Kalkulasi Jalan Rev 0

  • View
    221

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kalulasi Jalan

Text of Kalkulasi Jalan Rev 0

Controlled Standard Template

Judul Proyek

FEED Pengembangan Fasilitas Produksi Cilamaya Utara

Nomor Dokumen

146549-11-CI-03-CS-005

Organisasi Penyusun

PT. Depriwangga Engineering

Validasi2 TahunTanggal Kadaluarsa23-Sep-2017

CALCULATION SHEET FOR RIGID ROAD PAVEMENT

RevTanggal IssueDisiapkanDiperiksaDisetujuiIssue PurposeParaf Client

A19-Aug-2015OMPCHL/SWDARKIssued for Review

B21-Sep-2015OMPCHL/SWDARKIssued for Approval

023-Sep-2015OMPCHL/SWDARKIssued for Bid

146549-11-CI-03-CS-005, Rev 0CATATAN PERUBAHAN

Perubahan / perbaikkan telah dilakukan pada halaman :

RevisiHalaman

Perubahan

0As Per Client CommentPengecekan ulang kalkulasi

DAFTAR ISI

CATATAN PERUBAHAN2DAFTAR ISI3DAFTAR GAMBAR3DAFTAR TABEL31. PENDAHULUAN41.1. Latar Belakang41.2. Lingkup Kerja51.3. Unit51.4. Daftar Istilah dan Akronim61.5. Bahasa61.6. Standar dan Kode Disain62. PERHITUNGAN DAN PERENCANAAN JALAN72.1. Perancangan Tebal Perkerasan Kaku72.1.1. Penentuan Tebal Perkerasan Kaku73. Sambungan Slab173.1. Construction Joint (Sambungan Pelaksanaan)173.1.1. Sambungan Pelaksanaan Memanjang173.1.2. Sambungan Pelaksanaan Memanjang173.1.3. Contraction Joint (Sambungan Susut)173.1.4. Expansion Joint (Sambungan Muai)174. Detail Analisa dan Perhitungan18

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1.1.Lokasi Eksisting dan Rencana Pengembangan Fasilitas SP Cilamaya4Gambar 2.1.1. Pembebanan Kendaraan Desain H 20-4410Gambar 2.1.2 . CBR tanah dasar efektif dan tebal pondasi bawah11Gambar 2.1.4. Pembebanan Kendaraan Desain H 20-4412Gambar 2.1.5. Analisa Kelelahan dan Beban Repetisi Ijin FE14Gambar 2.1.6. Analisa Fatik dan Beban Repetisi Ijin Berdasarkan FRT15Gambar 3.1.1. Contoh Persimpangan Sambungan Isolasi17Gambar 3.1.2. Sambungan Pelaksanaan Melintang17Gambar 3.1.1. Sambungan Susut Melintang18Gambar 3.1.1. Sambungan Muai18

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1.1.Tambahan Liquid dari Beberapa Stasiun Pengumpul5Tabel 2.1.1. Tabel Perhitungan Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga Harian (JSKNH)8Tabel 2.1.2. Faktor Pertumbuhan Lalu Lintas8Tabel 2.1.3. Koefisien distribusi Kendaraan9Tabel 2.1.4 . Faktor Keamanan Beban (Fkb)11Tabel 2.1.5. Tabel Analisa Kelelahan12Tabel 2.1.6. Tegangan Ekivalen dan Faktor Erosi untuk Perkerasan Tanpa Bahu Jalan13

PT. PERTAMINA EP Calculation Road, Sewer and Drainage System

PT. PERTAMINA EP Calculation Sheet for Rigid Road Pavement

146549-11-CI-03-CS-005, Rev 0Halaman 5 dari 18PENDAHULUAN

Latar BelakangStasiun Pengumpul (SP) Cilamaya Utara (CLU) terletak 70 KM sebelah timur Jakarta dan 25 KM sebelah Timur Karawang, secara geografis berada di Desa Pasirukem, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat. Struktur Cilamaya termasuk dalam wilayah kerja Pertamina EP Asset 3 Field Subang. Produksi SP Cilamaya Utara saat ini adalah 18 MMSCFD dan 3,550 BLPD (1,056 BOPD). Peta lokasi project SP Cilamaya Utara ini dapat dilihat pada gambar 1.1.

Gambar 1.1.1.Lokasi Eksisting dan Rencana Pengembangan Fasilitas SP Cilamaya

Fasilitas produksi utama di SP Cilamaya Utara terdiri dari Header Manifold System, Unit Separasi, Unit Penampungan Produksi, Unit Pemompaan Minyak, Unit Injeksi, CO2 Removal Unit, Trunkline Gas dan Trunkline Minyak. Selain itu SP Cilamaya Utara juga dilengkapi beberapa fasilitas pendukung antara lain; Fuel Gas System, Power Generation dan Fire Water System. Ada beberapa penambahan peralatan baru pada aktifitas FEED ini, antara lain New Booster Compressor Package, New LP Production Separator, dll. Fasilitas selengkapnya bisa dilihat pada Process Flow Diagram Upgrading SP Cilamaya Utara (146549-11-PE-01-PF-001).

Gambar 1.1.2. Diagram Alir Fasilitas Produksi Cilamaya Utara

Berdasarkan pengembangan Struktur Cilamaya Kompleks dengan perkiraan laju produksi sebesar 20 MMSCFD dan 5800 BLPD (1800 BOPD) dan adanya rencana pemasangan trunkline 6 inch dari BS Cilamaya ke SP Cilamaya Utara sepanjang 10 KM sebagai bagian rencana pengembangan Struktur Pegaden sehingga total produksi liquid di SP Cilamaya Utara mendapat tambahan dari Struktur Pegaden, Struktur Bojongraong dan Struktur Sukamandi dimana Struktur Bojongraong dan Struktur Sukamandi mengirimkan liquid melalui trunkline yang sama dengan trunkline yang berasal dari Struktur Pegaden. Rincian tambahan liquid ke SP Cilamaya Utara dapat dilihat pada Tabel 1.1.1.

No.Stasiun PengumpulOil (BPD)Water (BPD)Liquid (BPD)Keterangan

1Pegaden 50010001500Kirim Netto

2Bojongraong 30025002800Kirim Gross

3Subang2501000010250Kirim Netto

4Sukamandi1289441072Kirim Netto

Tabel 1.1.1.Tambahan Liquid dari Beberapa Stasiun Pengumpul

Dengan demikian SP Cilamaya Utara akan menjadi pusat pengumpul produksi Field Subang dengan total liquid yang diterima sebesar 9478 BLPD (2978 BOPD) saat puncak produksi. Selain penambahan kapasitas produksi SP Cilamaya Utara, perlu dilakukan pula studi dan optimalisasi Peningkatan Performa CO2 Removal Plant agar mampu menurunkan kadar CO2 dalam sales gas kurang dari 5% mol. Pada aktifitas FEED ini direncanakan ada tambahan produksi dari beberapa sumur baru. Sehingga diperlukan beberapa modifikasi sistem proses dan penambahan peralatan baru.

Lingkup KerjaDokumen ini dimaksudkan untuk analisa dan perhitungan struktur jalan, sistem drainase dan saluran buangan pada Proyek FEED Pengembangan Fasilitas Produksi Cilamaya Utara.

UnitSistem satuan Metrik (SI) akan digunakan dalam laporan ini.

Daftar Istilah dan AkronimBSBooster StationBPBahan PengikatCBRCalifornia Bearing RatioCLUCilamaya UtaraCO2Carbon DioxideEPCEngineering Procurement ConstructionFEEDFinal End Engineering DesignSBGSubangSKGStasiun Kompresor GasSPStasiun Pengumpul

BahasaSemua dokumentasi dan korespondensi akan menggunakan Bahasa Indonesia, bagian bagian yang menggunakan Bahasa Inggris akan dicetak miring sesuai persyaratan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)

Standar dan Kode DisainBerikut kode-kode dan Standar yang akan digunakan untuk desain enjiniring sipil dan struktur. Edisi terakhir dari dokumen ini harus diaplikasikan sesuai tertuang dalam kontrak .R.1. Standar Nasional IndonesiaPd T-14-2003Pedoman Perkerasan Jalan Beton Semen.

R.2. Kode dan Standar Amerika (American Codes and Standard)AASHTO

ASTMAmerican Association of State Highway and Transportation American Society for Testing and Materials

R.3. Buku ReferensiOpen Channel HydraulicsVen Te Chow, McGraw-Hill, 1959Standard Hand Book For Civil EngineersFrederick Meritt, McGraw Hills, 1983

R.4. Dokumen Referensi146549-11-CI-02-GS-001Civil General Specification-Laporan Hasil Penyelidikan Tanah

PERHITUNGAN DAN PERENCANAAN JALAN

Perancangan Tebal Perkerasan KakuProsedur perancangan tebal perkerasan kaku meliputi :a. Penentuan tebal pelat beton jalanb. perancangan siar dan penalangannya.

Penentuan Tebal Perkerasan KakuTebal perkerasan kaku akan dihitung dengan cara PCA (Portland Cement Association). Penentuan tebal perkerasan dengan cara PCA didapatkan berdasarkan 4 faktor : Modulus Rupture Beton, Nilai K Subgrade, Umur Rencana, Analisa Lalu Lintas dan Analisa Kelelahan.

Lapisan perkerasan pada jalan didesain terdiri dari :1. Sub Grade Sub Grade harus bebas dari bahan organik/tumbuh-tumbuhan dan lumpur/gumpalan tanah liat. Sub Grade dipadatkan dengan kepadatan 95% dari berat jenis tanah kering maksimum sesuai dengan ASTM 1557. CBR desain untuk Sub Grade diambil 6%.2. Sub Base CourseMaterial Sub Base Course terdiri dari butiran keras dan tahan lama, pecahan batu belah yang bebas dari bahan organik atau zat yang merusak. Material yang dibutuhkan sesuai dengan ASTM D 2940. Gradasi untuk Sub Base Course sesuai dengan AASHTO T-26 .Sub Base Course menggunakan CBR minimum 30 %.3. Base CourseSeluruh agregat untuk base course harus bebas dari bahan organik dan zat yang merusak . Base course terdiri dari campuran batu pecah bergradasi dengan CBR minimum 80% (Base Course Kelas A).4. Surface CourseSurface course adalah lapisan akhir yang berada di atas base course yang merupakan lapisan beton bertulang. Kualitas beton yang digunakan adalah sebagai berikut :Mutu beton, fc = 28 MPaMutu wire mesh,fy = 400 MPa

Kuat tarik lentur beton umur 28 hari, = 3.96 MPa(Berdasarkan SNI Perkerasan Jalan Beton Semen-2002 sec.5.3.3)

Tebal lapisan untuk desain diasumsikan : Sub Base Course = 250 mmBase Course= 150 mmReinforced Concrete= 180 ~ 300 mm (akan dihitung)

Parameter DesainParameter desain berikut akan digunakan dalam perhitungan ini : Tipe perkerasan: Perkerasan Kaku (Rigid Pavement Layer) Lebar jalan: 6 m (2 Lajur) Kemiringan perkerasan: 2% Beban sumbu rencana: 14.55 Ton 15 Ton (Pembulatan)(AASHTO H-20) Periode rencana: 20 Tahun Vol. lalu lintas (asumsi): - Kendaraan Ringan = 75 kendaraan/hari - Kendaraan Berat = 25 kendaraan/hari Koefisien gesek (): 1.5 (antara pelat beton dengan pondasi) Bahu jalan: Tidak Ruji (Dowel): Ya

Perhitungan Perkerasan Jalan1. Analisa Lalu Lintas,Berdasarkan volume lalu lintas, maka dapat dihitung jumlah sumbu niaga harian :

Tabel 2.1.1. Tabel Perhitungan Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga Harian (JSKNH)Jenis KendaraanKonfigurasi Beban Sumbu (Ton)*Jumlah Kendaraan(bh)(3)Sumbu per Kendaraan(bh)(4)Total Jumlah Sumbu (bh)(5)=(3)x(4)Sumbu Tunggal Roda Tunggal(STRT)Sumbu Tandem Roda Ganda(STdRG)

Roda Depan(1)Roda Belakang(2)Roda Ganda DepanRoda Ganda BelakangBeban Sumbu(Ton)Jumlah Sumbu(bh)Beban Sumbu(Ton)Jumlah Sumbu(bh)

Kend. Ringan11--75------

Kend. Berat4(1)15(2)--25(3)2504(1)25(3)15(2)25(3)

Total50(4)(JSKNH)25(3)25(3)

* Diambil dari AASHTO Standard Specifications for Highway B