107
BAHAN AJAR EKONOMI MANAJERIAL SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDRAGIRI (STIE-I) RENGAT TAHUN AKADEMIK 2016/2017

elearning.stieindragiri.ac.idelearning.stieindragiri.ac.id/upload/5d539372c90478019d6... · Web viewKalkulus Diferensial: Derivatif dan Aturan Diferensial Konsep derivatif berkenaan

  • Upload
    hahanh

  • View
    350

  • Download
    8

Embed Size (px)

Citation preview

BAHAN AJAREKONOMI MANAJERIAL

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDRAGIRI (STIE-I) RENGAT

TAHUN AKADEMIK 2016/2017

Daftar Isi

I. Konsep Dasar dan Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial .. Pengertian dan Ruang Lingkup .................................................. Teori Perusahaan .................................................. Konsep Laba ..................................................

II. Optimalisasi Ekonomi .................................................. Metode Penyajian Hubungan Ekonomi ........................................ Kalkulus Diferensial ........................................ Optimasi Ekonomi ..................................................

III. Teori Permintaan dan Penawaran........................................Permintaan dan Hukum Permintaan .........................................Penawaran dan Hukum Penawaran .........................................Elastisitas Harga Permintaan .........................................

IV. Estimasi Permintaan Pasar..................................................Metode Penaksiran Permintaan ..................................................Analisis Regresi ..................................................

V. Pendekatan Teori Konsumen ...............................................

Teori Utilitas .................................................. Pendekatan Kurva Indiferens .................................................. Garis Atribut ..................................................

VI. Teori Produksi ..................................................

Konsep Produksi .................................................. Konsep Biaya Produksi .................................................. Analisis Biaya ..................................................

- Analisis Biaya Jangka Pendek ........................................- Analisis Biaya Jangka Panjang ........................................

VII. Pengambilan Keputusan dalam Ketidakpastian .....................Dasar Pengambilan Keputusan ..................................................Pengambilan Keputusan Dengan Resiko ...............................Pengambilan dengan Ketidakpastian ...............................

VIII. Struktur Pasar ..................................................Pasar Persaingan Sempurna ..................................................Pasar Monopoli ..................................................Pasar Persaingan Monopolistik ..................................................Pasar Oligopoli ..................................................

IX. Penetapan Harga dalam Praktek

..............................

Diskriminasi Harga .................................................Penentuan Harga Produk Baru .................................................Penetapan Harga pada Pasar yang Telah Mapan ....................

I. KONSEP DASAR DAN RUANG LINGKUP EKONOMI MANAJERIAL

A. Pengertian dan Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial

Istilah ekonomi manajerial terdiri atas dua kata :- Ekonomi - Manajerial

1. Ekonomi :

Ilmu Ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang mempersoalkan masalah kebutuhan dan pemuas kebutuhan manusia (Albert L Mayer).

Ilmu Ekonomi dikelompokan atas :Ekonomi Makro Ekonomi Mikro

Ekonomi Makro : Mempersoalkan masalah totalitas –totalitas ekonomi/perekonomian secara keseluruhan.

Masalah Yang dibahas dalam ekonomi makro antara lain :- Pendapatan nasional - Neraca Pembayaran - Pengangguran - Inflasi - Kebijakan Fiskal/ Moneter

Ekonomi Mikro : ilmu yang mempelajari tingkah laku ekonomi secara individual sebagai unit pengambil keputusan.

Masalah Yang dibahas dalam ekonomi makro antara lain :- Motivasi Dunia Usaha- Teori Biaya/ Analisis Biaya - Teori/ Fungsi Permintaan - Teori Harga - Teori Produksi - Struktur Pasar

Learning OutcomeSetelah mempelajari materi ini diharapkan:1. Mahasiswa memahami Pengertian dan ruang lingkup ekonomi manajerial 2. Mahasiswa memahami Teori Perusahaan3. Mahasiswa memahami Konsep Laba

Variabel Ekonomi Makro VS Ekonomi MikroEkonomi Makro Ekonomi Mikro

Y = Pendapatan Total/ NasionalC = Konsumsi TotalS = Tabungan TotalP = Tingkat HargaDD = Permintaan TotalSS = Penawaran Total O = Output Total

y = Pendapatan Seseorang / Perusahaan Tertentuc = Konsumsi Seseorangs = Tabungan Seseorangp = Harga Barang Tertentudd = Permintaan Peroranganss = Penawaran Perorangan o = Output Tertentu

2. Manajerial

manajerial berhubungan erat dengan istilah manajer, manajemen. Manajemen : Ilmu/ seni untuk mencapai tujuan melalui kegiatan orang lain.

3. Ekonomi Manajerial : Ilmu bagaimana memimpin pengelolaan tujuan dengan berhasil dengan sumberdaya yang terbatas secara efesien (Michael R . Baye).

Ekonomi Manajerial merupakan Aplikasi dari teori dan metodologi ekonomi kedalam proses pembuatan/pemecahan masalah dan pengambilan keputusan manajerial.

B. Teori Perusahaan

Perusahaan : suatu organisasi yang mengkobinasikan dan mengorganisir berbagai sumber daya yang bertujuan memproduksi barang dan jasa untuk dijual.

Teori ekonomi perusahaan merupakan teori dasar baggaimana sebuah perusahaan beroperasi. Teori ini didasari asumsi bahwa para manajer akan berusaha memaksimumkan nilai perusahaan dengan tunduk pada berbagai kendala yang ada.

Macam-macam perusahaan :- Perorangan : perusahaan yang dimiliki oleh seorang individu.- Persekutuan/ firma : perusahaan yang dimiliki oleh dua orang atau lebih.- Perseroan Terbatas/ korporasi : perusahaan yang dimiliki pemilik saham.

Tujuan perusahaan adalah untuk memaksimumkan kekayaan atau nilai perusahaan

Nilai perusahaan : sebagai nilai sekarang (Present Value) dari aliran kas suatu perusahaan yang diharapkan akan diterima pada masa yang akan datang.

Rumus Nilai Perusahaan :

1 21 2

1

................... .......................................(1)(1 ) (1 ) (1 )

.....................................................................................(2)(1 )

nn

nt

tt

PVr r r

PVr

Dimana :PV : Nilai Sekarang πn/ FV : Nilai Kemudian n/ t : Jumlah Periode Waktu i/ r : Tingkat Suku Bunga

Karena laba sama dengan penerimaan total (TR) dikurangi biaya total (TC) maka persamaan diatas dapat ditulis kembali:

1

(1 )

nt t

tt

TR TCNilai Perusahaanr

C. Konsep Laba

Laba merupakan elemen kunci dalam suatu sistem usaha.Laba dibedakan atas :

1. Laba Bisnis : Laba yang diterima setelah dikurangi dengan biaya eksplisit. Biaya eksplisit : biaya yang benar-benar dikeluarkan dari kantong perusahaanuntuk membeli input yang diperlukan dalam produksi. ex : gaji TK, sewa tanah/ gedung, pembelian bahan mentah.

2. Laba Ekonomi : laba yang diterima perusahaan setelah dikurangi biaya eksplisit dan implisit

Biaya implisit : Pengeluaran yang bukan tunai yang dapat berupa pengorbanan waktu kerja atau usaha yang biasanya dinilai sesuai dengan harga pasar.

ex : sebagai menejer di perusahaan lain

Laba Ekonomi dibagi atas 4 teori :1. Teori Laba Friksional 2. Teori Laba Monopoli 3. Teori Laba Inovasi 4. Teori Laba Kompensasi

1. Teori Laba Friksional : laba ini didapat dari keseimbangan jangka panjang.jika dalam jangka pendek industri memperoleh keuntungan diatas normal maka dalam jangka panjang banyak industri yang masuk ke pasar tersebut dan akan menekan keuntungan menjadi normal, sebaliknya jika dalam jangka pendek industri merugi perusahaan banyak yang akan keluar dan menyebabkan keuntungan perusahaan bisa meningkat. Ex : industri otomotif.

2. Teori Laba Monopoli : perusahaan dengan kekuatan monopoli dapat membatasi output dan mengenakan harga tinggi sehingga menghasilkan laba. ex : Pertamina, PLN

3. Teori Laba Inovasi : laba diatas normal merupakan kompensasi dari inovasi yang berhasil. Dalam hal ini sistem hak paten sangat penting dalam mendorong inovator karena tanpa hak paten inovator tidak bisa menikmati keuntungan sebagai mana mestinya. ex : Mesin foto kopi, HP

4. Teori Laba Kompensasi :Teori laba yang menyatakan bahwa penerimaan diatas normal merupakan imbalan bagi perusahaan yang berhasil memenuhi keinginan konsumen, mempertahankan cara kerja yang efektif, efesien dan produktif.

Pembuatan Keputusan Manajerial

Kendala utama dalam proses pengambilan keputusan :- Kendala sumber daya,

ex: TK terampil, bahan baku, modal- Kendala kuantitas/ kualitas out put,

ex: syarat nutrisi, jumlah minimum pelanggan yang diberikan pelayanan khusus.

- Kendala hukum/ peraturan, ex: batasan-batasan hukum yang mempengaruhi kegiatan produksi atau pemasaran.

Langkah-langkah pengambilan keputusan :a. Merumuskan tujuan dan masalah Tujuan dapat berupa memaksimumkan nilai perusahaan, meminimumkan biaya dsb. b. Mengidentifikasi alternatif-alternatif penyelesaian masalah Alternatif penyelesaian masalah keluar dari intuisi dan pengalaman serta

keterampilan pengambilan keputusan dalam menggunakan teori dan prinsip- prinsip

c. Mengidentifikasi kemungkinan kejadian untuk variabel-variabel tidak terkendali Hal ini dilakukan pada variabel yang yang tidak terkendali pada umumnya berupa variabel yang mempengaruhi permintaan atau mempengaruhi biaya.

d. Mengevaluasi hasil setiap alternatif penyelesaian masalah Tahap ini dilakukan dengan menggunakan pengetahuan yang kita miliki terutama pengetahuan tentang hubungan antar variabel.

e. Pengambilan keputusan

Manfaat ekonomi manajerial :1. Membantu para manejer untuk menganalisa bagai mana kekuatan kekuatan

ekonomi yang mempengaruhi organisasi dari pantauan manajerial 2. Ekonomi manajerial menyarankan peraturan-peraturan untuk memperbaiki

keputusan manejerial untuk mencapai tujuan organisasi secara efesien 3. Memberikan aturan penetapan harga dan kekuatan yang menginginkan

perusahaan mencapai tujuan pertumbuhannya.

Soal Latihan:1. Pemilik perusahaan berharap memperoleh laba $100 setiap tahunnya selama dua

tahun dan dapat menjual perusahaan pada akhir tahun kedua sebesar $800. pemilik perusahaan yakin bahwa tingkat diskonto yang sesuai untuk perusahaan adalah 15%. Pertannyaan : Hitunglah nilai perusahaan?

2. Tentukan satu investasi proyek dari dua investasi yang harus dipilih oleh seorang manajer bila tingkat diskonto perusahaan 10%. Proyek pertama menjanjikan laba $100.000 setiap tahun selama empat tahun, sedangkan proyek kedua menjanjikan keuntungan $80.000 setiap tahunya selama enam tahun.

3. Ali dihadapkan pada dua alternatif apakah akan menerima Rp 40.000.000 saat ini atau Rp 67.000.000 pada akhir tahun ke sepuluh. Jika ia memilih untuk menerima Rp 40.000.000 saat ini maka ia dapat mendepositokan uangnya di bank.

Pertanyaan:

a. Jika bunga bank yang berlaku sebesar 5% alternatif mana yang lebih baik bagi ali?

b. Alternatif mana yang lebih baik jika bunga bank adalah sebesar 6,25%?

4. Diketahui seorang manajer memiliki data aliran kas sebagai berikut (dalam $);

Investasi Aliran Kas Masuk Pengeluaran AwalTahun 1 Tahun 2 Tahun 3

A 40.000 60.000 40.000 110.000B 30.000 80.000 50.000 104.000

Pertanyaan:a. Hitunglah NPV masing-masing jenis investasi dengan tingkat bunga bebas

resiko/risk free 8%.b. Jenis investasi mana yang akan dipilih jika terdapat resiko tambahan (risk

premium) 2% untuk Investasi A dan 6% untuk investasi B

II. OPTIMASI EKONOMI

A. Metode Pernyataan Hubungan Ekonomi

Hubungan ekonomi dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan, tabel, atau grafik.

Pernyataan hubungan ekonomi dalam bentuk persamaan sangat berguna sebab hal itu

memungkinkan bagi kita untuk menggunakan tehnik kalkulus diferensial dalam

menentukan penyelesaian optimal suatu masalah.

Model Persamaan: TR = f(Q)

Persamaan tersebut dibaca “ total penerimaan (TR) merupakan Fungsi dari jumlah

produk yang terjual” persamaan tersebut hanya menunjukan adanya suatu hubungan.

Sebagai contoh, hubungan total revenue (TR) dan quantitas (Q) dinyatakan sebagai

berikut: TR = P x Q

Misal harga adalah konstan pada Rp 150 tanpa memperhatikan jumlah unit yang terjual

maka hubungan jumlah unit yang terjual dengan penerimaan total adalah :

TR = 150 x Q

Model Tabel dan Grafik

Tabel 1Skedul Hubungan Antara TR

Dengan Jumlah Unit Yang Terjual (Q)TR = 150 x Q

Jumlah Unit Yang Terjual Total Revenue (TR )

12

150300

Learning Outcome:Setelah mempelajari materi ini diharapkan:

1. Mahasiswa Memahami Model Hubungan Ekonomi2. Mahasiswa memahami Kalkulus Diferensial: Derivatif dan Aturan Diferensial3. Mahasiswa mampu menggunakan tehnik optimasi atau metode untuk

memaksimasi atau meminimasi fungsi tujuan dari sebuah perusahaan.

3456

450600750900

Grafik hubungan antara TR dengan QTR = 150 x Q

Hubungan Biaya Total, Rata-rata dan Marginal

Hubungan Marginal : Merupakan perubahan variabel dependent dari suatu fungsi yang disebabkan oleh perubahan salah satu variabel independen sebesar satu unit.

Tabel 2:Skedul Perubahan Biaya Rata-rata dan Marjinal

Q TC($)

AC($)

MC($)

01

20140

-140

-120

150

300

450

600

750

900

0100200300400500600700800900

1000

1 2 3 4 5 6

jumlah yang terjual (Q)

Pene

rimaa

n

Series1

2345

160180240480

80606096

202060240

B. Kalkulus Diferensial: Derivatif dan Aturan DiferensialKonsep derivatif berkenaan dengan penarikan suatu limit atas suatu fungsi berkenaan dengan perubahan variable dependen yang mendekati nol. Apabila fungsi tersebut menunjukkan Total Revenue (TR), maka derivasi dari TR adalah:

dTRdQ

= LimΔQ→0

ΔTRΔQ

=MR

Apabila fungsi tersebut menunjukkan Total Cost (TC), maka derivasi dari TC adalah:

KURVA BIAYA TOTAL

20

140 160 180240

480

0

100

200

300

400

500

600

0 1 2 3 4 5 6

Q

TC Series1

KURVA BIAYA RATA-RATA DAN MARGINAL

140

8060 60

96120

20 2060

240

0

50

100

150

200

250

300

0 1 2 3 4 5 6

Q

MC,

AC AC

MC

dTCdQ

= LimΔQ→0

ΔTCΔQ

=MC

Differensiasi merupakan proses penentuan derivatif dari sebuah fungsi. berikut ini menampilkan aturan dari differensiasi:

Diferensiasi : proses menentukan turunan suatu fungsi yaitu menemukan perubahan Y untuk perubahan X, pada saat perubahan X mendekati 0

1. Aturan untuk fungsi konstant ;turunan dari sebuah konstant selalu 0, oleh karena itu jika Y sebuah konstanta maka :

DY ----- = 0 DX Contoh : Y= 2 , DY

----- = 0 DX

2. Aturan Fungsi Pangkat ;Turunan dari fungsi pangkat Y = aXb dimana a dan b merupakan konstanta adalah sama dengan pangkat b dikalikan dengan koefisien a dikalikan dengan variabel x pangkat b-1.

Y = aXb DY/DX = b.aX (b-1)

Contoh: Y = 2X , DY/DX = 2X(1-1) = 2X0 = 2

Y = 2X3, DY/DX = 3.2X(3-1), = 6X2

3. Aturan untuk penjumlahan dan pengurangan :Turunan dari penjumlahan/ pengurangan adalah sama dengan penjumlahan/ pengurangan dari setiap turunan individu, jadi bila U=g(X): U adalah g fungsi XV=h(X): V adalah h fungsi XMaka untuk fungsi Y = U ± V , Maka, DY DU DV ---- = ---- + ---- DX DX DXContoh: U = g(X) = 2X V = h(X) = X2 = Y = U + V , = 2X + X2, maka DY/DX = 2 + 2X

U = g(X) = 2X2

V = h(X) = -X3 = Y = 2X2 -X3, maka DY/DX = 4X - 3X2

4. Aturan Untuk Perkalian: turunan dari perkalian antara dua fungsi adalah sama dengan fungsi yang pertama dikalikan dengan turunan dari fungsi yang kedua, ditambah dengan fungsi yang kedua dikalikan dengan turunan fungsi yang pertama. Jika : Y = U.V Maka

DY DV DU ---- = U. ( ---- ) + V. (----)

DX DX DX

Contoh, Y = 3X² (3-X) Y = U.V, Berarti : U = 3X² dan V = (3-X) Sehingga :

DY DV DU ---- = U. ( ---- ) + V. (----) = 3X2 (-1) + 3-X (6X) = -3X2 + 18X – 6X2

DX DX DX = 18X – 9X2

Y = 2X² (3-2X) Y = U.V, Berarti : U = 2X² dan V = (3-2X) Sehingga :

DY DV DU ---- = U. ( ---- ) + V. (----) = 2X2 (-2) + 3-2X (4X) = -4X2 + 12X – 8X2

DX DX DX = 12X – 12X2

5. Aturan untuk pembagian turunan dari hasil bagi dari suatu fungsi adalah sama dengan penyebut yang dikalikan dengan turunan pembilang, dikurangi dengan pembilang dikalikan dengan turunan penyebut dan kemudian semuanya dibagi dengan penyebut kuadrat. (V = penyebut, U = pembilang) Maka jika Y = U/V maka :

Contoh 1: Misal U = 2X-3 dan V = 6X², maka : Y = U/V=

6. Aturan rantai Turunan dari Y terhadap X adalah sama dengan turunan dari Y terhadap U dikali dengan turunan U terhadap X, jadi ; Y= f (U) dan U= g (X). Maka

2

dU dVV. U. dY dX dXdX V

2

2

2

4

2 2

4

2

4

3

3

2X-3Y = 6X

sehingga :dU dVV. U. dY dX dX

dX V6X .2 (2X-3)12X =

36X12X 24X 36X =

36X36X-12X =

36X12X(3-X) = 12X(3X )3-X = 3X

dY dY dU dX dU dX

Contoh:

C. Otimasi Ekonomi

1. Optimasi Multivariat Dalam sub bab ini kita akan menentukan titik maksimum dan minimum suatu fungsi

yang mempunyai lebih dari dua variabel.

Untuk melakukan hal ini kita menggunakan konsep turunan parsial dan kemudian kita menggunakan konsep ini untuk mempelajari proses memaksimumkan fungsi dengan banyak variabel. Turunan parsial dilambangkan ∂

contoh, misalkan fungsi laba total (π) suatu perusahaan tergantung pada penjualan komoditi X dan Y sebagai berikut :

π = f (X,Y) = 80X-2X²-XY-3Y²+100Y

Untuk mencari turunan parsial dari

3 2

2

2

2

2 2

4

5

Y=U 10 dan U=2XMaka dY dU3U dan 4dU dXOleh karena itudY dY dU x dX dU dX (3U ) 4XSubstitusikan nilai U kedalam fungsidY (3U ) 4XdX =3(2X ) 4

3(4 )4

48

X

X

X X

X

terhadap X, kita membuat Y tetap X

dan memperoleh :

80 4X

X Y

Hal ini mengisolasi dampak marjinal terhadap π karena adanya perubahan jumlah komoditi X saja sedangkan jumlah komoditi Y dianggap tetap. Suku keempat dan kelima dari fungsi π di buang dari turunan parsial karena suku-suku tersebut tidak mengandung variabel X.

Contoh 1 :Berikut ini dalah Fungsi Laba Total Perusahaan : π = f (X,Y) = 80X-2X²-XY-3Y²+100YPertannyaan

a. Tentukan tingkat output masing-masing komuditas ketika perusahaan akan memaksimumkan laba totalnya (Komoditas X dan Komoditas Y)

b. Tentukan Jumlah maksimal dari dari laba total perusahaan

Subtitusikan X = 16,52 kedalam persamaan pertama dari turunan parsial, maka : 80 – 4X –Y = 0, => 80 – 4 (16,52) – Y = 0 => 80 – 66,08 –Y = 0 => Y = 80 – 66,08

Y = 13,92

Jadi perusahaan memaksimumkan π pada saat menjual 16,52 unit komoditi X dan 13,92 unit komoditi Y. subtitusikan nilai-nilai ini kedalam fungsi π, kita memperoleh laba total maksimum perusahaan sebesar :

π = 80(16,52) – 2(16,52)² - (16,52)(13,92) – 3(13,92)² + 100(13,92) = $ 1.356,52

2. Optimasi dengan KalkulusOptimasi sering diperlukan untuk menentukan nilai maksimal dan minimal suatu fungsi. Sebagai contoh, untuk fungsi penerimaan total.

80 4 0

6 100 0

kalikan persamaan di atas dengan -6 kemudian jumlahkan persamaan tersebut ;80 4 0..................( 6)

6 100 0sehingga

-480 + 24X + 6Y = 0 100 - X - 6Y = 0

X YX

X YY

X YX Y

380 + 23X = 0380 X = 23

=16,52

2100 10( ) 100 20

Dengan menetapkan ( ) / kita memperoleh :100 20 0 20 100 5Penerimaan total mencapai maksimum pada tingkat output 5 unit

TR Q Qd TR Q

dQd TR dQ

QQQ

Tugas Mandiri Model Hubungan Ekonomi:

1. Dari skedul biaya total berikut ini :

Q 0 1 2 3 4

TC 1 12 14 15 20

Pertannyaan a. buatlah skedul biaya rata-rata dan marginalb. buatlah kurva TC, AC dan MC

2. Pada fungsi penerimaan total berikut ini : TR = 9Q - Q²Pertannyaan :Buatlah skedul penerimaan total, penerimaan dari Q=0 sampai Q=6 bila Q meningkat tiap tahapnya 1 unit, serta gambarkan kurvanya

3. Selesaikanlah; a. U = g(X)= 2X² , V = h(X)= -X³, maka Y = U+V ?

b. Y = 2X²(3-2X) U = ? , V = ?, maka Y = U .V ?

c. Y = 0,04X³ - 0,9X² + 10X – 5, Tentukan, DY/DX?

d. U = 3-2X dan V = 2X², maka Y = U/V ?

e. Y= 2U – U2 dan U = 2X2 , Maka DY/DX?

4. Dari fungsi laba total perusahaan berikut ini :

Pertannyaan :a. Tentukan tingkat output masing-masing komoditas ketika perusahaan

memaksimumkan laba totalnya b. Tentukan Jumlah maksimal dari dari laba total perusahaan

2 2144 3 2 120 35X X XY Y Y

III. TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

A. Pengertian Permintaan Dan Hukum Permintaan

Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang rela dan mampu dibeli oleh para pelanggan selama periode tertentu berdasarkan sekelompok kondisi tertentu.

Hukum permintaan berbunyi.

“semakin rendah harga suatu produk, semakin tinggi jumlah produk yang diminta dan sebaliknya semakin tinggi harga semakin rendah jumlah produk yang diminta dengan asumsi faktor-faktor lain tetap (ceteris paribus)”

Permintaan Individu Permintaan PasarKurva permintaan pasar (market demand curve) untuk suatu komuditas secara sederhana merupakan penjumlahan secara horizontal dari kurva-kurva permintaan semua konsumen dalam suatu pasar

INDIVIDU 1

4.5

3

1

0

0.5

1

1.5

2

2.5

0 1 2 3 4 5

KUANTITAS

HARG

A

Series1 Series2

INDIVIDU 2

3.5

2

1

0

0.5

1

1.5

2

2.5

0 1 2 3 4

KUANTITAS

HARG

A

Series1

PASAR

8

5

2

0

0.5

1

1.5

2

2.5

0 2 4 6 8 10

KUANTITAS

HARG

A

Series1

Learning OutcomeSetelah mempelajari materi ini diharapkan:

1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang Pendekatan Teori Permintaan2. Mampu mengidentifikasi kekuatan yang mempengaruhi permintaan produk

perusahaan 3. Mampu menggunakan konsep elastisitas dalam pengambilan keputusan

perusahaan.

Fungsi Permintaan Fungsi permintaan menunjukan hubungan antara faktor yang mempengaruhi permintaan (variabel bebas) dengan jumlah produk yang diminta (variabel tidak bebas).

Secara matematis digambarkan sebagai berikut :

Variabel Px, Ax,Dx,Ox merupakan variabel strategis dan merupakan variabel yang dapat dikontrol oleh perusahaan (controllable variables), sedangkan variabel lainnya merupakan variabel yang tidak dapat dikontrol oleh perusahaan (un controllable variables)

Contoh fungsi permintaan :Diasumsikan permintaan untuk produk X sebagai berikut :

Dimana a adalah konstanta dan b1,b2,b3,b4,b5 adalah parameter.Setelah dilakukan analisa regresi diperoleh nilai konstanta dan parameter Sebagai berikut:

5.030 3.806,2 1.458,5 256,6 32,3 0,18x X Y X Y CQ P P A A I Apabila diketahui: $8 (ribuan unit)

$6 (ribuan unit)$168 (ribuan unit)$182 (ribuan unit)$12.879

X

Y

X

Y

C

PPAAI

Maka:

( , , , , , , , , , , , , , , )x X X X X C C C Y Y Y YQ f P A D O I T E P A D O C G N W

Harga produk lainAdvertising untuk Produk lain Design atau kualitas Produk lainOutlets atau tempat penjualan Produk lain

Tersedianya kreditebijakan pemerintah

Jumlah pendudukKead

Y

Y

Y

Y

PADOCG KNW

aan alam

:Jumlah produk X yang diminta Harga Produk X Advertising untuk Produk X Design atau kualitas Produk X Outlets atau tempat penjualan Produk X

Income konsumen Taste atau seler

x

X

X

X

X

C

C

DimanaQPADOIT

a konsumen

Expectation atau harapan konsumenCE

1 2 3 4 5x X Y X Y CQ a b P b P b A b A b I

5.030 3.806,2 1.458,5 256,6 32,3 0,18 5.030 (3.806,2)(8) (1.458,5)(6) (256,6)(168) (32,3)(182) (0,18)(12.875) 5.030 30.449,6 8751 43.108,8 5.878,6 2.317,5 22.879

x X Y X Y CQ P P A A I

Jadi kita mengestimasi permintaan untuk produk X berjumlah Rp 22,879 unit

Kurva Permintaan

Kurva permintaan adalah bagian dari fungsi permintaan yang menyatakan hubungan antara harga yang dikenakan untuk sebuah produk dengan jumlah produk yang diminta dengan asumsi ceteris paribus (variabel yang lain tetap)

Untuk mengilustrasikan proses ini gunakan contoh sebelumnya :

5.030 3.806,2 1.458,5 256,6 32,3 0,18x X Y X Y CQ P P A A I

Dengan asumsi Pr,Ax,Ar, Ic tetap, kita dapat mengespresikan hubungan antara harga produk X (Px) dengan jumlah produk X (Qx) yang diminta sebagai berikut :

5.030 3.806,2 1.458,5 256,6 32,3 0,18 5.030 3.806,2 (1.458,5)(6) (256,6)(168) (32,3)(182) (0,18)(12.875) 5.030 3.806,2 8.751 43.108,8 5.878,6 2.317,5 53.328,7 3.806, 2

x X Y X Y C

X

X

X

Q P P A A IPP

P

Untuk mempermudah hitungan, buat dalam ribuanQx = 53.328,7 – 3.806,2 PxJika Px = 0, Maka Qx = 53,328,7Jika Qx = 0, Maka Px = 53.328,7 : 3.806,2

Px = 14,011

Kurva Permintaan53.328,7 -3.806,2 Px

14,011

53.328,7 -3.806,2 Px

Px

15

10

5

0

53.328,7

Pergerakan Sepanjang Kurva Permintaan Pergerakan di sepanjang kurva permintaan terjadi karena perubahan dalam harga yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah produk yang diminta.

Gambar pergerakan sepanjang kurva permintaan :

P

P1 AP2 B

D0 Q1 Q2 Q

Pergeseran Kurva Permintaan Pergeseran kurva permintaan ketika terjadi perubahan selain faktor harga yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah produk yang diminta.

Gambar pergeseran kurva permintaan :

P

P1

D

0 Q1 Q2 Q

B. Penawaran dan Hukum Penawaran Penawaran adalah jumlah suatu produk yang ingin dan dapat ditawarkan oleh pihak penjual atau produsen pada berbagai tingkat harga, dengan asumsi faktor lain tidak berubah (ceteris paribus)

Hukum Penawaran “semakin rendah harga suatu produk, semakin sedikit jumlah produk tersebut akan ditawarkan oleh pihak penjual kepada konsumen, dan sebaliknya”

Kurva Penawaran Pasar

20 40 60 Qx

Kurva penawaran pasar adalah bagian dari fungsi penawaran yang menunjukan hubungan antara harga yang dikenakan untuk sebuah produk dengan jumlah yang ditawarkan dengan asumsi ceteris paribus.

Cara mengambarkan kurva penawaran pada prinsipnya sama dengan cara mengambarkan kurva permintaan Contoh :Misal diketahui fungsi penawaran untuk sebuah produk sebagai berikut :

P=$7000 + $100Q, bila Q= 0, maka P=$7000 + $100Q =$7000 + $100(0) =$7000

Untuk mencari titik lain, misal Q= 5 unit, maka : P=$7000 + $100Q =$7000 + $100(5) =$7500

Untuk mencari titik lain, misal Q=10 unit, maka : P=$7000 + $100Q =$7000 + $100(10)=$8000Gambar Kurva Penawaran : P = $7000 + $100Q

P

9000S

8000

7000

5000

0 5 10 Q

Pergerakan Disepanjang Kurva Penawaran Pergerakan disepanjang kurva penawaran terjadi akibat perubahan dalam harga suatu produk yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah produk tersebut yang ditawarkan

Gambar pergerakan disepanjang kurva penawaran

P

9000S

8000

7000

0 5 10 Q

Keseimbangan Pasar (Ekuilibrium)Pengertian Ekuilibrium Pasar Ekuilibrium pasar adalah suatu situasi dimana kuantitas permintaan sama dengan kuantitas penawaran

Harga yang terbentuk pada kondisi keseimbangan pasar disebut sebagai harga keseimbangan (equilibrium price) sedangkan kuantitas produk pada kondisi keseimbangan pasar disebut kuantitas keseimbangan (equilibrium quantiti)

Gambar Kurva Keseimbangan Pasar (S = D)

P S

Pe

D0 Qe Q

Keseimbangan Pasar Secara Matematis Misalkan fungsi permintaan untuk sebuah produk adalah :

45.000.000 2500sedangkan fungsi penawarannya adalah :

14.000.000 2000Pertanyaan:Carilah harga keseimbangan dan jumlah kuantitas keseimbangannyaJawabkeseimbangan pasar terjadi apabila:

, ma

Qd P

Qs P

Qd Qs

ka45.000.000 2500 14.000.000 20004500 59.000.000 13.111jadi harga keseimbangannya adalah 13.111, sedangkan kuantitasnya :

14.000.000 2000 14.000.000 2000(13.111)

P PPP

Qd Qs P

12.222.000jadi kuantitas keseimbangannya adalah 12.222.000 unit

C. Elastisitas Harga Permintaan

Pengertian Elastisitas Harga Permintaan (EHP)Elastisitas harga permintaan adalah persentase perubahan dalam jumlah produk yang diminta dibagi dengan persentase perubahan harga produk tersebut

Nilai koefisien elastisitas harga permintaan dari suatu produk sangat penting bagi seorang manajer untuk mengetahui bagaimana pengaruh seorang manajer menaikan atau menurunkan harga produk terhadap jumlah produk yang dijualnya Disamping itu nilai koefisien EHP juga dapat digunakan untuk menganalisa apakah kenaikan harga produk akan menaikan pendapatan atau malah menurunkan pendapatan perusahaan, sebaliknya penurunan harga akan menyebabkan kenaikan pendapatan ataukah malahan menurunkan pendapatan perusahaan.

Rumus Elastisitas Harga Permintaan

1. Perhitungan secara elastisitas titik :

Dimana :∆ = Perubahan Q = Jumlah produk yang diminta P = Harga Produk

Tanda EHP adalah negatif, ini sesuai dengan hukum permintaan yaitu bila harga naik jumlah produk yang diminta akan turun dan sebaliknya

2. Perhitungan secara kalkulus:

Dimana:

Contoh: Suatu Fungsi Permintaan Dinyatakan dengan persamaan:

p E Q PP Q

pQ PElastisitas harga P Q

Q = Turunan parsial dari fungsi permintaan pada PP

P = Harga Q = Kuantitas

Maka Turunan Parsial persamaan diatas :

Artinya;1% kenaikan (harga menjadi) Rp 9 Jt mengakibatkan penurunan kuantitas yang diminta sebesar 3,17%, tetapi pada tingkat harga Rp 9,5 jt atau 1% kenaikan harga mengakibatkan penurunan kuantitas yang diminta sebesar 4,07%,

Perhatikan bahwa nilai elastisitas harga ini adalah negatif. Nilai negatif tersebut terjadi karena jumlah yang diminta (hampir) semua macam barang dan jasa berhubungan terbalik dengan harganya.

3. Perhitungan secara elastisitas busur

Rumus ini secara khusus menganalisis derajat kepekaan rata-rata permintaan terhadap perubahan pada suatu kisaran yang cukup besar.

Contoh :

Q=-3P + 1,5Y + 0,05Pend + 1500C + 0,05I

Q = -3 yakni sebuah konstantaP

p

1 1

2 2

Hitung pada dua titik kurva permintaan jika :

1. P = Rp 9 Jt dan Q = 8.504.500 unit2. P = Rp 9,5 Jt dan Q = 7.004.500 unit

1

2

maka :9.000.0001. P = (-3) 3,178.504.5009.500.0002. P = (-3) 4,077.004.500

2 1 2 1P

2 1 2 1

Q -Q P +PElastisitas harga (busur) = E = P -P Q +Q

p

2 1 2 1P

2 1 2 1

Hitung pada dua titik kurva permintaan :

Q -Q P +P E = P -P Q +Q

7.004.500 - 8.504.500 9.500.000 + 9.000.000 = 9.500.000 - 9.000.000 7.004.500 + 8.504.500 - 1.500.000 18.5 = 500.000

00.000

15.509.000 = -3,58

p

1 1

2 2

Hitung pada dua titik kurva permintaan jika :

1. P = Rp 9 Jt dan Q = 8.504.500 unit2. P = Rp 9,5 Jt dan Q = 7.004.500 unit

Berarti secara- rata-rata, 1% perubahan harga akan menyebabkan perubahan kuantitas yang diminta sebesar 3,58% pada tingkat harga antara Rp 9 Jt sampai Rp 9,5 Jt

Jenis elastisitas harga a. Inelastis,

yaitu apabila nilai absolut koefisien elastisitas harga lebih kecil dari satu ( E ) < 1

Misalkan nilai E= -30, maka nilai absolutnya adalah +0,30. nilai 0,30 lebih kecil dari 1. Apabila elastisitas suatu produk inelastis, maka kenaikan harga produk tersebut akan menaikan TR dan sebaliknya penurunan harga akan menurunkan TR.

b. Unitari elastis, yaitu apabila nilai absolut koefisien sama dengan satu ( E) = 1Apabila elastisitas harga suatu produk unitari elastis maka kenaikan ataupun penurunan harga tidak akan merubah TR

c. Elastis, yaitu apabila nilai absolut koefisien elastisitas harga lebih besar dari satu ( E ) > 1misalkan nilai E=-2 maka nilai absoludnya adalah +2. nilai + lebih besar dari 1Apabila elastisitas harga suatu produk elastis maka kenaikan harga produk tersebut akan menurunkan TR dan sebaliknya penurunan harga akan menaikan TR

Contoh Hubungan antara P, Q, TR, MR dan Elastisitas

P ($) Q TR EP KET

6543210

0100200300400500600

-500800900800500

-

-531-1-3-5

--5-2-1

-0.5-0,2

0

-ElastisElastisUnitariInelastisInelastis

-

TRMRQ

Demand and Elastisity

0

2

4

6

8

0 100 200 300 400 500 600 700

Price

Demand and Total revenue

0200400600800

1000

0 100 200 300 400 500 600 700

Total R

even

ue

4. Elastisitas Permintaan Lainnya

Elastisitas Silang Permintaan Elastisitas silang permintaan menunjukan persentase perubahan didalam jumlah suatu produk yang diminta dibagi dengan persentase perubahan harga produk lain. Produk lain dapat merupakan produk substitusi atau komplementer. Untuk produk substitusi tanda dari koefisien elastisitas silang permintaan adalah positif dan untuk produk komplementer negatif.

Elastisitas Pendapatan Elastisitas pendapatan menunjukan persentase perubahan didalam jumlah suatu produk yang diminta dibagi dengan persentase perubahan pendapatan konsumen. Tanda dari koefisien pendapatan adalah positif.

a. Elastisitas Silang PermintaanKoefisien silang permintaan mengukur persentase perubahan dalam jumlah barang X yang diminta yang disebabkan oleh perubahan persentase tertentu dari harga barang Y.

ΔQx/Qx ΔQx Py ΔQx Py Exy = = x = x ΔPy/Py Δx Δpy Δpy Qx

- Jika koefisien elastisitas positif, berarti barang X dan Y adalah barang substitusi.

- Jika Koefisien elastisitas silang barang X dan Y negatif, maka barang X dan Y barang komplementer.

- Jika elastisitas silang barang X dan Y nol, maka barang X dan Y tidak ada hubunganya (independent)

Contoh: Elastisitas Silang HargaHarga dan kuantitas I Harga dan kuantitas II

Jenis barang Harga, Rp/u

Kuantitassatuan

Harga, Rp/u KuantitasSatuan

Demand and Elastisity

0

2

4

6

8

0 100 200 300 400 500 600 700

Price

Demand and Total revenue

0200400600800

1000

0 100 200 300 400 500 600 700

Total R

even

ue

Kopi (y) Rp 400 50 Rp 600 30

Teh (x) Rp 200 40 Rp 150 50

Exy = ΔQx/ΔPy . Py/Qx = 50 – 40/600-400 x 400/40 = 10/200 x 10 = 0,05 x 10 = 0,5 < 1

Bahwa Teh dan kopi merupakan barang substitusi.

b. Elastisitas Pendapatan (EM)Elastisitas pendapatan menunjukan persentase perubahan didalam jumlah suatu produk yang diminta disebabkan olah persentase tertentu dari perubahan pendapatan konsumen pada waktu tertentu. Tanda dari koefisien pendapatan adalah positif.

EM = % Perubahan kuantitas yang diminta % Perubahan pendapatan konsumen

ΔQ M ΔQ MEM = X = X

ΔM ΔM ΔM Q

- Bila koefisien Elastisitas Pendapatan bernilai negatif, maka barang yang dianalisa dikatakan barang bermutu rendah (inferior goods).

- Bila koefisien Elastisitas Pendapatan bernilai positif, maka barang yang dianalisa dikatakan barang normal.

- Bila koefisien Elastisitas Pendapatan bernilai lebih besar dari satu ( > 1), maka barang yang dianalisa dikatakan barang mewah (luxury goods)

- Bila koefisien Elastisitas Pendapatan bernilai lebih kecil dari 1 ( < 1), maka barang yang dianalisa dikatakan barang yang sebaiknya dibeli (necessity googs)

Contoh: Diketahui Fungsi permintaan suatu barang X adalah:

Qx = 50 – 2Px + 1,5Py – 0,8 Pz + 0,05 (M)

Px = 10

Py = 8

Pz = 6

M = 56 (Pendapatan)

Tentukan:

a. Besarnya jumlah barang X yang diminta

b. Elastisitas Harga barang X

c. Elastisitas Silang antara barang X dan Y

d. Elastisitas silang barang X dan Z

e. Elastisitas pendapatan barang X

Solusi;a. Qx = 50 – 2Px + 1,5Py – 0,8 Pz + 0,05 M

Qx = 50 – 2 (10) + 1,5 (8) – 0,8 (6) + 0,05 (56)Qx= 40

b. Ex = ΔQx/ΔPx . Px/Qx = -2 x 10/40 = -0,5 Harga Barang X bersifat inelastis

c. Exy = ΔQy/ΔPy . Py/Qy = 1,5 x 8/40 = 0,3 Barang X dan Y adalah brg. substitusi

d. Exz=ΔQx/ΔPz . Pz/Px =-0,8 x 6/40 = -0,12Barang X dan Z adalah brg. Komplementer

e. EM = ΔQx/ΔM . M/Qx = 0,05 x 56/40= 0,07X adalah barang Normal

Soal Latihan:

1. Jika diketahui fungsi permintaan untuk produk X sebagai berikut ;Q= 60 - 2P +10R + 7T

Dimana :Q = Jumlah produk yang diminta P = Harga produk XR = Rata-rata pendapatan konsumen T = Harga Produk Y

Apabila diketahui R=40.000 dan T=20, - Gambarkan kurva permintaan untuk produk X tersebut

2. Apabila dalam suatu pasar, permintaan pasar digambarkan dengan persamaan Qd=900-5P dan penawaran pasar Qs=-100+5P

Dimana :Qd = Jumlah Produk Yang diminta Qs = Jumlah Produk Yang ditawarkan P = Harga produk

Pertanyaan: - Tentukan tingkat harga dan jumlah produk ekuilibrium

3. Apabila diketahui pada tahun 2005 harga produk x perunit Rp 10.000 dan jumlah produk yang diminta berjumlah 500.000 unit. Pada tahun 2006 harga dinaikan menjadi 12.000 per unit dan jumlah produk yang diminta 480.000 unit. Berdasarkan data diatas;

- Hitunglah berapa elastisitas harga permintaan dengan menggunakan perhitungan elastisitas busur?

IV. ESTIMASI PERMINTAAN

A. Metode Estimasi PermintaanDalam estimasi fungsi permintaan yang dihadapi perusahaan, sering dihadapkan pada

problem identifikasi kurva permintaan, berkenaan dengan variable yang tak dapat diobservasi yang mempengaruhi fungsi permintaan. Hal ini dapat dilihat dalam gambar 4-1.

Gambar 4-1Titik Harga-Kuantitas dan Problem Identifikasi

P

Learning OutcomeSetelah mempelajari materi ini diharapkan:

1. Mahasiswa mampu menjelaskan dan menerapkan pendekatan riset pasar dalam estimasi permintaan

2. Mampu menjelaskan dan menerapkan pendekatan analisis regresi dalam estimasi permintaan

S4

P4 E4

D4 S3

P3 E3 S2

D3

P2 E2

S1

E2’ P1 E1 D2

D1

0 Q1 Q2 Q3 Q4

Titik E1, E2, E3, E4 hasil data harga-kuantitas yang terobservasi, dari perpotongan kurva permintaan dan penawaran yang takterobservasi D1 dan S1, D2 dan S2, D3 dan S3, D4

dan S4.Oleh karenanya garis putus yang menghubungkan Titik E1, E2, E3, E4 bukan kurva permintaan untuk komoditi. Oleh sebab itu untuk menentukan kurva permintaan sebenarnya kita gunakan analisis regresi.

Metode pengestimasian (peramalan/ pendugaan) permintaan dikelompokan menjadi dua yaitu :

1. Metode langsung 2. Metode tidak langsung

1. Metode langsung Metode Langsung adalah metode yang langsung melibatkan konsumen misal melalui wawancara dan survey, pasar simulasi dan eksperimen pasar terkendali.

A. Wawancara dan Survei

Wawancara :Proses penggalian informasi melalui tanya jawab antara pewawancara (interviewer) dengan narasumber (interviewee).

Survei : suatu kegiatan pengumpulan informasi dari sejumlah responden dengan menggunakan berbagai teknik/ metoda/ cara, misal menggunakan kuesioner.

Ada 3 kelemahan dalam metode ini :1) Individu yang diwawacarai atau disurvei harus mewakili pasar secara

keseluruhan agar hasilnya tidak bias untuk itu diperlukan sampel yang cukup besar sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar.

2) Bias pewawancara yang diartikan sebagai distorsi jawaban responden yang disebabkan oleh si pewawancara. Dalam wawancara kadang-kadang

responden enggan menjawab dengan jujur kerena mungkin malu dengan pewawancara sehingga responden memberikan jawaban yang tidak benar.

3) Kesenjangan antara intensi dan tindakan atau masalah akurasi jawaban.konsumen mungkin benar-benar berniat membeli suatu produk ketika diwawancarai tetapi ketika dipasarkan ada hal-hal yang mengubah niat dan pikiran konsumen tersebut.

Contoh survey :Perusahaan sepatu VANIA ingin memperkenalkan suatu sandal baru dan ingin menaksirkan permintaan untuk sandal baru itu. Para staf departemen riset pasar telah membuat survey dengan kuesioner seribu orang yang diwawancarai sedang berbelanja barang yang bersifat sama.Orang –orang yang diwawancarai masing-masing diminta untuk memilih salah

satu dari enam jawaban apakah mereka ingin membeli sandal baru itu pada 5 tingkatan harga. Jawaban-jawabannya adalah:

a) Sama sekali tidak b) Nampaknya tidak c) Barangkali/ Mungkin d) Nampak suka e) Sangat suka f) Pasti ya

Analisa telah menentukan bahwa probabilitas untuk pembelian nyata atas produk tersebut untuk setiap jawaban adalah :

0,0 untuk jawaban (a)0,2 untuk jawaban (b)0,4 untuk jawaban (c)0,6 untuk jawaban (d)0,8 untuk jawaban (e)1,0 untuk jawaban (f)

Perusahaan Sepatu VaniaRingkasan Jawaban Kuisioner

Harga(ribu

rupiah)

Jumlah Responden Kuantitas yang

diharapkan(a) (b) (c) (d) (e) (f)

98765

500300100500

300225150100

5

12517525010050

50150250300225

25100150250300

050

100200400

160335500640800

Q = 500(0,0) + 300 (0,2) + 125 (0,4) + 50 (0,6) + 25 (0,8) + 0 (1,0) = 160 unit

B. Pasar Simulasi/ klinik konsumen

pasar simulasi dilakukan dengan cara memberikan sejumlah uang kepada para partisipan dan meminta untuk membelanjakannya didalam sebuah toko simulasi dan melihat bagai mana mereka memberikan reaksi terhadap perubahan dalam harga, pengemasan produk, pemajangan, harga produk pesaing atau faktor lainnya yang mempengaruhi permintaan.

Hal yang harus dicermati dalam pasar simulasi adalah :

1) Kemungkinan bahwa cara partisipan tersebut membelanjakan uang orang lain berbeda dengan cara mereka kalau mereka membelanjakan uang mereka sendiri

2) Kemungkinan para partisipan tersebut akan memilih produk tertentu bila harganya diturunkan agar tampak bahwa mereka adalah pembelanja yang hemat dan bertanggung jawab.

C. Eksperimen pasar secara langsung Eksperimen pasar secara langsung ini melibatkan orang yang benar-benar berada disituasi pasar yang sebenarnya yang membelanjakan uangnya untuk barang dan jasa yang mereka inginkan.

Contoh : perusahaan melakukan pemotongan harga produk sebesar 10% kemudian bandingkan reaksi penjualan pada pasar tersebut dengan pasar regional atau pasar pada suatu negara.

2. Metode Tidak Langsung

Metode Tidak Langsung adalah Metode yang dilakukan berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan kemudian dilakukan upaya-upaya untuk menemukan hubungan-hubungan statistik antara variabel dependent dan independen, misal melalui analisis regresi.Analisa regresi adalah : Sebuah teknik statistik yang digunakan untuk menemukan derajat ketergantungan suatu variabel terhadap satu variabel lainnya atau lebih.

Analisa regresi ada 2 :- Analisa regresi sederhana - Analisa regresi berganda

A. Analisa Regresi Sederhana Dalam bagian ini kita akan membahas bagaimana : Menghitung nilai a (titik potong vertikal), Menghitung nilai b (koefisien kemiringan) dari garis regresi dan menguji kekuatan penjelas secara keseluruhan dari regresi

Menghitung nilai a dan b dari garis regresi Tujuan analisis regresi adalah untuk menghasilkan estimasi (peramalan) nilai a (titik potong vertikal) dan b (kemiringan) dari garis regresi.

Contoh :Pengeluaran Iklan Dan Penerimaan Penjualan Suatu Perusahaan

(jutaan Dolar)

Tahun (t) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Pengeluaran Iklan (X)

Penerimaan Penjualan (Y)

10 9 11 12 11 12 13 13 14 15

44 40 42 46 48 52 54 58 56 60

Garis Regresinya: Dimana;

Perhitungan Untuk Mengestimasi Garis Regresi Pada Masalah Iklan Penjualan

Tahunt

IklanXt

PenjualanYt

1234567

1091112111213

44404246485254

-2-3-10-101

-6-10-8-4-224

123080204

4910101

tY a b X

t

= estimasi dari penerimaan penjualan perusahaan

a = estimasi dari parameter a

b = estimasi dari parameter b = tingkat pengeluaran iklan pada tahun t

X = nilai rata-rata dari X

Y =

t

Y

X

tnilai rata-rata dari Y

1

2

1

nilai b diberikan oleh

( )( )b

( )

nilai a dihasilkan dari

a b

n

t ttn

tt

X X Y Y

X X

Y X

X - Xt tY Y t(X - X)(Y Y)t 2(X - X)t

8910

131415

585660

123

8610

81230

149

N=10 Σ =120 =12

Σ = 500 = 50

Σ = 0 Σ = 0 Σ = 106 Σ = 30

Dengan mensubtitusikan nilai yang dihasilkan dari tabel kedalam persamaan,kita memperoleh nilai :

Lalu dengan mensubtitusikan nilai yang diperoleh diatas dan nilai dan kedalam persamaan, kita memperoleh nilai:

Persamaan Regresi:Sehingga persamaan garis regresinya adalah :

Garis regresi dapat digunakan untuk mengestimasi bahwa penerimaan penjualan perusahaan dengan pengeluaran iklan $16 juta menjadi ;

Koefesien Determinasi Koefesien determinasi R² adalah angka yang menunjukan proporsi ariable dependen yang dijelaskan oleh variasi ariable independent. Artinya R² menunjukan seberapa jauh kesesuaian persamaan regresi tersebut dengan data.

Perhitungan Untuk Mengestimasi

X = 12 Y = 50

t1

2

1

(X - X)(Y Y)b

(X - X)

106 = 30

= 3,533

n

tt

n

tt

a Y X = 50 - 3,533 (12) = 7,60

b

b

Y X

Y X = 7,60 + 3,53X

t

t

a b

7,60 3,53 = 7,60 3,53(16) = 64,08

tY X

22

2

( )

( )

t

t

Y YR

Y Y

Nilai koefisien determinasi (R²)

Tahunt

123456789

10

44404246485254585660

-6-10-8

-4-22486

10

36100641644

166436

100

42,9039,3746,4349,9646,4349,9653,4953,4957,0260,55

-7,10-10,63-3,57-0,04-3,57-0,043,493,497,02

10,55

50,4100112,996912,74490,0016

12,74490,0016

12,180112,180149,2804

111,3025

N=10 Σ=500

=50

Σ=440 Σ=373,8430

Dimana Xt = Pengeluaran Iklan Tahun t

Contoh Y1 = 7,60 + 3,53 (X1) = 7,60 + 3,53 (10) = 7,60 + 35,3 = 42,90 DSt....

Maka koefisien determinasi untuk problem iklan-penjualan adalah :

Ini berarti bahwa 85% dari penjualan perusahaan dipengaruhi oleh pengeluaran iklan perusahaan.

Soal Latihan:Estimasikanlah secara manual persamaan regresi dari penerimaan penjualan suatu perusahaan (Y) terhadap pengeluaran untuk pengendalian mutunya (Z) dari data berikut ini :

Pengeluaran tahunan untuk pengendalian mutudan penjualan perusahaan

Tahun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

tY tY Y 2( )tY Y

tY

tY Y

2( )tY Y

Y

22

2

( )

( )

373,84 =440

= 0,85

t

t

Y YR

Y Y

Penerimaan penjualan (Y)

Pengendalian mutu (Z)

44 40 42 46 48 52 54 58 56 60

3 4 3 3 4 5 6 7 7 8

1. Berapa penerimaan penjualan perusahaan jika pengeluaran perusahaan untuk pengendalian mutu adalah sebesar $ 9 jt pertahun.

2. Berapakan nilai koefisien determinasinya (R²)

V. TEORI PRILAKU KONSUMEN

Teori konsumen digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan produk-produk yang akan dipilih oleh konsumen pada tingkat pendapatan dan harga tertentu.

Pendekatan yang digunakan ada 3 :1. Pendekatan Utilitas 2. Pendekatan Kurva Indiferens 3. Pendekatan Atribut

1. Pendekatan Utilitas Pendekatan Utility Menganggap bahwa kepuasan konsumen yang diperoleh dari pengkonsumsian barang-barang dan jasa dapat diukur dengan cara yang sama (seperti untuk berat atau tinggi badan seseorang)

Learning OutcomeSetelah mempelajari materi ini diharapkan:

1. Mahasiswa mampu menjelaskan Teori Konsumen dengan pendekatan Utilitas2. Mahasiswa mampu menjelaskan Teori Konsumen dengan Pendekatan Kurva

Indiferens3. Mahasiswa mampu menjelaskan Teori Konsumen dengan Pendekatan Atribut

Marginal utility (MU) dari setiap unit tambahan barang yang dikonsumsi akan menurun. MU adalah perubahan Total Utiliti (TU) yang disebabkan oleh tambahan satu unit barang yang dikonsumsi, ceteris paribus.

Misal : berat badan 100 kg memiliki berat badan 2 kali lebih berat badan 50 kg, demikian juga dengan tingkat utilitas 200 dikatakan 2 kali lebih besar lebih besar dari pada 100. ( pengukuran kardinal)

Asumsi-asumsi pendekatan utilitas - Tingkat utilitas total yang dicapai seorang konsumen merupakan fungsi dari

kuantitas berbagai barang yang dikonsumsinya, Utilitas = U(barang X, barang Y, barang Z…..)

- Kosumen akan memaksimalkan utilitasnya dengan tunduk kepada kendala anggaran

Ada dua pendekatan yang digunakan untuk menjelaskan teori utilitas yaitu:1. Utilitas dapat diukur secara kardinal 2. Utilitas dapat diukur secara ordinal

1. Pendekatan Cardinal Utility

Secara cardinal kepuasan/utility dapat diukur/dinilai dengan dikuantifikasikan.

Total dan Marginal UtilityPada beberapa tingkat konsumsi, total utility yang diterima individu dari mengkomsumsi suatu produk akan mencapai maksimum dan marjinal utility akan menjadi nol (mencapai titik jenuh). Tambahan komsumsi akan menyebabkan total utility menurun dan marginal utility menjadi negatif, Inilah yang disebut Hukum Utility Marginal yang semakin berkurang (Law of deminising marginal utility/hukum Gossen I).

Keseimbangan KonsumenMaksimal utility adalah tujuan dari seseorang mengkomsumsi suatu produk, tujuan ini dicapai bila konsumen menggunakan pendapatan dengan cara sedemikian rupa sehingga utility dari penggunaan rupiah terakhir yang dibelanjakan pada berbagai barang adalah sama.

Maka,

Selera terhadap suatau barang, TUx dan MUx tercermin dari data berikut

MUx MUy = dengan kendala I = Px . X + Py. Y Px Py

TU = MUx.X + MUy, Y

Qx TUx MUx

01234567

010182428303028

1086420

(2)

Penggambaran dalam grafik:

2. Pendekatan Ordinal Utility

Pendekatan Kurva Indiferens Pendekatan ini menganggap bahwa tingkat kepuasan atau utilitas yang diperoleh konsumen dari pengkonsumsian barang-barang dan jasa hanya bisa dihitung dengan pengukuran ordinal. misal, IQ amat setinggi 150 lebih cerdas dari pada IQ amin 75 tetapi tidak benar mengatakan bahwa si amat dua kali lebih cerdas dari amin, menurut pendekatan ordinal kita hanya dapat mengatakan IQ 150 lebih tinggi dari IQ 75.

Asumsi-asumsi pendekatan kurva indiferens - Tingkat utilitas total yang dicapai seorang konsumen merupakan fungsi dari

kuantitas berbagai barang yang dikonsumsinya . Utilitas = U(barang X, barang Y, barang Z…..)

- Kosumen akan memaksimalkan utilitasnya dengan tunduk kepada kendala anggaran.

- Konsumen mempunyai suatu skala preferensi (suatu sistem dalam menentukan pilihan)

- Marginal Rate Of Substitution (MRS) akan menurun setelah melampaui suatu tingkat utilitas tertentu. MRS adalah jumlah barang Y yang bisa digantikan oleh satu unit barang X, pada tingkat kepuasan yang sama.

TU

Titik Jenuh30

20

10

5

0 1 2 3 4 5 6 7 8 Qx

MUx

10

8

6

4

2 Titik Jenuh

1 2 3 4 5 6 7 Qx

-2 MUx

Kurva indiferens adalah kurva yang menunjukan kombinasi konsumsi barang-barang yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama.Ciri-cirinya :a) Semakin kekanan atas (menjauhi titik origin) semakin tinggi tingkat kepuasannya.b) Kurva indiferens tidak berpotongan satu sama lainc) Kurva indiferen berslope negatif d) Kurva indiferens cembung kearah origin.

Keterangan gambar :

1) Sumbu tegak menunjukan barang Y dan sumbu datar menunjukan barang X. kombinasi pada titik A merupakan kombinasi barang X dan Y sebesar X1 dan Y1 untuk mendapatkan kepuasan U1

2) Kombinasi pada titik A, B, C, konsumen indifer karena masing-masing kombinasi memberikan kepuasan yang sama yaitu U1

3) Kepuasan U2 lebih tinggi dari kepuasan U1 dan kepuasan U3 lebih tinggi dari kepuasan U2

Contoh Tabel Kepuasan Dari

Makan Bakso Dan Makan SateMakanBakso

MakanSate

NilaiKepuasan

25 kali20 kali10 kali5 kali4 kali

4 porsi5 porsi10 porsi20 porsi25 porsi

100100100100100

Garis AnggaranGaris anggaran adalah garis yang menunjukan jumlah barang yang dapat dibeli dengan sejumlah pendapatan atau anggaran tertentu, pada tingkat harga tertentu.

Persamaan garis anggaran:

Pergeseran Garis AnggaranGaris anggaran akan berubah/ bergeser jika anggaran atau harga berubah. - Kenaikan jumlah anggaran akan menggeser garis anggaran ke kanan (menjauhi titik

origin)- Kenaikan harga barang X akan menyebabkan garis anggaran mendekati titik origin

X y

X X

y y y

I = X.P + Y.P

.P PP P P

ATAUI X IY

Contoh :Jika anggaran naik dari Rp 100 ribu menjadi Rp 200 ribu maka ?

Contoh 2 : Jika harga barang X turun menjadi Rp 4 ribu (Penurunan Px)

Keseimbangan Konsumen

Keseimbangan Konsumen menurut analisis Indiferent Curve (IC) dan Pendapatan (I )

2. Pendekatan atribut

menganggap bahwa yang diperhatikan konsumen bukanlah produk secara fisik, tetapi atribut yang terkandung dalam produk tersebut. Atribut sebuah mobil antara lain meliputi jasa pengangkutan, prestise, privaci, keamanan, kenyamanan, dsb.

Contoh : seorang konsumen yang biasa makan diluar rumah di enam restoran.

Atribut Dan Harga Makanan Di 6 Restoran

RestoranHarga per makanan

($)

Derajat Atribut RasioNyaman

/Lezat

MakanPer

$ 100Nyaman Lezat

ABCDEF

22,2225,0027,3026,4718,9519,74

899476571810

225086907277

4,041,880,880,630,250,13

4,504,003,663,785,285,07

Dengan anggaran $ 100 dari restoran A konsumen mendapatkan Satuan atribut kenyamanan = 4,50 x 89 = 400,5Satuan atribut kelezatan = 4,50 x 22 = 99

Garis batas efesiensi ; batas luar dan merupakan kombinasi atribut yang dapat dicapai konsumen dengan batas anggaran tertentu

Panjangnya garis kombinasi hasil kepuasan tergantung kepada :a. Besarnya anggaran yang disediakan oleh konsumen untuk makan di restoran.b. Harga setiap kali makan di restoran.c. Kombinasi hasil kepuasan atribut (yaitu penjumlahan kelezatan makanan dan

kenyamanan suasana) yang diperoleh konsumen setiap kali makan di restoran tersebut.

Sola Latihan:

Contoh :1. Seorang Konsumen berpenghasilan Rp 20.000/bulan, ia membutuhkan barang x dan y .

Harga x Rp 2000/unit dan harga y juga Rp 2000/unit. Selera terhadap barang x dan y tercermin dari data berikut

Qx MUx MUy12345678910

16141210987653

1513128654321

Pertanyaan:a. Supaya kepuasanya maksimal berapa barang x dan y yang harus dibeli?b. Berapa tingkat kepuasan total (TU) pada tingkat konsumsi tersebut?c. Apabila harga x turun 50%, (cateris paribus) maka agar kepuasan total

maksimum, berapa barang x yang harus dibeli?d. Pada tingkat konsumsi tersebut (soal c) berapa besarnya kepuasan total

konsumene. Apabila diketahui fungsi permintaan konsumen terhadap barang x linier,

tentukan fungsi permintaan konsumen terhadap barang x tersebut.

2. Tingkat Utility yang diperoleh seseorang dalam mengkomsumsi suatu produk digambarkan dalam fungsi U = 9X2 – X3

Pertanyaan :a. Berapa banyak produk yang harus dikonsumsi agar utility nya maksimalb. Produk keberapa yang memberikan tingkat utility maksimumc. Produk keberapa yang menyebabkan Utility marjinal = 0

3. Seorang mahasiswa memiliki uang sebanyak Rp 10.000 dan ia membelanjakan seluruh uangnya untuk membeli dua macam produk yaitu; produk X1 dan Produk X2 dan Harga X1 Rp 200 dan X2 Rp 400 sedangkan utility formasinya: X = 2X1.X2 + 4X2.

Pertanyaan:Berapa banyak X1 dan X2 yang bisa diperoleh hingga kepuasanya optimum?

VI. TEORI PRODUKSI

A. TEORI PRODUKSI

1. Organisasi Produksi - Labor - Barang dan/Jasa - Capital - - Land - Natural resources atau: - Fixed Inputs - Variable Inputs Terkait dengan periode waktu, dibagi menjadi:

1. Short run: sedikitnya terdapat 1 (satu) input tetap 2. Long run : semua input bersifat variabel

Input Proses Transformasi Output

2. Fungsi Produksi Fungsi Produksi:

- Fungsi produksi menjelaskan tingkat output maksimum yang dapat diproduksi dengan sejumlah input tertentu.

- Fungsi produksi adalah suatu persamaan matematis (fungsi) yang menjelaskan hubungan antara tingkat kombinasi in put (faktor produksi) dengan tingkat produk (out put) yang dimungkinkan untuk diproduksi.

Fungsi Produksi biasa digambarkan dengan:

Q = F (X1, X2,.......Xn)

Dimana Q = Out Put

X1 = Tenaga Kerja (L)

X2 = Modal (K)

Xn = Faktor Produksi lain.

Learning OutcomeSetelah mempelajari materi ini diharapkan:

1. Mampu memahami dan menjelaskan dalam penentuan banyaknya barang dan jasa harus dihasilkan

2. Mampu memahami dan menjelaskan dalam penentuan banyaknya input harus digunakan untuk menghasilkan otput secara efisien

3. Produksi dalam Jangka Pendek

Produksi dalam Jangka Pendek adalah produksi dalam jangka waktu dimana perusahaan untuk merubah output nya (produk) hanya merubah salah satu faktor produksinya (yang lain konstan).

Q = F (L, k)

Q = Out Put

L = Tenaga Kerja

k = Modal (Konstan)

Produk Total, Produk Rata-rata, dan Produk Marjinal dari Penggunaan Tenaga Kerja

Tenaga Kerja (L)

Output atauTotal Produk (TPL)

Produk Marjinal dari Tenaga kerja

(MPL)

Produk Rata-rata

Tenaga Kerja (APL

0 1 2 3 4 5 6

0 3 8

12 14 14 12

- 3 5 4 2 0 -2

- 3 4 4

3,5 2,8 2

Di mana:

LTP

MPL

dan L

TPAPL

Gambar 6.2

Skedul TP, APL, dan MPL

TP

14 * * 13 TP 12 * * 11 10 Tahap I Tahap 2 Tahap 3 9 8 * 7 6 5 4 3 * 2 1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 Tenaga Kerja

5 * 4 * * * 3 * * 2 APL 1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 Tenaga Kerja

-1 -2 MPL

4. Produksi dalam Jangka Panjang

Produksi dalam Jangka Panjang adalah produksi yang dalam jangka waktu untuk seluruh faktor produksinya akan bersifat variabel

Q = F (L, K)

Q = Out Put

L = Tenaga Kerja

K = Modal/Capital

4.1. Isoquan & Isocost

a. Isoquant Isoquant memperlihatkan berbagai kombinasi dua input (Misal: Tenaga kerja dan kapital) yang dapat digunakan perusahaan untuk menghasilkan tingkat output tertentu.

Contoh: Dalam bentuk persamaan : Q = f (L,K)

Tabel 6.1

Fungsi Produksi Dalam Bentuk Tabel Capital (K) 6 10 24 31 36 40 39 5 12 28 36 40 42 40 4 12 28 36 40 40 36 3 10 23 33 36 36 33 2 7 18 28 30 30 28 1 3 8 12 14 14 12 Labor (L) 1 2 3 4 5 6

Berdasarkan tabel 6.1. didepan, kita dapatkan bentuk isoquant

Bentuk Isoquant Kapital 6 * 5 * * * * 40Q 4 * * * * 3 2 * * 28Q 1 * * 12Q 0 1 2 3 4 5 6 Tenaga Kerja

Daerah Produksi yang Ekonomis. Daerah Produksi yang Ekonomis ditunjukkan oleh garis pembatas yang memisahkan bagian yang relevan dan tidakrelevan dari isokuan, hal ini ditunjukkan oleh pembatas ABCD dalam gambar berikut ini:

Gambar 6.4 Kapital 6 * 5 * * * * 40Q A B 4 * * * *D 3 2 * * 28Q 1 * * 12Q C 0 Tenaga Kerja 1 2 3 4 5 6

b. IsocostIsocost menunjukkan berbagai alternatif kombinasi dari faktor produksi Modal (K) dan Tenaga Kerja (L) yang dapat digunakan perusahaan untuk memproduksi out put tertentu dengan sejumlah anggaran biaya yang tersedia.

C = Pl. L + Pk. KC = Biaya yang tersedia

Pl = Harga faktor produksi L (Tenaga Kerja)

Pk = Harga faktor produksi K (Kapital)

Misalkan diketahui C = $100, Pl dan Pk masing-masing $10, maka garis isocostnya adalah:

100 = 10 L + 10K atau LK 10 dapat kita gambarkan seperti dalam gambar 6.7 garis AA’ . Sedang bila ada kenaikan dalam C, misalnya sebesar $140, maka garis isocostnya menjadi: 140 = 10L + 10K atau LK 14 Garis tersebut dapat kita gambarkan seperti dalam gambar 6.7 garis BB’. Sedang bila ada penurunan C menjadi $80, maka garis isocostnya menjadi: 80 = 10L + 10K atau K = 8 - L Garis tersebut dapat kita gambarkan seperti dalam gambar 6.7 garis CC’. Sekarang dengan C = $100, Pl = $5, dan Pk = $10 maka garis isocostnya menjadi:

1. 100 = 5L + 10K atau K = 10 – 0,5 L

Gambar 6.7 Garis Isocost

Kapital 16 14 B 12 10 A 8 C 6 4 2 C’ A’ B’ D’ 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20

Kombinasi Input yang Optimal Untuk Minimisasi Biaya atau Maksimisasi

output

Kombinasi Input yang Optimal yang dibutuhkan untuk minimisasi biaya atau maksimisasi output untuk pengeluaran tertentu dapat dicapai pada saat slope garis isokuan sama dengan slope garis isocost atau:

MRTSL,K = Pl/Pk atau MPL/Pl= MPK/Pk

MTRS = Marginal Rate of Technical Substitution, banyaknya kapital yang harus dikorbankan sebagai akibatnya ada kenaikan labor yang digunakan untuk mendapatkan tingkat output yang sama.

Gambar 6-8 Kombinasi Input yang Optimal

Kapital 14 B 12 Garis Ekspansi 10 A 8 C 6 4 14Q 8Q 10Q 2 C’ A’ B’ 0 2 4 6 8 10 12 14 16 Labor

Terlihat dalam gambar 6-8 kombinasi input yang optimal untuk menghasilkan output 8 unit adalah dengan menarik 4 unit capital dan 4 unit L. Sedang untuk menghasilkan output 10 unit, kombinasi input yang optimal adalah 5 unit K dan 5 unit L.

Return to Scale Return to scale menunjuk pada tingkat dengan mana output berubah sebagai hasil

dari sebuah perubahan dalam kuantitas tertentu dari semua input yang digunakan

dalam produksi. Ada tiga jenis return to scale:

a. Constant Return to Scale yaitu bila kuantitas semua input yang digunakan dalam

produksi ditingkatkan dengan proporsi tertentu akan mengakibatkan output

meningkat dalam proporsi yang sama (gambar 6.9. a )

b. Increasing Return to Scale yaitu bila kuantitas semua input yang digunakan dalam

produksi ditingkatkan dengan proporsi tertentu akan mengakibatkan output

meningkat dalam proporsi yang lebih besar (gambar 6.9. b )

a. Decreasing Return to Scale yaitu bila kuantitas semua input yang digunakan dalam

produksi ditingkatkan dengan proporsi tertentu akan mengakibatkan output

meningkat dalam proporsi yang lebih kecil (gambar 6.9. c )

Gambar 6.9 Return to Scale

K 6 6 6 200 Q 300 Q 150Q 3 3 3 100 Q 100 Q 100 Q 3 6 L 3 6 3 6

Increasing return to scale muncul disebabkan seperti peningkatan operasi,

pembagian divisi yang lebih besar dan spesialisasi dapat diterapkan dan mesin-mesin

dapat digunakan dengan lebih terspesialisasi dan lebih produktiv.

Estimasi Produksi dengan Metode Langgrange (λ)

Metode Langgrange

Metode ini merupakan salah satu cara menentukan titik maksimum dan minimum suatu

fungsi yang diiringi dengan persyaratan atau kendala yang harus dipenuhi.

Metode ini banyak digunakan dalam berbagai masalah terapan di dunia nyata, terutama

di bidang ekonomi. Sebagai contoh, seorang pengusaha ingin mencapai tingkat produksi

yang optimum, tapi dibatasi oleh ketersediaan anggaran, tenaga kerja, bahan dsb.

Contoh Kasus:

Fungsi produksi suatu perusahaan digambarkan dengan Qx = 12. K.LPerusahaan menganggarkan $ 96.000 untuk memproduksi barang X. Harga yang harus dibayar perunit untuk Modal (K) = $ 4000 dan Tenaga Kerja (L)= $ 3000.

- Berapa input K dan L yang harus digunakan untuk memperoleh produksi yang optimum

- Berapa unit output yang dihasilkan dari kombinasi dua input tsb

Persoalan seperti ini bisa diselesaikan dengan metode Langgrange (λ)

Penyelesaian:

Diket: Q = 12. K. L

Batasan : $ 96.000 = 4000 K + 3000.L

= 96.000 – 4000 K -3000 L = 0

= 96 – 4K – 3L = 0Persamaan yang diperoleh dengan menggunakan metode Langrange

Q = 12.K.L + λ (96 – 4K -3L)

Q = 12.K.L + 96λ – 4Kλ -3Lλ

Latihan:

1. Tabel berikut ini menggambarkan tingkat output dari sebuah fungsi produksi yang

dapat dihasilkan dengan menggunakan berbagai kombinasi kapital (K) dan tenaga kerja (L):

K Output (Q)

6

5

4

3

2

1

4 8 14 16 13 11

6 12 16 18 15 14

7 13 16 20 18 16

8 12 14 16 16 14

4 7 12 13 12 8

1 3 8 7 6 5

0 1 2 3 4 5 6 L Dari tabel tersebut:

a. Tarik garis-garis di tabel tersebut yang mencerminkan isoquant-isoquant 8, 12, dan 16 satuan output

b. Tentukan apakah dari penggunaan kombinasi dari L =1 dan K= 1 sampai dengan L= 6 dan K= 6 berlaku constant, decreasing dan /atau increasing return to scale? Jelaskan alasannya!!!

. 2. Diketahui fungsi prduksi adalah Q = 16 K L , Harga input K dan L masing masing

adalah $ 40 untuk K dan $ 20 untuk L, jika perusahaan ingin memaksimalkan

produksi, berapakah K dan L yang harus digunakan perusahaan dengan anggaran

sebesar $ 2000?

B. ANALISIS BIAYA PRODUKSI

i. Pengertian Biaya Produksi dan Konsep Biaya Produksi 1. Biaya produksi adalah semua pengeluaran yang digunakan dalam proses produksi

untuk menghasilkan barang atau jasa

2. Konsep biaya produksi a. Biaya langsung dan biaya tidak langsung

Biaya langsung adalah biaya yang dapat dihitung untuk tiap unit output yang dihasilkan. Contoh, biaya bahan baku, tenaga kerja Biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak langsung berhubungan dengan proses produksi

b. Biaya eksplisit dan biaya implisit Biaya eksplisit adalah biaya yang benar-benar dikeluarkan dari kantong perusahaan untuk membeli input yang diperlukan dalam produksi. Contoh gaji TK, sewa tanah/ gedung, pembelian bahan mentah.Biaya implisit adalah pengeluaran yang bukan tunai yang dapat berupa pengorbanan waktu kerja atau usaha yang biasanya dinilai sesuai dengan harga pasar

c. Biaya kesempatan dan biaya historis Biaya kesempatan adalah nilai dari sumber-sumber ekonomi dalam penggunaan alternatif yang paling baik.

d. Biaya historis adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan pada waktu membeli faktor produksi. Contoh pada waktu membeli satu kantong semen seharga Rp 50.000 semen itu digunakan 3 bulan kemudian, dimana pada waktu itu harganya Rp 65.000. Menurut konsep biaya historis, biaya diperhitungkan pada saat semen dibeli.

e. Biaya IncrementalBiaya incremental adalah biaya yang timbul sebagai akibat adanya keputusan yang telah dibuat, dengan demikian biaya incremental bisa berupa biaya tetap, biaya variabel atau kedua-duanya

e. Biaya Relevan Biaya relevan adalah biaya yang akan dibebankan apabila suatu keputusan telah dilakukan. Dengan demikian biaya relevan adalah biaya incremental

B. Analisis Biaya Produksi a. Analisis Biaya Jangka Pendek

Biaya jangka pendek adalah analisis biaya dengan membedakan biaya tetap dan biaya variabel. Jenis biaya jangka pendek yaitu :– Total Cost (TC)

TC adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk membeli input/ faktor produksi untuk menghasilkan output atau produk akhir

- Total Fixed Cost (TFC)TFC adalah biaya yang tidak tergantung banyak sedikitnya produk yang dihasilkan

– Total Variabel Cost (TVC)TVC adalah biaya yang tergantung banyak sedikitnya produk yang dihasilkan

- Average Cost (AC)AC adalah biaya rata-rata perunit output. TCAC

Q

- Average Fixed Cost (AFC)AFC adalah biaya tetap rata-rata perunit output.

- Average Variabel Cost (AVC)AVC adalah biaya variabel rata-rata perunit output.

- Marginal Cost (MC)MC adalah biaya tambahan yang terjadi akibat ditambahnya produksi sebanyak satu unit

Contoh :Tabel Biaya Produksi Jangka Pendek

Q TFC TVC TC AFC AVC AC MC

012345

505050505050

02535405060

50758590100110

05025

16,6712,510

025

17,513,3312,512

075

42,5302522

0251051010

TFCAFCQ

TCMCQ

TVCAVCQ

KURVA BIAYA TC, TFC DAN TVC

50 50 50 50 50 50

0

2535 40

50 6050

7585 90

100110

020406080

100120

0 1 2 3 4 5 6

OUTPUT

TC,T

FC,T

VC

TFC TVC TC

KURVA AFC, AVC, AC DAN MC

0

20

40

60

80

0 1 2 3 4 5 6

OUTPUT

BIAY

A PE

RUNI

T

AFC AVC AC MC

Contoh 2Tabel Biaya Produksi Jangka Pendek

QKuantitas

output

TFCBiayaTetapTotal

TVCBiaya

Variabel Total

TCBiaya Total

AFCBiayaTetapRata2

AVCBiaya

variabelRata2

AC Biayatotal

Rata2

MCBiayaMarginal

012345

606060606060

020304580135

608090105140195

-6030201512

-2015152027

-8045353539

-2010153555

Biaya jangka pendek dalam persamaan matemetis Misalkan fungsi biaya digambarkan dalam persamaan matemetis

4. Analisis Biaya Jangka Panjang Fungsi produksi dinyatakan dalam jangka panjang bila dalam produksinya semua input bersifat variabel atau tidak ada input tetap.

Dalam jangka panjang semua input adalah variabel sehingga hanya terdapat satu kurva biaya total yang disebut dengan biaya total jangka panjang. (LRTC=long-run total Cost)

2

2

2

2

7.200 60 0,2

7.200

60 0,27.200

60 0,2 60 0,2

7.200 60 0, 2

60 0,4

TC Q QmakaTFC

TVC Q Q

AFCQQ QAVC Q

Q

Q QACQ

MC Q

LRTC

LRTC

Q

Demikian juga dengan kurva biaya rata-ratanya yaitu biaya rata-rata jangka panjang (LRAC= long-run average cost) dan biaya marjinal jangka panjang (LMC= long-run marginal cost) dimana : LRAC= LTC/Q

LRACLRMC

LRMC

LRAC

5. Maksimasi Laba

Laba akan dicapai bila TR > TC,

Cara perusahaan menghitung laba maksimum dan menentukan kombinasi input –input yang akan digunakan untuk memproduksi output dapat dilakukan dengan 3 pendekatan:

a. Pendekatan Totalitasb. Pendekatan Rata – ratac. Pendekatan Marjinal

a. Laba dengan Pendekatan Totalitas

π = TR – TC BEP ------- TR = TC P . Q = TFC + TVC P . Q = TFC + (AVC x Q) P.Q – (AVC x Q) = TFC Q (P – AVC) = TFC

Q = TFC/P - AVC

b. Laba dengan Pendekatan Rata-rata

π = (P - AC) Q -------- π mak = P > AC BEP = P = AC Rugi = P < AC

c. Laba dengan Pendekatan Marjinal

Laba maksimum pada saat MR = MCLaba maksimum tercapai pada saat turunan pertama π = ∂π/∂Q = 0

Maka: π = TR – TC = ∂π/∂Q = ∂TR/∂Q - ∂TC/∂Q

MR – MC = 0 MR = MC

Soal Latihan:Latihan:

1. Berdasarkan biaya total perusahaan berikut ini :

a. Turunkanlah skedul biaya tetap total dan biaya variabel dari perusahaan b. Dari sana turunkan skedul biaya tetap rata-rata, biaya variabel rata-

rata, biaya total rata-rata dan biaya marginal perusahaanc. Gambarkan dalam bentuk Kurva TC, TFC, TVC dan kurva AC, AFC, AVC

dan MC

2. Suatu perusahaan menghadapai permintaan yang dirumuskan dalam persamaan Q = 150 – 3P, dengan biaya marjinal (MC) dan biaya rata-rata (AC) = $ 15 per unit.

Pertanyaan:a. Berapa tingkat out put agar tercapai laba maksimum dan berapa laba

maksimumnya?b. Berapa tingkat out put agar penerimaan maksimum?c. Tentukan Q, P, TR, TC, MR dan π dengan tabulasi.

VII. PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM RESIKO DAN KETIDAKPASTIAN

A. Pengambilan Keputusan Keputusan adalah pemilihan diantara alternatif-alternatif yang ada. Sedangkan

pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif yang ada yang dilakukan secara sistematis untuk ditindaklanjuti atau digunakan untuk pemecahan masalah yang dihadapi.

Dasar Pengambilan Keputusan :a. Intuisi

Pengambilan keputusan yang berdasarkan intuisi (perasaan) memiliki sifat subjektif. Kelemahan dari pengambilan keputusan ini adalah seringkali keputusan yang diambil kurang baik, sulit mencari alat pembanding sehingga sulit diukur kebenaran dan keabsahannya

b. Pengalaman Pengalaman seseorang seringkali dapat memperkirakan suatu keadaan, memperhitungkan untung rugi atau baik buruknya keputusan yang dipilih.

c. Fakta Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat meningkatkan kepercayaan kepada pengambil keputusan, sehingga keputusan yang diambil secara umum dapat diterima

d. Wewenang Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan kepada bawahannya atau orang yang lebih tinggi kepada orang yang lebih rendah kedudukannya

e. Rasional Pengambilan keputusan yang rasional sering kali bersifat logis, objektif, transparan dan dapat memaksimumkan hasil sehingga sesuai dengan apa yang diharapkan. Pengambilan keputusan rasional berlaku sepenuhnya pada keadaan ideal dimana ada kejelasan masalah, kesatuan tujuan yang ingin dicapai, alternatif diketahui jenis dan konsekuensinya dan dapat memperoleh hasil yang maksimal yaitu pemilihan alternatif terbaik.

B. Pengambilan Keputusan Dengan Resiko Pengambilan keputusan dengan resiko adalah pengambilan keputusan dengan keadaan atau kondisi sebagai berikut :a. Alternatif yang harus dipilih memiliki lebih dari satu kemungkinan hasil b. Pengmbilan keputusan memiliki lebih dari satu alternatif tindakan atau keputusan

yang dapat diambil c. Diasumsikan bahwa pengambil keputusan mengetahui peluang yang akan terjadi

terhadap berbagai tindakan dan hasil

Learning OutcomeSetelah mempelajari materi ini diharapkan:

1. Mahasiswa mampu memahami tentang pengambilan keputusan dan resikonya

2. Mahasiswa mampu melakukan analisis berdasarkan teknik pengambilan keputusan dan resikonya

d. Resiko terjadi karena pengambilan keputusan tidak dapat diketahui dengan pasti walaupun diketahui nilai probabilitasnya

Penyelesaian pengambilan keputusan dengan resiko dapat dilakukan dengan beberapa cara :

1) Nilai Yang Diharapkan (Expected Value) Dari Suatu Keputusan Nilai yang diharapkan adalah jumlah dari nilai-nilai kemungkinan yang diharapkan terjadi terhadap probabilitas masing-masing dari suatu kejadian yang tidak pasti. Jadi nilai yang diharapkan adalah penjumlahan nilai dari hasil dikalikan probabilitas dari hasil tersebut.

Contoh 1Perusahaan X dalam tahun 2008 diperkirakan akan memperoleh tiga kemungkinan laba dengan probabilitas sebagai berikut :- Kemungkinan laba $ 50.000 dengan probabilitas 0,20- Kemungkinan laba $100.000 dengan probabilitas 0,50- Kemungkinan laba $150.000 dengan probabilitas 0,30

Perhitungan nilai harapan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel Nilai Yang Diharapkan Perusahaan X

Kemungkinan Laba Probabilitas Nilai Yang Diharapkan

$ 50.000$ 100.000$ 150.000

0,200,500,30

$ 10.000$ 50.000$ 45.000

1,00 $ 105.000

Contoh 2:Seseorang harus memilih menginvestasikan uangnya apakah dalam bentuk obligasi atau saham. Keuntungan yang akan diperoleh dalam jangka panjang akan sangat tergantung pada laju pertumbuhan ekonomi. Laju pertumbuhan ekonomi tinggi memiliki probabilitas 0,35 dan laju pertumbuhan ekonomi rendah memiliki probabilitas 0,65. jika dipilih obligasi keuntungan Rp 300 jt apabila pertumbuhan ekonomi tinggi dan Rp 200 juta bila pertumbuhan ekonomi rendah. Apabila dipilih saham, keuntungan Rp 350 juta bila laju pertumbuhan ekonomi tinggi dan Rp 150 juta jika laju pertumbuhan ekonomi rendah. Dengan menggunakan nilai harapan keputusan mana yang harus dipilih?

Tabel Nilai Yang Diharapkan dari Investasi Obligasi

Kemungkinan Laba Probabilitas Pertumbuhan Ekonomi

Nilai Yang Diharapkan

300.000.000200.000.000

0,350,65

105.000.000130.000.000

1,00 235.000.000

Tabel Nilai Yang Diharapkan dari Investasi Saham

Kemungkinan Laba

Probabilitas Pertumbuhan Ekonomi

Nilai Yang Diharapkan

350.000.000150.000.000

0,350,65

122.500.00097.500.000

1,00 220.000.000

Dari hasil perhitungan, nilai yang diharapkan dari investasi dalam bentuk obligasi sebesar Rp 235 juta dan dari investasi dalam bentuk saham Rp 220 juta. Oleh karena itu harus diputuskan untuk melakukan investasi dalam bentuk obligasi

2) Analisis Pohon Keputusan (decision Tree)Pohon keputusan adalah diagram pemilihan keputusan dan peluang kejadian yang menyertai keputusan, serta hasil hubungan antara pemilihan dengan kejadian. Tujuan penggunaan analisis pohon keputusan adalah untuk memudahkan pengambaran situasi keputusan secara sistimatis dan konfrehensif.

Contoh Suatu perusahaan merencanakan suatu investasi dengan memperluas pabrik. Analisa yang dilakukan mempertimbangkan 2 alternatif kebijakan yang harus dipilih. Kebijakan A membuat pabrik besar dan kebijakan B membuat pabrik kecil. Dalam pembuatan pabrik besar biaya awal diperkirakan $5 Jt dan pabrik kecil $ 2 Jt. Kondisi pasar yang dihadapi ada 3 kemungkinan dengan probabilitas sebagai berikut Untuk pabrik besar :

Permintaan tinggi probabilitasnya 0,50Permintaan sedang probabilitasnya 0,30Permintaan rendah probabilitasnya 0,20

Untuk pabrik kecil :Permintaan tinggi probabilitasnya 0,50Permintaan sedang probabilitasnya 0,40Permintaan rendah probabilitasnya 0,10

Present value dari cash flow pada permintaan tinggi, sedang dan rendah untuk pabrik besar adalah $8,8 juta, $3,5 juta, $,1,4 juta dan untuk pabrik kecil adalah $2,6 juta, $2,4 juta, $,1,4 juta.

Pertanyaan :

Lakukanlah analisis pohon keputusan dan tentukan kebijakan mana yang harus diambil perusahaan?

Tabel Informasi Terkait Kebijakan A Dan Kebijakan B

Kebijakan A Kebijakan B

1. Estimasi biaya awal

2. Kondisi pasar yang dihadapi

3. Probabilitas terjadinya permintaan- Tinggi- Sedang- Rendah

4. PV dari Cash Flow (laba)- Tinggi- Sedang- Rendah

$5 Juta

Tinggi Sedang Rendah

0,500,300,20

$8,8 Juta$3,5 Juta$1,4 Juta

$2 Juta

Tinggi Sedang Rendah

0,500,400,10

$2,6 Juta$2,4 Juta$1,4 Juta

Kondisi dari 2 alternatif kebijakan dalam tabel digambarkan dalam bentuk pohon keputusan seperti berikut :

Dari pohon keputusan terlihat bahwa NPV yang diharapkan (expected NPV) dari alternatif A (pabrik besar) adalah $0,73 juta, sedangkan alternatif B (pabrik kecil) sebesar $0,40 juta. Maka didasarkan dari hasil perhitungan NPV yang diharapkan, perusahaan harus memilih alternatif A atau membuka pabrik besar, karena menghasilkan NPV yang lebih besar.

C. Pengambilan Keputusan Dengan Ketidakpastian

Pengambilan keputusan dengan ketidakpastian adalah pengambilan keputusan dengan kondisi atau keadaan sebagai berikut :

- Tidak diketahui sama sekali jumlah kondisi yang timbul serta kemungkinan munculnya kondisi-kondisi itu

- Pengambil keputusan tidak dapat menentukan probabilitas terjadinya berbagai kondisi atau hasil yang keluar

- Yang diketahui hanyalah kemungkinan hasil dari suatu tindakan akan tetapi tidak dapat diprediksi berapa besar probabilitas setiap hasil tersebut

- Pengambil keputusan tidak mempunyai pengetahuan atau informasi lengkap mengenai peluang terjadinya keadaan tersebut

- Hal yang diputuskan biasanya belum pernah terjadi - Tingkat ketidakpastian keputusan dapat dikurangi dengan beberapa cara, seperti

dengan mencari informasi terkait yang lebih banyak, melakukan riset atau penelitian dan penggunaan probabilitas subjektif.

Dalam ketidakpastian terdapat 2 metode untuk pengambil keputusan yaitu :1) Kriteria keputusan maksimumn (the maxsimun decision criterion)

Berdasarkan kriteria ini alternatif keputusan yang dipilih adalah alternatif keputusan dengan hasil terbaik diantara hasil yang kurang menguntungkan

Contoh: Seorang investor menghadapi 2 alternatif penanaman modal. Alternatif pertama adalah eksplorasi tambang emas dengan dengan 3 kemungkinan kejadian yaitu sangat mujur, agak mujur dan kurang mujur. Alternatif kedua adalah mengespor hasil kerajinan industri kecil dengan 3 kemungkinan yaitu, boom, normal dan resesi. NPV dari kedua alternatif tersebut terlihat dalam table.

Tabel Dua Alternatif Penanaman Modal

Alternatif Pertama Alternatif Kedua

Kemunkinan Kejadian - sangat mujur

- agak mujur - kurang mujur

NPV$8 Jt$4 Jt

$1,5 Jt

Kemungkinan Kejadian- boom

- normal- resesi

NPV$6 Jt$3 Jt$1 Jt

Dari perkiraan seperti tergambar dalam tabel kita mendapatkan bahwa kemungkinan terburuk dari alternatif pertama adalah kita menerima NPV sebesar $1,5 jt dan kemungkinan terburuk dari alternatif kedua adalah $ 1 jt. Dengan demikian, berdasarkan berdasarkan kriteria maksimin kita memilih alternatif pertama

2) Kriteria Minimaks Kekecewaan berdasarkan kriteria ini kita melakukan pengambilan keputusan dengan pertimbangan meminimumkan kekecewaan yang mungkin timbul.Langkah pertama adalah membuat daftar atau matriks “oppurtunity loss” (kekecewaan yang mungkin terjadi)

Contoh

Tabel : Opportunity Loss Alternatif Pertama

Kemungkinan Kejadian NPV Opportunity Loss

Sangat MujurAgak Mujur

Kurang Mujur

$8 Jt$4 Jt

$1,5 Jt

0$4 Jt

$6,5 Jt

Tabel Opportunity Loss Alternatif Kedua

Kemungkinan Kejadian NPV Opportunity Loss

- Boom- Normal- Resesi

$6 Jt$3 Jt$1 Jt

0$3 Jt$5 Jt

Dari tabel kita temukan bahwa alternatif kedua yang memiliki kemungkinan kekecewaan yang terkecil yaitu senilai NPV $3 jt sedangkan pada alternatif yang pertama kita mendapatkan kekecewaan yang lebih besar yaitu $4 jt. Jadi berdasarkan kriteria minimaks kekecewaan kita harus memilih alternatif kedua.

VIII.STRUKTUR PASAR

A. Pengertian Pasar dan Struktur Pasar Pengertian pasar dapat dilihat dari berbagai sudut, yaitu :Dari pandangan pembeli, pasar adalah kumpulan perusahaan yang menghasilkan produk tertentu yang dapat dibeli Dari pandangan penjual, pasar adalah kumpulan pembeli yang menjadi sasaran penjualan produk tertentu Dari pandangan industri, pasar adalah sekelompok perusahaan yang memproduksi produk tertentu yang saling berkaitan Struktur pasar adalah semua karakteristik pasar yang bisa berakibat pada prilaku dan kinerja/ performance perusahaan dipasar

B. Jenis Struktur Pasar Secara umum struktur pasar dibagi menjadi empat, yaitu :

1) Pasar Persaingan Sempurna2) Pasar Monopoli3) Pasar Monopolistik4) Pasar Oligopoli

1) Pasar persaingan sempurna (perfect competition market)Ciri-ciri pasar persaingan sempurna :a. Banyak penjual/ produsen b. Barang yang dijual bersifat homogen c. Ada kebebasan untuk masuk kedalam pasar d. Perusahaan tidak dapat menentukan harga produk (price taker)e. Harga ditentukan melalui mekanisme pasar f. Setiap perusahaan memiliki pengetahuan yang lengkap tentang produk dan pasar

2) Pasar monopoli (monopoly market)Ciri-ciri pasar monopoli :a. Hanya terdapat satu perusahaan yang beroperasi di pasar b. Terdapat hambatan untuk masuk kepasar c. Perusahaan dapat menentukan harga (price maker)d. Perusahaan dapat melakukan diskriminasi harga

Learning OutcomeSetelah mempelajari materi ini diharapkan:1. Mahasiswa mampu menjelaskan Pengertian Pasar dan Struktur Pasar2. Mahasiswa mampu mendeskripsikan Pasar Persainagn Sempurna3. Mahasiswa mampu mendesripsikan tentang Pasar Monopoli4. Mahasiswa mampu memahami tentang Penentuan Harga dan Jumlah

Produksi pada Pasar Monopoli5. Mahasiswa mampu memahami tentang Pengenaan pajak terhadap Pasar

Monopoli6. Mahasiswa Mampu Memahami Tentang Penentuan Harga maksimal oleh

pemerintah7. Mahasiwa mampu mendeskripsikan Pasar Oligopoli8. Mahasiswa mampu mendeskripsikan Pasar Monopolistik

3) Pasar persaingan monopolistis (monopolistic compotition market)Ciri-ciri pasar persaingan monopolistis :a. Terdapat banyak produsen/ penjual b. Produk yang dihasilkan heterogen karena dibedakan menurut kualitas, merek,

kemasan dan sebagainya c. Ada kelonggaran untuk memasuki pasar (tidak seketat pasar monopoli)

4) Pasar oligopoli (oligopoly market)Ciri-ciri pasar oligopoli :a. Didalam pasar hanya terdapat beberapa penjual yang mendominasi pasar b. Terdapat sejumlah kecil perusahaan yang memiliki kekuatan pasar (maket power)c. Terdapat hambatan bagi perusahaan baru untuk memasuki pasar d. Adanya saling ketergantungan antar perusahaan dalam pasar (mutual

interdependence)

C. Pasar Persaingan Sempurna

1) Kurva Permintaan Pasar Persaingan Sempurna Dalam pasar persaingan sempurna, harga produk hanya ditentukan oleh perpotongan antara kurva permintaan pasar dan kurva penawaran pasar, maka perusahaan menjual setiap produk pada harga tersebut, sehingga kurva permintaan untuk perusahaan merupakan garis lurus/ horizontal.

P P

D

E D

S

0 Q 0 Q

Kurva Pasar/Industri Kurva Perusahaan

Ex : misalkan persamaan bagi kurva permintaan dan penawaran pasar bagi produk adalah:

QD= 625 – 5PQS= 175 + 5P

Dengan meletakan QD sama dengan QS, kemudian mencari solusi untuk P, kita memperoleh:

QD=QS 625-5P =175+5P

450 =10P P = 45

Dengan mensubtitusikan P=45 kedalam fungsi permintaan atau penawaran kita memperoleh :

QD = 625 - 5P = 625 – 5(45) = 400, Dan QS = 175 + 5P= 625 + 5 (45) = 400

2) Keadaan Perusahaan Dalam Pasar Persaingan Sempurna Bagi perusahaan yang berada pada pasar persaingan sempurna akan menghadapi kemungkinan keadaan, yaitu:a. Perusahaan memaksimumkan laba

Perusahaan memaksimumkan laba apabila : Harga (P) lebih tinggi dari biaya rata-rata (AC)

Laba terjadi pada tingkat output dimana MC=MR1. Karena di dalam pasar persaingan sempurna MR sama dengan P, maka MC=MR1=P1=d1, yaitu pada titik F dan tingkat output yang memaksimumkan laba adalah Q1, laba perusahaan akan sebesar segi empat P1FGH.

b. Perusahaan meminimumkan kerugian

Perusahaan meminimumkan kerugian apabila :- Harga (P) lebih rendah dari biaya rata-rata (AC) tetapi lebih besar dari biaya

variabel rata-rata (AVC). Pada keadaan ini perusahaan harus tetap beroperasi walaupun dalam keadaan rugi, karena kalau menghentikan kegiatan akan menderita kerugian yang lebih besar lagi. Dari gambar, terlihat pada harga P2 kerugian perusahaan sebesar segi empat IJKP2. Apabila perusahaan menghentikan kegiatannya, kerugian akan lebih besar lagi yaitu sebesar segi empat IJLM yang sama dengan AFC, yaitu biaya yang harus tetap dibayar oleh perusahaan walaupun perusahaan tidak beroperasi.

c. Langkah Dalam Memaksimumkan Laba Ekonomis Dalam Pasar Persaingan Sempurna Langkah perusahaan dalam pengendalian output untuk memaksimumkan laba ekonomis adalah sebagai berikut :

- Mencari informasi tentang harga produk (P) yang berlaku di pasar - Mencari Informasi tentang biaya - Mencari aturan-aturan sebagai berikut :

Jika P > AVC maka tentukan output dimana P=MC pada saat ini perusahaan akan memaksimumkan laba atau meminimumkan kerugian. Perusahaan akan memaksimumkan laba bila AVC<P>AC, Perusahaan akan meminimumkan kerugian bila AVC<P<AC Bila P<AVC maka manejer harus memutuskan untuk menghentikan aktifitas mereka.

d. Menghitung Keuntungan Atau Kerugian Ekonomis

Contoh: Sebuah perusahaan dalam pasar persaingan sempurna menghasilkan produk A. Harga pasar dari produk tersebu Rp.20 per unit. Perkiraan biaya total perusahaan dengan menggunakan model fungsi biaya diperoleh hasil sebagai berikut :

Dimana: TC diukur dalam ribuan Rp Q diukur dalam ribuan unit

Hitunglah ;a. Tingkat output dimana AVC mencapai minimumb. Tingkat output yang memaksimumkan laba bagi perusahaan c. Besarnya laba maksimum bagi perusahaan

Penyelesaian:

a. AVC Minimum pada saat AVC = MC :

2 330 20 3 0,25TC Q Q Q

2 3

2 3

2 3

2

2

30 20 3 0,25

20 3 0,25/

20 3 0,25

20 3 0,25

20 6 0,75

TC Q Q Q

TVC Q Q QAVC TVC Q

Q Q QQ

Q QdTCMCdQ

Q Q

2 2

2

2

2

2

20 3 0,25 20 6 0,75

0,50 3 0

6 06 06 mencapai minimum pada tingkat output = 6000 unit produk A.

minimum 20 3 0,25

20 3(6) 0, 25(6)

Q Q Q Q

Q Q

Q QQQAVC

AVC Q Q

11 (dalam satuan Rp per unit)

b. Tingkat Output Yang Memaksimumkan Laba:Karena harga pasar A adalah P= Rp 20/ unit, berarti lebih besar dari AVC minimum sebesar Rp 11/unit (P>AVC). Oleh karena itu perusahaan harus berproduksi pada tingkat output dimana P=MC.

c. Laba maksimum perusahaan:

D. Pasar Monopoli

1) Pengertian Dan Penyebab Terjadinya Pasar Monopoli

2 2

2

2

2

2

20 3 0,25 20 6 0,75

0,50 3 0

6 06 06 mencapai minimum pada tingkat output = 6000 unit produk A.

minimum 20 3 0,25

20 3(6) 0, 25(6)

Q Q Q Q

Q Q

Q QQQAVC

AVC Q Q

11 (dalam satuan Rp per unit)

2

2

P=MC

20=20 6 0,75

6 0,75 06 0,75 0

0,75 68

jadi perusahaan dapat memaksimumkan laba pada tingkat produksi 8000 unit.

Q Q

Q QQ

QQ

2 3

2 3

20 8000 160.000

30 20 3 0, 25

30 20(8) 3(8) 0, 25(8) 126.000Laba Maksimum = TR-TC = 160000 - 126.000 = 34.000

TR PXQX

TC Q Q Q

Pasar monopoli adalah sebuah bentuk organisasi pasar dimana hanya terdapat sebuah perusahaan yang menjual produk padahal produk tersebut tidak memiliki subtitusi yang dekat.

Ada beberapa penyebab terjadinya monopoli, diantaranya adalah sebagai berikut :- Perusahaan menguasai sepenuhnya input atau faktor produksi tertentu, contoh

menguasai bahan baku. - Perusahaan menguasai hak cipta atau hak paten yang melarang perusahaan lain

menggunakan proses produksi tertentu atau melarang menghasilkan produk yang sama.

- Dalam produksi tertentu, bisa terjadi skala ekonomis artinya dalam jangka panjang biaya produksinya menurun sehingga perusahaan dapat menjual produknya dengan harga murah sehingga perusahaan lain tidak bisa menyaingi.

2) Hubungan antara Output, Harga Dengan Pendapatan Marginal Karena di dalam pasar monopoli hanya terdapat satu perusahaan dan perusahaan tersebut bersifat penentu harga (price taker), maka kurva permintaan perusahaan monopoli memiliki kemiringan negative. Artinya apabila perusahaan menaikan harga maka jumlah output yang diminta konsumen akan turun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah output yang diminta konsumen akan naik.

Gambar Kurva Permintaan Dalam Pasar Monopoli p

P1

P2

D

MR

0 Q1 Q2 Q

Hubungan antara Q, P, MR secara sederhana digambarkan dalam tabel.Tabel Hubungan Antara Q, P dan MR

P Q TR MR

876543210

012345678

07121516151270

-7531-1-3-5-7

Kurva Hubungan Antara Q, P, MR dan TR

p TR

16

8

MR D

0 4 8 Q 0 4 8 Q

E. Pasar Oligopoli

Pengertian dan Penyebab Terjadinya Pasar Oligopoli Pasar Oligopoli adalah suatu bentuk organisasi pasar dimana penjualan atas sebuah produk yang homogen atau terdiferensiasi. Jika hanya ada dua penjual disebut duopoli (duopoly), jika produknya terdiferensiasi disebut oligopoli terdiferensiasi (differentiated oligopoly). Ada beberapa penyebab terjadinya oligopoli, diantaranya adalah sebagai berikut :- Skala ekonomi baru dapat tercapai apabila perusahaan memproduksi dalam

jumlah yang besar, sehingga dengan sedikit perusahaan kebutuhan pasar bisa dipenuhi.

- Dibutuhkannya modal yang besar atau input yang terspesialisasi untuk masuk didalam industry.

- Beberapa perusahaan memiliki hak paten untuk secara eksklusif memproduksi suatu produk atau memanfaatkan suatu proses produksi tertentu.

- Perusahaan yang sudah duluan masuk memiliki pelanggan yang setia, sehingga perusahaan baru sangat sulit untuk menyainginya.

- Beberapa perusahaan memiliki atau menguasai seluruh atau sebagian besar bahan baku yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk.

- Pemerintah memberikan hak monopoli kepada beberapa perusahaan. - Perusahaan yang ada mengenakan harga yang cukup rendah untuk menghalangi

perusahaan baru masuk kedalam industry.

Model Pasar Oligopoli Terdapar beberapa model pasar oligopoli, yaitu a. Model Kurva Permintaan Berlekuk Model ini didasari asumsi penting yaitu,

- Jika sebuah perusahaan oligopolis menaikan harga produknya, maka perusahaan lain didalam industri tidak akan menaikan harga tersebut

- Jika sebuah perusahaan oligopolis menurunkan harga produknya, maka perusahaan lain didalam industri akan turut menurunkan harga.

Akibat asumsi ini kurva permintaan untuk perusahaan oligopolis akan belekuk seperti terlihat pada gambar

Gambar Model Kurva Permintaan Berlekuk

Kurva permintaan yang dihadapi oleh seorang oligopolis adalah D atau ABC dan memiliki patahan pada titik B (pada tingkat harga $6 dan jumlah output 60). AB adalah kurva permintaan apabila perusahaan menaikan harga, dan BC adalah kurva permintaan apabila perusahaan menurunkan harga. Kurva MR adalah AGEHJ. Tingkat output terbaik bagi oligopolis adalah 40 unit.

Contoh soal secara aljabar.

1 1 1 1

2 2 2 2

Fungsi permintaan perusahaan apabila menaikan harga :Q 280 40 7 0,025Q

Fungsi permintaan perusahaan apabila menurunkan harga :Q 100 10 10 0,1Q

Fungsi biaya total perusahaan adalah

TC=2Q+0,

P P

P P

2025Q

Penyelesaian : 1 2

1

1

21

1 1

2

2

22

2 2

Pertama kita menghitung MR , MR dan MCTR (7 0,025Q )( )

7 ,025Q

MR 7 0,05Q

TR (10 0,1Q )( )

10 0,1Q

MR 10 0,2Q

dTCMC= 2 0,05Q

PQQ

Q

dTRQ

PQQ

Q

dTRQ

Q

1 2

1 2

1 1

Untuk menemukan titik potong antara kurva permintaan perusahaanapabila menaikan dan menurunkan harga kita menyamakanQ Q7 0,025Q 10 0,1Q0,075 3

40

7 0,025Q 7 0,025(40) 6

Q

QQ

danP

1 1

2 2

batas atas dan bawah dari terputusnya MR adalah :MR 7 0,05 7 0,05(40) 7 2 5

MR 10 0,2 10 0,2(40) 10 8 2

MC 2 0,05MC 2 0,05 2 0,05(40)

Q

Q

karenaQQ

2 2

4maka kurva MC akan memotong kurva MR diantara 5 dan 2

b. Model Kartel Terpusat Kartel merupakan organisasi resmi para produsen dalam sebuah industri yang menentukan berbagai kebijakan bagi seluruh perusahaan dalam kartel itu.

Terdapat dua jenis kartel, yaitu:1. Kartel terpusat (centralized cartel), yang merupakan perjanjian resmi antara

berbagai produsen oligopolistik dari suatu produk untuk menentukan harga monopoli, mengalokasikan output masing-masing anggotanya. Contoh: OPEC

2. Kartel yang berbagi pasar (market-sharing cartel), yang memberikan hak eksklusif kepada setiap anggotanya untuk beroperasi di daerah geografis tertentu.

1 1

2 2

batas atas dan bawah dari terputusnya MR adalah :MR 7 0,05 7 0,05(40) 7 2 5

MR 10 0,2 10 0,2(40) 10 8 2

MC 2 0,05MC 2 0,05 2 0,05(40)

Q

Q

karenaQQ

2 2

4maka kurva MC akan memotong kurva MR diantara 5 dan 2

2

2

Laba total perusahaan adalah :=TR-TC

TR=PQ =(6)(40) =240

TC=2Q+0,025Q

=2(40)+0,025(40) =80+40 =120

=TR-TC =240-120 =120

c. Model kepemimpinan harga Dalam model ini perusahaan-perusahaan dalam industri oligopolis diasumsikan tanpa kesepakatan resmi memutuskan untuk menetapkan harga yang sama dengan satu perusahaan yang dianggap sebagai pemimpin harga dalam industry. Satu perusahaan dapat merupakan pemimpin harga karena perusahaan itu merupakan yang dominan atau terbesar dalam industri, perusahaan itu mempunyai struktur biaya yang rendah atau perusahaan itu dianggap sebagai perusahaan barometrik.

F. Pasar Persaingan Monopolistik

Pengertian Pasar Persaingan Monopolistis Pasar persaingan monopolistis adalah struktur pasar dimana terdapat banyak penjual dari produk yang heterogen atau terdeferensiasi dan perusahaan mudah untuk masuk kedalam pasar. Produk terdeferensiasi adalah produk yang mirip tetapi tidak identik atau sering dikatakan serupa tapi tidak sama dan memenuhi kebutuhan dasar yang sama. Struktur pasar persaingan monopolistik merupakan yang paling umum kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam sektor ritel seperti pakaian, sepatu, sabun mandi, shampoo, rokok dan lain-lain.

Kurva permintaan yang lebih tajam kemiringannya bermakna bahwa monopolis mempunyai kekuatan lebih untuk mengatur harga dibandingkan produsen yang bekerja dalam pasar persaingan monopolistik

IX. PENETEPAN HARGA DALAM PRAKTEK

Learning OutcomeSetelah mempelajari materi ini diharapkan:

1. Mahasiswa memahami konsep diskriminasi harga dan melakukan analisa penetapan diskriminasi harga dalam praktek.

2. Mahasiswa mampu menbedakan dan menjelaskan jenis-jenis diskriminasi harga dan diskriminasi harga internasional

3. Mahasiswa mampu memahami cara-cara penetapan harga produk baru dan

1. Diskriminasi Harga

a. Pengertian Diskriminasi Harga Diskriminasi harga adalah penentuan harga yang berbeda-beda untuk sebuah produk pada waktu yang berbeda, untuk pelanggan yang berbeda atau pada pasar yang berbeda tetapi bukan didasarkan akibat perbedaan biaya.

b. Contoh Diskriminasi Harga dalam Praktek - Penetapan harga yang berbeda untuk pertunjukan film disiang hari dan dimalam

hari - Penetapan harga listrik yang berbeda untuk konsumen rumah tangga dan

konsumen industri - Penetapan harga yang berbeda untuk pasar didalam negeri dan pasar luar negeri - Penetapan harga tiket yang lebih murah untuk anak-anak dibandingkan orang

dewasa.

c. Jenis Diskriminasi Harga - Diskriminasi harga tingkat pertama (first Degree Price Discrimination)

Disini produk dijual dengan harga setinggi mungkin. Contoh penjualan produk secara lelang.

- Diskriminasi harga tingkat kedua (second Degree Price Discrimination)Disini ditentukan harga perunit yang sama untuk sejumlah produk tertentu yang dijual kepada setiap pelanggan, kemudian memberikan harga yang lebih murah perunitnya untuk sejumlah tambahan produk tersebut dan seterusnya

- Diskriminasi harga tingkat ketiga (Third Degree Price Discrimination)Ini adalah penentuan harga yang berbeda-beda untuk produk yang sama pada pasar yang berbeda.

Contoh Diskriminasi Harga Tingkat Pertama

Contoh Persoalan Diskriminasi Harga

Learning OutcomeSetelah mempelajari materi ini diharapkan:

1. Mahasiswa memahami konsep diskriminasi harga dan melakukan analisa penetapan diskriminasi harga dalam praktek.

2. Mahasiswa mampu menbedakan dan menjelaskan jenis-jenis diskriminasi harga dan diskriminasi harga internasional

3. Mahasiswa mampu memahami cara-cara penetapan harga produk baru dan

1 1 1 1

2 2 2 2

Misal diketahui fungsi permintaan :Di pasar A 120 10 atau 12 0,1Di pasar B 120 20 atau 6 0,05sedangkan fungsi biayanya adalah : 90 2PertannyaanTentukan harga dan kuantit

Q P P QQ P P Q

TC Q

21 1 1 1 1 1 1 1 1

22 2 2 2 2 2 2 2 2

as dimasing-masing pasar agar dicapai keuntungan maksimum Jawab

(12 - 0,1 ) 12 - 0,1 12 - 0,2

(6 - 0,05 ) 6 - 0,05 6 - 0,1

TR PQ Q Q Q Q MR Q

TR P Q Q Q Q Q MR Q

Dengan diskriminasi harga tingkat ketiga maka untuk memaksimumkan laba Kondisi yang harus dipenuhi adalah :

Harga yang harus dibebankan perusahaan untuk produk disetiap pasar adalah:

1 1 1 1

2 2 2 2

Misal diketahui fungsi permintaan :Di pasar A 120 10 atau 12 0,1Di pasar B 120 20 atau 6 0,05sedangkan fungsi biayanya adalah : 90 2PertannyaanTentukan harga dan kuantit

Q P P QQ P P Q

TC Q

21 1 1 1 1 1 1 1 1

22 2 2 2 2 2 2 2 2

as dimasing-masing pasar agar dicapai keuntungan maksimum Jawab

(12 - 0,1 ) 12 - 0,1 12 - 0,2

(6 - 0,05 ) 6 - 0,05 6 - 0,1

TR PQ Q Q Q Q MR Q

TR P Q Q Q Q Q MR Q

1 2

1

1

1

1

2

12 - 0,2 20, 2 10

50

MR MR MR MCdTCMCdQ

MR MCQ

QQ

1 112 0,1 12 0,1(50) 12 5 7

P Q

2 26 0,05 6 0,05(40) 6 2 4

P Q

1 1 1

(7)(50) 350

sehinggaTR PQ

2 2 2

(4)(40) 160

TR P Q

1 2

1 2

350 160 510biaya total adalah 90 2 90 2( ) 90 2(50 40) 90 2(90) 90 180 270

danTR TR TR

TC QQ Q

Jadi dengan melakukan diskriminasi harga, perusahaan akan memperoleh laba maksimum sebesar $240Apabila perusahaan tidak melakukan diskriminasi harga, maka perusahaan akan menjual produknya di dua pasar dengan harga yang sama yaitu :

Untuk memaksimumkan laba syaratnya MR=MC, sehingga;

1 2

1 2

350 160 510biaya total adalah 90 2 90 2( ) 90 2(50 40) 90 2(90) 90 180 270

danTR TR TR

TC QQ Q

1 2

Laba total perusahaan adalah

350 160 270 240

TR TR TC

1 2

1 2

2

120 10 120 20 120 10 120 20 240 30

30 2408 0,0333

(8 0,0333 )

8 0,0333

8 0,0667

Q Q QP PP PP

sehinggaP Q

P Q

TR PQQ Q

Q Q

dTRMR QQ

8 0,0667 20,0667 6

89,955 90

pada Q=90 maka8 0,0667

8 0,0667(90) 8 2,997 5

QQ

Q

P Q

(5)(90) 450

90 2 90 2(90) 90 180 270

sehinggaTR PQ

TC Q

Maka laba maksimum perusahaan apabila tidak melakukan diskriminasi harga adalah $180

d. Diskriminasi Harga Internasional

Diskriminasi internasional disebut dengan istilah Dumping. Terdapat 3 jenis dumping, yaitu :

Presistent dumping, yaitu penetapan harga yang lebih murah diluar negeri dibanding dalam negeri untuk produk yang sama akibat adanya persaingan dari produsen negara lain di pasar luar negeri.

Predatory dumping, yaitu penjualan sementara suatu produk dibawah biaya produksinya dipasar luar negeri agar bisa menyingkirkan produsen dari luar negeri dari persaingan

Sporadic dumping, yaitu penjualan yang dilakukan sekali-kali dengan tingkat harga yang lebih rendah di luar negeri tanpa harus menurunkan harga didalam negeri karena adanya kelebihan produksi

2. Penentuan Harga Produk Baru

Ada 3 cara penetapan harga untuk produk baru, yaitu :

a) Price Skimming (penyaringan harga). Price skimming adalah pemilihan harga yang relatif tinggi untuk produk baru pada saat diperkenalkan pertama kali dengan maksud memperoleh sebanyak mungkin laba. Hal yang memungkinkan dilakukannya price skimming :

- Perusahaan monopoli, karena pada saat produk pertama kali diperkenalkan tidak terdapat produk serupa di pasar.

8 0,0667 20,0667 6

89,955 90

pada Q=90 maka8 0,0667

8 0,0667(90) 8 2,997 5

QQ

Q

P Q

(5)(90) 450

90 2 90 2(90) 90 180 270

sehinggaTR PQ

TC Q

maka laba maksimum=TR-TC

=450-270 =180

- Kapasitas out put pada saat pertama kali produk diperkenalkan umumnya relatif kecil dibandingkan permintaan pasar.

b) Penetration Pricing (harga penetrasi) Penetration Pricing adalah praktek penetapan harga yang lebih rendah pada saat

produk baru pertama kali diperkenalkan dengan tujuan memperoleh market share yang lebih besar di masa yang akan dating.

c) Penyesuaian Harga Setiap Saat Perusahaan inovator akan menentukan harga awal didasarkan pada estimasi yang

terbaik mengenai situasi permintaan pasar, probabilitas dari masuknya pesaing di masa yang akan datang dan struktur biaya perusahaan.

3. Penetapan harga pada pasar yang telah mapan Pada pasar produk/barang yang telah mapan, tingkat harga umumnya telah terbentuk secara historis, maksudnya,bahwa harga tersebut terbentuk dalam waktu yang cukup lama. Dalam pasar yang telah mapan, tingkat harga umum bisa dinaikkan atau diturunkan oleh pemimpin harga atau perusahaan-perusahaan terutama jika perubahan harga tersebut dianggap perlu. Perubahan harga tersebut bisa dilakukan oleh setiap perusahaan secara individual dengan cara menambahkan tingkat mark up terhadap biaya langsung yang baru (Penyesuaian).

Soal Latihan

1. Diketahui Fungsi Permintaan industri dalam pasar Persaingan Sempurna adalah: Q = 15 – 2,5P, Marjinal Costnya/ MC = 1,5 + 0,2 Q, Pada saat perushaan tersebut mencapai keuntungan maksimu, Total Fixed Cost /FC = 13,50.Pertanyaan:a. Berapa jumlah komoditas yang dijualb. Harga jualc. Total Revenued. Average Fixed Coste. Average Variable Costf. Keuntungan Maksimum Perusahaan

2. Diketahui fungsi permintaan produk yang dihasilkan oleh Perusahaan Monopoli adalah Q = 100 – 0,25P , dan Fungsi Biaya adalah TC = 200 + 40 Q.Pertanyaan:a. Berapa produk yang haris di terjual dipasar agar perusahaan mencapai

keuntungan yang maksimum?b. Pada harga satuan berapa produk harus dijual kepasar agar keuntungan

maksimum?c. Berapa keuntungan maksimum yang diperoleh?d. Jika perusahaan di kenai pajak sebesar Rp 10/unit, berapa produk harus dijual,

harga yang ditetapkan dan keuntungan maksimum?

3. Diketahui Fungsi Permintaan perusahaan X dalam Pasar Persaingan Monopolistik adalah P = 100 – 2Q, Fungsi biaya adalah TC = 5 + 2Q.Pertanyaan :- Tentukan kombinasi harga dan tingkat produksi yang memaksimumkan

keuntungan perusahaan dan laba yang diperoleh perusahaan4. Fungsi Permintaan Pasar Duopoli adalah P = 150 -0,5 (QA + QB)

Fungsi Biaya dari masing-masing Perusahaan Duopoli adalah TCA = 4QA, dan TCB = 0,4 QB2

Pertanyaan:a. Carilah Fungsi keuntungan dari masing-masing perusahaan duopolib. Buatlah grafik dari fungsi reaksi dari masing –masing pengusaha duopolic. Tentukan kuantitas produk yang menjadikan pasar dalam kondisi keseimbangan