4. IPAM Editing

  • Published on
    20-Jan-2016

  • View
    92

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ipam

Transcript

<p>SISTEM PENGOLAHAN AIR MINUM</p> <p>4.1 Pendahuluan</p> <p>Air menjadi barang publik dan sekaligus elemen terpenting bagi kelangsungan hidup manusia. Air bersih yang digunakan oleh manusia harus memenuhi syarat dari segi kualitas mapun kuantitas. Kriteria dan standar kualitas air didasarkan atas beberapa hal antara lain keberadaan logam dan logam berat, anorganik, tingkat toksisitas, dan teremisinya pencemar ke lingkungan. Sumber air, baik air permukaan maupun air tanah, akan terus mengalami peningkatan kontaminasi pencemar disebabkan meningkatnya aktivitas pertanian dan industri. Air hasil produksi yang diharapkan konsumen adalah air yang bebas dari warna, kekeruhan, rasa, bau, nitrat, ion logam berbahaya dan berbagai macam senyawa kimia organik seperti pestisida dan senyawa terhalogenasi. Permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan kontaminan tersebut diatas meliputi kangker, gangguan pada bayi yang lahir, kerusakan jaringan saraf pusat, dan penyakit jantung (Rahadi, 2008).Dalam kegiatan produksi air minum, evaluasi terhadap instalasi pengolahan air minum perlu dilakukan secara berkala. Menurut Hudson (1981) tujuan dari dilakukannya evaluasi terhadap operasional instalasi antara lain yaitu meningkatkan kapasitas dari instalasi yang sudah dibangun, meningkatkan kualitas dari air olahan dan mereduksi biaya operasional. Optimalisasi dan perbaikan terhadap instalasi perlu dilakukan untuk mengahasilkan air minum yang berkualitas dan memenuhi standard serta terus meningkatkan pelayanan terhadap. Tujuan dari praktikum ini adalah mendefinisikan dan menjabarkan mekanime proses dan aspek rancangan unit pengolahan air minum. </p> <p>4.2 MetodologiPenyusunan laporan ini menggunakan studi literatur dari internet dan dengan mendefinisikan dan menjabarkan mekanime proses dan aspek rancangan unit pengolahan air minum, serta melengkapi deskripsi setiap unit pengolahan dengan rancangan gambar (denah, potongan, ataupun tampak) yang dapat diperoleh dari jurnal atau textbook. </p> <p>4.3 Hasil dan PembahasanBeberapa hal yang perlu dibahas untuk mengetahui proses dan aspek rancangan unit pengolahan air minum adalah mengetahui kebutuhan air perkotaan, kualitas air baku, gambaran umum Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM), serta inventarisasi unit pengolahan.</p> <p>4.3.1. Kebutuhan Air Perkotaan</p> <p>4.3.1.1 Kebutuhan Air Domestik </p> <p>4.3.1.2 Kebutuhan Air Non-Domestik (Fasilitas-Fasilitas Perkotaan) </p> <p>4.3.1.3 Standar Kebutuhan Air Minum Perkotaan 4.3.1.4 Fluktuasi Kebutuhan Air (Debit Rata-Rata, Jam Puncak, Dan Debit Maksimal Harian) </p> <p>4.3.2. Kualitas Air Baku</p> <p>4.3.2.1Persyaratan air baku air minum (kualitas dan kuantitas), standar kualitas air minum yang digunakan Menurut SNI 6774:2008 tentang Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Pengolahan Air, air baku adalah air yang berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah dan atau air hujan yang memenuhi ketentuan baku mutu tertentu sebagai air baku untuk air minum. Sumber air baku ini dapat berasal dari dari sungai, danau, sumur air dalam, mata air dan sebagainya. Tidak semua air baku dapat diolah oleh instalasi pengolahan air Minum. Dalam SNI 6773:2008 tentang Spesifikasi Unit Paket Instalasi Pengolahan Air, didefinisikan kualitas air baku yang dapat diolah oleh IPAM yakni sebagai berikut:1. Kekeruhan, maximum 600 NTU (nephelometric turbidity unit) atau 400 mg/l SiO2 2. Kandungan warna asli (appearent colour) tidak melebihi dari 100 Pt Co dan warna sementara mengikuti kekeruhan air baku. 3. Unsur-unsur lainnya memenuhi syarat baku air baku sesuai PP No. 82 tahun 2000 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. 4. Dalam hal air sungai daerah tertentu mempunyai kandungan warna, besi dan atau bahan organik melebihi syarat tersebut diatas tetapi kekeruhan rendah (0,55 mm, uniformly coefficient </p>