7 Arsitektur dan Desain Riset 201 Studi Perkotaan dan ... nbsp;· Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan Elektronik Jurnal Arsitektur milik Jurusan ... Medical Rehabilitation Clinic is an agency that provides services in ...

  • Published on
    30-Jan-2018

  • View
    214

  • Download
    2

Transcript

  • Arsitektur dan Desain Riset Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan

    Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan Elektronik Jurnal Arsitektur milik Jurusan Arsitektur-Fakultas

    Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali dalam setahun. www.ojs.unud.ac.id

    Oka Saraswati, AAA; Widya Paramadhyaksa, IN; Syamsul, AP; Mudra, IK; Yuda Manik, IW; Swanendri, NM; Rumawan Salain, IP; Sueca, NP; Suartika, GAM; Susanta, IN; Suryada,

    IGAB; Widja, IM; Kastawan, IW; Suryada, IGAB; Karel Muktiwibowo, A.

    V

    olu

    me

    (5)

    No

    mo

    r (1

    ) Ed

    isi J

    anu

    ari 2

    01

    7

    ISSN: 9 772338 505776

    JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA

    http://www.ojs.unud.ac.id/

  • Arsitektur dan Desain Riset Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan

    Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan Elektronik Jurnal Arsitektur milik Jurusan Arsitektur-Fakultas

    Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali dalam setahun. www.ojs.unud.ac.id

    Oka Saraswati, AAA; Widya Paramadhyaksa, IN; Syamsul, AP; Mudra, IK; Yuda Manik, IW; Swanendri, NM; Rumawan Salain, IP; Sueca, NP; Suartika, GAM; Susanta, IN; Suryada,

    IGAB; Widja, IM; Kastawan, IW; Suryada, IGAB; Karel Muktiwibowo, A.

    V

    olu

    me

    (5)

    No

    mo

    r (1

    ) Ed

    isi J

    anu

    ari 2

    01

    7

    ISSN: 9 772338 505776

    JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA

    http://www.ojs.unud.ac.id/

  • Putu Shanti Apsari Prehastuti (1119251016)1), Widiastuti2), dan I Nyoman Surata3) Klinik Rehabilitasi Medik

    di Badung, Bali 9

    KLINIK REHABILITASI MEDIK DI BADUNG, BALI

    Transformasi Konsep Sirkulasi Dalam Rancangan Denah

    Putu Shanti Apsari Prehastuti1), Widiastuti2), dan I Nyoman Surata3)

    1)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

    apsarishanti@gmail.com 2) Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

    widiastuti@unud.ac.id 3)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

    nymsurata3010@gmail.com

    ABSTRACT

    Medical Rehabilitation Clinic is an agency that provides services in the field of health. The scope of services provided to

    the public is in the form of therapy that requires recovery from physical disorders and organ dysfunction caused by dis-

    ease or injury as well as congenital defects. In the process of designing the Medical Rehabilitation Clinic, we must pay

    attention to the needs of space influenced by the needs of patients and the availability of services in the area of Medical

    Rehabilitation. Laying of space at the Medical Rehabilitation Clinic is influenced by the community, activities and space

    requirements resulting spatial relations and organization of space. The main community on which to base the design of

    the room at the Medical Rehabilitation Clinic are handicapped people. This is because the community gives effect to the

    result of the amount of space as well as the laying of space on Medical Rehabilitation Clinic. Therefore, to have the Med-

    ical Rehabilitation Clinic which is able to serve patients optimally, physical approach to the space is used.

    Keywords: Medical Rehabilitation Clinic, the concept of circulation

    ABSTRAK

    Klinik Rehabilitasi Medik adalah sebuah lembaga yang memberikan pelayanan di bidang kesehatan. Lingkup

    pelayanan yang diberikan berupa terapi kepada masyarakat yang memerlukan pemulihan akibat gangguan

    fisik serta disfungsi organ tubuh yang disebabkan oleh suatu penyakit atau cedera serta cacat karena

    bawaan sejak lahir. Dalam proses perancangan Klinik Rehabilitasi Medik harus memperhatikan kebutuhan

    ruang yang dipengaruhi oleh kebutuhan pasien serta ketersediaan pelayanan Rehabilitasi Medik di area

    tersebut. Peletakan ruang pada Klinik Rehabilitasi Medik dipengaruhi oleh civitas, aktivitas dan kebutuhan

    ruang sehingga menghasilkan hubungan ruang serta organisasi ruang. Civitas utama yang menjadi dasar

    perancangan ruang pada Klinik Rehabilitasi Medik adalah penyandang disabilitas. Hal ini dikarenakan civitas

    memberikan pengaruh pada hasil dari besaran ruang serta peletakan ruang pada Klinik Rehabilitasi Medik.

    Oleh sebab itu, untuk menghasilkan Klinik Rehabilitasi Medik yang mampu melayani pasien secara optimal,

    digunakan pendekatan secara fisik pada ruang.

    Kata Kunci: Klinik Rehabilitasi Medik, konsep sirkulasi

    PENDAHULUAN

    Fungsi utama Klinik Rehabilitasi Medik adalah sebagai sarana pelayanan di bidang kesehatan berupa terapi pemulihan bagi masyarakat yang mengalami disfungsi organ tubuh serta gangguan fisik. Selain itu,Klinik Rehabilitasi Medik dapat berfungsi sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat yang memerlukan informasi sehubungan dengan pelayanan rehabilitasi medik. Dalam sebuah karya arsitektur, untuk menghasilkan rancangan Klinik Rehabilitasi Medik yang mampu melayani kebutuhan masyarakat maka diperlukan penera-pan konsep yang sesuai. Pemilihan konsep harus diperhitungkan dengan baik agar mampu menampilkan hasil tentang fungsi dan aktivitas yang terjadi dalam bangunan.

    Salah satu konsep yang mempengaruhi hasil perancangan Klinik Rehabilitasi Medik ini adalah sirkulasi pada bangunan Klinik. Penerapan konsep sirkulasi akan memberikan pengaruh dalam peletakan ruang-ruang, sehingga diharapkan mampu melayani masyarakat secara optimal. Dengan menerapkan konsep sirkulasi pada rancangan denah Klinik Rehabilitasi Medik, diharapkan mampu untuk merepresentasikan fungsi dari bangunan tersebut.

    mailto:apsarishanti@gmail.commailto:widiastuti@unud.ac.idmailto:nymsurata3010@gmail.com

  • 10 e-Jurnal Arsitektur Universitas Udayana-Volume (5) Nomor (1) Edisi Januari 2017-ISSN No. 9 772338 505776

    KARAKTER PERGERAKAN CIVITAS

    Jalur sirkulasi harus memberikan rasa aman dan kejelasan agar tidak membingungkan civitas. Pemisahan sirkulasi diperlukan masing-masing civitas, yakni sirkulasi pengunjung atau tamu, pasien, terutama pasien dengan kebutuhan khusus, serta sirkulasi bagi pengelola dan tim medis agar tidak mengganggu kenya-manan selama beraktivitas. Pada parkir, pemisahan diterapkan pada jalur sirkulasi kendaraan pengunjung klinik serta kendaraan milik pengelola dan tim medis agar tidak terjadi cross circulation. Pada bangunan, pemisahan sirkulasi diterapkan antara pengelola dan pasien, sehingga kegiatan administrasi klinik tidak menganggu kegiatan pelayanan kesehatan yang sedang berlangsung di klinik.

    Klinik Rehabilitasi Medik adalah klinik yang melayani pasien dengan disfungsi organ tubuh, sehingga me-merlukan konsep rancangan khusus bagi pasien berkebutuhan khusus. Untuk peletakan ruang-ruang pada Klinik Rehabilitasi Medik diusahakan dapat dijangkau dengan mudah bagi pasien yang berkebutuhan khu-sus. Hal ini karena jangkauan gerak pasien dengan kebutuhan khusus berbeda dengan pasien lainnya. Khusus untuk ruang konsultasi, ruang ortetik-prostetik serta toilet khusus difabel diusahakan letaknya dekat dengan pintu masuk sehingga pasien dengan kebutuhan khusus dapat dengan mudah menjangkau ruang yang dimaksud.

    TRANSFORMASI KONSEP SIRKULASI DALAM RANCANGAN DENAH

    Perumusan konsep sirkulasi pada Klinik Rehabilitasi Medik dibuat agar pelayanan yang diberikan menjadi optimal serta untuk mendapatkan sirkulasi yang efektif sesuai tuntutan pergerakan civitas. Beberapa faktor yang mempengaruhi sirkulasi di dalam bangunan adalah hubungan ruang dan organisasi ruang yang dihasilkan dari analisis civitas, aktivitas serta kebutuhan ruang (Lihat Tabel 1).

    Tabel 1. Analisis Civitas, Aktivitas dan Kebutuhan Ruang Sumber : Prehastuti, 2016

    Civitas Aktivitas Kebutuhan Ruang

    Pasien Datang Parkir Mendaftar/Mencari Informasi Menunggu Konsultasi Berganti Pakaian

    Sanitair - Terapi Membayar Pulang

    Parkir Pengunjung, Lobby, R. Informa-si/Pendaftaran, R. Tunggu, R. Konsultasi, R.

    Ganti, Toilet, R. Terapi, Kasir

    Pengunjung/ Pengantar Pasien

    Datang Parkir Menunggu - Sanitair - Pu-lang

    Parkir Pengunjung, Lobby, R. Tunggu, Toilet

    Tim Medis Datang Parkir Berganti Pakaian Me-

    meriksa Pasien Terapi Istirahat Sanitair Rapat Pulang

    Parkir Pengelola, R. Konsultasi, R. Terapi, Loker Staff, R. Rapat, Pantry, Toilet

    Tamu/Akademisi

    Datang Parkir Perpustakaan Sanitair - Pulang

    Parkir Pengunjung, R. Perpustakaan, Toilet

    Pengelola Datang Parkir Melakukan Kegiatan

    Pengelolaan Rapat Sanitair Istirahat Pulang

    Parkir Pengelola, Office, R. Rapat, Loker Staff, Pantry, Toilet

    Selain faktor tersebut, tingkat kebisingan yang dihasilkan masing-masing ruang memiliki pengaruh pada peletakan ruang sehingga ruang diusahakan letaknya sesuai dengan zona kebisingan pada tapak. Pemba-gian zona kebisingan pada tapak akan menghasilkan peletakan ruang yang sesuai dengan tuntutan ruang (Lihat Gambar 1).

    Gambar 1. Konsep Zoning Berdasarkan Tingkat Kebisingan

    Sumber : Prehastuti, 2016

  • Putu Shanti Apsari Prehastuti (1119251016)1), Widiastuti2), dan I Nyoman Surata3) Klinik Rehabilitasi Medik

    di Badung, Bali 11

    Dari hasil analisis antara civitas, aktivitas, kebutuhan ruang serta tingkat kebisingan pada tapak, selanjutnya adalah menentukan hubungan ruang dan sirkulasi ruang hingga menemukan pola organisasi ruang dan me-letakkannya sesuai dengan zona kebisingan tapak (Lihat Gambar 2 & Gambar 3).

    Gambar 2. Sirkulasi Ruang

    Sumber : Prehastuti, 2016 Gambar 3. Organisasi Ruang

    Sumber : Prehastuti, 2016

    Penggabungan hasil analisis antara sirkulasi ruang dan pola massa bangunan dalam perancangan dapat dilihat pada Gambar 4.

    Gambar 4. Pola Sirkulasi Pada Lay Out Plan Sumber : Prehastuti, 2016

  • 12 e-Jurnal Arsitektur Universitas Udayana-Volume (5) Nomor (1) Edisi Januari 2017-ISSN No. 9 772338 505776

    Peletakkan ruang pada Klinik Rehabilitasi Medik pada Gambar 4 telah melalui tahap analisis sehingga menghasilkan peletakkan ruang yang memperhatikan kenyamanan secara psikologis, mobilitas dari pemakai (penyandang disabilitas) serta pemanfaatan ruang secara efisien.

    SIMPULAN DAN SARAN

    Dalam proses merancang sebuah bangunan Klinik Rehabilitasi Medik, menentukan analisis civitas, aktivitas dan kebutuhan ruang memiliki pengaruh besar dalam menghasilkan denah. Penerapan sirkulasi linear serta radial dengan pola massa bangunan natah dianggap sesuai dengan fungsi serta masing-masing dapat dit-erapkan pada bangunan Klinik Rehabilitasi Medik di Badung. Diharapkan dengan rancangan denah yang dihasilkan melalui perumusan konsep sirkulasi ruang yang sesuai dengan kebutuhan serta akses mobilitas yang berpihak ke pemakainya dapat membantu mengoptimalkan pelayanan yang diberikan ke masyarakat.

    DAFTAR PUSTAKA

    Chiara, Joseph D. 2001. Time-Saver Standards for Building Types, Fourth Edition. New Delhi: TATA MCGRAW-HILL.

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2012. Pedoman Teknis Bangunan Rumah Sakit Ruang Reha-bilitasi Medik. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

    00a-Cover e-Jurnal Arsitektur UNUD Volume 5 Nomor 1 Edisi Januari 2017.docx.pdf00b-Pengurus dan Halaman Pendahuluan e-Jurnal Arsitektur UNUD Volume 5 Nomor 1 Edisi Januari 2017.docx.pdf03_1119251016_putu shanti apsari prehastuti.pdf

Recommended

View more >