of 18 /18
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) “Peningkatan Suhu di Semarangdisusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Pembelajaran IPA Terpadu Dosen Pengampu Prof. Dr. Wiyanto, M.Si. oleh Ajeng Rizki Rahmawati 4201412026 JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UIVERSITAS NEGERI SEMARANG

RPP IPA TERPADU

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: RPP IPA TERPADU

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

“Peningkatan Suhu di Semarang”

disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Pembelajaran IPA Terpadu

Dosen Pengampu

Prof. Dr. Wiyanto, M.Si.

oleh

Ajeng Rizki Rahmawati

4201412026

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UIVERSITAS NEGERI SEMARANG

Page 2: RPP IPA TERPADU

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMP N 1 Semarang

Mata pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam

Kelas/semester : IX/I

Materi Pokok : Perkembangan Penduduk dan Dampak Lingkungan

Sub materi : Peningkatan Suhu di Semarang

Alokasi waktu : 3 40 menit

A. KOMPETENSI INTI (KI)

KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli

(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara

efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan

keberadaannya.

KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan

prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,

teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI 4 : Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan,

mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak

(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan

yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut

pandang/teori.

B. KOMPETENSI DASAR

1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi,

kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta

mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat;

tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli

lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam

Page 3: RPP IPA TERPADU

melakukan pengamatan, percobaan, dan berdiskusi.

3.3 Mendeskripsikan penyebab perkembangan penduduk dan dampaknya bagi lingkungan

4.3 Menyajikan data dan informasi tentang suhu udara dan permasalahan yang

ditimbulkannya di suatu daerah

C. INDIKATOR

1. Menjelaskan latar belakang peningkatan suhu di daerah Semarang

2. Menjelaskan faktor-faktor penyebab peningkatan suhu

3. Menjelaskan dampak yang dihasilkan tiap faktor

4. Menampilkan data grafik faktor yang mempengaruhi suhu

5. Menjelaskan data yang diperoleh tentang peningkatan suhu

6. Menjelaskan solusi permasalahan peningkatan suhu di Semarang

D. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Menjelaskan latar belakang peningkatan suhu di daerah Semarang melalui proses

mengamati, bertanya dan diskusi dengan kritis

2. Menjelaskan faktor-faktor penyebab peningkatan suhu melalui mengamati dan diskusi

dengan cermat dan kritis

3. Menjelaskan dampak yang dihasilkan tiap faktor melalui mengamati dan diskusi

dengan kritis

4. Menampilkan data grafik faktor yang mempengaruhi suhu melalui diskusi dengan

cermat

5. Menjelaskan data grafik faktor yang mempengaruhi suhu melalui proses mengamati

dan diskusi dengan cermat dan kritis

6. Menjelaskan solusi terhadap permasalahan peningkatan suhu di Semarang melalui

proses mengamati dan diskusi dengan ktitis dan cermat

E. MATERI PEMBELAJARAN

1. Latar Belakang peningkatan suhu di Semarang

2. Keterkaitan antara faktor penyebab peningkatan suhu

3. Grafik faktor yang mempengaruhi peningkatan suhu di Semarang

Page 4: RPP IPA TERPADU

F. PENDEKATAN, MODEL, DAN METODE PEMBELAJARAN

1. Pendekatan pembelajaran : Scientific

2. Model Pembelajran : Problem Based Instruction (PBI)

3. Metode Pembelajaran : Diskusi, ceramah, dan presentasi

G. MEDIA, ALAT, DAN SUMBER PEMBELAJARAN

1. Media

Power point, papan tulis

2. Alat dan Bahan

Laptop, LCD, Lembar Diskusi Siswa

3. Sumber Belajar

a. Purwoko, dkk. 2014. Fisika untuk SMP/MTs Kelas IX, Jakarta: Yudhistira.

b. Kanginan, Marthen. 2013. Fisika Untuk SMP/MTs Kelas IX. Cimahi:

Erlangga.

c. e-dukasi.net

H. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Deskripsi Alokasi Waktu

Pendahuluan Guru mengucapkan salam

Guru meminta salah satu siswa memimpin doa

Mengecek kehadiran/ presensi peserta didik

Guru memerikan motivasi yaitu “Bagaimanakah

suhu hari ini di kelas ini menurut kalian?”

Menyampaikan tujuan pembelajaran

Menyampaikan indikator yang ingin dicapai

12 menit

Kegiatan Inti Guru menjelaskan materi perubahan suhu di

Semarang

Guru membagi kelas menjadi 8 kelompok, setiap

kelompok terdiri dari 4 orang

Guru menyampaikan masalah untuk didiskusikan

secara berkelompok. “Bagaimana car mengatasi atau

mengurangi dampak terjadinya peningkatan suhu

90 menit

Page 5: RPP IPA TERPADU

yang terjadi di Semarang?”

Guru membagikan lembar diskusi siswa kepada tiap-

tiap kelompok.

Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan

informasi yang sesuai, dengan melakukan diskusi

menguraikan vektor menggunakan alat dan bahan

yang telah disediakan.

Guru membimbing membuat laporan sementara

hasil.

Guru menyuruh perwakilan tiap kelompok untuk

menyampaikan hasil dan kesimpulan diskusi

kempoknya masing-masing

Guru memfasilitasi dengan menjawab pertanyaan

peserta didik yang menghadapi kesulitan.

Guru menyuruh siswa untuk kembali duduk di

tempat masing masing karena akan dibagikan soal

yang akan dikerjakan secara individu.

Guru meminta siswa untuk mengumpulkan jawaban

dari soal tersebut.

Penutup Bersama siswa menyimpulkan dari hasil diskusi tadi

Menutup proses kegiatan belajar dengan do’a

18 menit

I. PENILAIAN

1. Jenis / Teknik Penilaian

a. Sikap

b. Pengetahuan

c. Ketrampilan

2. Bentuk Instrumen dan Instrument

- lembar diskusi siswa

Page 6: RPP IPA TERPADU

- lembar penilaian presentasi kelompok

- lembar penilaian sikap

- soal uraian

3. Pedoman Penskoran (terlampir)

Mengetahui,

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

NIP. NIP.

Page 7: RPP IPA TERPADU

LAMPIRAN

Lampiran 1

Materi

A. LATAR BELAKANG PENINGKATAN SUHU

Pemanasan global atau Global Warming adalah peningkatan suhu udara di permukaan

Bumi dan di lautan yang dimulai sejak abad ke-20 dan diprediksikan terus mengalami

peningkatan. Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata

atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Faktor apa sajakah yang menjadi penyebab pemanasan

global yang mengancam kelestarian bumi ini ?

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ±

0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate

Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global

sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya

konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia” melalui efek rumah kaca.

Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik,

termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih

terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang

dikemukakan IPCC tersebut.

Sebagian besar ilmuwan menggunakan terminologi perubahan iklim daripada

pemanasan global. Asumsinya adalah, yang terjadi sekarang ini tidak hanya fenomena

bertambah panasnya suhu udara, tetapi juga iklim yang berubah-ubah. Kenapa itu bisa

terjadi? Semuanya berasal dari bertambah panasnya suhu udara di Bumi. Arus angin dan

laut lalu memindahkan panas ini ke segala penjuru Bumi. Pergerakan tersebut

mendinginkan beberapa wilayah, memanaskan beberapa wilayah lainnya, dan mengubah

jumlah curah hujan dan salju yang turun ke suatu tempat. Sebagai akibatnya, terjadi

perubahan pola iklim global.

IPCC menyimpulkan bahwa 90% gas rumah kaca yang dihasilkan manusia, seperti

karbon dioksida, metana, dan nitro oksida, khususnya selama 50 tahun ini, telah secara

drastis menaikkan suhu Bumi. Sebelum masa industri, aktivitas manusia tidak banyak

mengeluarkan gas rumah kaca, tetapi pertambahan penduduk, pembabatan hutan, industri

Page 8: RPP IPA TERPADU

peternakan, dan penggunaan bahan bakar fosil menyebabkan gas rumah kaca di atmosfer

bertambah banyak dan menyumbang pada pemanasan global.

1. Efek rumah kaca

Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi

tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini

tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi.

Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya.

Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar.

Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah

gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap

gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi

gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di

permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-

rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam

rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin

banyak panas yang terperangkap di bawahnya.

Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi,

karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata

sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F)dari

temperaturnya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga

es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas

tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.

2. Variasi Matahari

Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan

diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat

ini. Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah

meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah

kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak

telah diamati sejak tahun 1960, yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi

kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan

efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.)

Page 9: RPP IPA TERPADU

Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin

telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek

pendinginan sejak tahun 1950.

Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi Matahari mungkin

telah diabaikan dalam pemanasan global. Dua ilmuan dari Duke

University mengestimasikan bahwa Matahari mungkin telah berkontribusi terhadap 45-

50% peningkatan temperatur rata-rata global selama periode 1900-2000, dan sekitar 25-

35% antara tahun 1980 dan 2000. Stott dan rekannya mengemukakan bahwa model iklim

yang dijadikan pedoman saat ini membuat estimasi berlebihan terhadap efek gas-gas

rumah kaca dibandingkan dengan pengaruh Matahari; mereka juga mengemukakan

bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan aerosol sulfat juga telah dipandang

remeh. Walaupun demikian, mereka menyimpulkan bahwa bahkan dengan

meningkatkan sensitivitas iklim terhadap pengaruh Matahari sekalipun, sebagian besar

pemanasan yang terjadi pada dekade-dekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah

kaca.

Pada tahun 2006, sebuah tim ilmuan dari Amerika Serikat, Jerman dan Swiss menyatakan

bahwa mereka tidak menemukan adanya peningkatan tingkat “keterangan” dari Matahari

pada seribu tahun terakhir ini. Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil sekitar

0,07% dalam tingkat “keterangannya” selama 30 tahun terakhir. Efek ini terlalu kecil

untuk berkontribusi terhadap pemansan global. Sebuah penelitian oleh Lockwood dan

Fröhlich menemukan bahwa tidak ada hubungan antara pemanasan global dengan variasi

Matahari sejak tahun 1985, baik melalui variasi dari output Matahari maupun variasi

dalam sinar kosmis.

3. Industri

Sumbangan sektor industri terhadap emisi gas rumah kaca mencapai 19,4%.2Sebagian

besar sumbangan sektor industri ini berasal dari penggunaan bahan bakar fosil untuk

menghasilkan listrik atau dari produksi C02 secara langsung sebagai bagian dari

pemrosesannya, misalnya saja dalam produksi semen. Hampir semua emisi gas rumah

kaca dari sektor ini berasal dari industri besi, baja, kimia, pupuk, semen, kaca dan

keramik, serta kertas.

7. Pertanian

Page 10: RPP IPA TERPADU

Sumbangan sektor pertanian terhadap emisi gas rumah kaca sebesar 13,5%.2Sumber

emisi gas rumah kaca pertama-tama berasal dari pengerjaan tanah dan pembukaan hutan.

Selanjutnya, berasal dari penggunaan bahan bakar fosil untuk pembuatan pupuk dan zat

kimia lain. Penggunaan mesin dalam pembajakan, penyemaian, penyemprotan, dan

pemanenan menyumbang banyak gas rumah kaca. Yang terakhir, emisi gas rumah kaca

berasal dari pengangkutan hasil panen dari lahan pertanian ke pasar.

8. Alih Fungsi Lahan dan Pembabatan Hutan

Sumber lain C02 berasal dari alih fungsi lahan di mana ia bertanggung jawab sebesar

17.4%.2 Pohon dan tanaman menyerap karbon selagi mereka hidup. Ketika pohon atau

tanaman membusuk atau dibakar, sebagian besar karbon yang mereka simpan dilepaskan

kembali ke atmosfer.9 Pembabatan hutan juga melepaskan karbon yang tersimpan di

dalam tanah. Bila hutan itu tidak segera direboisasi, tanah itu kemudian akan menyerap

jauh lebih sedikit CO2.

9. Transportasi

Sumbangan seluruh sektor transportasi terhadap emisi gas rumah kaca mencapai

13,1%.3 Sektor transportasi dapat dibagi menjadi transportasi darat, laut, udara, dan

kereta api. Sumbangan terbesar terhadap perubahan iklim berasal dari transportasi darat

(79,5%), disusul kemudian oleh transportasi udara (13%), transportasi laut (7%), dan

terakhir kereta api (0,5%).9

10. Hunian dan Bangunan Komersial

Sektor hunian dan bangunan bertanggung jawab sebesar 7,9%.2 Namun, bila dipandang

dari penggunaan energi, maka hunian dan bangunan komersial bisa menjadi sumber emisi

gas rumah kaca yang besar. Misalnya saja dalam penggunaan listrik untuk

menghangatkan dan mendinginkan ruangan, pencahayaan, penggunaan alat-alat rumah

tangga, maka sumbangan sektor hunian dan bangunan bisa mencapai 30%.9 Konstruksi

bangunan juga mempengaruhi tingkat emisi gas rumah kaca. Sebagai contohnya, semen,

menyumbang 5% emisi gas rumah kaca.9

11. Sampah

Limbah sampah menyumbang 3,6% emisi gas rumah kaca.2 Sampah di sini bisa berasal

dari sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah (2%) atau dari air limbah

Page 11: RPP IPA TERPADU

atau jenis limbah lainnya (1,6%). Gas rumah kaca yang berperan terutama adalah metana,

yang berasal dari proses pembusukan sampah tersebut.

B. HUBUNGAN ANTAR FAKTOR

Kurangnya pepohonan atau lahan terbuka hijau untuk mengurangi karbon CO2 yang

merupakan salah satu penyebab global warming yang dapat meningkatkan suhu di

permukaan bumi.

Banyaknya kendaraan bermotor menyebabkan konsumsi bahan bakar meningkatkan dan

di lain itu hasil pembakaran tersebut menghasilkan gas CO2 yang juga merupakan salah

satu peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi.

Banyaknya pemukiman penduduk yang kumuh dan tidak memperhatikan tata letak

memperhatikan penempatan. Sehingga jika tidak memperhatikan letak maka pengaturan

lahan terbuka hijau tidak diperhatikan dan akan menyebabkan kurangnya penyerapan air

dan dampaknya akan kesulitan atau kekurangan air dan hal itu memicu untuk mengambil

air tanah sebanyak-banyaknya. Kemudian mengakibatkan kekeringan atau kekurangan

air. Di samping itu, kuranngnya pohon pada pemukiman menyebabkan penyerapan

terhadap air hujan akan tidak maksimal dan bila parah akan menyebabkan banjir.

C. GRAFIK YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN SUHU DI SEMARANG

Page 12: RPP IPA TERPADU
Page 13: RPP IPA TERPADU
Page 14: RPP IPA TERPADU

Lampiran 2

Bentuk Instrumen dan Instrumen

a. Penilaian Pengetahuan

Jumlah soal

Uraian :4 soal

Bentuk Tes : Tes Tertulis

Alokasi waktu : 25 menit

KISI-KISI PENULISAN SOAL

Kompetensi dasar Sub Materi

pokok

Indikator Soal

3.3.Mendeskripsikan

penyebab

perkembangan

penduduk dan

dampaknya bagi

lingkungan

Peningkatan

Suhu di

suatu daerah

1. Menjelaskan latar belakang

peningkatan suhu di daerah

Semarang

2. Menjelaskan keterkaitan antar

factor penyebab peningkatan

suhu

3. Menjelaskan dampak yang

dihasilkan tiap factor

4. Menjelaskan data grafik factor

yang mempengaruhi suhu

Soal Uraian

1. Sebutkan factor-faktor yang mempengaruhi adanya peningkatan suhu di daerah

Semarang !

2. Pilihlah 2 faktor yang kamu sebutkan pada nomor 1 kemudian analisis hubungan kedua

factor tersebut sehingga kita dapat mengetahui keterkaitan antara factor yang satu

dengan yang lain! dan berikan contohnya!

3. Dari kegiatan sehari-hari yang kita lakukan, apakah masih ada hal-hal yang akan

berdampak langsung terhadap peningkatan suhu di daerah semarang?

4. Perhatikan Tabel proyeksi kendaraan bermotor kota semarang tahun 1990-2025 berikut

!

Page 15: RPP IPA TERPADU

Jika kamu sebagai pejabat daerah Kota Semarang, prediksikan apa yang akan terjadi di

Kota Semarang pada tahun 2025 dan apa yang akan kamu lakukan dari sekarang untuk

mencegah dampak terburuk yang mungkin terjadi!

a. Penilaian Unjuk Kerja

No Nama Skor Total

Skor Keg 1 Keg 2 Keg 3 Keg 4

1.

2.

3.

4.

Format Penilaian Presentasi Kelompok

No Nama Aspek Penilaian Total

nilai Sikap Keaktifan Wawasan Kemampuan

berpendapat

Page 16: RPP IPA TERPADU

Pedoman Penskoran

a. Penilaian Sikap

b.

N

o

Aspek yang di Nilai 3 2 1 Rubrik

1 Kritis 3. Menunjukan sikap kritis yang besar, antusisias

aktif dalam kegiatan kelompok

2. Menunjukan sikap kritis tahu namun tidak

terlalu antusias dan baru terlibat aktif dalam

kegiatan kelompok ketika disuruh

1. Tidak menunjukan antusias dalam pengamatan,

sulit terlibat aktif dalam kegiatan kelompok

walaupun telah didorong untuk terlibat

2 Teliti dalam

melakukan

percobaan.

3. Teliti mengukur dan mengolah data ketika

pengamatan

2. kurang teliti ketika mengukur dan mengolah

data pengamatan

1. Tidak teliti mengukur dan mengolah data ketika

pengamatan

3 Cermat dalam

melakukan

percobaan.

3. Cermat mengukur dan mengolah data ketika

pengamatan

2. Kurang cermat mengukur dan mengolah data

ketika pengamatan

1. Tidak mengukur dan mengolah data ketika

pengamatan

4 Tanggungjawab

dalam belajar dan

bekerja baik secara

individu atau

berkelompok.

3.Tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas

dengan hasil terbaik yang bisa dilakukan, berupaya

tepat waktu

2.Kurang tanggung jawab, berupaya tepat waktu

dalam menyelesaikan tugas namun belum

menunjukan upaya perbaikan

1.Tidak bertanggung jawab,.tidak berupaya

sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas, dan

tugasnya tidak selesai

Skor = 3 x 4 = 12 Nilai Akhir = 12 / 3 = 4

Pedoman penilaian sikap

Predikat Keterangan Rentang nilai

SB Sangat Baik 3,66-4

B Baik 2,66-3,66

C Cukup 1,66-2,66

K Kuang 0-1,66

Page 17: RPP IPA TERPADU

c. Penilaian Pengetahuan

Skor : 5 = jika menjawab pertanyaan dengan benar dan tepat serta lengkap

(diketahui , ditanyakan, dan penyelesaian)

Skor 3 = jika menjawab pertanyaan dengan hanya mencantumkan (diketahui ,

ditanyakan, dan penyelesain), namun tidak lengkap seluruhnya.

Skor 2 = jika menjawab pertanyaan dengan hanya mencantumkan (diketahui ,

ditanyakan, dan penyelesain), namun tidak lengkap seluruhnya.

Skor 1 = jika menjawab pertanyaan dengan hanya mencantumkan di ketahui dan

ditanyakan saja

Skor 0 = jika tidak di jawab

Total Penilaian =

d. Penilaian Ketrampilan

Pedoman penilaian presentasi kelompok

Penskoran: Jumlah skor:

A. Tidak Baik Skor 1 24—30 = Sangat Baik

B. Kurang Baik Skor 2 18—23 = Baik

C. Cukup Baik Skor 3 12—17 = Cukup

D. Baik Skor 4 6—11 = Kurang

E. Sangat Baik Skor 5

Page 18: RPP IPA TERPADU

LEMBAR DISKUSI SISWA

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Kelas / Semester : Genap

Materi : Perkembangan Penduduk dan Dampak Lingkungan

Sub Materi : Peningkatan Suhu di Semarang

Waktu : 60 menit

Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan penyebab perkembangan penduduk dan dampaknya

bagi lingkungan

Indikator :

1. Menjelaskan faktor-faktor penyebab peningkatan suhu

2. Menjelaskan dampak yang dihasilkan tiap faktor

3. Menjelaskan solusi permasalahan peningkatan suhu di Semarang

SOAL DISKUSI

1. Menurut Anda, apa sebabnya peningkatan suhu yang terjadi di daerah Semarang

apakah dapat diperbaiki atau ditanggulangi ?

2. Kita tahu bahwa pemerintah juga berupaya membuat peraturan yang mengatur

warganya yang berkaitan dengan faktor-faktor yang menyebabkan kenaikan suhu di

Semarang. Menurut Anda, apa tindakan yang paling efektif dan bisa terlaksana sesuai

harapan yang dilakukan pemerintah agar menyadarkan masyarakat akibat dari

peningkatan suhu tersebut?

3. Menurut anda, apakah ada solusi seperti pemanfaatan energi alternatif yang dapat

masyarakat gunakan demi mengurangi akibat dari pemakaian bahan bakar serta listrik

yang itu merupakan salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan suhu di

Semarang? Coba jelaskan solusi anda tersebut!