Click here to load reader

Peninggalan peninggalan kerajaan bercorak islam di indonesia

  • View
    11.136

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Peninggalan peninggalan kerajaan bercorak islam di indonesia PPT

Text of Peninggalan peninggalan kerajaan bercorak islam di indonesia

  • 1. Peninggalan- Peninggalan bercorak Islam di Indonesia By : *Erica Masudah *Annisa Wasistiana *Dinda Aldhita S. P.

2. Batu Nisan Sultan Malik As-Saleh Dulunya, merupakan raja pertama di Samudera Pasai Sebagai tanda telah masuknya agama Islam di Nusantara sekitar abad ke-13. Mata Uang Emas (Dirham) Belaku pada masa pemerintahan Sultan Malikul Zahir Memberikan informasi nama Sultan yang sedang memerintah 3. Prasasti Minyetujoh Ditemukan di Aceh Ditulis dengan huruf Arab Melayu dan Jawa Kuno bahasa Melayu Klasik dalam bentuk syair saga upajati Kursi Antik Kursi Antik ini selesai dibuat tahun 1292 oleh Mpu Djanggaoe, keturunan dinasti Syailendra, dan dibantu oleh gurunya I Nyoman Ranggapati, beliau juga murid Mpu Gandring. Kursi antik ini dipersembahkan untuk Sultan Malik Al Saleh, Raja Samudra Pasai Stempel Kerajaan Samudera Pasai Stempel itu diyakini milik Sultan Muhammad Al-Malik Azh- Zhahir (meninggal 726 H/1326 M). Sebab, menurutnya, Sultan Muhammad Al-Malik Azh-Zhahir adalah kepala pemerintahan Kerajaan Samudera Pase setelah Al-Malik Ash-Shalih (meninggal 696 H/1297 M). 4. Masjid Raya Baiturrahman Arsitekturnya bergaya kolonial dengan sedikit sentuhan Mughal (India) dan Cina di bagian dalam mesjid. Masjid ini sudah mengalami beberapa kali renovasi dan penambahan kubah pada tahun 1935 dan 1958. Uang Koin Pada masa pemerintahan Sultan Malik Az-Zahir. Bukti bahwa peradaban kebudayaan Aceh muncul dari Kerajaan- Kerajaan yang pernah ada. Gunongan Salah satu bangunan peninggalan budaya yang bernilai sejarah dan masih dapat kita saksikan dalam keadaan utuh Gunongan ini terletak di pusat kota Banda Aceh, tepatnya berada di Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Baiturahman, Kota Banda Aceh. KERAJAAN ACEH 5. Masjid Agung Demak Salah satu masjid tertua di Indonesia Terletak di desa Kauman Kabupaten Demak, Jawar Tengah Raden Patah bersama Wali Songo mendirikan masjid yang karismatik ini dengan memberi gambar serupa bulus. Ini merupakan candra sengkala memet, dengan arti Sarira Sunyi Kiblating Gusti Bermakna tahun 1401 Saka atau 1479 M, merupakan warisan dari zaman Majapahit yang disebut Dampar Kencono. Saka Tatal Masjid Demak Empat tiang utama penyangga atap terdapat satu tiang yang bernama soko tatal. Tiang ini merupakan lambang kerukunan dan persatuan KERAJAAN DEMAK 6. Bedug dan Kentogan Sudah ada sejak Wali Songo Fungsinya untuk menandakan waktu sholat Pintu Bledeg Dibuat oleh Ki Ageng Selo Pintu ini beaksitektur nuansa islami Piring Campa Ada 61 buah Merupakan pemberian Ibu Raden Patah yaitu Puteri Campa. 7. Koin-Koin Kuno Keraton Tidore Benteng Peninggalan Portugis Benteng peninggalan Portugis ada karena pada saat itu dijajah Portugis KERAJAAN TIDORE 8. Keris Hamandal Peninggalan pangeran hamandal. Keris yang digunakan pangeran hamandal untuk mengalahkan ayahnya sendiri dalam perang merebutkan kekuasaan kerajaan pajang. Masjid peninggalan Joko Tingkir Masjid yang dikenal dengan nama Laweyan ini berdiri pada pemerintahan Kerajaan Pajang yang dipimpin Sultan Hadi Wijaya atau biasa disebut Joko Tingkir. Bangunan ini sudah ada sejak 1546 M. Kesultanan Pajang Kerajaan yang berpusat di Jawa Tengah sebagai kelanjutan Kesultanan Demak. Kompleks keraton, yang sekarang tinggal batas-batas fondasinya saja, berada di perbatasan Kelurahan Pajang, Kota Surakarta KERAJAAN PAJANG 9. Sistem Kalender Islam Diciptakan Sultan Agung. Sultan Agung melakukan sedikit perubahan mengenai nama-nama bulan Hijriyah menjadi bulan jawa. Misalnya Ramadhan : Pasa Kompleks Makam Pendiri Kerajaan Gapura ke kompleks makam ini memiliki ciri arsitektur Hindu. Untuk masuk ke dalam makam, kita harus mengenakan busana adat Jawa KERAJAAN MATARAM ISLAM 10. Masjid Kotagede Masjid tertua di Yogyakarta (berada di kompleks makam) Menyusuri lorong sempit di balik tembok yang mengelilingi kompleks makam untuk melihat arsitekturnya secara utuh dan kehidupan sehari-hari masyarakat Kotagede. Rumah Tradisional Gapura tembok dengan rongga yang rendah dan plakat yang yang bertuliskan "cagar budaya". Terdapat rumah-rumah tradisional Kotagede yang masih terawat baik dan benar-benar berfungsi sebagai rumah tinggal. Kedhaton Merupakan bangunan kecil yang menyimpan "watu gilang", sebuah batu hitam berbentuk bujur sangkar Juga "watu cantheng", tiga bola yang terbuat dari batu berwarna kekuning-kuningan. 11. Pasar Kotagede Sudah ada sejak jaman Panembahan Senopati Setiap pagi legi, penjual, pembeli, dan barang dagangan tumpah ruah di pasar ini.