of 26 /26
MENU UTAMA X Kelompok 2 Materi Finish

Pembelahan sel ( mitosis n meiosis )

Embed Size (px)

Text of Pembelahan sel ( mitosis n meiosis )

1. MENU UTAMA X Kelompok 2 Materi Finish 2. MENU UTAMA X Kelompok 2 Materi Finish 3. MENU UTAMA X Kelompok 2 Materi Finish Mitosis Meiosis 4. Kelompok 2 1. Lina Wahyuni RSA1C314004 2. Santy meilisa manurung RSA1C314005 3. M panji muharram RSA1C31400 4. Yunita afriyani RSA1C314012 5. Sintia RSA1C314013 Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi X 5. X Terjadi pada sel tubuh (somatis) dan menghasilkan sel anak dengan jumlah kromosom sama dengan sel induk. Kromosom hasil pembelahan mitosis berpasangan sehingga disebut diploid (2n). Ada empat fase dalam pembelahan mitosis yaitu : profase, metafase, anafase, dan telofase. Hasil akhir pembelahan ini adalah 2 sel anak yang masing-masing memiliki sifat dan jumlah kromosom yang sama dengan induknya. 6. CIRI-CIRI TAHAP MITOSIS Profase ditandai dengan menghilangnya membran inti, dan terbentuknya benang-benang kromatin (pemadatan kromosom). Metafase ditandai dengan kromosom yang berderet di bidang equator (saat yang mudah mengamati kromosom). Anafase ditandai dengan kromosom mulai bergerak kearah kutub yang berlawanan ditarik oleh benang-benang spindel/mikrotubul. Telofase sel terbagi menjadi 2 sel anakan 7. X TAHAP PEMBELAHAN MITOSIS Profase awal Profase akhir Metafase Anafase Telofase akhir Telofase awal 8. X Tahap Pembelahan Mitosis 1. Profase Pada tahap ini DNA mulai dikemas menjadi kromosom. Kromosom mulai memendek dan menebal.Pada sel hewan sentriol membelah dan masing-masing bergerak ke kutub yang berlawanan dan terbentuk benang-benang spindle yang terhubung ke kutub-kutub. Pada akhirnya kromosom terlihat terdiri dari dua kromatid yang terikat pada sentromer.Nucleolus hilang dan membran nucleus hancur. 9. X 2. Metafase Pada fase ini, kromosom berpindah menjadi satu garis yang disebut the equator. Selain itu, muncul benang-benang yang disebut spindel dan melekat pada sentromer setiap kromosom. Spindel ini menghubungkan kromosom ke 2 kutub sentrisol yang berlawanan. 10. X 3. Anafase Masing-masing sentromer yang mengikat kromatid membelah bersamaan dan kromatid bergerak menuju kutub pembelahan, menghasilkan salinan kromosom berpasangan. 11. X 4. Telofase Pada tahap ini kromosom mulai mengatur membentuk nukleus yang terpisah dan dikelilingin memberan nukleus. Cleavage Burrow/ pembelahan alur menyempit dan lama kelamaan membelah sel. Berbeda dengan itu, pada tumbuhan, pembelahan terjadi dengan cell plate daripada cleavage burrow. 12. 5. Fase Interfase Interfase adalah tahap pertama dari siklus sel. Ini langsung mendahului mitosis, atau pembelahan sel, dan merupakan keadaan di mana sel menghabiskan sebagian besar masa hidupnya. Sub fase tertentu dari interfase meliputi tahap gap pertama (G1), sintesis (S) dan fase gap kedua (G2). 13. A. Fase G1 Pada awal G1, sel mengalami masa pertumbuhan yang normal. Selama sub fase ini, banyak protein dan berbagai organel yang dibuat, dan sel biasanya meningkat dalam ukuran. Sel mungkin tinggal di interfase untuk waktu yang sangat lama. Sub fase G1 berakhir dengan pos pemeriksaan. Checkpoints digunakan dalam siklus sel untuk memastikan bahwa hanya sel-sel sehat tanpa mutasi yang diduplikasi selama proses pembagian. Sel tidak lulus pos pemeriksaan dimasukkan ke dalam fase gap nol (G0). Kebanyakan sel-sel tubuh manusia berada dalam G0 pada waktu tertentu. Mereka juga dapat menyelesaikan kehidupan mereka tanpa membagi, atau mereka bisa disebut kembali ke mitosis bila diperlukan. 14. B. Fase S Selama fase S, sel menduplikasi kromosom mereka. Kromosom membawa semua informasi genetik yang mengontrol proses kehidupan sel. Dalam persiapan untuk divisi, kromosom perlu membuat salinan dari diri mereka sendiri. Salinan ini akan menempati sel baru yang dihasilkan setelah pembagian. Setelah kromosom yang diduplikasi dengan benar, sel bergerak ke sub fase G2 15. C. Fase G2 Tahap akhir interfase ini meliputi produksi protein lebih banyak dan penciptaan organel. Semua persiapan untuk divisi harus diselesaikan selama G2. Organel dan sitoplasma dibuat akan merata dibagi antara sel selama mitosis. G2 berakhir dengan pos pemeriksaan lain. Sebelum sel diperbolehkan untuk melanjutkan siklus sel ke dalam fase mitosis, enzim seperti protein kinase mengoreksi asam deoksiribonukleat sel (DNA) untuk memeriksa kesalahan. Sel tidak lulus inspeksi ini akan masuk ke G0. Jika enzim tidak menemukan kesalahan, sel-sel kemudian dapat melanjutkan ke mitosis dan replikasi. Setelah sitokinesis tahap mitosis, sel-sel yang baru dibagi akan kembali ke G1 dari interfase dan mulai siklus lagi. Mereka akan diminta untuk lulus inspeksi pos pemeriksaan lagi sebelum pindah dari interfase. Ini akan berlanjut sampai sel mengalami apoptosis, atau kematian sel terprogram. 16. X 17. Meiosis atau pembelahan reduksi adalah pembelahan sel yang menghasilkan sel anakan dengan jumlah kromosom setengah jumlah kromosom sel induk. Pembelahan meiosis sangat penting bagi organisme yang berkembang biak secara seksual, yaitu dalam proses pembentukan gamet (gametogenesis). Pembelahan meiosis berlangsung dalam dua tahap pembelahan, yaitu meiosis I dan meiosis II. Pada meiosis I terjadi reduksi (pengurangan) jumlah kromosom, sedangkan pada meiosis II terjadi proses sama dengan pembelahan mitosis. X 18. X PEMBELAHAN MEIOSIS I (terjadi pada sel gamet)Meiosis I Profase I Telofase I Anafase I Metafase I 19. X 1. Profase 1 Pada tahap ini terjadi proses sebagai berikut Leptoten adalah tahap dimana benang kromatin berubah menjadi kromosom. Hal ini dilakukan dengan cara memadatkan diri. Zigoten/Zigonema, pada tahap ini, kromatid homolong saling berpasangan atau bersinapsis membentuk bivalen. Sentrosom terbelah 2 menjadi sentriol dan bergerak ke kutub berlawanan. Pakiten/Pakinema, kromosom kemudian berdupkikat menjadi 4 pada tahap ini dan disebut tetrad (kromosom homolog yang mengganda sehingga ada 4 kromatid berpasangan). Pada tahap ini sering terjadi rekombinasi gen melalui proses perpindahan silang. Diploten, kromosom homolog yang tadinya bivalen terpisah. Bila terjadi perpindahan silang, akan terdapat kiasma sebagai tanda. Diakinesis, pada fase diakinesis, nukleolus (membrane inti) akan hilang dan sentriol bergerak ke masing-masing kutub serta membentuk benang-benang spindel. 20. X 2. Metafase 1 Pasangan kromosom homolog mengatur diri dan saling berhadapan di daerah ekuator. Setengah dari pasangan kromosom homolog mengarah ke kutub yang satu dan setengah pasangan kromosom homolog lainnya mengarah ke kutub yang lain. 3. Anafase 1 Tiap kromosom homolog masing-masing mulai ditarik oleh benang spindel menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan arah. 4. Telofase 1 Kromosom yang masih terdiri dari dua kromatid berada di kutub. Selanjutnya terbentuk membran nukleus yang diikuti oleh proses sitokinesis. Akhir telofase I terbentuk dua sel anak. Setiap sel anak mengandung n kromosom sehingga pada akhir meiosis I terbentuk dua sel anak yang haploid. 21. X Profase II Telofase II Metafase IIAnafase II Telofase II PEMBELAHAN MEIOSIS 2 22. X 1. Profase II Pada profase II kromatid kembaran masih melekat pada tiap sentromer kromosom. Tahap ini kadang terjadi dalam waktu yang singkat karena diikuti tahap berikutnya. 2. Metafase II Pada metafase II tiap kromosom (yang berisi dua kromatid) merentang pada bidang ekuator. Terbentuk benang-benang spindel, satu ujung melekat pada sentromer, dan ujung lain membentang menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan arah. 23. X 3. Anafase II Pada anafase II benang spindel mulai menarik kromatid menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan tersebut. Akibatnya, kromosom memisahkan kedua kromatidnya dan bergerak menuju kutub yang berbeda. Kromatid yang terpisah kini dinamakan kromosom. 4. Telofase II Pada telofase II, kromatid (atau kini disebut kromosom) telah mencapai kutub pembelahan. Hasil total dari tahap ini adalah terbentuk empat inti. Tiap inti mengandung setengah pasang kromosom (haploid) dan satu salinan DNA (1n,1c). 24. X