji.

Belimbing manis mempunyai nama latin

Averrhoa diambil dari nama seorang filsuf

seorang berkebangsaan Arab yang pertama kali menulis

Adapun kata carambola adalah pemberian pelaut portugis ketika mereka pertama

kali menemukan buah belimbing di pantai Malabar (India). Dalam taksonomi

tumbuhan, belimbing diklasifikasikan sebagai

1. Kingdom

2. Divisi

3. Sub-divisi

4. Kelas

5. Ordo

6. Famili

7. Genus

8. Spesies

2 Cahyono, Bambang. 2010. 21

man belimbing manis terdiri atas akar, batang, daun, bunga,

Belimbing manis mempunyai nama latin Averrhoa c

Averrhoa diambil dari nama seorang filsuf islam, yaitu Averroes atau Ibn Rusyd,

rkebangsaan Arab yang pertama kali menulis tentang belimbing.

arambola adalah pemberian pelaut portugis ketika mereka pertama

kali menemukan buah belimbing di pantai Malabar (India). Dalam taksonomi

tumbuhan, belimbing diklasifikasikan sebagai berikut;

: Plantae (tumbuh-tumbuhan)

: Spermatophyta (tumbuhan berbiji)

: Angiospermae (berbiji tertutup)

: Dicotyledonae (biji berkeping dua)

: Oxalidales

: Oxalidaceae

: Averrhoa

: Averrhoa carambola L. (belimbing manis)

Gambar 3. Belimbing Manis

2010. Cara Sukses Berkebun Belimbing Manis. Jakarta: Pustaka Mina

19

akar, batang, daun, bunga,

Averrhoa carambola, kata

islam, yaitu Averroes atau Ibn Rusyd,

tentang belimbing.

arambola adalah pemberian pelaut portugis ketika mereka pertama

kali menemukan buah belimbing di pantai Malabar (India). Dalam taksonomi

L. (belimbing manis)2

. Jakarta: Pustaka Mina. Hal

20

Varietas belimbing manis yang telah dibudidayakan dan dikembangkan

oleh masyarakat bermacam-macam, ada yang merupakan varietas lokal dan ada

yang merupakan varietas produksi dari luar negeri, dimana masing-masing

varietas memiliki sifat yang berbeda. Perbedaan sifat ini, terletak pada besarnya

ukuran buah, ukuran panjang buah, rasa buah, warna buah, tekstur buah,

produktivitas tanaman, ketahanan tanaman terhadap lingkungan tumbuh, dan

bentuk tajuk.

Beberapa varietas yang memiliki nilai ekonomis tinggi, dan diminati

oleh konsumen antara lain, varietas belimbing Dewi dan Dewa. Belimbing

varietas Dewi merupakan varietas lokal yang banyak dibudidayakan dan

dikembangkan di daerah Depok dan DKI Jakarta. Tanaman berhabitus tidak

terlalu besar, rimbun, daun berwarna hijau tua berbentuk oval dengan ujung

rancing. Buah berukuran besar, dengan bobot berkisar antara 10-15 cm dan

berbentuk lonjong. Buah yang telah matang berwarna merah jingga dan

mengkilap. Buah terdiri atas lima lekukan sayap (belimbingan). Belimbingannya

tebal dengan pinggirannya berwarna hijau, namun bila telah matang penuh, warna

hijau pada pinggiran menjadi warna kuning. Buah belimbing varietas dewi,

rasanya manis menyegarkan, dengan kandungan air sedikit.

Varietas yang kedua yaitu, belimbing varietas Dewa. Varietas Dewa

merupakan varietas lokal yang juga banyak terdapat di daerah DKI Jakarta dan

Depok. Tanaman berhabitus, pohon tidak terlalu besar, rimbun, daun berwarna

hijau muda dan bentuk daun yang ramping. Ukuran buah dan bentuk buah sama

dengan belimbing varietas Dewi, namun, buah yang telah matang berwarna

21

kuning, dengan pinggiran belimbingan (linggir) berwarna hijau, rasa buahnya

manis dan menyegarkan.3

Tanaman belimbing manis memiliki beberapa syarat tumbuh, seperti

iklim. Untuk pertumbuhan dibutuhkan keadaan angin yang tidak terlalu kencang,

karena dapat menyebabkan gugurnya bunga atau buah. Suhu udara berkisar antara

23oC - 27 oC, dengan kelembaban udara berkisar antara 60-70 persen.

Kelembaban udara berpengaruh terhadap fotosintesis. Selain itu, suhu dan

kelembaban ataupun iklimnya termasuk tipe A (amat basah), B (agak basah), C

(basah), dengan 612 bulan basah dan 06 bulan kering, namun paling baik di

daerah yang mempunyai 7,5 bulan basah dan 4,5 bulan kering. kemudian dengan

curah hujan sedang, di daerah yang curah hujannya tinggi seringkali menyebabkan

gugurnya bunga dan buah, sehingga produksinya akan rendah.

Tempat tanam atau media tumbuh belimbing manis yaitu secara terbuka

dan mendapat sinar matahari secara memadai dengan intensitas penyinaran 45- 50

persen, namun juga toleran terhadap naungan/tempat terlindung. Untuk

pertumbuhan yang optimal, tanaman belimbing manis menghendaki derajat

keasaman tanah 5,5 -7,5 dan sifat biologis tanah yang perlu diperhatikan adalah

banyaknya bahan organik tanah (humus) dan banyaknya organisme tanah yang

terkandung di dalam tanah.4

3 Cahyono, Bambang. 2010. Cara Sukses Berkebun Belimbing Manis. Jakarta: Pustaka Mina. Hal.

28-31 4 Cahyono, Bambang. 2010. Cara Sukses Berkebun Belimbing Manis. Jakarta: Pustaka Mina. Hal.

37-39

22

3.3 Keragaan Agribisnis Belimbing Manis

3.3.1 Subsistem Hulu (Penyediaan Sarana dan Prasarana Produksi)

Penyediaan sarana dan prasarana produksi merupakan hal yang penting

dalam memulai kegiatan agribisnis belimbing manis. Sarana penunjang ini terdiri

atas ketersediaan bibit, pupuk, pestisida dan alat- alat pertanian penunjang

kegiatan agribisnis belimbing manis. Petani dapat langsung membeli saprotan ke

toko/koperasi, dan mendapatkan kredit melalui Gabungan Kelompok Tani

(Gapoktan) . Sistem kreditnya adalah petani bisa mengajukan pinjaman lewat

gapoktan, dengan cara pembayaran kredit. Jika membeli dengan cara kredit

melalui gapoktan, maka harga beli saprotan akan ditambah 10 persen dari harga

sebenarnya. Untuk teknis pembayarannya, dapat dibayar 3-4 bulan. Berikut ini

merupakan sarana dan prasarana produksi yang dibutuhkan petani pada kegiatan

agribisnis belimbing manis.

a. Bibit

Bibit merupakan bahan utama yang menentukan pertumbuhan dan hasil

suatu tanaman, oleh karena itu dalam pembudidayaan belimbing, harus dipilih

bibit yang berkualitas agar hasil panen maksimal. Berdasarkan hasil penelitian,

bibit yang digunakan petani belimbing di Kelurahan Tugu adalah varietas Dewa,

namun kali pertama bibit yang digunakan petani adalah varietas Dewi. Karena

yang diketahui oleh masyarakat pada saat itu adalah varietas Dewi. Saat ini nama

Dewi sudah dipatenkan

Search related