venn centaury

  • View
    26

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

struktur perencanaan bangunan bertingkat dan langkah - langkah cara pembuatan bekisting

Text of venn centaury

Venn CentauryKarya dan Pengalaman Hidupku

Main MenuSkip to content

METODE PELAKSANAAN BANGUNAN BERTINGKATMay 28, 2012 by Venn_Centaury in Uncategorized.

2 Votes

METODE PELAKSANAAN BANGUNAN 1. A. PEKERJAAN PERSIAPAN

Pekerjaan persiapan diawali dengan pembersihkan lahan dari rumput, humus, pohon dan dari sampah. Selanjutnya dilakukan pemasangan pagar pengaman pada sekeliling area proyek

penentuan as dan peil bangunan, terakhir pemasangan bouwplank. Selain itu air kerja dan listrik kerja harus sudah diperhitungkan penyediaannya oleh pemborong dengan membelinya. Administrasi proyek juga diurus pada pekerjaan persiapan. 1. B. PEKERJAAN TANAH

Pekerjaan tanah dimulai dengan pekerjaan galian tanah. Kemudian mengurug lantai pondasi dengan pasir. Setelah itu mengurug tanah kembali. 1. C. PEKERJAAN PONDASI

Pekerjaan pondasi dimulai dari pemasangan profil pondasi, lalu memasang batu kali dengan adukan. 1. D. PEKERJAAN BETON BERTULANG

Pekerjaan beton bertulang diawali dari pekerjaan sloof, kolom, balok, plat, dan terakhir ring balk. Tahap awal pada tiap-tiap item pekerjaan di atas adalah pekerjaan pembesian, lalu memasang bekisting, betonisasi, melepas bekisting, dan terakhir merawat beton. 1. E. PEKERJAAN DINDING

Pekerjaan dinding diawali dengan memasang batu bata kemudian dilanjutkan pekerjaan plesteran. Pekerjaan dinding dilakukan setelah pekerjaan kolom, balok, dan plat selesai. Pemasangan pasangan batu bata dilakukan diatas sloof. Pemasangan harus lurus, tegak, tidak siar dan tidak ada batu bata yang pecah melebihi 5 % dan pemasangan batu bata maksimal 1 m per hari. Pekerjaan plester yaitu bagian yang akan diplester disiram dengan air terlebih dahulu dan plesteran harus menghasilkan bidang yang rata dan sponeng yang lurus. Semua dinding harus diplester dengan 1pc : 3ps untuk pasangan. 1. F. PEKERJAAN KUSEN, PINTU, DAN JENDELA

Pekerjaan kayu merupakan pekerjaan kering harus dipisahkan dari pekerjaan pasangan dan pekerjaan beton yang merupakan pekerjaan basah. Pemisahan ini untuk memperjelas jenis pekerjaannya dan tidak saling menggaggu pekerjaan dan pengangkutan material. 1. G. PEKERJAAN PENUTUP ATAP

Pekerjaan penutup atap diawali dengan pemasangan kuda-kuda, kemudian pemasangan rangka atap, gording, reng, usuk, dan terakhir pemasangan genteng. 1. H. PEKERJAAN SANITASI

Pekerjaan sanitasi dikerjakan mulai saat atau setelah pemasangan Bouwplank atau setelah pemasangan plafond dan sebelum pemasangan lantai. Pekerjaan ini meliputi pembuatan septictank, pemasangan pipa-pipa, pemasangan kloset dan bak mandi. Pemasangan kloset dan pipa perlu diperhatikan agar semuanya berfungsi dengan baik dan tidak ada yang bocor. 1. I. PEKERJAAN KERAMIK

Pekerjaan keramik terdiri dari lantai keramik dan dinding keramik.Bahan lantai keramik 30 x 30 cm dan keramik 20 x 20 cm. Sedang bahan dinding keramik adalah keramik 20 x 20 cm. Keramik yang akan dipasang menggunakan spes dan harus disetujui terlebih dahulu oleh direksi. Pemasangan nat sesuai dengan warna keramik dan lantai tidak boleh bergelombang. 1. J. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK

Pekerjaan instalasi listrik dikerjakan mulai saat atau setelah pemasangan Bowplank atau sebelum pemasangan plafond dan sebelum pengecatan dinding. Pekerjaan ini meliputi pemasangan titik lampu pada tempat yang telah ditentukan dan pemasangan saklar dan stop kontak. Pemasangan kabel pada dinding menggunakan pipa sebagai selubung kabel. Penyelesaian dinding sebagai akibat dari pemasangan saklar perlu diperhatikan dan permukaan dinding harus tetap rapi. 1. K. PEKERJAAN KUNCI DAN TERALIS TANGGA

Pekerjaan memasang kunci terdiri dari kunci tanam biasa dan kunci tanam kamar mandi. 1. L. PEKERJAAN FINISHING

Setelah semua pekerjaan selesai kemudian mengecat bangunan dan terakhir merapikan dan membersihkan bangunan kembali.

PENJELASAN TIAP ITEM PEKERJAAN I. 1. A.

PEKERJAAN PERSIAPAN Pembersihan lahan

Membersihkan lahan dari rumput, humus, pohon dan dari sampah.

Arah pekerjaan ditentukan dengan mempertimbangkan urutan pekerjaan yang akan dilaksanakan berikutnya pembersihan yang merata.

1. B.

Pembuatan pagar pengaman

Pagar terbuat dari seng gelombang dengan tinggi 2 m dan kayu dolken. Dipasang mengelilingi lahan proyek Penentuan as dan peil bangunan

1. C.

As dan peil bangunan menentukan letak/posisi dan orientasi bangunan Posisi As bangunan diukur dari titik acuan yang telah ditentukan As bangunan harus ditandai dengan jelas(umumnya dengan warna merah) dan diletakan pada ketinggian referensi (mis. + 0,00) As bangunan ini menjadi acuan/referensi as-as yang lain untuk mementukan posisi pondasi, kolom, lantai, dll, pada bangunan yang akan dibuat

1. D.

Pemasangan bouwplank

Bowplank adalah papan-papan yang dipasang disekitar lokasi pekerjaan Kayu yang digunakan adalah kayu 5/7 x 4m dan kayu papan 3/20 Bowplank dipasang mendatar sesuai ketinggian rencana, dan dipaku pada beberapa tempat untuk menarik benang-benang as Benang-benang as ini menjadi acuan dalam semua pekerjaan yang menyangkut letak elemen bangunan, lebar pondasi dan tembok, kedalaman galian, dan ketinggian elemen bangunan (lantai, pintu, jendela, dll) Bowplank tidak perlu dipasang menerus, pada beberapa tempat dapat dikosongkan untuk jalan pekerja

II. 1. A.

PEKERJAAN TANAH Pekerjaan galian tanah

Gali tanah sesuai lebar pondasi bagian bawah dan kedalaman rencana Gali sisi-sisi miringnya sehinga dicapai sudut kemiringan yang tepat

Tanah hasil galian diletakkan di pinggir galian diluar bouwplank, yang nantinya untuk pekerjaan pengurugan kembali. Cek posisi, lebar, kedalaman, dan kerapiannya, sesuai dengan rencana

1. Pekerjaan urugan pasir

Parit pondasi diurug pasir setebal 10 cm Pekerjaan urugan tanah

1. C.

Dilakukan urugan kembali terhadap pondasi yang telah terpasang. Pemborong harus melaporkan kepada konsultan pengawas tentang rencana jaringan listrik, telepon, septictank dan lain-lain apabila akan memulai pekerjaan pondasi. Bekas lubang dan parit dalam bangunan harus ditimbun dengan pasir urug dan dipadatkan. III. PEKERJAAN PONDASI Pasangan pondasi batu kali

1. A.

Pondasi bangunan yang digunakan adalah pondasi batu kali / batu gunung yang memenuhi persyaratan teknis atau sesuai keadaan dilapangan . Pasangan pondasi adalah dari batu kali, ukuran pondasi sesuai dengan gambar rencana pondasi atau pondasi batu belah dengan perekat 1pc : 3kp : 10 ps dan kemudian diplester kasar , bagian bawah pondasi dipasang batu kosong (aanstamping) tebal 20 cm dengan sela- selanya disisi pasir urug, disiram air sampai Penuh dan ditumbuk hingga padat dan rata. Celahcelah yang besar antara batu diisi dengan batu kecil yang cocok padatnya. Pasangan pondasi batu kali tidak saling bersentuhan dan selalu ada perekat diantaranya hinga rapat. Pada pasangan batu kali sudah harus disiapkan anker besi untuk kolom, kedalaman anker 30 cm harus dicor dan panjang besi yang muncul diatasnya minimal 75 cm. Cor stek kolom dan rapikan kembali Setelah pasangan mengeras, tanah dapat diurug kembali

IV. 1. A.

PEKERJAAN BETON BERTULANG Pembesian

Cara pengerjaan tulangan balok :

Buat tulangan sengkang dengan syarat :

bengkokan kait minimal 90o ditambah perpanjangan 12d atau bengkokan kait 135o ditambah perpanjangan 6d pembengkokan dilakukan dalam keadaan dingin Potong tulangan memanjang dan bentuk sesuai gambar kerja Masukan tulangan-tulangan memanjang balok pada sela-sela tulangan kolom/balok disebelahnya sesuai dengan dimensi balok dan posisi tulangan Masukan sengkang-sengkang balok sesuai dengan jumlahnya Masukan tulangan-tulangan memanjang balok pada ujung yang lain ke sela-sela kolom/balok sebelahnya Ikat sengkang dengan tulangan memenjang sesuai dengan jarak sengkang yang ditentukan dengan menggunakan kawat bendrat Cek kembali hasil pabrikasi dengan gambar kerja yang ada Pasang pengatur jarak selimut beton/ decking

1. B.

Bekisting

Bekisting dibuat dengan bahan kayu kelas III (terentang) dan balok kayu kelas II, serta dolken diameter 8/400 Cek jarak sabuk kolom/balok/sloof/ring balk Cek pertemuan panel sudut bekisting Permukaan plywood dibersihkan dan dilumasi minyak bekisting Penyetelan sabuk dan kayu support bekisting Pemberian mortar pada dudukan bekisting, pastikan mortar yang ditabur mengering

1. C.

Betonisasi

Digunakan beton mutu K-300 dengan campuran 1PC:2PS:3KR Untuk kolom pengecoran dilakukan tiap satu meter Untuk plat dan balok pengecoran dilakukan sekaligus Vibrasi yang cukup selama pengecoran Pengetokan pada keliling luar bekisting Untuk beton pada lantai 2 dari molen diangkut secara bertahap ke lantai 2 Pelepasan bekisting

1. D.

Satu hari setelah pengecoran, bekisting dilepas Melepas scafolding Melepas plywood

1. E.

Perawatan beton

Menyiram beton setiap siang dan sore selama minimal 3 hari Menutupi dengan karung basah V. PEKERJAAN DINDING

1. A. Pekerjaan pasangan batu bata

Pasang acuan kayu (profil) secara vertikal pada setiap ujung dinding yang akan dipasang. Di ukur dan di tandai jarak setiap ketinggian pasangan bata / batako dan di kontrol kesetimbangan horisontalnya antara ujung satu dengan yang lainnya. Basahi bata yang akan di pasang sampai tidak menyerap air. Beri adukan mortar (sebagai perekat) pada setiap sambungan antara batu bata dan pada setiap sambungan atas dan bawah dari batu bata tidak boleh membentuk garis lurus/vertikal. Usahakan potongan batu bata yang besarnya kurang dari setengahnya tidak dipakai atau tidak dipasang. Tinggi pemasangan dinding batu bata dalam satu hari supaya tidak lebih dari 1 meter, untuk menjaga keruntuhan.

1. B. Pekerjaan plesteran dinding

Si