Click here to load reader

ANALISIS METODE PERBAIKAN JEMBATAN AKIBAT ... perbaikan jembatan ? Batasan Masalah 1. Tidak merencanakan perkerasan dan disain jalan 2. Tidak melakukan analisa biaya, manejemen konstruksi

  • View
    1

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of ANALISIS METODE PERBAIKAN JEMBATAN AKIBAT ... perbaikan jembatan ? Batasan Masalah 1. Tidak...

(Studi Kasus Jembatan Beburung 2 Lombok Timur)
Analysis Of Bridge Repair Methode Due To Lombok Earthquake 2018
(Case Study Of Beburung Bridge, East Lombok)
Artikel Ilmiah
Oleh
(Studi Kasus Jembatan Beburung 2 Lombok Timur)
Endra Piqriawan Saputra 1 , Hariyadi
2 , I Nyoman Merdane
ABSTRAK
Bencana alam merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan kerusakan pada struktur-struktur
bangunan. Pulau Lombok telah mengalami bencana alam yaitu gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan
pada bangunan-bangunan publik, serta prasarana trasportasi seperti jembatan. .
Jembatan biburung II ini mengalami kerusakan akibat dari bencana alam yaitu gempa sehingga
mengakibatkan jembatan ini mengalami pergeseran di lantai kendarannya sejauh ±15 cm serta pada terjadi
kerusakan pada elastomer atau bantalan karet dari jembatan tersebut . jembatan ini akan di perbaiki dengan
metode pengangkatan dan penggeseran yang dimana lantai kendaran di geser ketempat semula selagi di angkat
di lakukan perbaikan pada elastomer atau bantalan karet serta yang mengalami kerusakna pada bagian bawah
jembatan
Dari perhitungan dan analisis yang telah di lakukan di atas, perhitungan kuat geser nominal (vn)
kurang dari gaya geser batas (Vu) serta akibat beban luar dan kuat tumpu nominal (Rn) kurang dari kuat tumpu
perlu (Pu), sehingga perlu perkuatan pada balok yang dimana tebal balok awalnya yaitu 13 mm dan
penambahan perkuatannya yaitu 12 mm sehingga tebal total dari web rangka yaitu 25 mm, serta untuk
keamanan pada saat pengangkatan dari jacking ditambahkan pelat pengaku yang dimana pelat tersebut
mempunyai lebar sebesar 75 mm dan tebal pengaku sebesar 5 mm.
Kata kunci : Kuat geser nominal (Vn), Kuat tumpu nominal (Rn), Jembatan Beburung II, gempa Lombok
2018, Pengangkatan dan Penggeseran.
bagian jalan yang terputus oleh adanya
rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam,
alur sungai saluran irigasi dan pembuang. hal ini
tentu berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi
masyarakat setempat. Dengan pembangunan
Bencana alam merupakan salah satu faktor
yang dapat menimbulkan kerusakan pada
struktur-struktur bangunan. Pulau Lombok telah
mengalami bencana alam yaitu gempa bumi
yang mengakibatkan kerusakan pada bangunan-
bangunan publik, serta prasarana trasportasi
seperti jembatan. Banyak jambatan yang
mengalami kerusakan baik ringan, sedang,
maupun berat. Dalam keadaan seperti ini perlu
dilakukan evaluasi keamanannya untuk
diambil tindakan, apakah perlu untuk diperbaiki,
diperkuat atau harus diganti. Dalam hal ini perlu
diteliti penyebab terjadinya kerusakan sehingga
bisa diketahui cara perbaikan yang tepat. Salah
satu jembatan yang mengalami kerusakan akibat
gempa bumi tersebut adalah jembatan Beburung
II.
Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur,
dengan plat lantai beton bertulang sebagai
struktur atas, dan struktur bawah berupa kepala
jembatan dari beton bertulang dan mempunyai
dua pilar dari beton bertulang. Jembatan
Beburung II mempunyai tiga bentangan dengan
masing-masing bentang panjang 50m. Jembatan
ini berfungsi sebagai penghubung dari daerah
yang satu ke daerah yang lain secara lebih efektif
dan efisien.
mengalami kerusakan ringan pada abutmen, pilar
dan bantalan karet, serta pergeseran pada balok
ke arah samping sebesar ± 15cm. untuk
memperbaikinya maka jembatan harus digeser
ke posisi semula dengan cara pengangkatan dan
pergeseran. Di sisi lain lalu lintas harus tetap
berjalan selama proses perbaikan berlangsung.
Untuk itu maka data tugas akhir diambil judul “
Analisis Metode Perbaikan Jembatan Akibat
Gempa (Studi Kasus Jembatan Beburung II
Lombok Timur)”
Rumusan Masalah
dilakukan untuk memperbaiki struktur
kombinasi beban maksimum pada saat
perbaikan jembatan ?
Batasan Masalah
jalan
konstruksi
jembatan
2833-2016 tentang perencanaan jembatan
dilakukan untuk memperbaiki kerusakan
struktur jembatan Beburung II.
terjadi pada saat perbaikan.
bidang rekonstruksi jembatan
lembaga yang terkait untuk memperbaiki
jembatan Beburung II .
II. METODOLOGI PENELITIAN
Bagan Alur Perencanaan
yaitu data skunder karena data di peroleh dari
instansi terkait atau literatur yang berhubungan
dengan penelitian ini. Adapun data yg
ddigunakan dalam perencanaan jembatan ini
yaitu:
3. Kelas jembatan = B
@50m)
Akibat bencana gempa jembatan tersebut
mengalami kerusakan pada abutmen, pilar dan
bantalan karet, serta pergeseran pada balok kea
rah samping sebesar Untuk itu
memperbaikinya maka jembatan harus di
geser ke posisi semula dengan cara
pengangkatan dan pergeseran.
jembatan
Mulai
pelaksanaan perbaikan
Pada Balok
Beban
= 1196,64 KN.M
= 2149,82 KN
=
=
= 2028000 N
Dengan ,
Tinggi balok = 1066 mm
jari-jari perlihan)
longitudinal) N = 750 mm
= 2770,625 kN
dari ujung balok
Rb =
Nilai Rb diambil dari nilai minimum yaitu
sebesar 286,803 kN
= ( = 0,85 (aksial tekan))
= 0,85 x 286,803
(2149,82 – 1825,2) = 0,6 x 250 x (1040 . tw’)
=
b. Perhitungan geser terkoreksi
= 0,6 x 250 x 1040 x 25 x 0,9
= 3650,400 kN > 2149,82 kN
=

=

tambah pengaku.
Perencanaan pengaku
> 70,33
= (penampang kompak)
Ketinggian untuk jack Min = 139,7 mm ( tinggi
jack R551002)
girder)
b. Data jack
Tipe jack = R551002
Jumlah jack dalam suatu titik 2 buah,
kapasitas total = 1962 KN
Tinggi jack = 139,7 mm
Diameter jack =168,275 mm
kombinasi SLS.
dikarenakan luas pembebanan lebih kecil dari
luas yang dibebani maka harus
memperhitungkan luas
= ¼ . JG .
= 1057275
Batas tegangan = x 0,85 x f’c = 0,65 x 0,85
x 29,05 = 16,05 mpa
Fy = 295 mpa
Ast min =
n =
Factor kepentingan, I = 1,2
x Wt = 584,12 KN
gempa rencana, sehingga gaya lateral movement
restainer, H= 50% x HEQ = 292,06 KN
Dimensi Dan Pembesian Blok Beton
Untuk lateral movement restrainer
sebagai berikut :
Modulus Elastik, ( ) = 4700 x √ =
= 10726,233 MPa
Untuk baja tulangan
Dimensi Blok Beton :
Gambar 4.2 Dimensi Balok Stopper
Tulangan lentur
292059,00 N
109522125,00 Nmm
MPa
MPa
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, (d’) = 40
mm
Factor bentuk distribusi tegangan beton,
Pb = (,
) x (
x 0,75 x Pb
Factor reduksi kekuatan lentur,
Momen nominal rencana, Mn = Mu
Factor tahanan momen, Rn = Mn / ( b x
) = 1,62 Rn < Rmax ………(OK)
= 0,85 x fc’ / fy x ( 1- √(1-2 x Rn / ( 0,85 x
Fc’)) = 0,00398
Ast min =
Tulangan Geser
= 292059,00 N
Mutu beton fc’ = 30 MPa
Mutu baja BJTP 28, fy = 280 MPa
Lebar blok beton b = 400 mm
Tinggi efektif blok beton d = 460 mm
Factor reduksi kekuatan geser, = 60 mm
=
Luas tulangan geser sengkang,
S =
mm
Perencanaan Bantalan Elastomer
menggunakan pedoman perancangan
dikekang
σs ≤ 7,7 Mpa
Hrt > 2 x Δs ( 206 > 200 ) (ok)
Cek rotasi
σs ≥ 0,5.GS (
206 < 213,333
4 < 12,6
Gambar 4.15 Detail Elastomer
akan di geser. Fungsi dari stopper yaitu pijakan
hydraulic jack untuk menggeser.
Pengangkatan jembatan tahap 1
Abuement atau satu sisi pilar. Setelah ruang
cukup dimasukkan SLIDING PLATE diatas
elastomer atau dudukan elastomer. Sliding plate
berfungsi untuk “roda” penggeseran.
diturunkan sehingga jembatan sekarang
angkur di rumah bearing.
bearing sampai menemukan tulangan. Angkur
yang lama dilepas dipasng angkur yang baru.
Cor angkur yang baru ini dengan menggunakan
material yang disyaratkan.
pengangkatan tahap 2. Pengangkatan ini juga
dilakukan serempak pada satu sisi Abutment
atau satu sisi pilar. Setelah ruang cukup
elastomer yang lama beserta sliding plate
diambil dan diganti oleh elastomer yang baru.
Penurunan jembatan
jembatan diturunkan sehingga jembatan
Gambar 4.4 Perletakan Jack
IV. KESIMPULAN dan SARAN
kesimpulan bahwa, agar dapat di perbaikinya
jembatan dengan metode pengangkata dan
penggeseran seperti yang di jelaskan, perlu
untuk lebih di perhatikan penambahan perkuatan
pada bagian pelat baja yang menjadi tumpuan
dari jack tersebut, agar pada saat proses
pengangkatan di lakukan jembatan tidak
mengalami kerusakan pada bagian rangka baja.
Saran
perbaikan jembatan tersebut saya sarankan
agar berhati hati dan teiti saat melakukan
pengangkatan pada lantai jembatan tersebut.
2. semoga tugas akhir ini bermanfaat untuk
kedepannya.
Kanisius,Yogyakarta
Jembatan”, Badan Standarisasi Nasional,