XIV - Mengapa Institusi Penting Dan Institusi Dalam Teori

  • View
    329

  • Download
    38

Embed Size (px)

Text of XIV - Mengapa Institusi Penting Dan Institusi Dalam Teori

  • Mengapa Institusi Penting dalam Ekonomi

    dan Variabel Institusi

    dalam Teori EkonomiKuliah Ekonomi Kelembagaan

    MPKP FE UI9 September 2013

    Yohanna M.L. Gultom

  • Institusi dan Ekonomi Why do some countries produce so much more

    output per worker than others? (Hall and Jones 1999)

    Output per worker in the five countries in 1988 with the highest levels of output per worker was 31.7 times higher than output per worker in the five lowest countries (based on a geometric average). Relatively little of this difference was due to physical and human capital: differences in capital intensity and human capital per worker contributed factors of 1.8 and 2.2, respectively, to the difference in output per worker. Productivity, however, contributed a factor of 8.3 to this difference: with no differences in productivity, output per worker in the five richest countries would have been only about four times larger than in the five poorest countries. (p.92)

  • Institusi dan Ekonomi Countries with corrupt government officials,

    severe impediments to trade, poor contract enforcement, and government interference in production will be unable to achieve levels of output per worker anywhere near the norms of western Europe, northern America, and eastern Asia. (p. 86)

    Productive activities are vulnerable to predation Social infrastructure: protects against diversion?

    - institution: thievery, squatting, and Mafia protection

    - government regulation: agent of diversion (expropriation, confiscatory taxation, and corruption)

  • Institusi dan Ekonomi

    Temuan Hall and Jones (1999): A difference of .01 in social infrastructure is associated with a difference in output per worker of 5.14 percent. With a standard error of .508, this coefficient is estimated with considerable precision (p. 105)

    Temuan Gultom (2012): iklim usaha berpengaruh secara positif terhadap pertumbuhan rasio investasi terhadap pendapatan daerah.

    Ln PMA-PMDN/PDRB = - 32.599 + 6.963 Ln IKLIM (0.024) (0.049)* R2 = 0.119; Adj R = 0.091

  • Institusi Terminologi umum: Institusi mereduksi ketidakpastian dengan

    menyediakan struktur bagi kehidupan sehari-hari Institusi adalah shared understanding, panduan

    (guide) atau kerangka (framework) bagi interaksi manusia

    Sebagai dasar kesepakatan dan kepercayaan dalam suatu transaksi

    Terminologi ekonomi: Institusi menentukan dan membatasi rangkaian

    pilihan (set of choice) individu

  • Definisi

    Institution is the rules, roles, and structures organizedby people to conduct their joint activities

    World Bank Technical Assistance Handbook, 1996

    Definisi (North 1990):

    Rules of the game in a society

    Humanly devised constraints that structure political, economic and social interaction.

  • Jenis & Bentuk Institusi dapat berupa:

    1. Batasan informal (informal contraints): sangsi, kebiasaan, adat, norma, dll.

    2. Batasan formal (formal constraints): konstitusi, hukum, hak kepemilikan, peraturan, dll.

    Institusi dapat merujuk pada:1. Suatu bentuk organisasi: instansi pemerintah,

    perusahaan, asosiasi, dll. 2. Suatu pola atau peran (roles) yang sudah terbentuk di

    masyarakat: keluarga atau kelompok komunal3. Suatu aturan (rules) yang mengatur hubungan/interaksi,

    tanpa harus berwujud suatu organisasi: property rights atau pasar.

  • Variabel Institusi dalam Teori & Kebijakan Untuk menjelaskan fenomena ekonomi dan kebijakan

    ekonomi yang riil: Mengapa perkembangan ekonomi di negara berkembang

    berbeda dengan negara maju Mengapa suatu model/kebijakan yang berjalan di negara maju

    tidak menghasilkan keluaran yang sama jika diterapkan di negara berkembang

    Runtuhnya ekonomi sosialis akibat tidak terbangunnya institusi mendasar seperti private property rights dan hukum kontrak.

    Memperluas analisa ekonomi untuk mencakup peran: Biaya untuk mencari informasi Biaya koordinasi Biaya transaksi Property rights

    Memberi keakuratan dalam melakukan restrukturisasi ekonomi atau managemen proyek pembangunan (institutional development)

  • Sistem Kapitalisme

    Kekuatan Kelemahan

    Anglo American Fleksibel dalam jangka pendek (tujuan mgmt jelas) Kompetisi: inovasi radikal dan max kepentingan shareholders Mgmt: profit oriented Efisiensi jangka pendek

    Sulit mencapai efisiensi jangka panjang dari relation-specific investment Kontrak klasis kurang dinamis dalam meraih investasi khusus

    Pasar Sosial Investasi dalam aset spesifik dapat dicapai melalui hubungan jangka panjang (mis. TK)Adanya trust (shareholder & mgmt)

    Hubungan personal mengakibatkan: Rigid dalam jangka pendek Lock-in path dependency

    Negara (State-led)

    Mampu memfasilitasi proyek teknologi yang kompleks

    Lemah pada sektor yang perlu bereaksi fleksibel terhadap signal pasar

    Relasional Jepang

    Adanya investasi spesifik dalam tenaga kerja dan hubungan kelompok Kapital jangka panjang Biaya transaksi rendah akibat modal sosial yang kuat

    Rigid Proses pengambilan keputusan tidak efisien (time consuming)

    Komparasi Institusi KapitalismeGroenewegen, 1997

  • Peran institusi dalam ekonomi Menjelaskan masalah teoritis tentang kerjasama (cooperation):

    Teori ekonomi didasari asumsi tentang kelangkaan dan kompetisi dan bahwa proses pertukaran terjadi tanpa friksi

    Belum ada pemahaman tentang bagaimana agen ekonomi melakukan koordinasi dan kerjasama

    Under what conditions can voluntary cooperation exist without Hobessian solution of the imposition of a coercive state to create a cooperative solution? (North, 1990, pg.14)

    The problem of common knowledge: sejauh mana seorang agen ekonomi memiliki pengetahuan/informasi tentang preferensi dan perilaku pihak lainnya.

    Analisa game theory: individu dengan motivasi maksimisasi akan memilih untuk bekerjasama (cooperate) saat permainan itu akan berulang, ada informasi yang lengkap tentang pemain (player), dan jumlah pemain yang kecil.

  • Peran institusi dalam ekonomi Menjelaskan bahwa institusi dan pengawasannya

    mempengaruhi biaya transaksi- Institusi yang efektif mendorong terjadinya kerjasama,

    mengurangi biaya transaksi (dan biaya produksi/transaksi)

  • Institusi dalam analisa Ekonomi Neoklasik

    Economics as a science of means-ends relationships, with the choice of ends (preferences) being of no account (Robbins, 1932).

    Economics as a science of prediction and testing- Invisible Hand dalam teori general equilibrium Adam

    Smith, yang merupakan preferensi, teknologi, property rights dan institusi dianggap given.

    - Tidak menjawab bagaimana Invisible Hand bekerja

    Asumsi Economic Man mengesampingkan kenyataan kompleksitas perilaku manusia

  • Simplifying Assumption dalam Ekonomi Neoklasik

    Agen ekonomi memiliki informasi yang sempurna

    Seseorang akan mencapai tujuannya dengan rasional dan akan berusaha untuk memaksimalkan profit (berdasarkan budget constraints)

    Membuat representasi dari rumahtangga, produser-investor, dan pemerintah

    Transaksi di pasar tanpa friksi (tidak ada masalah koordinasi) dan tanpa biaya

  • Sejarah Perkembangan Ekonomi Kelembagaan

    Ekonomi Kelembagaan mencoba memasukan isu-isu kelembagaan (institutions) dan perubahan kelembagaan (institutional change) kedalam teori-teori ekonomi.

    Upaya untuk memperluas konsep perilaku manusia (behavioral foundation) dalam ilmu ekonomi untuk mencakup faktor-faktor non-ekonomi seperti:- Imperfect information- Social institutions (value, habit, routine, etc) mempengaruhi

    biaya produksi dan transaksi dalam ekonomi.

  • Sejarah Perkembangan Ekonomi Kelembagaan

    Upaya ini dianggap membuat teori ekonomi menjadi lebih realistis dasar filosofi Realism yaitu anggapan bahwa science primarily aims at formulating true, explanatory theories.

    Kritik terhadap asumsi perilaku manusia dalam ekonomi neo-klasik: unrealistic. Realitas ekonomi dalam masyarakat sangat kompleks sehingga kurang dapat dijelaskan oleh asumsi yang disederhanakan: rational economic actor.

    Ekonomi kelembagaan mencoba mencari the truth about the world dengan mencoba melonggarkan (relaxed) asumsi dasar rational man untuk mengakomodasi fakta-fakta seperti keterbatasan informasi kedalam asumsi perilaku manusianya.

  • Institusi dalam ilmu ekonomi American institutionalist: Veblen, Mitchell, Commons,

    Ayres. Classical economists: Adam Smith, J.S. Mill. German, English and American historical school: Marx

    (other Marxian). Austrian school: Menger, von Wieser, Hayek.

    Evolutionist economists: Schumpeter. Neoclassical: Marshall.

  • 2 Tradisi Pemikiran Kelembagaan dalam ilmu Ekonomi

    Old Institutional Economics (OIE)Berusaha menggantikan kerangka teori Ekonomi Neoklasik dengan kerangka teori yang baru, yaitu yang memperhitungkan variabel institusi

    New Institutional Economics (NIE)Berusaha memasukkan variabel institusi kedalam kerangka teori Ekonomi Neoklasik

    * Perbedaan kedua aliran pemikiran ini dapat dipelajari lebih lanjut di:Rutherford, Malcolm. 1996. Institutions in Economics: The Old and New Institutionalism, Cambridge University Press, Cambridge.

  • Program Penelitian dalam Ekonomi KelembagaanEkonomi Kelembagaan Lama/OIE Ekonomi Kelembagaan Baru/NIE

    1. Pemikiran Veblen & Ayres tentang dampak dari teknologi baru terhadap skema kelembagaan dan bagaimana aturan sosial dan kelompok kepentingan yang sudah ada berusaha menolak perubahan tersebut. Sering dipakai untuk menganalisa struktur ekonomi modern yan