Click here to load reader

1. KALKULASI BIAYA

  • View
    56

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kalkulasi biaya

Text of 1. KALKULASI BIAYA

Konsep dasar Perhitungan Biaya merupakan alat pengukur performance suatu perusahaan, pengukuran performance ini dilakukan secara periodical dan terus menerus. Sistem biaya telah dipergunakan oleh berbgai perusahaan sebagai pengukur performance secara periodik. Biaya produksi atau operasional dalam system industry memainkan peran yang sangat penting, karena ia menciptakan keunggulan kompetitif dalam persaingan antar industry dalam pasar global. Perhitungan Biaya merupakan alat pengukur performance suatu perusahaan, pengukuran performance ini dilakukan secara periodical dan terus menerus. Sistem biaya telah dipergunakan oleh berbgai perusahaan sebagai pengukur performance secara periodik. Biaya produksi atau operasional dalam system industry memainkan peran yang sangat penting, karena ia menciptakan keunggulan kompetitif dalam persaingan antar industry dalam pasar global. Departemen produksi bertugas melakukan pengolahan material awal menjadi produk jadi dan menjamin bahwa proses yang dilakukan sesuai dengan prosedur kerja yang sudah disepakati dan menggunakan jam kerja normal. Beberapa strategi penegndalian biaya produksi dapat menggunakan scenario sebagai berikut :

Perhitungan Biaya ProduksiMenghitung biaya produksi di perlukan data pendukung, sbb :1. Man power/jumlah orang yang digunakan.2. Man power absen/jumlah orang yang absen3. Jam kerja.4. Target yang diberikan.5. Output yang dihasilkan6. Harga per pcSalary Calculation per dayPertama kali yang harus dihitung adalah berapa gaji per hari yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.Perhitungan biaya dilakukan dari area manajemen sampai bagian produksi.

KALKULASI BIAYAKalkulasi Biaya Merupakan alat pengukur performance suatu perusahaan.Pengukuran performance ini dilakukan secara periodikal dan terus menerus. Sistem biaya telah dipergunakan oleh berbagai perusahaan sebagai pengukur performance secara periodik. Biaya produksi atau operasional dalam sistem industri adalah peran yang sangat penting, karena menciptakan keunggulan kompetitif dalam persaingan antar industri dalam pasar global.

TUGAS DEPARTEMEN PRODUKSIDepartemen produksi bertugas melakukan pengolahan material awal menjadi produk jadi dan menjamin bahwa proses yang dilakukan sesuai dengan prosedur kerja yang sudah disepakati dan menggunakan jam kerja normal.

Beberapa strategi pengendalian biaya produksi dapat menggunakan cara sebagai berikut :1. Biaya harus dipandang sebagai keuntungan potensial (Potential Profit), bukan sekedar pengeluaran atau ongkos produksi yang memang harus dikeluarkan dengan demikian reduksi biaya produksi melalui peningkatan efesiensi akan meningkatkan keuntungan.

2. Persepsi tentang biaya produksi diatas berubah, manajemen harus melaksakan aktivitas produksi bernilai tambah (bukan sekadar mengubah input menjadi output) dengan jalan berproduksi pada biaya produksi yang minimum. Dengan cara ini perusahaan akan meningkatkan daya saing melalui strategi penetapan harga yang kompetitif di pasarlanjutan3. Keunggulan kompetitif produk dipasar akan meningkatkan pangsa pasar (market share) yang berarti akan meningkatkan penerimaan total dari penjualan produk itu.

4. Strategi biaya produksi dan penetapan harga produk yang kompetitif dipasar akan meningkatkan keuntungan perusahaan, karena keuntungan perusahaan adalah benefit antara penerimaan total dan total cost.Dengan demikian strategi diatas harus melakukan hal sebagai berikut :Melaksanakan aktivitas produksi pada tingkat biaya produksi minimumMenetapkan harga produk yang kompetitif di pasar.Memperluas pangsa pasar (market share) melalui keunggulan kompetitif(meningkatkan daya saing terus menerus).Memperoleh penerimaan total yang terus meningkatMemperoleh keuntungan (net benefit) yang terus meningkat

Perhitungan Upah Tenaga Kerja

Upah tenaga kerja adalah upah yang dibayarkan berdasarkan UMR (Upah Minimum Regional) yang berlaku dimasing masing daerah, dimana ketentuan jumlah upah diatur oleh pemerintah daerah setempat.

Untuk sistem per-upahan ada beberapa jenis yang sering dipakai oleh perusahaan garment, beberapa diantaranya, yaitu :1. Sistem Upah UMR.Adalah upah yang dibayarkan kepada karyawan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.Contoh :UMR yang ditetapkan pemerintah daerah Bandung tahun 2016 adalah: Kota Bandung Rp 2.810.000/bln/ orang. Kab Bandung Rp. 2.570.000/bln/orang

2. Sistem Upah Borongan Sistem Borongan adalah upah yang dibayarkan dengan perhitungan yang telah ditentukan oleh perusahaan, berdasarkan harga per pc atau harga per proses. Jadi upah dibayar berdasarkan output per pc/per proses yang dihasilkannya.

Contoh :Harga borongan untuk 1 pc kemeja adalah Rp. 3000/pcHarga untuk proses jahit kupnat adalah RP 55/pc

3. Sistem Upah Harian.Sistem harian adalah upah yang dibayarkan berdasarkan kemampuan dan perhitungan yang telah ditentukan oleh perusahaan yang bersangkutan.Contoh : Upah yang dibayarkan per hari adalah Rp. 25 .000/hari/orang

Biaya yang harus dikeluarkan perusahaan perhari untuk membayar gaji operator (25 orang) line A adalah 25 orang x 25.000 = /hari atau /jam

Contoh : Operator A, 1 hari kerja = (8jam) = 480 menitStandar upah per hari = Rp. 32.000

Perhitungan Upah Tenaga Kerja

Contoh Perhitungan upah:Untuk menyelesaikan baju per pc Waktu 12 menit Perhitungan upah per menit :Rp. 32. 000/480 = Rp. 67 per menitPerhitungan : Jika waktu 12 menit/pc = (12 menit x Rp 67= Rp. 804) Apabila menghasilkan 12 pc/jam -> 12 pc/jam x Rp 804 /pc = Rp. 9.648 /jam Biaya produksi line A dalam 1 hari (8 jam) 8 x Rp. 9.6480= Rp. 77.1840/hari PERHITUNGAN Biaya yang harus dikeluarkan perusahaan perhari untuk membayar gaji operator (25 orang) line A adalah ::25 ORANG X Rp. 77.1840/hari =

Kenaikan UMKKenaikan UMK memiliki efek pada hal berikut :Kenaikan biaya produksi tidak disertai kenaikan harga jual mengakibatkan persaingan dipasar global semakin berat dari negara negara seperti :Kamboja, Vietnam, Bangladesh, Srilangka, India dan China.Insentif Produktivitas

Cara menghadapi kenaikan biaya tenaga kerja dan tingkat persaingan yang tinggi adalah dengan memotivasi operator untuk meningkatkan produkrivitas dengan memberikan uang intensif.Intensitas ProduktivitasBonus Target OperatorTarget ditentukan berdasarkan produktivitas operator dalam mencapai break even point Cost of manufacturing.Diberikan kepada line produksi yang mencapai target (45 orang) berdasarkan fungsi dan skill antara Rp. 3.500,- s/d Rp. 10.000,- per orang-hari.Dipotong 5% - 10% dari bonus target jika ada operator dari line tersebut yang tidak termasuk.Dibayar cash per mingguInsentif Skill OperatorInsentif Skill operator dibagi menjadi 3 level :Grade A : Skill sangat tinggi, multi skill dan selalu target, Rp. 50.000,-/bulanGrade B : Skill tinggi dan multi skill, Rp. 30.000,-/bulanGrade C : Skill biasaInsentif Kerajinan Operator JahitDiberikan khusus kepada operator jahit.Akan hilang jika tidak masuk 1 hari.

Premi HadirDiberikan kepada seluruh operator jahit dan non jahit.Akan berkurang dan hilang jika tidak masuk 1 atau 2 hari.

Kalkulasi ongkos merupakan alat bantu manajemen untuk melakukan kegiatan perencanaan, pengendalian dari suatu kegiatan produksi.

Dalam kegiatan perencanaan, kalkulasi ongkos membantu menajemen untuk membuat anggaran. ongkos ongkos yang diperlukan untuk pembuatan suatu produk dan ongkos untuk penjualan dari produk tersebut. Fungsi Dan Tujuan Dari Kalkulasi Ongkos2Ongkos ongkos tersebut dapat dipergunakan untuk menentukan harga dari produkkeuntungan atau kerugian yang dihasilkan oleh suatu kegiatan produksi. Kalkulasi ongkos tidak hanya dapat dipakai pada kegiatan kegiatan produksi saja tetapi juga dapat dipergunakan pada kegiatan kegiatan lainnya yang menyangkut ongkos atau nilai uang, dimana pada kegiatan tersebut adanya efesiensi.

Beberapa mendefinisikan mengenai ongkos (cost) yaitu sebagai berikut :ongkos yaitu pengorbanan atau pembebanan yang diukur dengan nilai uang, yang diperlukan untuk mendapatkan atau menghasilkan suatu produk tertentu yang dapat berupa barang atau jasa. Suatu pengorbanan atau pembebanan baru dapat dianggap sebagai ongkos apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

Pengertian ongkos

Merupakan suatu keharusan, yang berarti tidak dapat dihindarkan atau dielakkanDapat diduga atau ditetapkan sebelumnyaDapat dihitung/atau ditetapkan secara kwantitatif.

3Pengertian ongkos (cost) dibedakan dengan pengertian biaya (expense). Biaya diartikan sebagai pengorbanan atau pembebanan yang sebagian tidak memenuhi syarat sebagai ongkos. contoh untuk membuat 1.000 PC kemeja diperlukan kain sebanyak 500 meter dengan harga Rp. 50.000.-/meter. Jadi ongkos bahan baku untuk pembuatan kemeja adalah :

Rp. 50.000.- X 500 meter = Rp. 25.000,-/ meter 1000

Jika pada suatu saat ternyata bahwa untuk kain sebanyak 500 meter hanya dapat dibuat 800 kemeja yang kwalitasnya sama , karena sebagian dari kain misalnya hilang, atau kusut atau rusak, maka dalam hal ini ongkos bahan baku untuk pembuatan kain grey tetap Rp. 50.000 per meter. Sedangkan biaya bahan baku untuk pembuatan kemeja pada saat tersebut adalah:

Rp. 50.000.- X 500= Rp. 31.250 ,-/ meter 800

Perbedaan pengeluaran Rp. 31.250,- - Rp. 25.000,- = Rp. 6.250,- /meter merupakan pemborosan, yang akan mengurangi keuntungan perusahaan yang diperoleh pada penjualan kemeja tersebut.Harga pokok dapat didefinisikan sebagai : Jumlah pengorbanan yang dihitung secara kwantitatif yang diperlukan untuk menghasilkan sejumlah produk atau jasa pada kesibukan normal. Jumlah pengorbanan yang diperhitungkan kwantitatif atas produk yang dijual.

Dalam pembuatan kalkulasi harga pokok, dibedakan antara kalkulasi awal, kalk

Search related