Web view Kurva LM terbentuk dari penawaran uang, fungsi permintaan uang untuk transaksi , berjaga-jaga

  • View
    2

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Web view Kurva LM terbentuk dari penawaran uang, fungsi permintaan uang untuk transaksi ,...

Mata Kuliah : Ekonomi Internasional

Dosen

: SJAHFIRI GAFFAR

Ilmu Ekonomi Internasional

ILMU EKONOMI INTERNASIONAL atau internasional ekonomi dapat didefinisikan sebagai bagian dari Ilmu Ekonomi yg khusus mempelajari perilaku transaksi-transaksi internasional dalam perekonomian suatu bangsa pada khususnya dan mekanisme bekerjanya perekonomian dunia pada umumnya.

Atau,

Ilmu Ekonomi Internasional membahas masalah transaksi ekonomi internasional, baik transaksi2 ekonomi antara dua bangsa (secara bilateral) maupun transaksi2 ekonomi dunia (secara multilateral) .

Pada dasarnya Ilmu Ekonomi dpt dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok:

1. Kelompok ekonomi deskriptif (descriptive economics)

2. Kelompok teori ekonomi (economics theory)

3. Kelompok ekonomi terapan (applied economics)

Penjelasan dari ketiga kelompok Ilmu Ekonomi tersebut adalah sbb :

1. Kelompok ekonomi deskriptif (descriptive economics): mengumpulkan/kumpulan keterangan2 faktual yg relevan mengenai suatu masalah ekonomi

2. Kelompok teori ekonomi (economics theory): mencoba menemukan keajegan2/kelanggengan perilaku hubungan antara variabel2 ekonomi yg terbentuk dlm transaksi ekonomi atau gejala2 ekonomi.

3. Kelompok ekonomi terapan (applied economics): menggunakan hasil pemikiran yg tertuang dlm bentuk teori-teori ekonomi untuk menerangkan keterangan2 dan data deskriptif yg dikumpulkan oleh ekonomi deskriptif.

Transaksi ekonomi internasional dibedakan menjadi sbb :

1. Transaksi Perdagangan yg terdiri atas transaksi ekspor impor barang & jasa.

2. Transaksi penanaman modal baik penanaman modal langsung (direct investment) yaitu dlm bentuk mendirikan perusahaan atau membangun pabrik, maupun penanaman modal tdk langsung (indirect investment) yaitu dlm bentuk portfolio (efek) di pasar modal.

3. Transaksi unilateral –yg dilakukan secara sepihak.

4. Transaksi utang –piutang.

5. Transaksi moneter.

Transaksi ekonomi internasional sebetulnya dapat dapat dibedakan menjadi 2 bagian besar yaitu :

· Perdagangan Internasional ( International Trade)

· Pembelanjaan/Pembiayaan Internasional atau Lalu Lintas Pembayaran Internasional ( International Finance)

Ilmu Ekonomi Internasional yang termasuk :

1. Kelompok materi yg murni ekonomi deskriptif (descriptive economics): mengumpulkan/kumpulan keterangan2 faktual yg relevan mengenai suatu masalah ekonomi, adalah:

a. Prosedur menggunakan letter of

credits, collection bill of exchange.

b. Bursa Valuta Asing

c. Organisasi /lembaga ekonomi dunia

:IMF ,IBRD,GATT dsb.

Ilmu Ekonomi Internasional yang termasuk :

2. Kelompok materi teori ekonomi murni (economics theory):

mencoba menemukan keajegan2/kelanggengan perilaku hubungan antara variabel2 ekonomi yg terbentuk dlm transaksi ekonomi atau gejala2 ekonomi adalah :

Teori Perdagangan Adam Smnith, David Ricardo, John Stuart Mill, Heckscher – Ohlin, M.E.Porter dll

Ilmu Ekonomi Internasional yang termasuk :

3. Kelompok materi ekonomi terapan (applied economics): menggunakan hasil pemikiran yg tertuang dlm bentuk teori-teori ekonomi untuk menerangkan keterangan2 dan data deskriptif yg dikumpulkan oleh ekonomi deskriptif adalah:

Uraian mengenai perkembangan sistem moneter dunia, kebijakan devaluasi, dampak persekutuan ekonomi regional dslb.

Topik Bahasan: Teori Perdagangan Internasional

Teori Klasik : Absolute Advantage /Keunggulan Mutlak

· Motif utk melakukan pertukaran adalah adanya manfaat dari perdagangan atau Gains from Trade yg mgk diperoleh kedua belah pihak.

· Perbedaan selera (taste) atau pola konsumsi penyebab timbulnya perdagangan antar negara.

· Penyebab yang lebih fundamental adalah sisi produksi.Suatu negara bisa menghasilkan barang tertentu secara lebih efisien daripada negara lain.Jika negara A lbh efisien dlm produksi beras, dan negara B lbh efisien dlm produksi kain,maka ada kecenderungan bagi negara A utk mengekspor beras ke negara B dan bagi B untuk mengekspor kain ke negara A.

Keunggulan Mutlak (Absolute Advantage)

· Negara A bisa menghslkan beras lbh murah daripada negara B. Dlm hal ini dikatakan bhw negara A mempunyai keunggulan mutlak (absolute advantage) terhdp negara B dlm produksi beras.

Teori Klasik :Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage)

· Jika mempunyai keunggulan mutlak dlm produksi semua barang, apakah lalu negara ini akan mengekspor semua barang?

· Jika menggunakan Teori Keunggulan Mutlak menjawab “Ya”, namun Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage) memberlakukan lain sbb:

· Suatu negara akan hanya akan mengekspor barang yang mempunyai keunggulan komparatif tinggi, dan mengimpor barang yang mempunyai keunggulan komparatif rendah.

Contoh Negara A dan Negara B dgn perubahan data sbb:

Negara B memiliki keunggulan mutlak pada kedua barang,tidak berarti negara B akan mengekspor baik kain maupun beras.

21

Skema Pengaruh Liberalisasi Perdagangan dan

Investasi terhadap Pembanguan /Pertumbuhan

Ekonomi dalam kerangka AFTA /APEC

Persaingan Meningkat

Msg 2 Negara Melakukan Peningkatan

Produktivitas Dan Efisiensi

Perbaikan O/I Ratio shg

Rentabilitas Meningkat

Mendorong Peningkatan Investasi ,

Pemanfaatan SDA dan Peningkatan

Kualitas SDM

Peningkatan Kesempatan Kerja, Pendapatan ,

Pembangunan Dan Pertumbuhan Ekonomi

Liberalisasi Perdagangan

· Seblm terjadi perdagangan di Negara B 3 Mtr Kain mempunyai nilai sama dgn 2 Kg Beras. ( Dicari dgn cara sbb: 1 Mtr Kain = 2 hr -(3 Mtr = 6 Hr; 1 Kg Beras = 3 hr -(2 Kg = 6 Hr). Maka di negara B 1 Kg Beras dpt ditukar dgn 11/2 Mtr Kain atau 1 Mtr kain dpt ditukar dgn 2/3 Kg Beras.

· Sedangkan di negara A 1 Mtr Kain mempunyai nilai sama dgn 1 Kg Beras.

· Negara B mempunyai keunggulan komparatif dlm produksi kain, sedangkan negara A keunggulan komparatif dlm produksi beras.

· Ini akan mengakibatkan Negara B mengekspor Kain yg relatif lbh murah dinyatakan dlm Beras ke negara A dan mengimpor Beras dari Negara A, sedangkan negara A akan mengekspor Beras ke Negara B dan mengimpor Kain dari Negara B.

· Oleh sebab itu akan menguntungkan kedua belah pihak jika Negara A dapat menukarkan beras dgn kain dari Negara B, sdgkan Negara B menukarkan kain dgn beras dari Negara A.

· Keunggulan komparatif dpt menimbulkan Manfaat Perdagangan (Gains from Trade) walaupun Negara B memiliki keunggulan mutlak pada kedua barang.

Production Possibility Frontier (PPF) & Consumption Possibilty Frontier (CPF)

· Di negara B tersedia 600 hari kerja dan di negara A tersedia 800 hari kerja.

· Di negara B jika seluruh hari kerja utk produksi kain akan diperoleh 600/2 = 300 mtr kain dan jika utk beras diperoleh 600/3=200 kg beras.

· Di negara A jika seluruh hari kerja utk produksi kain akan diperoleh 800/4 = 200 mtr kain dan jika utk beras diperoleh 800/4=200 kg beras.

· Pada keadaan ini Consumption Possibility Frontier pd msg2 negara adalah sama dgn Production Possibity Frontier (CPF). Apa yang dikonsumsi harus diproduksi sendiri.

Harga relatif Perdagangan

Sebelum terjadi perdagangan harga relatif di Negara B utk 1 Mtr Kain adalah 2/3 kg Beras (harga relatif domestik) dan di Negara A utk 1 Mtr Kain adalah 1 Kg Beras. Harga relatif Kain setelah terjadi perdagangan akan terletak pada 2/3 Kg dan 1 Kg Beras. Jika diluar batas-batas ini perdagangan tidak akan terjadi.

· Seandainya perdagangan terjadi pada 1 Mtr Kain sama dgn 5/6 Kg Beras. Harga ini msk dlm dalil harga relatif :

2/3

Dengan perdagangan CPF Negara B lebih tinggi, jadi perdagangan telah meningkatkan

CPF negara B tersbt.Konsumsi negara B meningkat ,berarti pula pendapatan riil negara B meningkat pula.

· Manfaat potensial yg diperoleh oleh suatu negara dr adanya perdagangan ditunjukkan oleh pergeseran grs CPF negara tersebut ke atas. Semakin tinggi pergeseran ke atas CPF negara tersbt,semakin besar manfaat potensial yang diperoleh negara tersebut.

Volume Ekspor & Impor

· Besarnya barang yang diekspor & diimpor oleh masing2 negara dpt ditentukan dari pola konsumsi yang dipilih oleh msg2 negara.

· Pola konsumsi ada CPF yang baru.Jika pola konsumsi negara B pd titik E ,negara B memilih utk konsumsi 180 mtr kain dan 100 kg beras. Berarti negara B mengekspor 300-180=120 mtr kain. Dgn Harga Relatif 1 mtr kain =5/6kg beras , 120 mtr kain dpt ditukar dgn 100 kg beras.

· Pola konsumsi ada pada CPF yang baru.Jika pola konsumsi negara B pd titik E ,negara B memilih utk konsumsi 180 mtr kain dan 100 kg beras. Berarti negara B(unggulan komperatif kain) mengekspor 300-180=120 mtr kain. Dgn Harga Relatif 1 mtr kain =5/6 kg beras , 120 mtr kain dpt ditukar dgn 100 kg beras

· Pola konsumsi ada pada CPF yang baru.Jika pola konsumsi negara A pd titik F ,negara A memilih utk konsumsi 120 mtr kain dan 100 kg beras. Berarti negara A (unggulan komparatif beras ) mengekspor 200-100 =100 kg beras. Dgn Harga Relatif 1 mtr kain =5/6 kg beras atau 1 kg beras=6/5 mtr kain , 100 kg beras dpt ditukar dgn 120 mtr kain.

Teori Klasik : Biaya Komparatif (Comparative Cost)

Di negara A biaya produksi beras per kg adalah Rp.100,- dan biaya produksi kain per meter Rp.100,-

,sdgkan di negara B biaya produksi beras per kg 75 Rial dan biaya produksi kain per mtr 50 Rial.