Vira Karbohidrat

  • View
    71

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Vira Karbohidrat

1. Judul: Karbohidrat2. Tujuan :Memahami sifat-sifat karbohidrat dan reaksi-reaksi untuk mengidentifikasi kandungan dalam suatu zat3. Dasar TeoriKarbohidrat merupakan senyawa karbon yang mengandung hidrogen dan oksigen yang secara empiris memiliki rumus Cx(H2O)y. Karbohidrat adalah polihidroksi dari aldehida atauketon(Beran, 2000). Kelompok karbohidrat tersusunatashidroksi aldehid,alkohol, asam berupa turun-turunannya dan beberapa komponen yang dapat dihidrolisis menjadi seperti gugusnya (Donald et al., 2002).Karbohidratberfungsi sebagai penyedia energi yang utama.Amilum atau pati, selulosa, glikogen, gula atau sukrosa dan glukosa merupakan beberapa senyawa karbohidrat yang penting dalam kehidupan manusia.Molekul karbohidrat terdiri atas atom-atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Jumlah atom hidrogen dan oksigen merupakan perbandingan 2:1 seperti pada molekul air. Senyawa karbohidrat tidak hanya ditinjau dari rumus empirisnya saja, tetapi yangpenting ialah rumus strukturnya .Pada senyawa yang termasuk karbohidrat terdapat gugus fungsi yaitu gugus OH, gugus aldehida ataugugus keton..(McGilvery&Goldstein, 1996)Berbagai senyawa yang termasuk kelompok karbohidrat mempunyai molekul yang berbeda-beda ukurannya. Berbagai senyawa tersebut dibagi dalam tiga golongan, yaitu monosakarida, oligosakarida dan polisakarida.(McGilvery&Goldstein, 1996).Monosakaridaadalah karbohidrat yang sederhana, dalam arti molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom karbon saja dan tidak dapat diuraikan dengancarahidrolisis dalam kondisi lunak menjadi karbohidrat lain. Monosakarida yang paling sederhana adalah gliseraldehida dan dihidroksiaseton .Contoh monosakarida meliputi gliselaralhida,glukosa,fruktosa,dan galaktosa.(McGilvery&Goldstein, 1996)Gliseraldehidayang disebutaldotriosakarena terdiri atas tiga atom karbon dan mempunyai gugus aldehida.Dihidroksiaseton dinamakanketotriosakarena terdiri atas tiga atom karbon dan mempunyai gugus keton. Monosakarida yang terdiri atas empat atom karbon disebut tetrosa dengan rumus C4H8O4.Glukosaadalah suatu aldoheksosa dan sering disebut dekstrosa karena mempunyai sifat dapat memutarcahaya terpolarisasi ke arah kanan. Di alam, glukosa terdapat dalam buah-buahan dan madu lebah. D-glukosa memiliki sifat mereduksi reagenBenedict, Haynes, Barfoed, gula pereduksi, memberiosazon dengan fenilhidrazina, difermentasikan oleh ragi dan dengan HNO3membentuk asan sakarat yang larut (Harper et al, 1979).Fruktosaadalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dankarenanya disebut juga levulosa.Fruktosa mempunyai rasa lebih manis daripada glukosa dan sukrosa. D-fruktosa mempunyai sifat mereduksi reagen Benedict, Haynes, Barfoed (gula pereduksi),membentuk osazon dengan fenilhidrazina yang identik dengan osazon glukosa (Harper et al, 1979).OligosakaridaSenyawa yang termasuk oligosakarida mempunyai molekul yang terdiri atas beberapa molekulmonosakarida. Dua molekul monosakarida yang berikatan satu dengan yang lain, membentuk satumolekul disakarida. Oligosakarida yang lain adalah trisakarida yaitu yang terdiri atas tiga molekulmonosakarida dan tetrasakarida yang terbentuk dari empat molekul monosakarida. Oligosakarida yangpaling banyak terdapat di alam adalah disakarida.(McGilvery&Goldstein, 1996)SukrosaAdalah gula yang kita kenal sehari-hari, baik yang berasal dari tebu meupun dari bit.Dengan hidrolisis sukrosa akan terpecah dan menghasilkan glukosa dan fruktosa. Pada molekul sukrosa terdapat ikatan antara molekul glukosa dan fruktosa, yaitu antara atom karbonnomor 1 pada glukosa dengan atom karbon nomor 2 pada fruktosa melalui atom oksigen. Kedua atomkarbon tersebut adalah atom karbon yang mempunyai gugus OH glikosidik atau atom karbon yangmerupakan gugus aldehida pada glukosa dan gugus keton pada fruktosa. . Oleh karena itu molekulsukrosa tidakmempunyai sifat dapat mereduksi ion-ion Cu 2+ atau Ag+ dan juga tidak membentukosazon(McGilvery&Goldstein, 1996)LaktosaDengan menghidrolisis laktosa akan menghasilkan D-galaktosa dan D-gluokosa, karena itu laktosa adalah suatudisakarida. Oleh karenanya molekul laktosa mempunyai sifat mereduksi gugus OH glikosidik.Dengan demikian laktosa memiliki sifat mereduksi dan mutarotasi. Biasanya laktosa mengkristal. Dibandingkan dengan glukosa, laktosa memiliki rasa yang kurang manis. Apabila laktosa dihidrolisis kemudian dipanaskan dengan asam nitrat akan terbetuk asam musat(McGilvery&Goldstein, 1996)PolisakaridaPada umumnya polisakarida mempunyai molekul besar dan lebih kompleks daripada mono dan oligosakarida, Molekul polisakarida terdiri atas banyak molekul monosakarida. Polisakarida yang terdiri atas satu macam monosakarida saja disebut homopolisakarida, sedangkan yang menagdung senyawa lain disebut heteropolisakarida.Umumnya polisakarida berupa senyawa berwarna putih dan tidak berbentuk kristal, tidak memiliki rasamanis dan tidak memiliki sifat mereduksi.

Polisakarida yang dapat larut dalam air akan membentuk larutan koloid.beberapa polisakarida yang penting diantaranya adalah amilim, glikogen, dekstrin dan selulosa.(McGilvery&Goldstein, 1996)AmilumPolisakarida ini terdapat banyak di alam, yaitu pada sebagian besar tumbuhan. Amilum terdiri atas dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah polimer dari glukosa, yaitu amilosa (kira-kira 20-28%) dan sisanya amilopektin. Amilosa terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yangterikat dengan ikatan 1,4-glikosidik, jadi molekulnya merupakan rantai terbuka. Amilopektin jugaterdiri atas molekul D-glukosa yang sebagian besar mempunyai ikatan 1,4-glikosidik dan sebagian lagiikatan 1,6-glikosidik. Adanya ikatan 1,6-glikosidik ini menyebabkan terjadinya cabang, sehingga molekul amilopektin berbentuk rantai terbuka dan bercabang.Amilum dapat dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa.hidrolisis juga dapat dilakukan dengan bantuan enzim amylase. (McGilvery&Goldstein, 1996)

Pemisahan dan identifikasi karbohidrat dapat dilakukan dengan teknik kromatografi, akan tetapi terdapat sejumlah test-test kualitatif yang dapat dilakukan diantaranya (Winarno, 1919):1. Uji MolishAdalah uji yang paling umum digunakan untuk mengetahui adanya kandungan karbohidrat. Prinsip uji ini didasarkan untuk membedakan antara suatu zat yang mengandung karbohidrat dan non-karbohidrat. Asam Sulfat pekat akan menghidrolisis ikatan glikosida pada karbohidrat dan non-karbohidrat. Asam sulfat pekat akan menghidrolisis ikatan glikosida pada karbohidrat menghasilkan monosakarida dan bereaksi dengan -naftol. Warna yang terjadi disebabkan oleh kondensasi furfural atau derivatnya dengan alfa-naftol menghasilkan senyawa kompleks berwarna merah-ungu. 2. Uji BenedictUji ini digunakan untuk pengetesan adanya gula pereduksi. Hasil tes ini memberikan endapan warna hijau, kuning, atau merah jingga yang memberikan perkiraaan semi kualitatif adanya sejumlah gula yang mereduksi.3. Uji BarfoedUji ini digunakan untuk membedakan monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Barfoed merupakan pereaksi yang bersifat asam lemah dan hanya direduksi oleh monosakarida. Disakarida akan dapat dihidrolisis sehingga bereaksi positif dengan pemanasan yang lebih lama. Dengan kata lain untuk membedakan monosakarida, disakarida, polisakarida tergantung berapa lama pemanasan sampai terbentuk endapan tembaga oksida yang berwarna merah bata.4. Uji SelliwanofUji ini digunakan untuk menguji adanya gugus keton. Ketosa akan didehidrasi lebih cepat dari aldosa. Furfural akan berkondensasi dengan recorcinol (1,3- dihidroksi benzena) yang akan memberikan warna merah kompleks (merah-cherry).5. Uji IodinUji iodin digunakan untuk medeteksi adanya pati atau amilum (suatu polisakarida). Iodin yang ditambahkan berfungsi sebagai indikator suatu senyawa polisakarida. Pada uji iodine ini, kondensasi antara iodine dengan karbohidrat, selain monosakarida dapat menghasilkan warna yang khas. Amilum dengan iodine dapat membentuk kompleks biru, sedangkan dengan glikogen akan membentuk warna merah.

6. Alat dan Bahana. AlatNoAlatFungsi

1.Batang Pengaduk

Untuk mengaduk hingga homogen

2.Gelas Kimia

Sebagai wadah untuk sampel cair

3.Penangas Air

Untuk memanaskan sampel dalam gelas kimia

4.Penjepit Tabung Reaksi

Untuk menjepit tabung reaksi

5.Pipet Tetes

Untuk mengambil cairan dalam skala tetes

6.Rak Tabung Reaksi

Sebagai tempat untuk meletakkan tabung reaksi

7.Tabung Reaksi

Sebagai wadah untuk meletakkan larutan uji

b. BahanNoBahanFungsi

1.Aquadest

Sebagai Pelarut dan pereaksi

2.Perasan buah semangka

Sebagai larutan sampel yang diuji

3.Perasan buah jeruk

Sebagai larutan sampel yang diuji

4.Air cucian beras

Sebagai larutan sampel yang diuji

5.Air rebusan kentang

Sebagai larutan sampel yang diuji

6.Air rebusan singkong

Sebagai larutan sampel yang diuji

7.Air rebusan sagu

Sebagai larutan sampel yang diuji

8.Larutan Glukosa 1 %

Sebagai larutan standar dan pereaksin

9.Larutan Fruktosa 1 %

Sebagai larutan standar dan pereaksi

10.Larutan Galaktosa 1 %

Sebagai larutan standar dan pereaksi

11.Larutan maltosa 1 %

Sebagai larutan standar dan pereaksi

12.Larutan laktosa 1 %

Sebagai larutan standar dan pereaksi

13.Larutan sukrosa 1 %

Sebagai larutan standar dan pereaksi

14.Larutan Iodin

Sebagai pereaksi

15.Larutan amilum

Sebagai pereaksi

16. Larutan NaOH 6 M

Sebagai pereaksi

17.Larutan HCl 6 M

Sebagai pereaksi

18. Reagen Benedict

Sebagai pereaksi

19.Larutan Barfoed

Sebagai pereaksi

20.Larutan Seliwanoff

Sebagai pereaksi

21.Reagen Molisch

Sebagai pereaksi

7. Posedur Kerjaa) Gluko